Seorang pria bertopeng terlihat berjalan dengan tenang didalam hutan yang rimba, pria bertopeng terlihat membawa sebuah gulungan besar yang digendong dibelakang punggungnya. Penampilan dari pria tersebut terlihat baik-baik saja terkecuali untuk banyaknya bercak darah yang menempel dipakaiannya, bahkan topeng putih miliknya hampir separuh penuh berubah menjadi warna merah akibat bercak noda darah. Pria tersebut terlihat berjalan menyusuri hutan dengan tenang, akan tetapi langkahnya kemudian terhenti saat dari dalam tanah dihadapannya tiba-tiba muncul mahluk yang menyerupai mulut tanaman venus fly trap dan memiliki tubuh manusia. Tak berselang lama kemudian mulut venus fly trap dari mahluk tersebut terbuka memperlihatkan sebuah kepala yang memiliki warna berbeda setiap sisinya.
"Bagaimana Tobi? Informasi yang kami dapatkan benar bukan."
Entah bagaimana tapi mahluk tersebut tiba-tiba bertanya menggunakan dua buah nada yang berbeda satu sama lain, seakan warna mereka yang berbeda menjadi simbol bahwa mereka bedua adalah mahluk yang memiliki dua jiwa tapi dalam satu raga. Pria tersebut atau Tobi yang mendengar pertanyaan dari mahluk didepanya tidak langsung menjawab, dia memilih untuk melepaskan dahulu topeng yang dikenakannya menampakkan wajah yang sepertinya rusak disisi kanan miliknya.
"Informasimu memang benar Zetsu. Aku sudah berhasil mengambil Sanbi dan membunuh para shinobi Kiri." Tobi kemudian meraih gulungan yang berada di punggungnya dan melempar gulungan itu kearah mahluk dihadannya yang dipanggil Zetsu olehnya. "Sanbi ada dalam gulungan itu, bawa gulungan itu pada kakek tua itu agar dia bisa menyegelnya dalam patung Gedō."
"Baiklah. Tapi kau akan pergi kemana Tobi?"
Tobi yang mendengar pertanyaan Zetsu barusan kembali tidak lagi langsung menjawabnya, dia kemudian kembali lagi memasang topeng putih miliknya yang penuh dengan noda bekas darah dan membalikkan tubuhnya dari arah Zetsu.
"Aku akan pergi untuk melihat-lihat dulu."
.
.
.
The New Dimension
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
.
If you don't like this pair, Don't read this story
.
Naruto saat ini tengah melompati beberapa dahan pohon didalam hutan, dibelakangnya bisa terlihat tiga orang Jonin mengikutinya yang terdiri dari Minato Namikaze, Hizashi Hyuuga, dan Shibi Aburame. Mereka medapatkan tugas untuk memerika kebenaran tentang salah laporan dari mata-mata Konoha yang mengatakan bahwa ada sekumpulan shinobi Kiri yang berniat melakukan sesuatu terhadap Konoha, tugas mereka hanyalah untuk memeriksa saja dan segera melaporkan hasilnya kepada Hokage. Setelah cukup lama akhirnya Naruto memutuskan berhenti, dia kemudian segera duduk bermeditasi untuk memasuki mode Sannin dan merasakan dimana para shinobi Kiri tersebut, tapi anehnya bahkan setelah memasuki mode Sannin dia tidak merasakan hawa kehadiran shinobi Kiri satu pun. Padahal menurut informasi mata-mata Konoha para shinobi Kiri membuat perkemahan tidak jauh dari tempat mereka berhenti sekarang, merasakan tidak ada gunannya dia kemudian menonaktifkan mode Sanninnya dan menatap kearah Hizashi.
"Hizashi coba periksa keadaan sekitar menggunakan Byakuganmu, aku tidak merasakan adanya hawa kehadiran shinobi Kiri satupun barusan."
Hizashi yang mendengar perintah Naruto barusan hanya mengangguk mengerti dan mengaktifkan mata Byakugannya, itu terlihat dengan urat-urat yang muncul disekitaran matanya. Naruto yang melihat hal tersebut kemudian segera mengalihkan tatapannya menuju kearah Shibi.
