Love is You, My Fat Girl
Cast : Always KyuMin, others
Disclaimer : FF ini resmi milik Mheishiee Taeminnie dan KyuMin milik Tuhan, orang tua mereka, Elf, JOYers dan tentunya KyuMin saling memiliki
Warning : GS! Typo's! Gaje! Abal-abal! Tidak sesuai EYD! Cerita pasaran!
.
.
.
DON'T BE SILENT READERS!
DON'T BASH! DON'T LIKE, DON'T READ!
~Happy Reading~
.
.
.
.
2 orang pasang pemuda pemudi itu kini tengah duduk tegang bersebelahan di atas sebuah sofa panjang dengan seorang wanita paruh baya yang sekarang duduk disebuah sofa tunggal yang berhadapan langsung dengan mereka. Tak lupa wanita itu melayangkan tatapan penuh intimidasi miliknya.
Sungmin, gadis itu tampak menunduk sembari mengeratkan tautan kedua tangannya. Ia sungguh takut saat ini kala wanita yang ia tau adalah ibu dari kekasihnya ini sedari tadi tak berhenti menatap tajam kearahnya. Berbeda dengan Sungmin, walaupun Kyuhyun merasa sama tegangnya dengan gadis itu tapi Kyuhyun berhasil menutupinya dan tetap memasang sikap santai seperti biasanya.
Lama mereka berada dalam keheningan, akhirnya Heechul mulai berdehem hingga menyentakkan Sungmin hingga membuat gadis itu memperbaiki posisi duduknya.
"Kalian tau kegiatan tadi sangat tidak pantas dilakukan oleh anak seumuran kalian?"
"Bukankah itu wajar dilakukan oleh anak remaja yang seumuran dengan kami eomma?" Jawab Kyuhyun seenak jidatnya dan berhasil membuat urat Heechul kini timbul didahi mulusnya.
"Ya! Wajar katamu?! Apa kalian tak takut jika kegiatan tak senonoh kalian tadi mengakibatkan sesuatu yang tak diinginkan bisa saja terjadi eoh?!"
Teriakan Heechul sontak saja membuat kedua sejoli itu menutupkan mata mereka rapat-rapat dan sesekali mengusap daun telinga mereka bersamaan karena ucapan wanita itu terasa menggema ditelinga mereka. Walaupun tidak ingin membantah maupun mengiyakan, tentu saja mereka mengerti apa yang dimaksud oleh wanita itu barusan.
"Terutama kau!" lanjut Heechul sambil menunjuk wajah Sungmin dan berhasil Sungmin kembali menegang.
"Kau itu perempuan. Kenapa kau malah pasrah saja ketika dicumbu oleh seorang lelaki eoh? Jika aku tak segera menghentikan aktivitas kalian tadi apa kalian tidak akan kelepasan dan kau bisa saja hamil? Kau mau seperti itu?!"
Ucapan Heechul kembali menimbulkan pukulan telak dihati Sungmin. Wanita itu ada benarnya juga. Jika ia hamil, apa yang akan dikatakan oleh keluarganya nanti? Bisa-bisa ia tak dianggap anak lagi jika hal itu sampai terjadi.
"Eomma, berhentilah menghujam Sungmin. Dia hanya korban disini. Jika kau mau marah-marah, cukup limpahkan padaku saja!" Akhirnya Kyuhyun kini mulai angkat bicara. Ia sebenarnya sudah jengah sedari tadi karena eomma-nya terus-terusan menatap tajam Sungmin-nya bahkan mengatai kekasihnya itu yang tidak-tidak.
"Akan eomma lakukan jika urusan eomma dengan gadis ini selesai." Jawab Heechul dingin dan berhasil membuat Kyuhyun terdiam. Akhirnya lelaki itu hanya bisa mendengus kesal kemudian memilih untuk melipat kedua tangannya di dada.
"Dan kau nona. Sekarang aku mau bertanya padamu dan kau harus menjawabnya dengan jujur. Apa kau kekasih anakku?" Tanya Heechul to the point dan berhasil membuat Sungmin sontak saja menatap kaku kearah Heechul. Sungmin tampak menggerakkan kedua bola matanya gelisah. Ia sungguh bingung ingin menjawab pertanyaan itu dengan jujur atau tidak. Lain halnya dengan Kyuhyun, lelaki itu yang semula menyandarkan tubuhnya kesandaran sofa sontak saja menegakkan badanya dan menatap eomma-nya jengah.
"Eomma, berhentilah bertanya yang tidak-tidak. Tatapanmu itu membuatnya takut, kau tau?" Keluh Kyuhyun dan berhasil membuat Heechul menatap tajam kearahnya.
"Diam kau anak nakal! Eomma tak bicara denganmu!" Bentak Heechul sambil menunjuk tepat kearah wajah Kyuhyun dan berhasil membuat lelaki tampan tersebut terdiam.
"Kenapa diam, ayo jawab?" Desak Heechul karena mulai bosan menunggu jawaban dari Sungmin. Gadis itu nampak menghembuskan nafasnya berat kemudian menatap Heechul walau dengan takut-takut.
"N—ne, eommonim. Sa—saya adalah kekasih Kyuhyun." Jawab Sungmin tergagap dan berhasil membuat Heechul dan Kyuhyun membulatkan mata mereka.
"Min…" Bisik Kyuhyun namun tidak ditanggapi oleh Sungmin. Gadis itu hanya bisa meremas celana selutut yang ia kenakan tanpa mau menoleh kearah Kyuhyun yang menatap tak percaya disampingnya.
Heechul nampak berpikir sebentar kemudian menghembuskan nafasnya kasar.
"Baguslah jika kau mengaku. Tapi maaf-maaf saja Nona, aku tidak bisa merestui hubungan kalian berdua."
DEG!
Ucapan Heechul sontak saja mengakibatkan hantaman keras dihati kedua sejoli itu terutama Sungmin. Gadis itu nampak terdiam kaku dan merasa jika saat ini waktu telah berhenti berputar. Tanpa ia minta, cairan bening kini telah memupuk dikedua mata bulatnya namun dengan cepat ia hapus, takut jika ketahuan oleh Kyuhyun jika ia tengah menangis sekarang. Kyuhyun yang mendengar ucapan Heechul sontak saja menggeram kemudian menatap kesal kearah eomma-nya.
