A/N: Waaah, nggak sangka banyak yang suka cerita ini. Yah, emang rada panjang dan mungkin beberapa adegan rada membosankan, tapi kalian semua tetap mereview dengan hebatnya! Kyaaah, Luna-chi terharu nih! Yosh, cepetan aja deh! Karena kalian semua mendukung Luna-chi sepenuh hati, nih, luna keluarin chapter baru lagi. Kali ini the final show down dari Kyuubi dan Ookami! Jangan sampai kelewatan, yah! GO! XD
Disclaimer: Naruto dan semua karakternya punya Kishimoto-sensei. Luna cuma pengen mainin mereka ajah—
Warning: bahasa kasar, tindak kekerasan dan tindakan yang membahayakan nyawa (jangan ditiru, loh!), shounen ai—SasuNaru atau NaruSasu (yg mana pun boleh lah) dan kali ini rada bahaya, sih…jadi be ware aja gitu loh—
The Legend of Nine Tails Phantom Thief
Chapter 9: Kyuubi VS The Wolf! Last—
Nah, mari kita lanjutkan cerita yang kemarin...
Sedetik setelah Kyuubi menerima tantangan ganas dari Ookami, pertarungan sengit pun dimulai. Kyuubi masih bertahan dengan pipa besi kecil yang digunakanya dengan lihai untuk menangkis seluruh serangan tajam Ookami.
"Kau pikir dengan bertahan saja Kau bisa mengalahkanku?" Ookami menyeringai, "Pikiran yang naif, Kyuubi, atau level berpikirmu memang cuma segitu saja?"
Kembali tusukan tajam dilayangkan oleh Ookami, nyaris saja Kyuubi kena kalau saja dia tak segera melompat mundur untuk menghindar.
"Adalah prinsip Kyuubi untuk tidak melukai orang selagi beraksi," Kyuubi tersenyum ke arah Ookami, tapi mendadak Ookami menyerang lagi dengan kakinya.
Kali ini di bawah sepatunya muncul bilah mata pisau kecil dan karena jangkauan seranganya bertambah panjang secara tiba-tiba, Kyuubi nggak sempat mengantisipasi serangan ganda itu. Pisau tajam itu menyayat lengan jubah Kyuubi bersama dengan kulit di bawahnya.
Aduh!—Kyuubi menggigit bibir bawahnya ketika rasa perih menjalar di tangan kirinya.
"Heheh, kena tuh, pencuri bodoh!" Ookami menjulurkan lidahnya ke arah Kyuubi dengan tampang mengejek.
"Dasar...pencuri gadungan brengsek—!" Kyuubi menggertakan giginya karena rasa perih dan marah yang membuncah. Karena itulah, kali ini dia yang menyerang.
"Akhirnya—datang juga seranganmu!" Ookami sudah bersiap-siap menangkis ayunan pipa besi Kyuubi dengan tanganya dan kemudian dia akan menusuknya.
Yah, seharusnya begitulah rencananya, tapi tepat ketika pipa besi kecil itu nyaris menghantam tangan kiri Ookami yang dengan sengaja dipasangnya sebagai tameng, sepersekian detik kemudian Kyuubi menghentikan serangan itu dan berkelit ke samping kanan Ookami.
Cepat—! Ookami membelalakan matanya dengan kaget, nyaris nggak mampu melihat gerakan gesit Kyuubi.
Namun, meskipun Ookami sadar betul kalau Kyuubi berkelit, badanya yang sudah bereaksi duluan nggak bisa berhenti. Tangan kananya yang memegang pisau sudah berancang untuk menjulur, dan Kyuubi memanfaatkan tenaga luncuran tangan itu untuk menangkap pergelangan tangan Ookami dengan timing yang terlampau tepat sampai seram rasanya, memaksanya melepaskan senjata tajam dari genggaman kuatnya.
"Kedudukan berbalik!" Kyuubi menendang pisau yang bakal jatuh ke lantai jauh-jauh ke luar jendela. "Sekarang Kau nggak bersenjata, pencuri gadungan kurang ajar! Rasakan!" Kyuubi menyeringai penuh kemenangan.
"Jangan sombong dulu, bocah tengik!" si Kyuubi gadungan nggak kenal menyerah. Untuk ukuran orang gila sadis, dia lumayan gigih karena sepertinya dia juga punya harga diri untuk nggak mau kalah. Dengan sigap dia menangkap tangn Kyuubi yang masih di pergelangan tangan kananya, kemudian dengan gerakan Judo, ia mencoba membanting Kyuubi.
"Nggak semudah itu, idiot!" Kyuubi yang sadar itu gerakan judo segera memindahkan tumpuan berat badanya di bagian pinggang dan dia menggunakan kedua kakinya untuk menjepit pinggang Ookami hingga serigala sialan itu nggak bisa membantingnya.
"Awas, Kau!" dalam keadaan nggak bisa bergerak, Ookami sengaja menjatuhkan dirinya ke belakang untuk setidaknya menjatuhkan Kyuubi dan menindihnya, tapi lagi-;agi Kyuubi berhasil membaca tanda-tanda serangan Ookami dan buru-buru melepas piting kakinya.
Serta merta keduanya kembali mengambil jarak satu sama lain. Dalam waktu yang hanya lima menit, keduanya sudah bertukar beberapa serangan dasyat dan sekarang mereka tengah terengah-engah. Jujur saja, baik Ookami maupun Kyuubi nggak ada yang menyangka kalau lawanya setangguh itu.
