Author : Byun Lalla Chan EXOtics

Pair : EXO

Genre : Adventure, Supranatural, Friendship, Romance

Warning : YAOI, OOC, gak sesuai EYD, ngaco, ngawur, gak mutu, typo(s) yg bertebaran layaknya tomcat(?)

Rating : T

Length : 11 of (?)

Annyeong ^^ Telatkah Lalla update chap 11 ini? Huweeee mian kalo bener lama… Udah, Lalla gak mau banyak bacot. Langsung mulai yah ^^

.

.

This YAOI fanfic

.

.

Don't read if u hate the casts or u hate the genre of this fict

.

.

Don't like don't read

.

.

Lalla Present

.

.

Heaven Sweet

.

.

Happy reading ^^

.

.

CHAPTER 11

+At Dark Castle+

"XIUMIN! XIUMIN!" Seohyun terlihat terbang kesana kemari mencari anak buahnya, Xiumin. Tapi sejak tadi dia mencari, dia tidak menemukan namja manis itu.

"Haish! Kemana anak itu?" gumam Seohyun kesal. dia memutuskan mencari ke kamar Chen. Saat dia sudah sampai di kamar Chen, dia juga tidak menemukan namja yang di carinya.

"Haish! Berani pergi tanpa izin eoh? Lihat saja nanti!" ancam Seohyun. Ia pun segera terbang menuju singgasananya.

"Lay! Luhan!" panggil Seohyun dari singgasananya tersebut. Lay dan Luhan datang dan terbang kearah Ratu mereka. Tak lupa mereka membungkuk memberi hormat.

"Masih ingat perintahku kemarin?" tanya Seohyun.

"Masih Yang Mulia!" jawab mereka. Seohyun menyeringai.

"Kalau begitu, lakukan sekarang! Mereka sekarang sudah berada di pegunungan Sidfey. Kalian bisa mengintai mereka dan lakukan penyerangan secara tiba – tiba. Mengerti?!" perintah Seohyun tegas.

"MENGERTI YANG MULIA!" dan setelah menjawab begitu, Lay dan Luhan segera terbang keluar dari Dark Castle menuju pengunungan Sidfey.

+-+-+-EXO-+-+-+

"Cepat simpanlah kristal – kristal itu. Sekarang kita lanjutkan perjalanan. Bagaimana?" ujar Suho. Semua mengangguk. Baekhyun segera menyimpan kristal – kristal itu di sebuah kotak dan memasukkannya ke dalam tasnya. Mereka semua kembali melanjutkan perjalanan.

Baekhyun dan Chanyeol masih seperti tadi. Tidak bertegur sapa. Sepertinya mereka sungkan untuk saling menyapa, mengingat kejadian tadi saat Chanyeol menyalahkan Baekhyun. Tao yang melihat itu sedikit bingung.

"Kyungsoo, apa yang terjadi pada mereka berdua? Aku merasa mereka seperti canggung satu sama lain." Bisik Tao kepada Kyungsoo.

"Tadi mereka sempat bertengkar. Sudahlah tidak usah di bahas." Balas Kyungsoo. Tao pun bungkam.

"Kris, hari sebentar lagi malam. Tidakkah kita mencari tempat untuk beristirahat dulu?" usul Tao. Kris berpikir sejenak.

"Baiklah. Kita beristirahat di sana saja." Kris menujuk sebuah pohon besar yang berada tidak jauh di depan mereka. Kris mengajak teman – temannya untuk beristirahat di bawah pohon tersebut.

"Baiklah." Semua mengangguk. Mereka semua segera menuju pohon itu. Tanpa mereka sadari, ada 2 pasang mata yang selalu mengawasi gerak – gerik mereka dari balik semak – semak. Mengawasi mereka dengan pandangan tajam.

+-+-+-EXO-+-+-+

+ChenMin Side+

Chen dan Xiumin telah melepaskan ciuman mereka saat merasakan pasokan akan oksigen keduanya menipis. Mereka saling menatap satu sama lain. Chen tersenyum memandang wajah Xiumin yang memerah. Ia menghapus saliva yang menempel di bibir Xiumin dengan ibu jarinya, membuat semburat merah yang tercipta di wajah Xiumin semakin jelas terlihat. Chen terkekeh melihatnya.

