Sakura.
Sakura yang kini bekerja sebagai petugas rumah sakit, sedikit sibuk. Ibu dari satu anak ini terlihat sangat serius membaca dokumen yang ia terima dari Shizune. Mata hazelnya, membaca sususan huruf yang tertulis rapi di sana.
"Tidak ada gejala yang serius, Kak Shizune. Hanya beberapa patah tulang. Tidak ada yang fatal," ujar Sakura memberikan kembali dokumen ke Shizune.
"Syukurlah. Kukira akan membutuhkan tenaga medis yang sedikit serius," lega Shizune.
Sakura yang melihatnya hanya tersenyum.
"Baiklah, aku akan kembali," ujar Shizune yang bangkit meninggalkan tempat itu.
Baru 10 detik berlalu, pintu ruangannya kembali terbuka dan memperlihatkan Lee yang masuk ke dalam.
"Ah, Lee-san. Lama tidak jumpa. Ada yang bisa aku bantu?" tawar Sakura.
"Ah, ya, aku penasaran apa kau bisa melakukan sesuatu dengan ini?" ucap Lee sambil mengeluarkan kontol besar kekarnya.
( . Y . )
Ino.
Ino, ibu satu anak ini sedikit kerepotan sehabis pulang dari pasar. Beruntung Ino bertemu Kiba dan Akamaru di jalan, jadi dia sedikit tertolong.
"Terima kasih, Kiba. Kau sangat membantu," ujar Ino senang.
"Tidak masalah. Hei, aku ingin mampir, apa Sai ada?"
Mungkin yang dimaksud Ino adalah Kiba ingin mampir dan bertegur sapa dengan suaminya.
"Tidak, dia sedang ada misi," jawab Ino.
"Inojin?" tanya Kiba
"Ia pun sama. Hah ... Ayah dan anak itu."
Menyeringai bejat, Kiba menyerang.
"Hei, bagaimana kalau aku membuat rumahmu sedikit lebih ramai? Tentu dengan Akamaru, " tawar Kiba.
"Boleh, aku sedikit bosan dengan keadaan rumah," ujar Ino riang.
( . Y . )
Tsunade.
Tsunade mendadak ada panggilan ke Iwagakure untuk membahas kerjasama antar desa. Naruto tidak bisa tutun tangan, jadi dia memerintahkan Tsunade untuk manjadi wakil Konoha di sana. Dengan menaiki kereta kencana, Tsunade ditemani Kakashi dan Gai. Dan Kou menjadi supir mereka. Namun, ada yang janggal. Kereta kencana yang ditumpangi Tsunade, Kakashi dan Gai mendadak sedikit berguncang. Kou yang tidak ambil pusing, menghentak kudanya agar jalan lebih cepat.
( . Y . )
Hinata.
Rumah Uzumaki kedatangan tamu dari Kumogakure, mantan Raikage ke-4, Raikage Ay.
Suasana pagi terasa tentram, Naruto yang ingin bersiap-siap ke kantor, meninggalkan Himawari, Hinata dan Ay di ruang meja makan.
"Baiklah, aku berangkat," ucap Naruto menjauh.
"Hati-hati, anata," sahut Hinata yang di balik meja makan kakinya memberikan footjob ke Raikage Ay yang sedari tadi duduk di meja makan sudah mengeluarkan kontol hitam besarnya untuk ngentot lagi dengan Hinata.
"Himawari, kenapa kau tidak keluar dan bermain sementara ibu melakukan hal dewasa bersama paman Ay," tawar Hinata yang langsung disetujui anak perempuannya.
( . Y . )
Kembali ke Sakura.
Di ruang rawat pasien, sedang berlangsung perbuatan ngentot antara Lee dan Sakura.
Di atas kasur pasien, terlihat Lee sedang menyodok-nyodok Sakura dengan penuh semangat dan nafsu. Dalam posisi Sakura yang menungging, istri Sasuke itu kewalahan menandingi sodokkan Lee pada memeknya yang terlampau cepat. Lee merasa kenikmatan karena kontolnya dijepit begitu kuat oleh memek Sakura.
"Ahn ... Lee-san ... Kau begitu cepat ... Uhhnn ... Mhmm ... "
Lee tidak peduli dengan desahan Sakura, yang dia pikirkan, dia sangat menikmati ngentotin Sakura. Bahkan karena sodokkan Lee pada memek Sakura membuat kasur pasien terlepas dari sanggaannya. Lee semakin menambahkan kecepatan menyodoknya. Terlihat, kontol dengan urat-urat yang tercetak, keluar-masuk memek Sakura dengan sangat bebasnya.
Lee semakin sampai pada puncaknya, dia turun dari kasur itu dan mengarahkan kontolnya pada wajah Sakura. Sakura yang tahu, langsung menyepong kontol kekar itu dengan penuh nafsu. Lee yang akan menyemburkan pejuhnya, menarik kontolnya dari mulut Sakura.
"Aku keluar!" Lee menyemprotkan cairan pejuhnya ke wajah cantik Sakura, membuat wajahnya sangat basah karena semburan pejuh yang sangat banyak.
( . Y . )
Kembali ke Ino.
Apa yang dikatakan Kiba benar adanya.