Sial—! Apa nggak ada cara menjatuhkanya tanpa melukainya!?—pikir Kyuubi pusing.
Begitu dia lengah, bakal aku patahkan lehernya!—pikir Ookami penuh nafsu.
"Kyuubi, apa yang Kau lakukan? Kenapa nggak menyerang dia dengan serangan fatal!?" seru Ino pelan masih mengintip pertarungan dua orang itu.
"Sebagai gantinya...aku mau Kau melihatku baik-baik,"
Tiba-tiba saja Ino kembali teringat kata-kata Kyuubi malam itu.
"Kau pasti mengerti kodenya. Saat itu...ambil Pink Puma-nya. Aku bakal jadi umpan..."
Aku masih belum paham—pikir Ino nggak ngerti sama sekali maksudnya. Jadi umpan...?
Tiba-tiba saja listrik mati. Ookami sangat terkejut dengan ptdamnya lampu itu, tapi Ino mendadak melihat kilauan suau benda di tangan Kyuubi yang menghunuskan pipa besi. Seperti sebuah cahaya fluoresent di kegelapan, membentuk sebuah tulisan dalam bahasa Inggris: "GO!"
Mendadak Ino paham rencana Kyuubi. Kyuubi pura-pura bermkasud mencuri Pink Puma untuk memberi Ino waktu mengambil Pink Puma selagi perhatian Ookami tengah terpusat pada pertarungan mereka.
Ino buru-buru keluar dari persembunyianya dan tanpa suara mendekati Pink Puma untuk mengambil permata itu. Dalam beberapa detik, Ino sudah ada di samping display dan dengan tangan cekatan, ia mengambil Pink Puma tanpa merusak kotaknya.
Dapat—!
Segera saja Ino kembali sembunyi di tempat ia sembunyi tadi.
Kyuubi yang kontak lens-nya dilengkapi infra red melihat semua kgiatan itu dengan jelas selagi Ookami panik. Ia tersenyum karena Ino sukses menjalankan misi.
Kalau gitu...saatnya mengeluarkan monster sadis itu dari tempat Kak Luna—pikir Naruto semangat.
"Aha!" Kyuubi berseru tiba-tiba, mengagetkan Ookami. "Pink Puma sudah kudapatkan!" serunya lagi dengan penuh semangat, membuat Ookami kalang kabut.
Kyuubi mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. Itu adalah kristal tiruan Pink Puma, tapi memiliki kilau cahaya yang mirip. Naruto sengaja bolos hari itu buat mempersiapkanya. Tentu saja, Ookami yang melihat sekelebat cahaya pink itu langsung menganggap itu Pink Puma yang asli.
"Coba saja rebut ini dariku, pencuri gadungan idiot," Kyuubi mnyeringai dan merendahkan Ookami, membuatnya naik pitam.
"Awas Kau! Jangan Kabur, dasar pencuri lembek kurang ajar!!" dan dengan gampangnya, ia terpancing dengan sukses. Ookami melompat keluar LUNATIC, mengejar Kyuubi ke atap gedung lain di dekatnya.
Ino ikut keluar dari tempat persembunyianya dan ke luar gedung, mencoba mencari-cari sosok Kyuubi. "Dasar! Apa yang dia pikirkan, sih!? Sudah kubilang aku mau membereskan si brengsek itu sendiri—! Jangan-jangan dia sengaja melakukan ini untuk menjauhkanku dari Ookami—!" Ino kelihatan bingung dan curiga, tapi kemudian dia melihat ke arah Pink Puma di tanganya.
Sakura-Hime...
OOKYUUOKYUUOOKYUUOOKYUUOOKYUUOOKYUUOOKYUUOOKYUUOOKYUUOOKYUUOKYUUOO
Sementara Kyuubi dan Ookami bertarung dengan sengit di dalam toko LUNATIC, Itachi engah mencoba berbagai cara untuk meloloskan diri dari tempat dia terkurung sembari terus memperhatikan monitor karena barangkali ada gambar lain yang tertangkap kamera yang sudah polisi persiapkan.
"Sial!" Itachi masih belum menemukan cara untuk keluar dari mobil khusus itu.
Apa yang terjadi di dalam toko? Gambar gelap dari dalam sudah berhenti, aku jadi nggak tahu situasi di dalam!—pikir Itachi cemas. Seandainya aku nggak terkurung di sini, aku bisa segera menyerbu masuk ke dalam dan menghajar pencuri gadungan yang sudah melukai Shisui, sekaligus menangkap Kyuubi yang asli! Aaah, kenapa gambarnya pake diputus segala sih!?
"Keluarkan aku dari sini, sialaaaaan!" teriak Itachi mulai emosi seraya menendang-nendang pintu mobil.
Namun, tiba-tiba pandangan matanya menangkap seseuatu di monitor kamera nomor 6 yang ada di atas gedung di seberang Toko LUNATIC.
"EGH!?" Itachi nggak kuasa menekan rasa kagetnya pas bayangan seseorang yang amat sangat familiar baginya muncul di sana. Dia sampai mendelik saking kagetnya. "SASUKE!?"
