New Line
Disclaimer : Sampai kapanpun Naruto dan Highschool DxD tidak akan pernah menjadi milikku, bahkan dalam mimpi sekalipun, Karena yang kutahu bahwa pemilik Naruto adalah Masashi Kishimoto dan pemilik Highschool DxD adalah Ichiei Ishibumi
Rating : M for Safety (untuk kata yang kurang sopan dan beberapa adegan Lime ataupun yang lain)
Pair : Naruto x ? (Mini-Harem aja ya?)
Warning : OOC, Typo, Miss-Typo, Gaje, Amburadul, Alur Berantakan, Mainstream, DLDR, Semi-Canon, Strong!Naru, ThreeElement!Naru, Friendly!Vali, Dll
Summary : Menjalani hidup digaris yang berbeda, membuat Naruto harus mau tak mau bisa beradaptasi didunianya sekarang, perlahan Naruto mencoba kembali ke Garis awal, apakah ia bisa? (Bad Summary)
A/N : Aku sebagai Author Newbie meminta maaf kepada Author yang lain jika ada kesamaan fic milikku dengan Kalian, Maka dari itu, Gomennasai!
Dan untuk para Reader dan Silent-Reader :v maupun Reviewer yang setia membaca tulisanku yang gaje ini, Selamat Membaca dan semoga memuaskan!
Dan untuk Opening Song kali ini, aku harap kalian suka karena untuk pertama kalinya aku membuat fic dengan sentuhan Opening song didalamnya, oh iya, Jangan lupa Download lagunya, Rekomended banget!
.:: oo0oo ::.
Opening Song : UNLIMITS - Cascade (Recommended by Me)
Kimi to boku nigirishimeta futatsu no te no naka de
Terlihat Naruto berjalan di sebuah padang rumput hijau yang lebar sejauh mata memandang
Umareta hikari ima, hanatou
Setelah beberapa saat berjalan di padang rumput yang indah itu, terlihat didepan Naruto, Vali dan Rize melambaikan tangannya sambil tersenyum kearahnya
Kohakuiro no yuuyake ni somerareta
Gambar berganti, Terlihat Naruto duduk dikursi dan berhadapan kearah jendela kamarnya sambil memandang bulan yang terang dimalam hari yang sunyi sepi
Machi wa kanashii hikari to kage utsushite ita
Gambar kembali berganti memperlihatkan Rias yang berdiri didepan Jendela klub ORC sambil memandangi bulan yang terang dimalam hari
Ikutsu mono kiseki no ito
Gambar kembali berganti, memperlihatkan Vali, Naruto dan Rize duduk dipinggir pantai sambil menatap sunset di sebuah pantai yang indah
Tsunagatte Karamatte
Dan berganti menjadi kelompok ORC yang berdiri tanpa bergandengan tangan sambil menatap bulan yang terang dimalam hari yang sunyi sepi
Tadoritsuita yo hajimeru no wa ima, kono basho kara
Lalu gambar berganti memperlihatkan Kokabiel yang duduk disebuah singgasana sambil menyeringai dan dikawal oleh para malaikat jatuh serta beberapa Iblis yang bersekutu dengannya
Ame nochi hare ano kumo ni nare iwa wo oyoide yuku
Gambar kembali berganti, memperlihatkan Vali dan Rize bergerak menyerang para Malaikat jatuh yang lumayan banyak didepan mereka yang siap untuk bertempur
Sono kokoro shibaritsuketeru tamerai furi hodoite
Dan gambar bergerak memperlihatkan Naruto dengan serangan kuat nan cepat kearah Kokabiel yang dengan mudah menghalau setiap serangan Naruto sambil menyeringai kejam
Kimi to boku nigirishimeta futatsu no te no naka de
Gambar kembali berganti, memperlihatkan Vali, Naruto, dan Rize yang duduk disebuah tebing tinggi diujung pantai sambil memandang matahari yang hendak menenggelamkan dirinya di arah barat
Umareta hikari ima, hanatou
Dan gambar bergerak memperlihatkan Rize yang memeluk Naruto dengan wajah memerah malu, Naruto terlihat terkejut dengan wajah memerah, sementara Vali hanya memejamkan matanya merasakan angin sejuk di sekitar
Latar pun menjadi gelap, dan kembali terang dan menampilkan Sebuah Tulisan berwarna merah gelap, dan tulisan itu adalah "New Line!"
