LISTEN TO ME
Author : KiddoUnicorn
Cast: Do Kyungsoo and Kim Jongin
Support cast : find it by yourself :D
Genre: Marriage life – Drama – Hurt/Comfort
Rating : T -M
Disclaimer : EXO belong to Sment, All cast belong to god, and the story is mine.
Perhatian!
BOYS LOVE!. MATURE SEDIKIT/? Banyak typo(s), kalimat tidak sesuai EYD. Alur gaje,dan semua kesalahan yang ada di fict ini.. mianhaeyooo~~ *bow
Dont like, dont read it
Catatan kaki:
Ini ff kaisoo pertamaku. Maaf kalo fic ini gagal bgt dan gaada feel nya sama sekali *bow
HAPPY READING
'Aku percaya kau dapat menemani hari harinya nanti yixing.. agar kyungsoo dapat merasakan kebahagiaan itu seutuhnya' batin joonmyeon melihat keakraban yixing dan kyungsoo didapur.
CHAPTER 10
.
Kyungsoo mendudukkan dirinya disofa, ia duduk tidak bersandar pada sandaran sofanya. Yixing yang memperhatikan gelagat kyungsoo sejak tadi pun mendekat dan duduk disamping kyungsoo.
"Kau tidak apa apa huh?" Tanya yixing seraya menatap kyungsoo heran. Kyungsoo hanya tersenyum seolah berkata bahwa ia tidak apa apa pada yixing.
"Dimana joonmyeon?" Tanya kyungsoo dengan isyarat tangannya.
Jangan heran jika yixing sudah mengerti, joonmyeon lah yang mengajarkan yixing, ia masih ingat dengan jelas apa perkataan joonmyeon saat mengajarkannya isyarat kyungsoo dahulu 'jika aku menikahi kyungsoo nanti, kau harus bisa berkomunikasi dengan istriku' saat itu yixing hanya bisa tersenyum mengiyakan.
"Joonmyeon sedang mandi.. kau memerlukan sesuatu?" Ucap yixing.
Kyungsoo menggeleng lalu tersenyum menjawab pertanyaan yixing. Kemudian yixing teringat akan sesuatu.
"Ah iya.. nanti kau tidur berdua saja denganku, ranjang dikamarku berukuran queen size sedangkan dikamar joonmyeon hanya single bed. Okay?" Jleas yixing tersenyum pada kyungsoo.
"Jika kau membutuhkan sesuatu jangan sungkan padaku ya" lanjut yixing Setelah kyungsoo membalas perkataannya dengan tersenyum, ia pun beranjak dari duduknya menuju kekamarnya.
.
Kyungsoo memutuskan untuk menonton televisi untuk menghilangkan rasa bosannya saat menunggu joonmyeon. Tiba tiba pintu kamar joonmyeon terbuka dan nampaklah joonmyeon yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Nanti kau tidur bersama yixing ya ranjangku tidak muat untuk menampung kita berdua" ucap joonmyeon dengan berkedip genit melihat kyungsoo.
Kyungsoo menepuk lengan joonmyeon pelan, membuat semburat merah dipipinya mulai terlihat kembali.
Joonmyeon mengusap pipi kyungsoo dengan sayang. Sungguh ia merindukan sekali kyungsoonya. Yah.. joonmyeon memang sudah mengklaim kyungsoo sebagai miliknya sendiri.
"Kau sudah makan eoh? Hari ini yixing sepertinya memasak banyak karena kedatanganmu" ucap joonmyeon yang sudah berdiri dekat meja makan dan membuka tudung saji diatasnya.
"Mau menemaniku makan siang kyung?" Tanya joonmyeon sedikit menggoda, kyungsoo mengangguk imut lalu mendekat pada joonmyeon dan mereka makan siang bersama. Tanpa mereka sadar yixing memandang mereka dari jauh dan hanya bisa mengehela nafasnya kasar.
Luhan terbangun dari tidurnya, ia menatap jam digital di meja nakas. Dan yang benar saja, sekarang pukul 01.00pm dan ia baru bangun. Luhan mengurut pelipisnya, rasanya kepalanya berdenyut sakit karena bangun terlalu siang. Luhan memutuskan untuk keluar mencari jongin.