"Eomma! Apa yang kau katakan? Kau pasti bercanda kan?"
"Ani. Eomma serius." Jawab Heechul singkat dan berhasil membuat Kyuhyun bertambah kesal. Tampak Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar kemudian menatap eomma-nya tajam.
"Coba katakan kepadaku, apa alasan eomma tidak merestui hubungan kami berdua!"
Pertanyaan itu berhasil membuat Heechul terdiam sebentar. Sungmin yang sedari tadi menunduk sontak saja mendongakkan wajahnya untuk menatap Kyuhyun dan Heechul secara bergantian. Ia sungguh penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Heechul nantinya.
Lama Heechul berpikir, akhirnya wanita itu pun angkat bicara juga.
"Eomma ingin mendapatkan menantu yang sempurna, cantik, pintar, dan tentunya memiliki badan yang langsing, tidak seperti dia." Kalimat terakhir itu ia tutup sambil menggerakkan dagunya seolah menunjuk tepat kearah Sungmin. Hal itu tentu saja menambah rasa sesak di dada gadis itu dan air mata kini kembali memupuk di mata bulatnya. Ia sudah menduga jika masalah berat badannya akan menjadi masalah untuk hubungannya bersama dengan Kyuhyun.
Ucapan itu sontak saja membuat Kyuhyun menggeram. Dengan berani, lelaki itu menatap tajam eomma-nya namun Heechul tetap memasang tampang angkuh karena ia sama sekali tak takut menatap tatapan setan anaknya yang padahal terlihat sangat mengerikan.
"Ini tak adil?! Jika hanya karena kekasihku memiliki berat badan berlebih tapi tak seharusnya eomma melarang hubungan kami kan? Apa salahnya jika ia terlihat apa adanya seperti ini, bahkan ia terlihat jauh lebih baik dari gadis-gadis diluar sana yang cantik hanya karena melakukan operasi plastik!" Bela Kyuhyun untuk kekasihnya dan berhasil membuat Sungmin menatap lelaki itu haru. Bahkan disaat seperti ini Kyuhyun berani membentak eomma-nya hanya untuk gadis gemuk seperti dia? Sungguh ia merasa tak enak hati atas kejujuran Kyuhyun, namun dilain sisi ia juga merasa sangat beruntung karena memiliki kekasih seperti lelaki itu.
Heechul nampak terdiam mendengar pembelaan dari anaknya tersebut kemudian wanita itu melipat kedua tangannya dan menyandarkan tubuhnya kesandaran sofa.
"Geurae, ucapanmu memang ada benarnya. Tapi eomma tak akan merestui hubungan kalian sampai…." Ucapan yang menggantung itu tentu saja membuat rasa penasaran itu timbul dipikiran Kyuhyun dan Sungmin. Kedua sejoli itu sangat setia menunggu apa yang akan Heechul ucapkan nantinya dan tak lama wanita itu menatap Sungmin dengan tatapan datarnya.
"Kau bisa merubah bentuk badanmu dan berhubung 2 bulan lagi adalah perayaan ulang tahun pernikahanku dan appa Kyuhyun, maka kau boleh kembali datang kesini sebagai gadis cantik dan langsing tentunya. Jika kau ini berhasil, aku akan memperkenalkan dirimu sebagai calon menantuku di depan relasi bisnis appa Kyuhyun. Dan jika tidak, terpaksa kalian berdua harus putus dan aku akan menjodohkan Kyuhyun dengan gadis lain. Apa kau sanggup nona Sungmin?" Tanya Heechul dan berhasil membuat Sungmin menatap ragu kearahnya. Apa yang wanita itu tadi katakan? 2 bulan? Bagaimana bisa Sungmin menurunkan berat badannya hanya dalam waktu 2 bulan? Bahkan terakhir kali ia menimbang jika berat badannya itu 65 kg. Apa ia sanggup merubahnya bahkan menjadikannya langsing sesuai dengan keinginan Heechul?
"Eomma? Itu permintaan yang sulit! Kau sengaja membuat permintaan yang aneh-aneh agar kami tidak bisa bersatu eoh? Dan apa tadi? Menjodohkanku dengan gadis lain? Tidak..tidak! Sampai kapanpun aku tak akan melakukannya karena aku hanya bisa bahagia jika hanya dengan Sungmin. Titik!" Cerocos Kyuhyun dan berhasil membuat Sungmin kembali ingin menangis bahagia karena mendengar pengakuan Kyuhyun yang terdengar bak ucapan seorang kesatria disampingnya. Heechul yang mendengar ucapan itu keluar dari bibir anaknya sontak saja tersenyum dalam hati namun diluar ia masih tetap menampakkan tatapan datarnya.
"Itu akan benar-benar eomma lakukan jika dia tidak berhasil mengabulkan permintaan eomma. Dan aku harap, kau harus bersungguh-sungguh melakukannya jika ingin tetap bersama dengan Kyuhyun. Arasseo?"
Sungmin hanya bisa menunduk mendengar permintaan Heechul. Ia hanya bisa berharap jika bisa mengabulkan permintaan itu nantinya, demi hubungannya dengan Kyuhyun.
'Kau harus bisa melakukannya Min. Harus!' Semangat Sungmin dalam hati dengan tekadnya yang sudah bulat. Kyuhyun yang berada disampingnya, tak henti-hentinya menatap kearah Sungmin karena gadis itu terus-terusan menunduk sedari tadi. Pikirnya, Sungmin sekarang tengah dilanda frustasi dan gadis itu pasti merasa tertekan karena diberi permintaan yang aneh-aneh oleh eomma-nya.
Tanpa mereka sadari, Heechul kini tengah senyum-senyum sendiri ketika melihat tatapan khawatir yang anaknya layangkan terhadap gadis disampingnya. Entah mengapa melihat kelakuan kedua anak itu kembali membuatnya mengingat masa lalu saat dirinya bersama Cho Hangeng suaminya tengah diintimidasi oleh kedua orang tua Hangeng. Kejadian saat ini sungguh sama persis dengan apa yang ia alami dulu, saat ia tak mendapatkan restu karena ia dulunya ternyata seorang gadis yang gendut juga. Namun pada akhirnya ia bisa merubah bentuk badannya dan berhasil menjadi menantu keluarga Cho. Bedanya sekarang, ia bukan lagi berada diposisi sebagai calon menantu, tetapi sebagai calon mertua sekarang. Hal itu tentu saja membuat Heechul mengerti dengan perasaan yang dirasakan oleh Kyuhyun dan juga Sungmin saat ini.