- Chapter 10 : Penghuni Baru
"Huaaaahhh! Menyebalkan sekali"
Terlihat disebuah gang kecil di kota Kuoh, terlihat sesosok remaja yang mengenakan seragam Kuoh sedang berjalan pulang menuju apartemen yang ditinggalinya bersama temannya yang bersurai Dark-Silver
"Bagaimana dengan keadaan Vali ya? Awas saja jika kepala perak itu mengacak acak tempat tinggalku, maka aku akan membakarnya dengan api milikku" gumam Remaja pirang yang bernama Naruto itu
Disaat sedang enaknya berjalan menuju apartemennya yang hanya sekitar 700 meter dari Kuoh akademi itu, tiba tiba ia merasakan aura yang sangat kuat yang ia kenali sebagai..
"Rize-chan!"
Naruto langsung melesat keasal aura yang ia rasa berasal dari Rize itu, dan berlari sambil melompati atap atap rumah yang ada disekitarnya
.
.
.
.
"A-apa yang terjadi?!"
Kini Naruto sudah berada ditempat aura Rize berada,dilihatnya dengan matanya sendiri Rize yang masih mengenakan seragam sekolahnya berdiri sambil menundukkan kepalanya dan empat ekor berwarna merah yang keluar dari belakangnya, disekitarnya terlihat beberapa malaikat jatuh dan Iblis yang telah mati dengan cara yang sadis, serta sebuah Rumah yang ludes terbakar dimakan api
Rize yang merasakan sebuah aura yang kuat dibelakangnya membuatnya menoleh kebelakang melihat siapa yang ada dibelakangnya, matanya yang dulu berwarna ungu kini berwarna merah menatap datar Naruto, dan dengan tiba tiba, ia jatuh pingsan dan ekor berwarna merah yang berasal dari belakang Rize menghilang bersamaan dengan warna matanya yang kembali menjadi ungu
Dengan reflek yang bagus, Naruto langsung melesat menggapai tubuh sang gadis ungu yang pingsan itu sebelum mengenai tanah, ia lalu menggendong Rize ala Bridal style, ia hendak pergi namun sebelum itu, ia dihentikan oleh sebuah suara
"Tunggu Naru!"
Sebuah suara yang sangat familiar olehnya, suara yang tak ingin ia dengar lagi, suara seseorang yang sudah membuat hatinya hancur bagaikan kepingan kaca yang pecah
Ia lalu berbalik kearah asal suara, Dilihatnya dengan matanya semua Anggota ORC plus tiga orang yang ia yakini sebagai Ketua Osis, wakilnya serta salah satu anggotanya
"Ada apa?"
Semua terdiam mendengar ucapan Naruto yang datar dingin itu, mata mereka semua tertuju pada sesosok gadis yang Naruto gendong itu
"Apa yang kau lakukan padanya Naru!" kini Rias berucap dengan agak keras kearah Naruto
Naruto lalu mengalihkan perhatiannya kearah gadis pingsan yang sedang ia gendong itu, ia perlahan mengelus surai ungu indah milik gadis digendongannya itu
"Aku hanya menolongnya, apa aku salah?" ucap Naruto sambil terus memainkan rambut ungu Rize yang tengah pingsan dalam gendongannya
"Biar kutebak, Kalian datang kesini untuk mereinkarnasikannya menjadi iblis bukan? Jika iya maka kalian akan berhadapan denganku dahulu!" ucap Naruto sambil mengeluarkan aura yang pekat dan kuat dan tiba tiba muncul api berwarna merah membatasi antara Naruto dan Anggota ORC serta Osis
Semua Anggota ORC plus anggota Osis mengeluarkan keringat dingin merasakan aura Naruto yang kuat itu, Naruto lalu berbalik dan pergi meninggalkan anggota ORC dan Osis, perlahan api didepan mereka padam tanpa sebab
"Hah!, dia Main kabur saja!" ucap Issei geram
"Aku malah bersyukur tidak bertarung dengannya, lihat saja, auranya saja sudah mengerikan, apa lagi serangannya, dan juga ia masih rekan kita" ucap Akeno dibalas anggukan oleh Kiba dan Koneko dan juga Asia
"Rias, apa kau ada masalah dengannya?" kini sang ketua Osis membuka suara dan mempertanyakan sesuatu kepada Rias sang ketua dari klub ORC
"Kau benar Sona, aku ada masalah sedikit dengannya" ucap Rias dengan senyum yang agak dipaksakan
"Baiklah kalau begitu, Kami pergi dulu Rias, Tsubaki!" ucap Sona dan memanggil Tsubaki dan menyuruhnya untuk membuat sihir teleport lalu setelah itu mereka menghilang bersamaan dengan hilangnya lingkaran sihir itu
'Apa kau benar benar membenciku, Naru?!'
