haiii, aku sudah sembuh looohhhh! \(^o^)/ makasih yah doanya semuaaa, dan kalo boleh jujur, chapter kemaren itu sucks banget T_T mudah-mudahan chapter ini ngga yah, oke.. it's time for reply your review.
Tsukiyomi Aori Hotori: lama yah ._. maap, hehehee mudah-mudahan chapter depan ngga akan lama lagi =3=
Kiyui Tsukiyoshi: eh kamu, makasih yah masukannya ^^b
Gray UchiHa-DaNNa : bodoh memang! tapi kebodohannya akan berakhir kok XD
Karasu Uchiha: hahahaa, kalo ada nama makanan kabuto pasti ga akan l;aku yah xp
uchiharuno phorepeerr : pas starter langsing ke gigi 3 aku pernah, dan itu langsung loncat n langsung ngebut, seruuu *walaupun abis itu dimarahin abis-abisan karena bahaya banget*
Sora : banyak yg sebel sama sakura disini yah, hahahaa, tapi nanti kesebelannya bakal berubah kok, XD
vanilla yummy: makasiih aku sudah sembuuh XD
Eun Jin Tsubaki-san: iyaa aku sudah sembuuh, kabuto emang ngeselin kook ngga di anime, manga ffn ahahhaa XD
Naomi azurania belle: ngga curiga dia, namanya juga cinta membutakan segalanya xp
Bluremi: endingnya masih lama XD belom masa lalunya sai dan sasuk n sakura yang ngerahasiain hubungan mereka nanti ke semua orang **ups spoiler*
mysticious : yoi, ini udah sembuh and ngelanjut XD
Lacrymosa : aahh~~ terima kasiih,baiknya dirimu perhatian padaku /, but, bagian "itu" nya tuh maksudnya apa? ._. *maap ga mudeng*
Animea Lover Ya-ha : iya, aku usahain ngga maksa update, dan pelan-pelan bikin ceritanya XD
review dari kalian bikin aku semangat loh XD, makasih yaaahhh...
Your Voice
Disclaimer : Naruto itu selalu milik Masashi Kishimoto
Genre : romance, tragedy/hurt/comfort
Rated : T – M (kekerasan, narkoba dan bahasa, no lemon)
Waktu berlalu begitu cepat, walaupun sesak, Sakura mencoba membagi waktu untuk teman-temannya dan Kabuto, walaupun dia harus tahan saat bersama Kabuto, semua akan menjadi dingin padanya, tidak terkecuali Ino sahabatnya. Sampai saat ini Sakura masih bingung, kenapa semua membenci Kabuto, dan lagi, mimpi yang sama datang terus menerus setiap malam, kini mimpi itu berlanjut sampai saat Sakura membuka pintu, terdapat kolam renang yang tenang.
Kriiing kriiiiing.
"Sakuraaa, ayo banguun, hari ini hari special keluarga kan," ucap Karin yag sibuk membereskan kamar Sakura.
Sakura yang masih bingung melihat Karin sibuk menggaruk kepalanya.
"Kenapa malah diam? Hari ini hari pernikahan orang tuamu, cepat siap-siaaap," omel Karin.
Sakura yang baru sadar langsung melompat dan bergegas mandi, gaun putih panjang sudah tersedia dikamarnya, hari ini dia akan menjadi bridemaid ibunya sendiri, sedangkan Sasuke dan Itachi akan menjadi usher.
Kediaman Uchiha sangat besar sehingga pesta pernikahan diselenggarakan dihalaman belakang dengan tema garden party.
"Waaah, dekorasinya indah sekaliii," ucap Ino yang datang bersama Shikamaru dan Sai, Shikamaru mendapat izin keluar sehari karena menjalani rehab rutin dan telaten.
"Aku juga ingin seperti ini nanti," sambung Hinata yang juga datang bersama Naruto, "Ino kamu cantik sekali," puji Hinata ketika melihat Ino memakai mini dress berwarna ungu.
"Terima kasih, kamu juga cantik dengan gaun hitam mu, serasi dengan suit Naruto," balas Ino.
"T-Terima kasih," ucap Hinata yang wajahnya memerah.
"Mana Sakura?" tanya Sai.
"Seharusnya dia sudah ada disini, tapi- ah! Itu kak Itachi!" Ino berseru sambil melambaikan tangannya waktu Itachi menoleh kearah mereka.