'Dasar anak muda zaman sekarang. Hahh~ Hannie, kapan kau pulang eoh? Aku merindukanmu?' Batin Heechul sambil menatap rindu sosok Hangeng yang berada di dalam foto keluarga Cho yang terpajang didinding ruang tamunya.
.
.
.
"Lari…lari…Hoshh..hosshh..Ayo Min semangat!"
Sungmin kini tengah menyemangati dirinya sendiri sembari mengitari lapangan umum yang biasanya ia pakai untuk berolahraga. Ini sudah terhitung 10 kali ia mengitari lapangan tersebut, namun ia tak juga menghentikan aktivitasnya walau peluh kini sudah membanjiri seluruh tubuhnya.
Handuk kecil berwarna merah muda kini sedari tadi sudah bertengger diatas pundaknya. Sesekali gadis itu mengelap peluh yang membanjiri dahinya karena jika tidak dilap otomatis akan jatuh tepat keatas matanya dan tentunya akan mengganggu penglihatannya.
Merasa jika kakinya sudah mulai pegal, gadis itu pun menghentikan langkahnya kemudian memilih untuk membaringkan diri diatas rumput hijau yang berada ditengah lapangan.
Sungmin tak henti-hentinya menarik nafas berat karena kelelahan tentunya. Ia terus memejamkan matanya untuk sekedar menghilangkan sedikit rasa lelahnya. Tak lama, gadis itu pun memandang langit malam yang terlihat mendung tak seperti biasanya. Sungmin pun merogoh saku celananya dan mengambil smarthphone miliknya, dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Berarti sudah terhitung 1 jam ia berada dilapangan ini.
Banyak hal yang telah ia lakukan, mulai dari melakukan pemanasan, senam, pendinginan, dan berakhir dengan aktivitas lari yang ia lakukan. Banyak metode yang telah ia gunakan untuk menguruskan badannya. Ia jadi tak sabar untuk menimbang berat badannya nanti.
Jika dihitung, hari ini genap 2 minggu semenjak Heechul memberikan sebuah tantangan untuknya, dan selama itu pula Kyuhyun tak bertemu dengannya, karena permintaan Heechul juga. Wanita itu ternyata melarang Kyuhyun untuk menemui Sungmin sampai satu bulan mendatang.
Jika Kyuhyun ketahuan melanggar, maka tantangan itu batal dan Kyuhyun akan dijodohkan dengan gadis lain. Mau tak mau Kyuhyun mengiyakan dan untungnya Sungmin bisa mengerti. Diam-diam mereka tetap saling berhubungan walaupun melalui telepon atau sekedar bercakap lewat e-mail. Sungmin bisa saja bertemu dengan Kyuhyun jika tengah berada di egensi, tapi sayangnya hal itu tak bisa ia lakukan karena lelaki itu sedang mengadakan promosi albumnya di Negara-negara Asia Tenggara selama 1 bulan. Terpaksa gadis itu hanya bisa melepas rindu dengan menatap wajah tampan Kyuhyun dilayar smarthphone miliknya.
"Kyunnie, bogoshippeo~" Lirih Sungmin sambil mengusap bagian wajah Kyuhyun dalam foto tersebut. Sungguh ia sangat merindukan lelaki itu saat ini. Seandainya ada Kyuhyun saat ini, pasti lelaki itu akan menyemangatinya dan memberikannya sebotol minuman.
"Ini minuman untukmu.."
Melihat jika kini ada sebotol minuman tengah berada diatas wajahnya, Sungmin sontak saja mendongak untuk melihat siapa yang telah berbaik hati memberikannya minum disaat seperti ini dan berharap jika Kyuhyun-nya lah pemilik suara tersebut.
"Goma—wo…" Baru saja Sungmin merekahkan senyum bahagianya, senyum itu tiba-tiba saja pudar ketika melihat seseorang yang memberinya minum ini ternyata bukan sosok yang ia tengah harapkan.
Kini tampak lelaki tampan tengah membungkuk masih dengan menyodorkan botol itu untuk Sungmin. Sungmin tentu kenal siapa lelaki itu. Dia adalah Donghae yang Sungmin ingat adalah kakak sepupu dari Kyuhyun. Dengan perasaan kecewa, Sungmin pun bangkit dari acara berbaringnya kemudian menyambut botol itu dan membuka tutupnya pelan.
"Gomawo Donghae-sshi." Ucap Sungmin walau dengan raut wajah penuh kekecewaan namun Donghae yang menyadari hal itu hanya bisa menyunggingkan senyuman memikatnya.
"Ne, cheonma Sungmin-sshi. Dan jangan pasang raut kecewa seperti itu. Aku tau kau pasti berharap jika Kyuhyun sendiri yang memberikan minuman ini, bukan aku. Ya kan?" Ucapan Donghae sontak saja membuat Sungmin terkejut dan dengan cepat menoleh kearah lelaki itu yang kini telah duduk nyaman disampingnya.
"Bagaimana kau—…"
"Tentu saja aku sadar Sungmin-sshi. Dan kau tenang saja. Hal ini kulakukan atas perintah Kyuhyun, bukan kemauanku sendiri. Jika dia tidak menelponku dan memaksaku agar menjagamu selama dia tak ada, mungkin aku tak akan berada disini sekarang." Ucap Donghae panjang lebar walaupun lebih terdengar seperti sebuah keluhan. Sungmin hanya bisa terkejut mendengarnya kemudian menatap Donghae dengan mata bulatnya.
"Jeongmal?"
"Tentu saja. Untuk apa aku berbohong? Huhh~ dasar anak itu. Sepertinya ia terlalu possessive jika menyangkut dirimu. Apa aku benar?" Tanya Donghae lagi dan membuat Sungmin terdiam. Tak lama Sungmin mengangguk mengiyakan walaupun dengan gaya malu-malunya dan membuat lelaki itu tersenyum tipis melihatnya.
