The Unexpected
Discleaimer:
Naruto © Masashi Kishimoto
Highschool DxD © Ichie Ishibumi
Pairing: Naruto x OC (Settyna)
Warning: OOC, OC, Typo, Strong!Naruto, SuperGodlike!OC, EYD hancur.
Summary: Kegagalan membuat suatu titik kegelapan dalam dirinya bangkit. Namun, walaupun hanya setitik tetapi apa jadinya jika kegelapan tersebut malah berhasil membangkitkan sang Akhir?
Chapter 10
"Aku menolaknya..."
Kepala sekolah memandang Naruto dengan heran, ia tak habis pikir kenapa guru muda itu menolak penawaran yang membuat guru lainnya tergiur.
"Saya memang punya prinsip 'Kepercayaan tidak hanya diukur dengan seberapa lama orang mengenal kita, tetapi kepercayan bisa didapat dengan cara kita bertingkah serta tanggung jawab yang bisa kita emban' tetapi..." kepala sekolah dengan seksama mendengarkan ucapan Naruto.
"Saya tidak pantas untuk menjadi seorang pemimpin, saya pernah gagal sebelumnya..." Naruto menundukkan kepalanya dalam diam, pikirannya melayang mengingat masa-masa perang dunia shinobi dahulu.
"Huh, memang sayang. Tetapi kalau Naruto-sensei menolaknya, maka saya tidak akan memaksa" kepala sekolah beranjak dari duduknya.
"Tunggu..." kepala sekolah kembali menatap Naruto dengan ekspresi bingung.
"Jika memang anda merasa bahwa guru-guru disini tidak ada yang pantas menjadi kepala sekolah, saya akan menyarankan seseorang..." Naruto berucap, kepala sekolah menatapnya penasaran.
"Siapa?" tanya kepala sekolah.
"Ayah saya sendiri..." ucapan Naruto membuat kepala sekolah kembali duduk dikursinya.
"Apakah ayah anda bisa, Naruto-sensei?" kepala sekolah bertanya masih dengan wajah penasaran.
"Beliau sebelumnya pernah menjadi pemimpin yang dipercayai banyak orang..." Naruto mengingat-ingat disaat ayahnya menjadi hokage.
"Bahkan beliau pernah dianggap pahlawan oleh desa yang beliau pimpin sebelumnya..." lanjut Naruto sambil membayangkan ayahnya yang pernah menyelamatkan desa dari amukan Kyuubi.
"Saya rasa dengan pengalaman itu, beliau bisa menjadi kepala sekolah yang bertanggung jawab" Naruto mengakhiri ceritanya sambil tersenyum.
Kepala sekolah memandang Naruto dengan sebuah senyum kecil, ekspresinya menampakkan kepuasan.
"Baiklah! Dengan ini, saya akan menjadikan..." kepala sekolah menggantung ucapannya.
"...Namikaze Minato..." Naruto melanjutkan.
"...menjadi kepala sekolah yang berikutnya" kepala sekolah berucap dengan senyuman.
.
.
.
.
.
Settyna menatap fenomena didepannya dengan pandangan datar, matanya memandang kosong pusaran hitam seukuran bus dilangit gelap, cincin-cincin emas berputar disekeliling pusaran aneh itu.
"The Highest Entity..."
Ia bergumam pelan, kakinya melangkah mendekati pusaran itu dengan perlahan. Alam membantunya, udara disekitarnya mengangkat tubuhnya secara perlahan keudara.
"Kejadian tidak wajar macam ini hanya bisa dilakukan oleh The Highest Entity..."
Keanehan terjadi, pusaran itu membesar hingga menyamai ukuran gunung, cincin-cincin emas itu juga berkumpul ditengah dan membentuk sebuah pola pentagram yang berputar secara perlahan.
Settyna menjauh, mata ungunya memandang kosong peristiwa itu. Settyna merentangkan tangan kanannya kearah pusaran itu, sebuah lingkaran sihir dengan warna merah-ungu muncul didepannya bersamaan dengan laser hitam yang muncul dari pusaran hitam itu.
[N/A: anggap lingkaran sihir itu berbentuk seperti cincin saturnus, cincin pertama berwarna ungu, kedua merah, ketiga ungu, keempat juga merah, lalu pusatnya berwarna ungu (pusatnya berbentuk hexagram) juga tak lupa dengan kaligrafi apalah disetiap cincinnya]
Laser hitam itu menghantam lingkaran sihir Settyna, memunculkan ledakan yang dashyat. Dari balik lingkaran sihir, Settyna berdiri dengan tenang, wajahnya tetap datar.
