Bleach by Tite Kubo
Penguin Brother by Ayumi Shiina
Black White or Grey by Mss Dhyta
Rating : T
Genre : Hurt/Comfort/Friendship
Summary : Black, White or Grey chap 11 . Hinamori ternyata menyimpan sesuatu, sedangkan Rukia berusaha mengingat masa lalunya, apakan akan berhasil. RnR please
"Ah Renji. Kau dari mana saja?" tanya Rukia yang ketika itu bersama dengan Hitsugaya di koridor. Renji berhenti dan hanya tersenyum kecil. "Berdiskusi dengan dewi penolong ternyata sulit ya." Rukia mengernyitkan dahi dan melihat wanita berkuncir kuda yang berada dibelakang Renji.
"Miyako, Ikaku."
"Huh, dasar untung saja aku berbaik hati dan tidak jadi mencongkel matamu." Ucap Miyako dengan kesal.
"Bukannya nona hanya mengancamnya saja?" tanya Ikaku dengan heran sambil membawa-bawa pedang bambu kesayangannya.
Miyako kembali mengomel dan membuat Ikaku hanya bisa terdiam tanpa kata.
"Ah senangnya kau datang, tapi kau jago karate ya Miyako?"
"Tidak."
"Taekwondo?"
"Tidak."
"Kempo?"
"Tidak."
"Sumo?"
Miyako terdiam dan mengelengkan kepalanya, Rukia mengernyitkan dahinya dengan bingung. "Lalu?"
"Kau tahu grup Ijima?"
Rukia mengangguk. "Grup yang ada yakuzanya itu kan." Rukia terdiam lagi. "Jangan-jangan kau anak pemilik perusahaan Ijima ya?"
"Yah, begitulah."
Rukia terdiam dan mengangguk tanda mengerti. "Berarti Ikaku juga Yakuza donk." Tunjuk Rukia pada cowok tanpa rambut itu.
"Ya anggap saja seperti itu."
"Miyako, terimakasih sudah mau datang, aku akan menjaga perjanjian antar teman." Rukia mengulurkan tangannya dan tersenyum. Membuat Miyako hanya terdiam dan berekspresi kaget.
"Teman?" tanyanya ragu memastikan kata yang ia dengar tadi.
Rukia menggaruk kepalanya. "Eh? Ada yang salah?"
"Kau tidak takut?"
"Untuk apa? Yang punya grup itu kan ayahmu bukan kamu, lagipula untuk apa aku takut?" tanyanya lagi dengan wajah ceria.
Miyako menoleh ke arah lain. "Aku tidak ada maksud untuk mendukung kalian jadi, setelah hal bodoh ini selesai aku akan pulang."
Rukia menatap Miyako dengan heran ada sesuatu yang membeku dalam hati wanita itu dan cukup sulit untuk mencairkannya.
"Hei! Kaien kabur!." Jerit beberapa orang dan membuat semua orang yang berada di koridor itu menoleh dengan ekspresi masing-masing terutama Miyako. "Ka..ien?"
Black, White or Grey.
"Jangan bercanda kalau Kaien terlibat aku tidak akan ikut campur." Miyako mengomel ketika berada ditempat lepasnya si 'binatang buas' ia pun keluar dari ruangan itu tanpa mampu dicegah orang lain.
"Hei, bagaimana bisa?"
"Dia pasti memotong talinya."
Renji berjalan menuju sebuah pot bunga ia mengeluarkan sebuah handycam yang memang sudah dipersiapkan.
"Bagaimana kalau kita melihatnya?"
"Aku rasa sebaiknya kita mengurusi binatang buas itu." Ujar Hitsugaya sambil melihat pemandangan diluar jendela, disusul oleh Rukia yang sudah buru-buru menuju ke lapangan tempat preman itu
Sementara itu ditempat lain seorang pria menelepon seseorang. "Polisi, ada orang bodoh yang mengamuk di depan SMA Karakura." Telepon ditutup dan ia tersenyum.
"Kasihan kau Kaien."