"Hai, senang kalian mau datang," sapa Itachi menggandeng seorang wanita yang membuat Ino dan Naruto menganga.
"K-Kalian… pacaran?" tanya Naruto.
"Hihihi, tidak, selain sekertaris osis, aku juga sahabatnya Itachi loh," ucap Hana nama wanita itu.
"Sudah bertemu Sasuke?" tanya Itachi.
"Belum, si teme itu, aku mau lihat penampilannya memakai tuxedo."
"Jangan, nanti kau bisa suka padaku," kata Sasuke yang tiba-tiba berada dibelakang Naruto.
Penampilan Sasuke kini membuat seluruh wanita memandangnya, Tuxedo hitam memang sangat pas dikenakan oleh laki-laki yang memiliki mata onyx ini.
"Wah, ternyata si menyebalkan ini bisa tampil keren juga yah," ledek Ino.
Sasuke hanya diam tidak mau menanggapi ledekan Ino, karena kalau dia tanggapi pasti akan panjang urusannya.
"S-Sakura mana?" tanya Hinata.
"Dia…" Sasuke enggan menjawab, namun mata mewakili jawabannya, karena semua paham, maka mereka mengikuti arah mata Sasuke menuju Sakura dan…
"Lagi-lagi dia!" geram Sai.
"Sakura…cantik sekali," gumam Ino.
Dengan rambut pinknya yang digulung keatas dan disisakan sedikit disamping dan belakang, Sakura mengenakan gaun putih panjang berbentuk kemben, dia sedang berada disamping Kabuto yang memakai suit putih.
"Biar kupanggil," usul Shikamaru yang berjalan menghampiri Sakura.
"Apa kabar, pinky," panggil Shikamaru menepuk pundak Sakura.
Saat melihat Shikamaru, Sakura melompat girang dan memeluk tubuh laki-laki itu, rasanya sangat rindu sekali sejak Shikamaru masuk rumah sakit untuk rehab, Sakura dengan semangat mengetik di hpnya.
Kau sudah keluar? Kita bisa kumpul sama-sama lagi?
"Belum, tidak secepat ini, tapi kalau minggu depan aku bsia menjalani rehab dengan telaten, rehabku akan dilanjutkan dirumah sendiri, kau mau membantuku bersama Ino dan Sai, kan?"
Sakura mengangguk keras dan memeluk Shikamaru kembali.
"Hei hei, kalau kau memeluknya seperti itu aku bisa salah paham," ujar Ino yang datang menghampiri mereka.
"Sebentar lagi acara dimulai, Sakura ayo kita kesana," ajak Sasuke tanpa melirik Kabuto.
Saat melewati Kabuto, Sasuke mendengar laki-laki itu berbisik, "Kalau sudah menjadi saudara, tidak bisa menikah loh."
Sasuke langsung menoleh sinis padanya, dia bersumpah kalau saja ini bukan acara ayahnya, Kabuto pasti sudah dia hajar sekali lagi lebih keras dibanding minggu-minggu lalu.
Selama peresmian berlangsung, Sakura menatap ibunya yang kini sedang berdiri disamping ayah Sasuke, wajah ibunya begitu bahagia sehingga membuat Sakura tersenyum lembut seolah merasakan kebahagiaan ibunya, posisi Sakura kini berada ditengah-tengah Uchiha bersaudara. Sampai saat puncaknya kedua mempelai saling berciuman, Itachi melirik pada kedua adiknya yang kini tengah memerah wajahnya.
"Heh, dasar pemula" ledek sang kakak dalam hati.
Saatnya acara dansa dimulai, Momoko dan Fugaku terlihat sangat mahir dalam hal dansa, begitu pula Itachi yang mengajak sekertarisnya meenuju lantai dansa, tinggal Sasuke sendiri, dia ingin sekali mengajak Sakura, tapi Sasuke sudah bisa menebak Sakura pasti akan berdansa dengan Kabuto.
Yah, itulah pikirannya, sampai dia menoleh kepada wanita disebelahnya itu menggenggam tangannya itu.
Sakura.
Memegang tangannya sambil tersenyum.
"Kamu… mau berdansa denganku?" tanya Sasuke ragu, namun keraguannya hilang ketika Sakura memberikan anggukan dan cengirannya.
Oh Tuhan, kalau Sasuke tidak mementingkan citranya sebagai Uchiha, mungkin saat ini dia sudah melompat-lompat meniru Naruto kalau sedang bahagia, tapi ini Sasuke yang kita bicarakan.
