GRUMPY GIRL
Happy Reading yeoreobun..
NO BASH PLEASE ^^
Don't like don't Read!
NO PLAGIARISM PLEASE ^^
Sorry for Typo
Author: xoxohansoo or Jowl7
Cast :
Kim jongin
Do kyungsoo (genderswitch)
Kim Hanbin
Byun baekhyun
Kris ex exo
luhan ex exo
Other Cast akan bertambah seiring cerita ya, temuin sendiri aja wk :D
Genre : School life, Romance, Fluff
Rated : T
Length : chaptred
Chapter 11
.
.
Jantung kyungsoo berdebar kuat lagi, ia takut jika terjadi sesuatu dengan jongin. Saat itu kyungsoo dibantu dengan teman-teman kelasnya untuk membawa jongin ke ruang kesehatan. Dalam hatinya kyungsoo berdoa untuk keadaan jongin saat ini.
"kau selalu mengacuhkan ku saat aku menyapamu, dan itu membuatku sakit kyung. Aku merasa menjadi namja bodoh dan tidak berguna karna kesalahan ku sendiri. Aku menyadari aku brengsek, tapi bisakah aku memperbaikinya? Tidak bisakah kau memaafkan kesalahan ku? Aku mencintaimu kyungsoo. Ak.. –" perkataan jongin terputus saat kyungsoo dengan wajah paniknya mengeluarkan sapu tangan dari tasnya kemudian menangkup wajah jongin dengan lembut namun terkesan gugup.
Kyungsoo dengan tangan yang gemetar mulai mengusap lelehan darah yang keluar dari hidung jongin. Jongin mimisan lagi dengan airmata yang menyertainya. Hati kyungsoo merasa sesak saat melihat namja yang ia cintai menangis. Ini pertama kalinya kyungsoo melihat seorang namja menangis dan seiringan kyungsoo yang sedang berusaha menghilangkan lelehan darah dari hidung jongin, ia pun ikut meneteskan air matanya.
"berhenti lah.. aku su..-" kyungsoo berkata dengan nada yang gemetar dan belum sampai kyungsoo menyelesaikan perkataannya tiba-tiba saja jongin ambruk di depannya. Sontak kyungsoo dan siswa lainnya memekik kaget dan bergegas membawa jongin ke ruang kesehatan sekolah.
"ya! jongin pingsan!" pekikan salah satu teman kelas jongin.
"bawa dia ke ruang kesehatan! Cepat." Ujar teman yang lainnya yaitu gadis bermata sipit sahabat kyungsoo, byun baekhyun.
Saat itu tubuh kyungsoo terasa sangat lemas. Ia menahan tubuh tinggi jongin yang jelas lebih besar dibandingkan dengan tubuhnya. Tubuh dan perasaan kyungsoo berkontraksi hebat, perasaannya saat itu sangat kacau. Sesak, panik dan khawatir melebur menjadi satu dan menyebar ke seluruh tubuhnya dan berakhir dengan kyungsoo yang terduduk menahan tubuh jongin yang tak henti mengeluarkan darah dari hidungnya.
Dengan cepat pula teman kelas yang lain membantu membawa tubuh jongin menuju ruang kesehatan. Sedangkan baekhyun membantu kyungsoo berdiri dan merapihkan keadaannya saat itu. Baekhyun menarik kyungsoo untuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaian yang ia kenakan tadi dengan seragam olahraga. Jelas kyungsoo harus mengganti pakaiannya karna terdapat noda-noda darah mimisan jongin. Lalu setelahnya baekhyun mengantar kyungsoo ke ruang kesehatan sekolah untuk menjaga jongin, itu permintaan kyungsoo dan baekhyun tidak bisa menolaknya.
"jongin-ah mianhae" kyungsoo menatap sendu namja yang ia cintainya yang kini telah terbaring di ranjang ruang kesehatan.
'Sebenarnya mengapa jongin sering sekali mimisan, apa jongin mempunyai penyakit yang parah?' Aahhhhh! Tidak mungkin. Mengapa perasaan ku jadi tidak tenang seperti ini? jongin-ah aku juga mencintai mu. Sadar lah, banyak yang ingin aku katakan kepadamu. Kyungsoo bermonolog dengan perasaannya dan tetap pada pandangan sendunya kepada jongin.
Hening dalam ruangan kesehatan tersebut. Hanya ada kyungsoo dan jongin dan mereka sama sekali tidak mengeluarkan satu patah kata pun dari bibir mereka. Kyungsoo yang tetap fokus dengan pandangannya kepada jongin dan jongin yang masih terlihat terlelap dalam dunianya.