"Hahh~ sudah kuduga. Ah, untuk hal tadi, jangan kau adukan kepada Kyuhyun ne? Nanti bisa-bisa ia akan tambah mengomel jika aku ketahuan berbicara yang tidak-tidak padamu. Ahahaha~" Tawa lelaki itu dan berhasil membuat Sungmin mengernyitkan alisnya. Ia tak menyangka jika Donghae yang ia kira pendiam ternyata bisa juga banyak bicara, sama seperti adiknya. Sampai Sungmin berpikir, jika Donghae akan cocok jika disandingkan dengan Eunhyuk.
Lelaki tampan itu pun saat ini sudah menghentikan aksi tertawanya kemudian menatap Sungmin yang baru saja selesai meneguk air minumnya.
"Ngomong-ngomong, apa kau tak capek jika harus berolahraga setiap malam seperti ini? Kulihat semenjak beberapa hari ini pipimu sudah menirus. Jika hal ini rutin kau lakukan, tak lama pasti badanmu bukan hanya mengurus tapi akan terbentuk dengan sendirinya. Tapi kau harus tetap jaga pola makanmu ne? Aku tak ingin Kyuhyun mengamuk jika tak sering-sering mengingatkanmu untuk menjaga pola makan." Keluh Donghae lagi dan Sungmin hanya bisa tertawa mendengarnya. Ia jadi merasa kasihan pada Donghae karena harus bersusah payah menjaganya. Untungnya Donghae mau menurut dan Sungmin rasa Donghae sudah terlalu baik kepada mereka berdua.
"Ne, kau tak usah khawatir Donghae-sshi. Kau tak perlu repot-repot mengingatkanku. Aku pasti bisa menjaga kesehatanku kok." Ujar Sungmin disertai senyum dan dibalas dengusan lega oleh Donghae.
"Huhh~ baguslah. Satu lagi, jangan panggil aku dengan embel-embel 'sshi' ne? Cukup Donghae atau Hae saja. Aku tidak suka jika harus berbicara formal dengan orang yang seumuran denganku."
Sungmin yang mendengar permintaan itu langsung saja mengangguk kemudian kembali memamerkan senyuman manisnya.
"Ne, kau juga bisa memanggilku Sungmin atau Min saja jika kau mau."
"Baiklah. Geurom, bagaimana jika kita pulang sekarang? ini sudah sangat malam. Biar kuantar kau dengan mobilku nanti." Tawar Donghae dan Sungmin tentu saja menginyakan. Dari pada harus pulang menggunakan bus malam-malam begini lebih baik ia diantar saja, hitung-hitung berhemat.
Setelah membereskan perlengkapannya, Sungmin dan Donghae pun berjalan berdampingan menuju kearah parkiran bersiap untuk pulang. Mereka pun masuk kedalam audi putih milik Donghae, tak lama mobil itu melaju meninggalkan parkiran menuju kediaman Sungmin.
15 menit waktu yang mereka butuhkan untuk sampai dikediaman Sungmin. Sungmin pun melepas seltbeltnya kemudian menatap Donghae disampingnya sekedar memberi salam perpisahan.
"Gomawo Hae-ah. Eh, kau kenapa?" Sungmin yang menyadari jika ada yang tidak beres dengan wajah Donghae, sontak saja menegur lelaki itu dan membuat Donghae menatap ragu kearahnya.
"Bi—bisakah kau mem—minjamkanku kamar kecil. Aku benar-benar tidak…hfftt..tahan~" Ucapan dengan nada tersiksa itu dengan susah payah Donghae keluarkan dan membuat Sungmin membulatkan mata sekaligus merasa ilfeel juga. Bagaimana orang setampan Donghae, ya walaupun tak setampan Kyuhyun-nya bisa memasang wajah konyol seperti ini eoh?
Dengan sedikit rasa ilfeel bercampur geli, Sungmin pun mengiyakan dan mereka sama-sama turun dan berjalan beriringan masuk ke pekarangan rumah Sungmin.
Sesampainya dipintu utama, Sungmin pun menekan bel beberapa kali berharap jika ada yang cepat membuka pintu berhubung Donghae sudah seperti cacing kepanasan disebelahnya sedari tadi.
CLEKK!
Tak lama pintu bercat putih itu terbuka dan menampakkan sosok Eunhyuk yang tengah menampakkan wajah kesalnya.
"Ya! Berhentilah menekan bel secara bringas! Kau kira rumah kita ini hutan ap—Ommo!" Ucapan Eunhyuk terhenti kala Sungmin sudah main menerobos masuk ke dalam rumah dengan seseorang lelaki tampan berjalan membututinya dibelakang.
Mereka berdua terus berjalan beriringan sampai Sungmin sudah kembali dari arah dapur tanpa seorang lelaki tampan lagi dibelakangnya.
Eunhyuk yang tak mengerti dengan keadaan sekarang ini sontak saja mendekati kakaknya yang kini tengah mendudukkan diri di sofa.
"Ya! eonni! Kau sudah gila ya? Mentang-mentang eomma dan appa sedang tak ada dirumah, sekarang kau malah dengan beraninya membawa lelaki lain bahkan dia bukan Kyuhyun? Apa kau berselingkuh atau jangan-jangan kau sudah putus dengannya eoh?" Ucapan Eunhyuk membuat Sungmin yang semula menutup matanya sontak saja menatap adiknya itu kemudian mengernyitkan alisnya tak suka.
"Jadi kau mendoakan aku agar kami putus eoh? Kalau kau masih saja suka asal bicara aku tak segan-segan akan menghapus semua video yadong milikmu, ara?!" Ancam Sungmin dan berhasil membuat Eunhyuk bungkam. Dengan kesal, gadis itu pun mendudukkan pantat ratanya keatas sofa tunggal disana kemudian menggembungkan kedua pipinya sambil melipat kedua tangannya pertanda merajuk.
"Katamu eomma dan appa tidak ada di rumah. Kemana mereka?" Tanya Sungmin sambil menatap Eunhyuk yang tengah merajuk didepannya.
