Disclaimer :ceritanya punya saya,cast punya Tuhan,SMentertaiment,dan orang tua mereka,khusus taoris punya saya #plak#digebuk taoris shipper

Main Cast : TaoRis, EdenTao, KaiSoo, BaekYeol, SiBum, HunHan, ETC

Other Cast : -

Summary : masih ingatkah kau saat pertama kali kita bertemu? Tanpa saling mengenal tetapi ingin mengetahui satu sama lainnya

Chapter : 9 of ?

Genre : Romance,humor, Hurt/comfort

Warning : Yaoi / sounen-ai, pertukaran marga , Mpreg..

Rated : M (suatu saat bisa berubah-ubah)

Note : Tolong yang sudah membaca FF ini berikan reviewnya ya, itu yang menjadi penyemangat saya selama ini, review saja walau itu sangat pendek, kalau bisa sih yang panjang… please don't be silent readers…

.

.

.

.

.

.

Tell Me (내게 말해줘) :

Tirai terbuka, terlihat dengan anggun nya. Baekhyun, Tao, Jinki dan Luhan duduk di kursi di tengah panggung. Semua bersorak ketika melihat Baekhyun, Tao, Jinki, dan Luhan. Mereka dengan wajah cantik mereka dengan polesan make up dan bathrobe glamor warna warni mereka. Jangan lupa topi hewan lucu yang mereka kenakan. Tao dengan bathrobe pink dan topi kelinci nya, Baekhyun dengan bathrobe biru dan topi pinguin nya, Jinki dengan bathrobe coklat dan topi tikus nya, dan yang terakhir Luhan dengan bathrobe ungu dan topi rusa. Mereka terlihat seperti Girls idol group dengan konsep cute.

(Music Play : Girls' Generation (SNSD) – Divine) [Tao] Ooh~
[Luhan] Ah~ Ah~ Ah~

Mereka mulai bernyanyi dengan merdu nya, semua mulai diam. Berusaha mendengarkan akustik ballad yang di tampilkan oleh Tao, Luhan, Baekhyun dan Jinki.

[Tao] Amarini mo moroi no ne
Kimochi wa tayasuku yurete
Yoga akeru to kieru kotae sagashite teru
[Jinki] Tada tachihadakaru kono Crossroad
Michishirube ni naru Starlight
Ne oshiete hoshī no ikubeki basho o

[Luhan] Donani tōkute
[Baekhyun] Kujikesōde mo
[Jinki] Tenmei o matteru
[Tao] Kore ga Destiny

[Tao/Luhan] Todoroki o utsu aranami ni marude
[Tao/Baekhyun] Muryokude chīsana watashidakedo
[Baekhyun/Luhan] Umi sae kitto
Warete soko ni michiwotsukuru
[Baekhyun] Itsunohika
[Jinki] We Can Be Divine [Luhan] Woo~ [Jinki] Hieta tsuchi no ue o mo
Hadashi de aruite iku
Anata no Move nukumori ga sasae ni naru ([Baekhyun] You're always by my side)
[Tao] Naze hitori de umareta no ni
Deaubeku shite deau
Anata wa dare yori mo watashi o shitteru [Luhan] Tachimukatte yuku
Okina Fate ni
[Baekhyun] Anata tonaraba
Tsuyoku nareru [Tao/Jinki] Kowaimono nado nakatta hazunanoni
Ima wa anata o ushinaitakunai
[Baekhyun/Luhan] Kumono tsukiba hikari
Taerususono himattewa
[Tao] Sayonara wa iwanaide [Luhan] Sorezore no michi
[Tao] Hirakareta sonotoki
[Baekhyun] Kitto omoidasu no deshou kono negai
[Tao] Tomoni ayunda michinori o
[Jinki] Akashi ni shiyou eien ni
[Tao] We Are Always One
[Jinki] We Are Always One ([Tao]Ooh~ Oh Woah~) [All] Todoruku yōna aranami o mae ni
Watashitachi nani ga dekiru to iu nodarou
Kono konan o sotto
Yorisoi mukaeyou ([jinki] Woah~)
[Tao] Shieinjiteru [All] We Can Be Divine [Jinki] Omoi wa hitotsu
[Tao] We Can Be Divine

Tirai perlahan tertutup, semua menjadi haru. Itu adalah akustik ballad terbaik yang di tampilkan pada hari ini. Terlihat dari banyak nya penonton yang meneteskan air mata ketika mendengar harmoni dan permainan emosional yang di tuangkan oleh Tao dan kawan kawan nya. membuat semua penonton tak bergerak sedikit pun saat mendengar mereka bernyanyi.

Setelah tepuk tangan yang meriah lampung di pangung padam dan perlahan tirai tertutup, suara tepuk tangan semakin menjadi jadi. Tak sedikit yang berteriak 'Bernyanyi sekali lagi' pada Tao dan kawan kawan nya.

"Tenang semua nya. setelah ini ada penampilan penutup yang mampu membuat semua kita semua bergairah dan merasakan suasana party yang layak untuk hari ini" Ucap Chen salah satu anak osis di sekolah ini yang bertugas sebagai MC. Ia sudah di atas panggung, dan lampu sudah kembali menyala.

"Bukan hanya itu Chen-ah, setelah ini kita masih bisa menikmati kuliner serta stan bazaar yang menarik di kedua aula lain nya, jadi jangan pulang dulu. Nikmati party hari ini!" Ujar Xiumin semangat sebagai Co-host.

"Baiklah langsung saja, ini dia penampilan terakhir kita. SWEET HARMONY!" Ujar Chen dan Xiumin berbarengan, setelah kedua nya pergi, lampu panggung kembali padam.

Tirai terbuka perlahan, lampu di panggung belum menyala. Lampu yang terletak di belakang Tao, Baekhyun, Luhan dan Jinki di nyalakan. Jika kita ada di bangku penonton dan kita melihat ke atas panggung, maka akan terlihat seluet empat orang dengan posisi masing masing.

Tao, Luhan, Baekhyun dan Jinki yang seperti bayangan dan tak terlihat rupanya mulai berjalan perlahan menuju tengah panggung. Setelah itu Lampu di belakang mereka kembali padam dan itu membuat semuanya kembali gelap. Suara penonton semakin ricuh, mereka penasaran dengan penampilan ini, tak satu pun dari mereka yang dapat melihat ke atas panggung saat ini, bersamaan dengan itu. Chanyeol, Changmin, Eden dan Kris berlari ke atas panggung, mereka berdiri di posisi mereka masing-masing.

Setelah siap dengan formasi mereka masing-masing, lampu di panggung pun menyala, menampakan Tao dan yang lainnya dengan formasi masing-masing. Penonton yang tadinya ricuh terdiam seketika. Dan menatap kearah panggung. kalian tau apa yang membuat mereka diam, yang membuat mereka diam adalah Tao dan yang lainnya, lihatlah…

Jinki dengan rambut wig hitam panjangnya. wig yang sangat lurus, kira-kira sepinggang nya. Lihatlah wajahnya yang begitu cantik, itu berkat keahliannya berdandan. eyeliner, lipstick merah muda alami, dan blushOn peach yang menghiasi wajahnya membuat ia sangat cantik. Dia mengunakan celana sepaha berwarna hitam berkilau yang terlihat sangat seksi, baju atasannya juga begitu seksi, dia hanya menggunakan baju hitam tanpa lengan yang membentuk badannya yang kecil. jangan lupakan dada besar yang bertengger di bagian dadanya, entah apa yang ada di dalamnya. yang jelas Jinki sangat mengoda, oh lihatlah dia memakai stocking hitam jaring-jaring dan sepatu high heels hitam mengkilap yang membuat Jinki lebih cantik sempurna.

Lain lagi dengan Luhan, pria berparas manis itu mengunakan rambut wig berwarna blonde, wig itu panjangnya kira-kira sepunggungnya. Ohh lihatlah wajahnya yang seperti boneka. Eyeliner gelap yang membuat matanya tegas, softlens berwarna biru yang membuat matanya besar seperti boneka, serta pipi dan bibir nya yang berwarna pink alami. itu membuat ia sangat-sangat Yummy di mata para Seme. Ia mengenakan Gaun hitam sepaha yang begitu Cute, dengan renda-renda berwarna putih dan jangan lupa dada yang sangat besar sama seperti Jinki. Omo dia begitu sexy eoh? tak lupa Stocking berwarna putih dan sepatu high heels berwarna putih yang membuat di persis seperti boneka.

Baekhyun… pris satu ini sangat-sangat cantik. Lihatlah wajahnya… dengan Eyeliner yang sering iya gunakan, bibirnya yang berwarna merah cerah, pipinya yang berwarna pink alami dan Softlens berwarna pink, itu semua membuatnya sangat cantik. Lihatlah Wignya yang berwarna Pink kemerahan (Seperti Krystal Di Mv Rum Pum Pum Pum) yang membuat ia seperti boneka sama seperti Luhan. Baju yang ia kenakan juga sangat sexy, rok pendek renda-renda yang terlihat seperti balon, baju atasan tanpa lengan yang transfaran di bagian atas dada menuju leher. Sungguh sexy kan? Sama seperti yang lain, ia mengunakan stocking berwarna gelap dan High heels berwarna Soft pink.

Dan mari kita lihat Center (Visual) dari Group Sweet Harmony ini, Tao… pria manis satu ini mengunakan Wig hitam yang panjangnya sepinggang. ada beberapa helai rambut di Wig itu yang berwarna ungu. Wajahnya yang begitu cantik dengan bibir merah muda yang terlihat begitu Fresh, pipinya yang merona, dan eyeliner yang membuatnya begitu mempesona. oh jangan lupa Softlens berwarna Coklat terang yang membuat dia sangat cantik. Ia mengunakan gaun hitam sepaha tanpa lengan. banyak renda di mana-mana, baju itu juga transfaran dari atas dada hingga leher. Beda dengan yang lain, Tao tak mengunakan Stocking, ia membiarkan kulit putih mulusnya terekspos, ia hanya mengunakan High heels berwarna hitam mengkilat.

Ohhh Author hampir lupa, Eden, Kris, Chanyeol dan Changmin mengunakan celana jeans dan mereka Topless, bisa bayangkan? semua bisa melihat abs mereka saat ini.

Sekarang sudah jelaskan? Kenapa semua diam saat lampu panggung di nyalakan. Penampilan mereka semualah yang membuat semua penonton diam, kalian pasti bertanya, kenapa mereka berpenampilan begitu? Jawabannya ada pada Ji Seonsaengnim, ternyata kelas mereka mendapatkan CrossDress. Dan itu mewajibkan semua murid pria berpakaian seperti wanita dan murid wanita berpakaian seperti pria, itu alasan kenapa Sweet harmony di penampilan sebelum nya berpenampilan cute ala girl idol group. Kalian Tau? Ji Seonsaengnim sekarang tersenyum penuh arti di bangkunya. sekarang ia sedang duduk dengan nyaman di bangku penonton, matanya tak luput memandang ke arah satu orang, kalian tau kan siapa yang dia lihat?...

(Music Play : Sistar Feat Double Sidekick & jooheon – Miss sistar, From 0.00 : 0.24 second) *Note: Ada Lyrics yang di ubah…

Suho naik ke atas panggung membawa Microphone, dengan jas yang membuatnya terlihat menawan..

# [Suho] Haha Good evening ladies and gents [Jinki : Ooh~]

I like to welcome everybody to the show tonight

Beautiful night, ain't it? [Baekhyun : oh yeah..]