Crack!
Pusaran aneh itu terlihat retak...
Grooaaaarrrrr!
Crassshh!
Pusaran itu hancur berkeping-keping setelah sesosok mengerikan keluar dari dalam sana, Settyna memandang sosok mengerikan itu dengan kosong.
"The Highest Entity peringkat ketiga..."
Settyna masih memandang sosok itu dengan datar...
"The True Monster God-King..." ia berucap dengan intonasi pelan.
"Grr! Ender Dragon..." sosok monster mengerikan itu tampak mengumpulkan sesuatu didepan mulutnya.
Settyna tetap dalam pandangan kosongnya, melangkahkan kakinya diatas udara lalu kemudian berlari dengan cepat. Mata kirinya berubah warna menjadi merah menyala, memancarkan kengerian dibalik itu.
Sebuah pedang panjang dengan ganggang berwarna biru tua terbentuk dari ketiadaan. Settyna berhenti berlari lalu mengambil pedang itu, ekspresinya terlihat serius menyiapkan ancang-ancang mengayunkan pedang.
"Diamond slash!"
"Kenotíta!"
Sebuah tebasan berwarna putih kebiruan melesat secara diagonal diudara, menghantam laser hitam yang dimuntahkan oleh monster itu.
Dua serangan berkekuatan besar itu membuat bumi terguncang, aura yang mereka keluarkan menyebabkan tanah dibawah mereka terangkat keudara.
Serangan Settyna tidak cukup kuat untuk menahan laser hitam itu hingga tebasan Settyna pecah dan membiarkan laser itu melesat kearah Settyna.
Dhuar!
Ledakan dengan radius ratusan meter muncul di saat laser itu menghantam Settyna, asap tebal yang muncul akibat ledakan itu menutupi pandangan makhluk manapun, terkecuali untuk sosok monster mengerikan itu. Ia tampak waspada dengan apa yang ada dibalik asap tebal itu, lingkaran sihir berlapis dengan pola pentagram muncul dihadapannya.
Disaat yang sama, ribuan senjata entah itu berupa pedang, tombak, anak panah dan lainnya yang mempunyai ukuran berbeda-beda melesat dari balik asap hitam yang menutupi Settyna.
Ribuan senjata itu menancap dilapisan pertama lingkaran sihir sang monster, bahkan ada yang menembus lapisan pertama dan menancap dilapisan kedua.
Setelah ribuan senjata itu berhenti menghujani sang raja dewa monster, senjata-senjata itu melebur diudara bersamaan dengan hilangnya lingkaran sihir pentagram itu. Sosok itu kembali menyiapkan serangan berkekuatan tinggi didepan mulutnya lalu kemudian menembakan serangan itu kearah gumpalan asap hitam itu.
Bom!
Tekanan kekuatan meledak dari balik asap hitam itu, menyingkirkan asap hitam serta mematahkan serangan yang mengarah ke asap itu.
Disana, Settyna tampak bersiap dengan kuda-kuda berpedangnya. Penampilan Settyna tidak seperti sebelumnya, jubah hitam membalut tubuhnya, mata merah-ungunya menyala, lingkaran sihir dibawah kakinya menyinari hari mendung itu dan tak lupa demgan pedang intan yang tetap setia berada ditangannya.
Melihat itu, sosok raja dewa monster itu itu menyeringai mengerikan. Kegelapan yang pekat menyelimutinya lalu kegelapan itu mengecil, setelah kegelapan itu menghilang tampaklah seorang pemuda bersurai hitam dengan pakaian khas raja (penuh permata) yang dominan berwarna hitam.
Settyna memandang kosong pemuda itu, ia mengangkat kakinya lalu melesat dengan cepat kearah pemuda itu. Sang pemuda yang melihat itu melebarkan seringainya, mengangkat lengan kanannya keatas.
"Number Three Sword!"
Sebuah pedang tipis berganggang hitam muncul ditangannya, ia kemudian menyilangkan pedang itu didepan dadanya.
Trank!
Settyna menebaskan pedangnya kearah dada pemuda itu, tetapi dapat ditangkis dengan pedang tipis pemuda itu. Settyna memutar tubuhnya lalu kemudian menebaskan pedangnya kearah kaki pemuda berambut hitam tersebut.