"Yeoppeoda~" pujinya. Xiumin hanya bisa menunduk. Tiba – tiba…

"Xiumin, dimana kau? Apa kau membawa Manusia itu keluar? Cepat kembali!" Ratunya mengiriminya sebuah telepati. Xiumin terkesiap. Di segera menatap Chen, sementara yang di tatap hanya menunjukkan raut kebingungannya.

"Chen, kita pulang sekarang. Tidak apa – apa kan?"

"Eh? Ngh, kalau kau sedang sibuk, kita bisa kembali sekarang."

Xiumin mengangguk dan segera meraih tangan Chen dan mengajaknya berdiri.

"Genggam erat tanganku. Jangan sampai terlepas!" perintah Xiumin. Chen mengangguk dan segera melakukan apa yang Xiumin perintahkan. Tak lama, Xiumin mulai mengepakkan sayapnya, dan mereka berdua terbang menuju Dark Castle kembali.

.

.

Sesampainya di Dark Castle, Xiumin segera mengantar Chen menuju kamarnya.

"Kau diam di sini, jangan kemana – mana. Arraseo?!" pesan Xiumin sebelum ia pergi. Chen pun mengangguk. Xiumin hendak terbang keluar dari kamar, tapi Chen segera menahan tengannya, membuat Xiumin menatap kearahnya.

"Kau akan kembali kan?" tanya Chen dengan menunjukkan raut kekhawatirannya. Xiumin tersenyum.

"Ne. aku pasti kembali dan menemuimu." Ucapnya lalu mengecup kening Chen sekilas. Chen tersenyum lalu menarik tengkuk namja manis itu dan mencium bibirnya sekilas.

"Aku pergi dulu ne." ucap Xiumin. Chen mengangguk dan melepaskan pegangan tangannya. Xiumin segera terbang keluar dari kamar. Ada perasaan was – was saat ia akan menemui Ratunya itu.

.

.

Kini Xiumin telah berada di hadapan Seohyun di singgasananya. Xiumin masih menunduk dan Seohyun menatapnya garang.

"Dari mana saja kau?" tanya Seohyun dingin.

"Maaf Yang Mulia. Aku hanya mengajak Manusia itu keluar sebentar. Dia bilang bahwa dia merasa sedikit bosan, jadi aku mengajaknya. Maafkan aku Yang Mulia!" Xiumin membungkuk 90 derajat. Seohyun mendengus.

"Lalu menjalin cinta dengannya?"

DEG!

Xiumin kaget dengan tebakan Seohyun yang tidak meleset sedikit pun. Dia menatap Ratunya itu dengan pandangan kaget. Bagaimana Seohyun mengetahui hal itu?

"Aku bisa membacanya lewat matamu Xiumin." Ujar Seohyun seolah dapat membaca pikiran Xiumin. Xiumin terlihat kaget dengan ucapan Ratunya itu.

"Ma-maafkan aku Yang Mulia!" Xiumin kembali membungkuk. Seohyun memutar bola matanya kesal.

"Kau sepertinya harus aku kurung di kurungan bawah tanah. Bagaimana?" Seohyun menyeringai. Xiumin menatap Seohyun horror. Dia tidak mau di kurung di sana. Kurungan itu sangat menyeramkan. Tidak ada cahaya matahari yang masuk, di sana terasa sangat amat pengap. Di tambah dengan hawa panas yang akan selalu menyiksanya. Dan juga tempat itu di huni oleh Diablo yang akan selalu menyiksa tahanan di sana. Xiumin tidak mau itu!

"Tidak Yang Mulia! Ku mohon jangan! Aku tidak mau! Aku akan melakukan apa saja agar Yang Mulia memaafkan aku! Aku mohon Yang Mulia!" Xiumin terus memohon. Seohyun tertawa meremehkan mendengar permohonan Xiumin.

"Baiklah." Ucap Seohyun akhirnya. Membuat Xiumin menatap wanita itu dengan perasaan lega. "Tapi tentu ada syaratnya." Tambah Seohyun. Membuat senyum Xiumin yang tadinya mengembang, memudar seketika.

"A-apa itu Yang Mulia?" entah mengapa Xiumin merasakan firasat buruk akan hal ini. Seohyun semakin mengembangkan seringaian menyeramkan miliknya.

