Seminggu Kemudian—

Berita tentang musnahnya Beastman Country langsung tersebar ke seluruh penjuru Dragonic Kingdom hanya dalam waktu sehari semalam, dan bersamaan dengan itu setiap rakyat pun sudah mengetahui pengakuan Draudillon dan deklarasi Naruto. Hampir enam puluh persen penduduk Dragonic Kingdom menerima deklarasi itu dengan suka cita, namun empat puluh persen sisanya menolak mentah-mentah deklarasi tersebut. Pihak yang menentang itu terdiri dari tiga puluh delapan persen penduduk Brightness City dan sembilan puluh dua persen penduduk Steffin City, mengingat penduduk Steffin City sama sekali tidak menyaksikan semuanya sendiri, penolakan mereka adalah sesuatu yang logis.

Mengetahui penolakan tersebut, Naruto, Arthuria, Draudillon, Melier, dan beberapa bawahan setia Draudillon langsung bergerak mendatangi Kota Steffin. Di Kota Brightness, Alfred dibantu oleh lima anggota Ten Commandments langsung menyelidiki penyebab penolakan itu. Usut punya usut, seperti yang diprediksikan, orang-orang yang menolak deklarasi Naruto dipimpin oleh para bangsawan kerajaan; hanya ada beberapa dari pihak bangsawan yang menerima sistem baru yang dikemukakan para Ten Commandments dan Draudillon, sisanya menganggap itu adalah bentuk penistaan terhadap sistem mereka yang telah ada sejak kerajaan ini didirikan.

Dalam sistem baru yakni sistem meritokrasi versi Naruto, seluruh wilayah kerajaan dan kekayaan alam yang dimilikinya adalah mutlak milik kerajaan, dan digunakan sebaik mungkin untuk kemakmuran rakyat dan kerajaan. Sedangkan dalam sistem lama yakni sistem aristokrasi versi Dragonic Kingdom, seluruh wilayah kerajaan memang milik kerajaan, namun para bangsawan punya hak untuk mengelola daerah kekuasaannya seratus persen sesuai yang dikehendaki. Satu-satunya yang membedakan sistem aristokrasi Dragonic Kingdom dengan sitem aristokrasi di negeri-negeri lain adalah: daerah kekuasaan para bangsawan di Dragonic Kingdom hanya berstatus pengelola, artinya mereka harus memberikan sekian persen dari pendapatannya kepada kerajaan, sedangkan para bangsawan di negeri lain tidak seperti itu, mereka hanya akan memberikan sebagian pajak wajib kependudukan kepada kerajaan/kekaisaran, sedangkan hasil kekayaan lainnya murni menjadi hak para bangsawan.

Dalam sistem yang baru, para bangsawan tidak akan memiliki daerah kekuasaan, mereka tak lebih dari sekedar orang-orang penting kerajaan. Jika diibaratkan dengan dunia modern tempat Naruto berasal, maka gelar kebangsawanan dalam sistem meritokrasi versi Naruto ini tak lebih dari sekedar titel yang melambangkan pengakuan kerajaan atas individu-individu tersebut, hal itu mirip dengan mahasiswa yang telah lulus dan memperoleh gelar, bedanya para bangsawan tersebut dipastikan memiliki posisi yang tinggi di kerajaan. Satu-satunya yang membuat sistem meristokrasi versi Naruto mirip dengan sistem meristokrasi pada umumnya adalah: hanya yang berkompeten dan berguna bagi kerajaan yang akan memperoleh status kebangsawanan. Kendati demikian, sistem monarki mutlak lebih cocok untuk menggambarkan kondisi baru Dragonic Kingdom, namun karena di dunia ini lebih mengutamakan praktek sistem aristokrasi—meskipun mereka pada dasarnya menjalankan sistem monarki—dimana para bangsawan terkadang lebih berkuasa daripada raja/ratu, maka mereka tidak terlalu familiar dengan sistem yang membuat seorang raja/ratu memiliki kekuasaan mutlak.

Satu-satunya yang mencoba untuk menggunakan sistem monarki mutlak di dunia ini adalah Baharuth Empire, namun pada akhirnya yang mereka praktikkan juga adalah sistem aristokrasi, hanya saja posisi emperor Baharuth Empire jauh lebih kuat daripada semua bangsawan, sehingga bisa dikatakan di dunia ini mereka lebih dekat dengan sistem monarki mutlak dibandingkan negeri-negeri lain.

Setelah Draudillon melakukan penegasan dan mengatakan keuntungan-keuntungan dari revolusi yang diterapkan di Dragonic Kingdom, sembilan puluh enam persen warga Seteffin City langsung berubah haluan, sisanya yang masih bersikeras menolak adalah mereka-mereka yang diuntungkan dari sistem lama. Hal serupa pun terjadi di Kota Brightness. Dari tiga puluh delapan persen yang awalnya menolak, delapan puluh delapan persen dari tiga puluh delapan persen itu langsung berpihak pada sistem yang baru.

