Epilogue

Title : That XX

Author : Ruby Kim

Cast : Wu Yi Fan (Kris) X Huang Zi Tao (Tao)

Genre : Romance and Hurt/Comfort

Disclaimer : Cast bukan milik saya, cerita asli milik saya. This story is pure fiction, nothing related to real life.

Length : Chaptered

Rated : T

Summary : Kris terbelenggu masa lalu yang menyakitkan membuatnya harus kehilangan namja yang sangat mencintainya. Saat dia sadar akan perasaannya namja itu sudah menghilang dari hidupnya. "Hubungan kita seperti lagu That XX milik G-Dragon. Aku, kamu dan dia."

KrisTao is here! YAOI!

Warning : This story contains relationship between man and man (Boys X Boys). Full yadong yaoi NC21+. Do not read it if you do not like it. Please click back.

Author's Note : Terimakasih yang sudah membaca dan memberi review ^ ^. Terimakasih sudah membaca sampai FF ini selesai. Aku senang sekali pada akhirnya FF ini tamat. FF baru akan aku publish secepatnya. Beritahu aku tentang FF ini dari kelebihan dan kekurangannya agar nanti bisa diperbaiki lagi. Saran kalian akan sangat membantu untuk FF selanjutnya. Semoga kalian suka ending-nya, maaf jika terlalu pendek dan kurang memuaskan. Jadi aku tunggu ya! So, hope you like it!

.

.

.

.

.

Epilogue

Seorang anak kecil tengah bermain diruang televisi. Acara kungfu panda yang tengah dia tonton diabaikannya saat mendengar suara mobil dari halaman rumah.

Ditatapnya pintu lekat-lekat, berharap orang yang dia tunggu yang akan masuk.

"Aku pulang"

"Daddy!" anak itu terpekik senang. Melempar robot yang sedang dia pegang dan berlari ke arah ayahnya.

"Baby Dragon! Daddy rindu padamu" Kris menangkap anaknya dan langsung menggendongnya. Diciumnya kedua pipi gembil anaknya membuatnya terpekik kegelian.

"Gege? Kau sudah pulang?" tanya Tao dari arah dapur.

"Ya sayang"

"Mommy, masak apa?" tanya Kris melepas sepatunya masih dengan Zifan digendongannya "Zifan meminta Mommy memasak steak! Dengan kentang tumbuk dan sayuran! Mm...roti panggang dengan banyak keju!" jawab Zifan bersemangat.

"Kalau begitu kita curi keju dari Mommy" kata Kris yang disambut pekikan senang Zifan. Digendongnya Zifan menuju dapur. Dilihatnya Tao tengah memotong sayuran sambil bersenandung kecil. Kris mengambil sepotong keju dan memberikannya pada Zifan yang terkikik senang.

"Ge, sudah kukatakan padamu jangan mencuri makanan saat aku sedang memasak" omel Tao "Hanya sedikit sayang" balas Kris menurunkan Zifan dari gendongannya. Tao bergumam tidak jelas. Kesal karena selalu kalah dari Kris.

"Zifan, bukankah kau punya sesuatu untuk diperlihatkan pada kami setelah Daddy pulang?" tanya Tao membungkuk dan mengusap rambut Zifan lembut.

Zifan tampak terkejut dan mengangguk bersemangat "Zifan lupa, Daddy jangan kemana-mana! Zifan segera kembali!" seru Zifan berlari keluar dari dapur.

Tao terkekeh kecil melihatnya. Dia akan melanjutkan acara memasaknya jika saja Kris tidak menarik pinggangnya "Hai sayang" bisik Kris lembut. Diciumnya bibirnya Tao dan dilumatnya penuh perasaan.

"Ciuman selamat datang untukku" wajah Tao langsung merah mendengarnya "Aku akan melanjutkan memasak" kata Tao mencoba melepaskan pelukan Kris tapi pelukannya malah semakin erat.

"Aku rindu sekali padamu" lirih Kris, ciumannya turun ke leher Tao yang sensitif. Tao menutup mulutnya berusaha untuk tidak mendesah.

"Ge, ada Zifan" tolak Tao "We'll continue this after Zifan sleep?" tanya Kris mengangkat alisnya, Tao mengangguk dengan wajah merah.

Kris langsung memeluknya dan memberinya ciuman lagi "Kau manis sekali"

"Daddy!"

Zifan berlari kecil menghampiri mereka, Kris melepas pelukannya dan mensejajarkan tingginya dengan Zifan. Dia terlihat menyembunyikan sesuatu dibalik punggungnya.

"Ya sayang? Apa yang ingin kau perlihatkan?" tanya Kris. Zifan terlihat bergerak gugup. Dia menggigit bibirnya dan terlihat seperti akan menangis.

