Flower Boy And Nerd Boy
Summary:: 2 orang yang bertolak belakang. Kyuhyun adalah seorang pangeran sekolah, dan Sungmin adalah seorang yang tertutup dan kutu buku. Namun, siapa sangka di balik semua itu mereka adalah sepasang suami-istri(suami) yang dijodohkan?
Pair:: KyuMin (Kyuhyun-Sungmin) and other
Rated:: T
Genre:: Humor, Romance
Warn:: BL, Typo(s)
Annyeong~! Taraaa! Ini dia chap 11nya… ^^
Mian yah kalau chap lalu Kyumin momentnya kurang… Kali ini author coba banyain Kyumin momentnya deh tanpa mengurangi kefokusan cerita ke konfliknya…
Mulai saja, ne? ^^
Enjoy~! ^^
Hiwatari NiwaDark Preasent~
~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~
Jam 10.03
Di restoran yang bisa dibilang mewah ini, terdapat satu keluarga yang tampak harmonis sedang makan siang bersama. Eh? Keluarga yang harmonis? Sepertinya bukan keluarga deh… Tampak dari salah satu namja tengah berebutan makanan dengan anak kecil yang duduk di sampingnya.
"Ya! Spaghetti ini punyaku! Punyamu itu, jjajangmyun!" ujar Kyuhyun mengambil alih piring spaghetti dari Onew.
"Ani, ahjucci! Punya New yang cepaghetti~ Ahjumma bilang cepaghetti ini punya Onew~!" Onew kembali mengambil piring yang berisikan spaghetti itu dari Kyuhyun.
Kyuhyun berdecak kesal, ia menatap sinis ke arah Sungmin.
"Kenapa kau memesan spaghetti hanya sepiring?" tanyanya pada Sungmin. Sungmin sendiri hanya berkedip dengan polos.
"Aku tidak tahu kalau kau suka spaghetti. Lagian, spaghetti itu aku hanya asal pesan saja, kok. Aku tidak tahu kalau kalian berdua suka spaghetti." Jawab Sungmin jujur. Sedangkan Taemin yang duduk di sampingnya hanya memakan bubur kesukaannya dengan lahap tanpa memperdulikan keributan kecil itu.
Semua makan yang dihidangkan di meja makan ini memang Sungmin yang memesannya. Karena tadi Kyuhyun sibuk mencari tempat parkiran mobilnya karena sekitar restoran mewah itu tidak ada tempat parkir yang kosong, akhirnya Kyuhyun harus keliling daerah restoran itu untuk mencari tempat parkir.
Sedangkan Sungmin, ia duluan turun dan masuk ke dalam restoran bersama dengan Onew dan Taemin. Kyuhyun menyuruh Sungmin untuk memesankan makanan duluan.
"Aissh! Jinjja!" Kyuhyun mengalihkan pandangannya menatap tajam ke Onew yang menatapkan dengan tatapan polos. "Mianhae, ahjucchi~"
"Sudahlah, Kyu. Mengalahlah pada anak kecil." Ujar Sungmin.
Kyuhyun mendengus kesal. Lagi-lagi anak kecil itu sangat menyebalkan! Menyusahkan saja! Begitulah menurut uri evil Kyuhyun.
Ia melirik sekilas ke arah Sungmin yang tengah menyuapi sesuap Japchae ke dalam mulutnya.
Ia kemudian melirik ke arah piring makanan Sungmin. Makanan yang tengah di makan oleh Sungmin itu menarik perhatiannya.
"Min," panggil Kyuhyun. Sungmin mengangkat wajahnya dan menatap Kyuhyun. "Hm?"
Dan berkata apa-apa, Kyuhyun langsung mengganti jacpchae milik Sungmin dengan jjajangmyun miliknya.
"Eh?" Sungmin terlihat terkejut sekaligus bingung dengan apa yang dilakukan oleh Kyuhyun.
"Japchaeku…" Ia menunjuk japchaenya.
"Aku ingin makan ini, sepertinya ini enak." Ujar Kyuhyun seraya menyumpitkan mie yang ada di japcha itu kemudian menyuapkannya ke mulutnya.
"Tapi…"
"Hm?"
"Tapi japchae itu bekasku. Aku sudah memakannya." Lanjut Sungmin. Kyuhyun terlihat cuek dan terus menyuapkan makanan lezat itu ke mulutnya.
"Biarin. Memangnya kenapa?"
"Kau menggunakan sumpitku, Kyu." Ujar Sungmin lagi. Ya, sumpit yang kini tengah dipakai oleh Kyuhyun adalah sumpit yang tadi dipakai oleh Sungmin.
Kyuhyun menatap Sungmin dengan santai. "So?"
"Itu-"
"Kita sudah menikah. Dan lagi, kita juga sudah pernah berciuman, jadi wajar dong kalau aku memakai sumpit yang sama denganmu." Potong Kyuhyun dengan santai. Ia tersenyum tipis saat melihat namja imut yang didepannya tampak bersemu tipis seraya menatap ke arah jjajangmyunnya.
Kyuhyun kembali melanjutkan makannya. Dan dengan perlahan, Sungmin mulai memakan jjajangmyunnya.
