Summary: sihir Naruto sudah mulai menghilang sedikit demi sedikit, sehingga dia berubah menjadi kucing selama 5 menit, namun seseorang telah melihat perubahannya.
Disclaimer: Om kishi yang sangat guanteng dan baik..! XD , pinjam Chara nya ya.. *bawa kabur*
Pair: SasuNaru, ItaNaru, SasuSaku
Rated: -T-
ItalicBold (kata2 yang diulang)
A/N: maaf pink buat sedikit OOC, karena ini menurut imajinasi pink. No protesting, ^^V ,
Warning: YAOI! EYD berantakan! Sedikit OOC!
Sepertinya DON'T LIKE DON'T READ ini tidak berlaku lagi, baiklah saya kasih kata yang paling bisa dimengerti.
Anda BUTA? Atau memang sengaja DIBUTAKAN? Jika anda tidak menyukai YAOI, BL atau Fict Saya! Tolong untuk tidak membacanya, karena mata anda bisa RUSAK! KLIK BACK dan JANGAN BACA!
.
.
Naruto hanya bisa diam dan memandang lurus kedepan, kejadian tadi masih ada dalam pikiran Naruto. Saat ini, Naruto bingung dengan apa yang dipikirkannya.
"Bagaimana mungkin?" Naruto terus menggumamkan kata-kata itu.
"Karin-sama adalah siluman kucing hitam itu," lanjut Naruto lagi.
"Jadi, cerita yang diceritakan oleh Karin-sama adalah kehidupan dia dulu," lanjut Naruto tidak percaya.
"A-aku… sudah membuat dia marah, Karin-sama… maafkan aku, aku…aku…" Naruto menyesali perbuatannya, bagaimana mungkin dia melupakan janji yang pernah dia ucap kepada Karin, bahwa dia tidak boleh membuat Karin marah.
"Aku sungguh bodoh!" ujar Naruto sambil menjambak rambutnya sendiri.
=_SasuxNaru_ItaxNaru_SasuxSaku_=
Sementara itu Sasuke memakirkan mobilnya di pinggir jalan, dan turun dari mobilnya. Sebenarnya Sasuke mau kemana? Kenapa disekelilingnya hanya ada jalan dan pepohonan yang rindang.
"Hhh… sudah lama sekali aku tidak kesini," ujar Sasuke sambil menatap sebatang pohon yang besar. Lalu Sasuke berjalan masuk kedalam melewati pepohonan yang besar.
=_SasuxNaru_ItaxNaru_SasuxSaku_=
Naruto terduduk lemas sambil meremas rambutnya. Frustasi, itulah yang dipikirkan Naruto. Naruto tidak tahu lagi, bagaimana cara mengembalikan Karin seperti dulu lagi.
"Jika hal itu terjadi, maka aku tidak akan bisa lagi mengambil tubuhku kembali, aku akan tertidur selamanya didalam diriku, dan aku hanya akan bangun jika dia sudah mati,"
Kata-kata itu…masih tergiang di telinga Naruto. Entah apa yang terjadi selanjutnya, bahwa Naruto akan mati, jika dia tidak bisa mencintai orang dicintainya, ataupun menemukan cinta pertamanya.
"Aku…akan mati," lanjut Naruto lirih, matanya kosong memandang rumput yang hijau, setetes air mata jatuh di kedua pipinya.
Srek…Srek…Srek
Tiba-tiba dari arah belakang Naruto, terdengar bunyi suara rumput yang bergerak ataupun langkah kaki yang menyentuh rumput. Sontak Naruto terkejut, lalu melihat kebelakang.
'Si…siapa itu? Apa jangan-jangan hewan?' batin Naruto agak takut.
Ternyata, perkiraan Naruto salah, bukan hewan yang ada di balik semak-semak itu, namun seorang pemuda rambut raven, dan itu membuat Naruto membelalakkan matanya. Pemuda raven itu hanya kaget melihat apa yang ada didepan matanya.
"Sa…su…ke…" Naruto terkejut dengan apa yang ia lihat, begitu pula dengan Sasuke.
"Na-naruto?"
