Kembali lagi author mengupdate kilat fic ini!

Jadi jangan bosan untuk membaca Day By Day Team Natsu : Series setiap hari ya!

Happy Reading!

Pairing : Natsu D. & Lucy H.

Genre : Humor

Disclaimer : Hiro Mashima

Warning : Cerita ini entah Lucu atau garing, pokoe menghibur!

Pagi hari yang cerah di taman komplek B yang biasa.

"Wah hari ini hari minggu! Libur telah tiba! Libur telah tiba! Hore! Hore! Hore!" Ujar laki-laki berambut pink yang duduk di sebelah perempuan bermata warna karamel yang sedang mengawasi anak-anaknya bermain.

"Ma! Bentar lagi aku naik kelas 1 SD lho! Temen-temen aku banyak yang pindah. Nanti kata bu guru ada pesta perpisahan gituh... " Ujar salah satu anak laki-laki berambut pink itu.

"Ah! Benar juga! Hampir aku lupa bilang ke papa. Di sekolah ada pesta perpisahan." Kata anak sulung Gray yang sedang duduk di pangkuannya.

"Pesta perpisahan? Kok baru mau naik kelas 1 SD ada pesta perpisahan segala sih..." Gumam Gray dengan wajah heran.

"Nanti temen baikku pindah semua... aku sedih lho... " Lanjut anak sulung Gray.

"Kau punya temen?" Tanya Gray. "Uhh! Sakit hatiku! Emangnya aku apaan gak punya temen!" Jawab anak perempuan Gray yang masih duduk di pangkuan sang ayah.

"Bepa pepihaan buh apaan?" Tanya anak bungsu Gray yang lagi makan disuapin sama Juvia.

"Pesta perpisahan itu... pesta dimana kau berkumpul sama temen-temenmu yang mau pindah sekolah... kayaknya sih gitu..." Jawab Gray agak ragu. Si bungsu hanya terdiam melihat sang ayah.

"Pesta perpisahan?" Gumam Lucy.

"Ma! Ma! Nanti temenin aku ke pesta perpisahan ya!" Kata anak perempuan Lucy sambil menarik-narik lengan baju Lucy. "Iya kalo mama gak sibuk." Jawab Lucy singkat.

"Perpisahannya kan kata bu guru masih 2 bulan lagi... " Ujar anak laki-laki Jellal yang mukanya juga mirip Jellal.

"Iya. Terus kenapa?" Tanya Yuna anak perempuan Lucy. "Kenapa diomongonnya sekarang?" Tanya anak Jellal sekali lagi. "Abisnya gak ada bahan pembicaraan sih... " Jawab Yuna.

"Pesta perpisahan?" Gumam Natsu sambil masang pose berpikir.

"Kenapa?" Tanya Lucy.

"Aku tau! Pasti lu ke-inget waktu pesta perpisahan kelas 3 SMP ya!" Kata Gray semangat sampe anaknya yang lagi duduk di pangkuannya nyungsep.

"Iya... jadi ke-inget waktu itu... " Gumam Natsu.

"Biarkan aku yang bercerita lagi!" Kata Mavis semangat. "Eh? Sejak kapan kau datang? Gak ada suaramu dari tadi... " Kata Natsu yang pada Mavis yang berdiri di atas kursi taman.

"Khe khe khe... aku kan kalo lagi makan diem... tadi aku lagi makan es krim." Jawab Mavis sambil terkekeh jahat.

"Jangan ah! Gak enak kalau kau yang cerita! Ceritanya jadi ngawur!" Protes Natsu. Mavis yang mendengar itu langsung membuang muka.

"Baiklah, kali ini biar aku yang bercerita!" Kata Natsu semangat 45.

Seperti biasa layar benda elektronik yang anda gunakan untuk membaca fic ini bergelombang dan muncul cahaya yang menyilaukan.

Flash Back

Terdengar bunyi suara teriakan dari dalam rumah kediaman Dragneel. Setelah ditelusuri dapat disimpulkan bahwa asal suara berasal dari Kamar Natsu yang berasal dari Natsu sendiri yang melihat baju seragam yang ingin dia pakai untuk pesta perpisahan sekolah kotor yang ternyata kotoran itu berasal dari tikus yang asalnya dari kamar Natsu sendiri.

"Hayaa! Kotor nih! Jijiooo!" Teriak Natsu dari dalam kamarnya. Dia geregetan melihat tikus yang dari tadi mondar-mandir di kamarnya. Terlebih lagi tikus itu menginjak seragam Natsu layaknya menginjak keset kaki.

"Berhenti di situ!" Teriak Natsu pada tikus itu. Tikus itu berhenti. Ya, berhenti tepat di atas seragam Natsu yang tergeletak di lantai. Kemudian tikus itu mengeluarkan cairan berwarna kuning tepat di atas seragam yang akan dipakai oleh Natsu.

