(**)/

Yaoi story, based on Yunho X Jaejoong Couple.

For my fellow YunJae Shipper...

Feel free to read.

.

Jingle Bubble

YOUR VOICE

.

Chapter 10

.

.

.

.

Toho University

Tok tok tok

"Masuk"

Changmin segera masuk ke ruangan dosen pembimbingnya dengan hati berdebar. Semoga saja tidak terlalu banyak kesalahan yang dia buat, sehingga dapat segera maju ke seminar hasil.

"Songsaengnim"

"Oh Changmin-ssi silahkan duduk" ucap Kibum

Namja berkulit seputih salju itu menghentikan kegiatannya membaca beberapa tugas mahasiswanya dan beralih menatap Changmin yang sudah menyodorkan draft skripsinya. Kibum mengambilnya dan mulai meneliti tulisan Changmin. Sesekali Kibum terlihat mencorat-coret tulisan Changmin, kadang-kadang juga terlihat manggut-manggut setuju dengan apa yang Changmin tulis.

Semua ekspresi imut namja yang dijuluki ice prince itu tak pernah luput dari manik mata Changmin. Anak bungsu keluarga Jung itu seakan tersihir oleh keindahan namja cantik di depannya. Changmin memang baru bertemu Kibum tiga kali, karena Kibum baru saja pindah ke Toho beberapa bulan lalu. Dosen pembimbing Changmin sebenarnya adalah Mr Han tapi beliau memutuskan untuk bersekolah kembali, hingga Changmin diambil alih oleh Kibum.

"Semuanya sudah bagus hanya ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Kau bisa maju minggu depan"

Changmin tersenyum sumringah "Terima kasih songsaengnim"

Kibum mengangguk kemudian menyerahkan draft skripsi itu ke Changmin. Namja jangkung itu pamit dan berniat keluar ruangan ketika Kibum memanggilnya.

"Tunggu Changmin-ssi. Aku memiliki buku tentang Fisika Kuantum. Kuharap kau mambacanya sebelum ujian, karena kulihat kau sedikit lemah di bagian ini"

"Baik songsaengnim"

Kibum beranjak dari mejanya menuju ke sebuah rak buku yang menjulang tinggi di sampingnya. Namja cantik itu kemudian naik ke tangga yang biasanya di gunakan untuk mengambil buku di tempat-tempat yang tinggi. Changmin memperhatikan tubuh ramping dosen pembimbingnya itu berayun dari satu rak ke rak buku lainnya tanpa rasa takut. Beberapa saat kemudian Kibum terlihat sudah menemukan buku itu. Namun ketika hendak turun kakinya terpeleset dan tubuhnya oleng.

"Songsaengnim!"

Changmin dengan sigap menangkap tubuh Kibum yang hendak menghantam lantai.

Grepp

Changmin melingkarkan tangannya ke pinggang ramping Kibum dan memeluknya. Sedangkan Kibum memeluk leher Changmin dengan mata terpejam ketakutan. Posisi tubuh mereka sangat berdekatan dan menempel erat. Karena Changmin jauh lebih tinggi, kaki Kibum terlihat menggantung tidak menapak lantai.

Deg deg deg

Jantung mereka berdetak kencang dengan alasan masing-masing. Kibum karena dirinya kaget akan jatuh sedangkan Changmin?

Sret

Kibum mengangkat wajahnya dan langsung bertemu dengan sepasang deer eyes yang tajam warisan keluarga Jung. Kedua anak manusia itu saling berpandangan seolah terhipnotis dengan lawan pandang mereka masing-masing.

Changmin mengamati wajah Kibum yang ada tepat di depannya. Kulit seputih salju, hidung mancung, bibir semerah darah, rambut yang hitam legam dan…oh!

Namja cantik itu ternyata memiliki mata bulat yang indah. Selama ini mata indah itu selalu tertutup oleh kacamata tebal yang sekarang entah hilang kemana. Mungkin terjatuh saat Kibum oleng tadi.

Darah Changmin kembali berdesir ketika dengan lancangnya sang bayu meniup pelan rambut Kibum menyebabkan surai lembut itu melambai halus menutupi sebagian wajahnya. Otomatis satu tangan Changmin melepaskan pinggang Kibum dan meraih helaian rambut itu, menyelipkannya di telinga kiri Kibum.

Blush

Perlakuan namja jangkung itu menghasilkan rona merah di pipi gembul Kibum. Membuatnya seperti buah apel ranum yang ingin sekali Changmin gigit.

Cup

Mata Kibum melotot kaget ketika dengan kurang ajarnya bibir tebal Changmin mencium pipinya.

"Changmin-ssi!"

Changmin sendiri kaget dengan apa yang dia lakukan. Tubuhnya terhuyung ke belakang satu langkah. Dan malangnya kakinya menginjak sesuatu yang amat penting

Krekk

"Eh?"

.

.

.

At Jung Corporation

Yunho POV

Aku masih belum percaya dengan kejadian tadi malam. Namja itu, Kim Jaejoong adalah orang yang selama ini aku cari-cari. Sekarang orang itu bahkan sudah menjadi istriku. Hahaha bibirku tidak pernah berhenti tersenyum. Hatiku benar-benar bahagia.

Yunnie~ Nama panggilan itu terdengar sangat manis ketika keluar dari bibir mungilnya. Aku jadi teringat kegiatan kami tadi malam. Bagaimana dia menjeritkan namaku tanpa henti, sungguh manja.

Hmm bagaimana jika aku juga memberinya nama panggilan juga? Aku tidak rela jika harus selalu memanggilnya dengan nama namja jalang tukang selingkuh itu.

.

.

.

"Sajangnim anda perlu tanda tangan di sini" ucap Taeyang mengingatkan.

Yunho tersadar dari lamunannya dan membiarkan Taeyang membimbing tangannya menandatangani berkas-berkas perusahaan yang harus segera di serahkan ke bagian perencanaan.

"Saya lihat sajangnim terlihat sangat bahagia hari ini, apakah terjadi sesuatu?" celetuk Taeyang.

"Ah kau menyadarinya? Yah, aku sudah menemukan penyelamatku 4 tahun yang lalu. Dan kau tahu siapa dia? Dia adalah istriku sendiri. Kim Jaejoong. Takdir benar-benar sulit ditebak ania?"