Lama waktu yang mereka habiskan dalam kesunyian, oh tidak tepatnya kyungsoo yang menghabiskan waktunya untuk bermonolog dalam perasaannya sendiri.
Dan tanpa kyungsoo sadari, jongin telah bangun dari tidurnya. Kyungsoo tetap memandang jongin dengan tatapan sendu dan kyungsoo benar-benar tidak menyadari jika namja yang ia cintai telah bangun dari tidurnya. Jongin pun sudah beberapa kali melantunkan nama kyungsoo namun karna kyungsoo sibuk dengan dunianya sendiri sampai akhirnya ia tidak merespon panggilan jongin tetapi tetap dengan tatapan sendunya kepada jongin.
Karna tidak sabaran, jongin pun menggoyangkan tangan kyungsoo yang sedang menggenggam tangan nya menggunakan tangan kirinya yang bebas. "kyungsoo-ya"
Kyungsoo tersentak dan segera sadar dari lamunannya lalu manik hitamnya menatap jongin dengan sadar "o..oh jongin-ah" kyungsoo dengan cepat mebenarkan posisi duduknya tapi kaitan tanggan kyungsoo kepada jongin tetap berpaut dan kyungsoo merasa tidak ingin melepasnya.
Jongin hanya tersenyum menanggapi ucapan kaget kyungsoo.
"dimana yang masih terasa sakit? Aku akan mengambil air putih untukmu. Tunggu sebentar" kyungsoo berujar cepat dan itu sangat terkesan gugup namun terlihat jelas jika kyungsoo sedikit panik dengan keadaan jongin.
Jongin membiarkan kyungsoo beranjak dari tempat duduknya untuk mengambilkan segelas air putih untuknya, lagipula memang jongin membutuhkan air putih untuk sekarang karena merasa tenggorokannya kering.
"ini.. bagunlah perlahan" kyungsoo menyondorkan segelas air putih kepada jongin namun sebelum ia memberikannya kepada jongin dengan perlahan kyungsoo membantu jongin untuk berbaring di kepala ranjang yang telah di ganjal dengan bantal empuk yang bertujuan agar punggung jongin tidak merasa sakit.
"gomawo.." ujar jongin setelah ia menengguk air yang kyungsoo berikan.
"hmm" kyungsoo membalas ucapan terima kasih jongin hanya dengan sebuah gumaman pelan.
"kyung.." jongin manatap mata kyungsoo dengan tatapan yang sulit di artikan.
Merasa jika jongin memanggil namanya, kyungsoo pun kembali menatap mata tajam jongin yang sedikit terlihat sayu dari biasanya. "neh..?"
"bagaimana tentang semuanya? Apa kau masih membenci ku?"
Kyungsoo diam dan memilih untuk mengalihkan pandangannya dari tatapan jongin.
"aku bertanya kembali karna aku belum mendengar jawaban dari mu. Tatap aku kyung.." jongin kembali dengan nada suara seperti biasa mungkin karna tekanan perasaannya yang masih menggantung dan dia tidak sabar dengan jawaban yang akan kyungsoo berikan..
Lama kyungsoo terdiam untuk yang sekian kalinya "aku tidak tahu" hanya kalimat itu yang keluar dari mulut kyungsoo dan kyungsoo sendiri merasa kaget dengan jawaban yang ia berikan kepada jongin. Disini ia kembali melihat perubahan raut wajah dari jongin, kyungsoo yakin 100% bahwa jongin pasti kecewa dengan jawabnnya. Ahh kyungsoo jadi merasa kesal dengan mulut bodohnya ini. mulutnya ini selalu tidak seimbang dengan perasaan hatinya dan anehnya mulutnya ini selalu mengikuti dengan ego dirinya sendiri. Ck.
"kyung.." lirih jongin kembali.
Demi tuhan kyungsoo tidak sanggup, ia telah membohongi perasaannya sendiri dan juga membuat jongin mungkin merasa kecewa. Kyungsoo menundukan kepalanya saat jongin melirihkan namanya ia sungguh tidak berani menatap mata namja di depannya ini.
"ma..maafkan aku.." kyungsoo berucap dengan gugup dan terkesan buru-buru seraya melangkahkan kakinya keluar dari ruang kesehatan yang kini mulai terasa dipenuhi dengan kecanggungan.
Sampai kyungsoo diambang pintu ruang kesehatan jongin pun mulai berucap lagi, "apa kau menerima kris hyung kembali?"