Dan terjadilah TBC *PlakBrakBuaghPrangBletakDuar*.
Ma-maksudnya… kedua pemuda itu terus menatap satu sama lain, sepertinya mereka tidak bisa berhenti menatap mata yang sudah menghipnotiskan mereka. Tidak ada yang berbicara, Hanya ada angin sepo-sepoi yang lewat, menerbangkan rambut mereka dengan pelan, dan rumput yang bergoyang dengan seirama angin berhembus, serta suara burung yang bernyanyi dengan merdu.
"..Sedang apa kau disini?" kali ini Sasuke lah yang berbicara duluan.
"A-aku…"
"Seharusnya ini adalah tempat rahasiaku dan Aniki, kenapa kau bisa sampai tahu?" tanya Sasuke lagi.
"A-aku tahu dari Itachi-nii," jawab Naruto dengan gugup.
'Lagi-lagi, si brengsek itu!' batin Sasuke geram, tanpa sadar dia mengepalkan tangannya dengan erat.
"Hn," Sasuke berjalan kesalah satu pohon yang rindang, tanpa memedulikan Naruto terus menatapnya sampai Sasuke merebahkan tubuhnya di tanah dekat pohon tersebut, bermaksud untuk beristirahat. Naruto hanya bisa mengernyitkan alisnya tanda dia kurang mengerti dengan sikap Sasuke yang susah ditebak olehnya.
Terdiam beberapa saat, akhirnya Naruto lah yang mulai pembicaraan yang tidak penting untuk sekedar mengusir rasa takut, bosan, dan sekaligus bingung, saat Naruto mengingat kejadian yang dialaminya tadi.
"Sasuke-senpai…kenapa kau kesini?" tanya Naruto tidak penting.
"Hn? Memang kenapa? Ini kan tempat rahasiaku," ujar Sasuke sambil tetap memejamkan matanya.
"Oh, benar juga… Hahahahaha," kata Naruto ketawa hambar.
Lama mereka terdiam, tidak ada satupun yang niat untuk berbicara ataupun menanyakan kabar dan semacamnya. Sepertinya mereka berdua sibuk dengan pikiran mereka sendiri. Terutama Naruto, dia sangat bingung sekaligus takut mengingat perkataan putri Shion.
'Bagaimana ini… apa yang harus kulakukan? Aku tidak mau mati, tetapi aku harus menyelamatkan Karin-sama' batin Naruto bingung.
Lain dengan Sasuke, sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu yang lebih membuat jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Bingung, hanya itu yang Sasuke rasakan.
'Cih! Kenapa harus ada dia yang ada disini,' batin Sasuke kesal.
Begitulah, sepertinya itu yang ada dipikiran mereka masing-masing, sehingga tidak ada yang mau ada yang berbicara.
'Apa aku pasrah saja, tapi…tapi…aku tidak mau aku tidak mau mati! Aku masih ingin hidup,' batin Naruto bingung. Ketakutan dengan kematian terlukis diwajahnya.
10 detik.
20 detik.
30 detik. Naruto mulai tidak tahan.
50 detik. Sangat tidak tahan.
"…"
"Huwaaaa!" teriak Naruto, membuat Sasuke tersentak kaget.
"Hei! Kecilkan suaramu," protes Sasuke.
"Aaaah! Kuso! Kuso! Kuso!" ujar Naruto sambil mengacak-acak rambutnya.
"Hei, ada apa?" tanya Sasuke, namun pertanyaan Sasuke tidak didengar oleh Naruto.
"Pusing! Aku tidak mau mati! Karin-sama apa yang harus aku lakukan? Aku hanya kucing hitam yang ingin—Upss!" Naruto ingat bahwa Sasuke masih ada disini, dia langsung menutup mulutnya dan melirik kearah Sasuke, berharap dia tidak dengar pembicaraannya. Namun telat, Sasuke memandang Naruto dengan heran tanda dia mendengar perkataan yang ditelontarkan oleh Naruto.
'Ga-GAWAT!' teriak Naruto dalam hati, dengan keringat dingin bercucuran. Sasuke tetap memandang Naruto dengan tajam tanda dia penasaran dengan ucapan Naruto.