So sit back and relax

For the main Event [Tao: Alright]

But first, Tonight's musical guest, Sweet Harmony…

Suho berbicara layaknya seorang MC Profesional di sebuah acara, tak lupa di iringi oleh lembutnya suara Jinki, Baekhyun dan Tao. Setelah itu berakhir… lampu kembali padam. Di saat itu Suho mulai berlari turun dari panggung.

(Music Play : Sistar – Give it to me) *Note: Ada Lyric dan Gerakan Dance yang di ubah… bayangkan gerakan yang di lakukan bersamaan dengan apa yang meraka nyanyikan.

[Jinki] Hooo~…. Yeah…

[Tao] You See? I don't usually do this but [Jinki: Huwooo..~]

I really Miss You tonight

Saat music di mainkan Baekhyun, Tao, Luhan dan Jinki yang awal bersembunyi di balik tubuh Chanyeol, Eden, Kris dan Changmin. keluar dari balik badan masing-masing pasangan –pasangan di urutkan sesuai urutan yang di bilang tadi : Baekyeol, EdenTao , Krishan, Dan ChangKi- . mereka semua menolak para pasangannya dan mulai berjalan ke posisi masing-masing.

[All] Give it to me… Give it to me..

Give it to me … Give it to me…

Mereka mulai berjalan layaknya model sambil mengibas-ngibaskan tangan mereka, melekukan badan lalu berdiri tegak, melekukan badan dan kembali berdiri tegak, seperti itu selanjutnya. (Note: lihat gerakannya di MV sistar) , bersamaan dengan itu para Wolf 88 berlari ke belakang panggung.. setelah Wolf 88 pergi, Tao dan yang lain mulai mengibaskan kepala mereka ke kiri di ikuti kaki kiri yang melebar ke kiri dan di gesekan kembali merapat ke tempat asal dan kembali mengibaskan kepala ke kanan di ikuti kaki kanan yang di lebarkan ke kanan dan kembali di gesekan untuk merapatkan kakinya ke tempat asal. Penonton jadi semakin ricuh, semua mulai memanggil nama-nama idola mereka dan berteriak histeris.

[Baekhyun] Seoreuni neomgi jeoni gyeolhoneun halleunji…

Sarangman juda dachin

Nae gaseum eotteokhae Oh~

Baekhyun mulai bernyanyi dengan indahnya, semua mulai memaju mundurkan dada mereka. sekali, dua kali, tiga kali, empat kali.. setelah itu Baekhyun berputar setengah putaran dan mulai menjentikan jari-jari nya, yang lainnya pun mengikuti Baekhyun. Mereka menjentikan tangan mereka enam ketukan, setelah itu bersama-sama menghadap ke arah kiri, maju beberapa langka dan meletakan tangan di dada mereka. Setelah itu Chanyeol, Kris, dan Changmin berlari mendekati dan mengelilingi Jinki yang sudah memisahkan diri dari Tao dan yang lain, disebelah kanan panggung.

[Jinki] aekkujeun bissoriedo gaseumi apaseo

Ajikdo eorigo yeoryeo sunjinhago yeoryeo

Nunmureun manheunji

Chanyeol dan Changmin mulai meraba paha Jinki. begitu pula dengan Changmin, dia meraba kedua lengan mulus Jinki dari punggung lengannya hingga bahunya. Beberapa saat kemudian Jinki mulai mengangkat tangan nya dan itu membuat semua rabaan terlepas, tapi detik berikutnya Jinki di paksa duduk oleh Changmin, Jinki pun duduk di kaki Chanyeol yang sudah di bentuk seperti kursi. Setelah itu Jinki bangkit dan para seme berakting seperti terhempas ke belakang. Jinki pun berjalan, mengsejajarkan dirinya dengan Tao dan yang lain. Sedangkan para Seme kembali ke belakang panggung.

[Jinki] give it to me

Oh baby give it to me [Tao: Give it to me]

Give it to me

Oh baby give it to me [Tao: Oh baby, Give it to me]

Oh oh oh oh oh ~ oh

Oh oh oh oh oh ~ oh [Tao: Oh Woahhh~]

Sama seperti pertama kali, Mereka mulai berjalan layaknya model sambil mengibas-ngibaskan tangan mereka. melekukan badan lalu berdiri tegak, melekukan badan dan kembali berdiri tegak, seperti itu selanjutnya (Note: lihat gerakannya di MV sistar) setelah itu mengibaskan kepala mereka ke kiri di ikuti kaki kiri yang melebar ke kiri, di gesekan kembali merapat ke tempat asal dan kembali mengibaskan kepala ke kanan di ikuti kaki kanan yang di lebarkan ke kanan dan kembali di gesekan untuk merapat ke tempat asal.

Kembali… untuk kesekian kalinya penonton ricuh, berteriak sangking mereka terkagum-kagum dengan apa yang di sajikan oleh Sweet Harmony.

[Tao] Amuri wonhago aewonhaedo

Nunmullo Chaewojin binjariman

Mereka mulai berjalan sambil mengangkat tangan ke udara lalu berhenti dan menurun kembali tangan mereka sambil membungkuk, detik berikutnya mereka menarik tangan mereka dari perut hingga dada, berdiri tegak dan menutup wajah mereka dengan kedua tangan mereka. Setelah itu menarik kedua tangan mereka, meningalkan tangan kanan mereka yang bergerak seperti menghapus air mata. Setelah itu mereka mereka menghadap ke arah kiri mereka, tangan kiri mereka mulai meraba tangan kanan mereka.

[Jinki] Sarangeul dallan mariya

Geugeomyeon doendaneun mariya

Oh baby give it to me

Mereka mengerakan butt mereka turun dan kembali berdiri selama dua ketukan, berputar menghadap kanan dan kembali menurun dan menaikan butt mereka dua itu Baekhyun, Jinki dan Luhan berjalan ke posisi masing-masing dan berpose dengan gaya yang sudah di tentukan,sedangkan Tao bejalan ke belakang panggung. bersamaan dengan itu Chanyeol berjalan masuk ke panggung, ia berdiri dengan tegapnya di hadapan Baekhyun dan membelakangi para penonton.

[Baekhyun] achimi ogi jeone geudaega olleunji

Babogachi neo hanal boneun na oh~…

Tangan kiri Baekhyun mulai meraba bahu kanan Chanyeol yang tak tertutup sehelai benang pun dan tangan kiri Changmin mulai memegangi pinggang Baekhyun, setelah itu berjalan dengan tenang dua langkah ke depan –Baekhyun berjalan kedepan, Changmin mundur dua langkah-. Kemudian Chanyeol memutar badan Baekhyun, sehingga mereka berhadapan sekarang, setelah itu Baekhyun mulai mengangkat kaki kanannya ke pinggang Chanyeol, Chanyeol memegang erat kaki Baekhyun.

Tangan kiri Baekhyun yang tadinya bertenger di bahu Chanyeol sekarang sudah ada di leher Chanyeol, Setelah itu Baekhyun menjauhkan tubuhnya sedikit sambil memutar tangan kanan nya membentuk lingkaran. setelah itu mereka berdua kembali berdiri tegak, Chanyeol melepaskan kaki Baekhyun yang ada di pinggangnya dan mulai mengangkat Baekhyun dan berputar, setelah itu berhenti dengan Baekhyun yang sudah membelakangi penonton dan Chanyeol yang sudah mencium leher Baekhyun. oh.. lihatlah tangan nakal Chanyeol yang sudah ada di Butt Baekhyun yang sebenarnya tak ada dalam choreography.

[Luhan] unda haru jongil ulda dongi teunda

Jeo haega darinji bami najinjido molla

Oh baby give it to me

I'm sorry that's all I need~

Oh baby give it to me~

Oh baby give it to me~

Eden, Changmin, dan Kris masuk ke panggung, berdiri mengelilingi Luhan dengan bunga, coklat dan kado di tangan mereka. Luhan bernyanyi sambil berakting melihat satu per satu yang wolf 88 bawakan. Baekhyun dan Chanyeol yang belum bergerak dari posisi mereka tadi mulai memisahkan diri mereka, Chanyeol berjalan menuju belakang panggung. sedangkan Baekhyun kembali ke posisinya. ia membelakangi penonton dan itu menguntungkan baginya, karena jujur saja, ia sedang merona sekarang ini. itu karena pose nya dengan Chanyeol tadi.

Luhan yang tadi masih melihat-lihat hadiah yang dibawakan oleh wolf 88 akhirnya memilih coklat yang ada di tangan Kris, itu membuat Eden dan Changmin berpura mendesah dan berjalan ke belakang panggung. Kris berdiri memandang Luhan dengan senyuman seadanya, Kris mulai mendekati Luhan namun belum juga dekat, Luhan mulai melempar kan Coklat tadi ke arah Kris. Dan itu membuat Kris mendesah dan pergi ke belakang panggung. setelah itu Luhan mulai mendekati Jinki dan Baekhyun yang sudah bersiap di posisinya masing-masing.

[Jinki] Give it to me

Oh baby give it to me [Baekhyun: Give it to me]

Give it to me

Oh baby give it to me [Luhan : oh baby, give it to me]

Oh oh oh oh oh ~ oh

Oh oh oh oh oh ~ oh [Baekhyun : Oh huwoooo~]

Amuri wonhago aewonhaedo

Nunmullo chaewojin binjariman

[Luhan] Sarangeul dallan mariya

Geugeomyeon doendaneun mariya

[Jinki] Oh baby give it to me…

Mereka bergerak lincah seperti gerakan sebelumnya di part yang sama dengan yang mereka nyanyikan ini. Setelah itu lampu di panggung mati, tampak sebuah lampu sorot yang mengarah ke atas. perlahan turun sesuatu dari atas sana, ternyata itu sebuah ring raksasa yang sudah di ikat dari atas dan Tao duduk dengan anggun di sana.

[Tao] Susip beon subaek beoneul sseudaga tto

Jjijeobeorin Pyeonji

Sarangeun wae ireoke naegeman mugeopji

Unda haru jongil ulda dongil teunda

Jeo haega darinji bami

Najinjido molla la la la~

Pertama-tama Tao hanya melakukan Rap dengan anggunnya. duduk tenang dan menatap para penonton, setelah mencapai pertengahan ia terlihat menjentikan tangannya dan lampu menyala dengan taburan kerlap kerlip yang bertebaran di mana-mana. itu terlihat sangat memukau, Tao pun melakukan atraksi berputar. entah bagaimana caranya yang jelas sekarang ia sudah berdiri di Ring tersebut setelah selesai melakukan Rap. ia melompat kebawah dan itu berhasil membuat semua terkejut dan hampir menjerit, namun semua diam saat mengetahui bahwa Tao sudah di tangkap oleh Eden yang entah sejak kapan sudah ada di bawah ring yang Tao naiki. ternyata semua hanyalah sebuah Choreography yang sudah di siapkan, begitu memukau eoh?

Setelah turun Tao segera menuju tempat teman-temannya berada. Eden pun begitu, ia berjalan ke tengah panggung, mengikuti teman-temannya yang sudah berdiri tegap di hadapi pasangan masing-masing dan membelakangi penonton.

Mereka terlihat berdiri secara selang seling. Beginilah kira-kira posisi mereka Baekhyun menghadap penonton. Chanyeol di sampingnya, ia membelakangi penonton. Disamping Chanyeol ada Luhan yang menghadap penonton. setelah itu di samping Luhan ada Kris yang membelakangi penonton, di ikuti dengan Tao, Eden, Jinki dan Changmin dengan posisi yang sama dengan teman-teman nya.

