Satu tahun sebelumnya..

Ada suatu urusan di sana, aku ingin kamu mengurusnya Kurama. Mengingat aku dan Naruto masih berada di London.

Baik Ayah, biar aku saja yang mengurusnya. Lagi pula antara Kyoto dan Tokyo tidak terlalu jauh. Aku juga tak menginginkan ayah apalagi adik manis ku untuk jauh-jauh datang ke Jepang hanya untuk masalah sepele ini. Aku dan ibu bisa mengurusnya dengan mudah. Ayah tak perlu merasa khawatir.

Baiklah Kurama. Semoga semua berjalan dengan sukses. Ayah mendukungmu. Salam untuk ibumu ya..

Baik ayah, salammu akan ku sampai kan pada ibu. Dan berikan salamku pada Naru-chan, adik manis ku yah ayah.

Iya tentu saja. Sampai jumpa.

Sampai jumpa.

Klik. Telepon pun dimatikan.

"Hachibi, Nibi, dan Ichibi ikut aku, kita akan pergi ke Tokyo. Tampaknya ada masalah mengenai pendistribusian buah jeruk di sana."

Yang dipanggil hanya meng'Twitch'kan kening mereka.

'Jangan kau panggil kami dengan sebutan itu, kita punya nama tahu.' kata Nibi protes.

"Aku tak peduli. Aku tak hafal nama kalian. Naruto saja bisa memanggilmu dengan nama itu, mengapa aku tidak?? Huh??"

'Naruto berbeda. Kalau kami menolaknya, kita akan di serang dengan tatapan "Puppy Eyes" ke "Deadly Eyes" nya. Serangannya sungguh mematikan. Dari tatapan matanya yang memelas, merajuk, dan penuh air mata, kemudian dapat berubah menjadi berwajah datar, tanpa ekspresi, dan penuh aura mematikan.

Wajahnya yang sebelumnya seperti malaikat bisa berubah menjadi iblis hanya dalam waktu kurang dari sepersekian detik. Satu kedipan mata, Naruto bisa dengan mudah membuat kita merasa berada di surga kemudian langsung masuk ke dalam ngerinya api neraka hanya dalam waktu kurang dari sedetik.

Yang tadinya kami berada di taman indah penuh bunga-bunga menjadi tanah tandus terkutuk yang dingin mencekam dan hampa. Yang tadinya dipenuhi hewan yang lucu dan menggemaskan menjadi dipenuhi binatang dan monster buas. Kami tak mau itu, kami masih ingin hidup di bumi saja, menginjak tanah ibu bumi pertiwi tercinta.' kata Hachibi mencoba menjelaskan, tampak bulu kuduknya merinding ngeri.

Sedangkan yang lainnya hanya pundung di dalam pikiran mereka masing-masing. Yang mau tak mau menjadi teringat hari terburuk mereka, yang tak pernah mereka ingin ingat. Suasana pun menjadi diam, sunyi, sepi dan tak lupa muram dan suram.

"Aku baru tahu selain kamu bisa ngerap kamu juga bisa membuat puisi. Sungguh kata-kata yang bagus dan indah. Aku saja mau menangis mendengarnya." kata Kyuubi setelah 15 menit dalam kediaman, bahkan matanya terlihat berkaca-kaca.

Gubrak!!!

Tanpa tak perlu Kyuubi melihat, semua anggota dewan inti yang ada di depannya jatuh dengan tidak elitnya.

"Aku akan menelepon Naru-chan tentang puisimu itu Hachibi. Akan aku ulangi setiap kata-katanya, tak kan ada satu kata pun yang terlewat. Pasti Naru-chan akan sangat senang mendengarnya. Aku saja sampai berkaca-kaca, aku ingin tahu apa yang akan Naru berikan kepada kalian sebagai hadiah.. " kata Kyuubi sambil memikirkan ekspresi Naruto. Apa senang yang akan di tampilkan di wajahnya, atau terharu seperti dirinya..

Yang mendengar perkataan Kyuubi langsung diam seribu bahasa. Fuck this, If Naruto-sama hear it, we will be dead.

x

x

Mereka pun mau tak mau jadi teringat kejadian 6 tahun lalu. Tepatnya di sebuah taman penuh jeruk yang di bawah taman itu terdapat sebuah markas rahasia. Ada 8 orang dan 1 anak kecil berada di sana.

"Besok adalah ulang tahun Kyuubi yang ke 16, aku ingin kalian 8 orang yang ada di depanku menjadi entah itu teman dekat, sahabat, bawahan atau apapun yang nanti kakakku minta, kalian harus menuruti semua kemauannya." Kata Naruto bocah 12 tahun menasehati.

"Jika tidak.."

Naruto tidak melanjutkan perkataannya, aura gelap, suasana yang mencekam, suram dan dingin menusuk sudah mengatakan semua yang tak perlu di ucapkan melalu kata-kata. Bahkan mereka berani bertaruh kalau matahari dan sinarnya meredup seketika, ketika Naruto mengucapkan kata-kata warningnya.'Ba- ba-ik, Naruto-sama.' Mereka pun mengangguk dengan serentak.

