Trap

.

Main cast : Park Jimin

Pair : Vmin

Genre : humor, romance, drama

Rated : T – M (hehehe)

Happy Reading

Love and peace :3

.

.

.

AUTHOR P.O.V

Jimin menunduk dalam sambil mengigit bibirnya…

Suasana kantin yang awalnya ribut menjadi sunyi… benar-benar sunyi… seperti kuburan di malam hari.

Jungkook yang notabene teman sekalas Jimin hanya bisa menggelengkan kepala pelan, memegang nampan berisi makanan dengan tegang, dan membalik badan. Lalu seakan tidak mengenal Jimin, Jungkook pergi dengan terhormatnya.

'Sialan…'

Batin Jimin dalam hati saat melihat sahabat tercintanya itu sudah pergi menjauh dan mengambil tempat duduk paling sudut sambil sesekali melirik Jimin yang terduduk di lantai. Yah, mau bagaimana lagi? Jungkook masih sayang nyawa.

"APA KALIAN SEMUA LIHAT-LIHAT?!" bentak seseorang di depan Jimin yang berdiri tegap, kedua tangannya dia masukkan ke dalam saku celana dan melirik seluruh orang dengan tatapan tajam. Membuat semua siswa yang masih mencintai nyawa mereka langsung memalingkan wajah dan melakukan kegiatannya kembali, sambil berdoa yang terbaik buat Jimin.

Orang di hadapan Jimin melangkah satu langkah mendekati Jimin, membuat napas Jimin tertahan.

Langkah kedua membuat Jimin benar-benar berdoa kepada Tuhan, setidaknya dia tidak ingin mati dulu! Lulus SMA saja belum…

Langkah ketiga membuat jantung Jimin berhenti berdetak.

Dan tiba-tiba sosok di hadapannya berjongkok, membuat Jimin bisa melihat wajahnya yang mengerikan dan memekik tertahan.

"Kau…" suaranya yang lirih membuat seluruh tubuh Jimin kaku seketika.

"Kau membuatku mandi dua kali pagi ini… huh?" lanjutnya pelan, suaranya yang berat benar-benar membuat Jimin hanya bisa terdiam menunduk. Bahkan menatap matanya saja Jimin tidak berani.

"TAPI TIDAK PERLU DENGAN KUAH RAMEN JUGA BUKAN?!" bentak Taehyung, yang terkenal sebagai anak paling berandal di sekolah.

Oh, salahkan kaki Jimin yang dengan mudahnya tersandung dan membuat cup ramen kesayangannya melayang ke kepala preman sekolah bernama Kim Taehyung.

Lihatlah sekarang, rambut coklat tua Taehyung sudah ada hiasan mie berwarna kuning cerah dan kuah ramen panas membuat seluruh kepala Taehyung basah.

"Kalau kepala aku botak gara-gara kuah ramen sialan ini, gimana huh?!" kesal Taehyung sambil menunjukkan cup kosong di depan wajah Jimin.

"Me—mangnya bisa botak yah?" tanya Jimin dengan polosnya. Membuat Jungkook memukul dahinya sendiri, terkadang sahabatnya itu kelewat bodoh memang.

Raut wajah Taehyung berubah, membuat Jimin meneguk ludah kasar dan mencicit kecil. "Maa—af… aku tidak bermaksud, tadi itu kesandung… serius… maaf…" kata Jimin sambil menutup mata.

GREP!

"Gyaa! Maaf maaf! Aku minta maaf sungguh!" teriak Jimin saat Taehyung dengan ganasnya menyeret Jimin pergi menjauh dari kantin.

Dan pada hari itu, Jungkook berjanji akan menjadi orang pertama yang datang ke pemakaman sahabat tercintanya…

.

.

.

"SIRAM YANG BENAR!"

Dan di sinilah mereka… di dalam tempat mandi pria yang memang disediakan oleh sekolah. Well, sekolah yang kita bicarakan di sini adalah sekolah ternama. Bahkan mempunyai kolam renang, hal itu lah yang membuat adanya tempat mandi pria dan wanita.

