Oke berhubung lagi libur, sistem update kilat diaktifkan kembali-kayak apa aja-

Seperti rencana, fic ini akan habis, tamat, K.O, selesai, FIN, dll pada chapter 12.

So keep on reading, readers! XD

Pairing : Natsu D. & Lucy H.

Disclaimer : Hiro Mashima

Genre : Humor

Warning : Cerita ini emang akan berakhir di chapter 12, tapi jangan khawatir karena author akan terus membuat fic Humor lainnya. –Dikarenakan author kan gak bisa bikin fic romance-

Seminggu setelah kejadian di Heartfilia Swimming Pool, dan juga setelah kejadian Gray VS Batu Karang dan Gray VS Penjaga Kolam, Natsu dan Gray lagi duduk duduk santai di taman yang ada di komplek perumahan mereka.

Setelah hampir 10 menit duduk tanpa percakapan, akhirnya Natsu berdiri dan mulai mondar-mandir di depan Gray. Membuat orang yang dijuluki Ice Boy itu bingung.

"Kenapa lu?" Tanya Gray pada Natsu. Orang yang ditanya tidak langsung menjawab. Akhirnya Gray meluruskan kakinya sehingga membuat Natsu tersandung tetapi tidak sampai jatuh.

"Apaan sih!" Tanya Natsu kesal. "Lu kenapa?" Tanya Gray sekali lagi.

"Gini, gua kan udah 2 tahun pacaran sama Lucy, rencananya gua mau ngelamar dia.." Jawab Natsu dengan nada galau.

"Oooh...beli cincin aja. Terus dateng ke rumahnya, temuin orang tuanya, terus bilang deh." Jelas Gray layaknya pakar pelamaran.

"Oke! Gua bertekad bakal beliin sebuah cincin buat Lucy, tapi dengan uang kerja gua sendiri!" Kata Natsu semangat. Gray cuma ngangguk-ngangguk aja.

"ngomong-ngomong, rata-rata harga cincin berapa ya?" Tanya Natsu membuat Gray jadi geleng-geleng.

"Palingan 500-800 ribu." Jawab Gray kira-kira. "Oke! Gua bakal beliin dia cincin yang harganya 1.000.000!" Kata Natsu semangat. Kembali lagi Gray Cuma ngangguk-ngangguk.

"Tapi gua mau kerja apa ya?" Tanya Natsu, kembali membuat Gray geleng-geleng.

"Cari di internet ah." Kata Natsu berlari pulang meninggalkan Gray sendiri.

Di kamar Natsu.

"Cari...lowongan...pekerjaan sekitar Magnolia..." Gumam Natsu sambil mengetik di keyboard.

"Enter."

"WHOA! Banyak banget!" Teriak Natsu girang melihat buaaanyaknya lowongan pekerjaan yang tertera di salah satu website yang ia buka.

Tok Tok

"Nak, kamu lagi ngapain? Kok teriak-teriak?" Tanya nyonya Dragneel pada putra tunggalnya itu dari luar kamar.

"Gak kok! Gak lagi ngapa-ngapain!" Jawab Natsu singkat masih fokus membaca lowongan perkerjaan yang banyak itu.

"Ckck...pasti kamu lagi liat gambar porno ya! Makannya teriak 'Wah banyak banget!' ya kan?" Tanya nyonya Dragneel curiga.

"Gak lah! Demi kucing kecebur di kali, mana mungkin aku liat yang begituan!" Jawab Natsu serius. Padahal dalem hatinya 'boleh juga tuh'.

"Ya udah, ibu sih percaya aja, yang dosa kamu ini..." Kata nyonya Dragneel kemudian pergi meninggalkan kamar Natsu.

Setelah kalimat terakhir dari nyonya Dragneel, pikiran busuk Natsu pun pudar dengan sendirinya.

Dia pun kembali melanjutkan acara cari lowongan.

5 menit.

.

.

.

20 menit.

.

.

.

