Title : Prince Hours
Author : Parkyoonhra
Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, and others
Genre : Family, Romance
Chapter : 10/?
Warning : Yaoi, MalexMale, Mpreg, Typos, Don't like Don't read
.
Author's note: saya ketawa2 sendiri pas baca review para reader setia ff Prince Hours ini. Pdhl di chap kemarin saya sdh berusaha keras utk membuat ahra terlihat baik. Dia perhatian sama min terus nangis2 bombay pas min keracunan tapi tetep aja semua reader berpikir ahra yg ngeracunin min. Tapi yasudahlah ya derita si ahra ini … wkwk
Happy Reading and Enjoy!
.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Ibu Suri pada seorang dayang yang memasuki kediamannya dengan langkah tergesa.
Dayang itu membungkukkan tubuhnya seraya menjawab pertanyaan sang mantan Ratu, "Selir Kim dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah istana utama, Mama. Selir Kim tidak memberikan pembelaan sedikit pun, saya takut jika ia akan di-judge bersalah karena tidak ada sedikit pun bukti yang meringankan tuduhan yang mengarah kepadanya."
Ibu Suri bersandar lemas pada kursi yang di dudukinya, "Tidak mungkin. Tidak mungkin Selir Kim yang meracuni Putera Mahkota," gumamnya.
"Saya mohon ampun, Mama. Tapi apa yang membuat anda sangat yakin kalau Selir Kim tidak bersalah?" tanya sang dayang.
Ibu Suri menggeleng lemah, "Aku sangat mengenal dirinya. Ia tidak akan bisa berbuat hal sejahat itu terlebih pada Putera Mahkota. Aku memiliki alasan kuat untuk meyakininya."
Ibu Suri masih mengingat kejadian belasan tahun silam di saat ia melakukan perbuatan yang sangat disesalinya hingga saat ini. Ia sangat merasa bersalah pada Selir Kim, tapi mungkin ia akan membawa kebenaran itu hingga ajalnya menjemput…
Chapter 10
Kerajaan Korea Tahun 1996…
Yunho berjalan mondar-mandir di depan ruangan bersalin istrinya. Di dalam ruangan itu Ratunya tengah berjuang melahirkan sang penerus kerajaan, tapi Yunho merasa sangat gelisah bukan karena hal itu. Entah kenapa ia terus kepikiran tentang Jaejoong. Apa yang terjadi pada namja cantik-nya? Bukankah beberapa saat lalu kekasihnya itu masih baik-baik saja? Tapi Yunho memiliki firasat buruk tentang Jaejoong-nya.
"Saya mohon ampun, Yang Mulia. Saya tahu anda sangat mengkhawatirkan keadaan Ratu, tapi saya mohon dengan sangat agar anda bisa tenang dan duduk dengan nyaman di kursi ini," Sekretaris Jang menuntun Yunho untuk duduk di sebuah kursi. Yunho yang pikirannya masih kacau hanya menurut saja.
Seorang dayang berlari dengan tergesa kearah Yunho.
"Yang Mulia, … hosh … hosh … Selir Kim …."
Yunho tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang dikatakan dayang itu dan hal itu membuatnya sangat kesal bercampur gelisah.
"Apa yang terjadi pada Selir Kim?"
"Selir Kim … akan segera melahirkan, Yang Mulia," jawab sang dayang.
"MWO?" Yunho sudah akan berlari ke kediaman Jaejoong jika Sekretaris Jang dan beberapa pengawal tidak menahan tubuhnya.
"Saya mohon tenangkan diri anda, Yang Mulia. Ibu Suri meminta anda untuk menunggu persalinan Ratu di sini."
Yunho memang menolak menemani istrinya melahirkan. Bukan apa-apa, tapi ia hanya takut melihat wajah istrinya yang kesakitan. Ia tidak tega. Tapi sekarang ia merasa kalau Jaejoong membutuhkan dirinya disamping namja cantik itu. Jaejoong pasti membutuhkan kehadirannya saat ini. Tapi ia tidak bisa meninggalkan istrinya …
Argh … Yunho rasanya ingin memukul dirinya sendiri…
"Saya yakin para dayang istana akan membantu persalinan Selir Kim dengan baik, Yang Mulia," ujar Sekretaris Jang memberi semangat.