"Ehem! Baiklah kalau itu maumu," ucap Sasuke belaga angkuh.
Sakura yang sudah sedikit hapal karakter Sasuke hanya tersenyum, mereka berdua berjalan menuju lantai dansa, Sasuke meletakkan tangannya dipinggang Sakura sedangkan tangan Sakura dituntun oleh Sasuke agar memegang pundaknya.
"S-Shikamaru! Shikamaru! Shikamaru!," panggil Ino pada kekasihnya yang sedang makan.
"Apa sih?"
"Lihat! Aku pikir Sakura akan berdansa dengan Kabuto, taunya dengan Sasuke!" ucap Ino antusias.
"Mereka serasi yah," kata Naruto yang berbeda tempat dengan Ino sambil memandangi Sasuke dan Sakura.
"Yah," jawab kekasihnya, "Aku aharap mereka bisa bersatu."
"Susah, Hinata… mereka sudah menjadi saudara sekarang."
Sai yang sedang duduk dipinggir kolam, termenung seorang diri. Dia berfikir bagaimana caranya agar Sakura bisa lepas dari Kabuto, apakah dia harus tega memberi tahu kenyataannya kalau Kabuto dulu berusaha mencoba membunuhnya? Atau haruskah dia mebghabisi Kabuto diam-diam? Kalau itu Sakura pasti akan makin terpuruk.
"Merenung seperti biasa yah," ucap seseorang.
Sai mengangkat wajahnya, dan sosok itu adalah sosok yang paling tidak ingin dilihat oleh Sai saat ini. Sai memilih diam, enggan untuk meladeni orang itu.
"Sai si perenung, apakah julukan itu masih berlaku untukmu yang sekarang?"
GREB!
"Apa maumu?" desis Sai yang kini sudah mencengkram kerah laki-laki yang paling dibencinya itu.
"Heh, sabar, permainan ini sebentar lagi berakhir kok," jelas Kabuto sambil membetulkan kacamatanya.
"Kau tahu sendiri kan, aku muak melihat kalian, dan kebaikan hati kalian pada Sakura itu sangat bermanfaat bagiku."
"Apa rencanamu sebenarnya!" geram Sai.
"Sayang aku tidak berhasil membuat Ino dan Shikamaru putus, padahal aku pikir kalau Ino tahu kekasihnya itu pecandu, maka dia akan meninggalkannya."
"Maaf, tapi hubungan mereka tidak sedangkal yang kau kira," jelas Sai masih dengan cengkramannya.
"Begitu? Bagaimana dengan hubunganmu dan Sakura? Atau Sasuke dan Sakura?"
"Kau…"
"Cih! Persahabatan? Hal yang membuatku muak!" desis Kabuto yang menepis tangan Sai lalu meninggalkan Sai.
Kembali pada Sakura dan Sasuke yang masih berdansa, Sasuke melihat wajah Sakura yang sepertinya menikmati dansa ini, dan Sakura sadar akan satu hal, dari tadi selama mereka berdansa, mulut Sakura bergerak-gerak, seolah sedang menyanyikan lagu dansa tersebut.
Setelah lagu berhenti, Sasuke menggandeng Sakura kembali ke tempat duduknya, disitu ada Itachi yang sedang duduk sendiri.
"Kenapa sendiri?" tanya Sasuke.
"Hana sudah pulang, ada urusan penting katanya," jawab Itachi sambil menyerahkan minuman pada adik barunya.
Sakura meraih minuman itu sambil tersenyum dan meminumnya.
"Kamu suka lagu tadi, Sakura?" tanya Itachi.
Sakura mengangguk dengan semangat.
"Hahaha, dulu kau pernah menyanyikannya kan?"
Pertanyaan Itachi kali ini membuat Sasuke tertarik untuk bicara, "Kakak tahu dari mana?"
Sakura menatap Itachi seolah bertanya pertanyaan yang sama dengan Sasuke.
"Hmmm, waktu itu, beberapa tahun yang lalu, aku sering jalan-jalan ke taman, kau pernah menyanyikan lagu itu dengan indah, suaramu indah sekali," puji Itachi yang membuat Sakura memerah.
"Kamu… menyanyi?" tanya Sasuke dan dijawab oleh anggukan Sakura.