Saat ia ingin menuruni tangga, luhan tak sengaja melihat pintu kamar kyungsoo yang terbuka lebar. Dengan rasa penasaran akhirnya luhan pun mendekat. Dan mata luhan berhasil membulat sempurna ketika melihat keadaan kamar kyungsoo yang sangat kacau dengan jongin yang tertidur diatas ranjang kyungsoo seraya memeluk beberapa pakaian kyungsoo yang berserakkan dan foto pernikahannya, dan jangan lupakan mata jongin yang terlihat sembab.
Luhan memicingkan matanya dan mendekat ketika ia melihat sepucuk surat yang sudah diremas oleh jongin. Seketika setelah membaca surat tersebut luhan tersenyum penuh kemenangan.
Hari sudah mulai gelap, kyungsoo memutuskan untuk mandi dikamar mandi yang ada didalam kamar yixing. Saat kyungsoo ingin membuka pakaiannya ia nampak kesulitan dan sedikit menahan sakit karena bajunya yang mengenai luka lebamnya itu.
Kyungsoo terkejut ketika ada yang membuka pintu kamar yixing, ia berbalik menatap kearah pintu itu dan merapatkan punggungnya pada dinding agar yixing tidak melihat lukanya.
Mengapa kyungsoo tidak membukanya didalam kamar mandi, baiklah kamar mandi di apartment ini tidak sebesar kamar mandi dirumah jongin jadi mau tidak mau ia harus membukanya disini. Yixing yang bingung dengan ekspresi kyungsoo mendekatinya.
"Hei kau kenapa? Eumm aku mengganggu yah?" Tanya yixing.
Dengan cepat kyungsoo menggeleng lalu tersenyum, bagaimanapun juga ini kamar yixing ia merasa tidak enak jika terus merepotkannya. Yixing sepertinya paham dengan keadaan kyungsoo sekarang yang bajunya sedikit tersingkap itu.
"Biar aku membantumu membuka pakaianmu, kau pasti kesulitan bukan?" Yixing mendekat, kyungsoo membulatkan matanya. Namun ia sudah pasrah jika yixing melihatnya. Setahu kyungsoo yixing adalah orang yang sangat cerewet jika tentang kesehatan tentu saja ia tahu dari joonmyeon. Semoga saja yixing tidak mengadukannya pada joonmyeon tetapi itu tidak mungkin.
"Ommoooo!" Yixing menutup mulutnya dengan tangan kirinya ketika ia melihat tubuh half naked kyungsoo yang begitu mengenaskan.
"Apa yang terjadi padamu kyungsoo? Kenapa kau tidak mengobatinya" tanya yixing yang mulai memegang tangan kiri kyungsoo perlahan untuk melihat lukanya.
Kyungsoo hanya menunduk seraya menggigit bibirnya menahan tangis, yixing yang melihatnya menjadi iba. Ia beringsut memeluk tubuh kyungsoo perlahan agar kyungsoo tidak kembali merasa sakit.
"Kyungsoo kita harus mengobati ini ke dokter ucap yixing saat masih memeluk kyungsoo. Namun kemudian kyungsoo melepas pelukan yixing tiba tiba dengan menggelengkan kepalanya, sungguh ia tidak ingin pergi ke rumah sakit.
"Aniyoooo.. aku tidak apa apa yixing-ah, kau mau membantuku untuk mengobatinya kan? Sungguh aku tidak ingin pergi ke rumah sakit. Aku mohon jangan beritahu joonmyeon, aku hanya tidak ingin ia khawatir" kyungsoo mengisyaratkan pada yixing dengan tatapan penuh permohonan.
Akhirnya yixing pun mengangguk pasrah, ia membantu kyungsoo untuk menyiapkan air hangat pada bathubnya. Kyungsoo pun masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Yixing pergi keluar untuk membeli obat untuk luka lebam kyungsoo.
.
"Loh... yixing kau habis dari mana? Pantas saja dari tadi aku mencarimu" tanya joonmyeon ketika melihat yixing yang menutup pintu apartment dengan mengendap endap seperti pencuri.
"Emmmm.. a.. akuuuu" belum selesai yixing menjawab pertanyaan joonmyeon, joonmyeon sudah memotongnya kembali.