Pemuda itu melompat menjauh kebelakang lalu kemudian melempar pedangnya kearah Settyna. Settyna menebaskan pedangnya untuk menangkis pedang pemuda itu, lalu Settyna menancapkan pedangnya kelingkaran sihir yang muncul dibawahnya.
Posisi mereka saat ini adalah menjadikan udara sebagai pijakan mereka. Settyna memejamkan matanya lalu kemudian lingkaran sihirnya bersinar terang, lingkaran sihir lain muncul dibawah pemuda itu dan memuntahkan ratusan senjata dengan kecepatan tinggi.
Pemuda itu bergerak dengan kecepatan luar biasa untuk menangkis semua senjata yang datang kepadanya dengan pedang miliknya.
Tak cukup sampai disitu, lingkaran sihir lain muncul dari atas pemuda itu kemudian memuntahkan pedang berukuran besar yang jatuh dengan cepat kearah pemuda itu.
Lingkaran sihir berpola emas berpola pentagram muncul melindungi pemuda itu. Sementara pemuda itu direpotkan oleh senjata yang terus bermunculan, Settyna malah menonton pemuda itu dengan pandangan kosongnya.
Crasshh!
"Ugh!" Settyna terbelalak, mulutnya memuntahkan cairan kental berwarna merah. Mata merah-ungu itu mendelik.
"Kau memang kuat, Ender Dragon..." pemuda berambut hitam itu tiba-tiba muncul dibelakangnya.
Settyna menatap kearah tempat hujanan senjatanya sebelumnya, disana terlihat sebuah bayangan berwarna hitam yang terus bergerak menangkis senjata yang melesat kearahnya.
"Cloning hanya bertarung sesuai dengan insting mereka..." pemuda itu menyeringai, ia menarik pedangnya yang menembus tubuh Settyna.
Tak lama kemudian, tubuh Settyna melebur menjadi darah...
.
.
.
.
.
"Aww!" Settyna meringgis kecil saat pisau tidak sengaja mengiris jarinya, dengan cepat ia menghisap jari tangannya itu dengan mulut.
"Settyna-chan? Ada apa?" Si perempuan aneh memandang khawatir pada Settyna.
"Dikalahkan yah..?" Settyna bergumam kecil.
"Apa yang dikalahkan, Settyna-chan?" tanya perempuan itu dengan bingung.
"Hm, clonku dikalahkan" Settyna berucap dengan pelan, ia kembali mengambil pisau, bersiap kembali mengiris wortel yang sisa setengah.
"D-dikalahkan? Jangan bercanda! Walaupun hanya clon tetapi itu sudah cukup untuk menghancurkan dunia!" perempuan itu berkata dengan wajah tak percaya.
"Memang kalau musuhnya makhluk biasa..." ucap Settyna yang pandangannya masih berfokus pada wortel.
"Maksudmu itu bukan makhluk biasa, huh? Makhluk macam apa yang bisa mengalahkan The Highest Entity?" perempuan itu terlihat kesal dengan Settyna, ia merasa tidak rela jika ada makhluk yang bisa mengalahkan atau bahkan mengimbangi golongannya.
"Bukan makhluk biasa yang mengalahkan clonku, tetapi sesama The Highest Entity" ucapan Settyna kali ini membuat perempuan itu terdiam.
"Apa mungkin..." perempuan itu tampak berpikir.
"The True Monster God-King, Eksistensi yang kita rasakan beberapa saat yang lalu..." ucap Settyna.
"A-apa? Si peringkat tiga ada disini?" perempuan itu terlihat kaget.
"Huh, kita bahas itu saat Naruto-kun pulang, lebih baik kamu lihat caraku memasak! sudah tujuh kali kamu gagal dalam memasak!" Settyna berucap tegas.
"Ha'i"
.
.
.
.
.
Naruto berjalan dengan langkah santai, ia terlihat menikmati hembusan angin pada hari yang mendung itu. Tapi tiba-tiba pandangannya menangkap sebuah fenomena langka.
'Issei dan gadis biarawati? Hm, aku punya rencana!'
Naruto berjalan mengendap-endap, mengikuti dua orang remaja yang nampak sedang bersenang-senang itu.