Dua jam telah berlalu dan terasa sangat lama bagi Yunho. Apakah memang harus selama ini?
Seorang dayang datang dengan peluh yang membasahi wajahnya, "Yang Mulia, Selir Kim telah melahirkan seorang Pangeran. Chukkahamnida, Jeonha."
Tidak ada hal yang lebih menggembirakan daripada kelahiran anaknya dengan Jaejoong. Yunho merasa menjadi orang yang sangat beruntung di dunia ini. Satu-satunya hal yang ingin ia lakukan saat ini adalah memeluk namja cantiknya, menciumi bibir cherry miliknya dan menggendong aegya mereka. (itu sih bukan satu ya XD)
Tapi Yunho baru menyadari bahwa masih belum ada kabar mengenai istrinya …
Istana bagian Selatan, Kediaman Selir Kim …
"Selamat atas kelahiran Pangeran, Selir Kim," ucap Dayang Han yang membantu persalinan Jaejoong.
Jaejoong menangis bahagia sekarang. Walaupun melahirkan itu sangat menyakitkan dan Yunho tidak bisa menemaninya, semua rasa lelah pada tubuhnya seketika menghilang saat mendengar suara tangisan keras milik bayinya.
Seorang bayi namja yang sangat manis menurut Jaejoong, ia sempat melihat bayinya sebelum dimandikan oleh para dayang. Apakah anak Yunho dan istrinya juga sudah lahir sekarang? Apakah itu yang menyebabkan Yunho tidak bisa menemaninya melahirkan?
"Saya sudah menyuruh seorang dayang untuk memberitahu kabar gembira ini pada Yang Mulia Raja, Selir Kim."
Jaejoong tidak mendengar perkataan Dayang Han karena ia kembali merasakan sakit pada perutnya. Oh, Tidak lagi!
"D-dayang Han, p-perutku …,"
Sebelah tangan Jaejoong mencengkeram perutnya yang terasa sangat sakit, sebelah tangannya yang lain meremas bantal di sisi kepalanya. Ia membenamkan kepalanya pada bantal untuk meredam teriakan kesakitannya…
Dayang Han dan beberapa dayang lainnya panik melihat Jaejoong yang kembali berteriak kesakitan.
"Apa yang terjadi?" tanya salah satu dayang.
"Kurasa Selir Kim akan melahirkan lagi, kemungkinan anaknya kembar. Cepat siapkan air hangat," perintah Dayang Han.
"KEMBAR?"
~.~.~.~.~ Prince Hours ~.~.~.~.~
Istana Bagian Utara, Kediaman Ratu …
Ratu yang kelelahan pasca melahirkan kehilangan kesadarannya. Ia mengalami pendarahan yang cukup hebat dan untungnya nyawanya masih dapat tertolong, namun tidak dengan nyawa calon Putera Mahkota.
Ibu Suri yang masih shock karena baru saja kehilangan calon cucunya kembali dikagetkan dengan berita kelahiran anak Selir Kim.
"Selir Kim melahirkan seorang pangeran."
Dengan kelahiran anak dari Selir Kim, Ibu Suri yakin Raja akan lebih menyayangi Selir Kim dan anaknya. Hal ini akan membahayakan kedudukan Ratu yang baru saja kehilangan bayinya. Anak selir Kim tidak akan bisa menjadi Putera Mahkota dan Ibu Suri yakin Raja tidak akan mau lagi untuk tidur dengan Ratu. Jika seperti itu, lantas bagaimana dengan penerus kerajaan?
Ibu Suri yakin ia harus melakukan sesuatu. Mungkin ini perbuatan yang sangat tidak pantas ia lakukan, tapi ini harus dilakukannya demi nasib kerajaan Korea.
"Dengarkan aku," perintah Ibu Suri pada dokter kerajaan dan para dayang di dalam ruangan itu, "Kubur bayi ini. Dan katakan kalau Ratu telah melahirkan seorang Putera Mahkota."
Sontak semua orang yang ada di ruangan itu membulatkan matanya kaget mendengar perkataan Ibu Suri.
"Tidak ada yang boleh mengetahui hal ini, kalian harus bersumpah."