Di ruang tamu rumah Yamanaka, Kiba yang duduk di sofa pendek dengan kontolnya yang mengacung sedang disepong Ino yang menungging. Di belakangnya, Akamaru dengan kontol besar merahnya menyodok-nyodok lubang anal Ino dengan cepat. Kiba yang melihat Ino sedang dientot dengan anjing kesayangannya, semakin bergairah untuk melanjutkan 'keramaian' yang ia buat.
Kiba menyuruh Akamaru untuk mencabut kontolnya dari lubang Ino.
Ploph!
Setelahnya, Kiba menarik Ino ke pangkuannya, mengarahkan kontolnya menusuk memek Ino. Akamaru yang masih bernafsu melompat ke atas Ino dan kembali menyodok-nyodok lubang anal Ino.
"Uhh ... Sshh ... Ahhnn ... "
Ino hanya bisa mendesah saat kedua lubangnya disodok Kiba dan Akamaru dengan tempo yang bergantian. Terlihat, sodokkan keduanya makin menyepat. Kiba dan Akamaru berusaha menahan semburan pejuhnya karena masih ingin ngentot dengan istri Shimura Sai ini.
"Ugh ... Ugh ... Ahhnn ... "
Sodokkan mereka berdua semakin cepat dan semakin cepat. Dirasa sudah mancapai puncaknya, Kiba dan Akamaru menyemburkan pejuh mereka di masing-masing lubang Ino. Ino yang merasakan lubang anal dan memeknya disiram carian panas pejuh, membuatnya mengalami orgasme. Lihat, mata Ino yang memutih denga lidah terjulur keluar.
( . Y . )
Kembali ke Tsunade.
Apa yang membuat kereta kencana yang mereka bertiga naiki menjadi berguncang? Mari kita lihat.
"Ahh ... Ahh ... Ahh ... Sshh ... "
Ternyata di dalamnya, Tsunade sedang disodok dua lubangnya oleh Gai dan Kakashi. Beruntung Kakashi membuat Kekkai kedap suara. Gai yang menyodok-nyodok memek Tsunade dengan semangat dan nafsu yang membara. Kakashi juga tidak mau kalah, dia menyodok lubang anal Tsunade dengan kecepatan sama seperti Gai. Tsunade yang disodok dua lubangnya, menjadi liar. Lihat saja wajah senangnya, dientot Gai dan Kakashi. Gai yang mendapat payudara jumbo sebelah kanan, menghisapnya kuat. Sedangkan Kakashi meremas sebelahnya.
Dan perjalan mereka menuju Iwagakure menjadi sangat panjang karena adegan ngentot mereka.
( . Y . )
Kembali ke Hinata.
Ini kedua kalinya Hinata dientot Raikage Ay, setelah kejadian pengusiran Naruto dan Boruto di episode 18.
Di atas meja makan, Hinata yang sudah telanjang bulat, memakai pakain latexnya, menaik-turunkan tubuhnya di atas kontol hitam Raikage Ay. Terlihat, memek Hinata menelan semua inci kontol hitam itu. Keluar, masuk, keluar, masuk. Terus seperti itu, perbuatan ngentot mereka, sedangkan Raikage Ay hanya menikmati kembali jepitan memek Hinata pada kontol besarnya.
"Ahh ... Hahh ... Ahh ... Hahh ... Kau ingin keluar, Raikage-sama? Keluarkan di wajahku."
Ay berusaha mati-matian agar dirinya tidak keluar, namun jepitan memek Hinata membuatnya tidak bisa menahan lebih lama lagi. Melihatnya, Ay yang ingin bangun dari rebahnya, Hinata buru-buru melepas penyatuan kontol Raikage Ay dari dalam memeknya. Turun dari meja dan langsung berlutut. Ay yang sudah turun mengarahkan kontol hitamnya ke wajah Hinata yang sedang menjulurkan lidahnya. Ay pun langsung menyemburkan pejuhnya ke kepala Hinata, menyiraminya. Banyak yang Hinata telan dari cairan pejuh itu yang keluar dari kontol Raikage Ay setelah kontol itu menyodok-nyodok memeknya. Untuk yang kedua kalinya Hinata ngentot dengan Raikage Ay.
"Kenapa kau tidak datang sebulan sekali dan aku akan memberikan sesuatu yang khusus dariku," ucap Hinata yang mengocok kontol besar Raikage Ay.
"Oh, aku akan datang," ujar Raikage Ay dengan senyum bejatnya melanjutkan perbuatan ngentotnya dengan Hinata hingga Naruto pulang nanti. Dan berhubung rumah ini sepi, Raikage Ay memanfaatkan setiap sudut rumah menjadi gaya baru untuk menyodok-nyodok memek Hinata dengan gaya ngentot yang berbeda.
"Ahh ... Ahh ... Ahh ... Entot terus, Raikage-sama ... Ohhnn ... Sodok terus ... Sshh ... Kontolmu sangat nikmat menyodok-nyodok memekku."
Dan kegiatan ngentot mereka masih berlanjut ke bawah meja makan di saat Naruto sedang memakan makan malamnya. Naruto tidak mengetahui dan tidak bisa mendengar kalau istrinya, Hinata sedang ngentot dengan Raikage Ay di bawah meja makan karena Raikage Ay memasang Kekkai kedap suara, membuat Hinata lebih leluasa mendesah selagi memeknya sedang disodok kontol hitam besar Raikage Ay dari bawah.
( . Y . )