"Kau membeli apa?" Joonmyeon sudah mengambil alih plastik yang ia pegang sejak tadi. Yixing tidak melanjutkan perkataannya dan mulai menggaruk kepalanya yang tidak gatal, jelas saja ia bingung.
"Loh obat apa ini? Emm.. luka lebam.. loh siapa yang terluka? Kau terluka eoh?" Tanya joonmyeon khawatir ketika membaca fungsi obat salep tersebut. Yixing selalu tersenyum jika joonmyeon sudah mulai perhatian padanya.
"Kau ini, kenapa malah tersenyum eohh?" Tanya joinmyeon sedikit geram karena penasaran.
"Rahasia wlee" ucap yixing dan menjulurkan lidahnya pada joonmyeon, ia berlalu dari hadapan joonmyeon masuk kekamarnya. Joonmyeon hanya menggelengkan kepalanya bingung dengan tingkah sahabatnya.
.
"Kyung... apa kau sudah selesai mandinya? Aku baru saja membelikanmu obat" ucap yixing didekat pintu kamar mandi.
Tiba tiba kenop pintu kamar mandi itu terbuka dan nampaklah kyungsoo yang memakai baju handuk biru laut miliknya itu. Kyungsoo menatap yixing seolah berkata 'bantu aku memakainya'
Kyungsoo mendudukkan dirinya ditepi ranjang, yixing mengoleskan salep tersebut pada punggung kyungsoo dengan perlahan. Kyungsoo menahan sakitnya dengan terus menggigit bibir ranumnya sendiri. Namun tiba tiba...
Cklek
Kenop pintu kamar yixing terbuka dan nampaklah joonmyeon dengan matanya yang membulat sempurna melihat luka lebam kyungsoo yang begitu jelas terlihat. Bahkan warnanya bukan merah lagi tetapi ungu dan sedikit berdarah. Joonmyeon segera mendekat kepada kyungsoo, kyungsoo mulai takut jika joonmyeon marah, ia mengeratkan genggamannya pada tangan yixing.
"Katakan padaku siapa yang melakukannya? Akan aku laporkan pada polisi sekarang juga!" Kyungsoo sedikit tersentak dengan nada bicara joonmyeon yang sedkkit membentak. Kemudian ia menggeleng lemah.
"Ceritakan pada kami kyungsoo, kau jangan terus menerus melindungi mereka, mereka pantas mendapatkan hukuman yang semestinya kyung" sambung yixing.
Kyungsoo memegang tangan joonmyeon dan yixing lalu menunduk dalam , ia terus menangis sejadi jadinya. Yixing beringsut memeluk kyungsoo perlahan agar tidak menyakitinya. Setelah merasa sedikit lega kyungsoo melepas pelukan yixing dan mengisyaratkan dengan tangan yang bergetar.
"Jongin yang mekakukan ini, tetapi aku mohon jangan lakukan apapun padanya. Aku tidak baik baik saja joonmueon... aku mohon.. hiks" tubuh kyungsoo kembali bergetar.
Joonmyeon menggeleng kesal, sungguh ia tidak rela melihat tubuh seseorang yang sangat ia cintai begitu hancur. Bahkan joonmyeon berani bertaruh ia pasti akan menangis seharian jika ia mendapatkan luka seperti itu.
Yixing menatap joonmyeon yang emosi dengan pandangan yang sulit diartikan. Yixing menunduk matanya kembali melihat kearah salep yang ia genggam.
"Yasudah, lebih baik lukamu diobati dulu kyung" ucap yixing yang kembali menuangkan salep tersebut kejari tangannya dan mengoleskan pada luka kyungsoo dengan hati hati.
Kyungsoo terlihat sedikit meringis menahan perih akibat salep yang dioleskan oleh yixing, tangannya meremas ujung baju handuk yang ia kenakan. Joonmyeon yang melihatnya beralih menggenggam kedua tangan kyungsoo, mengelusnya untuk mengalihkan rasa sakit kyungsoo.
Kyungsoo tersenyum dengan mata yang sembab pada joonmyeon, sedangkan yixing yang melihatnya sekilas mencoba kembali fokus pada tugasnya yaitu mengobati kyungsoo.
"Jika aku terlalu kasar katakanlah... jangan ditahan" ucap yixing menatap kyungsoo. Kyungsoo mengangguk mengiyakan dan yixing kembali melanjutkan kegiatannya.
