My Baby Love
.
.
Chapter 11
.
KyuMin Gender Swich
Rate : T
Warning : Typo(s) dimana-mana dan tidak sesuai EYD.
DISCLAIMER : Cerita ini murni ide Saya dan Saya hanya meminjam nama mereka dan FF ini hanya Fiksi belakang. No plagiat!
Autor Note : Ini adalah Ff pertama saya, dan juga pasaran, Mohon maaf jika banyak kesalahan didalamnya. Kritik dan saran membangun sangat di perlukan
Happy Reading..!
Siwon melihat Kyuhyun pergi setelah pembicaraan serius mereka selesai. Ia seperti dilempari Boom dan dalam waktu beberapa detik saja mampu meledakkan hatinya dengan cara yang tragis. Mata jernihnya menatap lurus pada Pintu yang baru saja Kyuhyun lewati.
"Ini memang kenyataan yang sulit. Tapi mau bagaimana lagi Shengmin adalah Lee Sungmin, putri dari Lee Kangin. Sedangkan Lee Yunho.. Hanyalah korban" Ucap Ryeowook memberikan satu lembar foto keluarga Kangin.
Siwon mengambil foto itu matanya tidak lepas memandang potret Sungmin dan keluarganya. " Korban dari dendam seseorang" Ucap Siwon dengan nada pelan. Ryeowook tanpa sadar mengangguk mengiyakan ucapan Siwon. " Padahal aku akan melamarnya dua hari lagi" Siwon menatap nanar selembar foto ditangannya.
Ryeowook tampak ragu dengan ucapan yang dilontarkan Siwon barusan. " Anda pasti sedang bercanda. Nona yang sedang anda pandangi itu adalah Tunangan Tuan muda Cho Kyuhyun. Sungmin nona terlihat senang dengan cincin bunganya." Ujar Ryeowook mencoba menjelaskan posisi Kyuhyun disini adalah Tunangan Sungmin.
" Cincin bunga?" Tanya Siwon tidak mengerti.
"Yaa. Anda bisa melihatnya. Nona Sungmin tidak pernah melepaskan cincin itu dari jarinya. Karena cincin itu adalah cincin pemberian tuan muda Kyuhyun. Semacam cincin pertunangan" Jawab Ryeowook yang mulai serius mengawasi reaksi wajah Siwon.
" Tapi aku mencintainya"
" Tapi anda tidak bisa memilikinya. "
" Aku akan tetap melamarnya"
" Anda terlalu gila jika sampai melakukan itu"
" Terlalu gila sampai aku sangat menginginkannya"
"MWO! Apa kau buta Tuan! Kau harus sadar jika mereka sudah terikat benang merah. Kau tampan tapi sayang kau buta dan bodoh. Kasihan sekali" Setelah mengucapkan itu Ryeowook bangkit dari duduknya dan mulai pergi meninggalkan Siwon yang masih bergeming ditempatnya. Siwon memang tidak tersinggung sama sekali dengan ucapan kasar Ryeowook padanya karena ia juga menyadari jika ia salah.
Ryeowook melirik kebelakang tepatnya melirik kaca cafe yang tertuju pada sosok Siwon. Dengan rasa kesal Ryeowook membuka tas ungu miliknya, lalu mengambil ponsel pintarnya.
" Yeoboseo. Kim Kibum, Ini tugas terakhirmu"
"... "
" Iya.. Aku tidak main-main kau akan mendapatkan tandatangan Sungmin plus kau juga akan berkenalan dengan gadis kelinci itu nanti. Tapi ingat buat Pangeran incaranmu itu jatuh cinta. Kau tahu? Aku hampir dibuat darah tinggi olehnya. "
"..."
" Aku tidak peduli mau pakai cara apapun itu terserah kau. Mau kau langsung seret dia keranjang juga itu pilihanmu Bum. Bawa jauh pria berotot kuda itu"
"..."
"YAAK! JANGAN BERTERIAK!" Bentak Ryeowook marah. Lalu dengan kasar memasukan ponselnya kembali kedalam tas. Ia melirik kekiri dimana ada beberapa anak remaja yang menatapnya aneh.
" Apa yang kalian lihat! Sanah pulang kerumah ibu kalian! Tidak pernah melihat orang marah saja." Marahnya pada sekumpulan remaja itu yang langsung lari ketakukan.
" Kyuhyun pasti langsung pergi ketempat Sungmin dibawa. Aku harap luka dibahunya tidak semakin parah. Dasar tidak sabaran" Monolog Ryeowook yang tidak habis pikir Kyuhyun akan melakukan hal senekad ini. Padahal lukanya harus dijahit, namun seolah tidak peduli dengan luka dibahunya Kyuhyun terus memaksa untuk memperbannya saja.
" Dasar pria-pria gila"
Kyuhyun mengelus lembut kening Sungmin yang berkeringat, mata gadis manis tersebur terpejam karena lelah dan kini gadis itu tertidur. Kyuhyun menidurkan Sungmin dengan pahanya sebagai bantal. Ia tidak bosan memandang gadisnya ini, senyum tulus terus Kyuhyun pancarkan berbeda dengan hatinya yang sedang gundah gulana. Ia tidak main-main dengan ucapannya. Jika Sungminnya memilih Siwon ia harus merelakannya pergi. Bagaimanapun kebahagian Sungmin adalah keinginan utamanya.
" Benjol?" Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung saat merasakan benjolan samar dikening Sungmin.
" Sshhh" Ringisan pelan keluar dari mulut Sungmin.
" Pasti ulah Jungmo." Desisnya tajam. Kadar kebenciannya bertambah jika itu menyangkut Jungmo. " Apa karena ini dia ingat semua ingatannya. Rasanya aku tidak rela jika kening ini benjol dan sedikit lecet. " Monolognya dengan suara pelan takut jika Sungmin bangun.
Hening
Suasana kastil itu sangat hening sekali, dan menyeramkan. Hawa dingin menusuk tulang, Kyuhyun membuka jasnya lalu menyelimuti tubuh Sungmin yang mulai menggigil kedinginan. " Tempat ini sangat cocok untuk pembuatan film horror." Gumam Kyuhyun dengan berani, tidak ada rasa takut sedikit pun padahal ia sekarang ada ditempat yang begitu menyeramkan.
BRAAK!
Tubuh Kyuhyun menegang kaget mendengar suara mirip dobrakan mungkin yang ada diluar.
"Hyung, Kau yakin mereka ada disini?"