Kyungsoo tersentak lalu memalingkan kembali wajahnya untuk menatap jongin, "apa maksudmu?"
"aku melihatnya, aku melihat mu memeluknya erat. Aku melihat ia mengusap rambutmu lembut. Aku juga melihat kau masuk ke dalam mobilnya" jongin berujar dengan santai namun sangat terlihat jika ia sedang menahan mati-matian degupan di jantungnya.
Kyungsoo diam, yang kesekian kalinya kyungsoo tidak menjawab pertanyaan jongin atau pun menyanggah peryataan jongin. Dengan rasa sesak di hatinya kyungsoo mulai melanjutkan melangkahkan kakinya keluar dari ruang kesehatan dan meninggalkan jongin yang masih terpaku di ranjang kesehatan.
'jadi benar. Kau kembali lagi kepadanya?' gumam jongin sepelan mungkin dengan tatapan kosong pada ambang pintu ruang kesehatan tersebut.
.
Grumpy Girl
.
"ya! eomma!" suara hanbin menggema di dalam kediaman mewah keluarga Do.
Dengan wajah kesalnya hanbin terus meneriaki eommanya "ya. –" teriakan hanbin terputus saat ia mendengar eommanya menjawab panggilannya dari arah dapur.
"aish! Apa yang kau lakukan? Mengapa kau teriak-teriak seperti itu eoh?" gerutu minah kepada sang anak lelakinya ini.
"apa kyungsoo noona sudah pulang?" tanya hanbin dengan nada kesalnya. Dan jangan lupakan raut wajahnya yang penuh dengan amarah yang siap untuk menelan orang hidup-hidup.
"sudah dari tadi, kau kemana saja eoh? Mengapa baru pulang sekarang?!" minah meletakkan pisau sayurnya dan beralih menatap hanbin dengan tatapan yang menuntut penjelasan.
Hanbin membulatkan matanya, "dasar noona kurang ajar! Dimana dia?"
"eh? ada apa?! Mengapa kau emosi seperti ini?"
Hanbin menghela nafasnya kasar lalu beralih menatap tajam eommanya, "noona meninggalkan ku pulang! Dia membuat ku menunggu disekolah sampai semua warga sekolah sudah pulang dan sekolah sepi. Dia sama sekali tidak mengabari ku! Aku menunggu dia di kelas tapi dia tidak ada, aku kira di pergi ke toilet atau perpustakaan dan aku memelih untuk menunggunya di kelas. Tapi ternyata dia meninggalkan ku! Aaarrgghhh!.. YA NOONA!" hanbin berteriak lagi namun kini ia meneriaki noonanya yang menyebalkan itu, kyungsoo.
"apa?!" tiba-tiba saja kyungsoo menjawab panggilan hanbin dari lantai atas tanpa berniat turun untuk menghampiri hanbin.
Hanbin mendongakkan kepalanya "mengapa kau meninggalkan ku pulang eoh! Aku menunggumu sampai sesore ini!" omel hanbin dengan nada berteriak agar kyungsoo mendengar ucapannya.
"aku lupa memberitahumu.. mian" ucap kyungsoo santai dan disertai dengan cengiran bodohnya.
"ck! Kurang ajar! Kemari kau!" hanbin berlari menuju tempat kyungsoo berdiri di depan kamarnya.
Kyungsoo membulatkan matanya "ya! mau apa kau!" dengan ketakutan kyungsoo memilih untuk masuk ke kamarnya dan tidak lupa untuk menguncinya agar hanbin tidak bisa masuk. "huhh selamat.." lirihnya dibalik pintu kamar yang ia kunci.
Tok tok tok..
"ya! noona kau kurang ajar sekali. Buka pintunya!" tok tok tok. Dan sore itu menjadi sore yang berisik bagi eomma kyungsoo dan hanbin, Do minah menggeleng-gelengkan kepalanya karna ulang hanbin dan kyungsoo yang selalu bertengkar.
.
Grumpy Girl
.
"hey boy.." Suara berat namja membuyarkan lamunan kosong jongin yang sedang berbaring di sofa kamarnya.
Jongin tersadar lalu mengalihkan pandangannya ke arah pintu kamar dan ia mendapati kris atau hyungnya yang sedang menutup kembali pintu kamar jongin. "hyung?"
"aku ingin berbicara sesuatu dengan mu.." ucap kris yang kini telan berdiri di depan jongin.
"duduk lah.." jongin bergumam seraya bergeser menyisakan tempat kosong untuk kris duduk. "tentang apa, hyung?"
"kyungsoo.." kris berujar dengan pandangan terus menatap jongin.