"Shibi sebarkan seranggamu untuk berjaga-jaga, aku khawatir kita nanti malah akan dijebak oleh para shinobi Kiri." Shibi yang mendengar itu juga hanya mengangguk dan akan mulai menyebarkan serangganya saat ucapan Hizashi selanjutnya membuat ketiga shibi Konoha tersebut menatap kearah Hizashi.
"Aku rasa para shinobi Kiri tidak akan bisa menjebak kita."
"Apa maksudmu, Hizashi?" Minato yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara dengan menanyakan apa maksud dari perkataan Hizashi barusan. Hizashi yang mendengar itu segera menonaktifkan Byakugannya dan menatap kearah Minato sebelum akhirnya mengarahkan tatapannya kearah Naruto yang berada disamping Minato.
"Aku berhasil menemukan perkemahan para shinobi Kiri.." Ketiga shinobi Konoha lainnya yang mendengar ucapan Hizashi memandang kebingungan kearah Hizashi, Hizashi yang melihat itu segera melanjutkan perkataanya. "Akan tetapi disana aku juga melihat banyak tubuh shinobi Kiri yang tergeletak tak bernyawa."
Sontak lanjutan perkataan Hizashi barusan berhasil membuat ketiga shinobi lainnya tersebut terkejut. Naruto yang sadar dari keterkejutannya segera mengeluarkan sebuah gulungan kosong dan menulis sesuatu disana, setelahnya Naruto kemudian menggigit ibu jarinya sampai berdarah dan kemudian melakukan serangkaian segel tangan.
"Kuchiyose no Jutsu."
Seeokor katak kecil dengan warna biru tua muncul dari balik kepulan asap teknik Kuchiyose yang Naruto pakai, Naruto kemudian segera mengulurkan gulungan yang dipegannya pada katak tersebut. "Serahkan ini pada Sandaime." Katak tersebut hanya mengangguk mendengar perintah Naruto sebelum akhinya menelan gulungan Naruto, setelahnya katak itu kembali menghilang dalam kepulan asap untuk melaksanakan perintah Naruto. Setelah itu Naruto kemudian mengalihkan tatapannya menuju kearah ketiga rekannya dalam misi ini.
"Kita akan memeriksa kesana dan mencari petunjuk apa yang sebenarnya terjadi.. Hizashi aku ingin kau tetap memantau keadaan dengan Byakuganmu selama perjalanan kita menuju ke perkemahan para shinobi Kiri tersebut, dan Shibi aku ingin kau tetap menyebarkan seranggamu untuk berjaga-jaga. Apa aku sudah jelas?" Ketiga shinobi Konoha yang mendegar hal tersebut hanya mengangguk paham akan perkataan Naruto, Naruto yang melihat itu hanya menganguk mantap. "Baiklah ayo berangkat kalau begitu."
Dan mereka berempat pun segera berangkat menuju kearah perkemahan para shinobi Kiri untuk mencari petunjuk apa yang sebenarnya terjadi ditempat itu.
…
Bagi Naruto yang pernah membantai ratusan shinobi Iwa seorang diri pembantaian yang dilihatnya saat sampai diperkemahan para shinobi Kiri merupakan sesuatu yang sangat mengkhawatirkan, karena siapapun yang berhasil membantai puluhan shinobi Kiri pastinya bukan shinobi sembarangan. Naruto yakin para shinobi Kiri ini pasti bukan tewas karena serangan tiba-tiba shinobi dari desa lain, dia yakin seseorang atau beberapa orang shinobi yang sangat kuatlah yang menyerang kemari dan membantai mereka. Hal yang membuatnya yakin para shinobi Kiri ini tewas karena bertarung bukannya akibat serangan mendadak adalah karena tubuh mereka semua terletak didekat perapian yang sudah mati, menandakan bahwa mereka sebelumnya pernah bersiap untuk menghadapi musuh yang menyerang kemari. Akan tetapi itu hanya tebakannya saja, dia harus mencari petunjuk agar bisa lebih mengetahui apa yang sebenarnya terjadi disini.
"Baklah kita berpencar menuju keempat arah berbeda, periksa setiap tenda dan tetap waspadalah. Jika kalian mengalami kesulitan segera beri tanda."
