Haii, ada yang rindu dengan ku?? Terima kasih yang sudah menunggu dan membaca cerita kuu, dan juga terima kasih untuk yg sudah memaksaku untuk update secepatnya. Tunggu kelanjutannya yaa...
Chapter 10.
Maaf sebelumnya bila mengecewakan, ku usahakan yang terbaik untuk pembaca kuu.!
"diam lah Baekhyun. Kau pacar ku bukan?" tanya Kris lalu menjilati daun telinga Baekhyun,membuat Baekhyun geli.
"jawablah sayang," ucap Kris sambil memutar Baekhyun agar menghadapnya,dan langsung menempelkan bibirnya dengan Baekhyun.
"jawab" desak Kris yang mulai menggerakkan lidahnya di atas bibir Baekhyun yang masih tertutup. Dan Baekhyun menganggukan kepalanya dengan pasrah. Memang ia mau minta tolong pada siapa lagi? Toh semua sedang makan siang.
Dan dengan tidak terduga,seseorang menggebrak pintu kamar mandi.
Brakk
"ya tuhan,apa yang kalian lakukan?!"
You and Me
By SekaradaChanyeolada
Happy reading!
Baekhyun POV
Saat Kris membalikkan tubuh ke menghadapnya,aku bergetar ketakutan. Pasti saja aku ketakutan. Siapa yang tidak ketakutan jika di hadapkan dengan orang psikopat seperti dia.
Entah ku harus bersyukur atau tidak. Ada yang membuka pintu kamar mandi dan melihat kami dengan posisi seperti ini.
"ya tuhan,apa yang kalian lakukan?!" ucap orang itu, ya! Aku tidak melihatnya karena pandangan ku terhalang oleh Kris.
"ck! Menganggu saja. Pegilah!" ucap Kris dengan santai tanpa menengok ke belakang. Mungkin dia bisa melihatnya dari pantulan kaca yang ada di belakang ku.
"baiklah baiklah. Tidak usah marah. Lagi pula aku yang mencarimu. Ini tentang pertandingan bulan depan,mungkin kita bisa latihan dari pada bermain? Hm?" ucap orang itu. Dan Kris tampak menghela nafas berat.
"baiklah. Kau pergi duluan. Jangan lupa untuk mengumpulkan semua anggota dan semua dalam keadaan sudah pemanasan. Aku masih ada urusan" ucap Kris dan kembali menatap Baekhyun dengan tajam. Tao sudah pergi untuk menyuruh semua anggota basket untuk pemanasan.
Baekhyun hanya bisa menatap Kris dengan takut,juga bertambah gemetar. Kris tersenyum miring melihat kelakuan Baekhyun yang menurutnya lucu. Ya,lucu. Bukan kah dia seperti psikopat?
"aku pergi. Sampai ketemu lagi,aku akan menghubungimu nanti sore. Kau pulang sendiri ya,aku harus latihan." ucap Kris sambil menatap mata Baekhyun dengan lembut. Dan Baekhyun hanya bisa menganggukkan kepalanya pasrah,atau bisa di bilang agar cepat Kris pergi.
"sampai jumpa." ucap Kris setelah mencium bibir tipis yang bergetar milik Baekhyun. Setelahnya ia pergi meninggalkan Baekhyun yang mematung karena masih ketakutan saat itu juga.
Beberapa detik berlalu dan Baekhyun tersadar dari keterkejutannya. Bukan terkejut karena ciuman Kris,ia sudah tau jika Kris pasti akan menciumnya setiap saat. Dan ia hanya bisa pasrah. Tetapi ia terkejut karena rasa yang tiba tiba teringat dengan sahabatnya. Chanyeol.
Baekhyun mencuci tangannya dan membasuh wajahnya sebentar. Setelah itu ia berlari ke ruang UKS karena ia butuh obat penghilang rasa sakit. Ia merasa sakit sekali di dadanya.
Bagai de ja vu Baekhyun melihat Chanyeol dengan lelaki yang di temuinya kemarin. Luhan.
Kali ini dia akan mengajaknya berbicara. Tidak seperti kemarin,lari tidak jelas sambil menangis. Jujur saja,ia juga tidak tahu mengapa ia menangis.
"ehm,hai. Chanyeol kenapa?" tanya Baekhyun sambil mendekati Chanyeol yang nampak tertidur di ranjang UKS.
"ah, tidak tahu. Aku hanya memindahkan Chanyeol,tadi saat aku masuk Chanyeol tidur di lantai. Tidak tahu sebelumnya kenapa. Ah iya,perkenalkan aku Luhan." ucap Luhan sambil tersenyum lembut.
"kau Luhan? Terima kasih sudah banyak membantu Chanyeol. Aku Baekhyun." ucap Baekhyun. Dan tanpa sengaja ia melihat tangan Luhan yang menggenggam erat tangan Chanyeol. Entah kenapa rasa sesak di dadanya semakin sakit. Dan ia hanya bisa tersenyum dengan dada yang semakin sakit.