Jongin membuka matanya, ia mengusap wajahnya kasar lalu matanya beralih menatap seluruh ruangan tempatnya berada yang ia yakini adalah kamar kyungsoo. Entahlah, apa yang membuatnya bertahan lama didalam ruangan ini biasanya ia tidak tahan berlama lama berada dikamar kyungsoo.
'Kenapa rasanya dadaku ini sangat sakit setelah tau kyungsoo pergi' Batin jongin.
Jongin kembali meneteskan air matanya dalam diam, ia terus memandang foto pernikahannya dengan kyungsoo. Difoto itu kyungsoo nampak tersenyum ceria. Jongin mengelus wajah kyungsoo yang ada foto itu.
Tiba tiba suara langkah kaki mendekat, jongin menoleh kearah sumber suara tersebut dan mendapati luhan yang sudah berdandan dengan rapih ia terlihat aangat cantik menurut jongin. Jongin tersenyum pada luhan, luhan pun membalas senyuman jongin dengan sangat manis.
"Jongin, aku ingin keluar sebentar" jongin kembali mengerutkan alisnya seolah meminta penjelasan.
" aku bosan dirumah melihatmu seperti orang frustasi memikirkan lelaki bisu tidak berguna seperti kyungsoo" nada bicara luhan mulai serius.
"Kau ingin pergi kemana? Kenapa tidak mengajakku?" Tanya jongin.
"Aku malas mengajakmu, lebih baik aku pergi sendiri daripada selama pergi nanti pikiranmu hanya tertuju pada kyungsoo" luhan berkata dengan wajah yang dibuat malas.
"Sudah ya aku pergi dulu" ucap luhan lalu beralih meninggalkan luhan.
Jongin hanya memandang kepergian luhan dengan nanar. Ia butuh perhatian kali ini, tapi mengapa orang yang ia cintai malah pergi meninggalkannya. Dan sekarang ia juga bingung kenapa ia menangisi istrinya yang tidak berguna itu.
'Kenapa perasaanku tidak enak... siapa sebenarnya yang aku khawatirkan'
Namun.. jauh dilubuk hati jongin sebenarnya rasa kekhawatirannya itu untuk kyungsoo seorang. Entah mengapa ia khawatir pada kyungsoo, ia memang menyuruh kyungsoo tinggal setidaknya sampai proses persalinannya selesai. Namun penyesalan memang selalu datang terakhir, ia menyesal telah mencambuki kyungsoo kemarin, ia hanya terlalu kecewa melihat kyungsoi bercumbu dengan orang lain dan sekarang kyungsoo pergi.
Rasa lapar mulai menyerang perut sixpack jongin, tibq tiba ia kembali melihat kearah kyungsoo dalam foto pernikahannya itu. Air mata mulai menggenang kembali dipelupuk matanya.
'Aku rindu masakannya,
perhatiannya,
semua perlakuan lembutnya padaku...' batin jongin berkecamuk.
Sehun menunggu luhan dimobil sport hitamnya. Tiba tiba ia melihat luhan istri tercintanya menuruni tangga pelataran rumah jongin perlahan. Sehun turun dari mobilnya dan membukakan pintu mobil saat luhan ingin masuk. Sehun memakaikan seatbelt pada tubuh luhan lalu kembali nendudukjan dirinya dikursi kemudi. Kemudian mobil sehun mulai mejauhi pekarangan rumah jongin.
"Sehunieeeee" panggil luhan dengan manjanya.
"Waeyo honeyy?" Tanya sehun, ia mengelus pipi luhan dan sesekali melirik kearah istri tercintanya itu.
"Aku punya kabar bagussss!" Ucap luhan dengan senyumannya yang terlihat semangat.
"Apa itu sayang?"
"Eumm... kau pasti tidak akan percaya! Setelah sekian lama aku mengompori jongin dan akhirnya aku berhasil!" Ucap luhan senang.
"Apa maksudmu hm?" Tanya sehun lagi.
"Jongin marah besar dan menyambuki kyungsoo tadi malam, dan sepertinya pagi pagi sekali tadi kyungsoo pergi!" Ucap luhan sedikit memekik saking senangnya.
"Jinjayo?!" Sehun membulatkan matanya tidak percaya.