"Siap tuan!" balas Jimin sambil menyirami kepala Taehyung dan mengambil beberapa mie yang masih duduk dengan setianya di kepala Taehyung. setelah itu Jimin dengan sigap memberikan rambut Taehyung shampoo dan membilasnya sekali lagi.

"Sial lah… untung kuah ramenmu tidak terlalu panas…" gumam Taehyung saat melihat wajahnya memerah di kaca. "HANDUKNYA MANA?!" kesal Taehyung yang membuat Jimin langsung memberikan handuk dengan cepat.

Jimin akhirnya hanya bisa melihat proses Taehyung mengkeringkan rambutnya dengan tatapan melongo. Bagiamana tidak? Lihatlah badan Taehyung yang sedikit berbentuk dan kulit tannya yang basah. Ditambah tatapan mata yang tajam, hidung mancung, dan bibir yang merupakan penghias sempurna di wajah tampan Taehyung.

Taehyung memang boleh dikatakan preman sekolah atau apapun itu… bahkan guru pun takut sama Taehyung, well... Taehyung juga merupakan anak dari pengusaha kaya. Yang memberikan sumbangan paling banyak ke sekolahnya. Kalau sudah begitu, bagiamana coba caranya guru melawan Taehyung? Tapi wajahnya yang benar-benar seperti dewa membuat dirinya sering dipuji siswa di sekolahnya. Dipuji secara diam-diam tentunya… soalnya, siapa yang mau bicara dengan manusia persis seperti raja hutan?!

Sebenarnya Jimin termaksud anak yang beruntung, mungkin gara-gara Jimin selama ini adalah anak yang baik dan selalu mengikuti peraturan… akhirnya Tuhan memberikannya hadiah, untuk tidak babak belur di tangan Taehyung. Pasalnya, ada teman sekelas Jimin yang tanpa sengaja menubruk tubuh Taehyung. Lalu berakhir dengan terbaring di rumah sakit.

"Cuci bersih seragamku dan besok aku mau semua sudah bersih! Kau mengerti?!" perintah Taehyung yang membuat Jimin mengangguk cepat dan mengambil atasan seragam Taehyung yang sudah bau ramen.

Sedangkan Taehyung sudah memakai baju olahraga yang untung saja dia bawa hari ini karena ada pelajaran olahraga. Kalau tidak mungkin Taehyung akan memalak anak kelas lain dan meminta baju olah raga mereka.

Taehyung melihat Jimin yang melipat seragamnya dengan perlahan, dahinya mengkerut seakan berpikir sesuatu. "Oi, pendek!" Jimin langsung melihat Taehyung dengan tatapan ingin marah. Tapi sengaja ia tahan.

Berikan tepuk tangan untuk Jimin yang berhasil menahan emosinya, karena 'Pendek' adalah kata yang terlalu sensitive bagi Jimin. Jungkook pernah mengejeknya seperti itu dan kaki Jimin melayang ke kepala Jungkook sebagai balasannya.

Tapi untuk kali ini… Jimin rasa kalau dia memukul Taehyung, yang ada dirinya berakhir di kuburan…

Taehyung menyeringai kecil melihat wajah Jimin yang seperti menahan amarah.

"Ikut aku." Katanya sambil menarik tangan Jimin kuat.

.

.

.

Jimin mengkerutkan dahinya tidak mengerti.

Taehyung tidak memukulnya atau apapun itu waktu mengajak Jimin ke halaman belakang sekolah. Yang ada sekarang Jimin bersandar di salah satu pohon dan Taehyung baring dengan paha Jimin yang jadi bantalannya.

Jimin memang bersyukur dia tidak dipukul…

Tapi, Jimin tidak mengerti kenapa Taehyung yang sekarang malah bersikap aneh dengannya. Tidur di pahanya sambil terkadang sedikit bersenandung kecil.

