"Gwaenchana yo?"

"Un..."

Taehyung berhenti sesaat, untuk memperbaiki posisi badan Hoseok pada punggungnya. Setelah posisinya kembali dirasa nyaman serta dirasa pas untuk menghemat energi, Taehyung melanjutkan langkah dengan lebih pelan dan berhati-hati.

"Kalau anda mengantuk tidurlah..."

Hoseok langsung menggeleng cepat, "mana bisa aku tidur dalam keadaan seperti ini!"

"Semuanya akan baik-baik saja, Hoseoksshi."

"Tapi..."

"Lebih baik anda tidur daripada harus berkeringat dingin dan gemetaran terus menerus."

"Plis, apa aku tak boleh mendengarkan lagu heoh?"

"Dan baterai handphone anda akan terbuang sia-sia jadinya."

"Uughh..."

"Nah, kuharap ini bisa sedikit membantu. Ketika Tuan Muda bermimpi buruk, aku menyanyikan ini sebagai pengantar tidur."

Hoseok mengerjap pelan, tatkala senandung merdu mulai dialunkan oleh suara bass Taehyung. Terdengar pelan, mungkin karena hanya ditujukan kepada Hoseok seorang namun sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa seorang Kim Taehyung ternyata bisa bernyanyi dengan sangat baik.

Dan juga nyanyiannya kini perlahan-lahan memberi ketenangan kepada Hoseok.

Si pemuda yang digendong kemudian merangkul leher sang butler dan merebahkan kepalanya pada bahu lebar itu. Sepasang mata Hoseok kini mulai tertutup rapat, dan setelahnya ia tenggelam ke alam mimpi.

Tanpa tahu kakak perempuannya yang selangkah di depan bersungut-sungut penuh arti sedari tadi.

Just Look at My Soul

Cast:

Min Yoongi (GS)

Park Jimin

Kim Taehyung

Min Hoseok

Min Seokjin (GS)

Kim Namjoon

Jeon Jungkook

#### ####

Kim Taehyung melirik jam tangannya, inginnya mengetahui waktu namun yang ia dapati malah satu hal membingungkan lainnya selain mobil yang bergerak sendiri beberapa waktu lalu. Sepasang matanya kemudian menyorot Seokjin yang berjalan lebih dulu menerangi jalan mereka dengan handphone, "Seokjin,"panggilnya, "jam berapa sekarang?"

"Hm?"Seokjin menyahut santai dan sembari tubuhnya tetap mengarah ke depan ia langsung melihat jam tangannya. Gadis itu sedikit mengernyit dan bergumam heran, "eh? Kok mati? Padahal baru seminggu yang lalu baterainya diganti..."

"Jam tanganmu mati juga, ya?"

Mendengar 'juga' dalam pertanyaan Taehyung, Seokjin langsung berbalik dan menghentikan langkah, "tunggu, jam tanganmu juga?"

"Ne. Dan semenjak menjadi butler saya tak pernah membiarkan hal seperti ini terjadi, maksudnya saya adalah seseorang yang mengatur ini-itunya untuk Tuan Muda. Penanda waktu termasuk hal terpenting bagi saya."

Seokjin lalu memeriksa layar handphonennya, "heol. Sejak kapan ada tanda strip di jam handphone- Astaga... astaga... Plis, aku mulai merinding nih."

Tepat setelah Seokjin mendecak malas, handphonenya mati dan hal itu makin menaikkan bulu ramangnya. Namun untungnya cahaya bulan memang cukup terang malam itu, jadi mereka tidak terlalu diliputi oleh kegelapan pekat. Bias rembulan menembus dari balik dedaunan lebat, berkatnya Seokjin dan Taehyung masih mampu saling melihat. Dan karena itulah, Seokjin melihat jelas bagaimana perubahan ekspresi pria di hadapannya.

Raut Taehyung mengeras, bibirnya terkatup rapat dan matanya melotot tak percaya. Seokjin menafsirkan semua itu sebagai mimik wajah seseorang yang melihat hantu. Ia jadi agak sangsi membalikkan badan, namun begitu sebuah panggilan akhirnya meluncur dari bibir Taehyung serta Seokjin akhirnya sadar jika terdapat sebuah penerangan berbahan api di belakangnya ia memutuskan untuk memutar tubuh.