Sakura mengambil hp di tas kecilnya dan mengetik sesuatu.
Dulu aku mengikuti kelas menyanyi, aku juga pernah pentas, tapi karena kecelakaan aku jadi tidak bisa bernyanyi lagi.
Sakura menjulurkan hpnya sambil tersenyum kecil.
"Suatu saat kamu pasti bisa mengeluarkan suaramu lagi, Sakura," ucap Itachi.
"Kalau saat itu tiba, kamu harus bernyanyi untukku," sambung Sasuke seolah memberi perintah.
Sakura menyengir dan mengangguk.
Berlanjut dengan percakapan antara Sasuke dan Itachi yang Sakura tidak mengerti, dengan seperti ini, Sakura meraa dirinya benar-benar sudah seperti keluarga mereka sendiri, tapi ada satu perasaan yang Sakura bingung… saat Sasuke marah Sakura selalu sedih, saat Sasuke perhatian padanya, hal itu membuatnya sangat nyaman, rasa nyaman yang berbeda dari yang dia rasakan oleh Itachi.
Tanpa sadar, kini Sakura tengah memandangi Sasuke dengan wajahnya yang sedikit tersipu.
Pesta pernikahan pun berakhir, dan hari berlalu begitu cepat, kini tiba saatnya dimana festival sekolah diadakan, seluruh kelas menyiapkan stand-stand yang disiapkan tiap kelas masing-masing.
"Hinataa! Tolong bawakan beberapa pita lagi yah," pinta Ino.
Kelas mereka membuka stand restoran china, Ino memakai baju china mini berwarna merah, sedangkan Hinata berwarna ungu. Sai memakai baju china cowok dan kini sedang menata meja.
"B-Baik," Hinata berlari keluar dan begitu melewati kelas Sakura, "S-Sakura, kamu cantik sekaliii."
Hinata terkejut dengan perispan kelas Sakura yang juga merupakan kelas Naruto, mereka mendekorasi kelas seperti café yang didalamnya isinya pria tampan dan wanita cantik semua, Sakura memakai dress panjang berwarna hitam dengan belahan yang panjang sepaha juga high heels.
Sakura tersenyum dan menarik Hinata kedalam kelasnya, seolah ingin menunjukkan apa isi kelasnya itu, saat Hinata melihat kedalamnya, wajah Hinata memerah total ketika melihat Sasuke dan Naruto memakai Tuxedo dan dekorasi yang begitu elit.
"Hinataa!" panggil Naruto yang berlari kearah kekasihnya.
"Kamu buka stand restoran china yah, baju china ini sangat cocok untukmu," ucap Naruto dan berbisik pada Hinata, "Kamu terlihat sexy," bisik Naruto dengan nada menggoda yang membuat Hinata menunduk malu.
Sepertinya Naruto benar-benar menganggap Hinata sexy karena sekarang tangan Naruto sudah berada di pinggang Hinata sedangkan Sakura yang masih berada disamping Hinata mencoba memperhatikan apa yang akan dilakukan Naruto selanjutnya.
DUAK!
Sebuah kaki menempel dikepala Naruto.
"Dobe, carilah kamar sepi, jangan kau bermesraan didepan umum, apalagi ada Sakura disini!"
"Te~me!" geram Naruto kemudian membalik tubuhnya sambil menunjuk-nunjuk Sasuke, "Bisa tidak sih didepan Hinata kau tidak memperlakukanku seperti orang bodoh!"
"Mau bagaimana lagi, kau memang bodoh!"
"Terserah aku dong mau bermesraan dimana saja!"
"Jangan didepan Sakura!"
"Dia sudah cukup umur untuk melihat adegan sex!"
"BELUM!"
"SUDAH!"
"BELUM!"
"SUDAH!"
JLEEB!
Sebuah pisau berhasil melewat diantara kedua wajah mereka dan menancap di papan tulis.
"Masih mau debat atau kerja?" tanya Shikamaru, pelaku dari lemparnya pisau tersbeut.
"A-ayo kita kerja," ucap Naruto terbata-bata sedangkan Sasuke hanya membuang muka, menutupi realita kalau dia sempat kaget tadi.
"Ah, aku harus mengambil pita di ruang perlengkapan," ucap Hinata yang baru ingat tujuannya, karena dari tadi dia dan Sakura hanya terdiam mendengar kedua laki-laki itu berdebat.
Aku temani.
Tawar Sakura, "Baiklah, ayo," ajak Hinata.
