Season two chapter 11 : Hiten Mitsurugi-ryu and Katana

Disclaimer : Naruto dan beberapa chara bukan punya saya

"The Scientist "

Pair:

Rating :T-M

Warning; Mungkin abal,typo,aneh,ancur,OCC, OC, AU. Bikin mata sakit dan perut mual.

"Victor" Monster voice.

'Victor' inner monster.

"Victor." inner conversation of monster.

" Victor " human inner conversation.

"victor" humans talk.

'Victor' humans inner.

-Victor- stance

...

...

...

...

...

...

Sumarry : Pengkhianatan membuat jiwa seorang Avenger bangkit. Naruto, anak yang di berkati oleh dewa mengemban takdir untuk menguak rahasia awal mula munculnya kekuatan di luar logika. Mampukah Naruto menuntaskan takdirnya. Atau tetap di tujuannya memusnahkan organisasi yang telah membuat ayahnya mati. The Scientist repaired season II

Sebelumnya di The Scientist.

" Pergilah, aku harap dalam perjalanan kau meluruskan kembali niatmu soal balas dendam itu."

" Terima kasih atas bimbingan selama ini, Seijuro-Sensei."

" Sepertinya ada pertempuran."

.

.

The Scientist chapter 11

.

.

.

.

Trang

Trang

Trang

Di dalam sebuah hutan belantara terjadi pertempuran antara dua kelompok. Kelompok pertama adalah sekelompok orang-orang dengan muka sangar dan juga badan yang tinggi besar. Membawa senjata tajam seperti pedang, kapak, dan juga tombak, serta berpakaian lusuh dan memiliki bau tak sedap yang keluar dari tubuh mereka. Ya, mereka adalah sekelompok bandit yang ingin merampok sekelompok pedagang yang dikawal oleh beberapa prajurit sewaan. Kelompok kedua adalah beberapa orang yang mengenakan baju zirah khas abad pertengahan tanpa pelindung kepala berwarna silver dan juga bersenjatakan sebuah pedang tipe Longsword. Sunggu pertempuran yang berat sebelah jika dilihat dari perbandingan kuantitas yang ada.

Terlihat kini para prajurit sewaan sudah mulai terdesak dan kualahan oleh gempuran para bandit itu.

Tanpa disadari oleh mereka semua, saat ini sesosok misterius sedang berdiri di belakang bandit yang paling belakang. Sosok itu mengenakan sebuah jubah hitam dan juga topi jerami yang menutupi kepalanya dan membuat wajahnya tak terlihat sama sekali.

Trang

Trang

Trang

"Ini perampokan termu-"

Greeb

Ucap si bandit paling belakang terpotong oleh dekapan sosok di belakangnya membuatnya sangat terkejut.

" Hmm! Hmm!" Teriak tak jelas si bandit yang terkejut dan mulai meronta. Si bandit berusaha melepaskan dirinya dari bekapan sosok itu dan mencoba meminta bantuan pada temannya yang berdiri tak jauh di hadapannya.

Whuuusss

" Kau mengatakan sesuatu Toro? Huh? Ke mana dia?" Tanya seorang bandit saat mendengar gumaman-gumaman aneh dari temanya. Tetapi saat dia berbalik ke belakang hanya pepohonan yang sepi yang bisa dia lihat.

XxXxX

Kembali pada sosok misterius itu. Tak jauh dari lokasi pertempuran itu tiba-tiba muncul dua sosok yang salah satunya sedang berlutut dengan bagian mulut yang di dekap membuat orang itu bisa melihat sosok misterius yang kini sedang berdiri di hadapannya.

Perlahan dari tangan yang mendekap bandit itu keluar benda hitam yang terus merambat secara perlahan memenuhi tangan itu. si bandit menatap horor kejadian di hadapannya, dia tak tahu benda hitam apa yang kini sedang merayap di tangan sosok itu, tetapi yang pasti perasaannya tak enak pada benda hitam itu.

" HMM! HMMM!" Teriak si bandit ketakutan melihat benda hitam itu sekarang tepat di depan wajahnya seolah mau menggapai wajahnya.

" ... " Hening tak ada suara saat wajah si bandit tertutupi oleh benda hitam itu. Sosok itu kini tengah memejamkan kedua matanya seperti sedang menerawang sesuatu

" Kalian pantas di hukum." Ucap sosok misterius itu membuka kedua matanya saat telah berhasil menerima ingatan dari kepala bandit itu.

Jrasssss

Tiba-tiba sebuah duri hitam keluar dan menembus kepala si bandit membuat darah segar dan cairan otak berwarna putih mengalir dari duri itu dan membuat si bandit mati seketika.

Bruuuggg

Suara dari tubuh bandit itu yang terjatuh saat sosok itu melepaskan pegangannya.

Terlihat kondisi si bandit begitu mengenaskan dengan wajah yang berlubang sampai belakang kepalanya yang masih terus mengeluarkan darah segar dan cairan otak yang tercampur dan mengalir dengan derasnya.