[Jinki] Hoo~ hoohoo hoohoo hoohoo

(Baekhyun: na haru jongil ulda dongi teunda)

Hoohoo hoohoo hoohoo

(Tao : Give it to me give it to me)

Hoohoo hoohoo hoohoo

(Luhan: Na haru jongil ulda dongi teunda give it to me)

Kali ini mereka berjalan dengan pelan, benar-benar seperti model, jalan di tempat dengan pola lurus. Kiri, kanan, kiri, kanan, kiri, kanan, kiri dan kanan… setelah itu melompat kecil dan membuka kaki mereka sedikit lebar, kemudian menunduk sambil meremas baju bagian dada, berdiri tegak dan berputar satu putaran penuh, setelah itu kembali membentuk formasi yang sudah di tentukan.

[Jinki] Give it to me

Oh baby give it to me [Tao : Give it to me]

Give it to me

Oh baby give it to me [Tao : oh baby, give it to me]

Oh oh oh oh oh ~ oh

Oh oh oh oh oh ~ oh [Tao : Oh huwoooo~]

Saat Tao mencapai nada tingginya dengan "Oh Huwoooo~" semua maju lebih depan lagi, lebih mendekati penonton, semuanya bergerak bebas melakukan gaya sesuka mereka, jutaan kelopak bunga mawar berjatuhan dari langit-langit, kembang api yang ada di sepanjang pinggiran panggung mulai menyala, sungguh indah.. setelah habis part itu mereka mulai mundur secara perlahan, kembali berderet selang seling dengan pasangan mereka.

[Jinki] Give it to me

Oh baby give it to me

[Baekhyun] Give it to me

Oh baby give it to me

[Tao] Sarangeul dallan mariya

Geugeomyeon doendaneun mariya

[Baekhyun] Oh baby give it to me…

Mereka mulai berjalan layaknya model sambil mengibas-ngibaskan tangan mereka, melekukan badan lalu berdiri tegak, melekukan badan dan kembali berdiri tegak, seperti itu selanjutnya. Mendekati akhir lagu, para Wolf 88 mendekati pasangan masing-masing, memegang erat pinggang pasangan masing-masing dan memutar pasangan secara bersamaan. dan semua berakhir dengan adegan yang di buat para seme seperti sedang mencium pasangan masing-masing. Music berhenti, semua penonton berdiri dan bertepuk tangan, Penonton makin ricuh saja, bahkan lebih ricuh di bandingkan teriakan mereka saat lagu tadi di nyanyikan. Bersamaan dengan teriakan yang begitu keras itu, lampung di panggung mati. itu berarti Sweet harmony dan Wolf 88 harus segera berlari ke belakang panggung dan acara selanjutnya harus di mulai.

"Cheess…!" Semuanya berteriak serentak.. Ji Seonsaengnim, Sweet Harmony dan Wolf 88 sekarang sedang sangat bahagia, kalian lihat? Di tengah meja persegi panjang yang sedang mereka duduki sekarang ini sudah berdiri dengan indahnya sebuah piala besar. Kalian Tau? Ternyata dari semua acara yang di tampilkan, Sweet harmony memenangkan juara pertama penampilan terbaik, Sweet harmony berhasil mengalahkan puluhan kontestan lainnya.

Sekarang mereka sedang minum-minum di sebuah tempat khusus "minum" orang dewasa, Ji Seonsaengnim lah yang mengatur semua nya, ia juga menyewa seluruh tempat di sini untuk semalam jadi acara bersenang-senang mereka tidak di usik oleh orang lain. Tiba-tiba ponsel Ji Seonsaengnim berdering, itu memaksanya keluar dari ruangan itu dan menjawab panggilan tersebut, meninggalkan semua murid-murid kesayangannya di dalam ruangan tadi.

Setelah beberapa menit menjawab sambungan yang masuk ke ponselnya, Ji Seonsaengnim kembali masuk ke dalam ruangan tadi, tempat dimana ia bersenang-senang dengan murid-muridnya…

"Perhatian semuanya, Sepertinya Saya harus pergi dulu. ternyata kepala sekolah sudah menyiapkan pesta perayaan untuk para guru. Jadi saya harus pergi ke sekolah sekarang, mian sebelumnya. tapi jangan khawatir, kalian masih bisa melanjutkan acara bersenang-senang kalian, arasseo?" Jelas Ji Seonsaengnim menjelaskan. mendengar itu semua hanya mengangguk kepala dan kembali bersenang-senang, sedangkan Ji Seonsaengnim segera meninggalkan murid-murid tercintanya itu menuju ke sekolah untuk perayaan para guru yang sudah di siapkan oleh kepala sekolah.

Setelah kepergian Ji Seonsaengnim semua kembali bersenang-senang. para seme duduk di meja berbeda di sebelah kiri, para uke ada di sebelah kanan nya.

Terlihat para Uke sedang berbicara sesuatu, ayo kita dengar apa yang mereka bicarakan..

"Luhan-ah kau sangat Yeppo jika berdandan seperti itu, terlihat seperti Barbie kkkk" Ucap Jinki gemas.

"Ne… kau benar Jinki-ah… Han-ie sangat Yeppo, bahkan aku sampai kalah di buatnya" Ucap Yoona yang entah sejak kapan sudah ada di sini, Yoona membawa camera dan terus saja memotret Luhan. dia geram dengan keimutan Luhan, awalnya Yoona ingin menjemput Tao dari acara di sekolahnya, tapi saat melihat Luhan ia jadi lupa pada tujuan utamanya.

"Yoongie Noona, berhenti memotret dan mencubiti pipi ku" Ucap Luhan sambil mengosok-gosok pipinya yang memerah karena di tarik-tarik oleh Yoona dan kawan-kawannya sedari tadi.

"Habisnya kau sangat mengemaskan… omo… kajja kita mengambil potret berdua, Tao~ tolong ambilkan foto kami berdua ne" Ucap Yoona sambil menyerahkan camera pada Tao, setelah itu Yoona memeluk erat Luhan, mereka terlihat seperti dua boneka yang sangat cantik. Tao pun mulai mengambil potret Luhan dan Noona nya itu.

"Kya… fotonya sangat bagus, lihatlah Luhan-ah" Ucap Yoona histeris saat melihat hasil potret dirinya dan Luhan. Tao memandangi Noona nya dengan tatapan horror. kenapa Noonanya mendadak aneh seperti ini ? karena tak ingin ambil pusing Tao pun mengalihkan pandangan nya. mendengar pembicaraan Jinki, Lay dan Baekhyun sepertinya akan lebih seru.

Nah sekarang mari kita beralih ke meja para seme, sepertinya para Uke bicarakan tidak menarik sama sekali. Tapi.. apa ini, para seme sibuk dengan dunia mereka masing-masing. Eden terlihat meneguk minumannya dalam diam. Kris memasang wajah datarnya, ia terlalu malas melakukan apa pun. ia masih kesal dengan penampilannya dengan Sweet harmony tadi, kenapa Si Eden yang di pasangkan dengan Tao? Ohh ayolah… siapa pemeran utama di sini eoh? Begitulah pikir Kris dalam hatinya. Changmin terlihat sudah sedikit mabuk dan berbaring di sofa paling sudut ruangan ini. ia memijit-mijit keningnya, sepertinya ia mulai pusing. Suho sedang menatap Chanyeol yang sedang senyum-senyum sendiri, persis seperti orang gila.

"Kau memikirkan apa Dobi? Kenapa tersenyum sendiri seperti itu? Kau tau? Kau bahkan terlihat lebih mengerikan dari pada orang gila yang kabur dari rumah sakit dan bernari hula hop di pancuran kota" Ucap Suho yang mulai takut melihat sahabatnya yang senyum-senyum sendiri.

"Kkkk~ aku hanya sedang bahagia" Ucap Chanyeol yang mulai mengaruk kepalanya yang tak gatal, semburat merah tak bisa ia tutupi karena terlihat jelas di pipinya.

"Bahagia kenapa Eoh?" Tanya Changmin yang mulai menjadi paparazzi, Changmin mulai bergabung dengan para seme lainnya.

"Aihhh ini memalukan, jangan di bahas ne" Ucap Chanyeol yang salah tingkah , ia mulai menenggelamkan wajahnya pada lipatan tangan nya yang ia letakan di meja.

"Hei berhenti bersikap begitu… kau bahkan terlihat lebih mengelikan dari pada seorang gadis yang sedang jatuh cinta, aishhh lihatlah.. wajah yang merona, sikap yang malu-malu… itu menakutkan Dobi…" Ucap Suho dengan wajah super datar, Suho juga terlihat merinding melihat temannya itu.

"Berhenti menatap ku seperti itu Suho.. aishh baiklah aku akan bilang pada kalian, tapi kalian jangan bilang siapa-siapa ne" Ucap Chanyeol dengan wajah malu-malunya. Semua masih memandang Chanyeol tanpa mau menjawab, itu artinya mereka mengatakan ya secara tidak langsung.

"Oke, sini lebih dekat lagi" Ucap Chanyeol menyuruh semua agar lebih mendekat dengannya. Setelah semua mendekat, Chanyeol mulai membisikkan sesuatu. Semua diam saat Chanyeol menceritakan apa yang bisa membuatnya bersikap aneh seperti itu. Namun setelah Chanyeol menyudahi ceritanya semua menjadi ricuh. Suho, Kris dan Changmin memukuli kepala Chanyeol dengan tisu yang ada di meja…beda dengan yang lain, Eden hanya diam dan sedikit berdehem.

"Dasar Tiang mesum" Ucap Changmin mengesek-gesek kepala Chanyeol, kalian tau? ternyata yang di ceritakan Chanyeol tadi sedikit mesum. bagaimana pun Chanyeol tetap member termuda di kelompok seme ini, mereka memang lahir pada tahun yang sama namun Chanyeol lah yang termuda. Yang tertua Changmin, di ikuti Kris, Eden, Suho dan Chanyeol. Jadi mereka sangat bersemangat untuk menghakimi si magnae itu.

"Ya!.. Changmin… berhenti mengesek kepala ku" Chanyeol berusaha memberontak namun pergerakannya di hentikan oleh Suho yang mulai mengelitiki perutnya dan itu berhasil membuat Chanyeol mengeliat seperti orang mau mati.

"Dasar magnae mesum, berani melangkahi Hyung-Hyung mu eoh? Rasakan ini" Suho semakin gencar mengelitiki perut Chanyeol. Keributan yang di buat para Seme membuat para Uke memandang mereka aneh.

"Rasakan ini Tiang mesum, masih kecil sudah berani mesum…" Sekarang Kris yang beraksi, moodnya naik seketika saat mendengar cerita Chanyeol tadi. sekarang saja dia dengan semangatnya menyumpalkan kain ke dalam mulut Chanyeol sehingga Chanyeol merasa sangat tersiksa sekarang. sudah di gesek kepalanya, di gelitiki dan sekarang di sumpal mulutnya dengan kain.

"Omo… kasihan sekali… apa yang kalian perbuat padanya" Ucap Yoona iba melihat Chanyeol yang mulai terlihat mengenaskan. Lihat saja, rambut yang berantakan, matanya yang berair karena tak sanggup menahan rasa geli yang menyerbu perutnya,\. ohh jangan lupa wajahnya yang terlihat begitu merah seperti buah apple. Mendengar itu para seme yang menyiksa Chanyeol langsung menatap ke arah Yoona dan para Uke dan detik berikutnya mereka tersenyum evil menatap Baekhyun, yang di tatap bergidik ngeri.