"Sepertinya aku akan melibatkan diri pada alur cerita dunia ini, karena lagipula 'dia'lah tujuan awalku kesini"
Dua orang remaja itu memasuki sebuah game center, Naruto mengikutinya dari belakang.
'Aku sepertinya harus menyamar'
Naruto berjalan kesuatu tempat yang agak sepi atau jarang dilewati orang-orang.
'Kekuatan Settyna yang tersisa padaku tinggal 55%, tapi itu cukup jika hanya untuk penyamaran'
"Henge no jutsu..."
POFT!
Asap memenuhi tempat itu, setelah asap hilang tampaklah Naruto dengan rambut hitam dan mata biru langit. Sepertinya penyamaran Naruto telah berhasil.
"Saatnya menjadi Stalker..."
Naruto mulai bergerak untuk mengikuti dua orang remaja yang sedang bermain digame center itu.
Sebenarnya Naruto sudah tidak memiliki chakra pada tubuhnya setelah perang dunia shinobi dulu, Settynalah yang terus menyuplai kekuatan pada Naruto. Karena aslinya Settyna punya kekuatan yang seolah-olah tidak terbatas dimana 1% kekuatan Settyna sama dengan 100% kekuatan Naruto atau kekuatan yang bisa diterima Naruto. Dan gilanya, 1% kekuatan Settyna bisa menghancurkan dunia.
Terakhir kali Naruto mengisi kekuatan pada dirinya adalah disaat ia dan Settyna menemukan pedang Kusanagi, saat itu ia mencoba mengendalikan Kusanagi, melawan Vali dan menahan aura kekuatan dua eksistensi gila yaitu Ophis dan Settyna hingga total kekuatan yang ia gunakan adalah 45% dari 100% kekuatannya.
Menurut Settyna, 50% kekuatan Naruto sudah cukup untuk mengalahkan para yondai maou dalam satu pertarungan sekaligus. Tapi jika Settyna yang bertarung maka hanya perlu 0.5% dari kekuatan sejatinya untuk mengalahkan yondai maou, itu mencerminkan tentang betapa kuatnya The Highest Entity seperti Settyna. Walaupun peringkat Settyna masih dirahasiakan oleh Author, tetapi itu sudah cukup untuk menggambarkan seberapa kuat Settyna sebagai The Highest Entity.
Lanjut ke cerita...
Naruto terus mengikuti dua pasangan itu hingga mereka sampai pada suatu tempat seperti yang sudah diceritakan dicanon.
Naruto bersembunyi dibalik semak-semak sambil memperhatikan konflik antara tiga makhluk disana, tiga makhluk itu antara lain Issei, gadis biarawati yang baru saja Naruto ketahui bernama Asia, dan seorang malaikat jatuh bernama Raynare.
Melihat hal itu Naruto tampak memikirkan suatu rencana diotaknya, bibirnya menyeringai kecil.
'Settyna-chan bilang bahwa kami akan terlibat dalam dunia supernatural, tidak ada salahnya juga kan?' Naruto berdiri dan melangkah keluar dari persembunyiannya sambil melepas penyamaran yang ia lakukan.
"Hm? Apa ini? kalian bermain drama ditempat umum?" ucapan Naruto membuat tiga makhluk berbeda ras disana kaget dan menoleh kearahnya.
"N-na-naruto-sensei!" Issei tampak terbata-bata.
"Siapa kau?!" Naruto memutar bola matanya dengan bosan saat mendengar kata mainstream itu terucap dari mulut malaikat jatuh disana.
"Aku? Aku cuma seorang guru yang numpang lewat" Naruto berkata dengan alasan yang tidak masuk diakal, sementara Issei hanya bisa terdiam saat guru terkiller itu berjalan mendekatinya.
"Apa yang kamu lakukan? Pulang sekolah malah bermain-main dengan menggunakan seragam sekolah, kamu bisa mendapat sanksi setelah ini!" ucapan Naruto membuat tubuh Issei merinding.
"Lalu kau! Kau juga akan mendapat sanksi karena berpakaian terbuka ditempat umum!" Naruto menunjuk Raynare beserta dengan pandangan tajamnya.
Raynare terlihat marah karena merasa telah direndahkan oleh sosok manusia didepannya.
"K-kau! Dasar manusia rendahan!" Raynare menciptakan tombak cahaya lalu melemparkannya kearah Naruto, tetapi ia dibuat kaget saat Naruto menangkap itu dengan tangan kosong
"Mainan macam ini tidak akan melukaiku!" Naruto melipat lengannya dengan gaya angkuh.