Di atas meja itu, selain menghidangkan makanan khas Korea, ternyata Sungmin juga memesan makanan ala Barat. Sebut saja spaghetti yang tadi diperebutkan oleh Kyuhyun dan Onew, dan steak.
Kyuhyun dan Sungmin saling bertatapan saat garpu mereka memperebutkan sosis satu-satunya yang ada di piring steak itu. Sungmin mengedipkan matanya beberapa kali kemudian menarik garpunya dari sosis itu.
Kyuhyun dengan cueknya mengambil sosis itu dan menggigit ujungnya.
"Min," panggil Kyuhyun. Sungmin yang sedang memberikan minuman pada Taemin sontak menoleh ke Kyuhyun. "Hm?"
Kyuhyun bangkit dari duduknya dan mencondongkan badannya ke depan, kearah Sungmin. Namja manis itu terlihat bingung, namun tergantikan dengan kesalahan tingkahnya ketika wajah Kyuhyun semakin dekat dengan wajahnya, dengan sosis yang masih digigitnya.
"Eh? K-Kyu… Waeyo?" tanya Sungmin pelan. Ia melirik ke arah lain dengan salah tingkah.
"Gigit." Gumam Kyuhyun yang mendekatkan ujung sosis yang lain ke bibir Sungmin.
Dengan sedikit ragu-ragu, namja manis itu menggigit ujung sosis itu.
Kyuhyun terus menggigit sosis itu, demikian juga dengan Sungmin. Oow~ Jarak bibir mereka hanya tinggal 3 centi… 2 centi… 1 centi… Dan…
"Ahjumma~" panggil Taemin tiba-tiba. Sontak, Kyuhyun dan Sungmin langsung menarik wajah mereka dengan sosis di mulut masing-masing.
Kyuhyun kembali duduk di kursinya dengan sedikit canggung dan mengunyah sosis yang ada di dalam mulutnya.
Sedangkan Sungmin, ia tampak sangat canggung seraya melirik ke sekelilingnya. Omona! Orang-orang melihat ke arah mereka.
"Aiih~ Romantis sekali mereka~" ujar seorang yeoja dengan pelan. Meskipun pelan, Sungmin dan Kyuhyun tetap bisa mendengarnya.
Orang-orang itu pun kembali melanjutkan kegiatan mereka masing-masing.
Sungmin menundukkan kepalanya, lalu mengunyah sosis yang ada di dalam mulutnya dengan pelan.
"Ahjumma~" panggil Taemin lagi. Sungmin mengangkat kepalanya dan menoleh pada anak kecil yang ada di sampingnya itu.
"Ne?"
"Tangan Taem jolok, Ahjumma. Taem mau cuci tangan~" Sungmin tersenyum lalu mengangguk. Ia menggandeng tangan Taemin lalu berdiri dari kursinya setelah sebelumnya membantu Taemin turun dari kursi yang cukup tinggi bagi anak kecil itu.
"Kyu, aku antar Taemin ke wastafel dulu ya." Kyuhyun mengangguk. Setelah Sungmin dan Taemin berjalan menjauh dari meja mereka, Kyuhyun melirik ke arah Onew yang sedang menyeruput jusnya dengan lucu.
Ia tersenyum tipis. 'Lucu sekali cara makannya itu.' Pikirnya. Ia mengambil tissue yang memang tersedia di meja, lalu mengelap sudut bibir Onew yang terdapat sisa saus spaghetti.
"Belepotan sekali, sih." ujar Kyuhyun pelan. Onew hanya tersenyum lebar menanggapi perkataan Kyuhyun.
~#~#~#~#~#~#~#~#~#~
Kibum kini sedang bersandar di bawah pohon yang ada di taman belakang sekolahnya. Sekarang memang bukan jam istirahat. Lalu kenapa Kibum bisa ada di taman ini?
Setelah rapat OSIS selesai, ia langsung ke taman belakang sekolah dan langsung bersandar di bawah pohon ini.
Lelah rasanya setelah beberapa jam berdebat dan menjelaskan proposal di rapat pagi hari ini. Dan entah sudah berapa lama ia duduk di bawah pohon ini. Yang jelas, deru nafasnya terlihat teratur, sedang tidur, mungkin.
Siwon yang memang kebetulan ingin mencari angin segar di taman ini tidak sengaja melihat Kibum duduk di bawah pohon dengan mata yang terpejam.
Penasaran, ia menghampiri Kibum dengan langkah pelan agar tidak mengganggu namja yang dijuluki Snow White itu.
Setelah ia sampai dan berdiri tepat di samping kanan Kibum, ia berjongkok agar mensejajarkan tingginya dengan namja yang tengah terlelap itu.
Siwon mengamati wajah Kibum dengan lekat-lekat. Tenang. Itu yang didapati oleh namja berlesung pipi itu saat memandangi wajah Kibum dengan cukup lama.
'Tidurnya sangat tenang.' Pikir Siwon. Dengan perlahan, ia mengangkat tangan kirinya dan menyibak poni Kibum yang menutupi mata sebelah kirinya dengan sangat hati-hati.
Siwon tampak terkejut saat melihat setetes air mata meluncur dari sudut mata Kibum. Ia terlihat panik meskipun dari sisi luarnya ia masih stay cool dan kelihatan tenang.