.
.
.
.
'Tap'
Hari semakin sore, didepan sebuah apartemen, terlihat Naruto yang sedang menggendong seorang Gadis berambut ungu, ia perlahan memutar knop pintu itu dengan tangannya dan mendorongnya, sementara tangan sebelahnya menopang tubuh gadis itu supaya tidak jatuh dari gendongannya
"Tadaima!"
Sementara beralih ke seseorang yang sedang menonton acara Tv di dalam apartemen itu, menoleh kearah Naruto, didapatinya oleh Mata biru es nya melihat Naruto menggendong seorang gadis yang terlihat pingsan
"Hmm Okaeri!, Kau habis menculiknya dari mana,Naruto?" tanya Seseorang itu yang ternyata adalah Vali, Naruto terlihat kesal dengan ucapan Vali yang seenaknya bilang 'menculik'
"Hoi! Bisa kau tarik kata katamu soal Menculik tadi?, aku hanya membantunya setelah melihatnya pingsan dengan beberapa Malaikat jatuh dan iblis yang tewas disekitarnya" ucap Naruto membela diri
Vali hanya diam dan kembali menonton acara Tvnya, "terserah kau saja!" ucapnya
Naruto hanya bisa menahan kesal kepada remaja berambut dark-silver yang merupakan keturunan Lucifer itu, Naruto lalu memasuki Kamarnya mengacuhkan Vali yang sedang asik menonton Tv
Dengan hati hati, Naruto membaringkan tubuh sang gadis berambut ungu yang tengah pingsan itu, ia lalu memegang tangan Rize, perlahan tangannya mengeluarkan aura berwarna biru
"Semoga kau cepat sembuh Rize-chan"
.
.
.
.
Waktu tak terasa begitu cepat berputar, kini hari sudah kembali menjadi pagi, matahari terlihat masih malu untuk keluar dari arah timur
Disebuah apartemen kecil yang kira kira sekitar 700 meter dari Kuoh Akademi, dan tepat dikamar apartemen itu, seorang gadis yang tengah terbaring lemah perlahan membuka kelopak matanya, terlihat mata ungunya yang mencoba beradaptasi dengan sinar yang memasuki matanya
"Dimana Aku?" gumam Gadis itu yang bernama Rize atau lebih tepatnya Rize Kamishiro, ia perlahan mengedarkan pandangannya kesegala penjuru arah, sampai ia mendapati seorang remaja yang tertidur dengan terduduk dilantai sambil memegang telapak tangannya
"Na-Naruto-san?!"