"Ne~ hahhhh senangnyaa" ucap luhan seraya menyandarkan tubuhnya pada jok mobil.
"Jaga kandunganmu baik baik honey. Jika anak itu lahir, kita akan menjadi jutawan bahkan milyarder!"
"Ne~ dan kita bisa menutupi semua hutang hutang kita huniee" ucap luhan seraya mengelus tengkuk sehun perlahan.
"Tapi kau harus berjanji... setelah anak kita lahir nanti kau harus berhenti mengedarkan obat obatan itu.. aku takut terjadi sesuatu padamu hunnieee" raut wajah luhan yang tadi senang berubah menjadi khawatir.
"Aku berjanji sayang" ucap sehun tersenyum lembut pada luhan.
Lalu mereka tertawa senang bersama. Apa peduli mereka jika tertawa diatas penderitaan kyungsoo maupun jongin?
Yang terpenting bagi mereka adalah hidup senang bergelimang harta tanpa memikirkan hutang hutangnya. Ya.. begitulah sehun dan luhan, tidak jahat secara fisik namun menggunakan kepintarannya untuk berbuat jahat pada orang lain. Setelah ini pasti akan lebih banyak lagi rencana yang mereka susun.
Kyungsoo menutup keran wastafel, ia baru saja selesai menyikat giginya lalu membasuh mulutnya dengan air. Mata bulatnya beralih menata cermin yang ada dihadapannya, ia melihat matanya yang sangat sembab karena terus menangis dari kemarin.
Kyungsoo sejujurnya sudah lelah menangis namun salahkan air matanya yang terus menuruni pipinya seolah tak pernah habis meskipun menangis seharian.
Kyungsoo mengambil handuk kecil diatas meja nakas yang tadi ia siapkan, lalu dibasahkannya handuk kecil itu dengan air hangat dari keran wastafel. Ia mengompres matanya perlahan seraya menatap kearah cermin itu dalam diam.
Namun sesaat kemudian kyungsoo mendengar suara seperti isakan tertahan dari seseorang. Kyungsoo mencoba tidak memperdulikannya sejujurnya ia takut dengan hantu hantu dan sejenisnya maka dari itu ia tetap fokus mengompres matanya. Namun isakkan itu tetap terdengar jelas oleh kyungsoo.
Kyungsoo sedikit menoleh kearah pintu kamar mandi dan mendapati pintu kamar mandinya belum tertutup dengan sempurna. Saat ia mendekat dan ingin menutup pintu kamar mandi disaat yang bersamaan ada yang ingin membuka pintu kamar mandi itu. Sungguh demi tuhan kyungsoo sangat takut sekarang.
Akhirnya kyungsoo memberanikan diri membuka pintu kamar mandi itu dan nampaklah yixing yang membulatkan matanya terkejut dengan jejak air mata pada pipi putih nya. Yixing terlihat panik dan langsung berbalik badan mengusap jejak air mata pada wajahnya.
Kyungsoo mengerutkan keningnya lalu mendekat, ia menyentuh bahu yixing agar sang empunya beralih menatapnya. Yixing berbalik lalu menunduk, terlihat ia masih berusaha mengusap pipinya yang penuh dengan jejak air mata.
Kyungsoo menepuk pundak yixing agar yixing mau melihat wajahnya, kyungsoo ingin mengatakan sesuatu namun jika yixing tidak melihatnya bagaimana bisa ia menenangkan yixing.
"Mengapa kau menangis?" Kyungsoo mengisyaratkan kepada yixing.
Yixing hanya menggeleng lalu duduk ditepi ranjang queen sizenya. Ia tersenyum sedikit dipaksakan kearah kyungsoo, lalu menepuk kasur disebelahnya berusaha memberi isyarat agar kyungsoo juga duduk disebelahnya.
"Kau bisa bercerita padaku jika kau mau, aku akan berusaha membantumu jika aku bisa" lanjut kyungsoo dengan senyum manisnya.
"Aku tidak apa apa kyungsoo" ucap yixing mengelus tangan kyungsoo dengan senyumnya. Namun bibir yixing nampak bergetar dan jelas terlihat oleh kyungsoo.
"Kau berbohong" kyungsoo menatap mata yixing dengan lekat, mencari kebohongan dimata itu namun disaat yang bersamaan ia juga memberi kenyamanan pada yixing saat menatap mata bulatnya yang begitu lucu.