'Kenapa dia menangis?' tanyanya dalam hati.
Siwon mengusapkan ibu jarinya pada pipi kanan Kibum dengan lembut, menghapus tetesan yang mengalir turun ke pipi putih namja itu.
Tanpa disadari oleh Siwon, Kibum membuka matanya dengan perlahan. Ia tampak terkejut saat melihat Siwon berada di sampingnya dengan jarak yang cukup dekat dan tangan namja itu yang berada di pipi kanannya.
"Hyung?" gumam Kibum seraya menegakkan posisi duduknya. Siwon yang sedari tadi kelihatan melamun langsung tersadar dan menjauhkan tangannya dari pipi Kibum.
"A-eh? Kau sudah bangun, Kibum-ssi?" Kibum mengangguk dengan tatapan bingung.
Namun beberapa detik kemudian, ia menyentuh pipinya yang terasa basah. 'Kok basah?' batin Kibum.
"Kau menangis dalam tidurmu, ya?" tanya Siwon dengan lembut. Kibum tampak terkejut. "Menangis?" Siwon mengangguk. Dengan segera, Kibum mengusap mata kanannya yang memang sedikit berair.
Siwon tersenyum. "Kau memikirkan apa saat tidur tadi? Apakah ada masalah berat? Kalau ada masalah, ceritakan saja padaku." Ujarnya. Kibum tersenyum tipis. "Gwaenchana, hyung. Mungkin aku terlalu ngantuk sehingga mataku berair." Ia tertawa kecil seraya mengusap kembali mata kanannya yang terasa kembali panas.
Pluk!
Kibum berhenti mengusap matanya saat merasakan tangan Siwon berada di pucuk kepalanya. Ini adalah kebiasaan Siwon dulu, ia suka meletakkan telapak tangannya di pucuk kepalanya.
"Kalau memang sangat lelah, segera pulang dan istirahatlah. Jangan sampai kondisi badanmu drop." Siwon menunjukkan senyuman yang dapat melelehkan siapapun yang melihatnya sebelum ia berdiri.
"Aku kembali ke ruang OSIS dulu, ne?" Kibum menganggukkan kepalanya.
Siwon berjalan meninggalkan Kibum yang masih terduduk di sana. Ia memandangi tangan kirinya yang tadi menyentuh pucuk kepala Kibum.
'Sudah lama aku tidak melakukan ini padanya.' Siwon tersenyum memandangi tangannya.
Ia kemudian menengadah ke atas, menatap langot biru berhiaskan awan putih yang terlihat bergerak dengan lambat.
'Kibum… Ada apa ini? Kenapa rasanya aku tidak ingin berpisah darinya?' Ia menyentuh dada kirinya yang terasa aneh.
'Lalu, bagaimana dengan Sungmin? Bukankah kau mencintainya, Siwon? Iya, 'kan? Kau mencintai Sungmin, 'kan?' batin Siwon. Beberapa detik kemudian, ia tersenyum lemah.
'Apa aku salah mengartikan perasaanku ini pada Sungmin?' Lagi-lagi, Siwon menengadahkan kepalanya, seolah menagih jawaban pada langit biru yang sangat indah itu.
~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~
Bak! Bukh! Bakkhh! Buakh!
Oh? Ada apa ini? Kenapa tempat tidur yang seharusnya sebagai tempat untuk tidur dan istirahat menjadi tempat untuk perang bantal?
"Ya!"
"Ahju- Aw! Appo, ahjucchi~!" rintih Onew.
"Ya! Kenapa lempar ke wajahku, eoh? Wajahku ini terlalu tampan untuk kau lempari dengan bantal!" kesal Kyuhyun.
"Ahjucchi cendili yang tadi melempal bantal ke kepala belakang Taem~" bela Taemin saat Kyuhyun memandang kesal padanya.
Buakh!
"Aww!" rintih Taemin saat sebuah guling melayang pada wajahnya dan membuatnya terjatuh ke lantai. Ia mengelus pantatnya yang terasa sakit.
"New hyung~! Kenapa memukul Taem?" tanya Taemin. Onew menghampiri Taemin yang masih terduduk.
"Mianhae, Taem. Hyung tidak cengaja… Tadi hyung mau melempal guling itu ke ahjucchi, eehh~! Malah kelepacan ke mukanya Taem. Mianhae, Taem…" ujar Onew dengan nada yang sangat menyesal.
"Ne, gwaencha-"
Buakh!
Taemin yang hendak bangun kembali terduduk lagi, ditambah dengan Onew yang menimpanya. Kyuhyun menunjukkan senyum kemenangannya.
Taemin menatap kesal pada Kyuhyun yang seenak evilnya melempar bantal ke Onew yang menyebabkan hyungnya ikut terjatuh dan menimpanya.
Readers bingung kenapa bisa ada perang bantal antara 2 anak kecil dengan evil?
Sungmin sekarang sedang berada di minimarket untuk membeli kebutuhan mereka. Ia mengatakan pada Onew dan Taemin bahwa Kyuhyun yang akan memandikan mereka. Lalu, Onew dan Taemin pun masuk ke kamar dan menghampiri Kyuhyun yang tengah duduk bersandar di kasur yang empuk itu seraya memainkan PSP kesayangannya.