+-+-+-EXO-+-+-+

Sekarang langit mulai gelap. Matahari sudah kembali ke peranduan sejak tadi. Rombongan Kris pun mengistirahatkan tubuh mereka di bawah pohon besar yang tadi di tunjuk oleh Kris. Mereka membuat api unggun untuk menghangatkan diri.

Baekhyun terlihat duduk bersampingan bersama Tao. Pandangan mata Baekhyun terlihat kosong. Sesekali dia bersenandung dengan suara yang teramat – amat pelan. Tao yang sedari tadi memperhatikan Baekhyun, menjadi bingung. Ada apa dengan sahabatnya yang satu ini?

"Baekhyunnie~ Kau kenapa?" tanya Tao pada Baekhyun. Baekhyun yang sedang bersenandung pelan itu menghentikan kerjaannya dan menoleh kearah Tao. Dia menggeleng pelan dengan senyum tipis yang menghiasi wajahnya.

"I'm OK, Tao-ie…" ujar Baekhyun. Tiba – tiba Tao menggeleng mendapat jawaban seperti itu dari Baekhyun.

"No! I know your not OK." Sanggah Tao. Baekhyun menghela nafasnya. Tao semakin bingung dan memiringkan kepalanya imut. "There's a something wrong?" #Wuih! Tumben Tao bisa bahasa Inggris! XD#

"I don't know Tao. Hah~" Baekhyun menengadah.

"Ceritakan padaku." Tao mengelus pundak Baekhyun. Baekhyun segera menolehkan kepalanya kearah sahabatnya itu.

"Bagaimana? Kau mau bercerita sekarang?"

"Aku… tidak yakin Tao."

"Ayolah~" bujuk Tao. Akhirnya Baekhyun pun menurut dan menceritakan semuanya. Saat ia menantang monster yang ada di sungai sampai Chanyeol menyalahkan dirinya. Ia menceritakan kepada Tao dengan sangat detil. Tao manggut – manggut saat mendengar cerita dari Baekhyun.

"Oh~ Jadi itu?" –Tao. Baekhyun pun mengangguk. "Hm~ Itu tidak sepenuhnya salah mu kok. Mungkin Chanyeol masih merasa sedikit err… belum siap saat melawan monster itu. Mungkin dia shock karena tiba – tiba harus melawan monster sungai Desort. Dan… karena panik, dia jadi menyalahkanmu. Mungkin begitu." Tao mengelus – elus pundak Baekhyun. Baekhyun tidak menyangka bahwa sahabatnya yang terlihat sangat childish ini memiliki pemikiran yang dewasa.

"Terima kasih Tao. Tidak salah aku bercerita padamu." Ujar Baekhyun seraya tersenyum.

"Hehe, ne~" Tao balas tersenyum.

"Hey! Hey! Hey! Kalian hanya bicara berdua! Kenapa aku tidak di ajak?" tiba – tiba Kyungsoo menyembul(?) diantara mereka. Baekhyun dan Tao menatap kearah salah satu sahabat mereka itu. Kemudian mereka tertawa bersama.

"Hey! Apa kalian belum lapar?" tanya Kai kepada 3 sahabat itu.

"Tentu saja lapar! Aku seperti panda yang akan mati sekarang!" ucap Tao seraya mempoutkan bibirnya. Ia mengelus – elus perutnya, pertanda bahwa ia lapar.

"Huuuuu! Tadi saat Kai tidak bilang, kau tidak lapar kan?" goda Kyungsoo.

"Iiihhh! Tapi sekarang aku lapar! Kita makan bekal masing – masing ya?!" –Tao.

"Arraseo." Semua pun mulai membuka bekal mereka masing – masing dan makan dalam diam. Chanyeol menatap Baekhyun yang sedang menguyah makanannya itu. Pipinya terlihat sangat chubby saat makanan yang dia kunyah begitu banyak. Chanyeol sedikit terkekeh melihatnya.

"Cieee… Tadi marah – marah. Tapi sekarang? Huuu!" ejek Sehun seraya melirik Chanyeol. Chanyeol yang sadar bahwa dia yang di tegur oleh Sehun pun segera menjitak kepala anak itu.