"A-ada apa?" Ucap Baekhyun takut, karena sekarang Changmin sudah mendekatinya.

"Tak ada apa pun, kajja ikut Hyung" Ucap Changmin dengan senyuman yang susah di artikan. Changmin mengandeng Baekhyun dan membawanya duduk di sebelah Chanyeol, setelah itu Changmin menepuk bahu Baekhyun sedikit keras. Itu berhasil membuat penyakit langka Baekhyun kambuh lagi, penyakit robot konslet. tubuhnya terasa berat di gerakan. Semua Seme –kecuali Eden- mulai tersenyum dengan sangat cerah, Baekhyun saja harus menutup sebelah matanya agar dapat melihat sangking silaunya.

"A-ada apa?" Tanya Baekhyun tergagap , jujur… ia merasa takut sekarang..

"Anniyo… kami hanya ingin bertanya pada mu, apa yang mangnae ini lakukan pada mu saat performance Sweet harmony feat wolf 88 di sekolah tadi" Tanya Suho memancing, wajahnya sangat datar, seakan kata-katanya itu biasa saja, padahal itu sangat menusuk dan kalian tau? Wajah Baekhyun pucat sekarang. perlahan dia mulai menatap Chanyeol. ternyata Chanyeol pun ikut pucat, Chanyeol berusaha memberi isyarat pada Baekhyun agar tetap diam, namun Baekhyun tak mengerti sepertinya.

"A-anniyo.. ka-kami tak melakukan a-apa pun" Ucap Baekhyun sambil menunduk, mendengar itu Changmin tersenyum evil..

"Baekhyun-ah.. jangan berbohong, Chanyeol sudah menceritakan semuanya. kalian berpegangan tangan, berpelukan, melakukan kisseu, dan berakhir dengan desahan di kamar mandi.. benarkan?" Tanya Changmin dengan wajah Jahatnya, ternyata beginilah jika Changmin sedang usil. Mendengar perkataan Changmin tadi Tao dan yang lainnya menatap Baekhyun dengan mata melotot. sepertinya mereka Shock, mereka terus memandang Baekhyun, menunggu jawaban atas pernyataan barusan. apakah itu benar atau malah sebaliknya. Karena di pandangi seperti itu Baekhyun semakin merasa terpojok.

"Mwoya! Kami tak melakukan apapun, Channie hanya mencium ku saat performance berlangsung, hanya itu" Ucap Baekhyun menjelaskan, ia tak tau bahwa baru saja ia sudah mengaku dan ia juga tak sadar bahwa Changmin hanya memancingnya. Mendengar perkataan Baekhyun tadi Suho, Changmin dan Kris tersenyum iblis..

"Huahahaha…! Kau mengaku juga akhirnya. lihatlah mereka, dasar anak jaman sekarang dan apa itu tadi? Channie? Omo… manis sekali… kau beruntung dobi.. bisa mendapatkan kekasih secantik Baekhyun, ia juga sangat manis" Ucap Changmin setengah berteriak, ia sangat senang bisa mengoda Chanyeol. ini adalah balas dendam nya pada Chanyeol, karena Chanyeol mengejekinya saat Kyungsoo dan dirinya berpisah beberapa waktu yang lalu…

"Ayo semua… serang si mesum ini, dia sudah berani berbuat mesum pada Baekhyun yang polos ini" Kris mulai memanas-manasi, akibatnya… kejadian sebelumnya terjadi lagi. Suho kembali mengelitiki perut Chanyeol, Kris kembali menyumpali mulut Chanyeol dengan kain agar ia tak berteriak, Changmin kembali mengesek-gesek kepala Chanyeol dengan tangannya, dan kali ini Lay ikut menyerang Chanyeol. ia membuka sepatu Chanyeol dan mengeritiki kaki Chanyeol dengan sangat-sangat bersemangat. Akibatnya Chanyeol menahan tawanya mati-matian, ingin rasanya ia berteriak. tapi itu percuma, kain sialan itu ada di mulutnya sekarang.

"Hei kalian… ayo ikut juga, kalian tidak kasihan pada Baekhyun yang sudah di lecehkan oleh tiang mesum ini?" Ucap Kris saat melihat Luhan, Tao dan Jinki yang diam saja di tempatnya. Sebenarnya Luhan dan jinki bingung harus berbuat apa.. tapi karena sudah begini terpaksa mereka ikut campur. Jinki mulai menjewer kuping Chanyeol dan Luhan mulai menarik-narik pipi Chanyeol. Lihatlah sekarang, Chanyeol sangat mirip dengan seorang pencopet yang ketahuan mencopet dan di hukum di depan massa. Lihatlah… Chanyeol terlihat lebih mengenaskan daripada sebelumnya, ia benar-benar Tak kuat lagi menahan siksaan dari teman-teman nya.

"Ya… aishh hentikan jangan siksa Channie begitu, lagi pula jika dia menciumku. itu tak masalah, kami kan sepasang kekasih, lepaskan.." Ucap Baekhyun yang mulai iba pada Chanyeol yang sekarang. kalian tau apa? Yoona yang kebetulan membawa kamera dengan semangatnya merekam dan memotret adegan-adegan penyiksaan terhadap Chanyeol. Ck ck ck, bukannya melerai, malah asik foto-foto.

Di tengah peperangan itu, tanpa di ketahui oleh siapa pun. Tao…. Yang sedari tadi diam, ternyata sedang memandang ke arah Balkon ruangan VVIP itu, Tao memerhatikan seseorang yang sedari tadi sibuk memandang langit dengan di temani segelas coklat panas di tangan nya. setelah lama memandangi orang tersebut, Tao pun memutuskan untuk mendekati orang tersebut..

Tao terus berjalan dengan tenang. sesampainya di balkon, ia langsung saja menyerobot berdiri di samping Eden. Dan itu lagi-lagi membuat Eden terkejut, entah sudah berapa kali Tao melakukan ini, mendekati Eden secara tiba-tiba dan menyerobot berdiri di sampingnya. Dan untuk kesekian kalinya pula, Tao kembali merebut gelas yang ada di tangan Eden dan itu berhasil membuat Eden kebingungan setiap kali Tao melakukan itu. ia berfikir, 'apa Tao memang hobby meminum minuman bekas seseorang?' begitulah kurang lebih yang ada dalam benak Eden, Tao mulai mendekatkan gelas yang ia rebut tadi ke mulutnya. Namun kali ini Eden dengan sigap mengambil kembali gelas itu, meneguk isinya hingga habis setelah itu barulah Eden mengembalikan gelas itu ke tangan Tao. Tao hanya diam, dia merasa Shock dengan perbuatan Eden barusan.

"Tolong bawakan ke dalam ne, anak pintar" Eden memandang Tao dengan wajah datarnya, tak lupa ia menepuk-nepuk pelan kepala Tao. setelah itu ia kembali menatap langit, kali ini Eden merasa puas, bisa merebut minuman itu kembali. sepertinya dia sudah belajar dari pengalaman-pengalaman yang sudah-sudah. Tao pun mengembungkan pipinya. Ia merasa sangat kesal.

"Hyung benar-benar jahat" Ucap Tao manja, ia meletakan gelas tadi ke sembarang tempat lalu kembali berdiri di samping Eden. ikut memandangi langit yang memang terlihat indah malam ini.

"Jahat? Memang.. Kenapa baru menyadarinya sekarang, kkkk~" Ucap Eden sambil tertawa pelan. Tao makin mengembungkan pipinya.

"Hyung…" Ucap Tao lembut

"Eumm.." jawab Eden seadanya

"Eumm apakah minggu ini Hyung ada acara? Eumm bisakah Hyung menemani Tao berbelanja? Tao ingin membeli sesuatu? Bisakah?" Ucap Tao malu-malu, lihat lah tangan Tao yang sudah bermain dengan ujung bajunya, dia terlihat seperti gadis kecil yang malu-malu.

"Mengajak berkencan eoh? Kkkk~ kenapa tidak langsung jujur saja" Ucap Eden dengan maksud bercanda, ia masih betah menatap langit malam yang begitu indah.

"M-Mwo…! Anniyo.. siapa yang bilang begitu, percaya diri sekali" Tao mulai salah Tingkah, wajah nya bersemu, dia malu pada Eden. jika boleh jujur, tujuan sebenarnya memang itu. Tapi.. kenapa Eden bisa menebaknya? Apa jangan-jangan Eden itu seorang peramal atau dukun?

"Lihatlah…Wajah mu sangat merah. Sudah jangan khawatir, Hyung hanya bercanda kok" Ucap Eden dengan nada datar yang sulit di artikan, sebenarnya dia memang benar-benar bercanda atau malah sebaliknya?

"A-arraseo, Hari minggu ne…" Ucap Tao gugup, Eden mulai memandangnya.

"Pukul Sembilan di alun-alun kota, jika terlambat akan ada hukum. Hyung tak suka menunggu, arra?" Ucap Eden menambahkan. Tao tersenyum manis mendengar itu, Eden yang melihat wajah Tao mendadak menjadi sesak.. suhu badannya memanas, hei… kenapa dia?

Oh ya… mari kita lihat, bagaimana nasib Chanyeol sekarang. Omo… lihatlah, seluruh badan Chanyeol sudah memerah, sepertinya dia menahan tawa mati-matian, sungguh kasihan eohh? Chanyeol masih berusaha memberontak namun ia tak bisa.

SREEEUUUT~…

Sesuatu yang hangat membasahi selangkangan Chanyeol, cairan itu terus mengalir menuju paha, lalu betis, kemudian jatuh ke lantai (jika beruntung), atau mungkin ke dalam sepatu (jika sial). melihat kejadian itu semua menatap Chanyeol horror, semua perlahan menjauh. Seakan-akan Chanyeol adalah sesuatu hal yang harus di jauhi. Setelah menjauh, semua tak urungnya tertawa, bahkan ada yang sampai berguling-guling di lantai, Changmin contohnya. Kalian pasti tau kan cairan apa itu? Yups.. kalian benar, cairan itu adalah air seni atau sering di kenal dengan air kencing atau air pipis.

Melihat itu Baekhyun merasa sangat kesal, dia mendekati Chanyeol dan mengandeng tangan Chanyeol, membawa Chanyeol menjauh dari ruangan itu. sepertinya mau ke toilet. Namun Sebelum benar-benar pergi, Baekhyun menghentikan langkahnya di ambang pintu ruangan itu. Ia mulai berbalik dan menatap tajam semua yang ada di ruangan itu.

"KALIAN KIRA INI LUCU? KALIAN BENAR-BENAR KETERLALUAN" Pintu di banting dengan kerasnya, Baekhyun sangat kesal sekarang, lihat saja saat dia marah tadi. ia mengunakan suara Tingginya yang bisa memekakkan kuping, tinggal menunggu saja ia menaikannya sedikit lagi power voice nya. maka semua barang di sini bisa pecah dan semua orang yang ada di sini bisa tuli secara bersamaan.

Setelah kepergian Chanyeol dan Baekhyun, Suasana menjadi hening, seisi Ruangan –kecuali Tao dan Eden yang ada di balkon- merasa sangat bersalah.

"Aishhh kenapa jadi begini" Ucap Luhan merasa tak enak hati, di tambah lagi Baekhyun yang sudah marah. bagaimana pun Luhan juga ikut menyiksa Chanyeol. Sudah pasti Baekhyun marah padanya juga.