"Mereka berdua ke Jepang selama 3 minggu karena Halmeonni sakit." Jawab Eunhyuk malas dan berhasil membuat Sungmin membulatkan matanya.
"Mwo?! 3 minggu? Kenapa sekalian mereka tak usah pulang saja kalau begitu. Aishh..jinjja?!" Keluh Sungmin dan Eunhyuk hanya bisa menatap malas kearahnya. Gadis hyper itu pun terdiam sejenak kemudian mencondongkan badannya agar mendekat kearah Sungmin.
"Eonni, Lelaki tadi, siapa dia?" Tanya Eunhyuk dengan suara pelan seperti suara bisikan dan berhasil membuat Sungmin menatap aneh kearahnya.
"Namanya Donghae. Wae?" Jawab Sungmin sambil menatap Eunhyuk yang kini tengah membuat bentuk bulat dibibir tebal namun seksi miliknya. Merasa jika tidak ada yang perlu ditanyakan lagi, Eunhyuk pun menggeleng kemudian kembali menegakkan badannya dan kembali bersandar disandaran sofa.
Lama mereka terdiam, sampai akhirnya sesosok lelaki tampan kini tengah berjalan kearah mereka dengan wajah yang terlihat lega tentunya.
"Ehem, Min. Aku pulang dulu ne? Terima kasih atas tumpangannya. Kalau tidak ada kamar kecilmu, mungkin aku bisa saja kelepasan di jalan tadi. Ahahaha~" Ujar Donghae tanpa rasa malu dan berhasil membuat Sungmin dan Eunhyuk menatap aneh kearahnya.
"Hehe..ne, jangan sungkan Hae-ah." Jawab Sungmin disertai kekehannya dan berhasil membuat Donghae tersenyum mendengarnya. Hal itu tentu saja Eunhyuk lihat dan entah mengapa, jantungnya kini telah berdegup kencang karena terpesona akan ketampanan Donghae. Tanpa sadar, Eunhyuk hanya bisa memegangi dadanya kemudian menatap malu-malu kearah lelaki tersebut.
"Min, mana orang tuamu? Aku mau berpamitan." Ujar Donghae sambil mengedarkan pandangannya berharap jika akan mendapati 2 orang paruh baya disekitar sana. Sungmin hanya tersenyum mendengar ucapan lelaki tersebut kemudian menggelengkan kepalanya.
"Eopsseo Hae-ah. Mereka sedang berada di Jepang sekarang." Jawab Sungmin dan membuat lelaki itu mengangguk mengerti. Merasa jika tidak hanya dia dan Sungmin di ruangan ini, Donghae pun menatap seorang gadis lagi yang kini juga tengah menatap kearahnya. Ketika pandangan mereka bertemu, entah mengapa jantung mereka berdua tanpa sadar berdegup kencang secara bersamaan dan berhasil menghasilkan semburat merah mudah dipipi tirus Eunhyuk.
"Min, siapa dia? Apa dia adikmu?" Tanya Donghae seperti sebuah bisikan dan berhasil membuat Sungmin tersenyum mendengarnya. Gadis itu pun mengangguk dan membuat Donghae memamerkan senyumnya.
Tanpa permisi, Donghae langsung saja mendekat kearah Eunhyuk sambil menyodorkan tangan kanannya untuk mengajak gadis cantik itu berkenalan.
"Perkenalkan, aku Donghae. Kau bisa memanggilku Donghae atau Hae oppa kalau kau mau." Ujar Donghae memperkenalkan diri dan berhasil membuat Eunhyuk terdiam kaku ditempatnya. Mimpi apa Eunhyuk semalam sampai saat ini ada seorang pangeran tampan kini tengah mengajaknya berkenalan?!
Dengan malu-malu, Eunhyuk pun menyambut jabatan tangan itu kemudian menjawab perkenalan itu sambil menatap Donghae malu-malu.
"A—aku Eunhyuk. K—kau bisa memanggilku Hyukkie saja H—hae oppa.." Donghae hanya bisa tersenyum mendengar ucapan malu-malu tersebut sambil menikmat hangatnya tautan tangan mereka berdua.
Sungmin yang menyadari jika kedua manusia berbeda jenis itu sudah terlalu lama berjabat tangan sontak saja berdehem dan berhasil membuat tautan tangan itu terlepas.
"Ehem!"
Donghae dan Eunhyuk sama-sama terlihat kikuk dan Donghae hanya bisa menggaruk belakang kepalanya karena malu. Lain halnya Eunhyuk, gadis itu nampak tertunduk malu dengan wajah memerahnya yang terlihat sangat manis di mata Donghae.
"Geureom, Min. A—aku pulang dulu ne? Terima kasih sebelumnya." Ujar Donghae pamit sambil menatap Sungmin didepannya. Gadis itu pun menggangguk sambil tersenyum tentunya.
"Ne, hati-hatilah di jalan." Saran Sungmin dan dibalas anggukan oleh Donghae. Lelaki itu pun beralih untuk menatap Eunhyuk yang masih setia menunduk didepannya. Tingkah malu-malu itu entah mengapa membuat Donghae gemas sendiri dan tanpa sadar mengulum senyumnya.
"Aku pulang dulu ne, Hyukkie-ah." pamit Donghae dan berhasil sontak membuat Eunhyuk mendongakkan kepalanya. Eunhyuk pun mengangguk pelan sambil memamerkan senyum malu-malunya.
"Dan ku harap, kita bisa sering-sering bertemu setelah ini." Bisik Donghae sambil mengedipkan sebelah matanya dan berhasil membuat Eunhyuk akan meleleh saja ditmpatnya. Setelah mengucapkan itu, Donghae benar-benar pergi dengan diantar Sungmin sampai ke pintu tentunya.
Setelah memastikan mobil audi Donghae sudah meninggalkan kediamannya, Sungmin pun menutup pintu kemudian masuk kedalam rumah.
Dilihatnya Eunhyuk kini tengah tersenyum-senyum sendiri sambil meremas bantalan sofa karena sedang kasmaran sepertinya. Sungmin hanya menggelengkan kepalanya kemudian duduk nyaman ketempatnya semula.
"Berhentilah bertingkah seperti itu. Hahh~ sepertinya akan ada yang memulai pendekatan setelah ini." goda Sungmin dan berhasil membuat wajah adiknya itu tambah memerah.