" Yaa. Semua tempat sudah kita geledah ti- YAK MINHO! APA YANG KAU BAWA ITU? MAU MEMBUNUH ORANG!"
" Yesung Hyung senang sekali berteriak ya. Tenang saja aku hanya memegangnya" Sahut Minho santai sambil memainkan sebuah pistol.
TAP
TAP
TAP
Terdengar suara langkah kaki yang mulai mendekati ketiga pria tersebut. Ketiganya bersikap waspada. Yesung mengeluarkan pistol dibalik jas mahalnya.
" Waaahh keren. Yesung Hyung punya pistol. Daebaakk" Puji Onew pada Yesung yang justru tengah serius.
Hening
" Mana orangnya tidak muncul?" Gumam Minho heran karena tidak mendengar suara langkah kaki, namun tiba-tiba
" HUWAAAAA! Kalian jahat semua meninggalkan aku sendiri. Aku wanita tapi ditinggal sendirian dialam mobil tanpa ada penjaga! Kalian berdua harus tahu tadi ada pria cebol yang hampir berbuat mesum padaku. Karena gemas aku pukul kepala botaknya! Hiks.. Mimpi apa aku semalam yaa? Sampai harus mengalami hal tidak senonoh ini" Adu gadis manis itu panjang lebar seperti kereta api.
" Tae-min"
Ketiga pria itu menghembuskan napas berat. Mereka dibuat kaget dan jengkel dengan tingkah gadis muda nan tomboy di depannya ini, namun mereka berusaha untuk memaklumi karakter seorang Taemin.
" Oh.. Taemin Chagi aku sangat merindukanmu. Kau tahu setiap waktu aku memikirkanmu." Minho langsung memeluk erat Taemin yang jelas merasa risih dengan pelukan Minho.
" Aku tidak mau tahu hal seperti itu. Lepaskan aku Minho" Ucap Taemin cuek. Ia berusaha melepaskan pelukan Minho namun gagal dan berakhir dengan ia yang lelah dan pasrah.
" Kyuhyun Hyung. Kau didalam kan?" Teriak Onew didepan pintu yang belum ia geledah. Semuanya hampir melupakan pintu terakhir itu.
" Yaa.. Aku didalam. Cepat buka pintu ini, Sungmin kedinginan." Teriak Kyuhyun dari dalam.
" Kita dobrak saja!" Perintah Yesung. " Kyuhyun-ah. Lebih baik kau mundur, kami akan mendobrak pintunya" Sambungnya lagi, dan memberi kode pada Kyuhyun.
Kyuhyun mengangkat tubuh mungil Sungmin, setelah merasa Sungmin nyaman dalam pelukannya. Kyuhyun mundur cukup jauh.
" Hyung, kau bisa mendobraknya sekarang" Teriak Kyuhyun
" Oke! Kita mulai"
Akhirnya mereka bertiga mendobrak pintu itu dengan bersama-sama. Pintu yang besar tidak akan mempan didobrak hanya satu orang saja. Beberapa kali mereka coba namun tidak berhasil yang ada tubuh mereka sakit semua.
" Hyung, ini percuma. Pintu itu tetap diam ditempat seperti bongkahan batu besar tidak bergeser sedikitpun." Sahut Onew dengan napas yang memburu karena lelah.
" Itu berarti harus memakai kunci. Tapi masahnya hanya Jungmo yang tahu. Aku telpon Changmin dulu" Yesung segera mengambil ponsel dari saku didalam jasnya.
TUUUT
TUUUUT
" Ck.. disaat seperti ini dia malah susah dihubungi. Apa sih yang dia lakukan" Gerutu Yesung sambil terus mencoba menghubungi Changmin.
" Maksudnya Kunci emas ini?"
Semua mata menatap Taemin yang mengayunkan kunci besar berlapis emas yang sangat cantik didepan mata mereka. Tindakan Taemin seperti seorang gadis kecil yang tengah mengejek mereka atau anak kecil yang tengah memamerkan barang terhebat yang ia miliki.
" KENAPA TIDAK DARI TADI TAEMIN!" Teriak mereka kompak. Taemin yang disoraki seperti itu hanya cemberut sebal dan memanyunkan bibinya.
" Oh.. Manisnya"
Yesung dan Onew mendelik tajam kearah Minho, bisa-bisanya ia terpesona oleh Taemin disaat seperti ini. Sedangkan Minho tidak terusik sama sekali dengan tatapan tidak suka.. Ahh atau mungkin tatapan iri padanya.
" Mwo"
Yesung tidak mau membuang waktu lagi. Ia segera mengambil kunci emas itu dari tangan Taemin. Tepat dugaannya kunci itu memang pasangan pintu ini, Yesung sempat berpikir bagaimana mungkin Taemin bisa mendapatkan kunci yang sangat berharga ini. Taemin adalah sosok yang tak terduga.
Pintu itu terbuka lebar menampilkan seorang Pria tampan yang tengah menggendong sang Putri yang tertidur didalam pelukannya. Namun mata Pangeran tersebut menatap berang dan murka pada apa saja yang menjadi pokus tatapannya.
GLEK
Kyuhyun marah. Satu kata untuk menggambarkan keadaan Kyuhyun untuk sekarang ini. Tidak ada yang mau berbicara sekedar menyapa pun tidak. Tentu siapa yang tidak marah ia menunggu dan berdiri begitu lama dan disuguhi pembicaraan yang tidak bermutu dibalik pintu.
"Wuuuhhh... Eonnie! kenapa dengan nya?" Tanpa ada rasa takut Taemin berlari menghampiri Kyuhyun yang tengah menggendong Sungmin.
" Hey Tuan. Apa yang kau lakukan padanya" Tuduhnya pada Kyuhyun. Kyuhyun hanya diam, ia berpikir tidak penting menjawab pertanyaan Taemin.
" OMO.. bibir.. bibirnya bengkak" Taemin memicingkan matanya curiga. " Kau.. Tuan mesum yang- Yaaak Lepaskan aku Minho!"Teriak Taemin saat Minho menarik paksa tubuh mungilnya. " Kau! Bos Mesum.. Lepaskan Aku Minho. Aku ingin memberi palajaran pada Bos yang kau agungkan itu. Yaaakk! Aku ingin menendeng selangkangan- Woaaahhh Turunkan aku Minho!" Gadis tomboy itu terus menuding wajah Kyuhyun dengan telunjuknya, sungguh tidak sopan. Minho tidak bisa berbuat banyak dengan sikap Taemin yang tidak sopan pada Tuannya. Pria tersebut terus berusaha membawa jauh Taemin dari pandangan kyuhyun dengan cara memanggulnya seperti kantung beras.