"Ne"

"Hah~ menurutmu sekarang aku harus bagaimana Taeyang-ah?"

"Saya kurang paham dengan maksud anda sajangnim. Kenapa anda tidak membongkar semuanya saja?"

"Aku takut Taeyang-ah. Aku takut jika dia akan meninggalkanku jika tahu aku sudah mengetahui kedoknya. Dia selalu mengatakan bahwa dia tidak pantas untukku dan kami tidak ditakdirkan bersama"

"Apakah anda akan terus berpura-pura tidak tahu?"

"Tergantung" jawab Yunho datar.

'Semuanya tergantung istriku yang cantik. Jika dia mengingat semua pembicaraan kami tadi malam maka aku akan membongkar semuanya. Namun jika dia tidak mengingatnya aku akan terus berpura-pura tidak tahu. Asalkan malaikat cantik itu selalu ada di sisiku, akan kulakukan apapun.'

.

.

.

Mansion Jung

Dapur keluarga Jung tengah mengepul. Para maid terlihat berlalu lalang menyiapkan makan malam. Diantara mereka terlihat seorang namja cantik yang sibuk dengan kimchi jigae-nya. Sup yang tidak pernah absen dari meja makan keluarga Jung, karena anak sulung mereka sangat menyukainya.

Jaejoong sangat serius dengan masakannya sehingga tidak menyadari jika para maid di sekitarnya mulai menghilang satu-persatu. Di belakangnya terlihat seseorang namja gagah bin tampan yang berjalan hati-hati hanya dengan mengikuti indra penciumannya.

Srett

"Umma!" pekik Jaejoong kaget saat dua buah lengan kekar melingkari perutnya dari belakang.

Yunho terkikik geli dan langsung menumpukan kepalanya di atas kepala Jaejoong.

"Yunho-ah"

"Ne, Boo"

"Boo?"

"Panggilan sayangku untukmu. Seperti kau memanggilku Yunnie tadi malam"

Deg

Jaejoong mulai ketakutan, apa yang sebenarnya terjadi tadi malam?

"A-Apa maksudmu Yunho-ah aku tidak mengerti" ucap Jaejoong gugup

"Kau mabuk tadi malam Boo, dan kita melakukan hal 'itu' lagi" bisik Yunho seduktif di telinga Jaejoong.

"M-Mabuk? Apakah aku mengatakan sesuatu yang aneh?" tanya Jaejoong panik.

"Ani"

Jaejoong mendesah lega, jangan sampai kedoknya terbuka hanya karena dirinya mabuk aishh. Eh tunggu dulu, jadi mereka tadi malam melakukanya?lagi? Wajah namja cantik itu langsung memerah sempurna. Pantas saja pinggang dan pantatnya sakit.

"Apa kau benar-benar tidak ingat? Padahal kau sangat bersemangat sekali tadi malam. Ah ah Yunnie so big!, Yunnie terus seperti itu~, Yunnie Im cumming, Yunn-"

Jaejoong langsung berbalik dan menutup mulut suaminya yang terus memparodikan kata-katanya tadi malam. Sungguh dimana urat malu namja Jung itu, bisa-bisanya dia berkata vulgar seperti itu tanpa sensor. Sedangkan Yunho terlihat menikmati acara menggoda istrinya. Tangan besarnya mencoba menurunkan tangan mungil Jaejoong yang membekap mulutnya.

"Ah Ah Aww Yunnie SO DEEP~"

"Yunnie!" pekik Jaejoong kesal sambil memukul dada suaminya.

"Hahahahahaha"

.

.

.

"Ommo ommo lihat mereka berdua lucu sekali~" ucap Yoona.

"Ah~ aku tidak pernah melihat tuan muda Yunho bertingkah seperti itu hihihi~" ucap Hyoyeon.

"Aigoo pantas saja Jaejoong-ssi jalannya aneh. Mereka melakukannya tadi malam. Menurut kalian berapa ronde yang mereka lakukan?" kata Sunny jahil.

Kya kya kya kyaaa

Para maid keluarga Jung itu berakhir dengan menggosipkan malam panas dua majikannya. Ck Ck Ck~

.

.

.

14 February

Jaejoong terlihat sibuk dengan cokelat-cokelat yang telah dibuatnya bersama Junsu kemarin. Hari ini adalah hari valentine yorobun~ Namja cantik itu sudah bersiap dari tadi pagi untuk acara siang ini.

"Yoboseyo" Jaejoong mengangkat telponnya yang tiba-tiba berbunyi.

"Boo kau sudah siap? Rapatku sudah selesai, aku akan pulang sebentar lagi" ucap Yunho dari seberang.

"Ah ne Yunnie aku tinggal mandi saja"

"Baiklah tunggu aku di rumah ne? Mmuahh"

"Hihi~ ok Yunnie mmuaaaahhh"

Klik

Kyaaa Jaejoong langsung berlari menuju kamar mandi dan menggosok tubuhnya dengan cepat. Dia dan Yunho akan kencan ke panti asuhan untuk merayakan valentine bersama. Jaejoong juga sudah membuat cokelat untuk dibagikan ke anak-anak.

Oh ya! Mereka sekarang sudah tinggal di apartemen mereka sendiri. Beberapa hari yang lalu mereka baru pindahan.

Beberapa saat kemudian mereka sudah berada dalam mobil siap berangkat menuju panti. Saat tiba di panti mereka disambut oleh jeritan anak-anak yang begitu bahagia ketika ada yang mengunjungi mereka. Yunho kemudian memesan makanan untuk acara makan siang mereka.

Sembari menunggu, mereka menghabiskan waktu dengan bernyanyi bersama, membaca cerita bersama dan akhirnya Jaejoong turun tangan untuk bernyanyi juga.

Perlahan jemari lentik itu menapaki tuts piano yang ada di panti dengan lincah. Dentingan piano itu memunculkan irama yang indah dan lembut, membuat anak-anak di panti asuhan mulai terlena dan menggoyangkan badannya ke kanan dan ke kiri. Yunho terlihat duduk di antara anak-anak itu dan memangku dua bocah imut yang terlihat nyaman di dekapannya.