"Ini semua salah Changmin Hyung" Ucap Jinki sambil menunjuki Changmin, sedangkan Changmin sudah melebarkan matanya.

"Mwo…?! Aishhh anniyo.. ini bukan salah ku sepenuhnya, bukannya kau juga ikut menyiksanya Jinki… jangan menyalahkan aku seorang" Ucap Changmin tak terima.

"Aishh sudahlah, berhenti saling menyalahkan. itu juga tidak sepenuhnya salah kita, coba piker. jika dia mau buang air kecil, dia kan bisa bilang. biar kita berhenti mengerjainya" Ucap Kris menjelaskan, yang mendengar hanya mengangguk-ngangguk paham. Namun detik kesekian ratusnya mereka semua mulai menatap Kris sambil menyilangkan tangan di depan dada mereka.

"Wae? Kenapa menatap ku seperti itu" Tanya Kris dengan wajah tak bersalahnya. Changmin mulai mendekati Kris, merangkul bahu sahabat baiknya itu.

"Bagaimana dia bisa bicara jika mulutnya kau sumpal dengan kain eoh" Changmin mulai menggeseki kepala Kris. melihat kesempatan itu, Yang lain juga ikut menyiksa Kris dan kejadian yang menimpa Chanyeol pun terulang dan kali ini korbannya adalah Kris, ck ck ck… sungguh kasian…

"Sudah selesai? Keluarlah…" Ucap Baekhyun yang sedang menunggu Chanyeol di depan sebuah bilik di dalam toilet. Tak lama kemudian bilik itu terbuka. Chanyeol keluar dari sana. Pria namsan itu topless dan hanya mengunakan celana training yang terlihat sempit dan gantung. bahkan ujung celana itu berada di pertengahan betis Chanyeol. Itu adalah celana olah raganya Baekhyun, untung Baekhyun membawa celana itu. jika tidak, bisa bayangkan Chanyeol naked dan berkeliaran seperti ini. Bisa-bisa orang-orang menganggapnya orang gila. Celana,baju, dan underwear basah akibat air seninya yang kelewat banyak, terpaksalah ia mengunakan Training Baekhyun.

"Ini sedikit kecil" Ucap Chanyeol sembaring membetulkan celananya yang sangat-sangat pas ditubuhnya yang berisi dan tinggi.

"Mian…tubuh ku memang sangat kurus atau kita pulang saja sekarang, agar Channie bisa langsung menganti pakaian dan beristirahat. pasti Channie lelahkan?" Ucap Baekhyun menawarkan, ia khawatir pada Chanyeol. dia pasti sangat malu karena insiden pipis di celana tadi.

"Pulang? Oh ayolah… kita sedang berpesta sekarang" Ucap Chanyeol yang berusaha membuat Baekhyun tak khawatir.

"Tapi mereka sudah keterlaluan pada mu" Ucap Baekhyun kesal, terlihat dari suaranya yang mulai meninggi. Chanyeol tersenyum, lantas ia mendekati Baekhyun dan mulai memeluk kekasihnya itu. membawa tubuh mungil Baekhyun kedalam dekapannya yang hangat. Baekhyun berhenti berbicara, ia terkejut dengan reaksi Chanyeol.

"Gwaenchana, itu sudah biasa..lagian aku tak bisa marah pada sahabat-sahabat ku itu… gomawo sudah mengkhawatirkan ku" Chanyeol mempererat pelukannya. Baekhyun mulai menutup matanya dan menghirup aroma tubuh kekasihnya.. Eummm sungguh maskulin, bukankah saat menari tadi ia sudah berkeringat, namun… mengapa tubuhnya masih bisa seharum ini? aromanya beda dari parfum mana pun yang pernah ada. Dan yang terpenting, Baekhyun menyukai aroma itu.

"Tak perlu berterima kasih.. aku senang bisa memperhatikan mu seperti ini, ingatlah. Tak ada kata maaf dan tak ada kata terima kasih dalam kisah kita, Arra?" Ucap Baekhyun menjelaskan, masih dengan matanya yang tertutup. Chanyeol hanya tersenyum , ia mulai mengecup lembut pucuk kepala kekasihnya itu dan segera melepas pelukan mereka.

"Kajja… kita kesana, kita balaskan dendam kita pada mereka" Ucap Chanyeol dengan semangat yang berapi-api, Baekhyun hanya mengangguk sebagai tanda bahwa ia setuju. Mereka pun mulai berjalan menuju ruang awal dimana mereka berpesta tadi.

Awalnya Baekhyun dan Chanyeol masuk dengan wajah datar, mereka beracting seperti sedang marah besar dan kalau boleh jujur, mereka berhasil mengerjai semua yang ada di situ kecuali Eden dan Tao yang tak tau menau soal itu. Suasana canggung memenuhi ruangan itu, semua orang berusaha mati-matian untuk meminta maaf pada Chanyeol dan Baekhyun, di mulai dari cara yang halus, sampai yang benar-benar aneh.

Baekhyun dan Chanyeol masih bisa menahan untuk tidak tertawa saat melihat kebodohan teman-temannya dalam meminta maaf. Namun Baekhyun dan Chanyeol tak dapat menahan tawa saat giliran Kris meminta maaf, kalian tau? Kris meminta maaf dengan beraegyo, wajahnya terlihat sangat lucu, bisa bayangkan seorang Kris melakukan aegyo? Itu benar-benar susah untuk di deskripsikan.

Kalian tau? Acara bully kembali terjadi, korban kali ini Baekhyun dan Chanyeol. mereka semua kesal karena di kerjai, maka terjadilah siksa menyiksa antara dua Group yang saling bersahabat itu. Yah beginilah persahabatan mereka… begitu indah, mereka bahkan tak bisa bermarah-marahan lebih dari satu jam.

Selasa, Rabu,Kamis, Jumat, dan Sabtu. Tao menjalani hari-harinya dengan suka cita. Keadaan hatinya sangat baik minggu ini, kalian pasti sudah tau apa penyebabnya kan? Yups… Si panda cantik kita ini senang karena bisa semakin dekat dengan Eden. Ditambah lagi, hari minggu ini , tepatnya besok. Tao dan Eden akan berkencan. Itulah yang membuat Tao secerah sekarang ini. Ia bahkan berbelanja baju-baju dan segala macamnya setiap hari. Dan yang kena imbasnya itu sahabat-sahabat tercinta nya, mereka akan di paksa Tao berkeliling mall selama berjam-jam. Tentu mereka akan sangat lemas dan kelelahan, apa lagi kegiatan itu di lakukan lima hari berturut-turut.

Namun, hari sabtu menjadi hari yang menyenangkan bagi Baekhyun, Luhan dan Jinki. semua rasa lelah dan lemas mereka mendapatkan feedback. Tao memberikan mereka hadiah sebagai bentuk terima kasihnya. Baekhyun mendapatkan tujuh eyeliner limited edition dari tujuh produk terkenal di luar luar korea. Luhan mendapatkan banyak benda-benda imut dan unik yang jarang ada di korea dan cina, entah bagaimana cara Tao mendapatkannya. yang pasti Luhan sangat menyukai semua benda-benda itu. Dan Jinki mendapat banyak voucer makan makanan berbahan ayam , di beberapa toko terkenal di korea. Bukan rahasia lagi kalau si pria berparas manis itu menyukai ayam.

Pagi ini Tao terbangun dengan senyuman, kalian tau kan hari ini hari apa? Yups… semua pasti bisa melihat tanggal merah di kalender. Inilah hari minggu yang di tunggu-tunggu oleh Tao. Hei.. bahkan jam baru menunjukan pukul setengah tujuh. Tapi Si panda sudah bangun dan bergegas mandi. Setelah itu dia berkutat dengan puluhan pasang baju barunya, ia akan mencobai baju-baju itu dan berdiri di depan kaca, melihat pantulan diri. Jika merasa belum cocok, maka ia akan mengantinya dengan yang lain lagi. Ck ck ck, sepertinya panda kita satu ini benar-benar jatuh cinta. Setelah menemukan baju yang pas, ia akan menyimpan baju itu, ia tak mau memakainya dulu sekarang, ia tak mau sesuatu menodai baju itu.

Langkah selanjutnya yang ia lakukan adalah memanggil teman-temannya yang sedang terlelap dengan mimpi indah mereka masing-masing. Ck ck ck sungguh kasian Baekhyun, Luhan dan Jinki.

Tao memaksa Baekhyun untuk merias wajahnya sekasual mungkin, simple namun terlihat menarik. Jinki bertugas untuk menyiapkan tatanan rambutnya dan Luhan bertugas mengubah Tao seimut mungkin, di mulai dari dari aksessoris dan lain sebagainya.

Sempurna… itulah kata yang bisa kita ucapkan saat Tao selesai di rias. Dia begitu menawan saat ini. Baekhyun, Luhan dan Jinki saja terkagum-kagum dengan karya mereka. Kaos V neck berwarna baby blue yang terlihat manis terpasang rapi di tubuh indah Tao, kaos itu terbuat dari bahan apa? Itu sangat soft dan terlihat sangat cocok di tubuh Tao. Kaos itu semakin indah karena di padukan dengan rompi berwarna putih susu. Jangan lupakan celana pendek di atas lutut yang di gunakan Tao yang berwarna sama dengan kaos V neck yang Tao kenakan. Penampilan Tao semakin sempurna karena pernak pernik lucu yang ia gunakan serta gaya rambutnya yang membuatnya terlihat sangat manis.

"Omo.. neomu yeppo" Ucap Jinki, matanya berbinar-binar memandang Tao.

"Sudah ku katakan, Tao itu sangat yeppo. sayangnya ia jarang berdandan" Ucap Baekhyun menjelaskan. Luhan dan Jinki hanya mengangguk paham. Setelah lama menatap Tao, Luhan tersadar akan sesuatu hal, ia menatap jam di dinding.

"Omo… sudah jam delapan, Tao… bukan nya kau masih harus membuat bekal? Omo… waktu mu hanya tersisa tiga puluh menit untuk membuat bekal itu, ayo segera hubungi Kyungsoo" Ucap Luhan yang sudah kalang kabut, padahal yang dalam masalah itu Tao tapi malah dia yang kalang kabut. Mereka berempat langsung berlari menuruni tangga menuju dapur. sesampainya di dapur Tao langsung mengotak-atik ponselnya mencari nomer Kyungsoo, setelah ketemu ia langsung memencet tombol berwarna hijau pada layar ponselnya, tak lupa ia loudspeaker ponsel itu agar lebih mempermudah dalam memasak.

"Yeoboseyo?" Ucap Kyungsoo di sebrang sana, Saat ini Kyungsoo sedang memasak ternyata, terdengar dari suara bising alat-alat dapur yang bergesekan dan mengeluarkan suara.

"Eomma.. sedang apa? Bantu Tao eomma… jebal" Ucap Tao manja, hal ini sudah menjadi kebiasaannya jika berbicara pada Kyungsoo. Kyungsoo tersenyum di seberang sana.

"Waegeurae? Katakan saja… Eomma pasti akan membantu mu Tao-ya" Ucap Kyungsoo yang masih sibuk dengan masakan nya, Jongin terlihat memasuki dapur mencari-cari istri tercintanya. Setelah ketemu, ia langsung mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang. Kyungsoo terlihat sedikit terkejut, namun ia langsung tersenyum saat nafas hangat yang ia tandai mengenai lehernya.

"Eomma bantu Tao membuat bekal yang enak namun simple, ne.. kalau bisa, membuatnya tak perlu waktu lebih dari dua puluh lima menit" Ucap Tao mulai cemas, ia berulang kali menatap jam di dinding. Kyungsoo yang mendengar itu hanya tersenyum.