"Maksudmu? 'Hanya kucing hitam' itu apa?" tanya Sasuke sambil mengernyitkan sebelah alisnya.
"E-eto… tidak…tidak ada apa-apa… hahahaha, aku hanya salah ngomong, sungguh…" ujar Naruto meyakinkan Sasuke, sambil tertawa dengan paksa berharap Sasuke percaya.
"…?" heran. Itulah yang Sasuke rasakan. Sasuke langsung mendekati Naruto, membuat Naruto kaget dan ingin berdiri untuk menghindar dari Sasuke. Tetapi terlambat, sebelum Naruto berdiri, Sasuke langsung mencegatnya agar dia terduduk kembali.
"Sasuke-senpai!" protes Naruto.
"Apa .mu," ujar Sasuke sambil menekankan katanya.
"Ti-tidak apa-apa… hehehe…" ujar Naruto sambil tersenyum.
Namun, Sasuke malah terdiam, dihatinya dia sangat penasaran dengan apa yang dikatakan Naruto.
'Hanya Kucing hitam?' batin Sasuke sambil bertanya-tanya.
"Demo… Sasuke-senpai, kenapa ada disini?" tanya Naruto asal.
"Hn? Sesukaku lah, Baka!" jawab Sasuke.
"Jangan panggil aku baka!" protes Naruto.
"Hn, utsuratonkachi,"
"Gah! Itu sama saja!"
"Hn."
Akhirnya Naruto memilih untuk diam, daripada dia bertengkar tidak penting dengan Sasuke. Sasuke yang tahu hal itu, langsung berdiri, dan duduk di tempat pohon yang dia tiduri tadi.
"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau ada disini?" tanya Sasuke sambil memejamkan matanya.
"E-eto… umm…a-aku kangen sama pemandangan yang ada disini, pemandangannya begitu indah," ujar Naruto sambil memandang keatas langit.
"Hn."
"Ne…ne… teme, ini kan hari Minggu, kenapa kau tidak berkencan dengan Sakura-chan?" tanya Naruto sambil melihat Sasuke yang sedang memejamkan matanya.
"Malas."
"Tapi… kasihan Sakura-chan, kalian kan adalah sepasang kekasih," ujar Naruto lagi.
"Aku malas menemaninya."
"Ta-tapi…"
"Diamlah, aku sedang malas membahas dia."
"Hey! Sakura-chan itu kekasihmu tau! Kau harusnya lebih perhatian kepadanya," kali ini Naruto protes kepada Sasuke.
"Bukan urusanmu!" ujar Sasuke ketus.
"Ck, Baka!"
"Utsuratonkachi."
"Pantat ayam!"
"Durian."
"Irit kata!"
"Cerewet."
"Sok keren!"
"Pendek."
"Siapa yang kau bilang pendek! Baka!" kata Naruto tidak terima.
"Hn, dobe."
"Jangan panggil aku begitu!"
"Dobe."
"Urusai!"
"Dobe."
"Urusai! Urusai! Urusai!"
"Hn, dobe, dobe, dobe."
"TEMEEEE!" Naruto langsung teriak karena dia sudah tidak tahan menghadapi orang yang ada disampingnya.
"Hmm…puuh," Sasuke menahan ketawa melihat tingkah Naruto yang seperti anak kecil.
"Jangan ketawa!" protesnya.
"Hn."
Naruto hanya bersweatdrop ria, melihat tingkah orang yang disukainya. Tunggu dulu! orang yang disukainya? Kenapa Naruto berpikiran begitu? Waah, sepertinya wajah Naruto memerah mengingat dia berkata memalukan.
'A-apa? Kenapa wajahku langsung memerah begini?' tanya Naruto sambil memegang kedua pipinya. Sepertinya Naruto memikirkan hal aneh-aneh tentang Sasuke, ckckck…Naruto, Naruto.
Naruto berdehem sendiri, supaya pikiran tentang Sasuke, hilang di ingatannya. Dia sudah janji tidak akan memikirkan Sasuke lagi, karena tidak akan menghasilkan apapun. Namun hatinya berkata lain, ternyata Naruto masih sangat mencintai Sasuke.