"dan satu lagi.. Jangan sampai keluargaku tahu mengenai sisi ku yang satu ini. Jika salah satu dari kalian berani mengucapkannya dan keluargaku tahu mengenai hal itu. Maka tak ada satu pun dari kalian bisa selamat dari kemarahan ku. Bahkan neraka pun akan menjadi sebuah anugrah ketika kalian semua telah menghadapi siksaan kematian ku yang tak kan ada habisnya. Muahahahahaha" kata Naruto tertawa dengan lepas nya.

'Damn.. This is bad. Why oh why Kaguya Otsutsuki lahir kembali dan berenkarnasi menjadi sosok imut berwajah malaikat ini. Aku tak tahu Nyonya Namikaze ngidam apa ketika beliau mengandung anak bungsu pirangnya ini.' pikir mereka secara bersamaan.

x

x

Ke 8 anggota dewan inti pun kembali tersadar dari lamunan mereka. Bisa-bisanya mereka lupa atas kejadian penting yang terjadi 6 tahun lalu.

'Hahaha.. Kau tahu bahwa Hachibi hanya bercanda, tuan. Apa yang dikatakannya hanyalah sebuah gurauan semata. Naru-sama sungguh seorang malaikat, berhati mulia. Dia sangat baik dan mau menolong sesama. Dia tidak mungkin bisa melakukan hal-hal seperti itu.

Khayalan Hachibi sungguh tak ada tandingannya. Kau Hachibi bangunlah dari khayalan gilamu!!?' Ujar Sun Goku kepada Hachibi sambil memberikan deathglare terbaiknya. Ia tak ingin hanya karena perkataan Hachibi yang tidak dipikirkan sebelum berbicara itu, dapat membuat mereka berada di keadaan hidup dan mati.

'Haha.. Iya tuan, saya hanya bercanda. Tak perlu diambil hati. Saya hanya kebanyakan minum sake tadi malam. Jadi masih belum bisa berpikir dengan jernih.'

Kyuubi yang tak mengerti atas ke 8 anggotanya yang tiba-tiba kikuk dan berkeringat dingin, tak mau ambil peduli. Mungkin mereka hanya kurang asupan gizi. Mereka memang mengadakan rapat pertemuan sejak dini hari tadi, dan mungkin mereka belum sempat makan untuk sarapan.

"Ckk.. Dasar bawahan yang tak berguna. Selalu menyusahkan ku saja. Mengapa kalian tidak bisa seperti Naru-chan adikku yang manis itu sih. Yang selalu membuat hatiku menjadi gembira. Tak seperti kalian-kalian ini. Ayo kita pergi makan siang dulu, sebelum aku, Hachibi, Nibi dan Ichibi berangkat ke Tokyo. Aku tak mau hadiah Naru-chan mati kelaparan karena tak dirawat baik-baik oleh ku."

Dan ke 8 orang yang dianggap "Hadiah" oleh rubah merah itu, hanya bisa mengangguk setuju. Ini masih lebih baik, sungguh jauh lebih baik mereka berada di bawah naungan "Kyuubi Kitsune" dari pada berada di bawah naungan si "Malaikat Manis Bersayap" adik pirangnya itu.

Semua orang bisa tertipu dengan "topeng manis, lugu, naif dan tidak peka" yang selama ini selalu di pakai oleh tuan muda mereka itu, si remaja pirang manisnya itu. Bahkan si pemakai topeng tidak menyadari kalau ia sedang memakai topengnya, tidak menyadari kalau dirinya bukanlah seperti apa yang ia dan banyak orang lain kira.

Tapi tidak dengan mereka. Haha.. Tidak dengan mereka. Delapan anggota dewan inti. Mereka sudah tahu dengan pasti. Mereka adalah saksi mata dan bukti nyatanya. Walau sekarang 'iblis' itu masih tidur nyenyak. Bukan berarti dia akan terus tidur selamanya. Tinggal menunggu siapa "orang bodoh" yang berani membangunkannya.

Mereka hanya bisa memohon dan berdoa kepada sesosok yang ada di atas sana, bahwa tidak akan pernah ada seseorang yang bisa membangunkan sisi 'iblis' tuan muda pirang penuh keceriaan dambaan hati setiap orang itu. Tidak akan pernah ada. Mereka hanya bisa berharap. Hanya bisa berharap.

x

Tapi harapan hanyalah sebuah harapan..

Keinginan hanyalah sebuah keinginan..

Tak semua bisa tercapai dan terwujud..

Bahkan untuk hal ini..

Dan mungkin harapan mereka akan pupus satu per satu, perlahan demi perlahan..

Sedikit demi sedikit tapi pasti..

Setelah satu tahun kedepan..

Setelah satu tahun berlalu dari sekarang..

Siapa yang tahu?? Ya kan?? Tak ada yang tahu..

Tak ada yang bisa menebak masa depan secara pasti.. Hahahaha.. Tak ada..

#tbc

PS: Semakin ke depan akan aku buat serius di satu sisi, humor di satu sisi atau tidak ada humor sama sekali. Tergantung mood nya Dere-chan sih. Yang jelas tergantung dari sisi gilanya aku.. #plak maaf obat lagi habis..

Maaf singkat. Untuk kedepannya bakal fokus perjalanan Rubah Merah ketemu Gagak Hitam Buluknya. Peristiwa bakalan diambil satu tahun yang lalu. Ehh ini juga sudah masuk satu tahun yang lalu ya.. Hehehe.. #lupakan