Beralih kepada Naruto, mendengar suara seorang gadis yang memanggil Namanya, membuat remaja berambut pirang itu perlahan membuka matanya yang perlahan beradaptasi dengan cahaya yang memasuki matanya
"Engggh... Ohayou, Rize-chan!" ucap Natuto sambil mengucek ngucek matanya
"Sebelumnya maaf kalau kamu tidak tahu ini dimana, kita berada di apartemenku, aku menyelamatkanmu setelah melihatmu berubah dan beberapa Malaikat jatuh dan iblis tewas disekitarmu serta rumah yang terbakar dilahap api" ucap Naruto menjelaskan
Kini tatapan Rize menjadi sendu, rumah yang dikatakan Naruto adalah rumah satu satunya yang merupakan rumah milik hasil kerja kerasnya, dan rumah itu sekarang sudah lenyap
"Hiks.." terdengar suara isak tangis dari gadis berambut ungu itu, Naruto yang agak iba lalu berdiri dan mengelus pucuk kepala Rize dengan lembut serta senyum tulus yang ditujukan kepada Rize
"Jangan sedih... Walaupun kau tidak punya tempat tinggal lagi, aku mengizinkanmu untuk tinggal bersamaku diapartemen ini, kau boleh tinggal disini, pintu apartemenku akan selalu terbuka untukmu" ucap Naruto dengan senyum tulus
Rize memandang wajah Naruto, dilihatnya senyum tulus Naruto yang tak ada sedikitpun kebohongan dari wajahnya, ia lalu memeluk Remaja pirang itu dengan erat membuat Naruto agak gelagapan
"Arigatou, naruto-kun" ucap Rize sambil memeluk Naruto, berbanding terbalik dengan Naruto yang kini memerah merasakan dadanya berhimpitan dengan dua asset milik gadis itu
I-iya, dan bisa kau lepaskan pelukanmu, Rize-chan?" ucap Naruto agak terbata, Rize lalu melepaskan pelukannya terhadap Naruto dan menyembunyikan ekspresinya yang kini memerah malu
"Sebelum itu, bisa kau jelaskan siapa dirimu yang sebenarnya Rize-chan?" ucap Naruto lembut, dan akhirnya Rize pun menjelaskan tentang dirinya yang sebenarnya
"Aku merupakan seorang anak dari Youkai dan Manusia, ibuku yang seorang youkai rubah merah namun memiliki fisik seperti Manusia dan ayahku yang hanya seorang manusia Biasa.."
"Dahulu aku hidup senang di Kyoto karena disanalah tempat kelahiranku, kedua orang tuaku amat menyayangiku dengan segenap hatinya.."
"Namun sampai suatu saat, sebuah tragedi terjadi dikeluargaku, para bangsa Youkai mengetahui jika ibuku berhubungan dengan Manusia, ada beberapa Youkai yang menentang hubungan itu.."
"Akhirnya para Youkai yang menentang hubungan ibuku menyerang tempat tinggalku berniat untuk menghabisi kedua orangtuaku serta diriku, mereka lalu menyuruhku untuk pergi jauh dari rumah untuk menyelamatkan diri, sementara kedua orang tuaku bertarung melawan para Youkai.."
"Akhirnya aku selamat dari penyerangan itu, dan beberapa hari sesudah kejadian itu, aku mendapatkan kabar bahwa kedua orang tuaku sudah tewas ditangan mereka, aku sangat sedih mendengar kabar menyakitkan itu, dan pada akhirnya aku meninggalkan Kyoto untuk menyelamatkan diri"
Naruto menatap sendu gadis barambut ungu yang menjelaskan kisah hidupnya itu, ia merasa nasib gadis didepannya ini kurang lebih hampir sama dengan nasibnya
Naruto lalu memegang bahu gadis didepannya itu, "Maaf kalau membuatmu sedih karena telah memaksamu menceritakan kisah hidupmu" ucap Naruto
"Tidak apa apa Naruto-kun" ucap Rize menggelengkan kepalanya
Naruto kini berpose berpikir, ia menatap langit apartemen sambil memegang dagunya dengan telapak tangannya, "Tapi Rize-chan, jika kau seorang Youkai, kenapa Auramu itu sama seperti seorang Manusia, bukankah kau keturunan seorang Youkai?" ucap Naruto
"Itu karena gen dari Ayahku lebih dominan daripada gen Ibuku, namun kekuatan Youkai yang merupakan warisan ibuku akan keluar jika aku sedang dalam keadaan emosi" ucap Rize menjelaskan
Naruto hanya menganggukan kepalanya saja, walaupun sebagian besar penjelasan Rize membuat kepalanya sedikit pusing mengingat ia terlalu bodoh untuk mencerna penjelasan seperti itu, namun ia pintar dalam hal Ramen dan pertarungan
"Baiklah, Ayo Rize-chan kita keluar kamar, ada seseorang yang ingin aku perkenalkan kepadamu" ucap Naruto dan menarik lengan Rize dan berjalan keluar kamarnya
Setelah keluar Kamar bersama Rize, Naruto lalu mengedarkan pandangannya berharap mendapati seorang remaja berambut dark-silver yang merupakan teman seapartemennya itu, ia akhirnya mendapati seorang remaja bersurai Dark-silver sedang mencuci muka di wastafel
"Yoo Vali! Ohayou" ucap Naruto menyapa Vali
Merasa ada yang memanggil Nama tampannya, Vali lalu mengalihkan pandangannya kearah asal Suara, ia lalu melihat Naruto yang menyapanya sambil memegang tangan seorang gadis ungu disamping remaja pirang itu
"Hn, Ohayou.. Ngomong ngomong bagaimana malam indahmu Naruto?" ucap Vali
Naruto kembali kesal dengan ucapan Vali yang terkesan blak blakan, ia hanya bisa menahan kesal pada Pemuda kepala perak itu, sementara Rize hanya menyembunyikan ekspresinya yang tengah memerah malu karena tahu maksud ucapan Vali
"Jangan samakan aku dengan Azazel, Dasar kepala perak sialan!" ucap Naruto kesal sampai ia lupa tujuannya untuk memperkenalkan Rize dengan Vali
"Baiklah terserah kau saja Duren Bego!, ngomong ngomong siapa Nama gadis disampingmu itu?"