'Aku masih…mencintai Sasuke?' Naruto mengernyitkan alisnya, sepertinya otaknya yang agak lemot itu, belum bisa memproses kata-kata yang diucapkannya.
'Mencintainya?'
"EH? APA!" teriak Naruto, membuat Sasuke kaget dari tidurnya.
"Kau ini kenapa lagi!" protes Sasuke.
"Go-gomen."
"Huuft…" Sasuke langsung berjalan mendekati Naruto lagi, lalu duduk dihadapan Naruto, dan menepuk kepala Naruto.
"Sasuke-senpai?"
"Kalau ada masalah ceritakan saja, kita kan… teman," ujar Naruto sambil tetap menepuk kepala Naruto.
"Te-teman?" ujar Naruto kaget.
"Ya, teman," jawab Sasuke lagi. Membuat wajah Naruto menjadi sedih.
'Hanya teman ya…' batin Naruto sedih. Sepertinya tidak ada harapan untuk Naruto lagi.
'Apa mungkin aku harus mencintai Itachi-nii? Tapi…tapi… aku ingin…ingin menyatakan cintaku kepada Sasuke, hanya menyatakan cinta saja,' batin Naruto menunduk.
'Aku tidak mau menyakiti hati Itachi-nii,' batin Naruto lagi, kini mata birunya benar-benar kosong.
"Ada apa denganmu?" perkataan Sasuke, sukses membuyarkan lamunan Naruto.
"Ano…aku baik-baik saja," ujar Naruto lirih. Membuat Sasuke heran, dia tidak yakin dengan perkataan Naruto. Mata birunya yang semula cerah kini tiba-tiba menjadi agak redup.
"Aku tidak percaya," ujar Sasuke. Tangannya memegang dagu Naruto keatas, supaya matanya yang biru menatap mata hitam milik Sasuke.
"Katakan…apa yang terjadi?" tanya Sasuke sekali lagi.
"Aku…aku…"
"Hn?"
"Sasuke-senpai… jika aku menghilang dari dunia ini, apa yang kau lakukan?" tanya Naruto tiba-tiba.
"Apa maksudmu? Kau tidak akan hilang, Baka!".
"..Maaf."
"…"
"Ah! Lupakan, oh ya! Hampir lupa, apakah Sasuke-senpai sudah sembuh? Waktu itu badan Sasuke-senpai agak panas," ujar Naruto, sambil menempelkan tangannya ke kening Sasuke.
"Hn, aku baik-baik saja," jawab Sasuke sambil memegang tangan Naruto.
"Syukurlah," kata Naruto tersenyum lembut.
Lama mereka terdiam, saling memandang, saling terhanyut oleh kedua mata yang indah… hitam dan biru, mata yang sangat cocok untuk mereka berdua. Mereka sangat serasi, namun apakah takdir akan menyatukan mereka? Kucing dan manusia? Bisakah mereka bersatu?.
"Sasuke-senpai… aku…"
"Hn?"
"Aku… kurasa… aku…" entah kenapa, kata-kata itu sangat susah dikeluarkan. Naruto sangat takut mengeluarkan kata itu.
"Aku apa?" tanya Sasuke tidak mengerti.
"Aku… sebenarnya aku… me-me-me-me-" Naruto gugup setengah mati, dia memejamkan matanya untuk mengatakan kata 'cinta' kepada Sasuke.
"Katakan yang jelas, Baka!" kali ini Sasuke sedikit agak kesal.
"Kurasa aku-" namun tiba-tiba Naruto melihat kupu-kupu yang berada didekatnya. Membuat Naruto terdiam, dan tanpa sadar mengatakan yang seharusnya tidak boleh dikatakan.
"Miaw!" seru Naruto girang.
"Miaw?" Sasuke mengernyitkan alisnya.
POOF! Tiba-tiba sebuah asap menyelimuti Naruto.
Didepan Sasuke, Naruto berubah menjadi seekor kucing hitam bermata biru, dan memakai kalung bergambar kucing, yang pernah diberikan oleh cinta pertamanya. Dan kini Sukses Membulatkan mata hitam Sasuke! Sangat terkejut, itulah Sasuke rasakan. Dia melihat Naruto yang berubah menjadi kucing hitam.