"bagaimana kalau kita bangun kan Chanyeol?" tanya Baekhyun menatap Luhan. Luhan hanya mengangguk menyetujuinya.
Luhan pun menggoyangkan tangannya yang mengenggam tangan Chanyeol. Dan memanggil nama Chanyeol dengan lembut. Baekhyun hanya diam tidak tahu harus apa,tiba-tiba saja ia merasa'tidak seharusnya ia mengganggu mereka'
"luhan,aku akan mengambil air minum untuk Chanyeol."ucap Baekhyun dan Luhan mengangguk.
Baekhyun pun keluar dari UKS untuk membeli air minum ke kantin.
Chanyeol POV
Ya,aku sepertinya pingsan lagi. Dan kenapa aku sudah di atas ranjang? Tunggu,bukankah ini UKS? Dan siapa orang di sebalah ku? Luhan?
"luhan?" tanya ku dengan bingung. Aku mendengan ucapan syukur Luhan dan ia mengangguk kepalanya benar bahwa ia adalah Luhan.
" kenapa kau pingsan lagi?" tanya Luhan,dan aku hanya menggeleng kepala tidak tahu.
"apa kau sudah makan?" tanya Luhan. Kalo di pikir-pikir aku belum makan apa apa dari kemarin. Dan aku pun menggeleng kepala dengan lemah karena jujur aku masih sangat lemas.
"ck,kau ini. Baiklah,aku akan keluar untuk mencari makanan untukmu. Oh iya,teman mu yang bernama Baekhyun akan kembali untuk membawakanmu minum. Aku pergi dulu,tunggu aku." ucap Luhan dan tersenyum manis didepan Chanyeol. Dan Chanyeol pun hanya bisa mengangguk kepala dengan lemas lagi.
Sesudah Luhan keluar aku pun memejamkan mata ku lagi karena aku masih merasa sedikit pusing.
Agak lama atau sebentar? Ada seseorang yang membuka pintu UKS. Aku menerka-nerka itu pasti Baekhyun.
"Chan" ya,suara itu suara Baekhyun. Tapi ada yang berbeda dari suaranya, seperti serak mungkin?
"hai,Baek." ucap ku dan menatap Baekhyun yang matanya jika ku lihat-lihat lagi semakin sipit atau sebam?
"ini air minum mu." ucap Baekhyun lemas. Aku jadi bertanya-tanya. Lagian dari pagi ini kita tidak bicara apa pun.
"ah,ya. Terima kasih Baek." ucap ku. Dan,kenapa jadi canggung begini?
Sepi
Tidak ada percakapan.
Hening.
"Baek." tanya ku karena ini terlalu canggung. Aneh bukan? Rasanya sangat tidak nyaman,seperti ada tembok yang sangat besar antara kami. Dan aku tidak menyukainya.
"hn?"
"apa kau baik-baik saja?" tanya ku hati-hati.
Nampak Baekhyun menghela nafas dengan berat,dan mengangguk.
"aku baik." dan di akhiri dengan senyuman. Yang di paksa.
"kau serius? Maksudku,wajah mu tidak sama dengan ucapanmu."
"aku serius Chanyeol. Ah,bagaimana bisa kau pingsan lagi?" oke,aku tau jika dia mengalihkan topik pembicaraan.
"mungkin karena aku belum makan?" jawab ku.
"jangan mengulanginya lagi. Kau tau aku khawatir." ucap Baekhyun. Wah ternyata masih ada yang mengkhawatirkan aku,senangnya.
"aku tidak akan mengulanginya. Omong-omong,kau mengkhawatirkan ku? Kenapa?" tanya Ku sambil tersenyum jahil.
"ih,jangan terlalu pd,kau kan teman sebangku ku." ucap Baekhyun sambil tersenyum sedikit. Sip,suasana sudah tidak canggung lagi. Lega sekali rasanya.
"tunggu. Teman sebangku? Selama ini teman sebangku? Yang benar saja Baekhyun!" ucap ku dan mulai pura-pura marah.
"hahahahaha,baiklah. Sahabatku." ucap Baekhyun. "bagus" ucapku.
Tak lama kemudian Luhan pun datang dengan beberapa kimbab.
"ohai, aku datang. Chan ini,harus di makan ya" ucap Luhan memberiku kimbab. Aku pun mengucapkan terima kasih dan memakannya, serius aku kelaparan.
Entah aku yang terlalu asik makan juga Luhan mengajak ku bicara terus atau ntah lah, Baekhyun sudah tidak ada di ruang UKS. Hanya ada aku dan Luhan.
"Luhan dimana Baekhyun?" tanya ku.
"uh? Benar juga,tadi ada Baekhyun. Aku tidak menyadarinya. Makan saja dulu Chan,dirimu lebih penting" ucap luhan.
'aku jadi tidak enak pada Baekhyun' benak ku
TBC