"Oh ya Aku hampir lupa, Rize-chan Perkenalkan dia adalah Vali, teman seapartemenku, dan kau kepala perak, perkenalkan gadis disampingku ini adalah Kamishiro Rize" ucap Naruto memperkenalkan keduanya
"Salam Kenal Vali-san" ucap Rize ramah sambil sedikit membungkukkan badannya kearah Vali
"Hn, Salam kenal!"
"Baiklah Kalau begitu, Rize-chan, sebaiknya kau membersihkan badanmu dikamar mandi, aku akan memasakkan sarapan pagi kita" ucap Naruto
"Emang Naruto-kun bisa memasak?" Tanya Rize dan dibalas anggukan dari sang Uzumaki
.
.
.
.
Kini diruang makan Apartemen Naruto dan Vali, terlihat tiga sosok remaja yang sedang menyantap sarapan paginya mengisi energi untuk melakukan hal yang berguna nantinya
Terlihat Naruto menggunakan seragam sekolahnya karena hari ini ia sekolah, dan Vali mengenakan kaos berwarna hijau tua dengan jaket berwarna hitam serta celana panjang hitam, sedangkan Rize? Kini ia menggunakan T-shirt putih dan celana Jeans biru yang merupakan milik dari Naruto, karena semua pakaiannya habis dilalap api
Mungkin ada yang berpikir Kenapa Rize memakai pakaian Normal seperti itu bukannya memakai seragam sekolah, itu karena Naruto menyuruhnya untuk tidak masuk sekolah dulu, karena fisiknya agak lemah akibat pertarungan Rize dengan beberapa Malaikat jatuh dan Iblis itu
"Huaah! Kenyang nya!" ucap Naruto sambil mengelus perutnya yang agak mengembung, terlihat dimeja makannya tiga mangkok yang sudah kosong tak berisi
Vali dan Rize hanya bisa sweatdrop ria melihat porsi makan Naruto yang agak melebihi batas itu, bayangkan saja?, rata rata orang hanya bisa makan satu mangkok penuh, sedangkan remaja pirang itu bahkan tiga mangkok
"Tak kusangka Naruto-kun penggila Ramen!" ucap Rize melihat mangkok Bekas makan Naruto yang ternyata isinya adalah Ramen walaupun sudah habis dimakan oleh remaja Uzumaki itu
"Akupun sama denganmu Rize-san, entah kenapa Naruto suka sekali dengan terigu kriting itu" ucap Vali
"Heh! Jangan seenaknya kau menghina Ramen Kepala Perak! Kau tahu Ramen adalah makana paling enak didunia!" ucap Naruto sambil mengangkat tangannya keatas
"Ya ya ya, Kau dan Terigu itu" ucap Vali
Naruto lalu beranjak dari ruang makan dan menuju kamarnya hendak mengambil tasnya, sedangkan Vali berjalan kearah ruang keluarga hendak menonton acara Tv yang bisa menghilangkan rasa bosannya, dan Rize terlihat sedang bersih bersih entah itu menyapu ataupun yang lain
"Nee Vali?, Tolong jaga Rize untukku ya!, jika kau berbuat macam macam dengannya..." ucap Naruto hendak keluar apartemen untuk berangkat sekolah dan ia menggantungkan ucapannya, "maka wajah tampanmu akan kubuat seperti aspal!" ucap Naruto sambip memamerkan tangannya yang dilapisi oleh api
Vali hanya acuh terhadap Pemuda Uzumaki itu, menurutnya ancamannya tadi kurang greget, setidaknya berikan ancaman yang gregetlah, Iblis panggang contohnya, Hah?