Black, White or Grey.
"Akhirnya datang juga kukira kau akan kabur." Ungkap salah satu preman sambil menenteng bat baseball.
"Yang mana ketuanya?"
Rukia berlari menuju pintu keluar dan pertengkaran antara 1 lawan banyak itu dimulai, Kaien menghajar ketua preman itu tanpa mempedulikan keadaannya, ia tetap menghajar walaupun beberapa preman lain menghajarnya.
Rukia berlari dan menahan pukulan Kaien dengan tangannya membuat Kaien memberontak. "Hei bodoh lepaskan tanganku."
"Gak!. Kalau kau teruskan bakal lebih gawat." Rukia tetap menahan tangan kanan Kaien dan membuatnya kesal.
Tiba-tiba polisi datang dan membubarkan massa Rukia segera ditarik menjauh oleh Renji agar terselamatkan dari polisi, tetapi Kaien yang sudah terlanjur ditarik oleh para preman yang ingin melibatkannya, tidak bisa kabur lagi.
"Jadi bagaimana?" tanya Rukia ketika mereka sudah berada di ruangan rapat tadi.
"Ya dia tertangkap."
"Apa kita tidak bisa berbuat sesuatu?" tanya Hitsugaya dengan kesal.
"Jelas tidak." Renji menjawab dengan santai. "Sebaiknya kita lihat rekaman video tadi."
Renji beralih dari tempat duduknya menuju ke handycam miliknya, anak-anak lain mengikuti dan melihat rekaman itu dengan seksama.
Terlihat seseorang berseragam White yang menghampiri Kaien. Semua tercengang mengetahui siapa cowok itu.
"Ichigo?" Rukia berucap kaget, begitupun yang lainnya.
"Hei, perbesar suaranya." Ucap Hitsugaya, Renji pun menuruti permintaan Hitsugaya tetapi. "Payah! Volumenya rusak."
"Apa? Dasar bodoh." Keluh Hitsugaya.
"Hei diam dulu setidaknya kita bisa melihat apa yang mereka lakukan." Ucap Rukia melerai kedua orang itu.
Didalam rekaman itu terlihat Kaien yang merasa terganggu dengan kedatangan Ichigo, karena volumenya yang rusak merea seperti melihat rekaman video tanpa kata, mereka juga bukan ahli pembaca gerak bibr tapi mungkin setidaknya beberapa gerakan akan membantu untuk mengerti sesuatu. Ichigo mengeluarkan sebuah pisau lipat dan memotong ikatan tali Kaien dan setelah itu ia memberikan pisau itu kepada Kaien.
"Ha? Kenapa Ichigo memberikan si bodoh itu pisau?" tanya Renji dengan heran.
"Tadi dia pakai pisau tidak?" Hitsugaya melirik Rukia yang tadi memang melihat pertarungan antara Kaien dan para preman.
Rukia menggeleng. "Tidak tadi dia pakai tangan kosong."
Setelah rekaman selesai mereka kembali duduk ditempat masing-masing. "Jadi kira-kira kenapa Ichigo membantu Kaien?" tanya Renji dengan rasa penasaran yang memuncak.
"Aku rasa yang seperti itu tidak bisa dikatakan menolong, bukannya lebih tepat kalau menjebak?" Hitsugaya menimpali pertanyaan Renji dan membuat suasana hening sekali lagi.
Rukia berdiri dari tempatnya dan berlari keluar dari ruangan itu. "Hei Rukia!" teriak Renji yang ingin menyusulnya. Tetapi ditahan Hitsugaya. "Mungkin dari dia kita bisa mendapatkan sedikit petunjuk." Hitsugaya menatap mata Renji dengan penuh keyakinan. Renji pun terdiam dan duduk kembali.
"Yah semoga saja."
Black, White or Grey.
Rukia membuka pintu ruang OSIS tanpa mempedulikan etika mengetuk pintu, ia melihat Ichigo yang berdiri dan menatap jendela, Ichigo berbalik dan melihat Rukia dengan wajah bingung. "Ada apa?" tanyanya.