Yixing menunduk lalu menghembuskan nafasnya kasar. Ia terlihat berusaha untuk tidak menangis. Lalu ia memeluk kyungsoo secara tiba tiba. Membuat kyungsoo sedikit meringis kafena tanpa sadar yixing mengenai lukanya namun kyungsoo menahannya.
"Jaga joonmyeon untukku" kyungsoo yang ingin membalas pelukan yixing terlihat bingung dan mengerutkan keningnya.
"Ia sangat menyayangimu kyung.. bahkan ia sangat mencintaimu, lupakanlah jongin dan lihatlah dirinya" lanjut yixing.
Kyungsoo melepaskan peluka yixing dan menatap kearah yixing yang mulai menangis lagi.
"Aku banyak belajar darimu, joonmyeon selalu menceritakan sikapmu pada jongin selama ini. Dan aku tahu, bahwa cinta memang tak harus memiliki bukan?"
"aku rela bila kau yang menjadi pasangan untuk joonmyeon nantinya" yixing kembali menangis dengan sesunggukan. Sungguh ia rela melepaskan joonmyeon untuk kyungsoo.
"Aku tidak mengerti maksudmu" jawab kyungsoo dengan tangannya.
"Aku sudah lama menyukai joonmyeon, bahkan sebelum kau datang dikehidupannya" ucap yixing.
Kyungsoo menatap yixing dengan perihatin, ia mengusap jejak air mata pada wajah yixing. Yixing beralih menatap kemata kyungsoo.
"Maafkan aku.. tapi aku sama sekali tidak mencintai joonmyeon, begitu keras aku mencobanya namun aku memang hanya mencintai jongin" jawab kyungsoo takut takut.
"Kau harus ingat, aku sudah menikah dan aku dicampakkan. Itulah kenyataannya, namun aku tetaplah istri dari kim jongin selama ia belum benar benar melepasku"
"Aku tidak akan pernah jatuh cinta pada siapapun kecuali kim jongin."
Kyungsoo berucap final dan beralih memeluk yixing dengan erat, yixing begitu terharu dengan keteguhan hati kyungsoo. Yixing kembali menangis dipelukan kyungsoo, kyungsoo mengelus punggung yixing lembut.
"Sudahlah, lebih baik kita tidur sekarang"
Yixing pun mengangguk lalu berbaring disamping kyungsoo. Yixing berbaring lurus menatap langit langit kamarnya, sementara kyungsoo memiringkan wajahnya menatap yixing, tak lama kemudian kyungsoo pun tertidur. Yixing hanya menatap wajah damai kyungsoo ketika ia tertidur.
'Bahkan joonmyeon sangat mengharapkanku untuk bisa menjagamu selama ia tidak ada...
Tapi aku rela kyung jika orangnya adalah kau..'
Aku rela meskipun aku harus sakit, mungkin joonmyeon bukan jodohku' batin yixing lalu memiringkan tubuhnya membelakangi kyungsoo.
Jongin mengerjapkan matanya ketika cahaya matahari sedikit demi sedikit mulai masuk melalui celah jendela kamar kyungsoo. Kamar kyungsoo? Ya, jongin menghabiskan hari minggunya hanya dengan berdiam diri dikamar milik kyungsoo. Jongin melihat kearah jam digital dimeja nakas milik kyungsoo.
07.00am
Satu hal yang baru jongin sadari adalah hari ini adalah hari senin dan ia benar benar tertidur dikamar kyungsoo sejak kemarin. Jongin mengusap wajahnya kasar, entahlah ia merasa kurang baik hari ini. Mungkin ia akan membolos bekerja hari ini.
Tiba tiba pikiran jongin tertuju pada luhan, ia beranjak dari posisinya menuju kamarnya dan luhan. Namun saat ia Membuka ointu kamarnya nihil... ia tidak menemukan luhannya dikamar.
"Luhaaannn" pekij jongin memanggil luhan.
"Kau didalam sayangg?"
Tok tok tok
Jongin mengetuk pintu kamar mandinya siapa tau luhan ada didalam namun tetap saja tak ada jawaban. Jongin menuju kelantai bawah mencari luhan didapur, ruang tv, ruang keluarga, ruang kerjanya, halaman belakang dan halaman depan namun tetap saja nihil.