"Akan aku pastikan itu benar-benar terjadi. AKU LEE TAEMIN AKAN MENENDANG EMMMPPTT-"
Suara bawel Taemin menghilang terbawa angin, benar-benar menyejukkan telinga Kyuhyun dan Yesung, sedangkan Onew hanya diam karena sudah tau watak Taemin.
" Seo-hyun Noona " Ucap Onew terbata saat melihat sosok pucat tak bernyawa didalam akuarium besar dengan bau busuk yang menyengat. Yesung menyenter akuarium yang Onew dekati, ia bisa melihat sosok cantik yang sudah menjadi mayat itu dengan miris. Seohyun adalah Gadis yang pernah memaki Sungmin dikampus serta pernah berbuat nekat dengan bertelanjang didepan Kyuhyun. Dan sekarang ia melihat Gadis itu sudah tidak bernyawa.
" Hyung, kapan polisi datang?" Tanya Kyuhyun dengan ekspresi datar, pria tampan itu melangkah angkuh keluar ruangan yang menurutnya sangat menjijikan. Ia berharap Sungmin tidak melihat hal yang mengerikan ini lagi.
" Mereka sedang mengejar jungmo yang kabur. Lebih baik kita tinggalkan tempat ini. Biar pihak kepolisian yang mengurusnya." Jawab Yesung seadanya ia menarik paksa Onew Yang terus memperhatikan mayat cantik itu.
.
.
.
Sedangkan ditempat lain jaejoong terus mondar-mandir didepan pintu ruangan kerja Yunho. Ia sangat cemas dan khawatir sekali, Siwon datang dengan kedaan kacau dan langsung meminta penjelasan tentang asal usul Shengmin yang sebenarnya kepada suaminya. Sudah hampir satu jam Siwon dan Yunho belum keluar dari ruangan itu. Ia tidak tahu apa saja yang dibicarakan Yunho selama itu, dan berita buruknya adalah Shengmin yang diculik oleh Kim Jungmo anak dari Kim Youngmin, orang yang telah membuat suaminya menjadi jahat, dia adalah dalang dan akar sesungguhnya dari perpecahan masalah ini.
" Shengmin bagaimana kabarmu nak. Eomma sangat mencemaskanmu" Gumam Jajoong dengan raut sedih.
Hingga suara kenop pintu yang dibuka terdengar sangat nyaring. Jaejoong segera menoleh kearah pintu dan melihat Siwon di ambang pintu dengan wajah piasnya. Ia mendekat dan menatap penuh tanya kepada Siwon.
" Siwon-ah. Ada apa? Kau baik-baik saja kan?" Tanya jaeojoong lembut.
Siwon hanya menunduk menatap lantai dibawahnya. " Aku.. A-ku harus pulang " Jawab Siwon. Pria tampan tersebut memberi hormat sebelum pergi meninggalkan Jaejoong sendiri dengan kebingungannya.
.
My Baby Love
.
" Ini semua salahku. Aku yang membuat Leeteuk menjauhi Jaejoong dan kehilangan Sungmin. Hiks.. ini salahku."
" Kim Heechul berhenti menyalahkan dirimu sendiri!"
" Tapi Han.. hiks.. Ini salahku hiks.. "
Hankyung tak tahu harus bagaimana lagi untuk meyakinkan istrinya jika semua ini bukan sepenuhnya salahnya.
" Kita pulang. Sudah wa-"
" aku tidak mau" Potong Heechul yang bersih keras menolak ajakan Hankyung.
" Kita selesaikan masah ini bersama Sayang. Ikutlah bersamaku. Kita temui Leeteuk dan Kyuhyun. A-apa kau tidak merindukan Putra kita Chulli."
" Hiks... aku sangat merindukan putraku.. Tapi aku tidak mampu menunjukan diriku yang berdosa ini Han. Karena ulahku Kangin.. Hiks Kangin celaka dan Leeteuk hiks... aku tidak bisa Han.. Jangan paksa aku"
" Sampai kapan kau seperti ini. Hanya Kyuhyun yang mampu membujukmu keluar bukan?" Gumam Hankyung dengan mata yang hampir menangis.
Hankyung tahu dimana Heechul bersembunyi karena ia sendiri yang meminta istrinya untuk menunggu dirumah kecil milik salah satu tukang kebun yang bekerja dirumahnya dulu. Hanya rumah ini yang bisa dijadikan tempat bersembunyi yang layak untuk istrinya. Hanya Heechul yang tinggal sedangkan ia harus ketempat lain untuk mencari tahu penyebab utamanya. Dan sekarang ia memdapatkan hasil yang memuaskan, selain itu ia juga memantau pertumbuhan putranya dari kejauhan. Ia sangat bangga pada Kyuhyun yang mampu membuat usaha baru yang maju pesat seperti sekarang ini. Prusahaan yang lebih maju dari usaha yang dikelola sendiri olehnya. Kyuhyun adalah salah satu pemimpin perusahaan yang berbakat. Hankyung juga tahu dibalik kesuksesan putranya tersimpan rasa pahit manisnya cinta. Menantunya diculik ia juga tahu hal ini dan memilih membiarkannya saja. Karena ia yakin Yunho adalah orang baik dan bisa menjaga Sungmin. Dan soal Kangin.. Ia tidak tahu harus berbicara apa pada Leeteuk.
.
.
Pada akhirnya mereka berkumpul, memang Hankyung tidak bisa membawa paksa Heechul tapi ia berhasil membawa Leeteuk kehadapan Heechul. Kini kedua ibu-ibu cantik itu menunduk gugup. Pukul delapan pagi Leeteuk di kejutkan dengan sosok Hankyung didepan pintu rumahnya, wajah pria itu nampak murung. Disanalah Hankyung menceritakan semua kronologi permasalahan.
" Heechul-ah. Apa kau sudah makan? Aku membawa banyak makanan, aku juga membawa Kimchi kesukaanmu. Kita makan dulu" Leeteuk meraih rantang makanan miliknya, lalu menata semua makan yang ia bawa diatas meja kecil, setelah selesai menata Leeteuk menggenggam lembut tangah Heechul.
Heechul menatap Leeteuk dengan mata yang sembab. Bibirnya gemetar karena terharu " Hiks.. Maafkan aku Teuk."