Sementara itu Sasuke yang memang karena rasa ingin tahunya sengaja datang ke lokasi, bersembunyi dalam gedung itu ketika ada keributan asap beracun. Dia nggak menemukan Itachi, karena itu dia ambil inisiatif sendiri untuk berlindung. Dia bukan bocah bodoh yang menyerbu lokasi kejahatan seenak perutnya tanpa mempedulikan risikonya.
Sasuke naik sampai ke atap untuk memantau situasi di bawah. Menilai dari kesenyapan suara di luar, dia yakin semua orang tengah pingsan atau yang terburuk, mungkin mereka sudah dihabisi. Tingkat kejahatan kali ini sudah mencapai taraf internasional kalau memang ini pembunuhan massal.
Kyuubi...apa dia baik-baik saja melawan penjahat sadis itu...?—pikir Sasuke rada khawatir. Yah, bukanya dia mencemaskn penjahat, tapi dilihat dari umurnya, Kyuubi masih belasan tahun, sama seperti dia. Jadi wajar saja kalau ini sedikit mengkhawatirkan.
"Ng?" Sasuke sadar ketika muncul suara-suara aneh dari depan tempat ia berdiri sekarang. "Suara angin...?!"
Tiba-tiba sesuatu meluncur ke arahnya dan secara reflek dia menundukan kepalanya.
A—apa barusan!?—pikir si Uchiha muda itu panik. Lalu ketika dia mendongak ke atas, dia melihat tali tipis yang dihubungkan dengan anak panah besi kecil, menancap di dinding tepat di atas kepalanya. Ba-bahaya banget—!
Sasuke pelan-pelan berdiri dengan wajah pucat dan keringat dingin. Nyaris saja panah itu menancap di kepalanya. Dia mencoba mencari petunjuk dengan panah itu, tapi sebelum sempat ia amati baik-baik, tiba-tiba saja seseuatu yang lain meluncur dari toko LUNATIC.
Sekarang apa!?—pikir Sasuke panik.
Tiba-tiba sesuatu menabraknya keras-keras. "OW!!" erang Sasuke tertahan. Dia terpaksa memejamkan mata dan sepertinya ia jatuh bersama dengan benda yang menabraknya barusan.
"Adudududuh...," benda yang menabrak Sasuke mulai mengerang juga pas benda itu bergerak di atas tubuh Sasuke. "Ng?" si benda pun sadar kalau dia tengah menindih sesuatu dan serta merta membelalakan matanya. "SASUKE!?" serunya sangat kaget.
"Eh...," Sasuke membuka matanya perlahan-lahan dan mengenali sosok benda yang tengah berekspresi seperti melihat film horor melihatnya itu. "Kyuu...KYUUBI!?" teriaknya spontan, sangat kaget.
"Ke-kenapa Kau di sini, bodoh!? Ini berbahaya! Lekas lari!" teriak Kyuubi sangat panik.
"Nggak akan kubiarkan!" tiba-tiba ada benda lain...atau sebut saja orang lain yang menyusul dan menghantam Kyuubi tepat di wajah.
"OW!" Kyuubi terlempar satu meter lebih dari Sasuke.
Sasuke membelalakan matanya dengan kaget. Apa...barusan...?!
"Heeh..., ada tikus di sini rupanya?" Ookami ternyata berhasil mengejar Kyuubi dan sekarang dia tengah berdiri dengan angkuhnya di depan Sasuke. Ia memandang ke arah Sasuke dengan tatapan berbahaya.
Kyuubi...palsu—!
Sasuke dengan cepat mengenalinya. Tentu saja, meskipun dengan pakaian yang sama, Sasuke merasa aura mereka sangat berbeda. Aura kejahatan dan nafsu terpancar jelas dari orang ini, yang sudah melukai Shisui tanpa belas kasihan...penjahat sadis itu!
"Kau sangat sila, Nak, ada di tempat dan waktu yang salah," kata Ookami seraya menyeringai dan mengulurkan tanganya, hendak melakukan sesuatu pada Sasuke yang nggak bisa ngomong apa-apa saking tegangnya.
"JANGAN SENTUH DIA!!" tiba-tiba Kyuubi berteriak sembari berdiri lagi, mengejutkan bak Ookami maupun Sasuke. Kedua orang itu menoleh ke arah Kyuubi yang mendadak kelihatan sangat marah meski separuh topengnya mulai retak. "Kalau Kau berani melukai Uchiha Sasuke seujung rambut pun, aku bersumpah Kau bakal merasa menyesal terlahir ke dunia ini, OOKAMI!"
Kyuubi—Sasuke merasa terkesan waktu Kyuub terang-terangan mencoba melindunginya.
Ookami nggak bilang apa-apa pada awalnya, tapi kemudian dia mulai tertawa terbahak-bahak.
"Apanya yang lucu!?" sela Kyuubi geram.
"Wah-wah...dari dulu Kau memang begitu, ya?" kata Ookami seraya membuka topeng rubahnya. Di balik topeng itu ada satu topeng lagi, tapi hanya yang menutupi sekitar matanya saja. Kemudian dia mulai melepas jubah merahnya dan di baliknya hanya ada pakaian minimalis warna hitam ketat yang menyelimutinya. "Selalu saja gara-gara Uchiha," lanjutnya sambil bertolak pinggang.
Apa...?—pikir Kyuubi heran. Dia memperhatikan sosok itu bak-baik. Rambut hitam, mata hitam...