Jongin mulai meraba saku celananya mengeluarkan handphone dan mencari nama luhan di contact list handphonenya.
Tuuut...
'Nomer yang anda tuju ...~'
Jongin berdecak begitu mendengar suara dari operator yang menandakan jika handphone luhan sedang tidak dapat dihubungi. Terbesit rasa khawatir dipikiran jongin, bagaimanapun luhan sedang hamil anaknya dan tentunya jongin tidak ingin terjadi sesuatu pada keduanya.
Jongin menyambar kunci mobilnya berinisiatif untuk mencari luhan namun saat ia membuka pintu rumahnya Ia melihat luhan sedang melambaikan tangannya kearah sebuah mobil yang mulai menjauhi pekarangan rumahnya.
"Kau baru pulang?" Tanya jongin.
"Ahh kau mengagetkanku saja jonginiee" ucap luhan sedikit tergagap.
"Jadi kau pulang dengan siapa?" Tanya jongin sedikit menaikkan nada bicaranya.
"Jongiinniee jangan marah begitu aku kan..." belum selesai luhan menjawab, jongin sudah menarik luhan untuk masuk kedalam rumah dan menghempaskan tubuhnya disofa.
"Jongin kau apa apaansih?!" Luhan yang kesakitan mulai menaikkan nada bicaranya.
"KAU PULANG DENGAN SIAPA HAH? APA YANG KAU LAKUKAN SEMALAMAN? KAU ITU SEDANG HAMIL!" Jongin membentak luhan.
Luhan yang memang pada dasarnya tidak suka dibentak pun malah balik melawan sangat jauh berbeda dengan kyungsoo yang hanya diam saja.
"MEMANGNYA KENAPA? JIKA AKU BERADA DIRUMAH SEKALIPUN KAU AKAN TETAP MENANGISI ISTRIMU YANG TAK BERGUNA ITU!" Ucap luhan sakarstik.
"Ingat jongin! Anak ini anakmu... dan kau juga belum bertanggung jawab untuk menikahiku hingga detik ini! Lagipula jika kau tidak mencintainya untuk apa repot repot menangisinya!" Nada bicara luhan sedikit memelan sejujurnya ia takut jongin berbuat kasar padanya.
Hati jongin tertohok mendengar semua perkataan luhan. Sejenak ia berpikir hingga tanpa sadar luhan telah meningvalkannya sendirian diruang tv menuju kamar jongin.
Jongin terduduk disofa dan memijat pelipisnya. Pusing... oa juga tidak mengerti mengapa perasaannya bisa kacau seperti ini.
.
.
Jongin membuka pintu kamarnya dan nampaklah luhan yang sedang menghadap ke cermin merapihkan rambutnya. Jongin duduk ditepi ranjang dengan kikuk.
"Luhanie... maafkan aku soal tadi, aku..." ucapan jongin terputus.
"Aku tau kau pasti sedang emosi benar kan jonginie? Aku tidak apa apa kok, maafkan aku karena tidak mengabarimu." Ucap luhan manja seraya duduk dipangkuan jongin.
"Sudahlah masalah ini tidak perlu kita bahas lagi.. lupakan saja yang sudah berlalu jonginie. Biarkan kyungsoo pergi toh nantinya kau akan menjadikanmu istri bukan?" Ucap luhan tersenyum manja seraya mengelus pipi jongin dengan sayang.
Kemudian bibir mereka mulai bertemu dalam ciuman yang panjang dengan keduanya yang sama sama mengelus tengkuk pasangannya seraya mendesah nikmat pada ciuman panas yang mereka ciptakan.
Skip time
Kyungsoo sedang membantu yixing untuk memasak makan malam mereka, namun kemudian saat kyungsoo sedang memotong wortel ia merasa perutnya sangat sakit, kyungsoo mundur perlahan seraya memegang perutnya yang sakit, wajahnya berubah pucat pasi.
"Kyung jika sudah selesai dengan wortelnya bantu aku dengan kentang kentang itu ya" ucap yixing.
"Kyung" merasa tidak mendapatkan jawaban akhirnya Yixing menoleh kearah kyungsoo.