Jongin termenung, sebenarnya dia tidak ingin membahas tentang kyungsoo lagi saat ini. apalagi kris yang akan membahas tentang kyungsoo, jongin menduga pasti mengenai hubungan mereka. Hahh jongin tidak ingin mendengarnya. "hemm.." hanya gumaman yang jongin berikan atas perkataan kris barusan yang meyebut nama kyungsoo.
"sepertinya tidak ada harapan lagi untuk ku.." kris berujar dengan nada suara dinginnya.
Jongin sedikit tersentak dengan perkataan kris, jongin tidak terlalu bodoh untuk memahami perkataan kris "maksud mu?" jongin bertanya maksud dari perkataan kris karna taku-takut pikirannya salah menduga.
"dia sudah tidak mencintai ku lagi" ucap kris lagi. "saat itu aku menjemputnya ke sekolah dan menjelaskan semuanya.." lanjut kris.
"menjelaskan apa?"
"alasan aku meninggalkannya, dan reaksinya berbada seperti apa yang aku pikirkan. Kau tau, dia terlihat sangat lega setelah mendengar semua penjelasan ku. Dan pada saat itu juga aku memohon kepada untuk menerima ku kembali sebagai kekasihnya lalu ia memberikan jawaban yang membuat hati ku hancur. Maaf jongin sepertinya memang aku masih sangat mencintai kyungsoo." Kris menjelaskan semuanya kepada jongin tetap dengan aura dinginnya.
Jongin diam sejenak dalam hatinya sedikit tidak rela saat kris mengakui jika ia masih mencintai kyungsoo "lalu jika kau masih sangat mencintai kyungsoo mengapa kau tidak memperjuangkannya kembali" balas jongin akhirnya.
"karna aku tidak mempunyai harapan lagi.."
"mengapa kau tidak mempunyai harapan lagi?" jongin bertanya kembali. Pikirananya tidak sepenuhnya berada di dalam bercakapan bersama kris karna sekarang ini otaknya selalu berkelut dengan sosok kyungsoo.
"karna dia tidak mencintai ku!"kris menjawab dengan nada suara yang sedikit menaik.
Jongin tersentak akibat bentakan kecil dari kris namun kini dia hanya diam dan tidak sama sekali mengeluarkan reaksi apapun karna bingung dengan jawaban apa yang harus ia berikan.
"karna dia mencintai mu.." ujar kris pelan akhirnya karna melihat jongin yang terus terdiam.
Sontak pikiran jongin teralih dari bayang kyungsoo ke ucapan kris. Ia memandang kris dengan pandangan yang sulit di artikan tanpa mengeluarkan satu patah kata pun dari bibi sexy nya itu.
Mengerti dengan pandangan adiknya, akhirnya ia menjelaskan arti dari ucapannya barusan "kyungsoo mencintai mu, dia menolak ku dengan alasan ia sudah mencintai namja lain dan saat aku bertanya siapa namja itu.. dia dengan tegas menjawab bahwa ia mencintai mu"
.
Flashback on
"kyung sudah sampai.." kris berucap pelan memberitahu kyungsoo yang sedang melamun bahwa mereka sudah sampai di depan rumah kyungsoo.
"huh? Eh? ahh ne oppa, mian aku melamun hehe.." kyungsoo sedikit kebingungan saat kris membuyarkan lamunannya namun tak lama ia mengucapkan permintaan maaf dan tersenyum manis kepada kris.
Masih sama, jantung kris selalu berdetak tak karuan jika sudah melihat kyungsoo tersenyum didepannya seperti ini, "ne, bukan masalah.." kris membalasnya disertai dengan senyum tipisnya.
"emm baiklah, terima kasih atas tumpangannya oppa dan juga penjelasan mu barusan" kyungsoo tersenyum lagi seraya membuka seatbelt nya dan beralih membuka pintu mobil. Namun belum sempat kyungsoo berhasil membuka pintu mobil, suara kris mengintrupsi dirinya kembali.
"kyung ada yang ingin aku bicarakan kepada mu.."
Kyungsoo mengerutkan alisnya tipis karna bingung dengan sikap kris, apa lagi yang harus di bahas? Kyungsoo rasa semua penjelasan dari kris tadi sudah sangat cukup untuk membuat dirinya tenang. Lalu apa lagi?
"ye, oppa?"
"kembali lah kepadaku.." ucap kris yang sontak membuat mata kyungsoo membola seketika.
"aku masih mencintai mu, aku mohon kembalilah menjadi kyungsoo ku lagi. Lupakan masalalu itu kyung, kembalilah kepada ku." Kris berucap dengan nada yang sedikit terdengar gugup.