"Kau...jangan-jangan Kau juga—UCHIHA!?" teriak Kyuubi sangat kaget, nggak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"EH!?" Sasuke yang mendengarnya lebih kaget lagi.
"Bagaimana, yah?" Ookami menyeringai lagi.
"Nggak mungkin...kenapa—!? Kenapa Uchiha berbuat hal macam ini!?" teriak Kyuub nggak percaya.
"Wah-wah, justru aku yang pengen tanya, Kyuubi no Kitsune," kata Ookami dengan heran. "Kau seharusnya sudah mati belasan tahun lalu. Aku yakin karena aku menyaksikan kematianmu dengan jelas. Lantas...kenapa Kau ada di sini sekarang? Mengatakan hal yang persis sama sebelum kematian menjemputmu waktu itu?"
"Eh...?" Kyuubi terlihat sangat shok. "Apa...katamu?"
"Atau jangan-jangan...kau cuma pengganti wanita bodoh itu?" Ookami menyeringai sekali lagi.
"Kau—! Nggak mungkin...! Kau...kau yang...ibuku—!!" Kyuubi tiba-tiba naik darah. "OOKAMIIIIII!!" dan dengan teriakan penuh kemurkaan itu, dia menerjang Ookami, meyerangnya dengan maksud benar-benar ingin menghajarnya.
Namun, Ookami sudah mengantisipasi serangan itu. Dengan sigap ia menangkap tangan Kyuubi dan dengan seringai merendahkan dia berbisik di telinga Kyuubi. "Karena hal macam ini lah...Kyuubi itu lembek, Bocah..." Sesaat kemudian dia banting Kyuubi dengan sangat keras.
"AAARGH!" jerit Kyuubi kesakitan. Dia bisa merasakan beberapa tulangnya patah. Rasa nyeri tak tertahankan menjalar dari punggung dan tangannya. Kesadaranya nyaris hilang.
"Fufufu, aku ambil permatanya," lanjut Ookami sambil mengambil Pink Puma palsu dari tangan Kyuubi dan memasukanya ke kantong.
"KYUUBI!" teriak Sasuke sangat shok melihat semua kejadian itu.
"Wah-wah," Ookami menoleh ke arah Sasuke dengan tenang. "Ada Uchiha macam ini juga rupanya?" lanjutnya seraya menyeringai lagi. "Harus dibereskan dua-duanya, ya?"
Ookami hendak meninggalkan Kyuubi yang mengerang kesakitan dan sudah hampir nggak berdaya itu dan bermaksud membereskan Sasuke, tapi tiba-tiba kakinya tertahan sesuatu. "Ng?" Ookami melihat tangan memegang sepatunya dari belakang.
"Jangan...sentuh...Sasuke—!" erang Kyuubi serak dan dengan susah payah, sampai sulit bernafas dan terengah-engah.
Ookami terlihat kaget sesaat, tapi kemudian dia kembali berjongkok di sebelah Kyuubi yang sudah brdarah-darah itu sambil menyeringai. "Baiklah...biar kupatahkan dulu lehermu sebelum aku membereskan bocah itu." Tangan Ookami terjulur ke leher Kyuubi.
Sasuke...larilah—! teriak Kyuubi dalam hatinya seraya memejamkan mata.
"Hei KAU!" tiba-tiba Sasuke melempar sesuatu ke arah Ookami sambil beteriak tepat sebelum Ookami mematahkan leher Kyuubi dan lemparanya tepat mengenai kepala Ookami. Ookami menoleh ke arah Sasuke. "Lepaskan Kyuubi, dasar om-om mesum!"
Urat-urat nadi bermunculan ke kepala Ookami. "Berani juga Kau...bocah!" serta merta dia lepaskan Kyuubi dan hendak menerjang Sasuke ketika Pierot berbaju serba hitam tiba-tiba melompat entah dari mana menghadang.
"Nggak akan kubiarkan!" sang Pierot menodongkan pistol yang tadi dia pinjam dari Itachi dan tanpa ragu, dia tarik pelatuknya.
DOOR!
Satu tembakan tepat di kaki Ookami membuat sang serigala terjerembab ke tanah.
"AAAAAAAAAAAAARGH!!" jerit Ookami kesakitan sambil memegang kaki kananya yang mengucurkan darah.
I-Ino—!?—pikir Naruto kaget di tengah keburaman penglihantanya yang mulai menghilang. A-aku nggak boleh pingsan!—Kyuubi mencoba tetap sadar sampai saat sang Pierot bicara.
"Kau...sudah mengganggu kehidupan kami bertahun-tahun, dasar penjahat sadis!" teriak Pierot dengan penuh amarah. "Di sini, sekarang juga...akan kuhabisi—!" Pierot mengarahkan mulut pistolnya ke kepala Ookami yang masih meraung akibat rasa sakit di kakinya itu. "Matilah—!"
"HENTIKAN!" teriak Kyuubi tiba-tiba. "Jangan, Pierot! Kau akan jadi sama saja spertinya kalau kau menarik pelatuk itu!" teriak Kyuubi sekuat tenaga.
"Kau mau menghentikanku? Aku nggak bisa mengampuninya. Dia sudah mengacaukan kehidupanku dan hime. Kalau saja dia nggak ada—!" Pierot nggak bergeming dan tetap bermaksud mnembaknya.