"Zifan? Kau menangis? Daddy tak akan memaksamu" kata Kris terkejut melihat anaknya terisak.

Tao menghampiri Zifan dan memeluknya "Kau tidak mau memperlihatkannya pada kami?" tanya Tao "Zifan tidak bisa menggambar, gambaran Zifan tidak bagus. Zifan tidak mau membuat kalian sedih melihatnya" jawab Zifan "Tidak apa-apa sayang. Itu sudah menurun dari ayahmu" kata Tao tersenyum sementara Kris memberinya deathglare.

Dengan tangan gemetar Zifan menunjukan kertas yang tersembunyi dibalik punggungnya.

"Aku gambar kita. Daddy, Mommy dan Zifan"

Tao menutup mulutnya tak percaya. Dikertas itu ada gambar Tao dan Kris dengan Zifan ditengah mereka saling berpegangan tangan. Ya walaupun gambarnya tidak bagus. Tapi untuk anak seumur Zifan gambar itu jelas gambar orang. Diatasnya ada tulisan 'My Lovely Family'

"Mommy jangan menangis, Mommy tidak suka ya?" tanya Zifan terisak melihat ibunya menangis.

"Tidak sayang, Mommy bangga sekali padamu. Terimakasih" kata Tao memeluk Zifan.

Kris tersenyum melihat keduanya dan ikut memeluk mereka.

#In KrisTao Room

"Siapa yang mengajari Zifan menggambar?" tanya Kris setelah selesai memakai bajunya.

Tao yang tengah membaca novel menoleh "Aku tidak tahu, sepertinya dia belajar sendiri" jawab Tao menyimpan novelnya saat Kris sudah masuk ke dalam selimut.

Kris meraih Tao ke dalam pelukannya dan mencium keningnya "Aku menemukan lagu bagus hari ini" kata Kris.

"Benarkah?" tanya Tao penasaran.

"Kau mau mendengarnya?" tanya Kris. Tao mengangguk antusias.

"Nyanyikan saja" pinta Tao "Tapi suaraku tidak bagus" kata Kris "Tidak apa-apa"

I may seem strong, I may be smiling
But there are many times when I'm alone
I may seem like I don't have any worries
But I have a lot to say
The moment I first saw you, I was so attracted to you
I didn't weigh out my thoughts and just talked

I should've been more careful, I should've saved myself
So I wouldn't get heart
I've never felt like this before, like my breath will stop
My head is filled with thoughts of you
Your face, the sound of your laughter

The answer is you (That is you)
My answer is you (Only you)
I showed you my everything
You are my everything, because I was so sure

I couldn't say that I've waited for you
So I'm writing then erasing
Being curious about your day takes up all of my day

I'll wait for you, you you you
Open your heart, you you
I can't help my heart
You are my everything
It'll be forever, my love

(Oh I'm nothing) Don't leave, just let me stay by your side
(Just let me stay by your side) No matter how much I think about it
(Oh it's you) Because it's you
It's you

EXO – My Answer

-English Short Lyric-

Kris dapat merasakan dadanya basah. Tao menangis. Kris mengusap air matanya dan menciumnya lembut "Kenapa menangis sayang? Apa suaraku sejelek itu sampai kau menangis?" canda Kris.

Tao tertawa dan memukul dada Kris "Bagus sekali ge, aku menyukainya" kata Tao tersenyum "Ini lagu untukmu, tak ada lagi That XX" kata Kris, Tao mengangguk menyetujui.

"Terimakasih Kris"

"Tidak sayang, terimakasih Wu Zi Tao"

Bibir tipis itu kembali menyentuh bibir kucing didepannya.

"Wo ai ni"

"Wo ye ai ni"

"Ngomong-ngomong, aku ingin anak kedua perempuan"

"!"

.

.

.

The End

.

.

.

Mind to Review and Comment?

Have Request Couple For New Story?

Special Thanks

| LVenge | annisakkamjong | Aiko Michishige | huangzifanfan | celindazifan | Ammi Gummy | aldif.63 | ajib4ff | Kirei Thelittlethieves | Luph ChanBaek KrisTao | luphbepz | buttao | Rich | PrincessZitao | pantao | ZiziMRA28 | ang always | Aiko Valler | AulChan12 | popyanzz | fanfandck90 | gici love sasunaru | tao6800 | Alda N | princess huang | WHO Yizi OsHztWyf | Xyln | .7399 | hztao | zee konstantin | Alda N - Yoshinaoko Monamie | Firdha858 | princessyahrini | KrisTaoTao | Eka yoon | YuRhachan | Guest |

Thank You Very Much

-Ruby Kim-