Leeteuk tertawa, dia mengangkat tangan Heechul kamudian menuntunnya kearah meja makan, disana sudah ada Hankyung yang tersenyum hangat menyambut Heechul dan Leeteuk. " Itu sudah berlalu. Kita herus menjalani apa yang ada didepan kita. Ini bukan salahmu, jangan menyalahkan dirimu sendiri. Semuanya sudah terjadi aku baik-baik saja." Ujar Leeteuk.
" Terimakasih Noona." Hankyung menatap Leeteuk tulus dan penuh terimakasih. Ia merasa bahagia memiliki Noona seperti Leeteuk yang selalu sabar dan kuat.
.
.
.
Cho Kyuhyun menatap lekat sosok yang tengah makan dengan sangat lahap disampingnya. Sosok manis itu kini melahap puding labu dengan semangat, matanya berbinar cerah seolah puding itu adalah berlian termahal didunia. Bibir mungilnya mengkilap oleh sirup puding tersebut membuatnya semakin sexy dan mengundang. Kyuhyun tidak bisa mengalihkan pandangannya dari sosok indah di hadapannya ini.
Sungmin yang merasa ditatap Kyuhyun didepannya. " Kyunnie, tidak makan?"
" Tidak. Melihatmu makan banyak sudah membuatku kenyang. " Jawab Kyuhyun tersenyum kearah Sungmin.
" Tapi Kyunnie baru makan sedikit. Nanti sakit" gumam Sungmin khawatir.
Kyuhyun tersenyum manis, ia bisa melihat sorot mata gadis di hadapannya ini tengah memandangnya khawatir dan cemas padanya. " Aku tidak akan sakit Sayang. Kau adalah obatku. Jika aku sakit aku hanya perlu dirimu disisiku. Kau adalah obat sesungguhnya."
Sungmin terkekeh pelan mendengar ucapan gombal Kyuhyun. " Benarkah? Tapi aku ingin Kyunnie makan juga. Minnie jadi nggak nafsu makan lagi, Kita makan berdua tapi malah Minnie yang makan"
" Minnie merajuk heooh.. Baiklah tapi hanya dua suap saja Oke"
" Mwo! Tidak bisa seperti itu Kyu. Hanya dua suap? Pokoknya Minnie mau Kyunnie habiskan makanan yang ada dipiring Kyunnie. Kalu tidak-" Sungmin menghentikan ucapan sedikit ragu dengan kalimat yang akan ia ucapkan.
" Kalau tidak" Tanya Kyuhyun penasaran.
" Minnie ngambek"
"Huh" Sebenarnya Kyuhyun ingin sekali tertawa tapi urung karena Sungmin cemberut dan memalingkan wajahnya. " Minnie" Panggil Kyuhyun lembut.
" Apa?" Jawab Sungmin cuek tanpa menoleh kearah Kyuhyun.
Kyuhyun meraih sumpitnya lalu mulai memakan makanan yang ada di piringnya " Jangan marah nanti cantiknya hilang. Lihat aku sudah memakannya"
Sungmin tersenyum kecil mendengarnya. Ia menatap Kyuhyun yang dengan ogah-ogahan menyuapkan makanan kemulutnya. " Kyunnie.. Semalam aku merasa mendengar suara Taemin."
Kyuhyun diam, ia ingat gadis remaja yang berteriak dan menunjuk wajahnya dengan mata penuh kecurigaan dan ohh bahkan mengancamnya." Mungkin itu hanya mimpi. Jangan diingat lagi tidak baik"
Sungmin menggeleng pelan " Entahlah. Rasanya seperti nyata gadis manis itu ada disekitarku. Aku sangat yakin"
" Itu hanya minpi. Buktinya saat kau bangun tidak ada gadis yang bernama Taemin yang kau maksud" Ujar Kyuhyun.
Sungmin mendesah samar. " Yaa. Mungkin hanya mimpi"
Kyuhyun tersenyum menang, ia sangat jengkel mengingat kejadian semalam. Gadis bernama Taemin itu dengan berani mengancamnya. ' Dasar bocah '
" A-aku kangen Appa dan Eomma, mereka pasti cemas" Sungmin menatap keluar jendela, sorot matanya yang semula berkilau ceria kini meredup sedih.
Kyuhyun tahu tunangannya itu kini bingung harus berbuat apa. Appa dan Eomma yang mana? Baik Yunho dan Jaejoong adalah orang tua terbaik baginya.
Gerakan tangan Kyuhyun yang tengah memilah milih makanan dipiringnya itu sejenak berhenti. " Kau mau pulang Sayang. Setelah ini akan aku antar kau pulang" Lalu kembali menyuapkan daging bakar kemulutnya dan mengunyahnya dengan pelan.
Sungmin menatap Kyuhyun sendu. " Pulang kerumah yang mana?" Tanyanya dengan suara serak dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Seulas senyum tulus menghiasi wajah tampan Kyuhyun. " Tentu saja keluarga besarmu Sayang. Jangan takut ada aku disamping mu."
"Terima kasih."
Kyuhyun tersenyum miring." Jadi kau siap Sayang."
Sungmin membalas senyum Kyuhyun. " Tentu saja."
.
.
.
Wajah Sungmin berbinar ceria ketika melihat jalanan diluar sana. Ini adalah jalan menuju pantai. Sungmin berpikir jika Kyuhyun akan mengajak ke rumah Yunho, ternyata tebakannya salah.
Laju mobil itu berhenti begitu mereka sampai didepan vila mewah. Sungmin sangat terpesona dengan pemandangan disekitar vila tersebut.
Sungmin menatap Kyuhyun di sampingnya.
" Ini tempat yang indah. Sudah lama aku tidak pergi ke pantai. Aku pikir kau akan mengajakku pulang kerumah Yunho Appa."
" Tidak juga. Aku punya kejutan untukmu Sayang."
Dahi Sungmin berkerut samar. " Maksudmu?"
Kyuhyun hanya tersenyum. " Ayo masuk. Aku kepanasan."
" Huh!? Pelit."
" Hey tidak baik mengatakan tunanganmu ini pelit Sayang. Apa kau tidak berpikir apa yang akan kita lakukan di dalam vila besar itu?" Ujar Kyuhyun dengan menaikkan alisnya berniat menggoda Sungmin .