Suara merdu itu mulai terdengar mengalun indah dari bibir merah Kim Jaejoong. Karena ini adalah hari valentine maka Jaejoong memutuskan untuk menyanyikan lagu My Valentine dari Martina McBride. Sesekali Jaejoong melirik Yunho yang terlihat tersenyum bahagia di tengah anak-anak panti. Dada Jaejoong menghangat melihat pemandangan itu. Namja cantik itu bahkan membayangkan jika anak-anak itu adalah anak mereka berdua. Hehe~

Sedangkan Yunho terlihat sangat bahagia karena dikelilingi anak-anak yang sangat disukainya. Sedikit kaget ketika mendengar suara merdu Jaejoong mengalun indah memenuhi panti. Ternyata istrinya memiliki suara yang sangat merdu. Yunho kembali bersyukur karena telah diberikan kesempatan memiliki malaikat itu sebagai istrinya.

Beberapa saat kemudian makanan mereka datang. Anak-anak langsung berhamburan menuju meja makan. Mata bulat mereka berbinar melihat semua jenis makanan yang ada di depan mereka. Anak-anak kecil itu mulai makan dengan lahap setelah berdoa terlebih dahulu. Setelah acara makan-makan selesai Yunho dan Jaejoong membagikan-bagikan cokelat dan akhirnya pamit pulang.

Di tengah perjalanan pulang mereka, Jaejoong melihat dari kaca mobil di luar sedang turun salju. Butiran-butiran kristal itu jatuh dari langit seperti kapas yang sangat lembut, membuat nyonya Jung muda itu ingin menyentuhnya.

"Yunnie aku ingin turun di sini saja. Di luar sedang turun salju, indaaaaah sekali"

"Tapi Boo di luar dingin sekali kan?"

"Aniya gwenchana. Aku sudah memakai pelindung yang lengkap jadi tidak akan kedinginan. Ya Yunnie? Please~" namja cantik itu mulai merengek.

Yunho menghela nafasnya. "Pak Lee apakah kita masih jauh dari apartemen?"

"Tidak tuan muda kita sudah ada di lingkungan apartemen. Hanya tinggal beberapa meter saja" ucap sopir keluarga Jung itu.

"Baiklah kami akan turun di sini Pak Lee langsung pulang saja"

"Baik tuan muda"

"Kyaaaa Yunnie memang jjang~"

Cup

Jaejoong mencium kilat dagu Yunho, membuat namja Jung itu terkekeh geli.

.

.

.

"Woooaaa Yunnie ppali! Ayo kita buat boneka salju yang besaaar" teriak Jaejoong ketika mereka sampai di taman yang penuh dengan salju hingga menggunung.

"Boo tunggu aku"

Jaejoong menoleh ke arah Yunho yang terlihat kesusahan berjalan, tongkatnya masuk ke dalam salju.

"Aigoo Yunnie~"

Jaejoong menepuk jidatnya sendiri, bagaimana bisa dia meninggalkan suaminya yang buta sendirian. Nappeun Joongie. Jaejoong langsung menggenggam tangan Yunho dan menyeretnya ke tengah bukit yang ada di taman itu.

Mereka mulai asyik dengan kegiatan mereka membuat boneka salju. Jaejoong terlihat telah menyelesaikan boneka berbentuk gajah, dan sedang mengerjakan satu boneka lagi yang berbentuk Hello Kitty. Yunho? Namja tampan itu juga sedang membuat boneka salju tapi bentuknya tidak jelas.

Jaejoong melihat wajah Yunho yang sangat serius membuat boneka salju. Tiba-tiba sebuah ide jahil hadir di kepalanya.

Sreeet

"Ah dingin!"

Yunho mengusap pipinya yang baru saja diusap es oleh Jaejoong. Mukanya langsung memerah karena kedinginan

"Hihihi~"

"Boo!"

"Hahaha mehroong~"

Jaejoong terlihat menyingkir dari sisi suaminya yang sedang mengejarnya tanpa arah. Namja cantik itu membiarkan Yunho mendekat padanya namun jika jarak Yunho tinggal selangkah Jaejoong akan berkelit dari tangkapan beruang besarnya. Hal itu terus berulang hingga nafas Jaejoong menjadi pendek-pendek.

"Hah hah ayo Yunnie tangkap aku~" ucap Jaejoong mengejek

Yunho hanya diam menunggu saat yang tepat. Dia sudah tahu kemana arah pola Jaejoong akan berlari. Jaejoong akan menunggunya mendekat, setelah itu dia akan berkelit ke arah kiri. Dan…kena kau!

Grepp

"Ah!"

"Kau nakal sekali Boo kau harus dihukum" ucap Yunho dengan nada dingin.

Jaejoong ketakutan. Yunho terlihat sangat serius dengan ucapannya. Namja bermata sipit itu kemudian mengambil satu genggam penuh salju dan mendekatkannya ke wajah Jaejoong. Sebenarnya Yunho hanya ingin mengoda istrinya saja tidak lebih.

"Ani Yunnie. Aku minta maaf jebbal~"

"Tidak bisa kau harus tetap merasakan apa yang aku rasakan" ucap Yunho datar.

Akhirnya Jaejoong meronta dari pelukan Yunho berniat ingin lari. Namun yang terjadi adalah mereka jatuh dengan tubuh Yunho menindih tubuh Jaejoong. Beberapa saat kemudian tubuh mereka terlihat berguling-guling di salju karena posisi mereka agak tinggi. Sadar keadaan Yunho otomatis memeluk kepala istrinya agar tidak terantuk sesuatu.

Sret sret sret brukk

Akhirnya mereka berhenti berguling ketika keadaan lapangan itu sudah datar. Yunho yang berada di atas Jaejoong sedikit mengangkat tubuhnya dan memeriksa keadaan istrinya.

"Boo gwenchana?"

Jaejoong terdiam masih sedikit shock. Perlahan manik mata hitam kelam itu memandang wajah tampan suaminya. Yunho terlihat sangat khawatir, di pelipisnya terlihat sedikit memar dan lecet. Mungkin terantuk saat melindunginya tadi.

"Hey Boo jawab aku jangan membuatku takut. Ap-"

Deg

Yunho membelalakan matanya ketika sebuah benda kenyal menempel di bibirnya. Perlahan benda itu mulai bergerak mengemut bibir bawahnya yang tebal. Yunho tersenyum, namja tampan itu kemudian membuka mulutnya dan mulai membalas pagutan istrinya.