Tiba-tiba Taehyung bangun dari tidurnya dan membuka satu bungkus permen lalu memakannya. Dia menatap wajah Jimin yang sekarang juga melihat wajah Taehyung dengan polosnya.

"Mau permen?" tanya Taehyung yang membuat Jimin tersenyum tipis.

"Mau!" katanya sambil mengulurkan satu tangannya. Taehyung pun merogoh saku celananya dan terdiam.

"Kurasa permen yang kumakan adalah permen terakhir…" gumam Taehyung.

"Halah… yasudah deh." Kata Jimin sambil mengkerucutkan bibirnya kecil. Melihat itu Taehyung menyeringai nakal, ide licik terlintas di kepalanya.

"Hei…"

"Ap—hmmph!"

Jimin terkejut, saat Taehyung mencium dirinya dengan lembut. Membuat Jimin sedikit terlena dan menutup matanya pelan. Tapi semakin lama Taehyung semakin berani, menggigit bibir bawah Jimin yang membuat Jimin mengerang kecil. Membuka mulutnya dan memberikan kesempatan untuk lidah Taehyung masuk ke dalam.

Jimin merasakan manis dan sebuah rangsangan yang membuat tubuhnya melemas. Lidah Taehyung bergerak dengan sangat amat lembut, lidah Jimin benar-benar dimanjakan oleh Taehyung. Oh, Jimin rasa dirinya sudah berada di surga sekarang.

Taehyung menghisap lidah Jimin dan mempermainkan lidah Jimin dengan pelan. Membuat Jimin tanpa sadar meremas rambut Taehyung demi menyalurkan rasa kenikmatan yang diberikan Taehyung.

Beberapa menit kemudian, permen yang awalnya di mulut Taehyung berpindah ke mulut Jimin dengan sempurna. Membuat Taehyung melepaskan ciumannya dengan dada naik turun, menghirup oksigen yang sempat terlupakan.

Taehyung melihat wajah Jimin yang sudah memerah sempurna, bibirnya sudah bengkak karena Taehyung. Membuat Taehyung menjilat sisa saliva yang ada di bibir Jimin dengan lidahnya.

Jimin benar-benar merasa pikirannya melayang sekarang. Ciuman lembut dari Taehyung mampu membuat jantungnya berdebar keras dan Jimin merasakan sesuatu di hatinya yang seperti menggelitik tubuhnya. Dan apa ini… Jimin rasa bahwa dirinya senang?

"Jimin-ah…" suara Taehyung yang turun satu oktaf membuat Jimin menatapnya bingung.

"Hukumanmu hanya satu…" gumam Taehyung, tangannya menarik kepala Jimin agar mendekat. Dengan perlahan Taehyung menghembuskan napasnya di telinga Jimin.

"Mulai sekarang, kau terjebak di genggamanku. Kau mengerti? Pa—car—ku?" kata Taehyung yang entah kenapa membuat Jimin ingin berteriak kesenangan. Tapi, nyatanya Jimin hanya mengangguk pasrah.

Taehyung pun berdiri dan meregangkan seluruh otot tubuhnya. "Well, aku akan tidur di UKS. Kau baliklah ke kelasmu, sayang~" kata Taehyung sambil tersenyum yang membuat seluruh tubuh Jimin lemas.

Bagimana tidak? Untuk pertama kalinya dia melihat preman tampan di sekolahnya tersenyum! Dan itu mampu membuat jantung Jimin meloncat-loncat bahagia.

Oh tidak… Jimin rasa hukuman yang Taehyung berikan untuknya lebih parah daripada pukulan di tubuh…

Kalau begini ceritanya, tentu tidak sehat bagi jantung Jimin yang masih muda.

Tapi entah kenapa Jimin merasa senang…

Mendapat sebuah hukuman, yang terjebak dalam genggaman seorang Kim Taehyung.

.

.

.

Taehyung pergi melangkah menjauh dari Jimin yang masih terduduk dengan muka memerah. Dia melangkah begitu cepat hingga menyamai kecepatan cahaya.