"Cih! Aku tak punya urusan denganmu! Kita pergi, Asia!" Raynare kemudian menarik Asia dan membawanya pergi dari sana.
"Asia-chan!" Issei meneriaki gadis itu, sementara Naruto hanya diam.
"Kita pulang sekarang!" ucap Naruto.
"T-tunggu! Naruto-sensei!"
POFT!
Naruto menghilang dalam kepulan asap.
.
.
.
.
.
Settyna duduk bersandar disofa, ia menatap Naruto didepannya dengan serius. Sedangkan Naruto sendiri hanya diam dengan wajah bingung karena saat ia baru sampai disini, Settyna tiba-tiba datang menghampirinya lalu menariknya kesofa.
"Begini Naruto-kun, ini tentang The Highest Entity"
Settyna memulai pembicaraan mereka.
"The Highest Entity?" Naruto mengerjit bingung.
"Beberapa saat yang lalu kami berdua merasakan kehadiran yang sangat kuat..." Settyna berucap, sedangkan perempuan aneh yang berada disisi lain hanya diam mendengarkan.
"...dan kehadiran itu ternyata adalah The Highest Entity..." lanjut gadis bermata ungu itu.
"Kenapa kalian terlihat khawatir? Lagipula kalian juga The Highest Entity kan?" tanya Naruto. Settyna yang mendengarnya menghela nafas pelan, manik ungu itu menatap Naruto serius.
"Dengar Naruto-kun! Kami tidak akan khawatir jika itu adalah The Highest Entity dengan peringkat lima kebawah!" Settyna berkata tegas.
"Tetapi ini adalah tiga peringkat teratas, Naruto-kun!" Settyna memijit dahinya.
"Tiga peringkat teratas? Itu berarti-..."
Tok! Tok!
"Kita lanjutkan itu nanti, Settyna-chan" ucap Naruto, Settyna mengangguk mendengarnya.
Naruto berjalan kearah pintu, diikuti Settyna dibelakangnya. Sesampainya disana, ia kemudian membuka pintu itu dengan pelan.
"Naruto-sensei! Tolong bantu aku!" seorang pemuda berambut coklat membuat kaget Naruto dan Settyna.
"B-bantu apa?" Naruto berbicara terbata-bata, ia merasakan aura tidak menyenangkan dari Settyna.
"T-tolong bantu aku menyelamatkan Asia!" Issei berucap dengan gagap karena ia bisa merasakan aura tidak menyenangkan itu.
"Naruto-kun..." Naruto menoleh kearah Settyna dengan patah-patah.
"...apa maksudnya ini?!" Naruto meneguk ludah.
"N-nanti d-dulu!"
Buak!
Argh!
Minato yang kebetulan baru tiba dirumah hanya diam saat melihat kejadian disana, ia terlihat bingung.
"Hm? Apa yang terjadi selama aku mencari pekerjaan?"
.
.
To Be Continued
Halo, bersama saya kembali di The Unexpected chapter 10! Setelah cukup lama tidak update karena saya banyak urusan didunia nyata (seperti main game, latihan, ngelatih, belajar, dll.).
Nah! Sekali lagi pada chapter ini saya minta saran seorang karakter perempuan dari anime manapun untuk menjadi peran sebagai 'perempuan aneh' yang bersama Settyna, karena pada chapter sebelumnya permintaan ini diabaikan.
Selain itu saya juga minta saran untuk gelar The Highest Entity peringkat keempat dan keenam, karena saya belum nentukan untuk itu.
Oh ya! Ada yang nanya peringkat Settyna dalam The Highest Entity. Saya akan jawab bahwa peringkat Settyna masih dirahasiakan.
Untuk yang bertanya apakah ada The Highest Entity dari dunia Shinobi maka akan saya jawab 'ada', tapi tidak akan muncul pada season ini.
Ada juga yang bertanya 'apakah Naruto sudah sekuat The Highest Entity?'. Saya beritahukan bahwa Naruto tidak sekuat The Highest Entity.
Oke! Cukup sampai disini, untuk pertanyaan lainnya akan saya jawab dichapter-chapter berikutnya.
Kritik dan saran entah itu pedas maupun manis masih sangat dibutuhkan.
Bye...
POFT!