Para bangsawan dan orang-orang lainnya yang merasa dirugikan dari sistem yang baru mencoba untuk memberontak, namun kelima anggota Ten Commandments memberi mereka sebuah ultimatum: jika mereka memberontak maka mereka akan dipenjarakan dan seluruh kekayaan yang mereka curi dari rakyat akan disita, sedangkan jika mereka menerima maka lima puluh persen dari kekayaan mereka saat itu harus dikembalikan ke negara. Tentu saja para bangsawan tak menerima keduanya, mereka membuat pilihan mereka sendiri yakni melarikan diri dan keluarga serta pengikut mereka beserta berkargo-kargo harta mereka ke Steffin City. Namun tentu saja, orang-orang yang melarikan diri itu tidak mengetahui situasi di Steffin, karenanya mereka tidak membuat persiapan apa pun untuk mengatasi masalah di sana.

Sebaliknya di Steffin, empat persen penduduk yang hidupnya bergelimangan harta langsung memobilisasikan diri mereka keluar kota. Naruto mengizinkan mereka untuk meninggalkan kota jika mereka tidak berniat mengakuinya, dan itulah yang mereka lakukan. Perjalanan para bangsawan dan cecunguknya itu terhenti beberapa belas kilometer dari Steffin begitu mereka melihat rombongan yang sedang menuju ke Steffin.

Ditengah kebingungan kedua rombongan pencuri harta rakyat itu, Naruto muncul tepat di antara kedua rombongan tersebut. Naruto berkata: "Aku memang mengizinkan kalian untuk pergi dengan membawa serta apa yang bisa kalian bawa, tapi diriku ini tidak pernah mengatakan kalau aku tidak akan memburu kalian, bukan begitu, sampah?"

Para bangsawan dan cecunguknya langsung lari berhamburan sambil membawa serta harta mereka, namun beberapa detik kemudian tanah-tanah tempat mereka berpijak bergemuruh membuat mereka terjatuh dan harta mereka berhamburan, lalu tak lama kemudian dinding-dinding tanah mencuat keluar dan membentuk sebuah struktur bangunan berbentuk bulat sempurna dengan kursi-kursi yang juga terbuat dari tanah yang berjenjang layaknya stadium sepakbola, bangunan yang kesemuanya terbuat dari tanah itu mengurung mereka semua di dalamnya.

Tak lama kemudian orang-orang berdatangan dan menduduki kursi itu satu per satu hingga tak satu pun yang tersisa, kemudian Naruto dan semua anggota Ten Commandments melayang tepat ke tengah-tengah arena beberapa belas meter di atas para bangsawan yang wajahnya dipenuhi ketakutan. "Mereka adalah bukti nyata dari rusaknya sistem kerajaan yang lama," ucap Naruto, membuat para penonton yang mayoritasnya adalah korban penindasan para bangsawan berseru "wooo!" mengejek para bangsawan dan cecenguknya.

Kemudian Naruto memerintahkan Gomier untuk menangkap bangsawan yang paling biadab di antara semua bangsawan, lalu Naruto memberitahu khalayak ramai untuk kejahatan-kejahatan yang dilakukannya semasa hidup. Reaksi yang ditunjukkan penonton tepat seperti yang Naruto perkirakan, mereka menuntuk sang bangsawan untuk dihukum mati lalu seluruh hartanya disitu dan meminta agar keluarga sang bangsawan dijebloskan ke penjara. Dengan senang hati Naruto mewujudkan semua keinginan rakyat: bangsawan tersebut langsung dibunuh dihadapan semua orang dan keluarganya langsung dimasukkan ke dalam kurungan tanah yang dibuat Gomier di bawah lantai arena. Hal itu membuat seluruh bangsawan lainnya menyerah dan mereka memutuskan untuk menerima sistem baru dan mengembalikan lima puluh persen harta mereka ke kerajaan.

Pada hari itu, sistem kebangsawan murni dihapuskan; tak ada satu pun yang memiliki gelar kebangsawanan.

Semua itu adalah sebagian dari banyak hal lainnya yang terjadi dalam seminggu yang lalu.

Naruto mendengus pelan mengingat kalau dalam seminggu terakhir ini ia telah sangat banyak berinteraksi dengan warga Dragonic Kingdom. Jika ia adalah Gilgamesh, maka manusia berdarah dewa tak mungkin akan menurunkan egonya untuk berjalan bersama rakyatnya. Namun ia adalah Naruto, untuk mewujudkan Dragonic Kingdom yang baru tanpa perlawanan dari para rakyat maka ia harus bisa berjalan bersama mereka. Jika rakyat bisa berkomunikasi dengan pemimpinnya dan mereka tahu kalau pemimpin mereka memperhatikan mereka, maka mereka tidak akan merasa dipimpin dalam kediktatoran dan mereka tidak akan memandang takut padanya.