Whuuusss

Sosok itu kembali menghilang meninggalkan mayat dari si bandit yang berada dalam genangan darahnya sendiri.

XxXxX

Kembali ke pertempuran yang sedang berlangsung.

Para kesatria sewaan terlihat mulai kelelahan di lihat dari peluh dan juga nafas yang terengah-engah.

" Hah jika hah seperti ini, hah kita akan kalah." Ucap seorang kesatria.

" Hah kau benar." Balas kesatria yang lain.

" Menyerah saja! Dan serahkan semua barang-barang berharga kalian beserta kereta kuda itu!" Teriak seorang bandit berbadan besar penuh dengan seringai kemenangan saat melihat lawannya sudah terlihat kehabisan stamina.

" J-jangan harap! Kami tak akan mengikuti perintah kalian!" Teriak seorang kesatria bayaran berambut putih panjang yang dilihat dari pakaiannya dia seorang perempuan. melawan rasa takut dan lelahnya.

" Hohoho baiklah kalau begitu. Anak-anak habis mereka!" Komando si ketua bandit sambil menyeringai membuat bandit-bandit di depannya mulai berlari sambil berteriak kesetanan. Para kesatria sewaan terlihat menguatkan pegangan mereka pada pedangnya masing-masing. Mereka tak yakin bisa mengalahkan bandit-bandit ini yang kini tengah berlari ke arah mereka tanpa korban jiwa dari pihak mereka.

Dan tanpa mereka sadari ada sesosok misterius yang kini tengah berdiri melihat mereka semua.

Tiba-tiba sosok itu menekuk kakinya dan memajukan kaki kananya sedikit dengan tubuh yang agak di bungkukkan ke depan. Tangan kirinya memegang sebuah sarung pedang dan tangan kanannya memegang bagian pegangan pedangnya.

Hiten Mitsurugi : Shukuchi

Gumam sosok itu sangat pelah sampai tak ada yang mendengar gumaman itu.

Whuuusss

Jrasssss

Jrasssss

Jrasssss

Tiba-tiba sebuah siluet hitam melesat dan menebas para bandit dengan kecepatan yang sangat sulit untuk di ikuti oleh mata normal. Para bandit yang terkena serangan itu bahkan tak sempat berteriak saat sebuah tebasan menargetkan dan menebas leher mereka membuat kepala mereka putus dari tempatnya.

Bandit yang tak terkena serangan dari sosok itu kini berdiri mematung memandang horor tubuh tanpa kepala teman mereka yang masih berdiri dan mengeluarkan darah segar bagaikan air mancur.

Brugggg

Bruuugg

Brugggg

Beberapa saat kemudian tubuh tanpa kepala itu mulai terjatuh dan mulai menyadarkan mereka dari rasa terkejut dan juga takut.

" Hiiii!"

" A-a-ap-apa-apaan ini!"

" S-s-siapa y-yang telah m-melakukan ini!?"

Teriak beberapa bandit ketakutan.

" S-si-siapa kau! Tunjukkan dirimu!" Teriak seorang bandit yang terlihat seperti ketua gerombolan bandit itu yang tersadar dari rasa terkejutnya. Dia tak menyangka dalam hitungan detik beberapa anak buahnya tiba-tiba mati dengan kepala terpenggal oleh seseorang yang bahkan tak terlihat wujudnya dan tahu-tahu kepala anak buahnya sudah menggelinding di tanah. Perlahan namun pasti perasaan takut mulai menggerogoti hatinya yang bisa di lihat dari tubuhnya yang mulai menggigil ketakutan.

Tap

Tap

Tap

" Untuk ukuran seorang bandit. Kau sangat memalukan." Ucap seseorang yang keluar dari balik pohon sebelah kiri para bandit. Kini mereka bisa melihat jelas seorang pemuda dilihat dari postur tubuhnya yang mengenakan jubah hitam dan juga sebuah topi jerami yang menutupi tubuhnya.

Mendengar ucapan sosok misterius itu, wajah ketua bandit itu mulai memerah menahan amarahnya. Dia tak terima dilecehkan seperti itu oleh sosok asing yang menurutnya seorang pengecut. Lihat saja penampilan yang serba tertutup itu! bahkan dia menyembunyikan sosoknya di balik jubah dan juga topi jerami untuk menutupi identitasnya bagaikan seorang pengecut.

" Sialan! Siapa kau!" Teriak ketua bandit.

" Hn." Dan hanya gumam tak jelas sebagai jawabannya.

"Sial! Anak-anak serang dia!" Teriak ketua bandit murka dan menyuruh anak buahnya.

"T-t-api bos-" Ucap anak buahnya ragu-ragu.

" Jangan takut bodoh! Dia hanya sendiri, kalian serang saja bersama-sama!" Teriak ketua bandit memotivasi anak buahnya yang ragu.

" Y-y-ya k-k-ketu benar! Dia hanya sendiri!"

" Ki-kita serang bersama-sama!"

" Habisi dia!"