'Aku harap juga seperti itu..' Batin Eunhyuk sambil menutupi wajahnya karena malu tentunya. Ia tak menyangka jika kasmaran itu akan terasa indah seperti ini. Eunhyuk hanya bisa berharap jika Donghae akan segera menghubunginya kemudian mengajaknya untuk berkencan diakhir pekan.
.
.
.
Minggu ke 5….
"Hoshh..hoshh…"
Sungmin kini tengah mengitari lapangan untuk ke 15 kalinya semenjak setengah jam yang lalu. Semakin bertambahnya hari, semakin banyak pula pertambahan jumlah putaran yang ia lakukan demi terbentuknya badan yang professional.
Badan gadis itu kini sudah terlihat mengurus walaupun masih ada bagian yang masih mengganggu dibagian pinggangnya, yakni lipatan lemak. Selama minggu kedua ini Sungmin habiskan untuk membagi waktunya antara ke gym, bersepeda, hingga melakukan aktivitas lari seperti sekarang.
Jika ada yang bertanya, berapa berat badan Sungmin sekarang? Dengan senang hati ia akan menjawab, 'Yang pasti lebih ringan dari sebelumnya'.
Bukan tanpa alasan Sungmin hanya sekedar menjawab singkat seperti itu. Hal itu yang lakukan karena memang ia bertekad tak akan menginjak timbangan sebelum 7 hari menjelang hari 'H' sebagai penentuan ia akan menjadi calon menantu keluarga Cho atau tidak.
Untuk saat ini yang ada dipikiran Sungmin hanyalah bagimana caranya agar badannya bisa mengurus bahkan bisa terbentuk sempurna, seperti gadis-gadis sexy yang ia lihat di layar Televisi miliknya. Gadis itu bahkan menghindari cermin di rumahnya. Semua cermin di rumahnya ia singkirkan agar gadis itu tak bisa melihat siluet dirinya sampai dirinya sudah benar-benar berubah secara drastis. Hal tersebut ia lakukan agar memberikan kesan kejutan untuknya nanti.
"AYO EONNIE! SEMANGATT!" Teriakan cempreng itu terdengar disertai dengan lambayan tangan kurus milik Eunhyuk. Gadis hyper itu ternyata tak sendiri. Ia kini tengah duduk berdampingan dengan seorang lelaki tampan yang sudah resmi menjadi kekasihnya. Siapa lagi kalau bukan Lee Donghae. Semenjak pertemuan tak terduga mereka 1 minggu yang lalu, Donghae benar-benar melakukan pendekatan terhadap Eunhyuk dan seperti inilah jadinya. Mereka akhirnya memutuskan untuk jadian dan sekarang mereka sama-sama menjalankan perintah Kyuhyun untuk menjaga Sungmin-nya. Ya, hitung-hitung mereka bisa terus berdekatan kalau begitu.
Kedua pasangan baru itu senantiasa memantau Sungmin ditempatnya namun mereka lebih tampak seperti bermesraan daripada memantau Sungmin karena asyik berangkul-rangkulan satu sama lain.
Sungmin yang tak mau ambil pusing akhirnya lebih memilih untuk melanjutkan aktivtasnya sesekali mengelap peluhnya yang membasahi keningnya.
Karena merasa lelah, akhirnya Sungmin memutuskan untuk mendekati kedua pasangan baru kemudian mengambil sekaleng minuman dan meminumnya secara beringas.
Gluk… gluk~
"Hahhh~ leganya…" Ujar Sungmin sambil mengelap sisa air yang membasahi sekitar bibirnya. Setelah itu Sungmin pun menoleh dan malah mendapati Donghae dan Eunhyuk yang asyik tertawa satu sama lain.
Entah mengapa melihat kelakuan kedua pasangan itu tak ayal membuat Sungmin iri. Ia jadi teringat saat kebersamaannya dengan Kyuhyun. Saling bercanda, tertawa, merangkul, bahkan menc—
Sungmin sontak saja terdiam ketika malah ingatan itu yang mengganggu pikirannya. Tanpa sadar wajahnya sontak saja memerah dan dengan cepat Sungmin menepuk-nepuk pipinya pelan.
'Aish… sekarang aku malah tertular mesum. Ini semua ulahmu Kyunnie~' Rutuk Sungmin dalam hati sambil menutupi wajahnya yang mulai terasa panas.
"Eonnie, kau kenapa eoh?" Pertanyaan itu membuat Sungmin yang semula menutupi wajahnya sontak saja menoleh dan malah mendapati Eunhyuk dan Donghae tengah menatap khawatir kearahnya. Eh, khawatir? Apa ada yang salah pada dirinya?
"Ani, wae?" Tanya Sungmin balik dan malah dijawab helaan nafas lega oleh Eunhyuk.
"Eopsseo. Aku kira eonnie sakit. Eonnie tau, kami harus ekstra menjaga kesehatanmu karena jika tidak bisa-bisa Kyuhyun akan mengomel-ngomel pada Nemo tampanku. Ia kan chagi?" Ujar Eunhyuk manja dan dibalas anggukan oleh Donghae. Entah mengapa, kelakuan kedua pasangan itu tambah membuat Sungmin envy dan ingin cepat-cepat bertemu dengan Kyuhyun, apalagi setelah mendengar Eunhyuk.
Setelah pulang dari sini, Sungmin berjanji akan benar-benar menelpon kekasihnya tersebut karena ia sudah sangat merindukan lelaki itu sekarang.
"Ja, lebih baik kita pulang. Aku sudah lelah." Ujar Sungmin setelah mengemasi barang-barangnya, kemudian bangkit diiringi kedua pasangan baru yang hanya bisa menuruti keinginan 'Princess Sungmin' tersebut tentunya.
.
.
.
TUTT..TUTT…
"Yeobbeosseyo Min, wae?"
Mendengar suara merdu tersebut tak ayal membuat Sungmin yang kini sedang berbaring sontak saja menegakkan tubuhnya dan tersenyum senang. Gadis itu pun berdehem pelan kemudian mulai menjawab panggilan tersebut masih dengan senyum bahagia tentunya.