Mereka terus berciuman di tengah salju yang putih. Dengan latar belakang matahari yang malu-malu terbenam dan salju yang terus turun dengan lembut. Sungguh pemandangan yang romantis~

Hehe~ reader-ssi ngiri kan?

.

.

.

Srett

BRAKKK

"Eummhhh Yunnie~ ke kiri"

Jaejoong memberikan arahan kepada suaminya yang sekarang tengah sibuk mengulum bibirnya. Seperti biasa Jaejoong sudah menggantung seperti koala di gendongan Yunho. Mereka baru saja pulang dari bermain salju dan kedinginan. Entah siapa yang memulai mereka kembali berciuman di dalam lift yang kosong dan ciuman itu berubah menjadi penuh nafsu. Yunho langsung menggendong Jaejoong dan masuk apartemennya dengan kasar.

Dukk

"Aww"

"Hihihi makanya Yunnie turunkan aku dulu" ucap Jaejoong sambil mengusap kepala Yunho yang terantuk hiasan lampu.

Yunho menurut dan menurunkan istrinya. Jaejoong kemudian menuntun Yunho menuju kamar mereka.

BRAKK

Yunho kembali menutup pintu dengan tidak sabar dan langsung melucuti pakaian namja cantiknya.

"Yunnie pelan sedikit. Kau akan merusak pintunya nan-mmhhhfff yah!"

Kalian pasti sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Wink~

.

.

.

Yunho menggeram dan memuntahkan semua benihnya ke dalam perut Jaejoong. Ditangkapnya tubuh Jaejoong yang oleng ke dalam pelukannya. Posisi mereka adalah saling bersimpuh dengan bertumpu pada lutut mereka. Yunho berada di belakang Jaejoong dan memeluk posesif pinggang Jaejoong yang sudah lemas tak berdaya.

Perlahan Yunho membaringkan tubuh mereka dan meraih selimut untuk mereka berdua.

"Yunnie keluarkan" ucap Jaejoong lemah.

"Shireo Boo biarkan saja di dalam" bantah Yunho keras kepala.

Kejantanan Yunho memang masih di dalam tubuh Jaejoong. Hal ini membuat namja cantik itu sedikit terganggu karena terasa mengganjal. Yunho tersenyum kecil ketika istrinya mulai menggerutu pelan. Namja tampan itu semakin mendekap erat istrinya dari belakang. Kemudian menjilat telinga Jaejoong yang tadi habis digigitnya.

"Yunnie~"

Namja pemilik doe eyes itu mulai merengek. Sudah lima ronde mereka lewati, apakah masih kurang? Yang benar saja….

"Saranghae Boo"

Deg

Jantung Jaejoong berdetak dengan keras ketika Yunho membisikkan kata itu tepat di telinganya. Tapi pada siapakah kata cinta itu diucapkan? untuknya? atau Karam? Mata bening itu mulai terasa panas.

Jaejoong merasakan nafas Yunho berhembus teratur menandakan namja tampan itu sudah tertidur. Namja Kim itu mengeratkan tangan Yunho yang tengah memeluk perutnya.

"Hikss…nado saranghae Yunnie"

.

.

.

Toho University

Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan. Tanpa terasa hari ini adalah hari kelulusan bagi Jaejoong, Junsu dan Changmin. Mereka terlihat memukau dengan toga mereka masing-masing.

Di tengah hujan bunga sakura mereka berfoto bersama, membuat kenangan di hari terakhir mereka menginjak kampus. Mr Jung dan Mrs Jung terlihat sangat bangga dengan putra bungsu mereka. Changmin merupakan lulusan terbaik dan juga termuda di angkatannya. Mengikuti jejak hyungnya Jung Yunho. Bedanya Yunho lulusan luar negeri sedangkan Changmin memilih untuk mengambilnya di dalam negeri saja.

Pandangan penuh haru juga tampak di wajah Mrs Kim yang juga menyempatkan waktunya untuk melihat Jaejoong wisuda. Mrs Kim sungguh bersyukur anaknya bisa memperoleh gelar sarjana di tengah semua cobaan hidup yang ada. Tak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya. 'Gary oppa lihatlah anak kita sudah meraih impiannya sekarang. Apakah kau melihatnya di atas sana?' batin Mrs Kim sendu

Beberapa saat kemudian muncul Yunho dengan Taeyang di sampingnya. Yunho membawa sebuket besar lily putih kesukaan istrinya. Yunho langsung disambut dengan tubrukan Changmin di tubuhnya

"Hyung aku tunggu janjimu"

"Ne ne. Sudah kumasukan ke rekeningmu" ucap Yunho sambil mengacak rambut adiknya

"Hehe~ hyung yang terbaik! " Changmin melepaskan pelukannya dan berlari ke arah temannya Kyuhyun dan Sungmin.

"Yunho-ssi"

"Oh anda juga di sini dokter Park?"

"Ne. Tunanganku diwisuda hari ini" jawab Park Yoochun tersenyum.

"Oh begitu. Istri saya juga wisuda hari ini jadi saya menyempatkan diri untuk datang"

"Sebenarnya saya sudah menghubungi anda dari beberapa hari yang lalu, namun anda selalu sibuk. Ada sesuatu yang perlu saya sampaikan pada anda"

"Apa itu dokter Park? Apakah sangat penting?"

"Ne Yunho-ssi. Kami telah menemukan donor yang tepat untuk anda. Jika anda siap anda bisa secepatnya melakukan operasi"

DEG

"Ah baiklah, akan saya pikirkan nanti. Tolong hal ini dirahasiakan dulu. Saya ingin memberikan kejutan pada keluarga saya" ucap Yunho berusaha tetap tenang.

"Baiklah Yunho-ssi"

Taeyang kemudian membawa Yunho ke tempat Jaejoong berada. Namja cantik itu terlihat sedang berbincang dengan Mrs Kim dan mertuanya.

"Boo"

"Yunnie~" Jaejoong berjalan mendekat ke arah suaminya.

"Ini untukmu. Selamat ne"

"Gumawo Yunnie" Jaejoong menerima buket bunga dari Yunho dan mencium wangi lily putih itu.