"Jangan! Kau nggak boleh membunuh! Jangan lakukan!! Bagaimana jadinya perasaan putri yang kau sayangi itu nantinya kalau tahu kau membunuh orang!? Kumohon...buang pistolnya!" Kyuubi kelihatan sangat melas. Dia nggak mau Ino mengotori tanganya dengan darah hanya gara-gara pencuri sadis macam Ookami.
"Kau tahu apa!? Dia sudah menghancurkan hidup kami berkali-kali! Berkali-kali! Dia membunuh orang tuaku dan juga orang tua hime! Dia...si brengsek sadis itu—!"
"Aku tahu!" Kyuubi makin gencar berteriak. "Aku tahu...! Tapi bukan begitu caranya...! Kau...nggak boleh membuang kehidupanmu...hanya demi orang nggak berguna macam Ookami. Nggak ada gunanya menyesali yang sudah terjadi, Pierot... Pikirkanlah...apa yang harus Kau lakukan mulai sekarang...bersama sang putri... Hidup kalian...masih panjang kan!?"
Pierot tampak tersentak kaget. Tangan yang memegang pistol it mulai bergetar dan dia jatuh berlutut dengan tangan di topeng. Isak tangis memilukan terdengar darinya.
"Pierot...Kau...nggak harus memilih jalan yang begini kejam... Nggak harus menanggung semuanya sendiri... Hei, Kau juga...berhak untuk bahagia..." Kyuubi tersenyum lega. Seenggaknya dia berhasil mencegah Ino jadi seorang pembunuh.
"Huhuhuhu," tiba-tiba Ookami mulai tertawa lagi, mengagetkan Sasuke (yang diam-diam terpukau dengan situasi barusan), Pierot, dan juga Kyuubi. "Hebat...drama yang mengharukan sekali. Kalian pantas jadi bintang Holy Wood," lanjutnya masih dengan seringai menyebalkan itu meski sambil menahan sakit.
"Kau...masih berani ngomong juga!? Kau sudah kalah, brengsek!" teriak Kyuubi marah.
"Kalah...? Aku?" Ookami tertawa gila lagi. "Jangan bercanda! Aku adalah Ookami yang nggak terkalahkan! Mana mau aku menyerah di tangan bocah-bocah bau kencur macam kalian! Daripada aku kalah dan tertangkap mendingan aku mati saja. Lihat," tiba-tiba Ookami mengeluarkan sesuatu dari sakunya.
A...apa itu?—pikir semua orang heran dan waspada.
"Ini detonator bom," jawab Ookami seolah menjawab pertanyaan hening mereka.
"De-DETONATOR!?" teriak Sasuke, Kyuubi, dan Pierot dengan wajah horor.
"Fufufu, tentu saja aku menyiapkan yang semacam ini karena aku harus menghilangkan bukti dan jejak nantinya," lanjut Ookami dengan tawa penuh kegilaan. "Aku adalah penjahat profesional, beda dengan pencuri bodoh yang suka merepotkan diri sendiri dan menolak melukai orang lain," lanjutnya sambil menyeringai.
"Masih juga kau menghina Kyuubi! Nggak akan kuampuni!" teriak Pierot berang.
"Tapi itu benar. Gara-gara kelembekanmu saat ini Kyuubi, kita semua bakal mati di sini. Kalau saja Kau membiarkan cewek itu menarik pelatuknya tadi, kalian semua, kecuali aku bakal selamat. Tapi sekarang semua itu sudah terlambat. Aku yang menang pertarungan ini, karena aku yang mendapatkan Pink Puma. Dan karena saat ini aku nggak bisa bergerak, tinggal menunggu waktu sampai polisi datang. Daripada tertangkap, kenapa nggak kuhancurkan saja sekalian dengan membawa kalian semua bersamaku!" teriak Ookami penuh nafsu.
"Hentikan! Kau sudah gila!" teriak Sasuke.
"Sampai jumpa lagi di alam baka, Kyuubi. Menangislah...karena kelembekanmu!"
"JANGAAAAAAAAAAAN!!"
KABOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOM!!
Ledakan dasyat pun terjadi, meruntuhkan gedung pencakar langit itu dalam hitungan detik...
SNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSN
Terdengar suara tetes air...lalu suara erangan...
Hawa dingin dan panas berbaur... bau terbakar... Rasa pusing dan mual berakumulasi meninggalkan perasaan yang sangat nggak enak.
Apa aku...sudah mati?—pikir Uchiha Sasuke setengah sadar.
Tunggu, setengah sadar?
Tiba-tiba saja rasa sakit dan nyeri menyerang seluruh tubuh Sasuke ketika ia membuka mata spenuhnya. "AAAAUW!" jeritnya tertahan. Rasanya sakit sekali. Tubuhnya berat, nggak bis bergerak. Dia pasti tertimpa sesuatu. Ia mengerang perlahan, matanya terpejam lagi. Wajahnya kelihatan sangat menderita menahan rasa sakit yang teramat sangat di seluruh tubuhnya.
"Ka-u, sudah...sadar, ya...?"
Tiba-tiba sebuah suara terdengar di telinganya. Sasuke membuka mata lagi, tap di tengah kegelapan itu dia nggak bisa melihat dengan jelas. Namun, setelah dia perhatikan baik-baik, di atas tubuhnya bukanlah batu, tapi badan seseorang. Serta merta dia panik dan hendak menghempas badan orang itu meski rasa sakit kembali menyerangnya ketika dia bergerak.