Minato, Hizashi, dan Shibi yang mendengar perkataan Naruto barusan hanya mengangguk dan mulai berjalan kearah yang berbeda satu sama lain, Naruto yang melihat itu juga segera berjalan untuk mulai mencari petunjuk di perkemahan ini. Dia ingin segera mencari tau apa yang sebenarnya terjadi disini dan segera kembali ke desa untuk bertemu dengan Kushina.
…
Pencarian mereka selama satu jam tidak membuahkan hasil sama sekali. Naruto dan kelompoknya terpaksa harus pulang kedesa dengan tangan kosong tanpa mengetahui apa yang sebenarya terjadi pada para shinobi Kiri tersebut, padahal pada saat-saat seperti informasi adalah hal paling penting bagi setiap desa shinobi. Tapi mau bagaimana lagi, meski mereka telah mencari cukup lama di perkemahan para shinobi Kiri itu mereka semua masih tetap tidak bisa menemukan satupun petunjuk.
"Seranggaku menangkap tiga chakra asing tengah melesat kearah kita dengan cepat." Naruto yang mendengar ucapan Shibi barusan segera mengalihkan tatapannya yang semula menatap kedepan menjadi menatap Shibi yang berada disebelah belakang kirinya. "Apa kita harus menambah kecepatan kita?"
Naruto yang mendengar pertanyaan Shibi barusan bukannya menjawab dia malah berhenti disalah satu dahan pohon, ketiga shinobi Konoha lainnya yang melihat hal tersebut tentu saja segera berhenti juga dan menatap kearah Naruto. Naruto kemudian segera meloncat turun dari atas dahan pohon yang tadi dipijakinya membuat ketiga shinobi lainnya melakukan hal yang serupa.
"Kita tunggu mereka disini, siapa tau mereka mempunyai informasi tentang para shinobi Kiri."
Tak berselang lama kemudian setelah ucapan Naruto barusan terlihat tiga orang shinobi yang mengenakan seragam khas Jonin Kumogakure datang kearah mereka, sedangkan ketiga shinobi Kumo tersebut segera berhenti mendapati sasaran mereka tengah diam menantikan kedatangan mereka. Terlihat ketiga Kumo tersebut memiliki satu kesamaan, yaitu sama-sama memiliki kulit gelap yang merupakan warna kulit yang paling banyak dimiliki oleh para penduduk Kumo dan Kaminari. Salah seorang shinobi Kumo yang terlihat seperti pemimpin mereka berjalan kearah depan dan menatap kearah para shinobi Konoha yang tengah berada dihadapannya.
"Aku dengar ada Hiiro no Kami diantara kalian berempat. Aku Ā calon Yondaime Raikage ingin menantangnya untuk bertarung."
Mendengar hal tersebut Naruto kemudian melangkah maju sambil memegang kunai cabang tiga ditangannya. Dia tau siapa shinobi Kumo dihadapannya, dia adalah Ā putra dari Sandaime-Raikage dan calon selanjtnya Yondaime-Raikage. Shinobi dihadapannya terkenal bukan hanya karena dia merupakan anak dari Sandaime-Raikage, dia juga terkenal akan kecapatannya saat dalam teknik Raiton no Yoroi miliknya yang dikatakan bahkan sudah melampaui ayahnya. Dan sepertinya ini akan menjadi pertarungan kecepatan diantara mereka berdua.
"Akulah yang kau cari." Ā yang mendengar ucapan Naruto barusan langsung saja mengaktifkan Raiton no Yoroi miliknya dan langsung menghilang dari pandangan semua shinobi disana, Naruto yang melihat hal tersebut melempar pelan kunai cabang tiga miliknya keatas. Tepat setelah Naruto melemparkan kunainya Ā tiba-tiba saja muncul dihadapannya dengan siap memberikan tinju miliknya yang dialiri oleh Raiton. Tinju yang dilayangkan oleh Ā kepada Naruto bukanlah sembarangan tinju Raiton biasa, itu adalah tinju yang akan dapat langsung membunuh shinobi biasa.