Naruto yang melihat ada yang aneh, langsung melihat tubuhnya sendiri, dan ternyata—
"EH? Gyaaaaa! A-aku… berubah lagi menjadi kucing, miaw!" ujar Naruto panik.
"Na-naruto?" panggil Sasuke tidak percaya. karena tubuhnya yang sangat kecil, Membuat Naruto mendongak keatas, dan terlihatlah mata hitam Sasuke yang memandang dia dengan ekspresi sangat terkejut.
'Ga-gawat! Masih ada Sasuke-senpai disini, miaw!' batin Naruto tambah panik.
"Si-siapa kau sebenarnya?" dan perkataan Sasuke, membuat Naruto sangat sangat panik.
"A-aku…"
-TBC-
A/N: Minna-san! XD , maafkan pink karena updetnya sangat lama… ^^ *dirajam*, e-eto… pink bener2 tidak ada watu buat ngetik…^^ makasih karena sudah ngingetin alias nagih2 fict pink… terutama si Ruu *ngelirik Ruu* *Ruu: senyum2 gaje*.
Aaah… lama kelamaan cerita ini tambah jelek ya? T_T …
Hm… kalau gitu mulai balas review ya… ^^
Yang pertama dari Gary Crystalla
Pink: huwaa… pink gak tau nasib Naruto nanti… *nangis Bombay*, lihat saja End nya… nyehehehe… *didamprat*.
Yang Kedua dari Dallet no Hebi
Pink: konfliknya sudah mulai terlihat kok… ^^ walaupun naik turun… (?) , naru makin dilema? Oh tidak… XD … oke ini sudah updet loh…
Yang ketiga dari Lady Spain
Pink: huee? Kenapa jadi nyebelin si itachi? O.O… ini sasunarunya pesanan Lady-san.. XD
Yang keempat dari sukiNaruto
Pink; panggil pink atau pink-chan aja… ^w^ , pink ini masih polos (?) en childish… jadi gak pantas di panggil senpai atau san. Hahah.. iya stress tuh si Naru *dirasen*…
Yang kelima dari LUKIAST
Pink: iya.. harusnya begitu tuh.. dasar sibaka Itachi! -,- … tapi lihatlah nanti~ :3 , ini belum end nya. ^^..
Yang keenam dari Shiki Raven-Sakuraii
Pink: hehehe… makasih… ^/^ , jadi malu karena ada yang muji fict yang ancur gini… =^^= , Itachi nya belum keluar di chap ini… ^^ , ini full dengan adegan SasuNaru… ^^ , tenang saja akan pink perlambat kok jalan ceritanya… ^^.
Yang ketujuh dari Fi Suki Suki
Pink: hehehe… habisnya nee bakalan tepar jawab satu persatu pertanyaan imouto… ^^ , iya… Karin dulunya kucing hitam.. :3 ..
Yang kedelapan dari Miichan 94
Pink: jangan! DX … kalau dibatalin … kan gak seru! *bletak* (reader: apanya yang ga seru!)..
Yang kesembilan dari Takazawa Kazuki
Pink: hehehe… makasih… gak bakaln ceritanya kayak gini maksudnya apa? o.O… ini sudah updet kok… ^^
Yang terakhir dari Amieres
Pink: waah… nagih2 fict junjo nih.. :3 , yos! Tunggu ini tamat dulu ya.. ^^ *bletak*…
Akhirnya sudah selesai…^^
Oh ya, satu hal lagi, fict ini akan pink lambatkan lagi jalan ceritanya… jadi mungkin masih lama tamatnya… hehehe… ^^ , kalian pernah nonton sebuah anime kan? :3 , nah apakah konfliknya selalu naik turun? Menurut pink begitu… ^^ , jadi… fict ini agak seperti sebuah anime gitu deh… *banyak cincong* …
AKHIR KATA!
R
E
V
I
E
W
REVIEW?
Hanya menerima Flame yang bermutu! =^^=
