Hai semua...maaf ni lama update...2 Author gaje dan norak yang gak nepatin janji ini sangat sibuk *dibantai Readers*

Terima kasih banyak atas saran dan kritiknya serta reviewnya...tanpa kalian readers...2 Author ini gak bisa apa apa *lebay*

Baiklah sesuai janji di chap kemarin...inilah OC yang akan berperan penting di masa lalu (kelam) Kakuzu...baca ini dulu biar lebih mengenal dan mengerti jalan cerita masa lalu Kakuzu...gak baca gak apa apa kok...hehe...

Daftar OC :

Gambazete : memiliki rambut pirang kuning serta bermodel anak punkers dan memiliki luka bekas cakar di pipi kirinya. Matanya bewarna merah dengan bentuk bulat menyeramkan dan katanya dia selalu membawa sebilah pisau chakra khusus yang dibuat khusus untuk chakra keluarganya...kepala gank TakiSplinkers, gank terimut *plak* maksudnya gank terganas di Takigakure, elemen jutsunya tanah, meskipun dia sering lupa segel tangannya karena kekecilan volume otaknya, dia adalah anak Tuan Hyubosi...

Hiruge : adik Gambazete...pengolok, cengeng, tak kuat, pengadu. Ciri fisiknya berambut putih model tempurung kelapa (sepeti Rock Lee) dengan mata besar berwarna merah. Tidak sepeti mata bulat sang kakak yang 'angker', mata besar Hiruge sungguh makin mempertegas ke cengengan nya, dialah anak yang dihajar Kakuzu di lorong sekolah...dia adalah anak Tuan Hyubosi...

Ham : sang anak buah terbaik dan setia kepada Gambazete...berambut ungu kehitam hitaman...hidungnya bulat dengan tatapan mata biru yang menenangkan...namun disitu tersembunyi sebuah obsesi membunuh yang sangat kejam...dia juga merupakan sepupu Gambazete...elemen jutsunya angin...

Tuan Hyubosi : salah satu dari tiga tetua atau pemimpin Takigakure yang dijuluki The Three Lord of Taki...dia orangnya pelit namun dikenal masyarakat tidak korupsi...meskipun rahasia The Three Lord of Taki terbongkar karena keceplosan bicara Tuan Kobu. Ciri cirinya, memiliki rambut pirang kuning seperti Gambazete namun ada ubannya yang sudah menipis, mata bulat merah dan wajah berkerut...dia adalah ayahnya Gambazete dan Hiruge, istrinya sudah meninggal...berarti dia seorang duada tua...eleman jutsu tanah dan angin...

Tuan Kobu : salah satu dari tiga tetua atau pemimpin Takigakure yang dijuluki The Three Lord of Taki...dia orangnya sombong dan banyak bicara, ceroboh dan agak bodoh...hal itu menyebabkan perbuatan korupsinya mudah terbongkar...dia lah tetua desa Taki yang paling banyak dibenci rakyat Taki...istrinya banyak karena dia nafsuan...ciri cirinya, gendut, berwajah bulat, mukanya seperti orang mesum, pipi tembem berlemak, kumisnya tebal hitam, matanya hitam, rambutnya berwarna hitam keputih putihan dan masih lebat...dia tidak mempunyai anak karena mandul...elemen jutsu petir dan tanah...

King of Lord : salah satu dari tiga tetua atau pemimpin Takigakure yang dijuluki The Three Lord of Taki...rakyat Taki tidak mengetahui siapa sebenarnya dia...dia tak pernah menunjukan dirinya, yang tahu hanya rekannya saja yaitu Tuan Hyubosi dan Tuan Kobu...dia disebut sebut paling berwibawa dan paling kuat diantara 2 tetua lainnya...dan dia juga disebut sebut sebagai pemimpin The Three Lord of Taki sekaligus pemimpin utama desa Takigakure, dia juga yang memegang kendali politik dan ekonomi desa Takigakure...elemen tidak diketahui karena dia belum pernah muncul secara langsung (Author sok misterius...hehe*PLAK ! BUAKH !*)

Istilah : The Three Lord of Taki adalah tiga orang tetua atau pemimpin desa Taki, mereka adalah Hyubosi, Kobu, dan seorang lagi yang tidak diketahui tapi dijuluki King of Lord karena disebut sebut sebagai pemimpin utama desa Takigakure...