Saat mereka pergi, banyak sekali pengunjung yang datang, apalagi melihat penampilan Shikamaru, Sasuke dan Naruto. Karena rehab yang dia jalani secara rutin, Shikamaru diperbolehkan untuk sekolah lagi dengan satu syarat, asal sepulang sekolah dia rutin rehab kerumah sakit dan harus mempunyai banyak kegiatan, makanya sekarang Shikamaru masuk club basket bersama Sasuke.
"Sasuke," panggil seorang wanita yang ternyata adalah ibu barunya.
"Ah,ibu, ayah."
"Mana Sakura?" tanya Fugaku memasuki kelas Sasuke.
"Sedang menemani Hinata keruang perlengkapan," Sasuke menjawab sambil menarik kursi untuk kedua orang tuanya, "Mau minum apa?"
"Sasuke tampan sekali, aku penasaran bagaimana penampilan Sakura," ucap Momoko.
"Dia seperti apapun pasti cantik, seperti ibunya," puji Fugaku.
"Ah, kamu~ bisa saja~" ucap Momoko malu.
Entah kenapa Sasuke merasa setelah menikah kelakuan orang tua mereka makin menyebalkan, seperti bermesra-mesraan didepan anak-anaknya, tidak beda jauh dengan Naruto. Sebetulnya tidak masalah, hanya saja Sasuke kadang iri melihat kemesraan mereka, dia tidak bisa bersikap begitu pada Sakura, itu bukan Sasuke banget.
Diruang perlengkapan, Hinata mencari gulungan pita disebuah kardus dan dibantu oleh Sakura.
Pundak Hinata dicolek oleh Sakura,dan gadis itu menunjukkan pita putih pada Hinata.
"Ah iya, benar yang ini, terima kasih Sakura," ucap Hinata, namun Hinata mempunyai ide lain ketika melihat rambut Sakura, "Sakura, aku punya ide."
Kembali ke kelas Ino dan Sai.
"Ino, sudah melihat kelas Sakura?" tanya Sai.
"Sudah, mereka keren, ah salah, Shikamaru kereenn! Astaga, dia sexy sekali memakai tuxedo itu, untung Naruto mengusulkan itu saat melihat Sasuke dipernikahan ayahnya," jerit Ino.
"Dasar, selalu Shikamaru, hehehe, ngomong-ngomong, apa kamu lihat Kabuto? Dari tadi dia tidak ada."
"Tidak tahu, dan tidak peduli," jawab Ino dengan nada yang berubah menjadi ketus.
Sai kembali mencari sosok Kabuto dikelasnya, aneh sekali tadi dia melihat Kabuto sedang membetulkan baju chinanya, tapi saat membereskan meja, Sai kehilangan sosok Kabuto, kemana dia?
Dikelas Sasuke.
"Hahahaa, lalu, saat malam pertama itu, kami tidak tidur sampai pagi."
"Waahh, paman dan bibi hebat sekaliii, kalau aku pasti sudah tdiak bisa bangun!" seru Naruto.
"O-Oi Sasuke, apa yang mereka bicarakan?" tanya Shikamaru menunjuk kearah Naruto yang kini tengah asik mengobrol dengan Fugaku dan Momoko.
"Cih, pembicaraan yang sangat tidak penting," jawab Sasuke.
"Kau harus banyak berlatih nak, agar suatu saat istrimu nanti puas," usul Fugaku sambil meminum kopinya.
"Ya, karena wanita sangat suka dimanja waktu diatas kasur~" kata Momoko malu-malu.
"Kalian ini! Tidak malu menceritakan hal itu pada Naruto!" geram Sasuke.
"Tidak sama sekali," jawab Fugaku, Momoko dan Naruto bersamaan.
"Dasar!"
"Permisi, maaf aku meminjam Sakura lama," ucap Hinata, "Ini Sakuranya aku kembalikan, aku pamit yaah, sampai nanti Naruto."
Sasuke tercengang melihat Sakura yang kini rambutnya diikat keatas memakai pita putih, meng ekspose leher putihnya dan itu membuat kesan sexy pada Sakura yang kini memakai gaun panjang sexy itu.
Sasuke langsung menghampiri Sakura dan membuka ikatan itu.
"Kenapa dibuka? Padahal bagus kan," protes Momoko dan wajah Sakura pun terlihat kecewa.