Matanya membulat sempurna dan segera menahan tubuh kyungsoo yang sedikit oleng. Yixing panik dan melihat kearah kaki kyungsoo, ia melihat darah segar mengalir disana. Yixing langsung berteriak memanggil joonmyeon. Kyungsoo sudah mengeluarkan air matanya pertanda bahwa ini sangatlah sakit
"AAAA JOONMYEONN" pekik yixing.
"Ada apa?" Joonmyeon menjawab dari kamarnya namun ia tidak kunjung keluar dari kamarnya.
"Joonmyeon! Kyungsoo berdarahhh!" Yixing memekik dengan keras.
Joonmyeon yang mendengar nama kyungsoo langsung berlari kearah sumber suara. Joonmyeon membulatkan matanya lalu segera membopong kyungsoo keluar dari apartmentnya menuju tempat parkir. Semua mata tertuju pada joonmyeon dan yixing yang terlihat panik membawa kyungsoo.
Joonmyeon mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata sungguh ia panik, keringat mulai menetes dari pelipisnya. Tak lain dengan yixinb yang memangku kepala kyungsoi yang berbaring di jok belakang, yixing mengusap keringat yang membasahi kening kyungsoo..
"Cepatlah sedikit joonmyeon, kyungsoo sangat pucat" yixing memekik saking paniknya.
Namun kyungsoo sempat mengisyaratkan sesuatu pada yixing menggunakan tangannya yang bergetar hebat.
"Tolong beritahu jongin, gunakan handphoneku" kyungsoo memberikan handphonenya pada yixing lalu yixing mengirimkan pesan kepada jongin.
.
.
Dilain tempat
Luhan sedang membaca majalah ibu hamil diruang tv, tiba tiba ia merasa badannya mulai dingin dan perutnya sedikit sakit. Luhan mencoba menahannya mungkin anak didalam perutnya sedang menendangnya namun kali ini berbeda, sungguh ini sangat sakit.
"Jonginieeeeee" luhan merengek, jongin yang duduk berhadapan dengannya pun menoleh kearah luhan.
"Ne baby?" Jawab jonhin sekenanya.
"Perutku sakit aahhhh " luhan meringis seraya memegang perut besarnya
"Lu... kau baik baik saja? Apa ini sudah waktunya?" Tanya jongin panik.
"Jangan banyak bertanya bodoh shhh cepat bawa aku kerumah sakit" bentak luhan sambil meringis menahan sakit.
Jongin yang panik langsung menggendong luhan ala bridal ke mobilnya yang terparkir dihalaman depan. Luhan duduk disebelah jongin dengan jok mobil yang disandarkan kebelakang. Jongin membawa luhan yang terus merengek dengan kecepatan penuh membelah suasana malam kota seoul.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
ANNYEOONGGGGG... AHAHAHAHAHA MIAN KALO JELEK.. pasti banyak bgt typonya. Aku udah usaha bikin panjang nih-.- kalo masih kurang panjang juga author ketekin loh/? Pedes matanya liat tulisan banyak wkwkw
btw mianhae kalo banyak kurangnya aku lagi sakit soalnya u.u aku ga sekolah hari ini soalnya sakit tapi aku bosen jadi lanjutin ff deh hehehe gimana gimana? Seru gak?
Wkwkkw mian banget kalo lagi lagi harus tbc disaat yang tidak tepat...
Btw aku mau ngicapin terimakasih banyak buat semuanya yang udah nyaranin nama buat anaknya kaisoo ! Karena saran kalian semua sama jadi aku putuskan namanya kim jongsoo wkwk aku udah mentok buat mikirin nama anak mereka.
Btw aku mau ucapin terimakasih buat younlaycious88 yang udah nyaranin nama anak hunhan yang paling beda dari lainnya wkwk oke aku putusin nama anak luhan pake nama dari kamu makasih sayang :******
Btw review terus ya readersnim mian aku gabisa bales satu satu aku baca semua review kalian semua kok.
Kemarin ada yg tanya backsound exoshowtime ep 7 pas suho dikacangin member itu deli spice - chau chau ya sayang. KALO AKU BOLEH SARAN KALIAN SAMBIL DENGERIN ITU PASTI MAKIN NANGIS HAHAH/ketawa setan
Yaudahlah segini aja bacotnya. Mian kalo jelek *bowreview terus biar aku lanjut! ANYYEONG! *pyong