Ya, segitu aja...kalau bingung tanya Yoval...(nunjuk Yoval)

Yoval : lha kok gue..gue...(pingsan disumpelin kaos kaki)

Ok...special thanks untuk...

Nathanael redfieldZ

Vraria nish

Lotimasama

The Leader

Uchiha dant57

Mizuki Shikitei

dll...serta para silent readers... (pede lu thor...)

selamat membaca dan untuk kakak kakak yang ujian Ganbatte...

semoga terhibur ya...

dan makin senang...

dan makin bahagia...

dan makin...*DITENDANG*

HAPPY READ MINNA...

RATE : T

GENRE : ADVENTURE AND FRIENDSHIP

DISCLAMER : NARUTO MILIK MASASHI KISHIMOTO

WARNING : OOC,GAJE,TYPO(S),OC,HUMOR GARING,DLL

THE AKATSUKI

DONT LIKE DONT READ DONT FLAME DONT ANGRY DONT SAD,,,

HAPPY AJA

CHAPTER 9 : KAKUZU VS THREE TAKISPLINKERS MEMBERS

(Kakuzu mendapatkan 3 jantung pertamanya)

.

.

Sebuah kebohongan di Takigakure yang berujung menjadi konspirasi uang membuat anak becadar itu tahu...apa akibat serta GUNA uang tersebut...

.

.

.

.

.

MASIH FLASHBACK

" Teman teman Tou-san ?" Kakuzu bertanya dengan perasaan takut

Zaku mengangguk " Ya ada kalanya untuk mendapatkan sesuatu kau harus mengorbankan sesuatu juga "

Kakuzu menunduk...

Untuk mendapatkan jantung jantung lainnya dia harus 'membunuh'...ya dia harus 'membunuh'

Sebuah perasaan mencekam menyelimuti hatinya...

.

.

.

Keesokan sorenya merupakan hari yang menyeramkan bagi Kakuzu, dia harus berhadapan dengan anak anak dari TakiSplinkers, gang paling ditakuti di seluruh Takigakure...

Kakuzu berdiri tegak di belakang sekolah...kepalanya menatap sekitar 3 orang yang berjalan ke arahnya, dan didepannya tampak sang ketua yang dikabarkan kejam, yaitu Gambazete dan adiknya yang menyebalkan, Hiruge...

" Cih..." Kakuzu mendesah kesal...apakah dia harus melakukan 'itu'...

Jika dia melakukannya pasti akan terjadi sesuatu yang akan menggemparkan Takigakue, tapi orang ini cocok dihabisi...

3 orang itu, Gambazete dan seorang temannya yang dikenal tangan kanannnya yang bernama Ham serta sang adik cengeng namun sok kuat, Hiruge...

Gambazete memiliki rambut pirang kuning serta bermodel anak punkers dan memiliki luka bekas cakar di pipi kirinya. Matanya bewarna merah dengan bentuk bulat menyeramkan dan katanya dia selalu membawa sebilah pisau chakra khusus kalau dia terdesak...

Hiruge, sang adik...pengolok, cengeng, tak kuat, pengadu dan Kakuzu benci...sangaaat benci orang seperti itu. Ciri fisiknya berambut putih model tempurung kelapa (sepeti Rock Lee) dengan mata besar berwarna merah. Tidak sepeti mata bulat sang kakak yang 'angker', mata besar Hiruge sungguh makin mempertegas ke cengengan nya...

Lalu tangan kanan Gambazete yang benama Ham, sang anak buah terbaik dan setia kepada Gambazete...berambut ungu kehitam hitaman...hidungnya bulat dengan tatapan mata biru yang menenangkan...namun disitu tersembunyi sebuah obsesi membunuh yang sangat kejam...

Satu lagi, Gambazete dan Hiruge merupakan anak salah satu tetua di desa Taki yang terkenal kaya namun pelit, Tuan Hyuboshi...

" Kau berani datang cadar miskin !" ejek Hiruge yang bermulut pengolok itu...

" Aku tak takut pada kalian...orang orang... " Kakuzu sengaja menjeda kalimatnya... " ...Berengsek... "

Ham, dengan tatapan dinginnya sudah maju dan mengepalkan tangannya...namun di tahan oleh Gambazete...