Teriak para bandit mencoba menyemangati diri mereka sendiri. Mereka mulai berlari dan menodongkan senjata mereka masing-masing pada sosok itu yang kini hanya berdiam diri saja.

"Bodoh." Gumam sosok itu.

Crek

Suara pedang yang di tarik sedikit dari sarungnya. Orang misterius itu mulai memasang kuda-kuda yang sama seperti tadi.

Hiten Mitsurugi : Senmaioroshi

Sriiingggg

Tiba-tiba posisi orang misterius dalam sekejap mata sekarang telah berada di belakang tubuh para bandit yang diam mematung entah karna kenapa.

Jrasssss

Jrasssss

Jrasssss

Jrasssss

Dua detik kemudian pemandangan yang sangat mengerikan tersaji di depan para pedagang, kesatria bayaran, dan juga ketua bandit. Bagaimana tak di sebut mengerikan? Terlihat sekarang tubuh para bandit yang akan menyerang sosok misterius itu sudah tidak berbentuk lagi dengan bagian tubuh yang berbentuk kotak kecil yang berceceran dimana-mana.

Senmaioroshi, sebuah teknik yang melepaskan seribu tebasan kurang dalam dua detik. Teknik ini yang bertanggung jawab atas hancurnya tubuh para bandit itu. Sebuah teknik dari cabang aliran pedang Hiten Mitsurugi-ryu.

Teknik Hiten Mitsurugi-ryu sendiri adalah sebuah teknik yang diperuntukkan agar musuh tidak bisa ditahan atau di hindari oleh musuh si pengguna. Sebuah teknik yang diciptakan agar musuh tak dapat menyerang balik. Sebuah teknik yang mengombinasikan antara kecepatan dan kelincahan membuat teknik ini menjadi momok menakutkan pada jamannya.

" Oeekkk."

" oeekkk."

Para pedagang yang memiliki mental kurang kuat, langsung memuntahkan seluruh isi perut mereka saat melihat pemandangan mengerikan yang tersaji di hadapan mereka. Bahkan para satria bayaran menatap kejadian itu dengan tubuh yang mematung dan keringat dingin yang mulai membanjiri seluruh tubuh mereka.

Kini wajah ketua bandit itu seperti kehilangan rona kehidupannya. Dia berdiri mematung menatap bolak-balik antara tubuh hancur anak buahnya dan juga sosok berjubah hitam yang kini berdiri di hadapannya.

Bruuuggg

" A-a-ampuni a-aku." Ucap ketua bandit itu sambil bersujud di hadapan sosok itu. Dia tak menyangka bahwa anak buahnya dapat dikalahkan dalam hitungan detik oleh sosok yang kini berdiri di hadapannya. Sekarang rasa takut mulai menggerogoti hatinya kembali. Dia seakan sedang berhadapan dengan seorang malaikat maut yang kini tengah menatap tajam dirinya.

Sriiingggg

Sosok misterius itu mulai mencabut pedangnya dari sarungnya. Para kesatria sewaan dan juga pedagang terlihat menahan nafas mereka saat sosok itu mencabut pedangnya. Mereka menunggu kejadian selanjutnya dengan hati yang tegang.

" A-aku mohon ampuni aku!" Teriak bandit itu ketakutan sambil membenturkan kepalanya beberapa kali pada tanah yang ada di bawahnya.

" Kau telah berbuat sesukamu." kedua mata bandit itu membola saat mendengar ucapan sosok misterius itu yang masuk ke dalam indra pendengarnya.

Jrasssss

" Dan saatnya bagimu mendapat balasan." Ucap sosok itu setelah menebas kepala si bandit.

Bruuuggg

Tap

Tap

Tap

" T-t-tunggu!" Teriak seorang kesatria bayaran menghentikan langkah sosok misterius itu yang terlihat akan pergi setelah mengeksekusi mati ketua dari komplotan bandit yang menyerangnya. Kesatria itu adalah perempuan berambut putih yang memiliki wajah lumayan cantik berusia 20 tahunan.

" B-b-bisakah aku mengetahui namamu?" Tanya kesatria itu tergagap. Dia sungguh takut dan juga waspada pada sosok itu tapi perasaan ingin tahu mengalahkan itu semua.

Tap

Tap

Tap

" A-aku mohon." Ucap kesatria itu memaksa mengetahui nama dari penolongnya. Membuat sosok itu berhenti lagi dan perlahan menolehkan kepalanya pada satria itu.

" Venom." Ucap sosok itu memperlihatkan wajahnya yang di tutupi oleh topeng hitam bermata putih besar.

Whuuusss

" Terima kasih atas bantuanmu, Venom-san." Ucap kesatria itu saat melihat Venom menghilang secara perlahan seperti hantu.

" Dia bukan seorang Wizard ataupun Knight biasa." Gumam seorang kesatria melihat skill berpedang dan juga cara sosok itu menghilang.

.

.

.

.

.