"Kenapa kau bebaskan Kaien? Kau tahu kan keadaan dibawah?" tanya Rukia sembari melangkah mendekati Ichigo yang sekarang duduk disinggasananya.
"Soal apa ini?" tanya Ichigo bingung berusaha menahan ekspresi kagetnya.
Rukia semakin mendekati meja Ichigo . "Jangan bercanda kau tidak tahukan tempat itu dipasangi handycam. Aku tahu kau yang membebaskan Kaien." Ichigo menatap Rukia kaget dan menghela nafas berat. "Jadi kalian sudah tahu hubunganku dengan anak itu."
Rukia menggeleng. "Tidak, kalian membicarakan hal apa saja aku tidak tahu. Volumenya rusak" jawabnya jujur.
Ichigo, tersenyum kecil. "Tidak lupakan apa yang tadi katakan tadi, lagipula aku hanya membantu orang yang kau ikat paksa itu." Ichigo mengalihkan perhatian dari topik awal.
"Tapi kau kan memberinya pisau, bukankah itu akan memberatkannya?" tanya Rukia, sekarang posisi mereka berdua sudah berhadapan.
"Bukankah karena itu Kaien akan tidak masuk untuk beberapa hari kalian akan lebih mudah untuk melanjutkan penambahan anggota kan?" Ichigo tidak memandang wajah Rukia dan membuat wanita itu semakin kesal.
"Kau melakukannya demi aku?" tanya Rukia, ia menggertakkan giginya menahan amarah, pria itu masih tidak menatap matanya padahal posisi mereka berhadapan.
"Kalau memang iya kenapa?"
Rukia menarik kerah baju Ichigo , membuatnya menatap mata violet Rukia.
"Kenapa kau tidak mau melihatku?" tanya Rukia dengan kesal. Mata violetnya menatap mata coklat Ichigo begitupun dengan Ichigo yang hanya mampu melihat mata violet Rukia. Mereka berdua terdiam terhanyut dalam 1 perasaan bingung.
"Ichigo apakah aku benar-benar mengenalmu dulu? Kalau iya kenapa aku melupakannya? Dan aku rasa kau telah berubah." ucap Rukia pelan Ichigo tersenyum padanya bukan senyum seperti biasanya senyum hangat yang tidak pernah ia tunjukkan. "Mungkin."
"Hei, sudahlah Rukia tidak perlu memaksanya seperti itu." Ucap Renji dari pintu yang sudah terbuka lebar. Rukia berbalik dan melihat rambut merah itu, melepaskan genggamannya dan berlari keluar dengan perasaan bingung serta marah.
Renji masih bersandar dipintu dan menatap Ichigo yang kembali menjadi manusia dingin. "Aku heran pada tingkah lakumu kau memang mengatakan kalau kau adalah musuhnya tapi aku rasa tidak."
Ichigo hanya menatap Renji tajam mengangkat tanganya pelan dan tersenyum. "Jangan menebak orang sembarangan. Lagipula apa pedulimu?"
Renji berbalik. "Berhati-hatilah, hadiah akan jatuh ke tanganku kalau kau tidak segera naik ke atas panggung." Ucapnya dan membuat Ichigo hanya bisa membelalakan mata kaget.
Black, White or Grey.
Rukia melihat papan pengumuman dengan wajah kesal ia menghela nafas berat dengan wajah lelah. "Tenang saja bukan sekali ini dia berurusan dengan polisi." Miyako membuat Rukia berbalik dan menatap wanita itu dengan wajah heran. "Kau mengenalnya dengan baik ya?" tanya Rukia.
"Dia teman SMP ku dan sifat bodohnya tidak berubah sejak dulu. Aku muak mendengar namanya" Ucap Miyako dan membuat Rukia menahan tawa. "Kau membencinya?"
Miyako hanya diam tidak menjawab. Rukia menghela nafas lega. "Tapi syukurlah dia tidak dikeluarkan."