Flashback~
"Ahjucchi~" panggil Taemin. "…" Tidak ada jawaban maupun respon dari Kyuhyun yang tengah fokus dengan PSPnya.
"Ahjucchiiii~!" Kali ini Onew yang memanggil Kyuhyun dengan suara yang cukup keras. Merasa terganggu dengan suara-suara cempreng milik 2 anak kecil itu, Kyuhyun pun menoleh kearah mereka.
"Ahjumma cedang ada di minimalket," ujar Taemin. Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya. "So?"
"Ahjumma bilang kalau ahjucchi yang akan memandikan kami. Cekalang Onew dan Taem cangat gelah~ Kami mau mandi cekalang, ahjucchi~" sambung Onew.
"Bukan urusanku," ujar Kyuhyun dengan cuek dan kembali bermesraan dengan PSPnya.
"Ahjucchi~ Ayolah~ Taem dan New hyung ingin mandi cekalang… Ahjumma yang menyuluh ahjucchi untuk memandikan kami, lohh~"
Kyuhyun kembali menoleh pada dua anak kecil itu. "Jadi?"
"Mandi~" Onew menunjukkan puppy eyesnya. Kyuhyun mengalihkan pandangannya. "Shirreo! Aku trauma memandikan kalian." Ujarnya mengingat kejadian saat ia memandikan dua anak kecil itu yang berakhir dengan Kyuhyun masuk ke bathup bersama dua bocah itu dan ikut bermain busa dan bebek karet bersama. Ckckck, benar-benar terlihat kekanak-kanakan. Oh, sudahlah… Uri evil Kyuhyun tidak ingin mengingat hal yang memalukan itu lagi.
"Ayolah, ahjuacchi~" Taemin menggoncang tangan kanan Kyuhyun. Kyuhyun yang sedang memainkan PSPnya otomatis terganggu. Karena kesal, ia pun memukulkan bantal pada lengan kanan Taemin.
"Ihh~! Ahjucchi kok pukul Taem, cih?" Karena tidak terima, Taemin pun mengambil guling yang ada di dekatnya dan memukulkannya ke Kyuhyun.
"Aissh! Jinjja!" Kyuhyun melempar bantal itu ke Taemin, namun meleset dan kenalah bantal itu ke wajah polos nan imut-imut milik Onew.
Dengan pipi yang digembungkan, Onew melempar kembali bantal itu pada Kyuhyun dan tempat mengenai kepala ahjusshi evil itu.
"Ya!"
Flashback end~
Dan itulah penyebab terjadinya perang bantal itu.
Buakhh!
Mata Onew terlihat berkaca-kaca saat sebuah bantal dengan mulusnya mendarat di wajahnya dan membentur hidung mancungnya.
"Huweee~! Ahjucchi jahat!" Kyuhyun membelalakkan matanya saat melihat Onew yang menangis. Ia mendekati Onew dan Taemin yang sedang memandangi hyungnya yang sedang menangis.
Upss! Jangan-jangan… Sebentar lagi Taemin akan mengikuti hyungnya… menangis.
"Hikss… Hikss!" Kyuhyun menatap horror ke arah Taemin. "H-hei! Kenapa menangis?" tanya Kyuhyun. Onew memajukan bibirnya.
"Onew dan Taem mau mandi cekalang, ahjucchi~!" Taemin menganggukkan kepalanya.
Kyuhyun menghela napasnya. "Aissh! Arraseo! Arraseo! Sana! Masuk ke kamar mandi!" usir Kyuhyun. Taemin dan Onew langsung menyengir senang dan berjalan ke kamar mandi. Uri evil hanya bisa mendengus kesal seraya mengikuti kedua bocah itu dari belakang.
~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~
Malam harinya~ Jam 23.47…
Kyuhyun mengernyit sejenak sebelum akhirnya ia membuka kelopak matanya yang terasa berat. Ia lalu mengganti posisinya menjadi terduduk di atas kasurnya dengan perlahan, agar tidak membangunkan 2 bocah yang sedang tertidur dengan sangat lelap itu. Pasti kedua bocah itu sangat lelah.
Eh? Hei, kemana uri Bunny yang manis itu? Kenapa ia tidak ada di kasur?
Kyuhyun menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya tadi. Ia lalu berjalan kearah pintu seraya mengucek mata kanannya.
Kyuhyun tahu bahwa Sungmin ada di ruang tamu, karena memang sedari tadi namja manis itu tidak masuk ke kamar dengan alasan ingin mengerjakan tugas di ruang tamu saja agar tidak mengganggu tidur sang suami dan dua bocah itu.
"Min," panggil Kyuhyun saat ia telah sampai di ruang tamu. Ia sedikit mengernyit saat merasakan cahaya lampu yang ada di ruang tamu ini menyilaukan matanya.
Ia melirik kearah jam yang menggantung di dinding ruang tamunya itu. Jam 23.51, sudah hampir pagi hari.
Ia memelankan langkahnya saat melihat Sungmin tengah terduduk di lantai dengan buku yang berserakan di meja yang ada di depan sofa itu dan dengan kepalanya yang berada di atas buku dengan lengannya sebagai sandaran kepalanya.