Naruto menghela napas pelan lalu memandang datar pada keenam orang yang berlutut di hadapannya dan Arthuria—Draudillon berdiri di sebelah kanan Naruto sedangkan Illya berdiri di sebelah kiri Arthuria, mereka semua saat ini sedang berada di ruang tahta "istana sementara" Naruto yang kursi singgasananya telah bertambah menjadi dua. Dari seluruh bangsawan dan orang-orang penting lainnya yang telah diselidiki Melier, hanya mereka berenam yang berhasil melewati selidik Melier dengan tanpa "noda" satu pun. Dari kanan ke kiri secara berurutan adalah Reinhart Elzenkirl, Emilia Avosvin, Alfred Nurlverbestr, Regald Nurlverbestr (karena sistem kebangsawanan yang lama telah dihapuskan, nama belakang mereka digabungkan untuk menghilangkan kebangsawan yang lama itu), Lucard Vermillion, dan Reyon Emrel.

"Melier telah mengatakan kalau kalian semua adalah orang-orang yang bersih dari segala keburukan sistem aristokrasi, karena itu kalian semua telah terpilih menjadi para bangsawan dalam sistem meritokrasi yang akan diterapkan di kerajaan ini. Mulai hari ini kalian semua akan memiliki tambahan nama di nama kalian, dengarkan baik-baik: Reinhart von Elzenkirl, Emilia von Avosvin, Alfred von Nurlverbestr, Regald von Nurlverbestr, Lucard von Vermillion, Reyon von Emrel."

"Kami merasa terhormat karena dipercaya untuk membantu Queen Draudillon dalam mengembalikan kejayaan negeri ini, Sire." Ucap Reinhart mewakili rekan-rekannya.

Naruto mengangguk, kemudian ia kembali berbicara. "Reinhart, sama seperti sebelumnya, kau akan tetap menjadi commander dari seluruh pasukan, namun kau dan seluruh pasukanmu akan berada dibawah perintah Furier sebagai kepala ministry of military."

"Saya tidak akan mengecewakan Anda, Sire!"

Naruto mengalihkan pandangannya pada wanita satu-satunya dari mereka berenam. "Emilia, kau akan menjadi Gubernur Holy City Modred, karena itu kau akan bertanggung jawab untuk kelancaran pembangunan di sana."

Emilia membelalakkan matanya hendak menyuarakan protes, namun delikan tajam dari Draudillon langsung membuatnya tenang kembali. "Meskipun saya tidak berpengalam, saya akan bekerja semampu saya untuk tidak mengecewakan Anda, Sire!"

"Selanjutnya, Alfred, kau akan menjadi Gubernur dari Brightness City."

Alfred menundukkan kepalanya, "Sebuah kehormatan bagi saya, Sire."

"Regald, kuserahkan tanggung jawab kepemimpinan Steffin City padamu."

"Aye, Sire!"

"Lucard, kau akan kujadikan Gubernur Veldyr City."

"Saya akan melakukan yang terbaik, Sire."

"Dan yang terakhir, Reyon, mulai sekarang kau adalah Gubernur Ignit City."

"Saya tidak akan mengecewakan Anda, Sire!"

Naruto merasa puas mendengar jawaban mereka, kemudian ia mengarahkan pandangannya pada Draudillon. "Yang menjadi Gubernur dari Sacred City Pendragon adalah dirimu, Draudillon, dan kau juga akan menjadi penanggung jawab dari seluruh kerajaan bersama dengan Melier sebagai prime minister."

"Ee, Naruto-sama kali ini dengan semua bantuan yang lain, aku akan menjadi ratu yang lebih baik dan memimpin kerajaan ini dalam kesejahteraan."

Naruto menganggukkan kepalanya. "Bagus," ucapnya datar. "Oleh sebab itu," lanjut Naruto, "aku ingin kalian mengingat baik-baik dan memastikan seluruh rakyat untuk memahami apa yang akan kukatakan ini. Ini adalah 10 Aturan Mutlak Dragonic Kingdom yang harus dipatuhi oleh setiap mereka yang menginjakkan kaki di Dragonic Kingdom:

1. Semua jenis kejahatan yang tertulis dalam 'Holy Book' dilarang sepenuhnya untuk dilakukan; semua rakyat wajib mematuhi setiap peraturan yang dibuat.

2. Semua warga kerajaan yang berumur di bawah delapan belas tahun diwajibkan menghadiri Pendragon Academy setidak-tidaknya selama satu tahun, tanpa terkecuali.