"Jangan...banyak bergerak, Sasuke...! Kalau nggak..., batunya bisa jatuh—lalu kita bakal gepeng...!" lanjut orang itu lagi mewanti.
Mendadak sasuke mengenali suara dan pakaian orang itu dan dia, "KYUUBI!?" berteriak saking kagetnya.
"Aah, aku bakal berterima kasih dan menciumu kalau Kau nggak berteriak di telingaku, Uchiha adik," lanjut Kyuubi sambil terkikik pelan.
"Ba-bagaimana Kau—!? Kenapa kita—!?" Sasuke mulai kacau dan bingung, nggak tahu apa yang sebetulnya terjadi.
"Kau...nggak ingat, ya? Kita kena ledakan...," jelas Kyuubi pelan, suaranya masih serak dan dia kesulitan bernafas. Sepertinya ada beberapa tulang rusuk yang patah dan salah satunya ada yang menusuk paru-parunya.
Ini betul-betul gawat—! Bisa beneran mati, nih—! Pikir Kyuubi mulai panik.
"Ledakan...!?" Sasuke ingat semua. "Iya juga... Pencuri sadis itu...meledakan gedung..."
Jadi ini di reruntuhan gedung ya...?—pikir Sasuke paham kenapa ia merasa sakit dan sesak, mana tempat itu gelap.
Tiba-tiba Kyuubi mengerang tertahan. Kemudian dia bergerak perlahan memberi ruang pada Sasuke untuk bergerak sedikit dengan mendorong batu-batu yang menimpanya ke atas. Kyuubi melihat kondisi Sasuke dari atas tubuhnya. "Kau...terluka nggak?" tanya Kyuubi pelan.
"Se-sedikit...," jawab Sasuke pelan sambil menghindari tatapan Kyuubi.
"Maaf, ya...jadi melibatkanmu begini...," lanjut Kyuubi dengan tatapan menyesal.
"Sudahlah...sudah kejadian," lanjutnya lagi pelan.
"Ngh...," tiba-tiba Kyuubi mengerang lagi kesakitan dan bulir-bulir darah mulai berjatuhan dari topengnya.
"Oi...daripada mengkhawatirkan aku, cemaskan dulu dirimu! Kau terluka parah tuh!" seru Sasuke kaget.
"Kalu cuma segini sih...," Kyuubi mencoba bikin humor.
"Apanya yang cuma segini!? Darahnya banyak banget tau!" seru Sasuke mulai panik karena darah di kepala Kyuubi terus menetes.
"Percaya saja...aku pernah luka...lebih parah dari ini," bantah Kyuubi ringan.
"Kau ini...orang yang suka cari mati, ya?" kata Sasuke sinis.
"Mungkin benar...," Kyuubi tertawa pelan. Kemudian keduanya terdiam sampai Kyuubi menghel nafas. "Aku...nggak bisa menolongnya..."
Sasuke kembali menatap wajah bertopeng rubah itu ketika dia berkata denagn suara yang lirih, penuh penyesalan.
"Padahal...aku ada di sana... Aku hanya sempat meraihmu, dan nggak sempat menolongnya..." katanya lagi dengan nada sangat sedih.
"Siapa yang sedang Kau bicarakan?" tanya Sasuke pelan.
Kyuubi tersenyum sedih. "Sang Pierot...yang ingin melindungi sang putri," jawab Kyuubi lirih.
"Aku nggak paham maksud kata-kata puitis itu," sahut Sasuke rada sebal karena Kyuubi masih saja main-main di situasi begini.
Kyuubi hanya terdiam saat mendengarnya, lalu ia berkata lagi dengan wajah marah. "Aku betul-betul memalukan...! Menggagalkan misi seperti ini!"
"Masih sempat juga Kau memikirkan misimu di saat begini ya?" Rasanya Sasuke pengen nonjok cewek satu ini...
"Bukan masalah itu," Kyuubi menggertakkan gignya, merasa amat malu dan sedih. "Padahal dia minta tolong...! Padahal kalau itu dia, pasti bisa dikabulkan! Aku sudah mencoreng nama Kyuubi! Aku nggak bisa menolong siapa-siapa! Aku memang payah—!"
Seluruh badan Kyuubi gemetar, suaranya pun bergetar dengan memilukanya. Dia seperti sedang menangis...Ya, mungkin dia memang sedang menangis. Sasuke nggak tahu kenapa, tapi sosok Kyuubi yang menangisi orang lain itu...terlihat sangat indah. Sasuke nggak mampu mengontrol dirinya.
Tiba-tiba saja tubuhnya bergerak sendiri. Rasa sakit di badanya sudah nggak dipedulikanya dan dia menyentuh pipi Kyuubi yang basah entah oleh darah atau air mata, dia nggak tahu karena gelap.
Kyuubi agak kaget, tapi Sasuke nggak memberikan kesmpatan padanya untuk merespon ketika tiba-tiba Sasuke mengangkat wajahnya mendekati wajah Kyuubi dan mencium bibirnya dengan lembut.
Kyuubi membelalakan matanya dengan shok, tapi nggak bisa berbuat banyak karena selain membeku saking kagetnya, dia juga nggak bisa bergerak karena batu-batu yang menindihnya.