Kyungsoo diam memandang kris, entah apa jawaban yang akan ia berikan. ia sendiri pun bingung dengan perasaannya sendiri.
Lama kyungsoo tak memberikan respon akhirnya dengan keberaniannya kris menopah pipi mulus kyungsoo dengan kedua tangan besarnya, "kyung, kau dengar aku? Aku mo..–
"maafkan aku oppa, aku tidak bisa" kyungsoo menundukan wajahnya perlahan takut akan reaksi kris karna penolakan yang ia berikan.
"tidak bisa? Apa maksudnya kau tidak menerima ku kembali?" ucap kris lirih sekaligus kasihan dengan dirinya sendiri.
"maafkan aku, oppa" kyungsoo mendongak dan menatap manik coklat kris seraya menurunkan tangan kris dari pipinya perlahan dan berakhir dengan dirinya yang menggenggam tangan kris kuat.
"apa kau telah mencintai orang lain? Sudah ada orang lain yang mengisi hatimu, kyung?"
"ne, oppa!. kim jongin, aku mencintai jongin. Oppa maafkan aku, tapi aku sudah benar-benar tidak mencintai mu lagi. Aku mohon maafkan aku jangan kau menjauhi ku seperti kemarin tetap lah menjadi oppa ku walau tidak dalam ikatan hubungan. Aku menyayangi mu, oppa" kyungsoo berujar dengan jelas dan sarat akan keyakian yang begitu besar.
Kyungsoo terus menunggu reaksi kris namun sepertinya kris telah kehilangan konsentrasinya akibat perkataan kyungsoo barusan, "oppa dengar! Aku tidak ingin kau menjauhi ku kembali, aku tetap akan menjadi kyungsoo mu sampai kapan pun, aku akan selalu menganggap mu sebagai oppa kandungku sendiri dan anggap lah aku seperti adikmu sendiri. Aku menyayangi mu oppa.. tapi maaf rasa cintaku sudah hilang sepenuhnya kepadamu. Jangan membenci ku, ku mohon.." lanjut kyungsoo tegas.
Lama kyungsoo menunggu jawaban dari kris namun kris tetap diam, entah apa yang ia pikirkan tapi karna itu kyungsoo merasa jadi takut dengan kris. Dengan kegugupan nya kyungsoo keluar dari mobil dan meninggalkan kris yang tetap terdiam memandang dirinya, "o..oppa aku pulang. Terima kasih"
Flashback off
.
Jongin diam seraya mencerna cerita yang kris katakan tadi, kyungsoo menolak kris? Kyungsoo mengatakan bahwa ia mencintai dirinya –kim jongin ? lalu mengapa kyungsoo bersikap dingin kepadanya pada saat di ruang kesehatan sekolah tadi pagi? Yahh kyungsoo berhasil membuat jongin kebingungan dengan sikapnya yang ternyata kyungsoo sulit ditebak.
"kejarlah dia, jangan sakiti dia lagi.." ucap kris tiba-tiba.
"pasti" jawab jongin singkat.
"besok aku akan kembali ke jepang dan tetap melanjutkan kuliahku disana. Kau tenang saja, aku memang masih mencintai kyungsoo tapi aku akan melupakannya dan memulai untuk mencintai tunanganku sendiri dengan setulus hati. Jangan khawatir" kris tersenyum ke arah jongin dan dibalas dengan senyum hangat dari adiknya.
"tentu saja, aku tidak akan khawatir"
Kris berdecih pelan, "jangan besar kepala kau, kim jongin."
Jongin terkekeh, "apa?"
"dasar kau namja brengsek, awas sampai kau menyakiti kyungsoo ku lagi" ancam kris dengan aura membunuhnya.
"kau juga brengsek. Aku janji akan menjaganya dan tidak menyakitinya lagi sampai kapanpun" jawab jongin santai disertai dengan senyum manis nya.
"kau berjanji padaku, kim jongin." Balas kris disertai dengan kekehannya.
"bukan hanya padamu, aku juga berjanji pada diriku sendiri dan tuhan" jawab jongin santai disertai dengan wajah yang sok serius.
"hey! Kau banyak gaya sekali, bocah!" ucap kris seraya menjitak kepala jongin gemas.
.
Grumpy Girl
.
"kyung buka pintunya.." suara sang eomma berhasil mengganggu aktivitas bermain game kyungsoo pada ponsel canggihnya.