"Kok gak ada yang cocok ya?" Tanya Natsu kepada dirinya sendiri, kemudian terus membaca lowongan pekerjaannya.

30 menit.

.

.

.

55 menit.

.

.

.

2 jam.

.

.

.

"Hohoho! Dapet nih! Deket rumah lagi! Cuco deh!" Kata Natsu girang. Kemudian dia langsung mencatat alamat, nomor telepon kantor tersebut.

Keesokan harinya.

Di taman yang kemaren.

"Lucy, kau tau gak, Si Natsu." Tanya Gray pada Lucy.

"Apaan?" Tanyanya polos.

"Ohh...gak tau ya? Ya udah deh, nanti kau juga tau sendiri.." Kata Gray misterius.

"Apaaan sih? Selingkuh?" Kata Lucy dengan wajah polos.

Semua yang ada di sana hening.

"JANGAN-JANGAN!" Teriak Lucy membuat Gray, Erza, Jellal terkejut.

"Gak! Gak! Bukan itu! Yang lain..!" Kata Gray panik.

"Ummm...mau...m..." Jawab Lucy belum selesai membuat Gray berdebar-debar. "Jangan-jangan dia mau bilang melamar...jawab apa nih gue?" Bantin Gray panik.

"Mutusin aku?" Kata Lucy dengan mata berkaca-kaca.

"Bu..bukan! bukan! Udah lah! Tunggu aja nanti!" Kata Gray yang lega setengah mati mendengar jawaban Lucy. "Untung gua gak jadi boong. Secara gue itu kan anak jujur." Batin Gray.

Natsu POV

Sekarang gua ada di depan pintu gerbang kantor dan gua siap buat kerja di sini! Sekarang gua masuk ke dalem kantor nih. Kantornya luas gila, karyawannya pada rapi semua. Gua jalan ke bagian administrasi.

"Mbak, di sini ada lowongan pekerjaan ya?" Gua nanya tuh ke mbak-mbak yang lagi duduk di belakang meja. Pertama kali gua liat cewe yang mukanya kayak ladang jerawat...

"Ada! Ada!" Mbak itu jawab sambil senyum gitu, gue nahan muntah aja sebisa gue.

"Ya udah deh mbak, jadi apa saya, jabatan kerjaannya apa saya gak peduli, pokoe saja kerja sekarang aja!" Kata Gua semangat.

"Bener mas? Oke deh, silahkan ikut saya." Kata si mbak-mbak itu. Gua ikutin dia aja dari belakang dengan jarak 10 meter.

"Nih mas, pake seragamnya dulu, baru abis itu nyapu, ngepel, ngelap meja sama jendela. Abis tuh bikinin minum buat bos." Kata mbak-mbak itu bikin gua bingung.

"Emangnya kerjaan saya apa mbak?" Tanya gua penasaran.

"Jadi OB." Jawab mbak itu singkat.

"Oh." Jawab gua di luar, tapi jawaban gua yang terdalam..."What! OB? OMG! Apa kata dunia?"

"Tapi selama Lucy dkk gak tau, gak jadi masalah." Batin Natsu was-was.

"Mas, saya tinggal ya, masih banyak kerjaan soalnya." Kata si mbak itu kemudian ia pergi. Gua cuma ngangguk aja pas dia ngomong itu.

Terus gua ngeliat sapu sama pengki. Gua ambil tuh, terus gua mulai nyapu deh.

Natsu POV End

Natsu mulai menyapu ruangan demi ruangan. Tapi gak selesai-selesai soalnya ada aja orang yang jalan-jalan di tempat yang udah disapu. Alhasil, Natsu tinggal aja tempat yang udah disapu.

Selesai nyapu, Natsu ngambil kain pel sama ember. Mulai deh dia ngepel. Pas ngepel, Natsu bener-bener kesel bukan main saat lantai yang telah ia pel diinjak begitu saja oleh orang gak berdosa. Karena bercaknya ketara banget, mau gak mau harus di pel lagi.