Intinya, Sungmin ketiduran.
Kyuhyun berjongkok di samping Sungmin. Ia melirik kearah buku-buku tugas milik Sungmin. ternyata masih banyak yang harus dikerjakan oleh namja pecinta pink itu meskipun telah banyak juga yang dikerjakan.
"Min," panggil Kyuhyun lagi seraya meletakan tangannya di kepala Sungmin dan mengusapnya pelan.
Sungmin sedikit menggeliatkan tubuhnya sebelum akhirnya mengangkat kepalanya dengan perlahan, dengan mata yang masih tertutup sebelah.
Matanya terasa buram saat ingin melihat jam dinding. Oh! Dia lupa memakai kacamatanya.
Sungmin pun dengan segera mengambil kacamata yang ada di samping kamus bahasa Inggrisnya dan memakainya.
"Kyu?" gumamnya saat melihat suaminya kini tengah berjongkok di sampingnya.
"Kenapa kau masih memakai kacamata ini? Sangat tidak cocok dengan penampilanmu, babo." Kyuhyun menekankan telunjuknya di kening istrinya.
Sungmin mengerucutkan bibirnya. "Contact lens 'kan nggak boleh dipakai sepanjang hari, jadinya aku memakai kacamata ini selama aku melepaskan contact lensku." Kyuhyun hanya menghela napasnya, lalu beralih memandangi buku-buku yang bertebaran di meja itu.
"Tugasmu masih belum siap?" tanyanya. Sungmin mengangguk dan segera kembali menggenggam pensilnya. "Ne, masih banyak yang belum siap. Aigoo~ Aku malah ketiduran." Jawab Sungmin. Kyuhyun mendudukkan dirinya di samping Sungmin dan menyamankan letak duduknya.
Ia lalu mengambil pensil yang tengah digenggam oleh Sungmin.
"Eh?" Sungmin tampak terkejut saat Kyuhyun tiba-tiba mengambil pensilnya dan buku yang tengah ia tulisi dengan berbagai angka.
"Kau tidur saja, biar aku yang mengerjakan ini." Ujar Kyuhyun seraya menuliskan rumus dan angka-angka pada buku tugas milik namja manis yang ada di sampingnya itu.
"Tapi-" Kyuhyun menoleh pada Sungmin dan memotong perkataan istrinya itu dengan senyuman lembut yang menghiasi wajah tampan nan evilnya itu.
"Kau harus istirahat, Min. Kau pasti lelah karena seharian ini mengurus rumah tangga dan dua bocah itu. Sekarang, biar aku yang membantumu." Sungmin menatap Kyuhyun. Ia melihat dari sorot mata obsidian milik Kyuhyun, dan Kyuhyun benar-benar serius dengan perkataannya.
Sungmin pun kemudian mengangguk dengan lemah, lalu melepaskan kacamata tebalnya. "Gomawo, Kyu." Kyuhyun hanya mengangguk kemudian kembali mengalihkan perhatiannya ke buku tugas Sungmin.
"Kau tidurlah, Min." ujarnya tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang tengah ia coreti dengan berbagai angka itu.
"Hm…"
Kyuhyun menghentikan gerakan tangannya saat merasaka sesuatu pada pundak kanannya. Ia melirik ke arah kanannya, Sungmin tengah menyenderkan kepalanya di pundaknya.
"Waeyo, Min?"
"Tapi kau menyuruhku untuk tidur, yasudah aku tidur. Aku ingin tidur di sampingmu, Kyu." Jawab Sungmin dengan kepala yang tetap di pundak Kyuhyun dan dengan mata yang masih tetap terpejam.
Entah kenapa, mendengar jawaban Sungmin barusan, membuat Kyuhyun merasa senang. Ia tersenyum lembut tanpa ada unsur evil di dalamnya. Ia mengusap rambut Sungmin pelan sebelum akhirnya kembali berkutat dengan buku milik Sungmin.
"Kyu," panggil Sungmin. "Hm?" Kyuhyun menjawab panggilan Sungmin tanpa menghentikan gerakan tangannya.
"Kenapa kau berubah?" Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya saat mendengar pertanyaan Sungmin.
"Berubah? Aku berubah? Sepertinya tidak ada yang berubah dari diriku, deh." Jawabnya.
"Ada," Kyuhyun sedikit menolehkan kepalanya ke Sungmin yang masih bersandar padanya.
"Aku merasa kau lebih perhatian dan lembut padaku, Kyu. Padahal dulu 'kan kau sangat membenciku." Lanjut Sungmin seraya mengetuk-ketukkan jari telunjuknya ke meja.
Kyuhyun terlihat mencerna perkataan Sungmin. Iya, ia memang berubah, dan ia sadar akan hal itu.
"Ummm…" Sungmin menunggu jawaban Kyuhyun seraya memejamkan matanya. Meresapi hangatnya pundak Kyuhyun yang kini menjadi sandaran kepalanya.
"Karena…"
"Karena aku baru menyadari kalau aku… mencintaimu." Kyuhyun menahan nafasnya. Entah kenapa kata-kata itu bisa meluncur dari bibirnya, tapi yang pasti, ia merasa lega setelah mengatakan hal itu.