Istana bagian Selatan, Kediaman Selir Kim …
Jaejoong merasa seluruh tenaganya sudah terkuras habis, tulang-tulangnya melemas dan pandangannya mulai kabur tapi ia bisa mendengar jelas suara tangis bayinya, anak bungsunya. Jaejoong tersenyum sambil memejamkan matanya, mencoba untuk beristirahat setelah perjuangan yang begitu melelahkan.
"Seorang bayi laki-laki. Lagi," ujar Dayang han yang menggendong bayi Jaejoong.
Pintu kediaman Jaejoong terbuka dan terlihat Ibu Suri memasuki ruangan itu. ia melihat Dayang Han yang menggendong seorang bayi yang masih berwarna merah dan bayi itu tidak berhenti menangis sejak tadi.
"Hwangtaehu Mama," semua dayang membungkuk hormat pada Ibu Suri.
"Berikan bayi itu padaku," perintah Ibu Suri.
"Ne?"
Ibu Suri merebut bayi itu dan memindahkannya ke dalam gendongannya.
"Bayi Selir Kim sudah meninggal," ucap Ibu Suri.
"T-tapi …,"
"Hal itu lah yang harus kalian beritahu pada semua orang. Dan dia …," Ibu Suri memandang bayi yang sudah mulai tenang dalam dekapannya, "dia adalah Putera Mahkota."
Dayang Han bingung dengan semua yang tengah terjadi. Tiba-tiba Ibu Suri datang dan mengambil anak bungsu Selir Kim tanpa mendengar penjelasan darinya bahwa Selir Kim telah melahirkan bayi kembar dan membawa pergi anak itu setelah mengumumkan bahwa anak itu yang akan menjadi Putera Mahkota dan membuat mereka semua yang ada di ruangan itu bersumpah untuk tidak memberitahu siapa-siapa tentang semua hal ini. Selanjutnya apa yang akan terjadi?
Dayang Han mendengar suara isak tangis dari Jaejoong yang masih terbaring. Astaga, apakah sedari tadi namja cantik itu mendengar semua pembicaraan mereka?
"Selir Kim? Anda baik-baik saja? Mianhamnida, saya …,"
Jaejoong membuka matanya perlahan, kesedihan yang mendalam terpancar dari mata indahnya.
"Aku ingin bayiku …."
Jaejoong menciumi anak sulungnya yang tertidur dengan damainya tanpa menyadari sebuah tragedy telah menimpa dirinya dan keluarganya.
"Selir Kim …," panggil Dayang Han.
"Tidak apa-apa Dayang Han. Aku mengerti. Aku tidak pernah melahirkan bayi kembar," ujar Jaejoong dalam tangisnya sambil terus menciumi wajah puteranya.
Jika hal ini memang yang diinginkan oleh Ibu Suri, apa yang bisa Jaejoong lakukan? Tidak ada. Setidaknya anak bungsunya tidak dibawa pergi jauh. Ia masih bisa melihat perkembangan puteranya yang lain. Walaupun besar keinginan Jaejoong untuk memeluknya erat dan mengatakan 'ini umma' pada anaknya, Jaejoong terus menahan hasrat terbesarnya itu …
~.~.~.~.~ Prince Hours ~.~.~.~.~
Awalnya Ibu Suri sangat kaget saat Jaejoong muncul dengan menggendong seorang bayi lainnya. Lalu ia mendapat penjelasan dari Dayang Han mengenai anak kembar Jaejoong. Namun, Jaejoong tidak pernah membicarakan hal itu, Jaejoong bersikap seolah-olah dirinya memang hanya pernah melahirkan seorang putera. Ibu Suri tahu kalau Jaejoong mengetahui segalanya, tapi Jaejoong tidak pernah membahasnya seolah-olah memang tidak pernah terjadi apa-apa. Ibu Suri sering menangkap arah pandangan mata Jaejoong yang menatap Changmin sendu, tapi Jaejoong selalu berusaha memperlakukan Changmin sebagaimana mestinya ia memperlakukan seorang Putera mahkota, bukan anaknya.
Kemudian, Ibu Suri memutuskan untuk menyimpan rahasia ini. Ia memecat semua dayang istana yang mengetahui tentang kebenaran ini. Setelah memaksa mereka untuk bersumpah tidak akan membuka rahasia ini selamanya, ia mengirim mereka jauh dari istana.