"Mwo? Bekal? Untuk apa? Anak eomma mau berkencan eoh?" Kyungsoo mulai mengoda Tao.

"Eomma~ jangan mengoda ku" Tao langsung merona, Kyungsoo hanya tertawa pelan.

"Kkkkk~ arraseo, eumm buat fried bimbimbap curry saja, otte?"

"Eummm terserah Eomma saja, yang penting enak" mendengar itu Kyungsoo mulai menyebutkan bahan-bahan yang harus Tao siapkan. Luhan, Baekhyun dan Jinki ikut menyimak kata-kata Kyungsoo, mereka juga membantu menyiapkan bahan-bahan dan alat-alat yang di butuhkan.

"Sudah semua kan? Nah langkah pertama adalah memotong dadu bimbimbap yang sudah kalian siapkan" Ucap Kyungsoo pada Tao, Tao pun melakukan apa yang di perintahkan Kyungsoo. Jongin yang sedari tadi diam, sekarang mulai usil. ia mulai mejilati pelan leher istrinya, membuat beberapa kissmark pada leher putih susu istrinya itu.

"Lalu…Ahhh Jonggie ahhhh hentikan" Kyungsoo melenguh kecil, Tao yang mendengarnya hanya menegerutkan keningnya.

"Eh? Lalu Ahhh ahhh? Apa itu? Perasaan tadi Eomma tidak menyebut kan 'ahh ahh' , apa itu?" Tao sibuk sendiri, Luhan dan Jinki langsung menutupi kuping Tao yang polos, Baekhyun mulai mengambil alih ponsel Tao.

"Ya..! Samcheon! dasar mesum… jangan ganggu Imo –Bibi/istri samcheon- dulu, aishhhh jinjja.." Baekhyun mulai frustasi, Jongin tak menghiraukan perkataan keponakannya itu, ia masih sibuk menghisapi dan membuat kissmark di leher istrinya itu.

"Aish…." Baekhyun semakin Frustasi, bagaimana caranya menghentikan Samcheonnya yang mesum itu? Dan di saat saat seperti ini, datanglah dua malaikat keberuntungan Baekhyun.. mereka adalah Minhyun dan Minhyuk yang sedang bermain pemburu hantu.

"Hyuk Hyung, lihat… Appa sedang berusah menghisap darah Eomma, lihatlah… Appa mengigit-gigit leher Eomma, kasihan Eomma" Ucap Minhyun dengan polosnya, saat ini mereka sedang bersembunyi di bawah kursi di meja makan yang tak jauh dari dapur. Kalian tau? Mata Minhyun sudah berkaca-kaca, ia takut kalau Eommanya mati.

"Tenang saja… Eomma akan selamat, kajja kita serang Appa…" ucap Minhyuk menenangkan adiknya itu, setelah itu Minhyuk dan Minhyun langsung berlari sambil berteriak.

"Hya….! kamilah Ghost Buster… bersiaplah Vampire jelek, kau akan menemui ajal mu" Ucap Minhyuk menirukan dialog dari sebuah film hantu favorite nya. Mereka beranggapan Appa mereka adalah seorang vampire.

"Dengan kekuatan suci dari tuhan kami akan memberantas semua vampire di dunia ini, mati lah kau Edward Cullen" Tambah Minhyun mengikuti Hyungnya, mereka berlari menuju Appa nya , setelah itu memukuli kaki Jongin, Minhyun bahkan mengigit kaki Appa nya.

"Ahhhh Appo, Aishhh kalian pembunuh vampire eoh?" Tanya Jongin pada kedua anaknya yang sedang bermain pemburu hantu, terlihat dari baju pemburu hantu yang beberapa hari lalu ia belikan.

"Ya… kami pemburu hantu , kami akan membunuh mu Karena sudah melukai Eomma kami" Ucap Minhyuk sambil menginjak-injak kaki Appanya, Jongin langsung mengangkat Minhyuk.

"Aku akan memakan mu Tuan pembasmi hantu, rasa kan ini" Jongin mulai membawa Minhyuk ke ruang tamu dan mengelitiki Minhyuk sesampainya di ruang tamu. Kyungsoo hanya tertawa kecil melihat tingkah suami dan anak nya itu.

"Eomma~ Gwaenchana? Lihatlah… leher Eomma berdarah" Ucap Minhyun cemas sambil menunjuk bercak-bercak merah pada leher Eomma nya, Kyungsoo langsung menutupi lehernya.

"A-anniyo… ini bukan apa-apa sayang, omo… sepertinya tadi eomma dengar suara minta tolong , sepertinya itu suara Hyuk Hyung, sana bantu Hyuk Hyung melawan Vampir nakal itu" Ucap Kyungsoo berusaha mengalihkan pembicaraan.

"Siap Boss…" Ucap Minhyun sambil hormat pada Kyungsoo, setelah itu ia berlari sambil berteriak-teriak menuju ruang Tamu. Kyungsoo hanya tersenyum, Setelah itu ia kembali menyapa Tao yang ada di seberang sana.

"Yeoboseyo? Mian… ada sedikit gangguan di sini, baiklah… kita mulai lagi ne" Baekhyun yang mendengar semua yang terjadi dari awal hingga akhir hanya memasang wajah datar, Luhan dan Jinki berhenti menutupi kuping polos Tao. Nah setelah itu mereka memulai kembali acara masak-masak mereka..

Beberapa menit kemudian, masakan yang mereka buat sudah siap untuk di hidang kan, Tao sudah menutup sambungan telfonnya dengan Kyungsoo, sekarang mereka menatapi hasil karya mereka. lumayan banyak… mereka masaknya terlalu bersemangat hingga lupa diri.

"Eummm, siapa yang mau mencoba masakan ini?" Tanya Tao pada Teman-temannya, yang di Tanya hanya menatapi makan itu, bentuknya sangat indah. aromanya pun begitu lezat, namun rasanya…. Siapa yang tau?

Seorang pria berbadan Tinggi dan tampan yang saat ini sedang Topless memasuki dapur, pria itu tak lain dan tak bukan adalah Suho, ia menatap Tao dan yang lainnya yang sedang sibuk dengan dunia mereka sendiri, setelah itu ia mendekati Tao dan yang lainnya.

"Harum…. Kalian sedang masak apa?" Tanya Suho yang sudah berdiri di samping Tao sekarang, menyadari kehadiran Suho semua mulai menatap Suho. Detik berikutnya mereka tersenyum cerah, membuat Suho menelan ludah. ia merasakan suatu firasat buruk.

"Hyung~… Lapar Eoh? Kajja makan dulu. Sana, Hyung tunggu saja di meja makan. nanti kami akan bawakan makanan" Tao beraegyo di depan Suho, Suho hanya diam dan menuruti apa yang dikatakan adik tercintanya itu. Sekarang ini ia sudah duduk diam di meja makan, wajahnya sangat datar.

"Igo… selamat makan~" Ucap Tao ceria, ia sudah meletakan seporsi makanan di hadapan Hyungnya itu, Jinki juga menyiapkan orange juice untuk Suho. Suho menatap makanan itu sebentar, lalu menatap pada Tao dan yang lainnya.

"Ini ada apa? Kalian tak memasukan apa pun ke dalam makanan ini kan?" Tanya Suho, dengan takut-takut ia mulai menyuapkan sesendok Fried bimbimbap curry itu ke mulutnya. Tao dan yang lain menatap Suho penuh Tanya. Bukan menjawab, Suho malah menyuapkan sendokan kedua, ketiga dan seterusnya hingga habis. Setelah habis ia meminum orange juice yang sudah di sediakan, lalu menatap Tao dan yang lain.

"Waeyo? Kenapa menatap ku begitu" Tanya Suho yang mulai risih di pandangi seperti itu.

"Eum… bagaimana rasanya?" Tanya Tao takut-takut, ia terus berdoa dalam hatinya semoga makanan itu rasa nya enak, karena ia tak punya waktu lagi untuk membuat yang lain.

"Rasanya? Enak… hampir sama seperti yang biasa Kyungsoo buat…" Suho menjawab seadanya, wajahnya datar. Membuat semua ragu… apakah itu memang benar-benar enak. Soalnya Suho adalah orang yang susah di tebak, ia akan tetap mengatakan enak walau sebenarnya tidak enak. contohnya saat Lay belajar masak untuk pertama kalinya, masakannya sangat tidak enak, namun Suho mengatakan bahwa makan itu 'Biasa saja' masih dengan wajah datarnya . sepertinya ia selalu ingin menjaga perasaan orang lain. Karena penasaran Baekhyun mulai menuju Dapur, menyipi makanan itu dan benar saja. rasanya memang benar-benar enak.

"Ya…! Sudah sempurna…" Baekhyun berlari dari arah dapur, ia membawa sebuah bungkusan yang terlihat begitu imut, sepertinya dia sudah menyiapkan bekalnya. Semua menatap Baekhyun.

"Benar-benar enak?" Tanya Luhan penasaran. Baekhyun hanya mengangguk.

"Pergilah sekarang, Taxi sudah menunggu di depan, kau tak ingin terlambatkan" Ucap Baekhyun menyerahkan bukusan makanan itu pada Tao, Tao tersenyum.

"Gomawo semuanya, kalian sudah banyak membantu"

"Ne… berjuang ne.." Ucap Baekhyun, Luhan dan Jinki menyemangati.

"Ne… gomawo sekali lagi dan oh" Tao mulai mengecup singkat pipi Hyungnya yang sedari tadi diam.

"Gomawa juga untuk Hyung, kau sangat tampan hari ini, saranghae" setelah itu Tao benar-benar lenyap dari sana, pergi dengan Taxi menuju taman kota.

"Ehem…. Aishhh cuaca hari ini begitu panas, membuat aku gerah. sepertinya aku harus mandi untuk menyegarkan tubuh ku" Ucap Suho tiba-tiba, wajahnya memerah.. ia mulai meninggalkan ruang makan itu dan berjalan menuju kamarnya. Apa tadi katanya? Mandi? Aishh orang gila juga bisa melihat, bahwa Suho baru saja selesai mandi sebelum ke dapur, rambutnya saja masih sedikit basah, sekarang dia mau mandi lagi? Ck ck ck…

Tao terus tersenyum selama perjalanan menuju taman kota, berulang kali ia menatap kotak bekal yang ada dalam bungkusan yang sedang ia pangku, hah… ia berharap Eden menyukai ini, eh tunggu dulu? Bagaimana ia bisa tau Eden menyukainya atau tidak, dia ingat betul bahwa Eden beda-beda tipis dengan Suho, wajah mereka terus menerus datar, tanpa Ekspresi. Aishhh dasar nasib, kenapa bisa ia hidup di kelilingi oleh orang-orang berwajah datar.

Tanpa Tao sadari Taxi yang ia tumpangi itu telah berhenti, ia sudah sampai pada tujuan nya, taman kota. Wah sangat ramai, berpuluh pasang kekasih sedang berkencan di sana, ada juga beberapa keluarga yang sedang menikmati taman kota yang begitu indah dan luas itu.