Sesampainya di depan pintu uks, dirinya melihat ke kiri dan kanan. Memastikan bahwa lorong sekolahnya kali ini sepi, karena semua siswa sudah masuk kelas.

Tanpa aba-aba, muka Taehyung memerah sempurna. Kakinya langsung melemas dan dia terduduk di depan pintu UKS.

Tapi sedetik kemudian dirinya tersenyum senang. Tangannya sudah memukul udara berkali-kali dan senyum tak kunjung lepas dari wajah tampannya.

Oh, mari kita lihat dari awal lagi…

Apa aku lupa bilang?

Sebenarnya bukan salah kaki Jimin yang kesandung tanpa alasan jelas.

Tapi salahkan rencana licik Taehyung, yang dengan sengaja menginjak tali sepatu Jimin dari belakang. Membuat Jimin jadi terjatuh ke belakang dan menabrak tubuh Taehyung. Kalau membahas soal kuah ramen… sebenarnya Taehyung tidak tau Jimin membeli ramen hari itu. Hasilnya? Taehyung harus menahan sakit karena panasnya kuah ramen!

Ukh… Taehyung sedikit menyesal karena melakukan aksinya tanpa melihat apa yang dibawa Jimin terlebih dahulu.

Ah, kurasa kita harus memberikan Taehyung tepuk tangan kecil…

Karena sudah berhasil menjebak Jimin.

Yah, walau caranya… sedikit unik.

Tapi Taehyung berhasil bukan?

Mendapatkan orang yang sangat dia cintai selama ini.

.

.

.

Keknya kagak ada basa-basi deh…

Nak cabut buat ff A Mask nich! Doakan aku lancar buatnya yach~

Balasan Review :

Amiracarlin2, hahahahaha kasihan dong kalau si yoongi di tendang amp eke mars… nanti naena ama jiminnya kek mana?

ZENminz-BaoChim, aku kalau jadi si chimchim juga bakal naik kap mobil lalu bilang fuck. Ngeselin cuk ketemu orang kek yoongi. Minta ditabok sepertinya Yoongi…. Wkwkwkwkwk. Kagak deh, gua kagak kuat buat enceh… ff vkook yang sebelah aku mau buat nc butuh 3 hari baru siap. Itupun setengah… gua nyerah :') #curcol

Avis alfi, jimin memang aneh banget di sebelah… dan disini polos banget? Wkwkwkwk… tapi aku kalau ketemu orang senyebelin yoongi, mungkin udah aku pecahin tuh kaca mobil pakai batu. Enak aja ngasih uang dengan kek gitu… kan nyebelin -,-

Minchimin, iya nich… aku juga seneng kalau punya tunangan kek yoongi~~ wkwkwkwk

Trb bantanboys, tae selalu dinistkan… eh tapi… disni gak dinistakan loh… wkwkwkwk

Keymingi02, aku selalu sabar kaka :')

Jchimchimo, kayak aku nih? Manis? Wkwkwkw

ChiminChim, hahahaha… aku selalu ngasih fuck deh rasanya eon… selalu…

Applecrushx, YOONGI RANDOM JIMIN BARBAR… lengkap sudah.

Sanaa11, endingnya si Yoongi bener-bener random yah…

Menantu Chanbaek, jimin suka tawuran yoongi nya random. Pasangan paling complit di dunia XD

Gummysmiled, mereka berdua sama-sama aneh :'D

PikaaChu, aku juga rada" #ehh?

JiminVivi, keknya kagak bakal ada sequel deh… wkwkwkwk

Kumiko Ve, Yoongi emang random banget yah di situ? Parah-parah, belum sah udah anu-anuan?

Zyan Chim-Chim, dua-duanya aneh udah die pep semalem… wkwkwk

Mingyao, yep! Awalnya itu untuk iseng aja buat JinMin… but, aku ubah jadi YoonMin.. dan sepertinya miss sedikit. Wkwkwkwk

Ok dah… A Mask mana A Mask?

Love and peace :3