Mata Sungmin mengerjab pelan dengan wajah polosnya. "A-aku tidak tahu. M-mungmin bermain-main"
Kyuhyun menatap Sungmin gemas. " Melakukan ciuman kerinduan. Kita belum pernah melakukannya bukan. Seperti ciuman selamat datang."
Sungmin terhenyak kemudian menunduk malu, rona merah terlihat jelas dikedua pipinya. " Kau tidak serius kan?"cicitnya hampir tidak terdengar.
Salah satu tangan Kyuhyun meraih tangan Sungmin, menggenggamnya erat." Kau sudah siap kan Minnie"
Sungmin yang bingung hanya mengangguk pelan. " Aku kepanasan."
Tawa pelan terlontar dari mulut Kyuhyun. Sungmin benar-benar lucu. " Ayo kita masuk!" Ucapnya semangat.
Manik mata Sungmin menerawang, tatapannya beralih menyusuri ke seluruh penjuru ruangan didalam vila tersebut. Wangi kue kering yang matang menusuk penciumannya, sangat wangi dan menggugah. " Kue kering "
Kyuhyun masih menggenggam tangan Sungmin." Iya sangat harum. Aku jadi lapar lagi"
Sungmin terkikik geli mendengar ucapan Kyuhyun." Bukannya tadi kau sudah makan"
" Itu kan tadi, Sekarang berbeda. Semacam cemilan." Kyuhyun dengan jail menarik hidung bangir Sungmin.
" Ish.. Jail"
" Kalian sudah datang ternyata. Eomma sudah menyiapkan kue kesukaanmu Minnie, dan cuci tangan kalian terlebuh dahulu"
Suara itu.. Sungmin menggeleng lemah, maniknya menatap sendu sosok yang berada tidak jauh di hadapannya. Sosok Ibu yang melahirkannya tengah tersenyum lembut, senyum malaikat yang Sungmin rindukan.
" Nak. Kenapa hanya diam disitu. Kemarilah putri bungsu Eomma. Minnie Baby" Sahut Leeteuk dengan lembut, kedua tangannya ia rentangkan untuk menyambut Putrinya masuk kedalam pelukan hangatnya.
"E-eoma hiks..." Sungmin berjalan pelan. Kyuhyun sudah melepaskan genggamannya.
Langkah Sungmin semakin lebar bahkan sekarang terlihat berlari kecil kearah Leeteuk.
GREEEEPP
Leeteuk memeluk Sungmin dengan sangat erat, ia sangat takut kehilangan lagi putrinya. " Putri Eomma sudah besar ternyata."
" Hiks... Eomma.. eomma hiks" Sungmin terus memanggil Leeteuk dengan tangisnya.
Tidak jauh dari jarak Sungmin dan Leeteuk sosok jaejoong tengah menangis didalam pelukan Heechul. Mereka berdua sama-sama menagis meliat bagaimana Sungmin dan Leeteuk bertemu kembali. Sangat mengharukan.
Heechul sekarang mengerti bagaimana perasaan Jaejoong yang berpisah dengan Sungmin. Ia sangat menyesal dan tidak mau berbuat hal yang merugikan orang lain maupun dirinya sendiri. Ia tidak berpikir jauh resiko yang akan berdampak pada kedua sahabatnya ini, Leeteuk dan Jaejoong.
Sungmin memejamkan matanya, menikmati belayan sayang yang berada di kepalanya. " Eomma kenapa bisa disini?"
Leeteuk tersenyum lembut menatap putrinya " Ini semua berkat Tunangan tampanmu itu" Leeteuk menunjuk Kyuhun dengan dagunya.
Kyuhyun yang merasa namanya disebut hanya tersenyum kikuk kearah ibu dan anak di depannya.
Sungmin merasa aneh dengan penciumannya, " Seperti bau gosong" Sahut Sungmin.
" Omo jangan-jangan-"
KYAAAAA GOSONG!
" Jae-ah. Kue nya gosong. Kau itu bagaimana kenapa meninggalkannya"
"MWO. Kau menyalahkanku?" Tanya Jaejoong tidak percaya.
" Tentu saja. Lihat Kuenya hitam begitu." Bentak Heechul, tidak mau disalahkan oleh Jaejoong.
" Aku heran kau itu yang memberi usul membuat Kue bolu, tapi kenapa saat Kuenya gosong kau menyalahkan ku! Seharusnya kau tidak menyalahkanku dan malah ikut melihat moment Putriku. Dasar Eonnie bodoh!" Omel Jaejoong tidak terima jika harus sering disalahkan.
Heechul melotot marah. " Aish! Pokoknya ini salah mu. Sudahlah"
Kyuhyun hapal suara siapa itu. Suara ibunya yang marah-marah. Leeteuk hanya mendengus kesala jika sudah begini. Semenjak pertama melangkahkan kakinya disini. Heechul dan Jaejoong selalu tidak akur satu sama lain. Padahal awal pertemuan mereka sangat mengharukan, saling memaafkan satu sama lain. Dan sekarang tingkah mereka seperti ini.
Sungmin yang melihat raut Jengkel Leeteuk hanya tersenyum. " Eomma apa Eomma Jaejoong sering bertengkar dengan Eomma Heechul?" Tanya Sungmin hati-hati
" Sangat Sayang. Dari jaman sekolah menengah mereka selalu begitu. Tidak pernah akur tapi mereka juga sangat kompak." Leteeuk tertawa saat memngingat masa sekolahnya dulu.
" Kompak?"
" Kompak menghabishan uang hanya untuk berbelanja"
" Tapi Eomma Jaejoong.. Emmm sangat berbeda"
Leeteuk paham apa yang dimaksud oleh Putrinya. Jaejoong akan terlihat berbeda jika dengan Sungmin namun akan jauh bertolak belakang jika sudah bersama Heechul.
" Kita bicarakan hal ini lain kali lagi, Minnie. Lebih baik kita temui Ibu-ibu yang tengah saling mengomel itu, sangat bahanya meninggalkan mereka berdua didapur. Eomma tidak mau dapur hancur seperti kapal pecah.".
Leeteuk dan Sungmin memasuki dapur, sedangkan Kyuhyun hanya mengekor dibelakang. Mata ketiga orang itu melotot tidak percaya dengan ulah Heechul dan Jaejoong. Tepung yang berceceran dimana-mana, semua terlihat kacau. Hanya dalam hitungan menit dapur itu berantakan.