"ckk aku kehilangan 10 piala ku!" kyungsoo bergerutu marah karna kalah bertarung di game yang ia mainkan tadi karna eommanya memanggil namanya terus terusan dan berhasil mengganggu kegiatan kyungsoo bermain. "ADA APA EOMMAAAA!" teriak kyungsoo akhirnya karna kesal dengan eommanya.
"Yak kau! Keluar lah ada yang ingin bertemu dengan mu"ucap eomma dengan nada kesalya.
"siapa eoh? Yeoja atau namja?" kyungsoo bertanya lagi tanpa berniat untuk membukakan pintu untuk eommanya. Dasar kurang ajar!
"yeoja! Ck keluar lah cepat! Kasihan dia menunggu lama" eomma sepertinya benar-benar mulai kesal dengan tingkah kyungsoo.
CKLEK..
"sedang apa kau didalam?" eomma melotot ke arahnya kyungsoo saat kyungsoo membukakan pintu dan lansung berhadapan dengan anak gadisnya ini.
"bermain game.." ucap kyungsoo santai.
Minah tersenyum miring "kau tau, aku kira kau memang kembali menjadi do kyungsoo yang dulu. sikap mu kemarin-kemarin meyakinkan ku bahwa kau mulai berubah kembali menjadi kyungsoo yang lembut. Tapi ternyata sama saja, ternyata aslinya kau memang kyungsoo yang menyebalkan, kurang ajar dan Galak!"
"yak! Apa maksud eomma, kemarin kan aku sakit mungkin aku terkesan lembut saat itu karna tidak punya tenaga" jawabnya membela diri.
"begitukah? Aku harap kau sakit terus Do kyungsoo" ucap minah santai.
"yaa eommaaaaaa..!"
"cihh jangan merengek, aku tambah kesal melihatnya"
"ya! semua perbuatan ku selalu di anggap salah dimata eomma!" teriak kyungsoo.
"memang" minah terkekeh melihat anak gadisnya yang lucu ini mulai marah.
"tidak lucu, mengapa eomma tertawa eoh?" mata kyungsoo mulai memerah karna semakin kesal dengan eommanya ini.
"k.. kau l..–" ucapan minah terpotong dengan suara pekikan dari serorang namja.
"HUUUAA!" CUP hanbin tiba-tiba saja datang dengan mengendap-ngendap dan mulai lagi bersikap jail yaitu dengan mengagetkan kyungsoo yang sedang berdebat dengan sang eomma.
"KYAAAA" BRUK..
Kyungsoo terlonjak kaget karna suara besar namja disertai dengan wajah seseorang yaitu hanbin yang tiba-tiba saja ada didepan wajahnya membuat dirinya shock! Apa lagi ditambah dengan hanbin yang mengecup bibirnya cepat. Dan minah tentu saja dibuat kaget dengan aksi jail putranya nya itu.
"Ahh appo! Yak kau hanbin sialan!" kyungsoo terjatuh dengan bokong yang mencium lantai dulu dan itu benar-benar sakit. Ia meringis dan berusaha mengusap rasa sakit di bokongnya.
Kyungsoo melihat tangan eommanya terjulur ke arah wajahnya yang tertunduk dan bermaksud untuk membantu kyungsoo bangkit. Tanpa pikir panjang ia maraih tangan eommanya dan mulai berdiri, namun tak lama ia berdiri dan berniat untuk berterima kasih dengan eommanya..
"hai.." ucap seorang wanita cantik yang tersenyum lebar kepadanya.
Kyungsoo membulatkan matanya, ternyata itu bukkan eomma nya melainkan.. "eonni" kyungsoo tersenyum bahagia dan berlalu dengan sebuat pelukan rindu kepada eonninya.
"mengapa kau berisik sekali dari tadi eoh?" tanya luhan di sela pelukan rindu mereka berdua.
"yahh itu eomma yang menyebalkan dan hanbin sialan yang seenaknya mengagetkan ku dan seenaknya mencium bibir ku" ucap kyungsoo manja kepada sang eonni.
Luhan terkekeh dengan sikap manja kyungsoo, ahh adiknya ini masih sangat menggemaskan.
Hanbin memandang 2 orang yang sedang berpelukan itu dengan tatapan malasnya "itu hukuman untuk mu. Lagi pula aku hanya mengecupmu, tapi kau selalu mengatakan aku mencium mu hhh sepertiya kau memang ingin aku cium eoh?" sahut hanbin santai diiringi dengan godaan jailnya kepada kyungsoo.
"ishh eonni, lihat hanbin" kyungsoo menghentakan kakinya kesal yang masih berada pada posisi berpelukan dengan luhan. Kyungsoo merengek lagi ckckck..