Setelah 2 jam, barulah acara ngepel-ngepel Natsu selesai.

Abis itu Natsu pergi ke atap kantor yang paling atas dan mulai mengelap kaca gedung kantor itu. Tanpa rasa takut, Natsu terus mengelap kaca demi kaca.

Setelah selesai, dia bikin teh buat si bos yang belum pernah ia temui.

Tok Tok

Tanpa ragu-ragu Natsu mengetok pintu ruangan bos. Natsu yang notabene anak pengusaha udah tau tata cara bersikap antar anak buah dan bos, bedanya kalo di perusahaannya Natsu, dia jadi bos, kalo di sini dia jadi OB.

"Masuk." Terdengar suara lembut seorang gadis dari dalam ruangan.

"Bosnya cewe toh." Gumam Natsu. Ia pun membuka pintu tersebut. Setelah dibuka, ia terkejut melihat bosnya itu.

Si bos juga kaget melihat Natsu yang tiba-tiba jadi OB begitu.

Natsu bengong di depan pintu, sedangkan si bos mulai berdiri sambil bengong juga.

"Natsu? Ngapain kau di sini?" Tanya di bos dengan suara lembutnya.

"L...Lisanna...?" Gumam Natsu.

"Lho kenapa? Kok bingung? Ini kan kantor milik ayahku.." Kata Lisanna dengan senyum tipis.

Natsu hanya tertunduk malu saat sadar dirinya bekerja di kantor milik temannya. Apa lagi jadi OB.

"Li...Lisanna...aku ingin memberitaumu sesuatu.." Kata Natsu membuat Lisanna jadi penasaran.

"Apa itu?" Tanya Lisanna.

"Tolong jangan beritau siapa pun kalau aku bekerja di sini! Apa lagi jadi OB!" Kata Natsu. Seketika suasana canggung di ruangan itu pun mencair.

"O...Oke...dalam rangka apa kau bekerja di sini?" Tanya Lisanna sambil kembali duduk di kursinya.

"Gini, aku lagi mau ngumpulin uang buat beli cincin. Soalnya aku mau ngelamar dia.." Jawab Natsu malu-malu.

"Cieee..Natsu..." Goda Lisanna pada Natsu.

"Oke! Ini hanya ku berika untuk mu! Aku akan menaikkan gajimu 2 kali lipat!" Kata Lisanna membuat Natsu super bahagia.

"Emang gajinya berapa se-bulan?" Tanya Natsu girang. "100.000" Jawab Lisanna singkat.

"Hah? Jadi 200.000 dong.." Tanya Natsu yang di jawab dengan anggukkan oleh Lisanna.

"Aduh...5 bulan kerja disini, bisa konflik nih..." Kata Natsu sweetdrop.

"Yang penting kerja lembur! Bisa aku kasih 500 ribu lho!" Kata Lisanna.

"Oke! Lembur! Lembur!" Kata Natsu berlari keluar dari ruangang Lisanna.

Natsu pun selalu bekerja lembur setiap hari.

Keesokan harinya di cafe.

"Natsu, kok lu pulangnya malem terus sih?" Tanya Gray pada Natsu.

"Gak napa-napa. Kerja lah.." Jawab Natsu yang lagi makan bakso.

"Ooh..." Gray hanya ber'oh'ria. Tidak sengaja, tangan Gray menyenggol tangan Natsu dan karena kaget, Natsu tidak sengaja menggigit lidahnya.

"Aduh!" Kata Natsu kesakitan. "Napa?" Tanya Gray. "Lidah gua kegigit! Lu sih!" Kata Natsu marah-marah.

"Jangan marah-marah dong.." Kata Gray mencoba menenangkan Natsu.

"Gua gak marlah-marl..aw!" Kata Natsu kesakitan. "Kenapa lagi?" Tanya Gray. "Lidah gua sakit kalo ngomong erl...aw...garla garla lu sih! Aduh..." Kata Natsu menahan sakit.

"Sorry bro..." Kata Gray sweetdrop.