"Sama-sama sayang"

Yunho merengkuh tubuh kecil Jaejoong dan mencium keningnya lama. Hal ini sontak membuat Jaejoong merah padam dan orang-orang di sekitar mereka mulai berbisik ria.

Yunho kemudian menyapa orang tuanya yang juga ada di sana. Namun Yunho merasakan keberadaan orang lain di sana entah siapa. Jaejoong melihat ekspresi suaminya yang berubah, insting orang buta memang berbeda. Jaejoong memandang mertuanya meminta ijin, yang langsung menghasilkan anggukan dari keduanya.

"Yunnie ini ummaku" ucap Jaejoong gugup.

"Oh jjinja? Anyeonghaseyo omonim, Jung Yunho imnida" ucap Yunho sambil membungkuk sopan.

Mrs Kim terlihat gugup dengan sikap sopan Yunho. Perlahan Yunho menyalami tangan mertuanya dan menggegamnya erat.

"Omonim maaf saya baru sempat menyapa anda sekarang. Dan terima kasih sudah mengijinkan saya untuk meminang anak anda. Saya sangat beruntung bisa mendapatkan putra anda. Putra anda merupakan anugerah terbesar yang saya dapatkan sampai saat ini. Dia sudah menjadi seseorang yang amat penting dalam hidup saya. Jadi omonim jangan khawatir, meskipun saya memiliki kekurangan saya berjanji akan selalu menjaganya dengan seluruh kemampuan saya. Seperti saya menjaga nyawa saya sendiri" janji namja Jung itu penuh keyakinan.

Mrs Kim terharu dengan semua perkataan Yunho. Hatinya menjadi lega mengetahui jika anaknya menikah dengan orang yang tepat. Perlahan tubuh ringkih itu bergetar karena tangis bahagia. Yunho yang merasakannya beranjak memdekat dan memeluk mertuanya.

"Terima kasih Yunho-ah tolong jaga anakku dengan baik"

Yunho mengangguk mantap. Jaejoong sudah ingin menumpahkan airmatanya namun sekuat tenaga dia tahan. Dirinya tidak ingin ummanya semakin larut dalam kesedihan.

"Jja semuanya ayo kita berfoto bersama" ucap Changmin riang tanpa mengetahui apa yang baru saja terjadi.

Akhirnya mereka semua berkumpul di bawah pohon sakura yang tengah berbunga indah. Mr dan Mrs Jung, Mrs Kim, Jaejoong, Yunho, Changmin, Kyuhyun, Sungmin, Yoochun, dan Junsu mulai bersiap dengan gayanya masing-masing.

"Saya akan mengambil fotonya sekarang" ucap Taeyang.

Hana

Dul

Se

Jepret!

Terciptalah sebuah foto kenangan masa wisuda yang tidak akan pernah terlupakan. Selamat atas kelulusannya~

.

.

.

"Minnie kau mau kemana?" tanya Sungmin ketika acara wisuda telah selesai.

"Aku ada urusan sebentar kalian pulang duluan saja. Dan jangan lupa nanti malam datang ke pesta syukuran di rumahku"

"Baiklah. Bye Chwang" ucap Kyuhun sambil melenggang pergi bersama Sungmin.

Mereka bertiga memang teman sejak kecil namun Kyuhyun dan Sungmin masih di tahun pertama kuliah. Salahkan saja otak Changmin yang terlalu jenius sehingga lulus sebelum waktunya.

Changmin terlihat berjalan santai menuju suatu ruangan. Di tangannya terdapat sebuah kotak kado yang tidak terlalu besar. Namja jangkung itu tersenyum sendiri membayangkan ekspresi terkejut orang yang akan diberinya kado tersebut.

Brukk

"Yah kalau jalan pakai mata!"

"Mian"

"O-Oh songsaengnim maaf"

Changmin merutuki mulutnya yang menjeplak tanpa diduga. Orang yang sedang dicarinya ternyata kini ada di depannya. Kibum terlihat akan meninggalkan Changmin dengan terburu-buru, namun Changmin menahannya.

"Songsaengnim ada yang ingin saya berikan pada anda. Ini"

"Apa ini Changmin-ssi?"

"Hanya sebuah kacamata pengganti milik anda yang telah saya rusakan. Saya mohon maaf atas kecerobohan saya. Dan ehem..un-untuk kelancangan saya mencium anda saya juga minta maaf"

Wajah putih Kibum kembali merona ketika mengingat kembali kejadian itu.

"Gwenchana Changmin-ssi. Dan gumawo"

"Ah ania songsaengnim. Oh ya nanti malam di rumah saya-"

"Kibum-ah"

Changmin dan Kibum menoleh ke seseorang yang memanggil namja cantik itu. Terlihat namja tampan dengan tubuh tegap berjalan mendekat.

"Hyung"

Namja cantik itu tersenyum pada pria itu. Dada Changmin kembali berdesir melihat senyum yang tidak pernah dilihatnya.

"Hey baby, miss me?" ucap namja itu sambil mencium pipi Kibum.

Kibum hanya diam dengan pipi merona. Sedangkan Changmin sudah siap menerkam namja yang lancang seenak jidatnya mencium pipi mulus dosen pujaannya.

"Hey man, kenalkan aku Choi Siwon kakak tiri Kibum"

Siwon mengulurkan tangannya kepada Changmin. Namja berlesung pipi itu merasa jika namja di depannya tengah menatapnya dengan pandangan mematikan. Apakah namja ini pacar Kibum?

"Baiklah songsaengnim saya permisi dulu"

Changmin langsung melengos pergi tanpa menghiraukan tangan Siwon yang masih terulur ke arahnya. Namja penyuka makanan itu terus melangkah dengan kaki lebar tanpa memperdulikan beberapa orang yang dia tabrak. Wae Minnie?

.

.

.

Malam ini taman belakang mansion Jung disulap menjadi sangat meriah. Banyak balon warna warni, lampu-lampu kecil yang berkelip indah dan makanan enak tersaji di meja panjang yang sengaja disiapkan para maid. Malam yang cerah ditemani rembulan menimbulkan kesan romantis.