" Berani juga kau ngomong begitu cadar miskin...hm...saatnya kuberi kau sedikit pelajaran agar tak bar bar dan bemulut sial seperti itu... " Kata Gambazete, dia mengeluarkan rantai dari kantong celana hitamnya...lalu dia gulung di tangannya...hal itu membuat tangan Gambazete plus rantai nya akan memberi efek maut jika mendarat di muka seseorang...

' ...Apalagi muka mulus gue ' batin Kakuzu narsis minta bantai...

Hiruge terkekeh mengejek, sementara Ham hanya menatap dingin dalam diam...

Gambazete melangkahkan kakinya menuju Kakuzu, tampak mata bulat angker itu menatap horror ke Kakuzu...Kakuzu sedikit bergegar...

Ketika 5 langkah lagi menuju Kakuzu untuk menampar wajahnya,,,tiba tiba Gambazete terjatuh dan terperosok ke dalam lubang...lubang jebakan by KAKUZU ! TEPUK TANGAN READES ! *kriik...kriik, Author malu...*

" SIAL ! SEJAK KAPAN LO BUAT INI ?! " teriak Gambazete dari dalam...dia benar benar terperosok dan terkejut dengan jebakan Kakuzu...

" Cih..." Kakuzu meludah dengan sombong " ...Aku datang ke sini sejak siang untuk membuat jebakan super duper gemilang gue...GUE GITU LOCH !" *LOCH nya muncrat kena readers XD*

" Sial " rutuk Gambazete, dia tak pernah mengira ini sebelumnya...masa' ketua gang paling ditakuti seluruh jagad raya eh, maksudnya seluruh Takigakure harus K.O. dengan yang beginian...GAK LEVEL !

Ham melesat berlari menuju Kakuzu...Kakuzu mundur beberapa langkah dengan waspada...

" Leader ! " teriak Ham membuat Gambazete mengerti dan melemparkan pisau charka andalannya...sambil melompat melewati lubang jebakan Kakuzu...tangan kanan Ham menangkap pisau itu. Ham pun menukik menuju badan Kakuzu dengan tangan terhunus, Kakuzu pun segera mengeluarkan kunai dan...

TRAANG !

Kunai Kakuzu patah dan Ham segera menyabet dada Kakuzu namun Kakuzu berhasil mengelak dan cuma terkena sabetan di bahu...Kakuzu pun mencoba menendang kepala Ham, namun Ham dengan sigap merunduk lalu dengan tangan kirinya, dari bawah Ham meng uppercut dagu Kakuzu...

DUAKHH ! Kakuzu terpelanting namun dengan cepat Kakuzu melempar 4 shuriken sambil melayang ke arah Ham, dengan cepat Ham menangkisnya dengan si pisau chakra...

TRINGG ! TRINGG ! TRINGG ! TRINGG !

SREEEK...kaki Kakuzu terseret di tanah, Kakuzu berhasil mendarat dengan aman...

" Cih ! " Kakuzu mendesah kesal.

Sementara di lubang Hiruge membantu sang kakak yang berusaha keluar

" Apa harus kupanggil para anak buahmu Nii-san ?" tanya Hiruge, Gambazete menggeleng...

" Haah...aku harus konsentrasi untuk mengeluarkan jutsu yang kupelajari bersama Tou-san... " kata Gambazete " ...Tapi aku lupa segel tangannya ! " katanya frustasi dengan tampang memalukan untuk ketua gang yang katanya seram dan tidak ada hati.

Hiruge sweatdrop sambil mambatin 'baka aniki...' tentu saja dia tidak berani terang terangan karena dia masih sayang kepalanya...

Kembali ke pertarungan Ham vs Kakuzu...

Ham mengkonsentrasikan chakranya pada si pisau itu...dan tiba tiba cahaya biru muncul disekelilingi pisau dan cahaya biru yang merupakan chakra itu memanjang...alhasilnya seperti pedang chakra...

" Pisau ini bisa membuat chakra kita menebas seperti pedang, melempar chakra seperti melempar tombak, menembak chakra chakra seperi anak panah dan shuriken dan lain lain... " kata Ham dengan tatapan dingin serta mengejek ke Kakuzu.

Kakuzu memasang muka datar lalu berkata " Aku gak nanya..."

Hal itu membuat muncul persimpangan di kening pelipis Ham...Ham pun berlari menuju Kakuzu sambil mengarahkan pisau chakranya yang kini dikelilingi chakra berbentuk pisau ke arah Kakuzu...