"Dasar tikus si**! Bre****k! Kam***t! **jing! Ke**! Mati lu!" Teriak Natsu yang segera menduduki tikus itu dan mengeluarkan gas alam dari dalam tubuhnya. "Jiaahh... rasanya legaa!" Kata Natsu dengan wajah lega. Entah lega karena telah membunuh tikus itu atau karena telah membuang gas alamnya.

.

.

Natsu terus memandangi seragamnya yang telah sangat kotor. Seragam yang ia miliki hanya satu khusus untuk hari senin. Waktu menunjukkan pukul 6.45 menit, 15 menit sebelum masuk ke sekolah.

"Tidak ada pilihan lagi! Kalau begitu..." Gumam Natsu dengan nada serius sambil menundukkan kepalanya, aura-aura hitam pun muncul di sekeliling Natsu dan memenuhi ruangan tersebut.

Mari kita lihat Lucy.

Perempuan manis ini sedang menyisir rambutnya, memisahkan rambutnya menjadi 2 bagian, dan mengikatnya rendah. Kemudian ia memakai bedak bayi di wajahnya. Lucy percaya bahwa kulit sensitive harus menggunakan bedak bayi, dan dia merasa kulitnya sensitive padahal semua orang tau kulit Lucy kayak kulit bada—ehem, maksudnya kulit bayi.

Setelah merasa siap, ia turun ke lantai bawah dan mengambil roti di meja. Setelah itu dia berlari keluar dengan mulut penuh dan menaiki motornya Ninja berwarna merahnya. Maklum, Lucy rada minder karena Gray dan Jellal juga memakai motor Ninja, sedangkan teman wanitanya yang lain seperti Erza, Juvia, maupun Wendy tidak bisa naik motor.

"Lucy-chan? Kok gak bawa tas ke sekolah?" Tanya nyonya Heartfilia dengan nada lembut. "Ah, hari ini pesta perpisahan, aku gak perlu bawa tas. Aku pergi dulu!" Kata Lucy yang langsung melesat pergi menjemput Natsu.

"Hati-hati ya nak!" Teriak nyonya Heartfilia dari taman di depan rumahnya.

Kembali lagi pada Natsu yang sepertinya sudah dapat mengatasi baju seragamnya. Natsu sedang berdiri di depan halaman rumahnya menunggu Lucy.

"Lama sekali." Ujar Natsu yang sedang menyilangkan tangannya.

"Eh, tumben pake jaket ke sekolah." Kata Lucy yang melihat Natsu memakai jaket berwarna merah. Sejak kelas 1 SD Natsu tidak pernah pergi ke sekolah menggunakan jaket.

"Gak kenapa-napa. Udah, nanti telat." Kata Natsu yang langsung naik ke motor Lucy.

"Oke! Siap untuk ngebut ya!" Kata Lucy dengan senyum licik. "Jangan ngebut! Aku kan mabuk kendaraan!" Protes Natsu dari belakang Lucy. "Kalo gak ngebut nanti kita telat! 5 menit lagi masuk! Udahlah, Cuma 2 menit doang! Tutup saja matamu!" Kata Lucy yang langsung menggas motornya. Natsu pun berteriak ria selama perjalanan mereka menuju sekolah.

Di tempat parkir.

Terlihat sangat ramai di sekolah SMP dan SMA Magnolia. Orang tua murid, saudara-saudaranya, semua berdatangan dengan tawa di wajah mereka.

"Waah... belum pernah aku lihat sekolah kita seramai ini... " Gumam Lucy yang turun dari motornya. Natsu turun dari motor Lucy seperti orang mabuk. Ia berpegangan pada pohon kesemek kembar di sebelahnya.

"Wah, kebetulah ketemu! Ayo cepat nanti telat!" Kata Gray dan Jellal yang kebetulan bertemu Lucy dan Natsu. Erza dan Juvia sudah berlari di depan bersama Wendy dan Mavis.

"Ayo!" Kata Lucy yang berlari mendahului Gray yang menggendong Natsu sampai ke kelas.

Di Kelas.

Tidak seperti biasanya, semua murid berkumpul dengan temannya di kelas lain, mengobrol, tertawa dengan suara keras, duduk di meja, dan main game atau alat elektonik yang mereka bawa.

"Juvia akan duduk di kelas Gray-sama." Kata Juvia dengan seulas senyum.

"Wah kelas ini terasa makin ramai karena kita semua lengkap ada di sini." Kata Wendy yang duduk di sebelah Juvia. "Huh! Belum lengkap! Aku akan memanggil Zeref senpai biar makin lengkap! Tunggu di sini!" Mavis langsung melesat pergi ke gedung SMA. Tidak ada larangan ke gedung SMA karena sekarang di luar jam pelajaran.