Sasuke melepaskan ciumanya perlahan dan menatap Kyuubi dengan mata yang tajam dan pandangan yang kuat.
"Ke-kenapa...?" Kyuubi yang tengah memerah karena malu dan kaget itu nggak bisa berkata-kata.
"Entahlah," potong Sasuke pelan. "Aku juga nggak terlalu paham, tapi...aku nggak suka melihat wajahmu dipenuhi penyesalan dan kesedihan begitu," lanjut si ganteng Uchiha dengan tatapan lembut. "Sama sekali...nggak cocok dengan karaktermu..."
Wajah Kyuubi jadi lebih merah saat mendengarnya.
"Yah, meskipun kau itu sombong dan menyebalkan," tambah Sasuke lagi, bikin Kyuubi rada sebal, "tapi...aku sadar, Kau cewek yang baik..."
Jujur, Kyuubi rada kaget mendengarnya. Dia...masih menaggap aku cewek, ya?—pikir Naruto dengan tampang salah tingkah.
Kyuubi tertawa pelan. "Hei, Uchiha adik," panggilnya, "sebagai imbalan karena sudah memujiku, biar kuberi suatu pengakuan yang nyata," lanjutnya sambil memejamkan mata. "Aku ini...cowok lho," akunya sabil tersenyum usil.
"Yeah, tentu saja," Sasuke memutar bola matanya.
"Aku serius," lanjut Kyuubi meyakinkan.
Sasuke terdiam sesaat. Kyuubi juga diam untuk menunjukan kenyataan itu. "Begitu rupanya..." Sungguh mengejutkan Sasuke nggak terlalu kaget dengan hal itu.
"Kau nggak kaget?" tanya Kyuubi heran.
"Yah, samar-samar aku memang sudah merasa aneh sih...baik Hinata dan Ino menyebutmu cowok, lalu kecepatan melompat dan kegesitan itu juga...dan kekuatanmu saat ini juga... Aku rasa, sekuat apapun seorang cewek, nggak bakal bisa menahan batu sebesar di punggungmu itu," lanjut Sasuke.
"Maksudku...bukan kenyataan bahwa aku ini cowok," kata Kyuubi sambil tersenyum salah tingkah, "tapi...kenyataan bahwa Kau baru saja mencium seorang cowok," lanjutnya pengen ketawa, tiba-tiba saja dia pengen menggodanya.
Sasuke terdiam lagi, tapi wajahnya merah padam. "Jangan ingatkan aku tentang hal memalukan dong...!" gerutu Sasuke kelihatan sangat terganggu.
Kyuubi tertawa ringan lagi. "Tapi...aku sama sekali nggak benci loh, ciuman itu..." bisik Kyuubi pelan. Wajah Sasuke makin merah mendengarnya. "Ngh...!" tiba-tiba badan Kyuubi mulai gemetar.
"Kyuubi?" Sasuke juga menyadari perubahan air wajah Kyuubi.
"Ma-maaf, Sasuke...kekuatanku...sudah batasnya...!" Sambil mengerang tertahan, tubuh Kyuubi mulai menunduk ke bawah lagi, makin-makin dekat dengan Sasuke.
"Kyuubi—!" Sasuke nggak tahan lagi melihat wajah Kyuubi yang menderita menahan sakit macam itu. "Sialan...! Tolong... Siapapun, TOLONG KAMIIII!" teriak Sasuke keras-keras.
"Di sana!" tiba-tiba Sasuke mendengar suara Itachi.
"Kakak...? Kak ITACHI!" teriak Sasuke lagi.
"Sasuke! Sasuke, di mana Kau!? Teruslah berteriak!! Kami sedang mencari lokasimu!" balas Itachi berteriak juga.
"Kakak! Aku di sini! Kami berdua! Aku dan—!?"
Tunggu, kalau aku bilang aku bersama Kyuubi, apa kakak bakal menangkapnya—!?
"Teruslah berteriak, Sasuke... Kita nggak mau mati konyol, kan?" pinta Kyuubi.
"Tapi kalau kita ditemukan polisi...Kau akan...!" Sasuke kelihatan sangat cemas dan ragu.
"Apa-an sih, sejak kapan Kau mencemaskan pencuri sepertiku, Sasuke? Atau jangan-jangan Kau jatuh hati padaku ya?" Kyuubi tersenyum menggoda.
"Jangan ngomong bodoh begitu di saat begini, dong! Siapa yang jatuh hati!?" balas Sasuke sebal. Kyuubi tersenyum lagi sambil menahan sakit, membuat Sasuke yang melihatnya jadi kepikiran. "Kenapa...kenapa Kau...melindungiku?" tanyanya pelan penuh rasa ingin tahu.
"Kenapa yah...? Mungkin...karena Kau adalah Sasuke... Kyuubi bakal melakukan apa saja untuk melindungi Uchiha...," jawab Kyuubi dengan tatapan sangat lembut, membuat Sasuke terpukau.
"Kau ini...benar-benar pencuri sok yang berlebihan...!" Sasuke memejamkan matanya sekali lagi dan meraih tubuh Kyuubi untuk memeluknya. "Jangan mati, Kyuubi! Bertahanlah—!" pintanya memohon.