" Main tepung. Apa mereka benar-benar ibu-ibu rumah tangga? Hanya tubuhnya saja tapi tingkahnya seperti anak-anak. Masa kecil kurang bahagia"
Leeteuk dan Sungmin melirik Kyuhyun dengan takut. Bukan takut dengan Kyuhyun tapi takut dengan amukan jaejoong apalagi Heechul. Suara Kyuhyun terdengar jelas, bohong jika Heechul dan Jaejoong tidak mendengar.
PLOK
Satu butir telur terlempat tepat mengenai kepala Kyuhyun. Kyuhyun masih terkejut karena kejadian itu sangat cepat.
"ANAK KJRANG AJAR!" Teriak Heechul murka.
Semua orang disana bisa merasakan aura gelap keluar dari tubuh Heechul, Jaejoong yang berada dibelakang tubuh Heechul pun mundur beberapa langkah dengan tangan yang gemetar.
" Minnie Sayang, lebih baik kita meninggalkan dapur." Saran Leeteuk. Sungmin masih memendangi Kyuhyun prihatin. Pria tampan itu masih Shock dengan apa yang ia alami.
" Waktunya perang Cho Baby" Desis Heechul melangkah mendekati Leeteuk, Sungmin dan Kyuhyun.
GLEK
" Oh no mom. I love you.."
" I love you too. Come here baby.. Do not you miss you mother's beautiful"
Kyuhyun tidak bisa berkata lagi. Ibunya sudah tepat berada didepannya, ia melirik takut pada genggaman tangan Heechul. Disana ada satu butir telur yang masih utuh.
" Kyaaaaa... Kau tapan sekali Kyu. Kau memang putraku yang hebat." Teriak Heechul lalu memeluk Kyuhyun.
" Maafkan Eomma Baby. Eomma tidak bermaksud melemparimu dengan telur. Itu hanya refleks saja. Hahaha. Jarang-jarang aku bisa melempar telur ke kepalanya. Kau masih kelihatan tanpa Baby Cho.. Hahahaha!" Tawa Heechul mengalun menyeramakan.
Leeteuk hanya geleng kepala melihat perubahan sikap Heechul. Golongan AB memang sangat susah ditebak. Untungnya Kyuhyun tidak mewarisi darah Heechul.
" Shengmin" Panggil Jaejoong yang masih diam ditempatnya.
Sungmin melirik Jaejoong yang sudah menangis. Gadis manis itu melirik Leeteuk yang tersenyum tulus padanya.
" Kau tidak merindukan eomma Jaejoong sayang."
" Aku sangat merindukannya" Ucap Sungmin parau.
" Lalu apa yang kau nanti Sayang. Hampiri dia" Ujar Leeteuk. Sungmin mengangguk semangat lalu mulai melangkah menghampiri Jaejoong.
" Hiks... Maafakan Eomma Shengmin. Eomma tidak bermaksud membohongimu. Eomma sungguh..
" Shengmin mengerti Eomma. Eomma tidak punya salah apapun dan Eomma tidak perlu meminta maaf seperti ini." Suara merdu Sungmin begitu merdu dan menenangkan suasana hati jaejoong.
" Kau memang Shengminku. Shengminya Jaejoong" Jaejong memeluk Tubuh Putri angkatnya.
Sungmin terkekeh kecil." Yaa Aku Shengmin-nya Eomma dan Sungmin-nya Eomma Leeteuk. Kau adalah Eommaku, jangan mencoba untuk pergi. Minnie tidak suka."
" Shengmin.. Hiks.. Putriku sayang" Jaejong semakin terisak mendengar ucapan Sungmin yang tidak ingin ia pergi.
" Benar yang dikatakan Sungmin. Aku akan marah jika kau mencoba untuk meninggalkan kami" Leeteuk ikut memeluk Jejoong dan Sungmin.
" Terimakasih Teuk Eonnie. Hiks kau baik sekali."
Heechul dan Kyuhyun hanya bisa tersenyum bahagia. Ibu dari seorang Cho Kyuhyun itu kini merangkul pundak sang putra menikmati setiap moment yang tersaji didepannya.
" Kau harus segera menikahi Sungmin dan memberikanku cucu yang lucu dan manis." Ucap Heechul.
Kyuhyun mendengus geli mendengar permintaan Heechul. " Eomma harus bersabar. Semua kan butuh proses"
" Eomma tidak mau tahu. Pokoknya aku ingin seorang cucu berada dikasurku"
" Kenapa begitu. Eomma buat saja dengan Appa." Ucap Kyuhyun cuek.
" Appamu tidak seru, mengingatnya membuatku sebal saja" Sahut Heechul sebal. " Kau mandi sana. Ternyata walau kau tampan tetap saja bau amis. Pergi mandi sana" Perintah Heechul mendorong pelan tubuh Kyuhyun untuk menjauh.
" Ini semuakan gara-gara Eomma" Desis kyuhyun dengan nada menuduh.
Heechul hanya tertawa pelan." Yaa.. Katakanlah begitu. Masih beruntung Eomma tidak menambahkan tepung, bisa-bisa kau menjadi adonan kue."
Kyuhyun diam, namun dalam hati ia berbicara. ' Penyambutan macam ini. Eomma benar-benar mengerikan. Disaat seperti ini harusnya ada Appa, mungkin hal memalukan seperti ini tidak terjadi padaku. Aku mulai mual dengan bau ini.'
" A-aku mandi dulu."
" Hati-hati Kyunnie baby" Heechul melambaikan tangannya dan itu membuat Kyuhyun semakin menekuk wajahnya sebal.
.
.
.
" Donghae-ah, Sungmin-ah" Panggil Leeteuk lembut
Sungmin tersenyum kearah Leeteuk. " Nde Eomma ada apa?" Tanya Sungmin sedangkan Donghae hanya tersenyum sambil merangkul Sungmin dan Eunhyuk.
Leeteuk menatap semua orang yang berada didalam ruang keluarga. Disana ada Donghae, Eunhyuk, Onew, keluarga Kyuhyun, keluarga Yunho, Minho, Jonghyun dan pasangan Yewook. Mereka juga menanti apa yang akan Leeteuk ucapkan.
Leeteuk menghembuskan nafasnya pelan. " Kalian semua tahu aku ditolong seseorang. Orang itu merawat Eomma sangat baik dan penuh kasih sayang." Leeteuk menatap kedua buah hatinya. " Dia seorang gadis manis, usianya dua tahun lebih muda dari Minho. Gadis yang menolong Eomma itu yatim piatu. Eomma juga sangat menyayangi dia sama seperti menyayangi kalian berdua."
