Hiyorin P.O.V

"Gomen nasai..." Kata Otoya yang gagal dalam pertunjukkan sihirnya.

"Yang tadi itu bukan sepenuhnya salahmu Otoya." Hiburku.

"Minggu depan aku akan berusaha !" Seru Otoya yang langsung semangat.

"Aku juga akan berusaha !" Seru Reiji sambil berpose aneh.

"Apa-apaan itu ?" Tanya Tokiya.

"Pose semangatku~" Jawab Reiji.

"Kerja bagus, minna-san !" Seru seseorang yang tiba-tiba masuk. Dari suaranya kami bisa menebak kalau itu Haruka.

"Nanami ? kau sedang apa disini ?" Tanya Otoya.

"Dia disini untuk menemuiku." Jawab Reiji dengan santai.

Otoya dan Tokiya terlihat terkejut.

"Pasti mau ngebahas lagu." Tebakku.

"Ya, aku kesini untuk membahas lagunya." Kata Haruka.

"Baiklah ! kita makan dulu~" Ucap Reiji.

Aku, Otoya dan Tokiya langsung pergi ke meja yang sudah disediakan.

"Tapi, inikan makanan Ichinose-san." Kata Haruka yang mendapat makanan Tokiya.

"Jangan kawathir, Tokiya tukang pilih-pilih makanan." Kataku sambil mulai makan duluan.

"Ya, aku sudah sedia makanan." Tambah Tokoiya sambil menunjukkan bekalnya.

Mereka mulai makan.

"Oishi !" Seru Otoya dan Haruka.

Aku hanya terdiam. Setelah kami selesai makan, semua orang membersihkan kotak makanan.

"Setelah ini, kau mau kemana Kohai-chan ?" Tanya Reiji.

"Aku ingin membahas lagunya denganmu." Jawab Haruka.

"Kalau begitu, ayo~" Kata Reiji yang mendorong Haruka keluar ruangan. Aku, Otoya, dan Tokiya hanya terdiam.

Kami langsung pulang ke Asrama Agensi. Disana Otoya ingin latihan sulap kartu. Seperti biasa, Starish berkumpul seperti biasa. Otoya dan Tokiya duduk bareng, Syo dan Natsuki juga duduk bareng, Cecil duduk sendiri, Aku, Ren, dan Masato berdiri.

"Pilih salah satu kartu." Kata Otoya.

Syo langsung mulai memilih salah satu kartu.

"Taruh lagi, ingat-ingat apa kartunya." Kata Otoya lagi.

Syo langsung menaruh kembali lagi kartunya. Otoya langsung menaruh semua kartunya di tangannya dan menutupinya dengan sebuah tisu.

"Kau salah melakukannya." Kataku dan Tokiya berbarengan.

"Eh ?" Otoya kebingungan. "Macho Machocho Machochocho." Otoya menyebutkan matra tidak jelas.

Dia langsung mengambil tisu tersebut dan menjatuhkan salah satu kartu.

"Kau menjatuh salah satu kartu." Kata Masato.

"Apa tidak apa menjatuhkan salah satu kartu ?" Tanya Cecil.

Otoya hanya diam, dia langsung menaruh kartu di meja.

"Eh ? kok enggak ada ?" Tanya Otoya kepada dirinya sendiri.

"Kau salah melakukannya." Kata Natsuki.

"Ya, satu kesalahan bisa membuat kesalahan fatal." Kata Syo.

Tiba-tiba, pitu ruangan terbuka. Haruka langsung muncul.

"Okaerinasai, Haruka." Kata Cecil duluan.

"Kau baru pulang ?" Tanya Tokiya.

"Ya." Jawab Haruka.

"Jadi, kau bersama Reiji sampai pulang ?" Tanyaku.

"Ya, kami sedang membahas lagunya." Jawab Haruka. "Tsukiyama-sensei sudah membahas lagunya ?" Tanya Haruka.

"Belum, aku tak perlu membahas lagunya, Reiji tipe orang yang terlalu senang, kekanak-kanakan, yang paling suka menghibur orang sekitar, kalau dia marah terlihat sangat ganas, dia juga menyembunyikan rasa sakit terdalamnya dengan senyuman, dan dia adalah Joker." Jawabku.

"Wah, Tsukiyama-sensei, kau tau itu semua dari mana ?" Tanya Haruka.

"Rahasia," Jawabku. "Otoya, kartu Jokernya jatuh." Tambahku.

Aku langsung kembali ke kamarku.

NORMAL P.O.V

"Sebaiknya aku juga ikut, Tsukiyama-sensei." Kata Haruka.

Haruka langsung menyusul Hiyorin.

"Rei-chan sangat hebat, aku sangat tidak mengerti dia tapi, Yama-chan lebih mengenalnya." Kata Otoya yang langsung latihan kartu lagi.

"Ya, dia sangat membingungkan." Tambah Tokiya sambil mengambil kartu yang terjatuh dan terkejut sedikit.

'Bagaimana dia tau kalau kartu yang terjatuh adalah kartu Joker ?' Tanya Tokiya di dalam hatinya.

Malampun tiba, Hiyorin sedang menulis lagu di beranda dekat danau.

"Senpai-chan !" Panggil seseorang.

Hiyorin hanya menghela nafasnya karena ia tau siapa yang memanggilnya.