"Ya hyung! Appo!" Sehun mengelus – elus kepalanya yang baru di cium dengan sangat manis(?) oleh genggaman tangan Chanyeol itu.

"Kau ini sok tau sekali!" Chanyeol menggeleng – gelengkan kepalanya menatap Sehun. Sementara Sehun hanya mempoutkan bibirnya.

"Chanyeol-ah~ Aku tau kau mau minta maaf padanya." Ucap Suho yang tiba – tiba ada di samping kiri Chanyeol.

"Huwaa!" kaget Chanyeol singkat. "Hyung! Sejak kapan ada di situ?" bingung Chanyeol.

"Tidak penting! Sekarang katakan! Apa kau mau minta maaf pada Baekhyun?" tanya Suho lagi.

"M-mwo? Minta maaf? Memang aku pernah berbuat salah padanya? Yang benar saja!" jawab Chanyeol acuh tak acuh. Suho memutar bola matanya malas.

"Oh ayolah~ Aku tau kau pasti merasa bersalah karena tadi menyalahkannya. Iya kan?" tanya Suho lagi.

"Ah! Sudahlah hyung." Chanyeol memalingkan wajahnya dari wajah Suho yang berada di samping kirinya ke samping kanan.

"Huwaa!" kaget Chanyeol karena saat ia memalingkan wajahnya dari Suho, wajahnya malah bertemu dengan wajah Sehun yang menampakkan wajah mengintimidasinya. Dari wajah angel, malah bertemu dengan wajah devil -_- #plak#

"Haish! Kenapa kalian ini selalu mengangetkanku sih?" omel Chanyeol. Suho maupun Sehun tidak menjawab.

"Hyung! Kau harus minta maaf! Baekhyun sampai menangis tadi!" kata Sehun.

"Mwo? Menangis?" Chanyeol sedikit kaget mendengar pernyataan dari Sehun. Benarkah Baekhyun menangis karenanya?

"Iya! Benar kan Suho hyung?" Sehun menatap Suho, dan Suho pun mengangguk menanggapi. Chanyeol terdiam.

"Aish! Bisa – bisanya aku membuatnya menangis! Pabbo kau Chanyeol!" rutuk Chanyeol dalam hati.

"Jadi bagaimana? Mau minta maaf sekarang?" tanya Suho lagi dengan nada menggoda(?).

"Ya! Apaan sih hyung?!"

+-+-+-EXO-+-+-+

+At Dark Castle+

Terlihat Xiumin yang sedang terbang menuju kamar Chen dengan kurang semangat. Pandangan matanya terlihat kosong, dan wajahnya tanpa ekspresi. Dia mengingat persyaratan yang di berikan Ratunya beberapa waktu lalu.

Flashback

"Jika kau mau dirimu tidak di kurung di kurungan bawah tanah, aku mau kau memutuskan hubunganmu dengan Manusia itu. Bagaimana?" tanya Seohyun.

"Ba-baiklah Yang Mulia." Xiumin menjawab ragu. Untung saja hanya memutuskan Chen. Dia masih bisa tidak menjalin hubungan khusus dengan Chen, asal dirinya dan Chen tidak apa – apa.

"Bagus. Tapi masih ada satu syarat lagi." Seohyun tersenyum licik.

"Apa itu Yang Mulia? Aku akan melakukannya."

"Aku rasa, Manusia itu sudah tidak lagi kita butuhkan. Dia hanya merepotkan kita saja. Hah~ Aku ingin membunuh Manusia itu secepatnya. Kau bisa membantuku kan?"

"MWO?" sontak Xiumin membulatkan matanya kaget.

"Haish! Syaratnya mudah kan?! Yang penting bukan kau yang di kurung di sana. Bagaimana?"

"Ta-tapi… Ta-tapi Yang Mulia…"

"Tidak boleh ada penolakan! Kau yang bilang bahwa kau akan melakukan semuanya kan?!" gertak Seohyun. Xiumin hanya menunduk. Dia merutuki kebodohannya yang mengatakan bahwa ia akan melakukan apapun. Bagaimana ini? dia harus mengorbankan Chen demi dirinya?

"Baiklah Yang Mulia." Jawab Xiumin akhirnya. Dia merasa dirinya benar – benar egois sekarang.