Parthevia. Adalah sebuah kota besar yang menjadi pusat aktivitas di kerajaan Britania Raya, sekaligus menjadi ibukota dari kerajaan tersebut. Kota indah dengan bangunan bergaya Eropa abad pertengahan. Berbagai lanskap unik bisa ditemukan di kota ini, mulai dari arsitektur menawan, pemandangan perbukitan, hingga pasar tradisional yang khas. Bangunan arsitektur dari berbagai gaya seni mulai dari katedral bernuansa Gotik, istana dan taman-taman bergaya Baroque, bangunan-bangunan yang menggunakan seni Art Nouveau, kapel-kapel bergaya Romanesque, hingga karya-karya arsitektur Kubisme, yang menjadi ciri khas dari ibukota kerajaan, Britania Raya ini.

Note : Bayangkan kota Praha Republik Ceko.

Di alun-alun kota Parthevia kini terlihat sosok misterius yang diketahui adalah Venom atau tak lain Adalah Naruto yang kini sedang berjalan menembus keramaian orang-orang yang sedang melakukan aktivitas tawar menawar barang. Tak sedikit orang yang menatapnya curiga dengan pakaian tertutupnya, mereka berpikir dia adalah seorang penjahat yang akan melakukan kejahatan di kota tercinta mereka.

Srak

Srak

Srak

Terlihat dua orang berbaju zirah berwarna perak tengah mengejar Naruto dan membuat pejalan kaki mulai menyingkir membuka jalan mereka menuju Naruto. Mereka berdua adalah Prajurit yang tengah berpatroli di kota itu dan tanpa sengaja melihat sosok Naruto yang menurut mereka terlihat mencurigakan.

" Hei kau! berhenti!" Teriak salah satu dari mereka mencoba menghentikan Naruto.

Tap

Tap

Tap

" Hei! aku menyuruhmu berhenti!" Teriak kesatria itu sambil memegang bahu kanan Naruto yang otomatis membuat langkah Naruto terhenti. Kini pejalan kaki mulai mengambil jarak dari mereka bertiga dan membentuk sebuah lingkaran yang menjadikan mereka bertiga perhatian utama dari pengunjung pasar itu.

" Buka topimu dan sebutkan identitasmu juga alasanmu datang ke kota ini." Perintahnya pada Naruto.

Sreeett

Perlahan tangan Naruto keluar dari balik jubahnya dan mulai menarik topi yang menutupi kepalanya memperlihatkan surai sepunggung berwarna hitam kelam sekelam malam.

" Namaku Naruto dan aku seorang pengelana. Tujuanku datang ke kota ini untuk mengisi perbekalanku." Ucap Naruto berbalik dan menatap wajah kesatria penjaga yang memegang bahunya.

" Kenapa kau membawa senjata tajam! Di kota ini aman dari kejahatan jadi kau tak perlu membawa senjata." Ucap kesatria itu melihat gagang pedang Naruto yang sedikit keluar dari balik jubahnya.

" Bukankah hal yang wajar bila seorang pengelana yang tak dapat melakukan sihir membawa senjata sebagai perlindungan mereka?" Tanya Naruto pada penjaga itu.

" Dia jujur. Aku tak melihat aliran mana dalam tubuhnya." Bisik penjaga yang dari tadi diam. Sebenarnya dia dari tadi memeriksa Naruto dengan kemampuan khusus untuk melihat aliran mana dalam tubuh Naruto menggunakan kemampuan mata Byakugan. Byakugan sendiri adalah kemampuan khusus yang hanya dimiliki oleh seorang anggota dari bangsawan Hyuga dan juga Otsutsuki.

" Baiklah, kau boleh pergi. Tapi ingat! Jangan melakukan tindakan lain-lain! Jika kau bertindak mencurigakan kami tak segan untuk menangkapmu dan memasukkanmu ke dalam penjara!" Peringatan dari penjaga itu pada Naruto.

" Hn." Ucap Naruto kembali melanjutkan perjalanannya. Membuat kedua penjaga itu kesal.

" Dasar tak punya sopan santun!" Kesal kedua penjaga itu kembali menjalankan tugas berkeliling mereka.

.

.

.

.

Tap

Tap

Tap

" Hentikan Pencuri itu!" Teriak seorang wanita berambut hitam yang kini tengah mengejar seseorang yang menggunakan jubah lusuh berwarna coklat.

" Minggir!" Teriak orang itu cempreng dan terdengar seperti suara anak-anak. Anak itu terus berlari dan sesekali menabrak para pejalan kaki yang menghalangi jalannya.

" Hei Hati-hati!"

" Aduh! Ada apa ini!"

" Kalau jalan pakai matamu!"

Teriak Beberapa pejalan kaki yang tertabrak dan di hiraukan oleh si pencuri.

" Pencuri!" Teriak si wanita yang kini mulai tertinggal.

" Hehehe hari ini aku akan makan enak." Ucap si pencuri melihat pemilik tas yang kini dalam pelukannya mulai tertinggal jauh.

Saat pencuri itu masuk sebuah gang dan akan berbelok.

Duugg

Bruuuggg

Akibat pandangan yang melihat ke belakang ia tak sadar dari arah berlawanan sebuah gang kecil muncul sosok berjubah hitam dan membuatnya terjatuh.