TAP TAP TAP (suara kaki Ham berlari)

" MATI KAUUUU ! " teriak Ham dengan amarah yang memuncak

Kakuzu tersenyum lalu mengeluarkan bom asap...

PSSS... (bunyi asap Readers...hehe)

'Sial bom asap...' batin Ham...Ham pun merasakan sesuatu di belakangnya...dengan cepat Ham menebas ke arah belakang, Ham memandang ke belakang, tidak ada apa apa.

" Cih..." Ham pun merapal jutsu dan membentuk segel tangan, " Elemen angin : Jurus hembusan angin ! "

HYUSSH ! dari mulut Ham keluar angin dalam jumlah besar membuat asap asap tadi menghilang...

" Hehe...ini mudah... " kata Ham terkekeh sombong, dia merasa Kakuzu hanya ninja yang mengandalkan kunai, shuriken, bom asap dan...

CRASSH !

Ham merasa dada bagian kirinya sakit, dia merasa napasnya sesak...

Kakuzu yang berada di belakang Ham menusuk dada kiri Ham dengan tali tali yang keluar dari lengan bajunya, Kakuzu tersenyum mengejek

" Ayahku bilang jangan banyak melamum saat bertarung...itu membuat dirimu cepat mati..." Kata Kakuzu...sementara tali tali itu seperti menghisap sesuatu dari dada kiri Ham...

" Jantung mu akan menjadi jantung keduaku ! " kata Kakuzu membisikkan ke telinga Ham, mata Ham membulat terkejut...napasnya semakin sesak.

.

.

.

Sementara Hiruge terus melihat ke bawah, tempat kakaknya terjebak. Dia tidak melihat si Ham yang sekarat karena jantungnya dihisap tali tali maut Kakuzu...

" Apa kau sudah hapal Nii-san ! " teriaknya...sementara si Gambazete memejamkan matanya sambil mulutnya komat kamit.

" Haah..." si Hiruge mendesah kecewa...

" Aku hapal ! " teriak Gambazete dengan gembira

Si Hiruge yang sebenarnya ingin melihat pertarungan Ham vs Kakuzu akhirnya tidak jadi karena mendengar kakaknya berteriak gembira.

" Ya...cepat keluarkan Nii-san... "

" OK ! NAGA-ANJING-KERBAU-ULAR-AYAM-AYAM GORENG-AYAM KECAP-AYAM BAKAR-AYAM PANGGANG-KAKI AYAM-BUNTUT AYAM(?)-TAHI AYAM(?)-AYAAAM ! "

Hiruge dan author sweatdrop (Readers sweatdrop juga ya...*PLAK*)

" ELEMEN TANAH : JURUS LEDAKAN TANAH ! "

BLAR !

Dan lubang yang dibuat Kakuzu meledak, Hiruge sampai terpelanting kebelakang...

Sementara itu Gambazete berdiri dengan gaya keren, dia mengibaskan rambutnya... 'Gue gitu...' katanya dalam hati narsis...

Gambazete mendongakkkan kepalanya dan dia melihat pemandangan mengerikan...

Ham mati dengan dada kiri yang berlubang, dan dada itu terlihat tali tali menusuknya, dan TIDAK ADA JANTUNG di dada kirinya...mata biru Ham cuma memandang hampa ke arahnya, Gambazete melihat Kakuzu dengan kesal, pedang chakranya juga hilang...

" Kau telah membunuh tangan kananku..." kata Gambazete dengan nada lirih, namun disitu terdengar amarah yang mulai memuncak...

Gambazete menggelengkan kepalanya...dia kehilangan anak buah serta kawan terbaiknya, dan Ham tewas oleh seseorang bocah miskin becadar...

Gambazete membentuk segel tangan, dan tiba tiba sesuatu bergerak menuju tangannya...Kakuzu terkejut dengan apa yang dipegang oleh tangan kanan Gambazete...

' Itu kan pisau sial tadi, aku kan sudah membuangnya jauh jauh...kenapa bisa ? ' Kakuzu kebingungan melihatnya...dia menatap sedikit waspada ke arah Gambazete.

" Saatnya permainan DIMULAI ! " teriak Gambazete, dia berlari ke arah Kakuzu sambil membuat chakra di pisaunya dan terbentuk cahaya biru (chakra) yang mengelilingi pisau yang membuat pisau itu seolah olah menjadi pedang...