Flashback Off

Ceklek

Xiumin membuka pintu kamar Chen. Membuat Chen yang awalnya sedang berbaring sambil memejamkan matanya kembali membuka mata saat mendengar suara pintu di buka.

"Xiumin…" ucapnya senang saat melihat Xiumin masuk. Ia memposisikan dirinya untuk duduk di kasur sekarang. Xiumin hanya tersenyum tipis menanggapi panggilan Chen. Dia lalu duduk di pinggir kasur.

"Waeyo Xiu? Kau terlihat tidak baik." Tanya Chen yang sedikit khawatir akan keadaan Xiumin. Xiumin menghela nafasnya.

"Maafkan aku Chen…" lirihnya.

"Eh? Kenapa minta maaf Xiu? Kau tidak pernah melakukan kesalahan padaku. Lalu kenapa minta maaf?" tanya Chen yang telah mengerutkan dahinya karena bingung tersebut.

"Maafkan aku Chen… Maafkan aku… Hiks…" tiba – tiba Xiumin menangis. Membuat Chen kaget dan khawatir. Dia pun segera memeluk Xiumin. Menyenderkan kepala namja manis itu di dada bidangnya.

"Sstt! Kau kenapa hm?" tanya Chen lembut.

"Hiks… A-aku… Maafkan aku Chen… Aku memang bodoh! Aku egois! Hiks…"

"Apa yang terjadi Xiu? Ceritakan padaku!" Chen dibuat semakin penasaran dan khawatir.

"Maaf… Ratu dari kastil yang kita tempati sekarang ini tau bahwa aku dan kau menjalin hubungan khusus. Hiks… dia tidak suka itu. Dia mengancam akan memasukkanku ke kurungan bawah tanah jika aku masih menjalin hubungan denganmu. Aku tidak mau itu! Aku takut jika harus di kurung di sana! Jadi aku memilih memutuskan hubunganku denganmu. Maafkan aku… Hiks…" jelas Xiumin. Tiba – tiba Chen tersenyum. Ia melepaskan pelukannya dari Xiumin dan menatap wajah namja manis yang sudah di penuhi oleh air mata itu.

"Ternyata hanya itu eoh? Hehe… Tidak usah terlalu di pikirkan." Chen menghapus air mata Xiumin. "Walaupun kita tidak menjalin hubungan khusus, kita tetap teman kan? Kau akan selalu menemaniku kan? Tidak apa kita tidak menjalin hubungan khusus. Yang penting… kau akan tetap berada di sampingku." Chen menempelkan keningnya di kening Xiumin.

Xiumin berhenti terisak saat memandangi wajah Chen yang sangat dekat dengan wajahnya. Di tambah kening mereka yang bersentuhan, membuat ujung hidung mereka juga ikut bersentuhan. Perlahan, Chen mendekatkan bibirnya ke bibir Xiumin. Menyadari itu, Xiumin segera menutup matanya.

Bibir keduanya menyatu lewat ciuman lembut penuh cinta. Chen sama sekali tidak menggerakkan bibirnya. Dia hanya menempelkannya ke bibir Xiumin. Tapi tiba – tiba Xiumin mulai melumat bibir Chen dengan kasar, ia melingkarkan tangannya ke leher Chen. Menekan – nekannya untuk memperdalam ciuman mereka. Chen membalas ciuman Xiumin yang sangat agresif tersebut.

Chen menjilat – jilat bibir Xiumin, meminta akses untuk masuk. Dan Xiumin dengan senang hati membuka rongga mulutnya. Chen pun segera memasukkan lidahnya ke mulut Xiumin yang hangat. Mereka saling menautkan lidah dan bertukar saliva. Xiumin menarik Chen untuk menindihnya di kasur tanpa melepaskan ciuman mereka. Tanpa terasa, air mata Xiumin sudah mengalir di pipi indahnya.

"Maafkan aku karena tidak jujur sepenuhnya, Chen."

+-+-+-EXO-+-+-+

Malam sudah semakin larut. Rombongan Kris terlihat sangat lelah sekarang. Mereka semua bersiap untuk tidur. Kyungsoo, Baekhyun, dan Tao tidur bersampingan. Baekhyun terlihat memeluk tasnya yang berisikan 6 kristal bening itu. Sementara Kris, Chanyeol, Sehun, Kai dan Suho tidur berpisah. Suho tidur di samping Sehun dan Kai. Sementara Kris dan Chanyeol lebih memilih sendiri.