" I-itaii!" Teriaknya merasakan pantatnya membentur jalanan.

" Berikan tas itu." Ucap Naruto pada pencurian itu.

" E-enak saja! Aku sudah berusaha keras untuk mendapatkannya tahu! Dan kau seenaknya mau mengambilnya!" Teriak pencuri itu sambil kembali bangkit dan mulai berbalik dan berlari.

Sreeett

" Berikan." Ulang Naruto sambil memegang tudung jubah yang dikenakan oleh pencuri itu dan memperlihatkan surai putih sepunggung yang lusuh dari seorang gadis kecil.

" Hei! L-lepaskan! Bagaimana jika kita bagi dua saja uang di dalamnya?" Teriak anak perempuan itu sekaligus menawarkan sebuah tawaran pada Naruto.

" Kembalikan tas itu." Ucap Naruto mengabaikan tawaran si pencuri.

" Tidak! Tolong! Tolong! Ada om-om mesum yang ingin memperkosaku!" Teriak gadis itu membuat Naruto sweetdrop seketika.

" Ada apa ini!" Beberapa pejalan kaki mulai berdatangan ke tempat itu saat mendengar teriakan dari dalam gang.

" Tolong aku dari om-om mesum ini! Dia mau memperkosaku!" Teriak perempuan itu pada para warga yang mulai berkumpul dan membuat tatapan tajam dilayangkan kepada Naruto.

" Hei bung lepaskan gadis kecil itu!" Teriak seorang pria.

" Kalian salah paham. Gadis ini adalah pencuri." Ucap Naruto membela diri dari tuduhan gadis yang kini berhasil melepaskan diri.

" Dia bohong! Jelas-jelas dia mau memperkosaku!" Teriak gadis itu sambil berlari ke arah para warga yang kini mulai bertambah banyak.

" Tunggu apalagi! Kita hajar saja dia!" Teriak seorang pria sambil berlari ke arah Naruto bersama teman-temannya.

" Ck!"

Bug

Bug

Bug

Bug

XxXxX

Mendengar sebuah keributan, dua orang penjaga dan seorang wanita berambut hitam mulai mendekati kerumunan di sebuah gang.

" Ada apa ini." Tanya seorang penjaga.

" Aku dengar ada seorang pria mesum mau memperkosa seorang gadis kecil." Ucap seorang wanita yang berdiri di mulut gang itu.

" Apa!"

" Jangan berteriak bodoh! Ayo cepat kita periksa." Ucap seorang penjaga mulai menerobos kerumunan itu bersama temannya dan seorang wanita berambut hitam. Setelah mereka berhasil menerobos kerumunan itu mereka bertiga melihat pertarungan yang berat sebelah di mana beberapa pria melawan sosok berjubah hitam.

" Hentikan! Ada apa ini!" Teriak penjaga itu menghentikan keonaran di hadapannya. Naruto mengalihkan perhatiannya pada orang yang baru saja berteriak dan menghentikan pukulannya saat akan mengenai wajah seorang warga yang kini menatap horor tinju Naruto.

' Hiiiii!' Batin orang itu langsung pingsan.

" Ternyata kau! Sudah kubilang jangan membuat masalah di kota ini!" Ucap salah satu dari penjaga saat melihat Naruto sedang mencengkeram baju seorang warga yang sudah kehilangan kesadaran dengan hidung mimisan dan wajah yang penuh dengan luka pukulan dan jangan lupakan beberapa warga tergeletak pingsan dengan muka bonyok di sekitar Naruto.

" Untung ada kalian tuan penjaga! Orang itu mau memperkosaku!" Bagai menuai bensin di atas kobaran api. Seorang gadis yang mengenakan jubah coklat dan memeluk sebuah dompet berlari ke arah penjaga dan mengadukan Naruto, tanpa menyadari seorang wanita yang memperhatikan tas yang ada dalam dekapannya.

" Apa! Kau dalam masalah anak mu-"

" Penjaga! Gadis ini yang telah mencuri dompetku!" Teriak wanita berambut hitam itu memotong kata-kata dari penjaga itu saat yakin tas yang ada dalam dekapan gadis itu adalah dompetnya. Teriakan itu sukses membuat perhatian semua orang teralihkan padanya.

" Gawat." Gumam gadis itu mulai menyelinap dan mencoba melarikan diri saat tak ada yang memperhatikannya.

Greeb

" Mau ke mana kau." Tiba-tiba Naruto muncul di belakang gadis itu dan mencengkeram kerah jubahnya.

' C-cepat.' Batin mereka saat melihat Naruto yang tengah memegangi gadis pencuri itu. Mereka tahu jarak antara Naruto dan pencuri itu lumayan jauh dan tanpa mereka sadari Naruto telah berpindah posisi.

" J-jadi semua ini salah paham." Ucap seorang warga dengan wajah penuh lebam mendekat pada Naruto dan kedua penjaga itu.

" Hn." Balas Naruto.