"Hati hati di jalan, Naruto-kun!" ucap Rize hanya dibalas lambaian tangan dari Naruto yang sudah berjalan jauh meninggalkan apartemen
.
.
.
.
.
"Hmm, seperti biasa, Alunan lagu yang enak serta suasana tenang seperti ini membuatku sedikit bersemangat untuk menjalani hari yang membosankan ini!"
Kini Naruto sedang bersantai diatap sekolah, ia duduk dengan santainya sambil menatap awan putih yang bergerak mengikuti arah angin
'Drrrtt'
Merasakan Ponselnya bergetar, Naruto lalu mengambil Ponsel dari sakunya, ia lalu membuka Lockscreen Ponselnya dan melihat layar ponselnya
"Azazel? Tumben dia mengirim sebuah pesan kepadaku" gumam Naruto lalu menyentuh layar ponselnya sehingga ponselnya membuka Pesan yang dikirim oleh Azazel
:: ::
To : Uzumaki Naruto
From : Azazel
Subject : ?
Naruto... Aku ada pekerjaan untukmu, aku mendapat informasi dari Grigori bahwa ada seorang malaikat jatuh yang bekerja sama dengan seorang iblis liar di sebuah gedung tua agak jauh dari sekolahmu
mereka berniat untuk meluluh lantakkan daerah disekitar itu dan membunuh tiap Manusia yang ada disekitar gedung tua itu
Kau bisa membersihkannya bukan? Untuk bayaran, tenang saja aku sudah menyiapkannya
:: ::
Naruto tersenyum mendengar pesan dari Azazel, kali ini ia bisa berdansa dengan beberapa malaikat jatuh dan Iblis liar yang berniat untuk melakukan hal buruk
"Hmm... Pekerjaan yang menggiurkan!" gumam Naruto lalu beranjak dari balkon yang ia duduki dan berjalan meninggalkan atap
.
.
.
.
06:30 PM
"Jadi ini gedung tua yang dikatakan Azazel?"
Malam hari itu, Naruto sudah tiba di gedung yang dikatakan Azazel, ia menatap gedung itu, dilihatnya gedung yang sudah tua serta beberapa tanaman yang merambat di dinding gedung itu
Naruto kini tengah memakai pakaian yang terlihat normal, ia mengenakan kaos putih dengan dilapisi Hoodie yang ia kenakan, dan juga celana jeans hitam panjang, ia lalu berjalan memasuki gedung itu
"Hoii, keluarlah kalian!" teriak Naruto seolah memanggil seseorang
Dari balik dinding, tiba tiba keluarlah sesosok Malaikat jatuh serta Iblis liar yang memiliki fisik seperti gorilla namun memiliki kepala seperti babi
"Yoo! Kupikir siapa, ternyata hanya seorang bocah berambut pirang yang lemah!"
"Hei Anak muda! Kau mau memberikan nyawamu kepada Kami?"
Ucapan ucapan dari dua makhluk itu membuat Naruto memutarkan matanya bosan, ayolah? Mana mungkin ada orang yang mau memberikan nyawanya secara gratis bukan?
"Kau banyak omong ternyata! Bagaimana jika kita bertarung, siapa yang tewas maka ia yang kalah!" ucap Naruto mencoba membuat tiga makhluk itu emosi
"Kage Bunshin no Jutsu!"
Seketika muncul sepuluh bunshin yang berada disekitar Naruto, malaikat jatuh dan iblis hanya memandang Naruto heran, bagaimana manusia didepannya ini bisa membelah diri?
"Kalian semua alihkan perhatian kedua Malaikat jatuh itu, sementara aku akan menghabisi kepala babi itu" ucap Naruto dan langsung melesat ke target masing masing
'Duuugg!'
Pukulan yang hendak naruto layangkan kearah iblis berwajah babi tadi dengan mudahnya ditahan okeh sang iblis, Iblsi itu memandang Naruto dengan tatapan meremehkan yang membuat Naruto muak
"Kau tidak akan bisa melukaiku Bocah!"