Api unggun masih menyala, menghangatkan tubuh 8 insan yang tengah tertidur. Eh, tidak semuaya tertidur. Terlihat seorang namja tinggi berwajah tampan belum memejamkan matanya. Ia lebih memilih untuk memandangi tubuh namja mungil yang tengah tertidur di antara teman – temannya itu.

Namja tampan itu adalah Chanyeol, sedangkan namja yang di perhatikan olehnya itu adalah Baekhyun. Chanyeol menatap Baekhyun dengan pandangan bersalah. Sepertinya dia menyesal telah menyalahkan Baekhyun hingga namja manis itu menangis tadi.

"Maafkan aku Baekhyun-ah." Ucapnya. Setelah itu, dia memejamkan matanya, mencoba tidur seperti yang lain. Dan ke-8 insan itu sekarang benar – benar tertidur. Api unggun yang tadinya menyala sekarang sudah padam. Malam terasa begitu sunyi dan dingin.

Srak

Srak

Tiba – tiba, semak mulai bergesekan. Tidak ada yang menyadari itu karena memang mereka semua sudah pulas tertidur. 2 orang tiba – tiba keluar dari balik semak – semak itu. Mereka berdua terbang mendekati ke-8 orang yang sedang tertidur tersebut. Mereka adalah Luhan dan Lay yang sudah berubah menjadi Black EXOpixie.

"Aku tidak menyangka bisa menemukan mereka secepat ini." ucap Luhan kepada Lay. Lay hanya menyeringai.

"Aku senang karena tugas kita akan selesai. Bukan begitu Lay?" tanya Luhan. Lay pun mengangguk. Perlahan, Luhan mulai mendekati Sehun. Ia membelai pipi Sehun.

"Nggg~ Luhan~" racau Sehun dalam tidurnya.

Deg!

Luhan kaget karena tiba – tiba Sehun menyebut namanya dalam tidurnya.

"Lay, apa aku pernah mengenali namja ini? Kenapa dia menyebut namaku dalam tidurnya?" tanya Luhan yang memang tidak mengingat apa pun tentang kehidupan dulunya.

"Entahlah, aku tidak tau." Jawab Lay acuh tak acuh. Dia malah mendekati Suho. Entah mengapa, wajah Suho terlihat familiar di matanya.

"Namja tampan ini… aku rasa aku pernah melihatnya." Ucap Lay saat memandang wajah Suho yang sedang tertidur itu. Lay dan Luhan merasa benar – benar bingung sekarang. Saat melihat Suho dan Sehun, mereka merasa sangat familiar. Padahal ini adalah pertama kalinya bagi mereka bertemu dengan mereka (menurut Lay dan Luhan).

"Apa yang harus kita lakukan Lay?" tanya Luhan pada Lay.

"Aku juga tid-" ucapan Lay terputus tiba – tiba.

"Lay?" Suho mengeryitkan dahinya saat melihat Lay yang tepat berada di depan wajahnya. Lay dan Luhan membulatkan mata mereka kaget. Suho bangun dari posisi tidurnya dan menatap Lay dengan lekat.

"Kau benar – benar Lay?" tanya Suho lagi, tidak percaya. Dan kini pandangan matanya mengarah pada Luhan. "Dan kau! Luhan." Ucapnya.

"Tapi, kenapa kalian berbeda? Kalian… Black EXOpixie?" tanya Suho kaget setelah memperhatikan Luhan dan Lay lekat – lekat. Lay dan Luhan tidak dapat berkata apa – apa lagi. Mereka benar – benar kaget.

"Kau seharusnya tidak tau apa – apa!" bentak Lay.

Pyar!

Bruk!

Lay mendorong Suho dengan kekuatannya sehingga Suho terpental dan menabrak pohon di belakangnya dengan sangat keras. Suho meringis kesakitan, membuat semuanya terbangun dari tidur mereka masing – masing.

"Suho hyung!" pekik Sehun saat melihat Suho yang tengah meringis kesakitan tersebut. Dia segera menuju kearah Suho dan membantunya berdiri meski sedikit susah karena Suho merasakan punggungnya benar – benar sakit.