" Lagi lagi pisau itu... " Kakuzu melempar mayat Ham ke arah kiri dan dia berlari menuju Gambazete...

Gambazete melempar pisaunya dan chakra di sekeliling pisau membentuk tombak...

HYUSSH...

Kakuzu menghindar ke arah kiri, namun dengan cepat Gambazete menerjang dadanya...

DAP ! Kakuzu berhasil menahan terjangan kaki kiri Gambazete dengan telapak tangan kanannya, namun tiba tiba pisau chakra itu melayang ka tangan kiri Gambazete...dan Gambazete menangkapnya. Mata Kakuzu membulat karena terkejut, dia dengan cepat menarik kunai dari kantong celananya dan...

CRASHH !

Tangan kiri Kakuzu berdarah memegang pisau chakra itu, dia tak jadi mengambil kunainya...' Cih sial !' rutuk Kakuzu kesal di hatinya...

Gambazete tak menyia nyiakan kesempatan ini, tangan kanannya yang kosong menghantam wajah Kakuzu, membuat Kakuzu terpelanting ke belakang, sementara Gambazete berdiri dengan napas sedikit terengah engah.

Gambazete membentuk segel tangan " Elemen tanah : jurus ledakan tanah ! "

Dan terdengar ledakan keras...BLAR !

Tubuh Kakuzu yang dalam keadaan terbaring pun ikut terpelanting bersama tanah tanah yang melayang...

DRAAR ! badan Kakuzu menghantam sebuah pohon, dan dengan pelan namun pasti, pohon itu roboh ke belakang...

KREEK KREEK...DARR !

Debu debu dan asap asap bertebaran di sekitar lokasi...Hiruge yang baru bangun dari terpelantingnya dia karena jurus Gambazete berlari ke arah kakak.

" Nii-san...Nii-san gak apa apa ? " tanyanya sedikit khawatir, Gambazete menggangguk.

" Ham mati... " kata Gambazete singkat, membuat mata bulat Hiruge semakin bulat.

" A..a...apa ?"

Gambazete cuma mendesah kesal, 'sial !' rutuknya dalam hati.

.

.

.

Sementara Kakuzu bangkit dari jatuhnya, dia merasakan punggungnya sakit serta tangan kirinya terasa perih... ' cih, seharusnya aku belajar ninjutsu elemen...' katanya kesal.

' Kenapa pisau sial itu bisa terbang ke tangannya ? ' Kakuzu memikirkan itu sambil mengelap darah di bibirnya...cadar kebanggaannya kotor, kumuh, dan dekil seperti orangnya *dikejar Kakuzu*

Mata hijau Kakuzu melihat sang adik, Hiruge bercakap dengan Gambazete...Kakuzu berpikir soal 'counter attack'

Tangan kanan Kakuzu dengan cepat memanjang dan melesat menuju Hiruge

Gambazete yang merasakan sesuatu menoleh dan...

" AAA...NII-SAAAN ! " teriak Hiruge yang dibawa sebuah tangan yang penjang dan memegang kerah belakang bajunya, Gambazete menggerakkan segel tangan dan chakra chakra di pisau itu langsung menembak nembak ke arah tangan itu seperti laser...

TUUT TUUT TUUT (suara chakra yang menembak* Readers : ANEH !*)

Kakuzu menatap chakra itu dengan kesal, dia mendesah kesal, dan dengan kecepatan tinggi dia menarik Hiruge ke arahnya, dan dari tangan kirinya keluar tali tali yang menunggu dada kiri Hiruge...

" AAAA..AAKH... " teriakan Hiruge tercekat karena tali tali dari tangan kiri Kakuzu menembus dada kirinya...

" Jantung ketigaku... " kata Kakuzu dengan senang, dia mendekatkan wajah Hiruge ke arah wajahnya *bukan ciuman readers, yang fujoshi sudah mencak mencak gembira nih* " Dunia ini akan tenang jika kau mati... " bisik Kakuzu dengan nada mengejek, Hiruge cuma berusaha mencari oksigen yang rasanya semakin hilang dari paru parunya.

" HIRUGE ! " Gambazete berlari menuju adiknya, dia menggerakkan segel tangan, matanya menatap murka ke Kakuzu... 'Aku tidak akan membiarkan adikku mati !'