3. Menginjakkan kaki di areal royal palace, kecuali diundang, adalah terlarang.

4. Tanah, air, langit, semuanya yang ada dalam wilayah kerajaan adalah murni milik kerajaan, dan dikelola oleh kerajaan untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat.

5. Perbudakan, rumah bordil, dan obat-obatan yang bersifat memabukkan dan menimbulkan efek ekstasi dan halusinasi dilarang keras; setiap pelanggar dari aturan ini akan dikenakan hukuman mati, tanpa ampunan.

6. Semua rakyat yang bekerja wajib membayar pajak sebanyak 2,5 persen dari pendapatan bersihnya per tahun.

7. Setiap warga kerajaan memiliki hak dalam menyembah dewa mana pun yang mereka imani, memaksa orang lain untuk menyembah dewa-dewi tertentu akan dikenakan hukuman berat.

8. Hari ke-tujuh adalah hari libur nasional, semuanya diharapkan menikmati waktu itu untuk berlibur, menghabiskan waktu dengan keluarga, dan sebagainya; bekerja masih tetap diperbolehkan asalkan tidak melanggar 'Holy Book'.

9. Para koruptor akan dihukum secara menyakitkan: mereka akan diarak keliling kota kemudian dihukum mati, kekayaan yang mereka miliki akan diambil alih oleh kerajaan, keluarga mereka akan dipekerjakan secara paksa sampai pada batas waktu yang akan ditetapkan.

10. Semuanya harus hidup dalam damai dan harmoni; selama mereka memiliki wujud humanoid dan mematuhi '10 Aturan Mutlak Dragonic Kingdom' dan 'Holy Book', ras dan sejenisnya tidak akan dipermasalahkan."

xxXxx

Lakyus mengernyitkan keningnya memandang pekerja-pekerja yang berlalu lalang untuk memulai membangun ibukota baru dari Dragonic Kingdom, kota yang akan dinamakan sebagai "Sacred City Pendragon". Kota yang dicanangkan akan menjadi kota terbesar di kerajaan ini dibangun di padang rumput tempat terjadinya pembantaian para beastmen seminggu yang lalu. Dari apa yang Evileye katakan setelah dia melihat keseluruhan area dari atas, fondasi dasar kota yang telah di desain oleh seorang manusia bersayap yang bernama Gomier itu terlihat sangat kompleks dan penuh akan nilai estetika. Sebagian besar hutan yang mengelilingi padang rumput telah ditebangi guna mendukung projek pembangunan, bahkan jalan yang akan menghubungkan Pendragon dengan kota-kota lainnya pun telah mulai dibuat. Tak hanya itu, berdasarkan apa yang Lakyus dengar dari Queen Draudillon, seluruh daerah beastman country akan menjadi sebuah kota baru bernama Holy City Modred, pembangunan akan dimulai begitu Pendragon selesai dibangun. Singkat kata, Lakyus sedang menyaksikan proses pembuatan kota yang akan membuat kota-kota lain terlihat bagaikan desa. Seiring berjalannya waktu, kerajaan ini akan menjadi surga dunia. Hal itulah yang membuat Lakyut mengernyitkan keningnya, seandainya Re-Estize Kingdom yang seperti ini.. haa.. Lakyus menggelengkan kepalanya pelan dan meneguk habis cairan keoranyean yang mengisi gelas yang dipegangnya.

Bukan itu saja hal yang mengganggu Lakyus selama ini, hal yang paling mengganggunya adalah mereka, sebagai adamantite adventurer, hanya diberi tugas untuk mengawasi pekerja dan memastikan kalau mereka baik-baik saja selama dalam bekerja. Itu bukanlah pekerjaan yang harus dilakukan oleh adamantite tim adventurer seperti Blue Rose! Ia ingin protes waktu itu, namun sebelum ia sempat membuka mulutnya, Queen Draudillon sudah meletakkan tiga kantung koin emas di telapak tangannya. "Ini bayaranmu untuk pekerjaanmu, kau akan menjadi pengawas pekerja selama tiga minggu lalu setelahnya pekerjaan kalian dinyatakan selesai,"—begitu kata Queen Draudillon, dan dia tidak menerima tidak untuk jawabannya. Merepotkan dan melecehkan memang, tapi melihat tumpukan koin-koin emas itu, tak satu pun dari teman-teman berharganya yang protes. Jadilah mereka di sini untuk dua minggu lagi.

"Lakyus-san."

Pandangan Lakyus langsung teralihkan pada pemilik suara yang datang tiba-tiba, "Illya-san," responnya.

"Tentang permintaanmu untuk bisa mendapatkan kesempatan bertemu dengan master, master mengizinkanmu dan yang lainnya untuk menemuinya, kita bisa ke sana saat ini juga."