"Sayang sekali. Dan Rukia aku mendengar soal perang antara Grey dengan White dan Black, katanya aku diminta untuk membantu kalian soal Butterfly. Tapi aku tidak peduli dan aku tidak ingin membantu."
Rukia hanya tersenyum. "Kalau memang Miyako tidak bisa membantu apa boleh buat aku tidak mau memaksa. Tapi aku boleh menjadi temanmu kan?" tanya Rukia dengan mata berbinar-binar dan memohon.
"Tidak. Dan jangan pikir ini karena masalah keluarga, teman hanya membuatku muak." Ucapnya dan menyingkir dari tempat Rukia yang masih speechless.
"Dia gak jujur." Ikaku yang tiba-tiba datang mebuat Rukia hampir melompat. "Ma..ksdumu?"
"Sebelum terluka ia memilih meninggalkan. Sebenarnya dia senang ketika kau mengatakan kalau pertemanan gak ada hubungannya dengan status keluarga."
Rukia menatap Ikaku dengan wajah heran. "Tapi tetap berusaha ya. Aku yakin dia akan berubah." Ucap Ikaku, Rukia pun tersenyum hangat.
"Ehem.. sebenarnya ada sebuah rahasia, tapi jangan beritahu pada Miyako ya." Ikaku mendekati telinga Rukia dan membisiki sesuatu. Rukia terlonjak kaget seperti baru saja menemukan jutaan uang yang tersembunyi dibalik bantalnya. "Apa?! Miyako pernah pacaran dengan Kaien???"
Ikaku membungkam mulut Rukia dan hanya membuat tubuh Rukia yang kecil terkunci. "Diam tapi cuma 3 hari karena Kaien selingkuh."
"Ne? 3 hari sudah selingkuh, payah."
"Oh ya soal Butterfly mungkin aku bisa bantu." Ucap Ikaku dan membuat Rukia berbalik dengan wajah senang.
"Serius?"
Black, White or Grey.
"Kau lihat yang disana itu genk yang jadi puncak masalah kita." Tunjuk Renji pada kelompok wanita dengan seragam white dan seorang cewe berambut hitam yang kelihatan tertindas dengan seragam yang berbeda juga.
"Pemimpinnya bernama Rangiku Matsumoto. Dia anak orang kaya jadi ada beberapa anak yang mengikutinya karena uang, dan ada juga yang takut dengan preman-preman yang menjadi pendukungnya.
"Huh, tipe wanita seperti itu pantas saja." Rukia melihat Matsumoto yang sedang tertawa bersama dengan teman-temannya.
"Yang berseragam Black itu siapa?" tanya Rukia menunjuk pada wanita berambut hitam yang kelihatan lemah itu. "Dia Nemu pesuruh Matsumoto." Jawab Renji.
"Aku sudah melihat kelakuannya selama beberapa hari ini. Dan dia hobi sekali memeras anak-anak lain, membolos, apalagi dandan." Rukia mengeluh sendiri dan melihat segala catatan tentang genk itu. "Dia benar-benar tidak niat sekolah ya."
"Kalau bisa kita harus membuatnya keluar dari sekolah, kelakukannya yang keterlaluan itu memang harus dibasmi sampai bersih."
"Yah kalau memang kayak gitu apa boleh buat. Tapi aku rasa kita jangan meminta bantuan Ikaku dulu."
"Kenapa?" tanya Renji bingung.
"Dia hanya akan kita pakai kalau memang benar-benar butuh."
Pintu kelas terbuka membuat Rukia dan Renji mengalihkan pandangan mereka kearah pintu yang terbuka. "Hinamori?"
"Rukia, aku membawakan pesananmu." Hinamori masuk sambil menenteng sebuah album foto.
Rukia tersenyum dan menunggu Hinamori duduk disampingnya. "Terimakasih ya." Rukia menjulurkan tangannya dan menerima album foto itu.
"Apaan tuh?" tanya Renji dan menggeser tempat duduknya mendekati Rukia.