" kalian tidak keberatan memiliki adik lagi. Walau dia bukan adik kandung."
Hening..
Donghae dan Sengmin masih mencerna ucapan Leeteuk. Kyuhyun bahkan tidak tahu sosok baik hati yang menyelamatkan ibu mertuanya.
Minho dan Jonghyun saling bertukar pandangan. Mereka tahu siapa yang dimaksud gadis manis yang Leeteuk sebut.
" Jadi bukan laki-laki yaa" Ucap Donghae terdengar jelas didalam ruangan yang hening. Semua mata metap Donghae.
"Oppa kan sudah punya Minnie. Kenapa ingin adik laki-laki?" Tanya Sungmin tidak suka dengan ucapan Donghae.
" Yaa habisnya, aku merasa laki-laki sendiri. Tidak ada yang bisa diajak main bola, dan menggoda wanita. Apa serunya main boneka dan menjadi korban esperimen mainan masak-masakan." Entah sadar atau tidak Donghae mengucapkan pendapatnya dengan lancar. Eunhyuk meradang mendengar kata Menggoda wanita.
"Awww! Hyuk Baby.. sakit" Teriak Donghae kesakitan saat pinggangnya dicubit sayang oleh Eunhyuk.
" Tapi Minnie pernah main bola sama Oppa. Oppa saja yang bodoh selalu kalah jika main bola dan menyalahkan Minnie yang tidak mengerti cara main bola." Sungmin menyahut setengah kesal.
"Ayolah, Minnie. Itu hanya permainan bola. Dulu itu aku masih kecil jadi mana tahu anak perempuan tidak boleh main bola"
" Aku juga masih kecil. Tapi sudah dimanfaatkan"
" Manfaatkan apanya? Kau tahu saat itu tim ku kekurangan pemain. Terpaksa aku memasukan mu kedalam tim."
" Iya aku dimanfaatkan. Salahkan saja kakimu yang pendek!"
" Apa kau bil-"
" STOP! Berhenti bertengkar HAEMIN!" Leeteuk berteriak menyudahi pertengkaran konyol antara Donghae dan Sungmin. Matanya melotot kepada kedua anaknya.
" Hahahaha." Onew tertawa bahkan semua orang disana menahan tawa mendengar ucapan Kakak adik Lee tersebut. Membongkar aib dengan polosnya.
Donghae nampak sebal mendengar tawa mengejek dari Onew. Jika didengarkan suara tawa Onew mirip Ayam yang terkena asma. Itu hanya pemikiran Donghae saja.
" Eomma rasa sudah waktunya. Minni masuklah nak" Leeteuk mengangkat alisnya kearah Donghae dan Sungmin.
'Minni?' Batin mereka berdua bingung.
Pintu ruangan keluarga itu terbuka. Semuanya serentak menoleh ke arah pintu. Leeteuk berdiri dan di ikuti oleh Donghae dan Sungmin.
" A-appa" Ucap Donghae dan Sungmin tidak percaya.
Disana terlihat dengan jelas Kangin merangkul gadis manis dengan pakaian bergaya tomboy. Gadis manis itu menunduk takut disetiap langkahnya.
" Hiks... Appa.. Hiks.." Sungmin berlari dan memeluk Kangin yang menyambutnya dengan Hangat.
"Appa merindukan Minnie."
" Minnie juga hiks.. hiks.. "
" Yeobo..." Panggil Leeteuk pelan. Sungmin melepaskan pelukannya dan menatap gadis yang sedari tadi menunduk kaku ditempatnya.
Kangin melangkah pelan kearah Leeteuk. Ia pandangi wajah kurus istrinya, tangan besar nan kokoh itu dengan lembut menyeka airmata yang menetes dan membasahi pipi Leeteuk.
" Istriku sayang. Aku merindukanmu. Sangat."
" Aku juga Kanginnie, hiks jangan pergi dan meninggalkan kami. Aku tidak mau hiks.. Kangin Suamiku" Leeteuk bersandar didada bidang Kangin.
Donghae tidak bisa bicara banyak. Ini terlalu mengejutkan. Kejutan yang indah, keluarganya akhirnya berkumpul ditambah dengan kehadiran keluarga baru. Pria penyuka nemo itu kini mendekati Sungmin dan ikut menatap adik barunya.
" Kau adikku Lee Taemin " Lee Sungmin tanpa ragu lagi memeluk adik barunya. Taemin bahkan sudah terisak.
" E-eonnie, O-oppa.." Panggil Taemin kepada kakak perempuan dan kakak laki-lakinya.
Donghae dan Sungmin tersenyum hangat. " Nde Yeodongsaeng" Sahut mereka bersamaan dengan tawa bahagia.
Minho menangis terharu begitu juga dengan yang lainnya. Akhirnya masalah mereka sudah selesai.
"Hey, Keluarga Lee. Apa kalian tidak merasa lapar. Aku sudah kelaparan. Bagaimana jika kita makan?"
Hankyung diam, tidak tahu harus menyikapi bagaimana sikap Heechul yang merusak moment keluarga Kangin.
"Kenapa tidak Eomma saja yang pergi makan sendiri. Huh. Merusak moment saja" Ucap Kyuhyun dengan sinis mengusir Heechul.
" Diam kau Cho!" Heechul nampak muak dengan pengusiran kyuhyun. Lalu bergelayut manja kepada Hankyung.
Hankyung menghela nafas, kemudian menatap Kyuhyun dan Heechul bergantian. " Chagi, kita pergi kepantai saja bagaimana? Kita main air disana"
Heechul mengangguk semangat lalu menarik tangan Hankyung keluar ruangan.
" Habiskan waktu kalian selama disini. Selamat bersenang-senang Teuk" Ucap heechul lalu mengedipkan sebelah matanya kearah KangTeuk.
Kangin dan Leeteuk memutar bola matanya malas, mereka hapal betul apa yang dimaksud Heechul. " Harusnya kita yang mengucapkan itu pada mereka."
"Bagaimana jika kita main diluar, menikmati pemandangan pantai. Aku ingin berenang sebelum jadwal makan sore!" Usul Onew yang diangguki semangat oleh semua orang disana.
" Ayo kita bermain!" Sahut Jonghyun.
" Sungminnie, kita berenang. Aku bawa baju renang untuk mu dan untuk mu juga Taemin" Eunhyuk merangkul Sungmin dan Taemin.