Senyum simpul langsung tercipta di wajah cantik Lakyus. "Aku dan Evileye yang akan ke sana, yang lain harus tetap di sini untuk melanjutkan pekerjaan mereka."

Selanjutnya Lakyus bersama dengan Illya pergi ke sisi utara dimana Evileye bertugas mengawasi pekerja, kemudian dari sana mereka langsung berjalan menuju ke istana kecil tempat kedua pemimpin tertinggi Dragonic Kingdom yang baru berada.

Jujur saja, mendengar pengakuan Queen Draudillon dan deklari Grand King Naruto seminggu yang lalu masih mengejutkannya hingga kini. Terlebih lagi Queen Draudillon membeberkan fakta bahwa tujuh puluh lima persen dari diri Grand King Naruto adalah dragon, artinya ada kemungkinan kalau dia bisa menggunakan wild magic. Ia juga mendengar desas desus kalau Grand Queen Arthuria adalah malaikat. Awalnya Lakyus tidak yakin dengan desas desus itu, namun setelah memikirkan lagu kemampuan mereka yang berada di alam para dewa maka bisa jagi itu adalah kebenarannya. Satu-satunya yang bisa memberikan konfirmasi adalah Illya, namun gadis yang berjalan di sisi kanannya ini hanya tersenyum simpul tanpa merespon sepatah kata pun saat ia tanyai akan hal itu.

Lakyus juga mengagumi mereka berdua yang berani mempermalukan seluruh bangsawan yang ada di kerajaan ini, tapi jika dipikirkan lagi, dengan kekuatan yang mereka miliki juga dragon emas yang memanggil Grand King Naruto master, harusnya ia tidak perlu terkejut dengan aksi mereka berdua.

Terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri, Lakyus sampai tidak sadar kalau saat ini ia sudah berdiri di depan dua pintu besar yang terbuat dari emas itu—Evileye sampai harus menepuk pundaknya untuk mengembalikan dirinya ke kenyataan.

"Ayo masuk," ucap Illya sambil membuka kedua pintu tersebut lalu memasukinya tanpa sungkan.

Lakyus dan Evileye hanya mengangguk pelan dan dengan elegan mereka berdua mengikuti Illya.

Sebagai seorang bangsawan dan juga sebagai temannya Princess Renner, Lakyus sudah melihat banyak hal dalam hidupnya, namun apa yang ada di balik pintu besar istana bukanlah salah satu dari banyak hal itu.

Apa yang terlihat di depan matanya bahkan melebihi apa yang ia lihat dari luar istana tadi. Dinding-dinding dalam istana megah ini juga terbuat dari emas, namun nilai artistic jauh jauh melampaui apa pun yang pernah ia lihat. Ornamen-ornamen yang menghiasi dinding, lukisan-lukisan yang mampu membuat lukisan para maestro terlihat seperti buatan pemula, lantai yang semuanya terbuat dari kaca yang dibawahnya terdapat ikan-ikan yang berenang dengan bebasnya, pilar-pilar yang banyak ukiran dragon di permukaannya, langit-langit yang membuatnya seolah-olah melihat langsung pada langit malam yang penuh akan kerlipan bintang dengan bulannya yang benar-benar bercahaya, perabotan-perabotan berkualitas super yang tersusun begitu rapi dan penuh akan kalkulasi, sebuah pagar perak berbentuk lingkaran di tengah-tengah istana yang di dalamya adalah permukaan air yang tak ditutupi kaca yang membuat ikan-ikan bermunculan; ia berada di salah satu istana surga, tak ada penjelasan lain yang logis selain itu.

"Mereka ada di atas, ayo cepat."

Lakyus dan Evileye langsung mengikuti Illya ke pojok istana di mana sofa-sofa berkualitas super yang terlihat mewah dan lembut tertata rapi terletak. Kemudian Illya berbelok menuju tangga yang terletak di sudut kiri ruangan, Lakyus dan Evileye—meski mereka diliputi rasa tak percaya dengan yang mereka lihat—tetap melangkah sekuat tenaga mereka mengikuti sang wanita yang mengaku sebagai pelayan kedua pemilik istana ini.

Illya berhenti melangkah tepat di samping pintu berukuran sedang yang terbuat dari emas dengan ukiran-ukiran dragon di masing-masing daun pintu. "Master ada di dalam, dia sudah menunggu kalian, masuklah," ucap Illya sambil berjalan melewati diri Lakyus dan Evileye. "Kalau sudah selesai, kalian bisa menemukanku di lantai bawah," ucapnya lagi seraya berlalu.

Lakyus menganggukkan kepalanya pelan dan berjalan mendekati pintu dengan Evileye yang setia di sisi kirinya, kemudian dengan tenaga pelan ia mendorong pintu yang berdiri gagah di hadapannya.