"hanbin-ah apa kau selalu menggoda kyungsoo eoh?" ucap luhan akhirnya dan menatap hanbin dengan tatapan tajamnya.
"tid..–" ucapan hanbin terputus.
"IYA! dia selalu menggangguku dimanapun dan kapan pun eonni" ucap kyungsoo cepat dan penuh keyakinan namun tak luput dari sikap merajuknya.
Hanbin membulatkan matanya, kesal karna kyungsoo yang terus merengek kepada luhan. Dan itu membuat hanbin dihadiahi tatapan tajam dari eonni tertuanya.
"eonni ayo masuk kedalam, kita harus bercerita banyak." Ucap kyungsoo seraya melepas pelukannya dan menarik tangan luhan untuk masuk ke kamarnya meninggalkan hanbin dengan wajah kesalnya.
"yak! Kau melupakan ku do kyungsoo!" teriak hanbin yang kini tengah mencoba membuka pintu kamar kyungsoo dan hasilnya nihil, pintu kamarnya dikunci. 'Sial' batin hanbin.
.
"kkkk kyung, apa setiap hari kau dan hanbin seperti ini?" luhan tertawa geli tiba-tiba saat dirinya telah berbaring di kasur kyungsoo yang empuk.
Kyungsoo mengerutkan alisnya bingung, "maksud eonni?"
Luhan terkekeh lagi seraya membalikan badannya menyamping agar bisa berbaring berhadapan dengan kyungsooo, "kau dan hanbin apa selalu bertengkar seperti itu?" tanya luhan tanpa berhenti untuk terkekeh.
Kyungsoo memandang eonni nya kesal "itu tidak lucu, lagi pula hanbin yang selalu mencari masalah duluan dengan ku"
Luhan tersenyum, "ahh kau ini, sejak kecil kan kau selalu mengerjai hanbin. Mungkin saat ini hanbin ingin membalas perlakuan mu, kyung. Kkk" tanpa sadar luhan terkekeh yang kesekian kalinya.
Pipi kyungsoo memerah, malu karna luhan masih mengingat kejadian kecilnya dahulu bersama hanbin "eonni.. jangan dibahas lagi aku malu" jawab kyungsoo polos.
"ne.. ne.. lagi pula aku bosan mengungkitnya kkkk. Bagaimana sekolah mu?"
Kyungsoo mendelik tajam "ishhh.. baik baik saja kok" jawabnya. "eonni tadi eomma kemana? Mengapa aku tidak melihatnya saat kau menolong ku?"
"ah itu, aku sebenarnya sudah menunggu mu di ruang tamu karna aku ingin memberi kejutan untuk mu dan aku meminta eomma untuk memanggil mu. Lama aku menunggu tapi eomma tidak kembali ke bawah lagi dan malah aku mendengar suara gaduh di atas. Akhirnya aku berniat untuk menghampiri suara gaduh tersebut yang aku yakini adalah suara kau, eomma dan hanbin. Benar saja kan dugaan ku, aku melihat mu terjatuh sambil memegangi bokong mu. Dan akhirnya aku menghampiri eomma dan memberi kode kepada eomma karna aku ingin memberikan mu kejutan dan akhirnya eomma terkekeh lalu turun kebawah untuk melanjutkan acara memasaknya. Kau tahu, hanbin pun sempat kaget saat melihat ku namun aku tahan dirinya untuk tidak memekik memanggil nama ku.. kkk kalian lucu sekali" ucap luhan panjang lebar dengan senyum yang terus terpantri di wajah cantiknya. Namun luhan baru menyadari bahwa kyungsoo tertidur, ter-ti-du-r. benar-benar kurang ajar mana mungkin ia bisa-bisa nya tertidur mendengar penjelasan dari eonni nya sendiri? Dia pikir luhan sedang berdongeng. Ckckck.
.
Grumpy Girl
.
"hai kyungsoo" sapa jongin disertai dengan senyum manisnya.
Kyungsoo kaget saat dirinya yang tengah asik berjalan sendirian di koridor untuk menuju ke perpustakaan sekolah mendengar suara namja yang menyapanya dank e kagetan kyungsoo bertambah saat mengetahui namja yang tadi memanggilnya, kim jongin.
Kyungsoo diam tidak merepon penggilan jongin namun kini jantungnya terus berdegup dengan tidak beraturan, bagaimana tidak jika jongin kini telah berjalan disampingnya dengan santai. Hahhh tidak cukup kan jongin memanggil namanya saja tanpa harus berjalan bersama di sampingnya seperi ini. 'uhh jantung kuuuuuuuuu' batin kyungsoo berteriak.