"Ani. Aku merindukanmu Kyu.." Ujar Sungmin jujur dengan suara yang terdengar manja dan berhasil membuat seorang Cho Kyuhyun terkekeh diseberang sana.
"Hehe. Aku jaauhhh lebih merindukanmu sayangku." Jawaban itu tentu membuat Sungmin tambah melayang dan tanpa sadar meremas kepala bunny yang sekarang tengah ia peluk.
"Kyunnie, aku tak sabar ingin bertemu denganmu.." Ujar Sungmin dengan nada yang tersirat akan kerinduan bercampur kesedihan. Gadis itu ingin sekali menangis, namun ia berusaha keras untuk menahannya agar Kyuhyun tak khawatir nantinya. Kalian pasti tau kan possessive-nya Kyuhyun itu seperti apa bukan?
"Aku juga. Bersabarlah sayang. Jika perlu, jangan terlalu difikirkan ucapan eommaku ne? Jika kau tak sanggup, kau bisa berhenti menyiksa dirimu. Aku tak ingin kau terbebani bahkan menjadi sakit karena permintaan eommaku. Cukup jadi dirimu sendiri saja aku sudah bersyukur Min. Kau tau, kebahagianku adalah ada pada dirimu. Apapun yang terjadi aku akan tetap mempertahankan hubungan kita sampai kapanpun.. Arachi?"
Ucapan itu entah mengapa membuat Sungmin tersentuh dan air mata tersebut tak bisa ia tahan lagi. Ia sungguh terharu dengan apa yang Kyuhyun katakan. Entah sudah berapa sekian kalinya Kyuhyun mengatakan hal tersebut jika tengah berbicara lewat telepon seperti ini dengannya.
Jika boleh jujur, Sungmin sebenarnya sungguh tersiksa dengan keadaan seperti ini. Berusaha mati-matian untuk menjadi kurus dengan meninggalkan berbagai jenis makanan yang sudah menjadi 'surga dunia' untuknya, namun karena cintanya jauh lebih besar untuk Kyuhyun, ia rela mati-matian meninggalkan kesenangannya hanya demi lelaki itu. Sungmin sebenarnya sering sakit karena pola makannya yang menjadi tak teratur, namun ia selalu menutupinya dengan semangat dan tekad jika bisa merubah pola makannya agar bisa menjadi lebih baik lagi.
Ia juga sebenarnya sangat tersiksa jika harus membuat remuk badannya untuk melakukan lari, gym, bersepeda, dan senam setiap hari. Baru beberapa hari yang lalu Sungmin jatuh pingsan dan harus dirawat di rumah sakit, namun karena kekuatan semangat dan tekadnya lah hanya dalam 2 hari ia bisa pulih kembali kemudian kembali melanjutkan aktivitasnya. Walaupun Kyuhyun kerap kali menasehatinya untuk menghentikan aktivitas ini, telinga Sungmin seperti sudah menuli dan dalam pikirannya hanyalah agar bisa menjadi cantik sesuai dengan apa yang Heechul inginkan. Dan bisa kita lihat, kekuatan cinta ternyata bisa merubah segalanya, melakukan sesuatu hal yang tak mungkin agar menjadi mungkin dan Sungmin bertekad untuk mewujudkan itu semua. HARUS!
"A—arachi Kyu…" Jawab Sungmin walaupun sebenarnya berbohong namun dibalas oleh helaan nafas dari Kyuhyun.
"Baguslah. Min, mian aku tak bisa menghubungi lagi karena aku akan menghadiri acara music setelah ini. Tetap jaga kesehatanmu ne? Aku mencintaimu.." Ujar Kyuhyun lembut dan dibalas senyuman manis oleh Sungmin tentunya walaupun Kyuhyun tak melihatnya.
"Ne, aku juga mencintaimu…"
PIPP!
Sambungan telepon itu pun terputus kemudian terdengar helaan nafas oleh Sungmin. Gadis itu pun meletakkan smarthphone miliknya keatas meja nakas, kemudian memilih untuk berbaring sambil memeluk boneka bunny miliknya. Ditatapnya langit-langit kamar sambil kemudian memperhatikan hiasan bintang disana yang terlihat paling terang dan paling besar diantara yang lain.
Ia jadi teringat jika 3 minggu lagi adalah penentuan dimana siapa yang akan terpilih menjadi pasangan duet Kyuhyun, ataukah hanya sekedar menjadi anggota girlband saja. Walaupun ia harus lebih dulu menghadapi tantangan yang diberikan oleh Heechul, namun Sungmin sekarang sudah benar-benar mempersiapkan fisik dan tentunya mentalnya untuk menghadapi 2 macam ujian tersebut nantinya.
Sungmin bertekad ingin menjadi bintang tersebut. Menjadi bintang yang paling bersinar diantara yang lain dan bisa bersanding dengan Kyuhyun. Mewujudkan impiannya bersama dengan Kyuhyun dan bisa bahagia bersama.
"…Cukup jadi dirimu sendiri saja aku sudah bersyukur Min. Kau tau, kebahagianku adalah ada pada dirimu. Apapun yang terjadi aku akan tetap mempertahankan hubungan kita sampai kapanpun.. Arachi?"
"Geurae. Kebahagianku juga ada pada dirimu Kyu. Saranghae…" Lirih Sungmin kemudian mulai menutup matanya pelan sampai akhirnya hanya terdengar dengkuran halus dari bibir seorang Lee Sungmin.
.
.
.
Minggu ke 7…
"Eonni?"
"Hm?"
"Sepertinya hari ini adalah saatnya…"
"Saatnya? Maksudmu apa Hyukkie-ah?"
"Ikut aku! Kita harus keatas sekarang!"
"E—eh, apa yang kau lakukan! Ya!"
Di pagi yang cerah ini malah terjadi kegaduhan di kediaman keluarga Lee. Eunhyuk yang terlalu bersemangat entah karena apa langsung saja menarik kakaknya yang padahal baru saja mendudukkan pantatnya ke kursi di ruang makan setelah melihat sesuatu yang sangat berbeda kini tengah menimpa kakaknya.