Pintu terbuka secara perlahan. Lakyus menarik napasnya lalu menghembuskannya, dan dengan penuh keeleganan ia dan Evileye memasuki ruangan yang tak kalah megahnya dengan lantai satu istana tadi.

Begitu memasuki ruang tahta, pandangan Lakyus dan Evileye langsung tertuju pada dua sosok yang duduk di atas dua singgasana yang bersebelahan. Singgasana yang di kanan diduduki oleh Grand King Naruto, iris merah berpupil vertikal milik pria berambut pirang panjang itu memandang hina dirinya, seolah-olah Lakyus sama sekali tak pantas menginjakkan kaki di lantai super mewah nan elegan ini. Di sebelah Grand King Naruto duduklah Grand Queen Arthuria dengan senyum elegannya yang ia yakin akan membuat setiap hati lelaki meleleh; mereka berdua benar-benar serasi, rasanya keduanya memang ditakdirkan untuk satu sama lain.

Tanpa membuang banyak waktu Lakyus dan Evileye langsung memacu kaki-kaki mereka mendekati singgasana, keduanya lalu berlutut ala kesatria beberapa langkah dari kedua singgasana tersebut.

"Hail, Your Majesties. Saya, Lakyus Alvein Dale Aindra dan rekan saya, Evileye, berterimakasih atas kesempatan yang Anda berikan kepada kami."

Sebulan Kemudian—

Salah satu bangunan pertama yang selesai dibangun dalam waktu satu bulan adalah sebuah bangunan persegi raksasa yang mengerucut ke atas. Bangunan itu dibuat dengan meniru struktur piramida namun untuk atasannya berbentuk persegi yang luasnya seperempat dari dasar bangunan. Bangunan itu memiliki panjang sisi 500 meter dengan tinggi seratus lima puluh meter. Puncak bangunan dan tanah dihubungkan oleh anak tangga yang jumlahnya mencapai seribu buah. Di puncak bangunan itu berdirilah istana raksasa yang mewahnya melebihi segala jenis istana yang pernah dilihat oleh para mortal. Istana itu didominasi oleh kristal merah dan emas dengan tiang-tiang yang menopangnya terbuat dari mineral yang belasan kali lebih keras dari adamantite. Istana itu bernama "Crimson Palace", dan di sanalah Grand King Naruto dan Grand Queen Arthuria serta Chairwoman Illya tinggal.

Bangunan terbesar itu diberi nama "Sacred Pyramid", itu dikelilingi oleh beberapa bangunan yang juga mewah dan elegan, total ada sebanyak sebelas gedung yang mengelilingi bangunan itu. Kesemua gedung itu mengelilingi "Sacred Pyramid" dalam formasi setengah lingkaran dengan Sacred Pyramid di tengah-tengahnya. Kesemua gedung itu adalah tempat tinggal anggota Dragonic Council, Quuen Draudillon pun tinggal di salah satu dari gedung-gedung itu. Keseluruhan gedung-gedung itu dikenal sebagai areal royal palace.

Keseluruhan bangunan-bangunan yang menyusun areal royal palace itu dikelilingi lagi oleh tembok-tembok berbentuk lingkaran sempurna dengan diameter 4000 meter dan tinggi 15 meter; Sacred Pyramid berdiri tepat di jantung Sacred City Pendragon. Tembok yang mengelilingi areal royal palace tersebut terbuat dari campuran mythril dan adamantite. Tembok terbagi menjadi empat bagian dengan tower setinggi 20 meter membatasi antar bagian. Setiap tower dijaga oleh lima prajurit setiap harinya, pergantian penjaga dilakukan setiap pagi dan sore hari. Ada empat gerbang yang disediakan untuk memasuki teritori royal palace yang terletak di setiap antar tower. Jika memasuki Royal Palace dari gerbang utama yang berhadapan langsung dengan seribu anak tangga Sacred Pyramid, para pendatang akan disuguhi oleh taman bunga lavender yang berbaris rapi di kiri-kanan jalan. Halaman depan Sacred Pyramid dipenuhi dengan taman bunga, dengan lavender yang paling dominan.

Beberapa meter dari depan anak tangga menuju puncak Sacred Pyramid terdapat kolam air mancur yang cukup indah dengan patung dragon ditengah-tengah kolam, air mancur menyembur keluar dari mulut dragon memenuhi kolam. Percikan air yang dihasilkan akibat jatuhnya air mancur membasahi daerah disekitar kolam, namun karena semua jalan di Sacred City Pendragon ditutupi oleh batu marmer, tidak ada genangan air yang tercipta.