Pesta kecil-kecilan tersebut hanya dihadiri oleh orang-orang yang terdekat saja. Namun hal itu tak mengurangi ramainya pesta. Karena semua maid dan pegawai Jung mansion terlihat berkumpul dan ikut berpesta bersama. Mereka bernyayi dan menari-nari dengan bahagia, ikut merayakan kelulusan tuan muda mereka. Lihat saja Seungri yang tengah bersemangat menari dengan maid-maid cantik yang ada di Jung mansion.

Beberapa saat kemudian irama music yang menghentak tersebut berhenti. Digantikan dengan alunan music yang lembut dan romantis. Para pegawai Jung itu mulai mundur satu persatu seolah mempersilahkan pemilik rumah untuk mengambil kendali.

Mr Jung memperhatikan Mrs Jung yang sedang asyik mengobrol dengan bibi Jang. Diletakannya gelas wine yang ada di tangannya kemudian berjalan menuju istrinya. Puk puk~ Mr Jung menepuk pelan punggung istrinya sehingga langsung menoleh padanya.

"Would you like to dance with me?" ucap Mr Jung sambil berlutut dan mengulurkan tangannya pada istrinya.

Mrs Jung terkejut dengan perlakuan suaminya. Semua orang mulai memperhatikan mereka dengan senyum di wajahnya. Jung Heechul tentu merasa sangat malu, semburat pink sudah muncul di pipinya yang mulus. Namun seperti biasa jiwa angkuhnya tak terkalahkan.

"Why should I ?" ucap Heechul dengan dagu yang terangkat ke atas.

Mr Jung tersenyum menyeringai, dia sudah tahu akan begini jadinya. Perlahan Mr Jung bangkit berdiri dan membersihkan celana mahalnya dari debu yang menempel.

"Yes you should honey. Cause I want it, so I'll get it"

Srett grepp

"Yah Hannie!"

Woaaaaaaa

Kyaaa kyaaaaa

Plok plok plok plok

Semua orang di mansion Jung menjadi histeris ketika Mr Jung dengan cepat menggendong istrinya bridal style menuju ke tengah pesta. Heechul langsung menyembunyikan wajahnya di dada suaminya dan memukuli pundak suaminya itu ketika Hankyung menurunkanya di lantai dansa. Sedangkan appa dari Jung Yunho dan Jung Changmin itu hanya tertawa melihat tingkah istri cantiknya.

Semua pegawai Jung mansion juga dibuat terkejut dengan apa yang baru saja terjadi di depan mereka. Bahkan banyak yang sudah mengeluarkan kamera dan handphone mereka untuk merekam adegan yang sangat langka itu. Hell man! Tidak setiap hari kau melihat Jung Heechul yang angkuh tingkat dewa itu bertingkah semanis ini!

Mr Jung mulai merengkuh pinggang ramping istrinya dan bergerak seiring music yang mengalun lembut. Beberapa saat kemudian Yoochun dan Junsu terlihat menyusul, diikuti oleh Kyuhyun dan Sungmin. Dalam beberapa menit lantai dansa itu sudah penuh dengan orang yang berdansa berpasangan.

"Boo"

"Hm? Wae Yunnie?"

Yunho dan Jaejoong duduk di sebuah bangku yang ada di bawah pohon kecil yang rindang. Pohon itu juga dihias dengan lampu-lampu kecil yang berkelap-kelip. Lampu-lampu itu terlihat menggantung dan menjuntai di setiap dahannya membuatnya terlihat sangat indah.

"Apakah kau ingin berdansa? Mian jika aku tidak bisa mengajakmu berdansa"

"Ani. Aku tidak bisa berdansa. Aku sudah senang bisa berada di sini bersamamu"

Jaejoong merapatkan tubuhnya dengan tubuh Yunho. Kemudian dipeluknya lengan kekar suaminya dan menyandarkan kepalanya di bahu bidang Yunho. Namja Jung itu tersenyum, dikecupnya puncak kepala Jaejoong beberapa kali.

"Oh? Sejak kapan Minnie begitu akrab dengan Kibum?"

Jaejoong melihat Changmin yang sedang menggandeng (lebih tepatnya menyeret) Kibum yang baru saja datang. Jaejoong memang mengundang Kibum ke sini.

"Kibum?"

"Ne Yunnie. Kim Kibum sepupuku. Ommo! Mereka bahkan sudah berdansa bersama"

Haha~ Yunho menyeringai. Adik kecilnya sudah mendapatkan target ternyata. And its Kim again? Ck ck ck.

.

.

.

Beberapa saat kemudian adalah saatnya makan malam. Semua orang terlihat menikmati santap malam mereka dengan santai. Jaejoong sedang memilih makanan untuknya dan Yunho di meja yang penuh dengan makanan. Mata bulatnya sempat melirik ke lantai dansa, terlihat Pak Lee dan bibi Jang masih asyik berpelukan dan menggoyangkan badan mereka pelan.

Hah~ Jaejoong tersenyum. Namja itu menganggap pemandangan di depanya sangatlah romantis. Dia juga ingin seperti mereka, Jaejoong ingin terus menjadi pasangan Yunho hingga mereka tua. Hingga kematian memisahkan mereka.

Jaejoong membawa sepiring makanan yang telah dipilihnya menuju tempat Yunho berada. Namja cantik itu sedikit terkejut ketika melihat suaminya tengah memegang gitar di tanganya.

Yunho yang mendengar langkah kaki istrinya langsung bersiap-siap.

Jrenggg

I'm counting the time
Thinking of you endless
You're in my heart
In every breath there is no exchange
You are everything that is meaningful

Jaejoong meletakan piring berisi makanan itu di meja bundar di dekat mereka. Namja cantik itu tertawa kecil sambil menutup mulutnya dengan punggung tanganya. Suara bass Yunho terus mengalun~

I just wanna hold you
I just wanna kiss you
I just wanna love you all my life

Namja cantik itu tersentuh, matanya sedikit berkaca-kaca. Setiap orang yang ada di sana sudah mulai memperhatikan mereka berdua.

I normally wouldn't say this
But i just can't contain it
I want you here forever right here by my side

Yunho terus memetik dawai gitar itu dengan semangat. Namun ketika ingin menyanyikan bait selanjutnya, namja tampan itu lupa dengan liriknya.

"Umm mian Boo, aku lupa lanjutanya" lirih Yunho.