" Elemen tanah : Jurus bola batu ! "

Dan tanah tanah di sekitar Gambazete saling berikatan seperti bola dan melayang ke arah Kakuzu...

Kakuzu membuang Hiruge yang sudah menjadi mayat, hal itu membuat Gambazete terkejut dan semakin murka. Kakuzu pun berlari ke arah Gambazete sambil mengelak ngelak bola bola batu hasil jutsu Gambazete sambil mengambil kunai dari tangan kanannya...

Gambazete terkejut melihat Kakuzu berhasil menghindar bola bola batunya, dia menggerakkan segel tangan lalu chakra di pisau chakra itu membesar seperti bola dan Gambazete melempar pisau itu ke arah Kakuzu.

" MATI KAU SIAAL ! "

Pisau dengan chakra besar yang menggelilinginya melesat menuju ke arah Kakuzu yang berusaha menghindar sebuah bola batu...Kakuzu menggerakkan segel tangan sementara beberapa tali tali hitamnya melilit sebuah bola batu dan...

Kakuzu pun menarik bola batu itu dengan tali yang melilit bola batu untuk melindunginya dari pisau chakra milik Gambazete yang melesat menakutkan ke arahnya.

DUARR ! pisau chakra itu pun menghantam bola batu hasil jutsu Gambazete yang melindungi Kakuzu, Gambazete yang melihat itu mendesah kesal, dia sudah setengah menggunakan chakranya...

SEET...tiba tiba Gambazete merasakan sesuatu di belakangnya, dan dengan cepat dia melakukan tendangan putar...

Kakuzu yang berada di belakang Gambazete melompat, sebuah kunai terhunus di tangan kanannya...

Gambazete dengan cepat membentuk segel tangan,lalu pisau chakra yang tadi terlempar tertarik mendekat ke arahnya, Kakuzu dengan cepat menghunjam kunainya ke arah leher Gambazete, namun dengan cepat ditangkis oleh sang pisau chakra...

TRAANG !

Kunai Kakuzu hancur...Kakuzu pun segera melompat ke belakang...

Gambazete memasang kuda kuda dengan napas terengah engah, begitu juga dengan Kakuzu...

" Haah...haah...ke...kenapa pisau itu bisa bergerak ke arah tanganmu...? " tanya Kakuzu dengan napas yang terengah engah...

" Heh...haah...itu...karena pisau ini dibuat khusus untuk di kendalikan oleh chakra keluarga kami...pisau ini bisa dipanggil dan dimanipulasi menjadi berbagai senjata dengan chakra sebagai kekuatannya..."

" Tapi...tangan kananmu...Ham ? " tanya Kakuzu

" Dia sepupuku... "

HYUSSH...angin meniupkan asap dan debu debu di area pertarungan*biar kereen..*

"...Selain itu dia sahabat serta anak buah terbaikku... " Gambazete mengeratkan pegangannya pada pisau chakra...

" ...Kau membunuh adikku juga... " kaki Gambazete tampaknya sudah mulai bergerak...

DRAAP ! Gambazete pun berlari ke arah Kakuzu...

" AKU AKAN BALAS..." TAP TAP TAP...Gambazete semakin mendekat ke arah Kakuzu...

"...DENDAM ! " CRAAAASSHHH !

Pisau chakra itu tepat menembus dada kiri Kakuzu...mata hijau Kakuzu membelalak terkejut...

" Mati kau...berengseek... " kata Gambazete sambil mulai menarik pisau chakranya...namun tiba tiba...

POOF ! tubuh Kakuzu yang ditusuk Gambazete berubah menjadi kayu...mata Gambazete melebar, dia melihat pisau chakranya hanya menusuk kayu itu...

" Ayahku bilang jangan banyak melamun saat bertarung...jika begitu, maka nyawa akan mudah melayang... "

Gambazete terkejut, dia mendengar suara si becadar itu di belakangnya... 'oh tidak...'

JRASSH ! tali tali hitam Kakuzu pun menembus dada kirinya... " Akh...a..aku... " Gambazete berusaha berbicara namun terasa sesak...

" Jantungmu akan menjadi koleksiku yang keempat...apa ada kata kata terakhir...? " tanya Kakuzu

" A..aku...aku sedang tidak melamun...bo...bodoh... " kata Gambazete dengan suara kesakitan.