"Zeref senpai! Zeref senpai!" Panggil Mavis dengan suara berbisik di depan pintu kelas Zeref. Orang yang di panggil pun menengok.

"Mavis Vermilion?"

Day By Day Team Natsu : Adolescence

"Kita gak ngapa-ngapain juga di sini... mending gua tidur di rumah... " Gumam Gray sambil menghela nafas. "Gua gak bisa tidur. Masih kebayang sama tikus yang tadi pagi gua dudukin." Gumam Natsu malas.

"Tikus? Ih jorok amat sih, masa di dalam kamar ada tikusnya... " Gumam Gray lagi. "Ngomong-ngomong tumben lu kesekolah pake jaket. Kenapa?" Tanya Gray yang baru nyadar temennya itu pake jaket.

"Ehehe... gara-gara tuh tikus gua jadi gak bisa pake seragam gua. Nih lu liat." Kata Natsu sambil membuka jaketnya.

"Wahaha... baju Go Green ya... " Kata Gray sambil tertawa setelah melihat baju yang dikenakan Natsu.

"Iya, gua gak pake seragam tapi pake baju bebas. Gak apalah, gua pake jaket ini... " Kata Natsu memakai kembali jaketnya.

"Gak apa lagi, tadi gua liat banyak yang pake baju bebas kok..." Kata Gray. "Serius? Kalo gitu gua buka aja ah jaketnya." Kata Natsu yang sekali lagi membuka jaketnya.

Lucy pun kembali dari kantin bersama Erza di belakangnya.

"Ng? Natsu. Baju yang kau pakai itu... jadi dari tadi pagi kau gak pake seragam?" Tanya Lucy yang duduk di kursi entah kursi siapa.

"Iya, soalnya tadi di kamar ada tikus yang kencing di seragamku. Jadi aku pake baju bebas deh." Jawab Natsu dengan wajah polos.

"Khe khe khe... aku sudah kembali membawa Zeref senpai... tapi... " Kata Mavis dari depan pintu kelas. Natsu dan yang lain menengok ke arahnya. "Kenapa temennya juga ikut juga sih!" Teriak Mavis.

Zeref dan temannya pun masuk ke dalam kelas Natsu. "Permisi." Kata Zeref.

"Senpai?" Kata Lucy. "Aku gak terima! Hiks! Lucy! Hwaaa!" Rengek Mavis.

"Kenapa sih!" Bentak Lucy sambil menjauhkan Mavis dari tubuhnya.

"Temennya Zeref senpai ikutan dateng! Kan gak seru! Apalagi yang cewek itu! Beh! Centilnya kelewat batas!" Kata Mavis pada Lucy. Lucy cuma diam melihat wanita berambut putih memakai bando berwarna biru.

Wanita itu pun bertemu pandang dengan Lucy. Ia pun menghampiri Lucy yang sedang duduk bersama Mavis.

"Kau lucu sekali sih... imut!" Kata wanita itu sambil mencubit pipi Mavis. "Kyaa! Menjengkelkan! Pergi sana dasar wanita centil!" Teriak Mavis.

"Ng? Wanita centil? Namaku bukan wanita centil, namaku Angel." Jelas wanita itu. "Kenapa kau menyebutku wanita centil? Apa karena aku ikut Zeref ke sini? Aah.. kau suka padanya ya?" Goda Angel. Wajah Mavis pun mengeluarkan semburat merah di pipi.

"Tenang saja, aku udah punya pacar kok... tapi sayangnya pacarku tidak ada di kelas, jadi aku ikut Zeref aja ke sini... " Jelas Angel dengan senyum licik dan nada sok pamer.

Zeref mendatangi Lucy, Mavis dan Angel yang sedang duduk-duduk. "Mavis, bisa bantu aku sebentar?" Tanya Zeref pada Mavis. Mavis mengangguk hebat, "Iya! Iya!" Mereka berdua pun pergi meninggalkan Lucy dan Angel. Sementara teman Zeref yang satunya lagi asyik ngobrol sama Natsu dan cowok-cowok yang lain. Lucy hanya melihat mereka dari kejauhan.

"Dia itu Laxus. Dia juga teman sekelasku. Dia baru putus dari pacarnya lho." Bisik Angel pada Lucy. Lucy hanya tertawa miris mendengar itu. "Kasian amat..." Batin Lucy.

"Eh bukannya ada lomba nyanyi ya? Ayo kita lihat!" Kata Wendy yang mengajak Juvia. Lucy yang mendengar itu pun bermaksud ikut bergabung, ia menatap Angel sejenak.