Jaejoong tersenyum dan memandang suaminya penuh cinta. Perlahan kaki jenjangnya melangkah ke tempat Yunho berada dan suara merdunya yang lembut mengalun keluar.

All the fears you feel inside
And all the tears you've cried
They're ending right here
I'll heal your hardened soul
I'll keep you oh so close
Don't worry, i'll never let you go
You're all I need, you're everything

Jaejoong duduk di samping Yunho dan membelai lengan suaminya. Yunho tersenyum kemudian kembali memetik gitarnya. Pasangan Jung muda itu kembali bernyanyi bersama.

I just wanna hold you
I just wanna kiss you
I just wanna love you all my life
I normally wouldn't say this
But i just can't contain it
I want you here forever right here by my side

Yunho kemudian bernyanyi sendiri…

I never know that I'm going to be madly in love with you
Just listen to me one more time

" I love you ~ " sahut Jaejoong lembut.

There is no one else
My heart has been locked, into you~

Mereka kembali bernyanyi bersama.

I just wanna hold you
I just wanna kiss you
I just wanna love you all my life
I normally wouldn't say this
But i just can't contain it
I want you here forever right here…..

Keduanya saling berpandangan,

By…..my….side ~

Plok plok plok plok~

Suara tepuk tangan riuh terdengar ketika YunJae selesai menyanyikan lagu itu. Yunho beranjak memeluk istrinya dan mempertemukan kening mereka. Mereka tertawa bersama.

"I love you Boo"

"I love you too Yunnie"

.

.

.

Changmin memandang keromantisan YunJae dengan bibir mencebil. Dimasukannya makanan ke dalam mulutnya dengan emosi. Appa dan hyung kesayanganya sengaja membuat event romantis untuk istri cantiknya masing-masing. Hmmph! 'Lihat saja nanti jika aku memiliki istri yang cantik aku tidak akan kalah dari kalian' batin Changmin penuh keyakinan.

Dipandangnya dosen cantiknya yang sedang makan dengan tenang di depannya dengan pandangan tajam. Seperti seekor elang yang tengah mendapatkan seekor anak ayam tanpa dosa sebagai targetnya.

Hohoho kita lihat nanti~

.

.

.

.

Apartemen YunJae

Yunho dan Jaejoong tiba di apartemen mereka hampir tengah malam. Mereka langsung membersihkan diri dan berganti pakaian dengan piyama couple yang telah dibeli Jaejoong beberapa hari yang lalu. Yunho terlihat sudah berbaring di kasur king size mereka. Sedangkan Jaejoong masih sibuk membersihkan baju yang habis dipakainya dan menaruhnya di keranjang baju kotor.

"Boo aku masih belum mengantuk. Bisakah kau mengambilkan buku untukku? Sepertinya tertinggal di depan TV"

"Ne Yunnie~"

Jaejoong berlari kecil ke ruang TV dan mencari buku yang dimaksudkan Yunho. Namja ramping itu melihat sebuah buku bersampul cokelat dengan tulisan timbul tergeletak di atas sofa. Jaejoong mengambilnya dan berniat kembali ke kamar tapi…

Eh apa itu? Jaejoong melihat sebuah kotak yang ditutup kain putih. Namja cantik itu kemudian berjalan mendekat dan meraih sebuah kartu yang ada di atasnya.

.

To my lovely wife

Selamat atas kelulusanmu Boo. Ini adalah hadiah yang telah kupersiapkan untukmu. Semoga kau suka. Saranghae…

Yunnie Bear

.

Sreett

Jaejoong langsung membuka kain penutup itu. Tangan mungil namja cantik itu membekap mulutnya tidak percaya. Ternyata kotak itu adalah sebuah kandang. Di dalamnya terdapat seekor kucing kecil jenis Russian Blue berwarna abu-abu tengah tertidur lelap.

Kucing itu adalah kucing yang Jaejoong lihat di toko hewan dekat apartemennya. Jaejoong pernah merengek ke Yunho untuk mengadopsi kucing lucu itu. Tapi Yunho menolak dan mengatakan jika merawat kucing sangat merepotkan. Jaejoong bahkan berjanji akan menjadi kucing Yunho jika namja itu mau membelikannya kucing abu-abu itu.

"Yunnie!"

Dak dak dak

Gabrukk

"Oughh Boo!"

Yunho kaget ketika istrinya melemparkan seluruh berat tubuhnya sendiri ke atas tubuh besarnya dan langsung memeluknya erat.

"Yunnie gumawo gumawo gumawo~"

"Happy now?"

"Ne happy sekali. Very very happy~" ucap Jaejoong di ceruk leher Yunho.

Namja tampan itu terkekeh "Tapi ingat janjimu Boo"

Mata bulat besar itu berkedip-kedip lucu. Janji? Ah~ janji itu~

Jaejoong menumpukan kedua tanganya di dada berotot Yunho. Perlahan Jaejoong mengeluarkan lidahnya dan menjilat pipi Yunho seduktif kemudian menggigit kecil dagu lancip suaminya.

"Meoong~"

Damn! Yunnieconda langsung menggeliat karenanya.

.

.

.

Mabuk cinta…

Itulah yang terjadi pada dua orang anak manusia yang tengah bergelung malas di atas karpet bulu yang lembut. Hari ini hari minggu, pasangan Jung muda itu terlihat bersantai di ruang TV. Tubuh besar namja tampan itu terlihat bersender di pinggir sofa. Ditengah kakinya seorang namja cantik tengah bersandar padanya dengan seekor kucing yang tertidur lelap di pangkuannya.

"Yunnie~"

"Hm?"

"Yunnie~"

"Wae Boo? Kau ingin kucium?"

"Yunnie!" kesal Jaejoong sambil memukul paha suaminya.

Yunho terkekeh kecil, namja tampan itu melingkarkan lengan berototnya ke perut rata istrinya yang cantik. Dihirupnya wangi vanilla yang menguar dari surai lembut Jaejoong.

"Kucing ini enaknya diberi nama apa Yunnie?"

" Jiji " ucap Yunho santai.

"Eh aku juga berpikiran begitu. Baiklah kalau begitu Jiji saja" ucap Jaejoong sambil mengelus kepala kucing di pangkuannya.