Yunho maupun Ahra tidak pernah mengetahui rahasia ini. Mereka tetap menganggap Changmin sebagai anak kandung mereka. Dan Yunnho menganggap Kyuhyun sebagai anaknya bersama Jaejoong. Jadi, jika ditanya siapa yang paling tersakiti di sini tentu saja jaejoong seorang.
Sebagai seorang ibu tentu saja Ibu Suri sangat mengerti perasaan Jaejoong. Ia tidak pernah bisa mendekap putera kandungnya sendiri,, hanya bisa memantaunya dari kejauhan dan membiarkan orang lain yang membesarkan anaknya. Pasti sangat menyakitkan sekaligus menyedihkan.
Tapi Jaejoong tidak pernah mengeluh, tidak pernah marah, tidak pernah memberontak, ia hanya terus menerima segalanya dengan senyum lemahnya. Jadi Ibu Suri sangat yakin kalau Jaejoong memang memiliki hati seindah wajahnya yang bak malaikat…
~.~.~.~.~ Prince Hours ~.~.~.~.~
Dua orang anak kecil berusia lima tahunan sedang bermain lempar bola di halaman taman istana di sore hari yang cerah hari itu.
"Tangkap ini, Chwang!" teriak seorang anak berambut ikal sebelum ia melempar sebuah bola pada anak lainnya.
"Ne, hyung," seorang anak tinggi lainnya mengangkat tinggi-tinggi tangannya guna menangkap bola itu. namun sayang kaki jenjangnya tersandung batu dan membuatnya terjatuh.
"Chwang!"
Changmin terjatuh dengan wajah yang membentur tanah mengakibatkan pakaian dan wajahnya kotor dipenuhi tanah.
"Gwenchana? Apa kau terluka?" Kyuhyun berjongkok di depan Changmin dengan tatapan yang khawatir.
"Gwenchana, hyung," jawab Changmin sambil cengengesan dan memperlihatkan deretan giginya yang rapih. Walaupun Changmin merasakan sedikit perih di kakinya, tapi ia tidak akan menangis hanya karena hal itu, bukan? Dia kan seorang Putera Mahkota…
Beberapa dayang mendekati kedua anak itu guna melihat keadaan Changmin.
"Kaki anda terluka, hwangteja."
Changmin melihat kakinya yang sedikit terluka. Belum sempat ia menjawab bahwa ia baik-baik saja, sebuah suara menginterupsinya.
"Apa yang terjadi?" Ratu dan beberapa dayang berjalan mendekati Changmin yang masih terduduk di tanah.
Changmin mencoba berdiri namun gagal karena rasa sakit yang menjalar di kakinya, jadi Kyuhyun membantunya berdiri untuk memberi hormat pada ibunya.
Ahra menatap Changmin tajam, "Kenapa pakaianmu bisa sekotor itu, hwangteja?"
"Ehm … aku ….," Changmin hanya menunduk karena takut dengan tatapan Ahra.
"Changmin tadi terjatuh, Ratu. Kakinya terluka," Kyuhyun menjawab pertanyaan Ahra.
Ahra memandang rendah Kyuhyun dan meminta Changmin untuk mendekat kearahnya.
"Sudah berapa kali kukatakan padamu, hwangteja. Jangan bermain dengannya," nasihat Ahra pada Changmin.
"Tapi aku suka bermain dengan Kyuhyun hyung."
"Jung Changmin! Berhenti memanggilnya hyung seperti itu. Dia bukan hyung-mu!"
Changmin tersentak saat Ahra membentaknya, ibunya tidak pernah membentaknya sebelumnya.
Ahra menghela napasnya, "Mian, aku tidak bermaksud untuk membentakmu," Ahra mengelus rambut Changmin sayang, "tapi kau harus mengingat apa yang kukatakan padamu. Kau seorang Putera Mahkota dan kau tidak boleh bergaul dengan orang sembarangan. Karena kau special. Mengerti, hwangteja?"
Changmin baru saja akan menjawab ibunya tapi kembali mengatupkan mulutnya saat ibunya memandangnya memperingati untuk diam dan menurut. Jadi Changmin hanya mengangguk mengiyakan.