"Angel senpai, mau ikut?" Tanya Lucy. Angel hanya mengangguk dengan senyum di wajahnya.

"Natsu! Aku pergi dulu! Mau ngeliat lomba nyanyi! Kalo ada apa-apa telepon aja!" Kata Lucy.

"Aye!" Jawab Natsu.

Di lapangan.

"Wah ramai ya! Lombanya udah mau di mulai! Kita harus cari tempat duduk nih!" Kata Wendy. "Ada, di sana. Paling depan lagi. Ayo cepat." Kata Juvia sambil menunjuk kursi kosong di depan.

Tak lama lomba pun di mulai.

Natsu dan yang lain menonton dari lantai atas, sedangkan Lucy dan yang lain menonton dari kursi penonton. Mavis dan Zeref menonton dari lantai atas gedung SMA.

Sekarang giliran sekelompok anak SMA yang tampil. Senyum pun mengembang di wajah Angel.

"Eh lihat! Lihat! Yang main drum itu adalah pacarku! Pantas saja dari tadi gak kelihatan... " Kata Angel sambil menunjuk laki-laki berambut hitam keunguan berwajah metal dan memakai anting-anting di kedua telinganya.

"KYAAA! MIDNIGHT! Aku menontonmu dari sini! Semangat ya!" Teriak Angel dari kursi penonton. Orang yang di panggil pun hanya melambaikan tangannya sejenak, lalu intro pun dimainkan.

"Gak salah deh kalo Mavis bilang dia centil... sekarang aku mengerti... " Batin Lucy.

Mereka pun menikmati acara perpisahan sekolah sampai malam hari walaupun salah satu mereka gak ada yang pindah sekolah. Lucy, Natsu dan yang lain jadi dapat teman baru lagi, walaupun usianya lebih tua 2 tahun.

"Zeref senpai. Kalau nanti senpai udah lulus, mau kuliah dimana?" Tanya Mavis di tempat parkir sebelum pulang.

"Ngg... mungkin di Amerika... " Jawab Zeref agak ragu.

"Hwaa! Jauh amat!" Teriak Mavis kaget. "Aku cuma bercanda, aku akan kuliah di Universitas Fairy Tail." Jawab Zeref tanpa ragu. "Fairy... Tail... " Gumam Mavis.

End Flash Back

"Dan saat itu, banyak dari kita yang terpisah! Hiks! Aku jadi sedih kalau mengingatnya..." Kata Natsu mengakhiri ceritanya.

"Ah gak juga, Cuma beberapa yang pindah. Wendy yang kuliah di Universitas Cait Shelter aja pindah ke Universitas Fairy Tail... " Kata Lucy dengan wajah datar.

"Waktu itu aku sempat gak di terima gara-gara di kira anak kecil nyasar!" Kata Mavis yang teringat waktu ia pertama kali masuk Universitas.

"Pasti nanti kita cerita waktu kita SMA... " Kata Lucy. "SMA?... ngg... waktu kita ke pesta pernikahan, beli es krim di warung yang gak mirip sama bungkusnya... dan... " Mavis terdiam sejenak. Semua pun seperti teringat sesuatu. Dan dengan kompak mereka berkata,

"Waktu Natsu nembak Lucy untuk yang pertama kalinya!"

Semua anak-anak yang sedang bermain di taman seketika menengok ke asal suara.

"Dasar mereka itu. Udah tua tapi gaya dan tingkah lakunya masih kayak anak muda... " Gumam Utsuka anak sulung Natsu dan Lucy.

"Kakak sendiri? Masih kecil tapi gaya dan tingkah lakunya kayak orang dewasa." Kata adik Utsuka, Yuna.

"Mending! Dari pada kayak mereka! Masa kecil kurang bahagia atau gak mau jadi tua?" Kata Utsuka sambil geleng-geleng.

"Kakak ini kayak ayah waktu masih kecil, tapi aku rasa sifatnya berbeda... " Gumam Yuna.

"Mereka bilang waktu ayah nembak ibu? Maksudnya apa kak?" Tanya Yuna. "Di tembak pake pistol kali... atau... pake bazoka?" Jawab Utsuka asal.

Mereka berdua pun melihat sekelompok orang tua yang sedang tertawa terbahak-bahak.

"Orang dewasa itu aneh... "

To Be Continued

Yahoo! Udah selesai!

Tapi author ngerasa garing banget... gak ada lucunya sama sekali...

Chapter selanjutnya! Waktu Kita SMA!

Jangan Lupa reviewnya! :D

Selanjutnya saya akan mempublish cerita-cerita lain yang adalah lanjutan series dari Day By Day Team Natsu.

Jangan lupa tunggu cerita saya yang berjudul 'The Detective : The Missing Jewerly' Coming Soon!