Dengan semangat gadis itu menarik tangan Sungmin hingga mereka kini tengah berada di anak tangga paling atas di rumah mereka. Sungmin yang bingung dengan tingkah Eunhyuk sontak saja mengernyitkan alisnya kala Eunhyuk senantiasa menatapnya dengan tatapan berbinar.
"Kau ini kenapa?" Yang ditanya hanya menggeleng kemudian mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
"Sapu tangan?" Tanya Sungmin dengan alis yang terangkat sebelah dan dibalas anggukan oleh Eunhyuk.
"Sekarang akan ku tutup matamu, setelah itu akan ku tuntun kau ke suatu tempat." Ujar Eunhyuk disertai senyum mencurigakannya. Tak mau ambil pusing, Sungmin hanya bisa menurut saja saat kain berwarna kuning itu telah menutupi matanya.
Dengan perlahan, Eunhyuk menuntun Sungmin untuk berjalan ke suatu tempat namun masih dirahasiakan oleh Eunhyuk. Setetelah berhenti, gadis hyper itu pun berdiri dibelakang Sungmin sambil berbisik pelan.
"Buka ikatannya sekarang." Ujar Eunhyuk sambil mengulum senyum. Sungmin yang mendengar perintah tersebut langsung saja menurutinya kemudian membuka ikatan itu pelan. Lama Sungmin menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retina matanya, kemudian gadis itu mengerjapkan matanya pelan.
DEG!
Sungmin sontak terdiam ketika melihat siluet seorang gadis yang kini tengah berdiri didalam cermin miliknya. Bukan berarti Sungmin melihat hantu, bukan! Namun sosok yang jika boleh jujur bisa ia katakan cantik, ani sangat cantik malahan dengan badan yang langsing serta pantat yang padat berisi itu adalah sosok dirinya sendiri. Bisa ditekankan sekali lagi, DIRINYA SENDIRI!
Sungmin pun berjalan pelan kearah cermin besar tersebut kemudian menyentuh bayangan wajahnya sendiri. Dengan gerakan pelan, Sungmin mengitari bayangan wajahnya itu masih dengan wajah yang terlihat shock.
"Hyuk—hyukkie-ah. Apa benar ini..a—aku?" Tanya Sungmin terbata-bata masih terus memperhatikan bayangan dirinya. Eunhyuk yang sedari tadi berdiri dibelakang Sungmin langsung saja mendekati gadis yang sekarang terlihat cantik tersebut sambil mengulum senyumnya.
"Tentu saja. Ini benar-benar eonnie-ku, Lee Sungmin. Gadis yang sangat cantik dengan tubuh yang sexy. Tak sia-sia kau bersusah payah selama 7 minggu ini dan kau berhasil eonnie." Ujar Eunhyuk bangga sambil mengusap-usap bahu kakaknya.
"Ja, ayo naik ke atas sini. Kita timbang berat badanmu? Dan ku harap kau tak akan shock melihatnya.." Lanjut Eunhyuk sambil menuntun Sungmin untuk naik keatas timbangan berbentuk bulat miliknya.
Dengan gerakan pelan, Sungmin menaiki timbangan tersebut sambil mentup matanya rapat. Dengan takut-takut, gadis itu pun menundukkan wajahnya kebawah dan tanpa diduga langsung saja membulatkan matanya ketika melihat angka yang tertera disana.
45 kg.
Sungmin tanpa sadar menutup mulutnya sambil meneteskan air matanya haru karena hal yang tak terduga ini tengah menimpanya. Turun 20 kg dalam waktu 7 minggu bukankah itu hal yang luar biasa?
Gadis itu pun kembali mendekati cermin dan berdiri didepannya. Sungmin hanya bisa terdiam sedari tadi tanpa melepas pandangannya dari bayangan wajahnya dicermin. Suatu keajaiban baginya hal ini bisa terjadi. Selama 7 minggu ini ia tak sama sekali menyentuh cermin bahkan menghilangkan benda tersebut diseluruh penjuru rumahnya agar ia sama sekali tak bercermin setiap waktu, dan kini disaat ia telah kembali menyentuh benda tersebut yang ia dapati adalah sebuah perubahan yang sangat drastis.
Selama 7 minggu ini Sungmin hanya memoleskan bedak seadanya kewajahnya, melakukan perawatan terhadap wajanya dengan bantuan Eunhyuk tentunya tanpa menggunakan cermin, mengkonsumsi buah-buahan setiap hari, melakukan gym, olahraga dan makan teratur, dan beginilah hasilnya. Badan ideal tersebut telah ia dapatkan dengan perjuangannya yang tak sia-sia.
Sungmin sempat berpikir jika bayangan dicermin ini bukanlah dirinya, namun sebanyak apapun Sungmin berusaha menyangkal, bayangan itu memanglah dirinya, dirinya dengan sosok Lee Sungmin yang berbeda sekarang. Sungmin yang cantik, manis, langsing, dan tentunya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Heechul. Sungmin hanya bisa meneteskan air matanya bahagia namun dengan senyuman manis yang tak luput dari wajanya.
'Kyunnie…tunggulah aku sebentar lagi…'
.
.
.
to be continued…
.
.
.
Annyeong haseyo… chapter 10 is update!
Oh iya, Kemarin saya sempat menanyakan, apakah ff ini pantas di lanjut atau tidak. Tapi, setelah membaca review dari kalian semua, saya jadi tidak tega untuk men-discontinue ff ini. Ternyata masih banyak yang bersedia untuk memberikan support kepada saya. Saya sungguh berterima kasih kepada readers saya tercinta karena sudah senantiasa untuk mendukung ff ini. Untuk itu saya memutuskan untuk melanjutkan ff ini sampai akhir.
Berhubung uri Daddy baru kemarin mulai mengkuti wamil nya, semoga jumlah readers tidak akan berkurang ya? Dan juga saya mengucapkan selamat datang buat Readers baru #Hug! Sekali lagi terimakasih untuk semua yang sudah menyempatkan diri untuk meninggalkan jejak maupun sekedar mengunjungi ff ini. Sampai berjumpa di chapter berikutnya ^^
.
.
.
Big thanks to :
snmayy88, Michiko Haruna, Park RinHyun – Uchiha, Chikmatul733, Oppaa549, Orange Girls, asihjoyers, ovallea, Kyumin Town, mitch, and guest