Kyuubi rada kaget awalnya, tapi kemudian dia tersenyum. "Jangan meremehkan...Kyuubi no Kitsune si Pencuri Legendaris, Uchiha...!"
"KAKAAAAK! Cepatlah! Kumohon cepat kesini! Dia bisa matiiii!" teriak Sasuke lagi penuh emosi.
Tubuh Kyuubi mulai dingin dan gemetar karena banyak mengeluarkan darah, tapi dia masih bertahan untuk nggak membiarkan batu itu menimpa mereka berdua. "Aku akan...melindungi...Uchiha—!"
"Sasuke!"
"Aku di sini! Cepat! CEPAAAAAAAAAAAT!!"
Tiba-tiba batu besar di atas punggung Kyuubi terangkat. Seketika beban itu terlepas dan Kyuubi terhempas ke atas tubuh Sasuke lagi, lemah, tak berdaya, dengan luka memar yang parah di punggung dan darah yang menetes-netes dari kepala.
"Uwaaa, parah...! Ini ,parah banget! Kyuubi! Kyuubi!" teriak Sasuke panik.
"Sasuke!" Itachi muncul dari atas dan wajahnya klihatan sangat panik, mecari-cari adiknya.
"KAKAK! Ambulan! Cepat panggil ambulan!" teriak Sasuke.
"Sasuke?" Itachi sangat kaget saat melihat adiknya tengah memeluk tubuh Kyuubi.
"Dia sekarat, Kak! Cepat—! Kumohon panggil ambulan! Dia bisa mati!" teriak Sasuke makin panik.
Itachi tersentak. "Ah, iya!" katanya dan cepat-cepat pergi mencari telpon umum atau telpon genggam atau apalah buat manggil ambulan.
"Jangan...berlebihan...!" kata Kyuubi kemudian sesaat sebelum dia bergerak lagi.
"Jangan bergerak, bodoh! Lukamu parah banget!" cegah Sasuke.
Kyuubi cuma tersenyum ringan dan menggenggam tangan Sasuke. "Sekarang...karena batunya sudah nggak ada, aku bisa bergerak lagi...," lanjutnya seraya mencium punggung tangan Sasuke dengan tenang, sebetulnya sih sakit banget, tapi dia nggak mau membuat Sasuke cemas, jadi dia pura-pura.
"Ngomong apa sih!? Lagian apaan kelakukan itu sok keren itu!? Bersikaplah layaknya orang terluka, idiot!" bentak Sasuke marah.
Kyuubi tertawa kecil. "Biar kuberi satu petunjuk yang bagus, Uchiha adik ("Sudah kubilang jangan panggil aku begitu!!"—Sasuke) Kalau Kau mau menangkap sang Pencuri Legendaris Kyuubi no Kitsune, Kau harus menangkap hatinya," Kyuubi mengedipkan satu matanya ke Sasuke, kemudian dia mengecup bibir Sasuke untuk membalas tindakan si bocah Uchiha yang sudah menciumnya tiba-tiba tadi.
Wajah Sasuke langsung meledak merah sedangkan Kyuubi tertawa genit lagi. "Bye-bye," kata Kyuubi seraya mlambai dengan gemulainya dan melompat pergi.
Sasuke kelihatan sangat bodoh sekarang. Tiba-tiba saja darah mulai naik ke kepalanya, dan dia menggertakkan giginya dengan tubuh gemetar dan tinju terkepal sebelum, "DASAR PENCURI MESUM!! MATI SAJA SANA!!" teriakan marah seorang Uchiha Sasuke (17) yang hatinya tengah kalut karena ulah seorang pencuri genit pun terdengar sampai ke ujung langit.
SNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSNSN
Keadaan Kyuubi benar-benar parah sekarang. Dia yakin dia tengah sekarat. Kapan saja dia bisa mati karena luka di sekujur tubuhnya itu. Dia bergerak hanya dengan keinginan untuk hidup di tengah kegelapan. Namun, pada akhirnya dia nggak sanggup mempertahankan kesadaranya dan jatuh pingsan di tempat yang nggak dia kenali.
Aku bakal mati...—pikir Naruto pahit dan putus asa.
Namun, ketika kesadaranya hampir hilang, dia melihat seseorang berjalan ke arahnya.
Siapa...?—pikir Naruto lagi penasaran, tapi dia nggak kuat lagi dan akhirnya, kesadaranya pun hilang akibat semua luka parah yang dideritanya.
"Kau masih belum seberapa...dibanding Kyuubi generasi sebelumnya, ya, Naruto-kun..." Sosok misterius berambut merah pendek itu tersenyum dengan misterius pula memandang Kyuubi yang pingsan di hadapanya...
End of Chapter 9
Bersambung...
A/N: Yosh, satu chapter lagi selesai loh! Keren kan!? Yay! Gimana menurut kalian?? Pendapatnya duuunk! Di review tenunya. Heheh. Luna semangat juga waktu bikin yang ini. Yang jelas Sasuke menyerang tuh XD Sayang, dia nggak terlalu berguna waktu ngelawan Ookami. Ah, benar juga. Ada beberapa pertanyaan yang belum kejawab yah? Ok, kita buka aja di chapter berikutnya, kay? Well, segini dulu deh... Nah, met jumpa lagi di chapter berikutnya! Ciaossu!
Dengan cinta dan bunga mawar,
Lunaryu