Sungmin mengangkat kepalanya dari pundak Kyuhyun dan menatap suaminya itu dalam-dalam.
"Jinjja?" tanyanya dengan suara pelan. Kyuhyun mengangguk. "Ne, saranghae." Kyuhyun tersenyum seraya menyisir lembut poni Sungmin yang menutupi sebagian mata bulat dan indah milik namja manis itu.
Sungmin terdiam. Ia menggigit bibir bawahnya, tangannya meremas ujung baju pajama yang dipakainya. Oh, rasanya jantungnya hampir meledak saking kerasnya detak jantungnya itu.
Sungmin langsung memeluk Kyuhyun dan membenamkan wajahnya di ceruk leher Kyuhyun.
"Nado… saranghae, Kyu." Jawab Sungmin dengan suara yang pelan. "Mwo?"
"Nado, Kyu. Nado saranghae." Ulang Sungmin masih dengan suara pelan, yang sebenarnya masih terdengar sangat jelas di telinga Kyuhyun.
"Apa?" Sungmin bersemu malu. Ia harus mengulang kata itu sampai berapa kali?
"Nado saranghae, Cho Kyuhyun."
"Hah?"
Sungmin melepaskan pelukkannya dan menatap Kyuhyun dengan kesal.
"Aku bilang, nado sa-" kata-kata Sungmin terpotong saat sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya. Ia sedikit terkejut saat mengetahui Kyuhyun tengah menciumnya. Ia pun memejamkan matanya untuk menikmati saat-saat seperti ini.
Setelah merasa cukup, Kyuhyun melepaskan bibirnya dari bibir Sungmin.
"Sudah, sekarang kembalilah tidur. Jangan sampai besok kita telat ke sekolah." Ujar Kyuhyun lalu kembali berkutat pada buku tugas itu. Haaah… Sifat jaimnya kembali muncul. =.=
Sungmin mengerucutkan bibirnya sejenak sebelum akhirnya kembali menyandarkan kepalanya ke pundak Kyuhyun.
~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~
"Sungmin…! Sarapanku dan susu dua bocah nyebelin ini mana?" teriak Kyuhyun saat ia tengah merapikan baju Onew yang sedikit berantakan. Saat ini, Kyuhyun, Onew dan Taemin tengah berada di ruang makan.
"Iya, iya. Sebentar…" Sungmin masuk ke ruang makan seraya memasukkan buku-bukunya ke dalam tas ransel yang ada di tangan kirinya dengan baju seragam yang belum rapi. Dasinya masih tergantung di lehernya, dan blazzernya berada di lengan kanannya.
Ohh, pagi ini mereka semua telat bangun. Sungmin dan Kyuhyun yang malah terlelap di ruang tamu semalaman telat bangun karena tidur kemalaman. Sedangkan Onew dan Taemin yang tidur dengan nyaman dan dengan imutnya tidak terbangun dari tidur mereka karena Sungmin yang keasyikan tidur tidak membangunkan mereka.
Jadilah pagi ini mereka seperti sedang dikejar hantu, alias terburu-buru.
"Ini susu kalian," ujar Sungmin seraya memberiakn 2 gelas susu pada Onew dan Taemin yang sudah duduk manis di kursi makan.
"Makacih, ahjumma~" ujar Onew dan Taemin bersamaan. "Ne. Ini punyamu." Sungmin menyodorkan roti bakar pada Kyuhyun dan segelas susu.
Onew mengambil tissue dan mengelap bibir dongsaengnya yang belepotan dengan susu.
Sedangkan Kyuhyun, ia bangkit dari duduknya setelah sebelumnya menyumpal mulut Sungmin dengan roti yang tadi telah ia gigit sedikit. Ia tahu kalau Sungmin tidak akan sarapan jika tidak disuruh. Bisa-bisa dia sakit kalau tidak sarapan.
Sedangkan Sungmin yang mulutnya dijejelin roti bakar secara tiba-tiba oleh Kyuhyun pun hanya mengunyah roti itu dengan bibir yang dikerucutkan.
"Palli! Palli! Bisa-bisa sudah ada yang sampai di sekolah duluan." Ujar Kyuhyun seraya memakai sepatunya dengan tergesa-gesa. Sungmin menenteng tasnya setelah selesai memakai sepatunya. Ia menggandeng kedua bocah itu.
Saat mereka hendak masuk ke dalam mobil, seseorang menarik dan menahan tangan Sungmin.
Sungmin yang penasaran sekaligus terkejut pun langsung menoleh ke belakang. "Eh?"
"Oppa~!" Kyuhyun mengernyit melihat yeoja yang menurutnya paling menyebalkan sedunia. "Sunny-ssi?" gumam Sungmin.
Yeoja yang dipanggil Sunny itu tersenyum lebar seraya mengangguk. "Oppa~! Neomu bogoshippo~!" Sunny memeluk lengan Sungmin dengan erat. Sungmin terlihat salah tingkah, melepas pelukan yeoja itu, takut melukai perasaan Sunny. Kalau dibiarkan, bisa-bisa setan yang ada di diri Kyuhyun bangkit.