Beruntungnya Naruto bukanlah shinobi biasa saja, dalam sekerjap pada saat tinju Ā hampir mengenainya dia tiba-tiba langsung menghilang juga. Jika itu pertarungan kecepatan Naruto sangat yakin tidak ada yang dapat mengimbangi atau mengalahkannya, terkecuali untuk Minato dan Anbu yang dulu pernah menyerangnya dulu itu. Naruto kemudian muncul diatas Ā dimana kunai miliknya masih mengambang diudara, ditangan kanannya Kusanagi sudah siap untuk menebas Ā dibawahnya. Tapi niatnya segera dia urungkan saat sebuah tentakel tiba-tiba melesat kearahnya dengan cepat, dia segera saja langsung mengubah arah tebasannya yang awalnya kearah Ā untuk menebas tentakel tersebut. Setelah berhasil menebas tentakel tersebut Naruto segera menempelkan tangganya kepada tentakel tersebut untuk digunakannya sebagai tumpuan guna menjauhi Ā dibawahnya, Ā yang melihat tentakel dari adiknya yang mulai ditarik kembali segera kembali melanjutkan serangannya lagi kearah Naruto yang masih tetap diudara dan tidak bisa menghindar lagi menurut Ā. Naruto yang kembali sekali lagi melihat tinju Ā dihadapannya hanya tesenyum sebelum akhirnya dia kembali menghilang dari hadapan Ā lagi, Ā yang melihat itu melebarkan matanya terkejut dan segera mengedarkan tatapanya untuk mencari sang lawan. Dan akhirnya Ā berhasil menemukan sang lawan, tapi sayangnya tempat dimana sang lawan berada sekarang membuat Ā membelalakkan matanya kembali. Disana berdiri seorang yang dijuluki Hiiro no Kami dibelakang adiknya dengan katana miliknya yang bersiap untuk menebas kepala adiknya.
"Sepertinya kau orang yang benar-benar merepotkan." Naruto yang berada dibelakang shinobi Kumo yang menurutnya seorang Jinchuuriki akhirnya membuka suaranya, membuat shinobi Kumo lainnya yang berada disamping sang Jinchuuriki kaget dan segera mengambil kunai untuk bersiap membantu rekannya disampingnya.
"Yo jangan seenaknya kau mengatai seseorang, dasar payah dasar lemah." Pria shinobi Kumo yang diancam Naruto malah membalas perkataan Naruto dengan nada rap, Naruto yang mendengar balasan pria dihadapannya hanya bisa tersenyum melihatnya. "Aku Killer Bee, Jinchuuriki Hachibi, yeah." Tepat setelah ucapan itu penglihatan Naruto menangkap sebuah katana yang sudah siap untuk menusuk dirinya, dan pemengang dari katana tersebut tidak lain merupakan merupakan shinobi dihadapannya.
"Menarik."
Tepat setelah mengucapkan itu Naruto kembali lagi langsung menghilang dari belakang shinobi Kumo tersebut yang diketahui sebagai Killer Bee, Ā yang melihat hal tersebut langsung segera muncul kembalui dihadapan ketiga rekannya lagi. Sedangkan disisi lain Naruto kembali muncul kemabali juga dihadapan ketiga rekannya, dia kemudian menghilangkan kembali Kusanagi miliknya dan berbalik dari hadapan ketiga shinobi Kumo dihadapannya.
"Sepertinya pertarungan kita harus diakhiri disini, aku masih memiliki misi yag harus dilaporkan." Naruto mengatakan hal tersebut sambil menolehkan kepalanya menatap kearah Ā dan kedua rekannya. "Harus kuakui kemampuanmu memang pantas membuatmu untuk menjadi Yondaime Raikage, kuharap saat bertemu lagi kita bisa berada pada situasi yang lebih baik dari pada sekarang." Setelah itu Naruto segera pergi dari tempat itu bersama ketiga rekannya dibelakangnya. Naruto sepertinya masih tidak menyadari bahwa dirinya telah kembali membuat seorang rival baru pada diri Ā.
…
Saat sampai didesa Konoha Naruto beserta timnya langsung segera menuju ke menara Hokage untuk melaporkan misi mereka, mereka sudah terlambat untuk memberikan laporan langsung pada Hokage. Tapi mau bagaimana lagi kehadiran Ā dan kedua shinobi Kumo tidak pernah diduga oleh Naruto sehingga alhasil membuat dirinya terlambat untuk kembali kedesa, beruntung setelah pertemuan dengan shinobi Kumo tadi mereka semua tidak mendapatkan hambatan lagi. Sampai dihadapan ruangan Hokage Naruto segera mengetuk pintu beberapa kali sampai akhirnya mereka mendengar suara memerintahkan mereka agar masuk.