" Baju r-renang"
" Iya. Memang kenapa Taemin?" Tanya Sungmin heran yang melihat perubahan wajah Taemin.
"Kau tidak usah malu. Dulu aku juga dikenal tomboy sama seperti mu. Tapi..-
Eunhyuk menghentikan ucapannya karena masih ada Donghae yang juga ikut menanti ucapannya.
"Tapi kenapa?" Taemin semakin penasaran.
" Lebih baik bicarakan hal ini dikamar saja, Ada penguping"
"Mwo"
" Ini akan menjadi kejutan untuk para pria, jadi jangan sampai bocor" Bisik Eunhyuk dan hanya diangguki oleh Sungmin dan Taemin.
Donghae menggeram kesal dengan acara bisik-bisikan Eunhyuk. Ia sangat penasaran apa yang tengah calon istrinya rencanakan. Donghae hanya berharap, bahwa rencana Eunhyuk tidak membuat ia jantungan.
.
.
.
Kyuhyun tidak pernah merasakan perasaan yang begitu menyenangkan hatinya. Ayah dan Ibunya terlihat romantis saling tertawa lepas. Yaa keadaan sekarang sudah kembali ketempat seharusnya. Ayah Sungmin-Kangin ternyata selama ini masih hidup dan bersembunyi entah dimana. Ia sangat bersyukur sekali kepada tuhan telah mengembalikan semua orang yang ia sayangi dan hormati. Zhoumi? Sepupunya itu masih sibuk di China menjalankan bisnis dan mengejar cinta Henry. Dan untuk Victoria yang juga sepupunya. Ia sudah menikah lima bulan yang lalu dan dibawa pergi oleh Suaminya Nickhun, beruntungnya Victoria hanya koma selama satu bulan dan menjalani terapi tentu saja dengan Nickhun yang setia menemaninya sampai gadis itu sehat Shim Changmin sahabatnya, Pria patah hati itu kini menjadi seorang polisi sekaligus pengusaha. Kyuhyun tahu dibalik posisi nya itu Changmin menyibukan diri guna menghilakan bayang-bayang dari sepupu cerewetnya- Victoria.
" Oh.. para gadis kenapa mereka belum datang juga. Apa yang sebenarnya mereka lakukan didalam kamar. "
" Mungkin menggosip." Sahut Jonghyun cuek
" Nunna ku tidak seperti itu Hyung. Dan kau Minho! Seperti pria kesepian saja berbicara seperti itu. Lihat Kyuhyun Hyung seperti orang gila sekarang."
Kyuhyun hanya menatap datar tiga orang anak sok dewasa yang tengah membicarakan hal yang tidak penting. Walau Kyuhyun akui kemampuan memata-matai mereka sangat hebat, namun tetap saja dimata Kyuhyun mereka hanya anak-anak yang sedang tumbuh dewasa.
"Hoy.. Lihat apa yang aku temukan!" Donghae berteriak sambil berlari kearah Kyuhyun,Onew dan kedua teman adik iparnya itu.
Sontak mereka berempat menoleh kearah Donghae yang meneteng satu pelastik transparan berisi air dan ikan hidup didalamnya.
" Lihat aku dapat sikecil manis ini disana. Bagaimana lucu bukan?" Ucap Donghae berbinar menatap Ikan berwarna perak tersebut.
"Wooahhh. Hyung Daebak! Hyung memancingnya sendiri?" Tanya Onew yang juga menatap kagum pada ikan yang sedang Donghae pamerkan.
" Tentu saja. Aku memancingnya dengan tangan ajaibku ini." Jawab Donghae bangga.
Kyuhyun, pria tampan itu menatap geli dengan tingkah kekanak-kanakan Donghae. Yang benar saja Donghae terlihat setara dengan Onew dan Taemin yang mudah takjub dengan hal-hal kekanak-kanakan. Jangan ditanya usia, sangat jauh berbeda.
Minho dan Jonghyun hanya terkekeh melihatnya. Namun tidak sengaja Jonghyun melihat Ketiga gadis yang berjalan kearah nya dengan mata membulat tidak percaya dengan mulut yang terbuka lebar.
" I-itu.." Ucap Jonghyun dengan gagap.
Kyuhyun yang merasa aneh dengan cara bicara Jonghyun langsung mengikuti arah pandangnya. Mata setajam elang itu kini membulat sama dengan yang terjadi pada Jonghyun. Aliran darahnya berdesir dengan rasa panas yang membara disetiap sekujur tubuhnya panas sangat panas. Tubuhnya setengah kaku, jantungnya berdetak keras dan nafas yang tercekat.
DEG
DEG
DEG
"S-sungmin"
BYARRR
Kantung ikan yang dipegang Donghae terjatuh, tangannya bergetar samar dan Onew bisa melihat gerakan samar itu. Menatap Sang Hyung bingung begitu juga dengan Minho.
" Hyung... Kenapa kau jatuhkan kantung ikannya. Lihat ikannya butuh air" Sahut Onew yang berjongkok mengambil kantung ikan yang Donghae jatuhkan, adik dari Lee Hyuk Jae tersebut berusaha menyelamatkan nyawa sang ikan.
"A-aku juga b-butuh a-air " Ucap Donghae gugup.
" Eh.. Yaa tinggal pulang saja ke vila. Lalu minum, disini kan airnya asin" Onew masih tidak sadar dengan keadaan Donghae, Kyuhyun, Jonghyun dan Minho.
" Onew.. Lebih baik kau lihat kesana" Usul Minho.
" Melihat apa sih.. Aku sedang sibuk mengurus ikan kecil ini" Ucapnya Cuek.
" Lebih baik kau lihat dulu" Minho terus menepuk pundak Onew agar menoleh kearah Kakak perempuannya.
" Ishh.. Apa Sih. Tidak Pe-"
" Noona!"
" Annyeong " Sapa ketiga wanita manis dan cantik dengan suara lembut, yang kini tengah berada didepan keempat pria tampan yang sedang menatap mereka Shock.
Brukkk
" Minho!"
Donghae tahu sekarang rencana apa yang tengah Eunhyuk jalankan. Sungguh diluar bayangannya.
"Sial"
To be Contiune...
Haii.. chingudeul..^^ Waww terimaksih banyak Review nya .. Wooow sebentar lagi mendekati akhir. Saya harap kalian tidak bosan dengan isi ff yang saya bawa dan terus kasih saya semangat lewat Rivew kalian agar bisa lanjut... Dan maaf jika didalamnya ada kesalahan kata.
See U...