" Cih, sudah mau mati pun kau masih bisa sombong...orang sepertimu tidak cocok hidup lama lama di bumi ini... "

" Ba..bagaimana kau bisa di belakangku dan...ohok ! dan menggunakan henge no jut...jutsu...ohok... ! "

" Bodoh...sebelum bola batu itu melindungiku karena kutarik dengan tali hebat ini aku telah membuat segel tangan... jadi tubuh asliku yang berada di balik batu yang dihantam pisau chakramu, bukan yang menyerangmu dengan kunai... "

" Kau...kau berotak juga ya...hehe... " tawa Gambazete dengan nada mengejek...

" Cih...tawa lah sepuasmu...sampaikan salamku untuk malaikat penjaga neraka... " kata Kakuzu, tali tali hitamnya terus menyedot jantung Gambazete...

'Cih...aku harus mengirim sinyal bantuan dengan sisa chakraku' pikir Gambazete...dia memejamkan matanya...

Chakra itu pun melesat dari kepalanya, Kakuzu menatap chakra itu... " Teknik pemanggil bantuan dengan chakra... " gumam Kakuzu...

" Aku harus mengubur mayat mereka dan...yah, melakukan sesuatu yang penting... "

.oo0oo.

Begitu lah seorang Kakuzu remaja, dia melakukan pembunuhan pertama pada umur 16 tahun... Kakuzu mengubur ketiga mayat lawannya di lubang jebakannya...kemudian menimbunnya, lalu di sebuah kunai dia pasang sebuah kertas dan menuliskan sesuatu...

" Beres semuanya...ya...meskipun suasana belakang sekolah kacau... " pohon bertumbangan, tanah berlubang besr serta kacau balau...debu asap dimana mana (itu sih bukan kacau Zu...tapi ancor macam muka lo...)

Kakuzu membalut luka di tangan kirinya lalu dia pergi dari halaman belakang sekolah tempat arena bertarung tadi...

.

.

.

.

Kakuzu berjalan melewati pasar Takigakure, dia melihat banyak pedagang dengan baju kumal menjajakan barangnya yang bisa dibilang tidak layak jual...

Ikan ikan dikerubungi lalat, sayur sayur layu, buah buah yang berulat...sungguh, hal ini menggambarkan tingkat kemiskinan di Takigakure yang sangat tinggi...

Kakuzu menghela napas lalu duduk di depan sebuah warung kosong...dia melihat dua orang pemuda Taki (yang PENGANGGURAN) lagi bercakap cakap...

" Aku muak dengan keadaan desa ini... " kata pemuda pertama yang berkulit coklat dan berkepala botak.

" Sama...yah, tapi bagaimana lagi...desa kita sudah hancur karena KORUPTOR... " jawab pemuda dengan rambut berwarna coklat dan berkulit putih kumuh...

" Cih...koruptor di desa ini semakin gila...aku paling benci dengan Tuan Kobu si gendut berengsek itu...lihat saja, rakyatnya miskin tetapi dia sangat mewah hidupnya... " jawab si pemuda coklat

" Aku juga tidak suka dengan dia...tapi aku juga benci dengan Tuan Hyubosi...dia kaya dan pelit...ditambah anak sulungnya si Gambazete itu... " kata si pemuda putih kumuh

" Oh, Gambazete...ketua gank TakiSplinkers itu ? " tanya si pemuda coklat

Si pemuda berkulit putih kumuh mengangguk, si pemuda coklat menggeleng...

" Tapi Tuan Hyubosi tidak korupsi seperti si Kobu berengsek itu...Tuan Hyubosi punya perusahaan di Kusagakure... " kata si pemuda coklat.

" Cih, yang penting pelit, lalu anaknya yang preman bodoh itu...dan bisa saja si Hyubosi korupsi juga seperti Kobu... " kata si pemuda putih kumuh, si pemuda coklat manggut manggut setuju...

Kakuzu yang mendengarkan pembicaraan para penganggur itu hanya menggelengkan kepala... ternyata masalah besar dalam perekonomian desanya adalah para koruptor...

" Hei tigaa orang pengangguran...daripada menggerutu di sana, ayo ikut aku...kita dengarkan ceramah Tuan Zamu di balai desa... " ajak seorang kakek kakek yang mengira si Kakuzu pengangguran juga, meskipun cocok sih... *PLAK*

'Kakek tua sialan...' kata Kakuzu dalam hati tidak terima...masa' orang sekeren dan seganteng badai cetar ombak laut bergelombang seperti dia dibilang pengangguran... 'gak level...' batin Kakuzu narsis...