Tao turun dari Taxi itu, ia sangat gugup sekarang. berulang kali sudah ia mengembuskan nafas dengan tak beraturan. Dengan perlahan ia berjalan menuju taman kota, menerobos puluhan orang yang sedang berlalu lalang. Tao mulai mencari-cari sosok tampan yang ia puja. Di tengah-tengah pencarian seseorang menepuk bahunya dari belakang, menyadari itu Tao pun mulai berbalik. Senyum manis terukir di wajah manis Tao. Kalian pasti sudah bisa menebak siapa yang menepuk bahu Tao tadi, Yups… itu Eden, omo… lihatlah penampilan Eden… kaos hitam ketat yang sangat pas di tubuhnya yang kekar, jangan lupakan lambang playboy di bagian dada sebelah kanan pada baju tersebut. Eden mengunakan jeans biasa sebagai pelengkap penampilannya. Eden terlihat sangat tampan walau berpenampilan simple seperti ini.

"Sudah lama menunggu Hyung?" Tanya Tao sekedar berbasa-basi untuk menghilangkan rasa gugupnya.

"Anniyo.. Hyung juga baru datang beberapa menit yang lalu" Jelas Eden, Tao hanya mengangguk. kemudian mulai menatap sesuatu yang tergantung di leher Eden, sebuah benda yang selalu ia bawa ke mana-mana, semenjak ia baru masuk ke sekolah hingga sekarang ini.

"Hyung… eumm Hyung suka photograph ya? Seingat Tao, Hyung selalu membawa camera kemana pun, ingin menjadi photographer eoh?" Eden hanya tersenyum.

"Anniyo… hanya iseng saja, Hyung rasa memotret sesuatu itu menyenangkan, ya… sebagai media penghilang kejenuhan saja mungkin" Jelas Eden. Untuk kesekian kali nya Tao hanya mengangguk.

"Oh ya… kita mau ke mana? Katanya Tao ingin berbelanj-"

"Hah… maaf membuat kalian menunggu, tadi Toiletnya sangat ramai, jadi harus menunggu" Ucap sebuah suara, menyela perkataan Eden tadi. Mendengar itu Tao memalingkan wajah untuk melihat siapa pemilik suara yang terdengar familiar di telingannya.

"Kris? Sedang apa di sini?" Tanya Tao yang Shock. Hei… ini kencan dirinya dan Eden, kenapa harus ada pertanyaan itu Kris mulai menatap Eden.

"Dia memaksa untuk ikut. tadi, sebelum Hyung ke sini, ia bertanya 'Eden… mau ke mana?' lalu Hyung menjawab 'mau menemani Tao berbelanja sesuatu' setelah itu ia menyuruh Hyung untuk diam di tempat, ia berlari kekamarnya dan menganti baju, setelah itu ia kembali ke hadapan Hyung dan berkata 'Hyung aku ikut ya, jebal… aku kebosanan di rumah sendiri' begitulah" Eden menjelaskan panjang lebar, wajah Kris terlihat Shock. hei… bukan kah Kris sudah mengajarkan Eden saat di rumah tadi? Seharusnya Eden mengatakan 'Aku kasihan melihat Kris sendirian di rumah, ia terlihat seperti orang gila, makanya aku ajak' nah begitu baru benar, tapi… kenapa Eden berkata yang sebenarnya.

"Y-ya… Eden… ap-apa yang Kau katakan? Bukannya kau yang memaksa ku ikut? Padahal aku tak mau ikut" Ucap Kris gelagapa, ia bergaya seolah-olah kesal. ia tak ingin harga dirinya jatuh di mata Tao. mendengar perkataan Kris tadi Tao mulai menatap Eden, meminta penjelasan. Eden hanya tersenyum.

"Ne… dia benar, mian karena tidak mengatakan pada mu terlebih dahulu jika Hyung mengajaknya, itu bukan masalah kan?" Tanya Eden pada Tao. Tao hanya mengangguk pelan, hilang sudah impian nya. apakah pergi bertiga seperti ini masih bisa di sebut kencan?.

Mereka bertiga pun mulai berjalan, Tao membawa Eden dan Kris menuju pusat perbelanjaan terbesar di korea. Tao membawa mereka ke sebuah tempat yang menjual keperluan Ibu dan Anak Bayi, Tao ingin membelikan Kyungsoo perlengkapan Bayi. ia rasa perlengkapan yang kemarin itu mereka beli kurang untuk ketiga malaikat yang baru hadir di keluarga Kim itu. Tao membeli sebuah tempat tidur khusus bayi yang ukuran besar, Tao juga membeli baju-baju lucu untuk ketiga malaikat Kyungsoo. Tak lupa perlengkapan makan untuk bayi, alat-alat dandan bayi seperti bedak dan yang lainnya.

"Mau membayar dengan apa Tuan?" Ucap penjaga kasir yang sedang mendata dan menjumlahkan belanjaan yang Tao beli.

"Dengan credit card, eummm barangnya bisa di kirim kan? Tolong kirim ke alamat ini ya, igo kartu ucapannya, eummm biaya pengirimannya langsung saja di masukan saja ke dalam daftar belanjaannya, gomawo" Tao terlihat sibuk, Eden hanya memandangi apa yang Tao lakukan.

"Hei… apa kau tak ingin membeli ini untuk Kyungsoo, ini pasti cocok untuknya" Kris tiba-tiba muncul entah dari mana, di tangannya sudah ada sebuah baju tidur yang terlihat sangat sexy. bahan tembus pandang dengan renda-renda dan jaring-jaring. Tao menatap Kris, wajahnya memerah.

"Sudah semuanya Tuan, silahkan kembali lain kali" Ucap tukang kasir itu sambil menyerahkan kembali Credit card di sertai bill belanjaan Tao.

"Kyungsoo seorang pria, ia tak mengunakan baju seperti itu. dasar bodoh" Tao mengambil credit card serta bill belanjaannya dan segera berlalu dari situ dengan wajah yang merona, Eden hanya tersenyum dan memotret Kris yang sedang memegang baju tersebut, setelah itu menyusul Tao. Sedangkan Kris masih diam di tempatnya.

"Aishhh aku salah? Ini kan sexy, cocok jika di gunakan saat tidur" Ucap Kris yang entah pada siapa, penjaga kasir dan beberapa orang pengunjung di situ sudah mati-matian menahan tawa. Menyadari itu Kris segera meletakan pakaian itu di meja kasir dan berlari pergi dengan wajah merona. Ia merasa seperti seorang ahjussi-ahjussi mesum sekarang.

Langit yang membiru ceria, awan yang begitu putih, udara yang begitu menyegarkan… hah ini lah keindahan hari ini… hari minggu. Tao , Eden dan Kris saat ini sudah ada di pantai, lebih tepatnya sedang berada di sebuah bazaar yang di buka di dekat pantai. Tao sibuk melihat-lihat pernak pernik yang di jual di sana, Eden sibuk memotret-motret pemandangan sekitar, sedangkan Kris sibuk dengan kegiatan menangkap ikan koi.. dia ingin menangkapkan satu ikan untuk Tao, namun gagal terus. Mereka bertiga sengaja berpencar.

"Silahkan melihat-lihat… barang di sini sangat bagus, harganya juga tak begitu mahal" Ucap seorang wanita saat Tao melewati sebuah Toko yang menjual baju-baju lucu. Tao sedikit tertarik dan ia mulai melihat-lihat baju di situ. Saat mencari-cari baju, ia menemukan sesuatu yang menarik. tanpa fikir panjang, ia langsung membelinya.

"Datang kembali ne" Ucap Wanita tadi, Tao berjalan dengan senyum di wajahnya. di tangannya sudah ada sebuah kantong belanjaan, entah apa isiinya.

Tao pun mulai mencari Eden dan Kris. Ternyata Kris dan Eden sudah berkumpul duluan, sekarang mereka sedang berdiri di sebuah tempat yang entah apa, dengan senyum Tao mendekati Eden dan Kris. Tao mulai bingung saat melihat seorang wanita berpakaian seperti peramal sedang memegang tangan seorang wanita yang duduk di hadapannya.

"Hyung… sedang apa" Tanya Tao sambil berbisik

"Lihatlah itu Tao…katanya apa yang di katakan peramal ini benar-benar akan terjadi" mendengar itu Tao bergidik ngeri , ia menatap sekeliling tempat itu, hawanya sungguh mengerikan. Tiba-tiba wanita yang tadi duduk di depan peramal itu berlari dan menabrak Tao, wanita itu berlari sambil menangis dan berteriak-teriak tak jelas. Melihat itu Tao semakin merinding. Karena wanita tadi, tempat itu semakin ramai di datangi orang. orang-orang penasaran dengan apa yang terjadi.

"Kau… duduk lah" Ucap peramal wanita itu tiba-tiba, wanita itu menunjuk Tao. Semua orang di sana mulai menatap Tao, Tao mulai merinding.

"A-aku?" Tanya Tao sambil menunjuk dirinya sendiri. Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya.

"Ayo… jangan takut, duduklah… ini Gratis untuk mu manis" Ucap wanita itu, Hei… ayolah… Tao bukan takut untuk membayar wanita itu untuk meramalnya, Tao hanya takut pada tampang wanita itu, bagaimana kalau wanita itu sebenarnya pasien dari rumah sakit jiwa yang sedang menyamar?

"Tenang lah… aku bukan orang gila yang kabur dari rumah sakit jiwa" Ucap wanita itu membaca pikiran Tao. Tao tersentak dengan kata-kata wanita itu, 'yang barusan itu…ia membaca pikiran ku?' itu yang ada di pikiran Tao. Dengan takut-takut Tao mulai duduk di hadapan wanita itu. wanita itu tersenyum.

"Tangan mu, boleh aku lihat tangan mu manis?" wanita itu langsung meraih tangan Tao sebelum Tao menjawab 'iya'. Tao terdiam, sensasi aneh menjalar pada tubuhnya saat wanita itu menutup tangan Tao dengan kedua tangannya. Setelah wanita itu mengangkat tanganya dari tangan Tao, beberapa lembar kartu tarot sudah ada di atas tangan Tao. wanita itu tersenyum.

"Ini lah takdir mu di masa depan manis" wanita itu mengambil kartu-kartu itu dan mulai menyusunnya. Ternyata hanya tiga kartu. Kartu King, Queen dan Knight. Melihat itu Eden segera memotret kartu-kartu itu.

"Jangan memotretnya anak muda" Ucap peramal itu sedikit geram.

"Maaf…" Eden menundukan badannya, ia benar-benar terkejut.

"Baiklah manis,dengarlah baik-baik.. kau adalah seorang ratu yang sangat cantik dan baik hati, namun kau terlalu polos. Jangan biarkan sembarang orang memasuki hati mu. Dan suatu hari nanti raja akan tergantikan oleh kesatria ini" aneh… wanita ini benar-benar aneh, Tao sangat takut, Eden dan Kris saja ikut merasa takut dengan wanita ini. Tadi wanita itu menatap Kris saat mengatakan 'raja' dan menatap Eden saat mengatakan 'Kesatria'. Apa maksudnya?

Karena takut Tao langsung berdiri, mengambil barang-barangnya dan pergi. Eden dan Kris juga ikut menyusul Tao. wanita itu tersenyum penuh arti saat mereka pergi

"Wanita itu benar-benar gila" Ucap Tao kesal. Eden dan Kris yang mengikuti Tao dari belakang hanya diam, mereka tau kalau Tao sedang kesal saat ini, makanya mereka memilih diam. Tiba-tiba Tao menghentikan langkahnya dan menatap pada Eden dan Kris.