"Ada apa ini?" tanya Baekhyun kaget. Semua juga kaget. Terlebih saat mereka mendapati Luhan dan Lay dalam wujud Black EXOpixie.

"Lay? Luhan?" kaget Baekhyun, Tao, dan Kyungsoo. Mereka membulatkan mata mereka.

"Siapa kalian? Kami tidak pernah mengetahui kalian. Kenapa kalian mengetahui kami?" tanya Lay dengan angkuhnya seraya melipat kedua tangannya di dada. Tao menggeleng – gelengkan kepalanya tidak percaya pada kenyataan. Air mata bahkan sudah menggenang di pelupuk matanya.

"Apa yang kalian inginkan dari kami Black EXOpixie?" tanya Kris dengan nada dinginnya. Lay dan Luhan menyeringai.

"Tidak ada. Hanya Kristal bening yang kalian dapatkan di sungai Desort beberapa waktu lalu. Bolehkan?" ujar Lay dengan nada meremehkan.

"Coba saja ambil Kristal – Kristal itu! aku tidak akan membiarkan kalian melakukannya dengan mudah!" kata Chanyeol berani. Luhan terkekeh.

"Lu! Kenapa kau begitu?" tanya Sehun. Luhan sontak menatap kearah Sehun.

"Siapa kau?" tanyanya dingin.

"Apa kau tidak mengingatku Lu?" tanya Sehun sedih.

"Cih! Aku memang tidak pernah mengenalmu!" Sehun kaget mendengar jawaban Luhan.

"Sudahlah Hun. Sepertinya ingatannya hilang karena mereka menjadi Black EXOpixie." Bisik Kai kepada Sehun. Sehun hanya menunduk.

"Sudahlah! Kami tidak mau banyak basa – basi lagi. Sekarang cepat serahkan Kristal – Kristal itu!" gertak Lay dengan galaknya. Suho ingin sekali menangis melihat Lay yang sekarang. Air mata sudah menggenang di pelupuk matanya. Dia benar – benar tidak bisa berucap sepatah kata pun. Dia merasa, berbicara saja sangat sulit karena rasa sakit di punggungnya ini.

"Tidak akan semudah yang kau bayangkan!" jawab Tao sengit dengan setetes air mata yang sudah mengalir dari matanya. Semua kaget menatap Tao, termasuk Lay dan Luhan.

"Baiklah! Jika kalian menginginkan pertarungan, akan kami layani." Luhan menyeringai seram.

+-+-+-TBC-+-+-+

Huwaaaaa lamakah Lalla update? Kalo lama, mohon di maafkan ne~ #bow# Sebelum bagi rapot, Lalla emang agak sibuk… Terus keadaan yang tidak memungkinkan untuk Lalla lanjut FF… Kemarin – kemarin Lalla merasa kurang fit gitu… Mangkanya gak ngetik… Huwaaaaa tau gak readers? #readers : GAK!# Ya iyalah, kan Lalla belum kasih tau -_-"… Gini, kan tadi Lalla bagi rapot… Nah, tanpa Lalla sangka dan duga – duga… Lalla dapat juara 1 umum! Kyyyyaaaa! Bener – bener gak kebayang! Tadi tuh di sekolah, badan Lalla langsung gemeter, pengen nangis, jantung dag dig dug pas denger pengumuman… Hadooohhhh! Bener – bener gak nyangka Lalla :'D Huweeee… Pas nyampe rumah, Lalla langsung meluk eomma-nya Lalla #ya iyalah, masa eomma-nya EXO -_-# Setelah itu, appa ngajak makan – makan ke resto… Habis itu, Lalla di ajak belanja… Lalla di beliin boneka kodok yang unyuuuuuuu beud dah! .b Namanya Pyon… Hehe… Pokoknya seneng banget deh ^_^ Hey! Kok Lalla jadi curhat yah? Huwaaa kelampau seneng ini! XD Ok, ok, Lalla cukupkan aja yah… Sekarang, mari balas review-nya readers!