"Benarkah? Kalau begitu rasakan ini!" Naruto lalu menancapkan kunai yang sudah ditempelkan kertas peledak ke lengan sang iblis yang membuatnya berteriak kesakitan, laku Naruto menendang iblis itu hinga ia terpental
'Duaaagg!'
'Blaaaarr!'
Ledakan pun terjadi di tempat iblis itu terpental, Naruto lalu melirik kearah sepuluh bunshinnya yang sedang menyerang Malaikat jatuh yang membuatnya kewalahan, namun perhatian Naruto teralihkan setelah mendengar suara dari arah ledakan tadi
"Akan kubunuh kau, Manusia Rendahan!" dari kepulan asap bekas dari ledakan tadi, munculah iblis yang Naruto serang tadi, terlihat beberapa luka di sekujur tubuhnya akibat serangan Naruto
"Kau masih hidup juga ya? Ayo kita lanjutkan pertarungan kita, kepala Babi!" ucap Naruto lantang
Mereka berdua (Naruto dan Iblis) langsung melesat satu sama lain dengan serangan yang berbeda
'Traaaanngg!'
Suara dentingan benda tajam terdengar dari keduanya, Terlihat Naruto menangkis serangan dengan kunainya dari kuku sang Iblis yang bisa dibilang tajam dan mengerikan, Naruto lalu melompat kebelakang dan kembali melesat kearah Iblis tadi
Naruto lalu melayangkan sebuah pukulan kearah kepala babi sang iblis, Namun iblis tadi menghindar dengan mengesampingkan kepalanya dan berbalik menyerang Naruto dengan kukunya yang tajam
'Swuuusshh!'
Melihat sebuah serangan yang melayang kearahnya membuat Naruto tidak tinggal diam, ia langsung melompat kesamping sehingga serangan iblis tadi hanya mengenai angin
"Sekarang giliranku! Doton : Doryuuso!" ucap Naruto lantang dan membuat handseal laku menemperlkannya ketanah, dari tanah itu, muncul naga yang terbuat dari tanah melesat cepat kearah iblis tadi
'Braaaakkk!'
"Aaaarrrggghh!" erang iblis tadi terkena serangan Naruto, ia terpental beberapa meter akibat serangan naga yang terbuat dari Tanah milik Naruto
"Saatnya membuatmu menjadi Iblis panggang!" ucap Naruto lalu ia membuat handseal
"Katon : Endan!"
Setelah mengucapkan nama jutsunya, keluar api panas dari tiupan mulut Naruto dan api yang siap membakar apa saja itu melesat kearah Iblis tadi, merasa tak ada harapan lagi, iblis itu hanya pasrah
"Aaaarrrggghh!" teriakan kesakitan terdengar dari iblis yang terkena serangan dari Naruto, terlihat ia terbakar api hasil dari jutsu Naruto, dan akhirnya iblis itupun lenyap tak menyisakan apapun
Naruto lalu melirik kearah para Bunshinnya, dilihatnya kesepuluh bunshinnya sudah membuat Malaikat jatuh itu terdesak, kini Malaikat jatuh itu terlihat terpojok dengan tangan serta kakinya ditancapkan kunai yang menembus kedinding sehingga malaikat jatuh itu tak bisa apa apa dan hanya bisa mengerang kesakitan
"Cepat habisi dia!" perintah Naruto, dan pada akhirnya, Para Bunshin pun membakar malaikat jatuh itu dengan api milik mereka sehingga malaikat jatuh itu lenyap tak tersisa
Para bunshin pun menghilang meninggalkan asap putih dan Naruto pun berjalan keluar gedung itu karena telah menyelesaikan misinya dan hendak menagih gaji dari Azazel, namun tiba tiba lingkaran sihir berwarna merah muncuk di sana dan menampilkan kelompok ORC
Mereka semua terkejut melihat tempat itu, ada beberapa bekas ledakan serta dinding yang retak serta hangus seperti terkena api, Naruto lalu melanjutkan perjalanannya dan hendak membuak pintu gedung itu
'Kriieeet'
Kelompok ORC yang mendengar sebuah suara pintu yang terkesan terdengar seperti terbuka itu mengalihkan semua perhatiannya kearah asal suara, didapati oleh mata mereka seorang remaja berambut pirang yang memakai Hoodie hendak meninggalkan gedung itu
"Naru! Apa itu kau?" kini Rias membuka suara mencoba bertanya pada sosok yang tidak diketahui oleh mereka itu
Naruto hanya diam tak membalas ucapan Rias, ia lebih memilih diam daripada berdebat dengan gadis yang sudah melukai hatinya itu, dan pada akhirnya ia pergi berlari meninggalkan kelompok ORC yang memandanginya dengan tatapan heran
'Naru? Apa kau benar benar membenci Onee-chan mu ini?'