"Album foto SD, atau lebih tepatnya album foto Ichigo." Hinamori menyenggol bahu Rukia pelan da membuatnya tersipu malu. "Apaan sih aku kan cuma ingin mengingat teman lama."
Renji menunjukkan wajah tak senang dan kembali menyenderkan kepala dikursinya. "Untuk apa? Lagipula sepertinya dia tidak peduli padamu."
Rukia menatap sebuah foto lekat-lekat, entah kenapa tidak ada flashback kali ini, perkataan Renji hanya dianggap angin lalu olehnya. "Aku ingin mengingat mereka, Hinamori, teman SD ku dan Ichigo ada sesuatu yang membuatku ingin mengingat mereka." Ucap Rukia dengan raut wajah serius. Hinamori tersenyum kecil mendengar apa yang dikatakan Rukia secara tidak langsung ia mengatakan kerinduannya pada masa SD mereka.
"Hei, Rukia kau tidak mungkin jatuh cinta padanya kan?" tanya Renji blak-blakkan hampir saja membuat Rukia melompat dari tempatnya.
"Jangan bercanda mana mungkin!" Serunya dengan wajah heran. "Lagipula aku punya orang lain yang aku sukai." Ucap Rukia lagi.
Sekarang gantian Renji yang hampir melompat dari kursinya. "Siapa?" tanyanya dengan wajah kaget.
"Ada deh." Rukia mengedpkan satu matanya dan menjulurkan lidahnya lalu tersenyum. Secara tidak sengaja Rukia menyenggol tas Hinamori dan membuatnya terjatuh.
"Ah, maafkan aku, tidak sengaja." Rukia memungu buku yang berhamburan itu dan melihat beberapa diantaranya yang tertempel dengan selotip, atau lebih tepatnya menyambung beberapa robekan.
"Kenapa ini?" Rukia menunjuk salah satu dari buku itu dan membuat Hinamori tersenyum getir. "Aku ngelindur tidak sengaja aku sobek sendiri."
Rukia berubah ekspresi dan menarik tangan Hinamori. "Jangan bercanda apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Rukia dihadapan Hinamori dan membuat cewek berambut hitam itu mengalihkan pandangannya.
"Sebenarnya…"
Black, White or Grey.
Author Note :
Hiya!! Dipotong ditengah-tengah… hehe ada yang penasaran dan bagi yang udah baca komiknya tolong jangan ngasih spoi *teriak pake TOA*
Maaf mss akhir-akhir ini ngupdatenya agak lama maklum udah masuk sekolah sih, jadi harus bagi waktu dengan segala embel-embel sekolah.
Balasan Review :
ARGENTUM SILVER CHAN : hehe soal seny Renji no comment deh *bingung mau jawab apa* ayo terus review ya ^^
Ichiruki Shirosaki : Hehe gak papa reviewnya telat, kug gak suka Miyako sih? kalau adegan Ichiruki diusahain deh ^^
Agehanami-chan : hehe kalau penasaran terus review dan baca ya. heh jangan ngasih spoiler *ngebengkem mulutnya Agehanami-chan*
Reiya Sumeragi : Hehe iya kalau di manga kan istrinya Kaien kalau disini dia itu *ngebengken mulut sendiri* Byakuya kenapa ya..
rabi-chan : tau tuh baykuya emangnya bisa masak ya? -dikasih deathglare- eh iya Byakuya pinter masak kug -takut- Kau itu bukan Miyako tapi.. Ichigo ^^
Yumemiru reirin : hehe anda benar sekali *ngasih permen*
Shirayuki haruna : hmm kalau masalah itu sih.. -diam tanpa kata- hehe... gak kug si Miyako cuma ngancem..
BakaMirai : hehe gimana kalau ditanya ma Ichigonya ndiri??
Chariot330 : Byakuya tuh pamannya Rukia *udah tak kasih tau belum ya??*
Yuinayuki-chan : hehe gak diambil beneran kug matanya Renji Miyako gak doyan mata babon *dikemplang* Cowok itu adalah Ichigo !!!
Okeh Please Review dengan menekan tombol ijo dibawah ^^