Dalam sebulan lebih ini, hampir delapan puluh persen dari jalan-jalan yang menghubungkan antar kota telah siap untuk dipakai. Dengan adanya jalan tersebut maka akses antar kota oleh penduduk bisa akan menjadi lebih mudah, dengan begitu akan membantu meningkatkan hubungan rakyat antar kota, dengan begitu kondisi ekonomi rakyat akan kian membaik.

Bergerak ratusan kilometer ke timur laut Sacred City Pendragon menyurusi jalan yang terbuat dari marmer, maka mata akan disuguhi oleh bekas Beastman Country yang kini telah rata dengan tanah. Tepat puluhan meter di atas pusat negeri yang sudah musnah tersebut, Gomier melayang dengan indah dengan kedua sayap yang terlentang, di sampingnya sosok Emilia dengan tenang mengobservasi kinerja dari sihir sang anggota Ten Commandments yang terpopuler di kalangan rakyat.

"Bagaimana menurutmu, Emilia?" tanya Gomier pada sosok Emilia di sampingnya.

"Saya tidak bisa mengatakannya dengan kata-kata, Gomier-sama, namun jika memang harus saya ungkapkan, maka satu-satunya kata yang bisa saya ucapkan adalah: wonderland."

"Aku senang kau menyukainya, kalau begitu kuserahkan pengawasan terhadap proses pembangunan di sini padamu. Para pekerja yang dikirimkan Melier-sama akan sampai sore ini, aku harap kau sudah bersiap-siap."

"Tentu saja, saya tidak bisa mengecewakan Anda dan His Majesty."

Enam Bulan Kemudian—

Berkat Earth Spirit Gomier dan item-item Naruto, Sacred City Pendragon dan Holy City Modred selesai dibangun hanya dalam waktu enam bulan saja. Jalan-jalan yang menghubungkan setiap kota pun sudah benar-benar rampung dan sudah aktif digunakan sejak empat bulan yang lalu. Saat ini, bisa dikatakan kalau Dragonic Kingdom sudah benar-benar bergerak ke arah kemakmuran. Tidak ada lagi satu pun rakyat yang tidak memiliki tempat tinggal; mereka-mereka yang kehilangan keluarga dan tempat tinggal akibat ulah para beastmen semuanya sudah ditransmigrasikan ke Holy City Modred, sedangkan untuk mereka-mereka yang memang pada awalnya tidak memiliki tempat tinggal tetap sudah ditransmigrasikan ke Sacred City Pendragon. Kendati demikian, jumlah penduduk di Sacred City Pendragon dan Holy City Modred sangat jauh dibawah Brightness dan Steffin City, namun seiring berjalannya waktu pasti kedua kota tersebut akan memiliki penduduk yang melebihi kota-kota lainnya, apalagi bagi orang-orang yang mau hijrah diberikan kesempatan yang lebih untuk memakmurkan diri mereka.

Disisi literasi, sejak gedung-gedung pendidikan didirikan di setiap kota menyusul berdirinya Pendragon Academy, angka melek huruf rakyat Dragonic Kingdom telah meningkat secara signifikan dari empat belas persen menjadi empat puluh persen, dan diyakini akan menjadi delapan puluh lima persen dalam enam bulan ke depan.

Disektor pertanian, sebagian dari para petani telah berkembang pesat berkat adanya Academy di setiap kota. Dari sana mereka mendapat pengetahuan baru tentang cara bercocok tanam dan berkebun yang belum pernah mereka ketahui sebelumnya. Ditambah dengan berdirinya Asosiasi Pedagang yang langsung dipimpin oleh menteri perekonomian sekaligus anggota Ten Commandments, Virminis, perekonomian rakyat Dragonic Kingdom makin membaik dari hari ke hari. Hanya tinggal masalah waktu saja hingga semua petani memiliki kemampuan yang sama sehingga produksi pangan dan kebutuhan rakyat lainnya menjadi benar-benar memuaskan.

Secara keseluruhan, Dragonic Kingdom sudah menjadi lebih baik dibandingkan era keemasan mereka dulu, hanya tinggal masalah waktu saja sebelum Dragonic Kingdom menjadi "Taman Surga".

..Crimson Palace, Sacred City Pendragon..

"Dengan ini kunyatakan pertemuan ini selesai," ujar Illya mengakhiri pertemuan bulanan Dragonic Council. "Aku ucapkan terima kasih atas kerja keras kalian semua, akan kupastikan Naruto-sama dan Arthuria-sama mengetahui semuanya." Setelah mengucapkan itu Illya langsung bergegas untuk keluar ruang konferensi di lantai satu Crimson Palace, kemudian ia melajukan kakinya menuju lantai dua dimana ruang singgasana terletak.