" Ya kakek tua... " kata si coklat lalu menarik tangan si putih kumuh dan mereka bersama sama keluar dari warung kosong itu...

'Mereka tampak seperti sepasang yaoi bodoh...apa yang mereka lakukan di warung kosong ini sebelum aku datang' batin Kakuzu sweatdrop melihat tingkah 2 pengangguran itu dengan muka mesum (lho kok ?)

Kakuzu pun mengikuti si kakek dan 2 yaoi itu (menurut Kakuzu)... lalu mereka sampai di balai desa...Kakuzu berpikir, siapa sebenarnya si Tuan Zamu itu ? kenapa dia berceramah di balai desa ?

Saat memasuki pintu depan dan memasuki ruangan, mata hijau jelek Kakuzu melebar...dia melihat puluhan buruh, pengangguran, petani dan orang orang miskin di Taki sedang berkumpul sambil dengan seksama mendengarkan ceramah dari seseorang di depannya yang namanya si Tuan Zamu...

Kakuzu terus berjalan dan menatap punggung si Tuan Zamu yang terus berbicara sambil mengangkat angkat tangannya dengan semangat seperti Bung Tomo...

"...Kita...para buruh, pengangguran, petani, dan orang orang yang 'TERTINDAS' harus membentuk suatu kesatuan yang penting...suatu kesatuan untuk melawan korupsi yang mendarah daging para pejabat...pesan saya jangan menyerah, sebab semakin kita berusaha maka Tuhan akan semakin mempermudah jalan...ingat ! rezeki tak akan kemana karena sudah diatur oleh Tuhan...jadi tetap bekerja dengan hati yang riang..."

Kakuzu mengenal suara itu...jantungnya berdebar, dia terus berjalan dan wajah Tuan Zamu mulai terlihat dari samping, mata Kakuzu melebar...

"...Terus berusaha dan berdoa...baik...aku...Tuan Zamu, akan terus memotivasi tentang hal ini dan kita bersama sama melawan tindak korupsi yang merugikan rakyat...kita bersama sama akan membangun desa Takigakure dengan kekuatan persatuan hingga Takigakure menjadi..."

Dan Kakuzu menatap wajah Tuan Zamu dari depan...

"...Lebih makmur..."

" YOOO ! HIDUP TUAN ZAMU ! "

" TUAN ZAMU...MANTAAAP ! "

" YAA ! BASMI KORUPSI SIALAN ! "

" YEEE ! YAA ! MAKMURKAN TAKI ! "

Sorak sorai dan tepuk tangan mengakhiri pidato motivasi dari Tuan Zamu...

Sementara Kakuzu menatap sang motivator dengan terkesima...dia betul betul...akh, perasaannya sulit ditulis disini (digampar Readers)

Perasaan terkejut, senang, bahagia, dan bangga...mungkin itulah pengambaran yang entah tepat atau tidak dari Author tentang perasaan Kakuzu sekarang...

" Dia bukan Tuan Zamu...dia Tuan Zaku...ayahku...ternyata, ternyata dia...pekerjaannya...se..seorang MOTIVATOR... " kata Kakuzu sambil melelehkan air mata dan ingus dengan lebay dan bahagia...

Zaku menatap anaknya, lalu tersenyum...

Akhirnya sang anak tahu apa pekerjaan sang ayah...

.oo0oo.

MENYEMANGATI ORANG ORANG MISKIN SANGAT SUSAH, APALAGI DI SAAT DIA PUTUS ASA...TAPI, KETIKA SEMANGATNYA LAHIR KEMBALI MAKA TUHAN PASTI AKAN MEMBERINYA REZEKI JIKA DIA BEKERJA DENGAN KEIKHLASAN DI HATINYA...

APAKAH DESA TAKI AKAN BERUBAH HANYA DENGAN MOTIVATOR DARI AYAH KAKUZU ?

APAKAH 3 MAYAT YANG DISEMBUNYIKAN KAKUZU BERHASIL DI SEMBUNYIKAN ?

APAKAH AUTHOR MAU MAKAN DULU DAN *PLAK...GUBRAK*

TBC

DAN TIGA PERMINTAAN DARI AUTHOR, SARAN, KRITIK, DAN REVIEW PLEASEEE...