.
.
.
.
.
.
:: To Be Continued ::
A/N : Yosh! Ketemu lagi denganku, si Author bego dengan update chapter terbaru dari Fic yang berjudul New Line
Pada Chapter ini sudah dijelaskan tentang diri Rize yang sebenarnya, dan jika masih ada yang rada bingung maka akan saya jelaskan disini
Rize itu merupakan anak dari hubungan antara Youkai Rubah (bukan berarti Yasaka ya) dan Manusia, kedua orang tuanya mati melindunginya, dan kenapa auranya mirip seperti Manusia? Itu karena Gen dari Ayahnya lebih Dominan daripada Ibunya, untuk kekuatannya ia dapatkan dari Ibunya yang merupakan sorang Youkai Rubah merah (ini hanyalah karangan saya)
Dan jika ada yang berpikir sifat Naruto itu Gray, maka jawabanku adalah benar, karena disini Naruto tidak menuntut balas apa yang Rias dan Issei lakukan sehingga membuat hatinya Terluka, ia lebih memilih mengabaikannya dan mengacuhkannya saja, tapi itu tidak menutup kemungkinan bahwa Naruto bisa menjadi Dark
Dan aku butuh persetujuan dari Reader-san semua, bagaimana jika aku mengambil chara anime lain untuk dijadikan pair Naruto, contohnya Kurumi dari Anime Date a Live, Wendy Marvell dari Fairy Tail, dan lain sebagainya
Dan yang bertanya apakah Rize merupakan salah satu Pair Naru, kita ikuti saja kelanjutan Fic ini, namun jika dilihat dari reaksi percakapan dari Naruto maupun Rize, mungkin kalian bisa menduganya bukan?
Dan untuk balasan Review yang Non-Login :
Ren Asbhel : akan kuusahakan :v
Hidetoshi : soal pair kayaknya bukan OC, liat aja deh kedepannya kayak mana :v
DAMARWULAN : soal yang ngebunuh Kokobibir, 70% Naruto dan Vali, kalau Issei kayaknya enggak, soalnya Dicanon aja dia udah kewalahan tuh lawan sikeriput :v :v
Vale64 : thx saran Pairnya, Kurumi ya? Tuh Chara favorit ane :v :v, untuk sementara ane tamvung dulu
Guest : soal Rize, Chapter ini sudah terungkap :D
Fahri : thx sarannya akan kuusahakan!
Aeolia : ane gak bisa kasih jadwa kapan update tiap Chapternya, yang jelas kalau chapter terbaru udah siap di Update, ane langsung update aja, Thx pujiannya :D
d : hehe maaf kalau agak lebay, tapi tak apa jika minat bacanya hilang, itu memang resiko sebagai seorang Author, jika fic nya jelek maka Yang baca dikit :v
Guest : Rossweise dan Kuroka? Kayaknya enggak deh walaupun mereka Jones :v :v
the ereaser : hehe baru kali ini ane dapet Flame dari orang tak dikenal dan tanpa Login lagi :v :v, maaf kalo ane banyak omong, fic buatan ane memang menyedihkan tapi anda lebih menyedihkan karena hanya bisa mengejek karya orang lain, saya anak setan? Alangkah bodohnya kau! Aku ini anak manusia lah :v
Dan untuk yang review Lanjut Gan! Semacamnya, ini udah Lanjut :v
Kayaknya cuma segini aja deh bacotanku, Thx buat yang udah Fav maupun Follow fic buatanku, aku sangat berterima kasih kepada kalian semua, sampai jumpa di Chapter berikutnya!
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan!