Keesokan harinya, Natsu kerja lembur lagi. Dan tiba-tiba perutnya berbunyi.

"Duh, lapal lagi..." Kata Natsu jadi cadel disengaja gara-gara kalo ngomong 'R' lidahnya sakit.

Natsu pun pergi ke luar kantor untuk mencari makan. Tak berapa lama, seorang tukang nasi goreng lewat di depan Natsu. Natsu pun memanggil tukang nasi goreng itu.

"Bang! Bang!" Teriak Natsu memanggil tukang nasi goreng itu. Tukang nasi goreng itu pun mendatangi Natsu.

"Iya mas, beli apa?" Tanya tukang nasi goreng itu.

"Saya mau beli nasi goleng satu." Kata Natsu. "Hah? Nasi goleng? Saya cuma jual nasi goreng!" Kata tukang nasi goreng itu. "Iya! Nasi goleng!" Kata Natsu sekali lagi. "Saya cuma jual nasi goreng!" Kata tukang nasi goreng itu sekali lagi.

"Huh!" Natsu yang kesal itu pun masuk ke dalam kantor dan berlatih ngomong nasi goreng.

"Nasi Gorleng..aw...gorleng...aduh..." Kata Natsu sambil menahan sakit.

Setelah berhasil, Natsu pun berkata "Huh! Besok gua hadang lu!"

Keesokan malamnya, Natsu kembali menunggu di depan gerbang kantor. Tukang nasi goreng yang kemarin pun lewat lagi.

"Bang! Bang!" Kata Natsu menghadang si tukang nasi goreng itu.

"Mau beli apa mas?" Tanya tukang nasi goreng itu.

"Beli nasi gorreng...!" Kata Natsu sedikit memaksakan kata 'goreng'.

"Harganya lima ribu...punya duit lima ribu gak?" Tanya tukang nasi goreng itu meremehkan Natsu yang pake kostum OB.

"Punya!" Jawab Natsu singkat.

"Pake telor gak?" Tanya tukang nasi goreng itu pada Nastu. "Pake telol.." Jawab Natsu. "Hah? Telol?" Tanya tukang nasi goreng itu.

"Aah! Pake! Pake!" Jawab Natsu mulai kesal.

"Oh iya, ini harganya 4.500. kalo mas bisa jawab dengan bener, saya kasih gratis." Kata tukang nasi goreng itu menghina.

"Sial! Kalo gua jawab lima latus gua gak dapet glatisan!" Batin Natsu.

"Ayo berapa jawabannya..." Tanya tukang nasi goreng itu.

Natsu Berpikir beberapa saat.

"Jawabannya GOPE!" Jawab Natsu dengan semangat membara.

"Waduh!" Tukang nasi goreng itu pun tidak bisa berkutik karena jawaban Natsu bisa dianggap benar.

"cepet bikinin!" Kata Natsu layaknya bos besar.

Tukang nasi goreng itu pun cuma pasrah saat membuat nasi goreng untuk Natsu.

Setelah 2 bulan bekerja lembur, akhirnya uang 1.000.000 pun terkumpul. Natsu pun berhenti bekerja dari kantor Lisanna.

Dia pergi ke toko perhiasaan dan membeli sebuah cincin untuk Lucy.

"Lucy! Tunggu aku!" Kata Natsu bersiap melamar Lucy.

To Be Continued

Saya gak tau mau tulis apa buat kata penutup.

Hikaaxrii

Iya, pasti dingin buat kita. Tapi gak bagi Erza. Kan makannya sama Jellal. XD

Tasya

Aduh masa kependekkan sih? Readers yang lain gak ada yang bilang kependekkan lho...

Ya mungkin itu menurut anda fic ini kependekkan...tapi yang penting fic ini lucu!

Chiha Asakura Dragneel

Iya Chiha-san benar. Dan saya pikir chapter ini bener-bener romance...

Bjtatihowo

Haha...saya gak tau mau jawab apa... ^^"