"Hyung.. kalian ke pantailah duluan, nanti aku menyusul. aku ingin membeli minuman dulu" Ucap Tao pada Eden dan Kris. Eden dan Kris hanya mengangguk dan mulai berjalan menuju pantai, sedangkan Tao berjalan menuju tempat Khusus menjual minuman.. setelah selesai membeli minuman. Tao mulai berjalan menuju pantai, namun di tengah perjalanannya ia menemukan sebuah tempat yang asing baginya, tempat itu menjual sesuatu yang entah apa, tapi kenapa tempatnya asing? Jauh dari stan bazaar yang lainnya?

"Oppa… kemari, ayo beli ini" Seorang gadis kecil yang mungkin berjualan disitu mendekati Tao, mengajak Tao melihat-lihat tempat ia berjaulan. Tao pun hanya menurut.

"Lihat ini Oppa, ini namanya love puzzle. ada sebuah kepercayaan yang mengatakan, jika kita menemukan setengah dari hati yang ada di dalam sekantong puzzle ini dan kekasih kita juga menemukan sebelahnya lagi, maka kita akan berjodoh dengannya. oppa mau membelinya kan" pinta gadis kecil itu memelas. Tao sedikit tertarik dengan cerita gadis itu, mencoba tidak ada salahnya kan? Mungkin saja Eden bisa berjodoh dengannya.

"Baiklah, berapa harganya?" Tanya Tao dengan senyum nya.

"Eumm love puzzlenya gratis untuk oppa, nah oppa beli ini saja, harganya 2000 Won saja" Ucap gadis itu sambil menunjuk satu set cincin, dalam satu set terdapat tiga cincin. Cincin nya terlihat sangat indah. Tao tersenyum dan mengeluarkan tiga lembar uang 1000 Won.

"Igo… gomawo ne, ambil saja kembalian nya" Ucap Tao sambil beranjak pergi.

"Cheonmanaeyo oppa… annyeong oppa, kapan-kapan datang lagi ne" Ucap gadis kecil itu.

Tao hanya tersenyum sambil terus berjalan, terus berjalan menuju pantai. yang entah mengapa terlihat sepi, tak biasanya sepi seperti ini. apa mungkin karena ada bazaar? Entahlah..

"Maaf lama menunggu…" Ucap Tao mendekati Eden dan Kris. Kris terlihat duduk sambil memandangi hamparan pantai, sedangkan Eden sedang memotret pemandangan di pantai.

"Haaaaa…. Aku lapar, ayo kita makan" Ucap Kris memancing Tao. Kris Tau kalau Tao membawa bekal. Mendengar itu Tao mulai menatap Kris dengan tatapan setajam silet, alhasil Kris diam tanpa kata-kata.

"Hyung.. ayo kita makan, kau tak merasa lapar eoh?" Ucap Tao dengan riangnya pada Eden, Eden berhenti memotret dan menatap Tao.

"Ne.." Eden mulai mendekati Tao dan Kris.

"Ayo duduk di sini Hyung, Tao tadi mencoba membuat bekal, ayo kita makan bersama" Ucap Tao sambil menepuk-nepuk tempat kosong di sampingnya. Eden pun hanya menurut dan duduk di samping Tao. Kris yang tidak di tawari makanan merasa sangat kesal, ia pun duduk di sisi lain yang tidak di duduki Eden –tepatnya di samping kiri Tao-.

Tao pun mulai membuka tempat bekalnya, aroma makan itu pun langsung merayu indra penciuman Eden dan Kris.

"Sepertinya enak" Ucap Kris yang sudah tergiur dengan masakan Tao tersebut. Namun Tao tak menghiraukan perkataan Kris.

"Hyung.. ayo cicipi, sini biar Tao suapi, ayo buka mulutnya… aaaa" Tao mulai mengarahkan sendokan makanan itu ke mulut Eden, Eden menatapnya sekilas lalu membuka mulutnya. Wajah datar, persis seperti yang ada di pikiran Tao sebelumnya, aishhh kalau begini bagaimana Tao bisa tau apakah Eden suka masakan nya atau tidak.

"Enak~" itulah satu kata yang Tao tunggu-tunggu, dan itu berhasil kelujar dari mulut Eden. Tao merona detik itu juga, ia pun mulai menyedokan makanan itu ke mulutnya. namun sebelum masuk ke dalam mulutnya, Kris terlebih dahulu memakan sedokan makanan itu. Tao menatap Kris tajam.

"Iya.. benar, makanan itu memang enak. Tao memang berbakat" kata Kris tanpa rasa bersalah sedikit pun. Tao hanya menhembuskan nafas, ia harus sabar.

Lima belas menit berlalu, bekal yang Tao bawa sudah habis. mereka bertiga sudah merasa kenyang. Sekarang ini mereka bertiga sedang asik menatap ke arah hamparan ombak di laut yang luas di hadapan mereka, Sungguh indah..

"Hyung, mau kan mencoba bermain love puzzle?" Tanya Tao pada Eden secara tiba-tiba. Itu berhasil membuat Kris memandang Tao dan Eden.

"Eh? Love puzzle? Tidak mau, itu kan permainan anak kecil, lagi pula itu hanya mitos" Jelas Eden, Tao mengembungkan pipinya.

"Hyung pernah mendengarnya?" Tanya Tao, Eden hanya mengangguk.

"Ne… Hyung pernah dengar waktu kecil dulu" Tao hanya mengangguk-ngangguk lalu menatap ke hamparan tanah, ia merasa sedih karena Eden tak mau di ajak bermain love puzzle.

"Kalau begitu ayo bermain dengan ku" Ucap Kris menawari, Tao menatap Kris.

"Tak usah.." Ucap Tao lemah.

"Ayolah… kau tak dengar kata Eden, itu hanya mitos, ayo bermain bersama" Ucap Kris bersemangat, kalian tau? Ternyata Kris percaya pada permainan love puzzle itu. Kris lantas menarik Tao untuk berdiri. Tao hanya menurut, Eden juga ikut berdiri dan sedikit menjauh, ia ingin memotret momen ini. Kalian tau readers? Eden tau Kris sangat-sangat mencintai Tao, maka dari itu Eden menolak untuk bermain love puzzle bersama Tao.

Tao mulai membuka bungkusan Love puzzle itu, puluhan puzzle sudah ada di tangannya saat ini. dalam hitungan satu dua tiga, Tao mulai melempar puzzle-puzzle itu ke udara. puluhan puzzle-puzzle itu berserakan di tanah. Ada yang terjatuh dekat dengan Tao ada juga yang di tiup angin dan jatuh jauh dari Tao.

Kris dan Tao mulai mencari puzzle dengan gambar setengah hati.. mati-matian mereka mencari potongan puzzle tersebut. Puzzle bergambar bunga, kuda, bintang, dan masih banyak lainnya. Eden Saat ini sedang memotret-motret, ia sibuk dengan dunianya sendiri.

"Yeay….! Aku mendapatkannya….KKkk~" Tao berteriak, ia sangat senang bisa mendapatkan potongan puzzle dengan gambar sebelah hati itu. Ia melompat-lompat sangking senangnya. Sedangkan Kris mulai Frustasi mencari pasangan dari puzzle yang sedang Tao pegang.

"Aishhh pasti terjadi kesalahan, aku sudah berusaha mencari tapi tak ketemu juga, atau jangan-jangan potongan yang satunya hanyut di bawa air laut" Ucap Kris putus asa sangking Frustasinya ia mencari potongan itu.

"Kau payah Kris, ayo cari kalau kau bisa.." Tao mulai mencibirnya, ekspresi Tao sangat lucu, Eden yang melihat itu berjalan mendekati Tao dan Kris bermaksud memotret wajah Tao yang begitu lucu karena merasa kesal tadi. Tapi baru selangkah ia berjalan, ia menginjak sesuatu. ia pun mengangkat kaki nya dan mentap benda yang ia injak.

Tao yang merasa lelah menunggu Kris mencari-cari puzzle tersebut memutuskan bermain dengan air di pinggiran pantai, sedangkan Kris masih saja Frustasi mencari puzzle tersebut.

"Kris.." Eden menepuk pelan bahu Kris, tangan Eden langsung mengenggam tangan Kris. "Kau ini payah sekali". Sambung Eden setelah itu. Eden pun mulai berjalan mendekati Tao meninggalkan Kris yang masih bingung dengan apa yang di lakukan Eden tadi. Namun setelah Eden menjauh Kris baru sadar bahwa ada sesuatu di genggamannya, perlahan ia membuka genggaman tangannya dan tersenyum. Ternyata yang di berikan Eden tadi adalah pasangan puzzle yang Tao temukan tadi.

"Tao…" Kris pun Langsung berteriak dengan nyaringnya, Tao berhenti dari kegiatan bermain dengan air dan menatap Kris. Kris pun berlari mendekati Tao dan tersenyum.

"Aku menemukannya" mendengar itu Tao pun terkejut.

"Jinjjayo? Baguslah.. kajja kita foto puzzlenya" Ucap Tao bersemangat. Mereka pun memanggil Eden, Eden mendekati mereka.

"Hyung coba foto kami" Ucap Tao yang sudah berpose dengan Kris, mereka berpose sambil menyatukan puzzle berbentu love tersebut. Dan dengan sekali jepretan, foto itu tersimpan dalam memory camera tersebut.

Hari sudah gelap, langit yang gelap di penuhi bintang-bintang yang berpijar. terlihat Kris , Tao dan Eden sedang berbaring menatap langit malam yang begitu indah, angin pantai yang sejuk masih menemani mereka. Mereka saling diam, tak ada satu pun yang berinisiatif untuk memulai perbincangan. Di jari manis ketiga insane itu sudah terpasang sebuah cincin, kalian tentu sudah tau dari mana cincin tersebut berasal, Yups kalian benar, cincin tersebut adalah cincin yang di beli oleh Tao.

Cincin-cincin itu ternyata ada tulisannya, cincin Tao bertuliskan "Hold my hand" , cincin Eden bertuliskan "Yes, I always beside you" dan cincin Kris bertuliskan "I will take you away"

Kalian lihat? dari tulisan-tulisan di cincin itu. Mereka bertiga seakan-akan sedang terikat dalam cinta segitiga. Tapi memang begitu adanya, mau bilang apa lagi?

Kris terus-menerus memandang Tao, baginya Tao benar-benar sangat cantik malam ini, wajahnya yang terkena sinar rembulan, benar-benar indah. Setelah satu setengah jam di pandangi seperti itu, Tao mulai merasa gerah. Ia ikut menatap Kris.

"Apa yang kau lihat eoh? Sedang berpikir mesum ya" Ucap Tao kesal.

"A-anniyo… aku hanya… aku hanya..eummm hanya.." Kris kehabisan alasan. Tao yang kesal tak mau mendengar alasan Kris, ia langsung memunggungi Kris dan memandang Eden. Omo.. Eden sangat tampan, 'oh tuhan.. kenapa kau ciptakan pria setampan Eden Hyung' Tao terus bergumam dalam hatinya. lihatlah Eden, ia tidur sambil melipat kedua tangannya di belakang kepalanya. wajahnya seperti bayi, begitu polos. di tambah dengan sinar bulan yang memperindah wajahnya. Tao tersenyum dan mulai menutup matanya. Kris pun begitu, setelah lelah memandangi Tao, ia mulai menutup matanya. Dan mereka tiga pun terlelap dengan mimpi indah masing-masing.

To be continued… … … … … … … … … … … … … … … … … … … …

Bagaimana cerita selanjutnya?

Bagaimana nasib Kris? Apakah cintanya akan terbalas?

Apa Kris bisa mendapatkan Tao kembali?

Tetap ikuti cerita ini….

Akhir kata Author ucapkan terima kasih, Boleh minta review nya?