Balasan review :

BabySuLayDo : Ha? Hehe,, kayaknya Chen udah terbius sama kecantikan(?) Xiu ampe2 yg sayapnya item gitu di bilang peri… Huehehehe seneng deh kalo chingu suka! Lalla juga suka! #plak# Haha moga aja yah… Gomawo reviewnya :D

devinatan98 : Gomawo udah bilang keren :D Iya ini Lalla lanjut… Gomawo ne :D

KaiSooEXOShipper : Haha iya2 ini ChenMin moment lagi… XD Gomawo2 pujiannya ne… And gomawo juga udah review :D

KaiDo Ship Fanboy : Hm, okey… Sip2 oppa… Emang couple satu ini selalu sweet . Tapi gak bisa membandingi BaekYeol ama KaiDo… Wkwkwkwk XD Gomawo reviewnya oppa :D

Akita Fisayu : Wooo calm down Akita :D Iya gpp kok :) Makasih udah suka… Hehe… Kalo itu Lalla kurang yakin… Jinjja? Membosankan? O.O Huweeee… Hmmm,,, satu chap di buat panjang? Ok, ok, Lalla usahain… Iya gak apa – apa kok :) Lalla gak merasa tersinggung… Gomawo2 ne~ Reviewnya Lalla suka :D

BlueHae1409 : Iya… Ini udah chap 11… Baca lagi yah… Gomawo :D

Kim Haerin-ah : Haha sabar2 buat SuLay shipper… Huweee kalo TBC gak cepet, Lalla belum bisa kabulin sekarang. Insya Allah chap depan yah :) Makasih atas semangatnya… Gomawo :D

Sabrina Lia Aisyah : Haha gak apa2 kok chingu :D Pantesan, kok rasanya Lia gak review gitu… Hehe… Bener tambah seru? #mata berbinar#plak# Huwaaaaa mianhae buat yang ituuuuuu TT~TT Seohyun emang tega! #di cincang Seo# Bener2! Chanyeol emang suka esmosi tuh! #plak# Huwaaa makasih semangatnya chingu… Doa buat Lalla juga gomawo baget :D Gomawo, Lalla suka review kamu :D

baby blue : Huwaaaa mian kalo chap 10 pendek! Chap 11 pendek juga ya? Jeongmal? Gomawo udah bilang seru :D Haha gak lah ding! Cukup Lay ama Luhan doang… Hm,, Lalla emang belum kepikiran buat sweet moment buat couple yang lain… Mian ne… Hah~ Mereka ngelawannya sambil loncat2 kayak kodok chingu #di geplek# Jadi deh bisa gebukin tuh monster sialan. Lagi pula monsternya gak gede2 amat… Ne~ Ini di lanjut… Gomawo :D

christina : Haha… Mereka emang sweet… Beuh! Berhasil dong Lalla buat moment couple ini… Hahahay! Omo! Chanyeol jangan di lempar sandal chingu! Tuntutan naskah! Haha… XD Ne, hwaiting! Gomawo :D

BaekRen : Gomawo udah muji FF sarap ini :D Mian gak bisa update kilat… Tapi ini udah update… Baca lagi yah… Gomawo :D

Tania3424 : Ne annyeong ^^ Lalla kedatangan reader baru mulu deh akhir2 ini ._.a Haha, jeongmal? Gomawo ^^ Review and baca lagi yach :D

ChwangMine95 : Relakan saja chingu~~ Tuntutan naskah~~~ #maksud lo apa thor?# Amin! Moga di naskah bilang gitu juga! Haha, berarti Lalla bener2 berhasil bwt moment mereka :D Ini di lanjut lagi… Gomawo :D

Hyemi EXOtics : Lalla tau kok ama Hyegun EXOtics… Ohh, jadi ini Hyegun EXOtics ya? Oh, ne, ne :D Hubungan ChanBaek? Hanya Lalla yang tau! Hahaha! #ditendang# Ok ;) Ini udah next chap. Di sini konflik BaekYeol belum kelar x( Makasih semangatnya :D Dan gomawo udah review :D

Rio : Bagian mana yang sweet chingu? ChenMin? Siapa yang jahat chingu? Xiumin? Ne~ Ini udah Lalla lanjut… Baca lagi yah :D

agittaTAORIS : Hehe… Omo! Ampe kejang2 gitu! XD Huweee iya :'( Oh, gomawo reviewnya :D

Gomawo buat semua yang udah review :D Please review again. Don't be siders please :D