" Tapi kau tak perlu menghajar kami sekeras itukan!" Teriak warga itu kesal. Wajahnya masih berdenyut-denyut nyeri akibat hantaman keras pukulan Naruto.

" Salah kalian." Balas lagi Naruto tanpa merasa bersalah.

" Kau kejam." Memang dia akui bahwa ini salah mereka semua yang tak mau mendengar ucapan Naruto dan langsung main hajar saja dengan berakhir dengan mereka yang menjadi bulan-bulan Naruto. Tapi hei, jangan salahkan mereka! Lihatlah penampilan Naruto yang serba tertutup membuat mereka langsung mempercayai perkataan gadis pencuri itu.

" Hn." Balas Naruto.

" K-kau!" Kekesalan warga itu semakin bertambah saat mendengar jawaban tak jelas dari Naruto.

" Aku serahkan pencuri ini." Ucap Naruto sambil melempar gadis itu pada seorang penjaga.

" Hei!" Teriak gadis itu tak terima dilempar begitu saja oleh Naruto.

" Tunggu pemuda-san." Ucap wanita berambut hitam sang pemilik tas yang baru saja dicuri mengejar Naruto.

" Bisakah aku tahu Namamu?" Tanyanya pada Naruto.

" Naruto." Jawab Naruto sambil kembali melangkah.

" Ah, Naruto-san. Perkenalkan namaku Uchiha Mikoto. Dan sebagai rasa terima kasihku maukah kau datang ke kediamanku dan ikut makan siang di sana?" Tawar Mikoto sambil berjalan di samping Naruto.

" Tak perlu." Tolak Naruto.

" Aku mohon Naruto-san, aku tak mau merasa berhutang budi." Mohon Mikoto saat mendengar penolakan dari Naruto.

" Mau yaaa." Bujuk Mikoto.

" Mau yaaa." Bujuknya sekali lagi.

" Mau Yaaa." Bujuknya lagi.

" Mau yaaa." Lagi.

" Ck, Baiklah." Dan akhirnya Naruto menerimanya dengan kesal akibat bujukan(Paksaan) dari Mikoto.

"Kalau begitu mari! akanku tunjukan jalannya." Ucap Mikoto dengan semangat sambil menarik lengan Naruto.

Sementara itu di dalam gang tadi.

" Apakah kau merasa kita terlupakan?" dan ternyata kedua penjaga itu memperhatikan percakapan Antara Naruto dan Mikoto yang kini telah menghilang di persimpangan.

" Aku rasa begitu." Balas temannya.

Sekarang dalam gang itu hanya tersisa mereka berdua karena para warga sudah membubarkan diri dan juga mengantar warga yang terluka akibat dari perbuatan mereka yang niat awal mau menghajar tapi malah dihajar.

" Hei! Gadis itu melarikan diri!" Salah satu penjaga itu mulai sadar bahwa gadis pencuri itu sudah tak ada di samping mereka. Mereka terlalu keasyikan memperhatikan percakapan antara Mikoto dan Naruto sampai tak tahu bahwa gadis pencuri itu telah menyelinap kabur dari pengawasan mereka berdua.

" Ck! Sial! Ayo kita cari dia." Ucap temannya sambil mulai berlari mencari gadis itu.

" Hihihi dasar penjaga bodoh." Terlihat gadis itu bersembunyi di sebuah gang sambil memegang sebuah dompet.

" Aku ambil dompet kalian." Ucap gadis itu mulai berlari berlainan arah dengan kedua penjaga itu.

DIMANA DOMPETKU!"

" DOMPETKU JUGA HILANG!" Tak lama terdengar teriakan yang disusul oleh teriakan yang lain.

.

.

.

Sementara itu di tempat Naruto berada.

" Nah selamat datang di kediamanku!" Ucap Mikoto begitu semangat sambil di ikuti oleh Naruto di belakangnya.

" Selamat datang Mikoto-Sama." Ucap beberapa maid yang menyambut kepulangannya.

" Korune? Apakah Fugaku sudah pulang?" Tanya Mikoto

"Hai! Beliau ada di ruang keluarga." Jawab si maid.

" Baiklah kalau begitu, tolong siapkan segera makan siang untuk tamu kehormatanku." Perintah Mikoto.

" Baik!" Ucap mereka sambil bergegas

" Mari Naruto-san ikuti aku." Ucap Mikoto.

.

.

Skip time

.

.

Setelah acara makan itu .

" Sepertinya kau seorang ahli pedang." Ucap Fugaku memecahkan keheningan di ruang makan itu.

" Hanya sedikit." Ucap Naruto dengan wajah datarnya.

" Bolehkan kulihat pedangmu?" Ucap Fugaku. Dari awal dia penasaran dengan pedang yang tersarung di pinggang kiri Naruto. Dia menduga-duga apakah pedang itu seperti yang ada dalam pikirannya.

" Untuk apa?" Tanya Naruto.

" Hanya ingin mengobati rasa penasaranku saja." Jawab Fugaku.