Yunho mengernyit. Apakah istrinya tahu arti kata 'jiji'? Kenapa dia dengan mudah menerimanya? Yunho menyeringai. Mungkinkah di balik sifat polosnya, istrinya juga mesum sepertinya?

"Memang kau tahu arti nama jiji Boo?"

"Tahu dong Yunnie~ Jiji itu berasal dari bahasa Afrika yang artinya cantik. Cocok sekali dengan kucing ini" jawab Jaejoong polos.

"Pfffttt…..Bwahahahahahahahaahahahaha"

Aigoo… apa yang kau harapkan dari malaikat polos itu Jung Yunho? Tentu saja dia tidak semesum dirimu.

"Yunnie kenapa tertawa eoh?" cebil Jaejoong.

"Haha ..hahh..duh istriku nomu kiyeopta!" ucap Yunho sambil mencubit gemas pipi istrinya.

"Yunnie appo~" rengek Jaejoong.

"Padahal kupikir kau tahu arti nama Jiji dalam bahasa China"

"Eh apa artinya Yunnie?"

"Artinya…psst pssst psst"

Blush

Muka Jung Jaejoong langsung memanas mendengar kata-kata yang dibisikan suaminya. Tubuh namja cantik itu berbalik mengambil bantal empuk yang ada di sofa dan memukulkanya ke tubuh Yunho.

Buk buk buk

"Yah Boo appo! Boo hentikan! Ampun…Boo"

Si kucing abu-abu yang baru saja mendapatkan nama Jiji itu terbangun dan langsung meloncat dari pangkuan Jaejoong. Kaki mungilnya berayun menuju sofa empuk di depan TV dan kembali bergelung di sana. Sekilas dilihatnya dua majikanya yang sudah bergumul di atas karpet.

Ck~ dasar manusia

.

.

.

Gangnam-gu, The Jung Trade Mall Center

Mall milik keluarga Jung itu terlihat ramai. Maklum saja hari ini adalah hari libur sehingga banyak sekali orang yang menghabiskan waktunya untuk berbelanja.

"Eeey Agassi ayo mampir dulu. Lihatlah daging-daging ini masih sangat segar, cocok untuk di masak di saat musim semi seperti ini. Aku akan memberikan diskon untuk pasangan pengantin baru seperti kalian" ucap ahjumma pedagang daging sapi

YunJae sedang berbelanja di mall sekarang. Mereka sedang berburu bahan makanan mereka untuk seminggu ke depan.

"Ah n-ne ahjumma" ucap Jaejoong malu-malu

"Igo, kau boleh mencobanya terlebih dahulu" ahjumma itu menyerahkan daging sapi berbumbu yang sudah dipanggang kepada Jaejoong.

Namja cantik itu mengambil daging panggang itu dan meniupnya pelan kemudian diarahkannya ke mulut suaminya. Yunho langsung membuka mulutnya.

"Enak?"

"Hmm" gumam Yunho sambil terus mengunyah.

Ahjumma penjual daging itu terperangah melihat pemandangan di depannya. Sosok cantik itu terlihat sangat perhatian pada suaminya yang buta. Sungguh pemandangan yang dapat membuat hatimu langsung menghangat seketika. Jaejoong kemudian membayar daging tersebut.

"Ini sudah kutambahkan beberapa potong di dalamya juga bumbu rahasia keluarga kami gratis"

"Woah terima kasih ahjumma! Anda baik sekali" ujar Jaejoong senang.

Ahjumma itu senang melihat wajah cantik Jaejoong yang berbinar gembira. Dielusnya surai lembut Jaejoong pelan.

"Berbahagialah nak"

Jaejoong sedikit kaget dengan perkataan ahjumma itu namun dia tetap tersenyum kemudian berpamitan. Mereka berdua kemudian menuju ke bagian buah-buahan. Jaejoong melihat banyak ibu-ibu yang bergerombol di salah satu stand. Ah~ ada sale besar-besaran buah persik terbaik dari Jepang. Jiwa namja rumah tangga(?) Jaejoong bangkit, dia juga ingin membeli buah persik itu.

"Yunnie tunggu di sini ne? aku akan membeli buah dulu"

"Baiklah Boo. Belilah buah yang manis-manis saja agar 'jiji'-mu nanti juga menghasilkan sari yang manis"

Ctakk

Yunho memegang dahinya yang berdenyut karena jitakan Jaejoong. Namja tampan itu kemudian kembali tertawa renyah ketika mendengar istrinya pergi sambil menghentakan kakinya.

Jaejoong meninggalkan Yunho sambil menggerutu. Bisa-bisanya namja Jung itu menamakan kucing cantik dan imut miliknya dengan nama 'jiji' yang artinya 'penis'. For the god shake! Dasar beruang mesum!

Beberapa menit kemudian setelah melalui proses berdesak-desakan yang lumayan sengit, Jaejoong berhasil mendapatkan sekeranjang buah persik nomor satu dari Jepang. Dirinya berjalan dengan gembira menuju Yunho suaminya yang terlihat tengah mengendus sebuah jeruk mandarin di tanganya.

Jaejoong berniat memanggilnya namun sebelum itu terjadi…

"Yunho-ah"

.

.

Namja tampan bermarga Jung itu menoleh ketika namanya dipanggil.

Deg deg deg

Jantung Jaejoong berdetak dengan kencang.

Ania….

.

I just wanna love you all my life

.

Sosok yang memanggil Yunho tadi beralih memandang namja cantik yang terdiam kaku di depannya, doe eyes itu berkaca-kaca.

.

I want you forever right here by my side.

.

Jaejoong melihat sosok yang ada di depannya tidak percaya. Hatinya sakit. Dia belum siap. Sama sekali belum siap untuk meninggalkan semuanya. Tapi apa yang harus dia lakukan jika sosok yang diperankannya itu ada di depannya. Bersiap mengambil apa yang memang bukan miliknya sejak pertama.

Park Karam.

Namja itu menyeringai melihat Jaejoong yang terlihat bergetar dengan linangan air mata yang membasahi wajah cantiknya.

.

"I love you Boo"

"I love you too Yunnie"

.

Tuhan jangan pisahkan kami…

.

.

.

TBC

.

Bubble's Note

Everybody knows~ Hit me!

#ngedance HotPink