Ahra memandang Jaejoong yang sudah berada di samping Kyuhyun dan menggandeng tangan anaknya itu, "Kau harus mengajari anakmu sopan santun, Selir Kim. Bagaimana bisa ia memanggil Putera Mahkota hanya dengan namanya seperti itu? Dan aku tidak mau anakmu bermain lagi dengan Putera Mahkota dan membuatnya terluka lagi."
Jaejoong membungkuk meminta maaf.
Ahra menggandeng tangan Changmin untuk pergi. Changmin menoleh ke belakang dan matanya bertatapan dengan mata Kyuhyun yang sedang menatapnya juga dengan pandangan yang menyiratkan kesedihan…
Malam itu, Jaejoong menghukum Kyuhyun karena telah berlaku tidak sopan pada Putera Mahkota dan sudah membuatnya terluka…
"Bukan aku yang membuat Chwang terjatuh, umma," kata Kyuhyun sambil menangis karena sekali lagi Jaejoong memukul tangannya hingga memerah.
"Siapa lagi yang membuatnya terjatuh kalau bukan kau yang bermain dengannya, Jung Kyuhyun? Dan umma sudah memperingatkanmu untuk memanggilnya dengan panggilan sopan."
"Appo… T.T"
Kyuhyun hanyalah anak berusia lima tahun yang ingin bermain dan bersenang-senang dengan teman sebayanya. Karena tinggal di dalam istana yang dipenuhi oleh orang dewasa, ia sangat senang saat bermain dengan Changmin. Tapi Ratu tidak pernah suka jika ia bermain dengan Changmin. Bukankah mereka berdua bersaudara? Mereka memiliki ayah yang sama, lalu kenapa ia mendapatkan perlakuan yang berbeda? Kyuhyun kecil tidak pernah mengerti kenapa…
~.~.~.~.~ Prince Hours ~.~.~.~.~
Hari ini ulang tahun Kyuhyun, ulang tahun Changmin juga. Kyuhyun tahu ia dan Changmin memiliki hari ulang tahun yang sama dan ia lebih tua beberapa menit dari Changmin, oleh karena itu Changmin selalu memanggilnya hyung. Padahal semua orang menyuruhnya untuk tidak memanggil Kyuhyun begitu. Dasar keras kepala!
Hari ini mereka berusia enam tahun dan semua orang menyiapkan pesta untuk Changmin, ya hanya untuk Changmin. Dia yang Putera Mahkota, ingat?
Changmin bisa melihat Kyuhyun yang berdiri di kejauhan dan tengah memandang dirinya atau kue ulang tahunnya yang sangat besar ini?
"Bolehkah aku meniup lilin dan memotong kue bersama Kyuhyun hyung? Hyung kan juga berulang tahun hari ini," pinta Changmin pada seorang dayang yang berada di dekatnya.
"Mianhamnida, hwangteja. Tapi kue dan pesta ini khusus untuk anda."
"Umma," panggil Changmin pada seorang yeoja yang telah melahirkannya (atau yang ia pikir begitu).
Ahra mengeryitkan keningnya tidak suka dengan panggilan Changmin kepadanya.
"Bahasamu, hwangteja," Ahra memperingatkan.
Changmin memiringkan kepalanya, "Tapi Kyuhyun hyung memanggil ummanya seperti itu."
"Kau berbeda dengannya karena kau special. Jadi jangan menirunya."
Changmin tidak mengerti dimana letak perbedaannya dengan Kyuhyun? Bukankah mereka berdua sama saja?
Beberapa hari kemudian…
"Hyung! Kyuhyun hyung!" Changmin memanggil Kyuhyun yang berjalan cepat di depannya tapi Kyuhyun seolah tidak mendengar suaranya yang sangat keras.
Sudah beberapa hari ini mereka tidak lagi bermain bersama dan Kyuhyun seolah menghindari Changmin. tentu saja Changmin merasa sangat kesal karena tidak memiliki teman bermain lagi di istana.
"KYUHYUN-AH!" Changmin memanggil Kyuhyun dengan sekuat tenaganya.
Dan berhasil! Kyuhyun berhenti melangkah dan menatap Changmin tidak suka.
"Kau memanggilku apa?" tanya Kyuhyun tidak percaya.
"Kyuhyun-ah," jawab Changmin dengan wajah tanpa dosanya.
"Panggil aku hyung!" perintah Kyuhyun.