"kyung kau mau kemana?" tanya jongin yang tetap dengan santai terus manyamai langkah kakinya dengan kyungsoo.
Kyungsoo tidak menjawab, bahkan menatap wajah jongin saja tidak.
"apa kau sudah makan siang?" Tanya nya lagi tanpa mau menyerah.
Tetap tidak ada respon dari kyungsoo.
Jongin menghela nafasnya pelan, "ayo kekantin, aku akan mentraktir mu" ajak jongin seraya tanpa sadar menggenggam tangan kyungsoo untuk membawanya ke kantin sekolah.
Kyungsoo melepaskan pegangan tangan jongin dari tangan mungilnya seraya menatap jongin dengan tatapan dingin sekaligus membunuhnya. Lalu melanjutkan perjalannannya dengan lebih cepat dari sebelumnya tanpa berkata apapun kepada jongin.
"yak! kyungsoo tunggu aku" pekik jongin seraya menyusul langkah kaki kyungsoo.
Kyungsoo memutar bola matanya malas. Cih jangan munafik kau do kyungsoo.
"kyung.." panggil jongin lagi.
Yang kesekian kalinya tetap tidak ada respon dari kyungsoo.
Sepertinya jongin bukan tipe orang yang mudah menyerah termasuk dalam hal mendekati yeoja galak sekolah di depannya ini.
Jongin menarik sebelah tangan kyungsoo dengan cepat, huhh yeoja didepannya ini sangat lincah ternyata "hey heeey tunggu aku dulu"
Kyungsoo terpekik kaget saat jongin menarik lengannya tiba-tiba dan berhasil membuat kyungsoo berbalik dan kini berhadapan dengan jongin. "yaaa! Berhentilah mengikutiku!" bentak kyungsoo.
Namun jongin bereaksi seperti biasa seakan tidak menghiraukan amarah kyungsoo kepadanya kini, "tidak mau" jongin justru tersenyum ceria membalas omelan kyungsoo.
Wajah kyungsoo mulai memerah "Ya! pergi sana! Jangan mengganggu ku!" bentak nya lagi.
Dan reaksi Jongin tetap santai seperti biasa disertai dengan senyum cerianya, "tidak mau" tolaknya lagi.
'arrggghh namja ini benar-benar!' gerutu kyungsoo dalam hati. kyungsoo kesal karna jongin sangat keras kepala, kyungsoo benar-benar tak tahan dengan kondisi seperti ini. yang pertama karna para siswa di koridor sekolah menatap mereka berdua –kyungsoo dan jongin dengan tatapan penasaran dan kyungsoo tidak nyaman dengan itu. Yang kedua karna ia masih malu dengan jongin mengingat kejadian dirinya meninggalkan jongin sendirian di ruang kesehatan dengan suatu kebohongan, kebohongan tentang perasaannya. Dan yang paling penting adalah jantung kyungsoo yang hampir saja keluar dari tempatnya karna terus berdetak tak karuan atas semua perlakuan jongin tadi seperti memanggil namanya berkali-kali, mengikutinya berjalan, dan.. melakukan skinship yaitu jongin yang kini menggenggam tangan kyungsoo. Sedikit berlebihan memang, namun ini lah yang dirasakan kyungsoo pada semua perlakuan namja yang di cintainya ini.
Jongin dan kyungsoo sama-sama terdiam dengan saling bertatapan, jongin yang menatap kyungsoo penuh dengan keceriaan sekaligus penuh harap serta kyungsoo yang menatap jongin dengan tatapan tajam sekaligus sengitnya.
"lalu apa mau mu!" balas kyungsoo akhirnya dengan sedikit menaikan kepalanya seperti ingin menantang.
Jongin menyeringai tipis, "jadi lah ke-ka-sih ku kem-ba-li, Do kyungsoo" jongin berucap dengan nada yang cukup tinggi dan sengaja menekankan beberapa kata dalam ucapannya tersebut. Dan sontak saja tidak sedikit pekikan dari murid yeoja yang sedari tadi memerhatikan kegiatan kyungsoo dan jongin.
To Be Continue
.
seneng ga jihan update? *biasa aja sih* wkwkwk
ditunggu review untuk chapter ini ya, terima kasih reader-nim :)
.
makasih banyak buat yang udan Review, Favorite dan follow :) maaf gabisa bales 1 per 1 :)
.
semoga gak bosen nunggu cerita ini..
xoxo