" ?" Terlihat wajah bingung Naruto saat mendengar alasan Fugaku.

" Haah. Kau tahu? Pedangmu itu terlihat unik dan aku ingin memastikan sesuatu yang mengganjal di pikiranku sejak tadi." Jelas Fugaku.

" Hn." Sambil menyerahkan sebuah pedang yang masih terbungkus oleh sarungnya.

Kini di tangan Fugaku sebuah pedang dengan sarung pedang berwarna hitam legam dan gagangnya yang terbuat dari kayu yang terlilit oleh kain berwarna putih.

Sriiingggg

Suara pedang yang tercabut dari sarungnya dan memperlihatkan sebuah pedang berwarna hitam mengkilap yang dari tadi tersembunyi di dalam sarungnya.

"!" Terlihat wajah terkejut dari Fugaku saat melihat seluruh bagian pedang Naruto.

' I-ini katana! Dan sangat ringan sekali, bagaimana pemuda itu mendapatkan pedang dengan kualitas seperti ini?' Batin Fugaku. Dia sesekali mengibaskan pedang itu yang sesekali menimbulkan suara pedang yang bergesekkan dengan angin.

" Dari mana kau mendapatkan katana ini!?" Tanya Fugaku mengalihkan perhatiannya pada Naruto.

" Itu bukan urusan Anda." Jawab Naruto dingin.

" Kau tahu? Hanya satu orang di kerajaan ini yang bisa membuat katana dan itu pun memerlukan waktu satu tahun untuk bisa menyempurnakan." Ucap Fugaku membuat Naruto sedikit tertarik.

" Hn." Balas Naruto membuat Fugaku kesal dibuatnya.

" Dengar anak muda! Pedang katana hanya dibuat beberapa biji dikerajaan ini dan tak sembarang orang bisa memilikinya, hanya para bangsawan dan keluarga kerajaan yang memilikinya." Jawab Fugaku sambil menatap merendahkan pada Naruto.

" Melihatmu aku sangsi ini benar-benar milikmu." Ucapnya lagi membuat Naruto tersinggung

" Kau menuduhku mencuri?" Tanya Naruto begitu dingin.

" Sudahlah Anata! Tak baik berbicara seperti itu." Ucap Mikoto saat melihat keadaan mulai memanas.

" Siapa yang tahu? Begini saja, sebutkan harga untuk katana ini yang kau inginkan dan aku akan membayarnya sekarang juga." Ucap Fugaku mencoba menukar pedang dalam genggamannya dengan uang. Semua rakyat jelata selalu mendambakan uang. Mungkin itu pemikiran Fugaku saat melihat Naruto.

" Anata!" Teriak Mikoto merasa diabaikan.

" Aku tak akan pernah melepas katana itu. Sekarang kembalikan padaku!" Jawab Naruto sambil mengulurkan tangannya meminta pedangnya dikembalikan.

' Aku harus mendapatkan katana ini tapi bagaimana cara?' Batin Fugaku begitu ambisius mendapatkan pedang katana yang ada dalam genggamannya.

" !" Sebuah pemikiran terlintas di kepala Fugaku.

" Anak muda bagaimana jika kita membuat sebuah taruhan?" Rayu Fugaku sambil menyerahkan katana itu pada Naruto secara tak rela.

" Taruhan apa maksudmu?" Tanya Naruto setelah menyimpan katananya di tempatnya.

" Sebuah pertarungan satu lawan satu." Ucap Fugaku.

" Apa untungnya bagiku." Ucap Naruto.

" Tentu saja banyak. Jika kau menang maka kau akan mendapatkan 1000 koin emas dan juga seorang budak yang akan bekerja menjadi pesuruhmu." Ucap Fugaku membuat Naruto mulai tertarik.

" Jika aku kalah?" Tanya Naruto mulai tertarik.

" Tentu saja kau harus menyerahkan katanamu itu!" Jawab Fugaku sambil memasang seringainya.

" Bagaimana anak muda?" Tanya Fugaku menunggu keputusan Naruto.

" Aku terima." Jawab Naruto sambil menatap datar Fugaku.

' Fufufu bersiaplah kehilangan katana itu bocah.' Batin Fugaku yakin bahwa dia yang akan memenangkan pertaruhan ini.

" Kalau begitu persiapkan dirimu untuk besok." Ucap Fugaku.

" Hn." Balas Naruto membuat Fugaku menjadi kesal kembali."

" Baiklah lebih baik kau beristirahat, aku telah menyediakan kamar untukmu." Ucap Fugaku menahan diri untuk tidak memasung pemuda berambut hitam yang ada di hadapannya.

" Maid!" Teriak Fugaku.

"Hai! Fugaku-sama." Jawab seorang maid cantik berambut merah muda sepunggung.

" Antarkan pemuda ini ke kamar tamu." Suruh Fugaku.

" Baik Fugaku-sama." Ucap si maid sambil membimbing Naruto.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

Hehehehehe akhirnya selesai juga.

Hai semuanya! Kali ini Victor akan menjelaskan sedikit profil dari Naruto

Nama : Uzumaki Naruto.