"Tuan Muda..."begitu Taehyung berucap.

Dan Seokjin, terperangah tak percaya bahkan menjatuhkan handphone dalam genggaman begitu saja, "mustahil..."

GantoSci

"Untuk apa kau ke sini Kelinci Breng- Aw!"

Yoongi memutar bola matanya dan menggeram di dalam hati.

[Kenapa kau malah mencubitku, Nona Park]

Jimin malah mencoba tersenyum kepada sosok lain di hadapan sana, namun jelas-jelas batinnya berteriak lantang kepada Yoongi.

[SIAPA YANG KAU PANGGIL NONA PARK HHA!? DAN SUDAH KUBILANG DIA ITU REKAN BISNIS PAPA KAN!]

[JADI AKU MUSTI MENJAGA SIKAP BEGITU!?]

[TENTU SAJA BODOH-]

[HELL]

"Well, apa kalian benar-benar bertunangan heoh?"ucap pemuda yang duduk di seberang Jimin, sang anak bungsu dari keluarga Jeon yang beberapa saat lalu tiba-tiba saja muncul di kediaman Park.

"Itu-"

"Benar. Kami berdua sudah bertunangan." Yoongi meraih tangan Jimin, menggenggamnya erat dan menampilkan sebuah senyuman arogan. Sedang Jimin melotot sempurna dan tentu saja bingung dengan sikap Yoongi yang terasa janggal.

[Lepaskan tanganku dasar makhluk pucat!]

[Tanganku? Maksudmu tanganmu?]

[Ya! Aku sedang tidak bercanda! Dan apa-apan sikap-]

"Really? Kok tidak ada pemberitahuan sama sekali ya. Bahkan tak satupun media-"

"Kau tahu privasi kan, Jeon Sialan Jungkook,"sela Yoongi yang mulai jengah dengan sikap meremehkan Jungkook yang benar-benar terasa menyebalkan, "kami sedang tak ingin mengumbar-ngumbar hal-hal yang bersifat pribadi."

Jungkook hanya mendengus lucu, lalu tangannya terangkat dan jemarinya memberikan suatu isyarat untuk sosok yang sejak tadi setia berdiri di sampingnya.

Boyoung, pelayan pirbadi Jungkook yang bertubuh mungil dan berstelan rapi itu memberikan tuan mudanya sebuah handphone yang telah tersambung dengan kontak bernama 'Nyonya Besar'.

"Halo, Mama,"begitu kata Jungkook setelah handphone tertempel di telinga kirinya.

Yoongi mulai mengernyit tak suka, sedang Jimin hanya mengerjap pelan tak mengerti apa-apa.

"Kookie? Ada apa, Sayang? Bukannya seharusnya kau sudah sampai di sekolah hm."

"Un, aku baru sampai dan sebelum masuk kelas tiba-tiba saja teringat akan sesuatu."

"Omo, apa ada yang ketinggalan, Sayang? Boyoung tak mungkin melewatkan sesuatu."

"Tidak ada yang ketinggalan kok, Ma. Aku hanya ingin cepat-cepat menyampaikan sesuatu sebelum terlambat."

"Aigooo, sepertinya penting sekali. Sebentar lagi kelasmu akan dimulai kan."

"Yup. Benar-benar penting. Aku menyukai seseorang, Mama. Dan katanya gadis itu telah bertunangan dengan Park Jimin."

"Park Jimin bertunangan?! Astaga, kenapa Mama tidak tahu."

"Well, mungkin karena belum pasti. Aku bilang 'katanya' kan. Mama mengerti maksudku kan."

"Aigooo, tentu saja, Sayang. Kalau begitu hari ini juga akan Mama usahakan untuk menyuruh Papamu membicarakan ini dengan Tuan Park. Tuan Park tak pernah menolak permintaan kita kan."

"Un, gomawo, Mama."

Yoongi mendesis kesal [Dasar kelinci setan]

-TBC-

Gamsahamnida ~

Ganto lagi buru2, jadi ga byk bacot. See u next time~

Once again, gamsahamnida ~

.

.

Ganto, 29 Juni 2017