Kyuhyun menggendong Onew dan Taemin secara bergantian dan memasukan mereka ke dalam mobil yang dipinjamnya dar Eunhyuk. Ia menutup pintu mobilnya dan berjalan ke arah Sungmin dan Sunny yang dengan seenak jidatnya memeluk lengan Sungmin. Lebih baik anak kecil tidak masuk ke dalam urusan orang yang lebih tua, bukan?
"Heh, yeoja kecentilan ini kembali lagi." ujar Kyuhyun yang berdiri di belakang Sungmin. Sunny tidak memperdulikan keberadaan Kyuhyun. sedangkan Sungmin, ia menatap Kyuhyun dengan mata memelas agar namja tinggi itu membantunya lepas dari yeoja ini.
Kyuhyun melipat tangannya di depan dadanya. Ia mengernyit dan menatap Sunny dengan tatapan tajam.
"Mau sampai kapan kau seperti cicak menempel-nempel seperti itu pada istriku?" tanya Kyuhyun dengan nada sarkastik.
Lagi-lagi, Sunny ridak memperdulian Kyuhyun. Kyuhyun sendiri mulai kesal. Ia mendekatkan wajahnya ke telinga Sunny. "Ya! Kau tuli, ya?" teriak Kyuhyun tepat di telinga yeoja itu.
Sunny langsung melepaskan pelukkannya dan menatap Kyuhyun dengan tatapan kesal dengan tangan yang menutup telinga kirinya yang hampir benar-benar tuli gara-gara teriakan Kyuhyun.
"Ihhh! Kenapa sih kau selalu mengganggu saja?" kesal Sunny.
Kyuhyun mencibir. "Mwo? Seharusnya aku yang mengatakan itu, yeoja jadi-jadian." Sunny mengernyit. "Mworago? Yeoja jadi-jadian? Aissh! Matamu tidak bisa melihat, ya? Yeoja secantik dan seimut ini kau bilang jadi-jadian? Ckckck, ternyata namja sepertimu selain tidak punya sopan satun, juga tidak punya mata." Sindir Sunny. Sungmin berusaha untuk menengahi mereka.
"Sudahla-"
"Ya! Siapa yang kau bilang tidak punya sopan santun dan mata?" kesal Kyuhyun memotong perkataan Sungmin. Sungmin hanya bisa menghela napas. Tidak mungkin ia bisa menghentikan evil yang sedang marah.
"You!" Sunny menunjuk Kyuhyun. "Aissh! Kau ini!" Sunny memalingkan wajahnya dari Kyuhyun dan dengan segera kembali memeluk lengan Sungmin. Kali ini pelukkannya terlihat lebih manja.
"Ya! Lepaskan!" Kyuhyun menarik Sungmin agar menjauh dari Sunny. Tapi yang terjadi malah Sunny tetap menempel pada Sungmin.
"Su-Sunny-ssi, tolong lepaskan aku." Ujar Sungmin pelan. Sunny menggelengkan kepalanya. "Shirreo!"
"Aihh!" Kyuhyun menarik Sungmin dan mendorong Sunny agar ia terlepas dari Sungmin.
"Ah!" Sunny lepas dari Sungmin dan terjatuh terduduk di tanah. Ia menggerutu pelan saat merasakan bokongnya yang sakit karena mencium tanah secara tiba-tiba.
Sunny mendecih kesal saat melihat Kyuhyun menjulurkan lidahnya, mengejeknya. Sungmin segera masuk ke dalam mobil dan mengunci pintunya. Sedangkan Kyuhyun, ia mendekati Sunny dengan seringai kemenangannya.
"Kau kalah, yeoja centil." Ujarnya sebelum akhirnya berjalan menjauh dan masuk ke dalam mobilnya.
Lagi-lagi, Sunny mendecih kesal seraya menghentak-hentakkan kakinya ke tanah.
"Lihat saja, aku akan menyuruh Vic eonni untuk membalasmu." Gumamnya dengan wajah kesal.
.
.
"Huh! Gara-gara yeoja itu, kita telat ke sekolah sebelum orang lain datang. Sekarang di sekolah pasti sudah banyak siswa-siswi yang datang." Uajr Kyuhyun seraya mengemudi mobilnya dengan kecepatan yang bisa dibilang cukup tinggi.
Onew dan Taemin duduk manis di jok belakang dan melihat Kyuhyun dan Sungmin secara bergantian. Mereka tidak mengerti dengan apa yang dipermasalahkan oleh Kyuhyun dan Sungmin.
"Mianhae," ujar Sungmin dengan nada menyesal. Kyuhyun menoleh sekilas pada Sungmin. "Kenapa minta maaf?" tanya Kyuhyun. Sungmin menunduk. "Karena yeoja itu terus-terusan mengejarku." Jawabnya pelan.
"Ini bukan salahmu, ini semua salah yeoja yang entah berasal dari mana itu. Tapi… Kau benar-benar tidak kenal dan tidak ada hubungan dengannya 'kan, Min?" tanya Kyuhyun.
Sungmin mengangkat kepalanya dan menoleh ke Kyuhyun.
"Tentu saja tidak. Aku tidak tahu kenapa dia bisa mengenalku. Melihat wajahnya saja aku tidak pernah. Aku…" Sungmin kembali menunduk.
Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya, menanti lanjutan dari perkataan namja manis yang duduk di sampingnya.
"Aku 'kan hanya... mencintaimu seorang saja." Lanjut Sungmin dengan suara pelan. Kyuhyun yang dapat mendengar perkataan Sungmin itu pun merasakan kesalnya menguap begitu saja. Ia menyeringai. "Apa? Suaramu pelan sekali, aku tidak dapat mendengarnya." Ujar Kyuhyun. Sungmin mengangkat kepalanya dan melihat ke kanan, keluar jendela.
"Tidak ada…" ujarnya dengan semburat merah muda yang menghiasi pipinya. Meskipun semburat pink itu hanya sekilas saja dan wajah Sungmin yang melihat ke kanan, Kyuhyun dapat melihat warna pipi yang baginya sangat menggemaskan itu.
Tangan kiri Kyuhyun sibuk memegang kendali mobil, sedangkan tangan kanan Kyuhyun terulur untuk mengacak rambut Sungmin dengan gemas.
~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~
Kini mobil Eunhyuk yang tadi dikendarai oleh Kyuhyun dipenuhi dengan adanya pasangan HaeHyuk yang duduk di jok belakang, bersama dengan Onew dan Taemin yang menggunakan jaket Kyuhyun dan Sungmin -lagi-.
Untung saja saat Kyuhyun dan Sungmin sampai di sekolah, belum banyak siswa-siswi yang datang ke sekolah, mengingat sekarang jam 06.57 dan bel sekolah berdering jam 08.00.
Kyuhyun memainkan HPnya seraya menyeruput kopi dingin yang diberikan oleh Donghae padanya.
Suasana di dalam mobil itu hening. Onew sibuk mengayunkan kakinya, Taemin sibuk memainkan lengan jaketnya yang sangat kedodoran, Donghae dan Eunhyuk sibuk dengan laptop milik Donghae. Kyuhyun sibuk dengan HPnya, Sungmin sedang berkutat dengan buku novel yang ada di tangannya.
"Ah!" semua mata yang ada di mobil itu melihat kearah Taemin. "Itu!" kemudian beralih melihat kearah yang ditunjuk oleh Taemin.
"Itu eomma!" serunya dengan nada senang. Kyuhyun tersedak kopi dinginnya. Sedangkan Sungmin, Donghae dan Eunhyuk sontak membelalakkan mata mereka.
"Jinjja? Mana? Mana? Yang mana?" tanya Donghae penasaran. "Itu… Eomma yang beldiri di camping mobil melah itu, dan appa yang ada di dalam mobil melah itu." Jawab Onew seraya menunjuk sebuah mobil Lamborghini merah yang baru saja diparkirkan dekat dengan mobil mereka dan seorang namja tengah berdiri di samping mobil itu dengan wajah cemas.
"Dia…" Sungmin, Donghae dan Eunhyuk menoleh pada Kyuhyun yang mengeluarkan suaranya.
~TBC~
Yo~! Bagaimana? Chap ini cukup panjang, kah? Kyumin momentnya sudah author tambah lohh~ *nyengir*
Oh ya, di review banyak yang nebak orang tuanya OnTae… Untuk tebakkan yang diberikan readers, author simpan dulu, ne? Jawabannya biar readers liat di chap depan… ^^
Special thanks buat readers author tercinta::
putryboO, kyumin forever, sha, Riyu, kimshippo1, Lindudtsz SHAWOL, Rosa Damascena, LOVEkyumin4EVERR, ChwangMine95, winecoup134, Reeiini, Han Neul Ra, reaRelf, Cho Miku, Bunny Ming, Nina317Elf, ELLE HANA, K my name, nikyunmin, Yukino Itou Sephiienna Kitami, Guest, 2K RiBbon, SSungMine, nahanakyu, olive1315, icha-chan, Chubymin, ICHA, Kang Ji Ae, Min190196, mayacassielf, Hyuk's Banana, Annie Pumpkin, Kim Soo Hyun, stephannie carolina, Akita Fisayu, BloodyGirl, cho fani, Tiffany HwangStephanie, Derarania, is0live89, Jaylyn Rui, vitaminielf, Yeimin, mitade13, Evil Thieves, Jirania, Guest, cherrizka980826, wulandarydesy, Choi Hye Soo, Rilianda Abelira, Cho dizma joyer, Ryu, Manaatma, Tika, Anonymouss, desroschan, Guest, Keys47, ibchoco, Guest, kyurin minnie, .7, KS, AIDASUNGJIN, Syubidubidu, Purpleita, freakG, WieLoveWolfBunnySelamanyah, Guest, niea sarang, Felia, Vetrisia oktaviani, Cho Rai Sa
Jeongmal gomawo buat reviewnya… ^^ *bow*
Author sangat senang ternyata masih ada yang mau baca ff author yang ini… Padahal author merasa kalau ff ini udah berantakan banget sejak penghapusan ff itu… ._."
Ternyata readers semua masih setia mendukung author… Hikss…! Author terharu… *Plakkk*
Okedeh, author pamit undur dulu ne untuk chap ini… ^^
Akhir kata dari author,
Review, please~? ^^
Gomawo… *bow*
m(_ _)m