Warna rambut :

Awal merah, setelah mati menjadi hitam( disamarkan oleh simbiosis Venom)

Warna mata :

Merah darah

Tinggi badan :

185

Umur :

15 Tahun

Nama ayah :

Uzumaki Arashi (Mati)

Nama ibu :

Uzumaki Mito (Hidup)

Saudara :

Uzumaki Karin (Adik) (Hilang)

Uzumaki Lucius (Paman) (Diduga telah mati)

Uzumaki Gremory Vanelana (bibi) (Hidup)

Uzumaki Gremory Sirzech (Sepupu) (Hidup)

Uzumaki Gremory Rias (Sepupu) (Hidup)

Klan : Uzumaki

Partner :

Venom (Mati)

Note : Hanya tertinggal kekuatannya saja yang masih melekat dalam diri Naruto.

Amaryū (Hidup)

Kekuatan :

Armor simbiosis

Membaca ingatan

Merasakan Niat jahat

Adamantine Attacking Chain

Adamantine Sealing Chain

Magic Gate

Berkah cetak biru

Senjata :

Claymore swort

Katana (?)

Skill pedang :

Hiten Mitsurugi-ryu

.

Ya itu saja sekarang saatnya membalas Reviews dari para Raiders-san!

Abdulcena910

Ya siapa yang tahu ^.^

Haikal-san

-Ya untuk saat ini Naruto hanya pokus pada mencari kekuatan untuk membalaskan dendamnya.

- Selama 4 tahun Naruto hanya belajar skill pedang dari Seijuro yaitu Hiten Mitsurugi-ryu dan untuk magic Chain dan Simbiosis Naruto belum melatihnya kembali.

4Rubinart

-Terima kasih telah menbaca storyku ^.^

Ryu Uzumaki

-Untuk alasan kenapa Naruto hanya bisa memilik 3 sihir adalah campuran dari simbiosis Venom yang tak terkendali membuat aliran mana Naruto menjadi tak dikenali oleh tubuh (Eror)

-kalau kamu mau bertanya jika eror kenapa Naruto masih bisa melakukan sihir. Itu karena formula sihir dari ketiga sihir itu sudah sirekam dalm memori Naruto membuat dia masih bisa menggunakannya.

-Alasannya ada pada magic Chain. East Union ingin membangkitkan sebuah makhluk yang akan digunakan untuk mencapai tujuannya. Mereka takut Uzumaki klan bersama magic Chainnya bisa menggagalkan rencana mereka.

-Maaf di chapter ini udah terjadi dengan Uchiha -.-'

Heru Setyawan

-Sangat susah membayangkan anak kecil memiliki kekuatan yang over jadi langsung di ganti season saja hehehe agar bisa skip umurnya menjadi agak dewasa

-Nasib Ama-chan selamat tapi lokasinya masih disembunyikan

-Masih ada tersembunyi dalam Barnier buatan Arashi.

ShiranuiShuichi

-.- jangan terlalu jujur seperti itu kau menyakiti prasaanku.

XxzZuaN

-Ini udah.

1fazakhi indra

-Naruto hanya tahu sedikit tentang marvel maklum belum nonton Avenger infinity war dianya. Jadi dia tak memusatkan perhatiannya untuk berburu batu ajaib itu.

-Kekuatan power stone sangat kuat bahkan orang yang memegang secara langsung akan langsung hancur. Jadi Naruto masih belum sepenuhnya menguasai batu ini

-Makasih atas dukungannya.

Kitsune

-Makasih atas dukungannya ^.^

Aldo

-Makasih atas dukungannya.

KITSUNE

-Hmmmm ini menarik... ada dua kitsune

-Baik ini udah lanjut.

Bayu

-Ikuti terus The Scientist maka kau akan tahu nasib semuanya.

Ethanol

-Ya anda benar. Susah membagi waktu antara dunia nyata dan dunia fanfic jadi yaa saya kebut saja.

-Terima kasih telah membaca storyku

Pain Overture

-Naruto sudah memiliki dua hanya belum sadar satunya lagi. Dan untuk yang lain masih dirahasiakan

Alim

-Itu terlalu menakutkan kawan dan itu akan membuat storyku cepat tamat ^.^'

Uzumaki

Terima kasih telah membaca storyku.

Abew.

-Ada

-Dirahasiakan.

Guest

-East Union -_-

-Udah lama tapi gak tahu kapan.

Porgas D megu

-Dia akan kembali tapi tak tahu kapan.

-Terima kasih telah membaca storyku

Mr.ariY71

-Hari ini.

The erraser

Terima kasih telah membaca storyku.

Babibangsat230

666-avanger

15 tahun

Eins-Zwei

Siap chapten!

.

.

Oke sekian di tunggu untuk reviews selanjutnya dari raiders san semoga kalian selalu sehat.

Reviews baik dari kalian adalah penyemangat kami untuk melanjutkan story kami!

Sampai jumpa lagi!

.

.

.

The Scientist chapter 11