Senyum kecil berkembang di bibir tipis Illya begitu ia menaiki tangga yang akan membawanya ke lantai dua. Hubungannya dengan kedua masternya telah meningkat, sejak sebulan lalu Naruto-sama mulai memanggilnya Illya dan ia diminta untuk memanggilnya dengan nama depan masternya. Menurut Arthuria-sama, Naruto-sama puas melihat hasil latihan rutin dan ekstrimnya dengan Taranis-sama dan Arthuria-sama, ditambah dengan kinerja baiknya sebagai chairwoman yang mewakilkan kedua penguasa tertinggi Dragonic Kingdom dalam Dragonic Council selama ini, Naruto-sama telah menyatakan kalau kini ia pantas menjadi pelayan setianya. Illya sangat senang; ia belum pernah merasa sesenang itu sebelumnya.

Illya menghentikan langkah kakinya di depan dua pintu raksasa berwarna hitam legam dengan ukiran dragon emas di masing-masing daun pintu, kemudian ia mengatur pernapasannya lalu dengan pelan ia mendorong kedua pintu tersebut.

Pintu terbuka, Illya langsung melangkahkan kakinya memasuki ruangan megah yang bahkan mampu untuk menampung sepuluh ribu manusia. Ruangan tersebut memiliki sepuluh pilar yang menopang langit-langit yang tingginya mencapai tiga puluh meter, kesemua pilar itu berwarna merah darah dengan sebuah lilin yang senantiasa menyala dan tak pernah habis berdiri indah di chandelier yang tergantung di setiap pertengahan tiang. Lantai ruangan ini terbuat dari batu permata berwarna merah kehitaman, lalu sebuah karpet merah panjang membentang indah dari pintu masuk menuju ke singgasana. Illya berjalan di atas karpet itu dengan kepala tegak dan wajah penuh percaya diri, tak ada sedikit pun keraguan dalam setiap langkah yang diambilnya.

Illya menjatuhkan dirinya dan berlutut ala kesatria tepat satu meter dari anak tangga yang memisahkan area singgasana dengan area ruangan besar ini. Wajahnya ia angkat dengan ekspresi seriusnya, "Hail, your majesties," ucapnya tegas namun cukup lembut.

"Illya, kalau kau di sini itu artinya pertemuan sudah selesai."

"Hai," angguk Illya, "seperti yang majesty bilang."

Naruto dan Arthuria secara bersamaan berdiri dari singgananya, kemudian mereka berjalan melewati Illya yang masih berlutut memandang ke depan.

"Ayo pergi, kita akan melihat kondisi Border Lake, kemudian kita akan mengunjungi beberapa tempat yang menarik perhatianku. Melier akan memberitahu kita kalau ada hal penting yang memerlukan kehadiranmu, untuk saat ini kita akan meninggalkan Dragonic Kingdom."

"Hai!" Illya bangkit dari posisi berlututnya lalu berbalik dan berjalan mengikuti kedua masternya dari belakang.

Kemudian secara tiba-tiba sebuah distorsi ruang berwarna ungun tercipta beberapa meter di depan Naruto dan Arthuria, keduanya tanpa ragu langsung memasuki portal tersebut. Setelah keduanya masuk, Illya mempercepat langkahnya memasuki portal itu, kemudian portal itu tertutup dengan sendirinya sedetik kemudian.

Hening; ruangan tahta diliputi oleh keheningan, tak satu pun suara yang terdengar, tak satu pun gerak yang terasa. Beberapa detik kemudian lilin-lilin yang selalu menerangi ruangan ini tiba-tiba mati, ruangan tahta pun tertelan dalam kegelapan total.

-9-

[Urutan Pemegang Kekuasaan di Dragonic Kingdom]:
01-Naruto/Arthuria selaku pemimpin tertinggi dan absolut
02-Illya Sylphynski selaku Chairwoman of Dragonic Council
03-Draudillon Oriculus selaku Queen
04-Melier selaku prime minister
05-Councillors

Chapter ini menutup Part II: War, Massacre, and Glory of Dragonic Kingdom. Terima kasih buat kalian semua yang telah memberikan sepatah dua kata buat fic ini, you guys are the best!

Note:
Banyak hal yang kulewatkan dalam chapter ini, karena jika tidak begitu maka part II baru akan selesai dua atau tiga chapter lagi. Itu merepotkan, aku ingin menyelesaikannya langsung dalam chapter ini (singkatnya, chapter ini adalah ringkasan dari yang seharusnya beberapa chapter) sehingga jika kalian menemukan plot hole atau hal-hal yang kurang jelas atau adegan-adegan yang kurang pas harap maklum.. aku ingin langsung menulis Intermisson: Those who Observed, aku ingin memasukkan Zesshi secepatnya.. :v karena itu aku tak ingin berlama-lama di part II.

#Er, bagi yang penasaran dengan kelanjutan bagian akhir chapter sebelumnya, silahkan diimajinasikan sendiri ya.. :v

Terakhir, selamat buat fans Liverpool!