"Tidak! Terlalu terbuka! Nanti apa yang dipikirkan laki-laki yang lewat!" protes Sasuke balik.
Sakura mengembungkan pipinya seolah tidak suka perlakuan Sasuke, laki-laki yang kini menjadi kakaknya itu menekan kedua pipi Sakura sehingga kembungan itu kemps.
"Jangan ngambek begitu, aku Cuma tidak mau ada yang berpikiran kotor tentang dirimu," jelas Sasuke.
"Seperti dirimu yah," sindir Shikamaru sambil melayani tamu.
"Diam kau nanas!"
Tamu pun datang makin banyak, seluruh kelas kini penuh bahkan sampai antri, café yang isinya wanita cantik dan pemuda tampan ini memang paling laku, bersaing dengan kelas Ino.
Tiga jam sudah mereka lewati, cuaca sudah mulai mendung ternyata musim semi tidak menjamin cuaca selalu cerah, apalagi cuaca saat ini tidak menentu, kadang hujan, kadang panas, kadang sejuk.
Sakura dari tadi kepikiran tentang Kabuto karena sampai saat ini dia belum bertemu dengan kekasihnya itu, akhirnya Sakura minta izin istirahat sebentar dan mencari Kabuto. Sakura menanyakan pada tiap anak, apakah mereka melihat Kabuto, sampai pada anak yang sedang berjalan dari arah luar. Sakura menanyakan Kabuto padanya.
"Oh Kabuto, tadi sih aku melihatnya sedang berada dikolam renang," jawab wanita itu.
Sakura yang belum mendengar penjelasannya langsung membungkuk dan berlari meninggalkan wanita itu.
"Ah, tunggu-" tapi Sakura tidak mau menunggu, dia langsung berlari menuju tempat yang dibilang wanita tadi.
Wanita itu berjalan menuju kelas Sasuke, "Waahh, bagus sekali dekorasinya."
"Emi! Kesini," panggil teman-temannya.
"Kenapa lama sekali?"
"Maaf, tadi aku ditanya oleh Sakura, dia sepertinya sedang terburu-buru mencari Kabuto."
Kalimat yang dilontarkan oleh wanita bernama Emi itu membuat perhatian Shikamaru, Sasuke dan Naruto tertuju pada percakapan itu.
"Aku bilang padanya tadi aku melihat Kabuto dikolam renang, tapi belum aku jelaskan situasinya, dia sudah lari begitu saja."
"Memang situasi apa?"
"Ehm, gimana yah, sekarang kan sedang festival, jadi kolam renang sepi, tadi aku sempat mengintip Kabuto sedang bercinta dengan Kaoru teman kita."
Mendengar penjelasan yang sangat jelas itu, Sasuke langsung membuang apa yang tadi sedang dipegangnya dan berlari menyusul Sakura.
"Kyaaa!" teriak salah satu pengunjung yang terkena cangkir yang kesenggol Sasuke.
"Ah, Teme!" teriak Naruto, "Maaf yah, maaf, aku berikan gratis untukmu."
"Naruto, tolong urus kelas ini sebentar, aku mau memberi tahu Sai!"pinta Shikamaru.
"Ah tunggu! Aku ikut!" bagaimana pun juga Naruto tetap khawatir pada Sakura.
Fugaku dan Momoko hanya bengong melihat kejadian yang tiba-tiba itu.
Shikamaru lari menuju kelas Ino.
"Ino! Sai!" teriak Shikamaru.
"Ada apa?" tanya Ino bingung.
"Gawat… Sakura…" sambung Naruto yang kini berada dibelakang Shikamaru.
"Ada apa dengan Sakura?" tanya Sai khawatir.
"Sepertinya kejadian dulu akan terulang," kini dengan wajah yang sulit diartikan, Shikamaru mencengkram lengan Sai, dan bisa dirasakan, tubuh Sai sedikit gemetar, wajah Ino memucat, begitu pula Shikamaru.
A/N : untuk emi dkk itu hanya figuran kok, bukan karakter inti, jadi ngga usah dipikirin yah...
aku harap chapter ini bikin kalian puas, tapi kayaknya ngga yah? nge gantung yah? =3= chapter depan aku kasih spoiler dikit yah, nanti kabutonya dihajar abis-abisan sama sasuke XD dan sakuranya... ngebela? ngeberhentiin sasuke? kita lihat saja, wahahahahaaa *dihajar