"Apa yang kau inginkan Reiji ?" Tanya Hiyorin.

"Aku hanya ingin melihat Senpai-chan." Jawab Reiji.

Dia langsung duduk disebelah Hiyorin.

"Pekerjaan baru ?" Tebak Hiyorin.

"Ya, mungkin saja aku mulai sibuk." Jawab Reiji.

"Jangan memaksakan dirimu Reiji." Kata Hiyorin sambil menulis lagu.

"Apa itu lagu yang akan kunyanyikan ?" Tanya Reiji.

"Ya." Jawab Hiyorin.

"Hei, kenapa kau sangat cuek ?" Tanya Reiji yang membuat Hiyorin terkejut.

"Apa maksudmu ?" Tanya Hiyorin.

"Kau terlihat baik kalau sedang goodmood tapi, kalau badmood, kau selalu cuek." Jawab Reiji.

"*Sigh* aku enggak bermaksud dingin tapi, aku memang tidak bisa bersikap baik seperti Haruka. Aku bukan tipe yang ceria." Jelas Hiyorin.

"Benarkah ? kupikir kau bukan tipe orang seperti itu." Ujar Reiji.

"Jadi menurutmu ?" Tanya Hiyorin.

"Kau ini tipe anak yang baik tapi, pemalu. Kau tak berani memperlihatkan perasaanmu yang sebenarnya secara terang-terangan. Kau terlalu tertutup hingga semua orang yang ingin mengenalmu tidak bisa berbicara sepatah katapun kepadamu." Jelas Reiji.

Hiyorin sedikit terkejut.

"Heh, ternyata ada orang yang bisa membacaku sampai sedalam itu." Kata Hiyorin sambil menutup mulutnya.

Reiji hanya tersenyum.

Keesokan harinya pun tiba. Hiyorin sedang bersama dengan anggota QUARTET NIGHT.

"Nih, lagunya sudah selesai." Kata Hiyorin sambil menyerahkan lagunya kepada Reiji.

"Akan kudengar lagu ini nanti, terima kasih lagunya." Kata Reiji. "Oh, pasti kalian bertiga akan kesepian tanpaku, jadi baik-baik ya." Tambah Reiji.

"Siapa yang kesepian ?" Tanya Ai.

"Sudah pergi saja bodoh." Kata Ranmaru.

"Eh ? Kalian pasti bercanda." Reiji terlihat tersinggung.

"Nanti ketinggalan pesawat loh." Kata Ai.

"Hush Hush." Camus hanya mengusir Reiji seperti kucing.

"Kejam..." Kata Reiji.

Dia langsung keluar dari ruangan.

"Kalian bertiga akan kesepian tanpa dia." Kata Hiyorin yang langsung ikut keluar.

Setelah Reiji pergi, Tokiya dan Otoya langsung berlatih trik sulap agar mereka berhasil minggu depan. Ranmaru, Camus, dan Ai sedang bermain alat musik mereka di kamar mereka sendiri untuk menghilangkan kebosanan.

Beberapa hari berlalu. Tokiya dan Otoya mulai tampil, dan Hiyorin menontonnya secara langsung.

HIYORIN P.O.V

'Mereka pasti berhasil, aku yakin itu.' Batinku.

Aku menonton mereka secara langsung di studio tapi, tiba-tiba saja, tamu yang tidak diundang muncul.

'Reiji muncul di layar ?!'

Dan lagi-lagi Reiji mencuri acaranya. Setelah selesai acara, aku, Tokiya, dan Otoya langsung pulang. Kebetulan kami juga ketemu Haruka. Kami langsung pulang bareng. Tiba-tiba ada mobil hijau mendatangi kami.

Tiba-tiba Reiji keluar dari mobil itu.

"Loh, Reiji, bukannya kau sedang berada di luar negeri ?" Tanyaku.

Dia hanya tertawa kecil.

"Jangan-jangan yang tadi adalah rekaman ?" Tanya Tokiya.

"Yap." Jawab Reiji.

"Tapi, timingnya sangat tepat." Kata Otoya tidak percaya.

"Berarti itu keberhasilan ke 2." Kata Reiji sambil menarik Haruka masuk ke dalam mobil.

Aku, Tokiya, dan Otoya hanya terdiam melihat kejadian itu.

"Lagi-lagi dia mencuri acaranya." Kata Tokiya.

Kami bertiga langsung pulang.

Keesokan harinya tiba. Aku bangun, mandi, buat sarapan, jogging, lalu santai-santai. Aku mendengar ada orang yang bernyanyi. Aku langsung mendekati asal suara tersebut dan melihat Reiji sedang bernyanyi.

"Senpai-chan, dari tadi kau melihatku bernyanyi ?" Tanya Reiji.

"Kebetulan sedang lewat saja kok." Jawabku.

Dia langsung menaruh topinya di kepalaku.

"Kau boleh menyimpannya." Ucap Reiji sambil meninggalkanku.

"Untuk apa ?" Tanyaku.

"Aku menerima Senpai-chan sebagai Senpaiku." Jawab Reiji yang langsung menghilang entah kemana.

'Topi ya...'

Aku hanya menatap topi yang diberikan oleh Reiji.

NEVER By Kotobuki Reiji

Hurray2X Dorimazu By Kotobuki Reiji