"Tidak mau."
Sebenarnya Kyuhyun kesal karena Changmin tidak lagi memanggilnya hyung. Itu membuatnya merasa telah kalah (?), tapi umma-nya sudah melarang Kyuhyun untuk tidak dekat-dekat Changmin.
"Terserah," Kyuhyun kembali berjalan meninggalkan Changmin.
"Ya! Kau mau kemana? Kembali kesini! Dengarkan aku!"
Changmin tidak suka diabaikan, apalagi oleh Kyuhyun. jadi ia mengambil sebuah kerikil dan melemparnya mengenai kepala Kyuhyun. Membuat wajah manis Kyuhyun merenggut kesal kearahnya.
Tanpa Changmin sadari sejak saat itu ia terus mengerjai Kyuhyun agar pemuda manis itu mau berbicara atau memandangnya. Karena Kyuhyun selalu terlihat menghindarinya dan itu membuat Changmin kesal. Changmin tidak suka jika ada seseorang yang membuatnya kesal, jadi Changmin lebih memilih ia yang membuat Kyuhyun kesal … :D
.
.
Pendek? Memang~ terima aja lah ya… akhirnya rahasia anak siapa changkyu sebenarnya telah terungkap. Selamat bagi yg menjawab dgn benar sebenarnya dr awal udah byk yg bener sih jawabannya. Mianhae kalo ada kecewa, males dan jadi benci sama ff ini. Terus yg gak suka jeje sgt tersiksa di ff ini. Saya tdk berniat jahat sungguh tp itu memang pusat dari cerita saya. Ingin menggambarkan penderitaan jeje di istana sbg selir raja. Tapi jgn khawatir buat kalian yg udah males baca ff ini, sebentar lagi ff ini akan berakhir kok. Dan saya juga udah berjanji dgn seorang teman utk membuat happy ending… terus buat pertanyaan inkballoon 'adakah kesenangan tersendiri dengan menyiksa jaejoong di sebuah ff?'. saya msh author baru jd tdk tahu kalo author lain, tp kalo saya pribadi merasa msh ada yg krg dari ff saya kalo jeje belum tersakiti #ditabokyun. Entahlah silakan salahkan saya yg begitu kejam menyiksa jeje XD mian kalo kamu merasa tdk nyaman dgn itu semua. Terus saya hrs mengakui kekurangan terbesar dlm ff ini memang karakter yun. Saya ingin memunculkan karakter yun sbg raja yg dicintai semua rakyatnya tapi ia malah tdk bisa mencintai org yg dicintainya dgn bebas. Yah saya msh hrs byak bljr .. #bow
.
Thanks to:
3kjj, gwansim84, devil meet demon, WineMing, AkemyYamato, Angel Muaffi, azahra88, hexsaa, Dhea Kim, ifa. , fuyu cassiopeia, Minhyun Ichigo Macchiato, Vic89, Cho Sungkyu, .1272, zulazhoe, Byunchannie26, shanzec, hanasukie, Youleebitha, Casshipper Jung, Ristinok137, Diin Cassha, Park Seuri¸ leeChunnie, ChoiChahyun, YeChun, aoi ao, ahrahenry897, yoon HyunWoon, hatakehanahungry, Dennis Park, TitaniumSP, Ashura Yu, Clein cassie, lipminnie, magnaeris, Hana - Kara, YunHolic, Kyungie Jae, Nanaki Kaizaki, ichigo song, Dipa Woon, riska0122, nickeYJcassie, anastasya regiana, chibiechan01, FiWonKyu0201, Uchiha Tachi'4'Sora, AliveYJ, Nee-chan CassieBigeast, Michelle Jung, damean, jaena, YunJaeLovers, min, Ai Rin Lee, Vivi, inkballoon, Elzha luv changminnie, Next, zhe, Kitukie, anonymous, lee sunri hyun, D, BlaueFEE, Ria, diyas, PandaMYP, rinda, , KJhwang, BooMilikBear, Lady Ze, Maknaelovers, Meychn, ChoiMinhoANAE, yjnokokoro, t, akiramia, JungKimCaca, DBSJYJ, Jaelupme, rimadsung, no name, ravenremnant, Reakim, , Yunjaelover, haruko2277, guests, dan para SR~