"Lapor Hokage-sama, kami sudah kembali."
Sandaime Hokage hanya mengangguk mendengar hal barusan, dia kemudian menghientikan kegiatannya dalam mengerjakan dokumen dan menatap kearah keempat shinobi Konoha dihadapannya. "Kalian agak terlamabat kembali, apa terjadi sesuatu?" Sandaime yang awalnya sudah menerima laporan dari Naruto via Kuchiyose membuka suaranya untuk bertanya, keempat shinobi dihadapannya ini harusnya sudah kembali satu jam yang lalu tapi mereka malah terlambat dari waktu perkiraan Naruto sendiri saat dia mengirim laporan lewat Kuchiyose.
"Kami terhambat karena ada tiga shinobi Kumo mengejar kami." Hiruzen mengangkat sebelah alisnya heran saat mendengar balasan dari Naruto barusan, memang sepertinya Kumo mencoba untuk mengambil keuntungan dari perang antara Iwa dan Konoha ini tapi dia tidak menyangka mereka akan langsung menyerang shinobi Konoha. Seolah sedang mengerti jalan pikiran Hiruzen Naruto segera melanjutkan perkataannya. "Mereka sepertinya hanya ingin bertarung denganku, si Hiiro no Kami." Dan sekarang Hiruzen hanya bisa menghela nafasnya mendengar hal tersebut, sepertinya aksi Naruto yang menghancurkan satu batalion shinobi Iwa seorang diri sudah mendapatkan perhatian dari desa lain.
"Baiklah kalau begitu. Apa kalian sudah menemukan petunjuk?"
"Tidak, Hokage-sama."
Hiruzen yang mendengar itu hanya mengangguk mengerti. "Baiklah kalian boleh pergi, kecuali untukmu Naruto." Setelah itu Minato, Hizash, dan Shibi langsung pergi dari kantor Hokage setelah sebelumnya sudah memberi hormat pada Hokage, mereka pergi menyisakan Naruto seorang diri bersama dengan Hiruzen yang kemudian terlihat mengambil sebuah gulungan dan melemparkannya pada Naruto "Bukalah."
Naruto yang menangkap gulungan tadi meskipun bingung segera saja membuka gulungan tersebut dan membacanya, saat selesai membacanya raut wajah Naruto yang awalnya bigung sekarang berubah menjadi raut wajah terkejut. "Apa ini asli?" Hiruzen mengangguk mendengar pertanyaan Naruto barusan.
"Itu benar-benar asli. Sepertinya tindakanmu yang membantai satu batalion shinobi Iwa seorang diri membuat Tsuchikage keras kepala itu memilih untuk mengakhiri perang ini."
Naruto yang mendengar itu hanya bisa mengela nafas lega dan tersenyum. Paling tidak dengan ini tidak akan ada lagi anak-anak yang akan dikirim ke medan perang, Naruto bahkan masih ingat bagaimana dia nyaris akan kehilangan anak didiknya sendiri akibat perang ini. Beruntung dia masih sempat untuk menyelamatkan mereka, meski pada akhirnya mereka masih harus terluka itu masih lebih baik dari pada mereka kehilangan nyawa. Berbicara soal anak didik, dia sudah agak lama tidak melihat mereka. Sepertinya setelah ini dia akan mencari ketiga muridnya dan melihat bagamana keadaan mereka semua.
"Meski perang sudah berakhir bukan berarti kita sudah aman Naruto, jadi tetaplah waspada dan siaga jika-jika desa membutuhkan kekuatanmu lagi." Naruto hanya mengangguk mantap mendengar lanjutan dari Hiruzen barusan, Hiruzen yang melihat itu hanya tersenyum dan mulai kembali mengerjakan dokumen-dokumen dimejanya. "Baiklah kau boleh pergi sekarang, kurasa nanti malam kau punya kencan dengan Kushina eh."
Naruto yang sedari tadi memasang sikap profesional miliknya terang saja langsung terkejut dengan tidak elitnya saat mendengar perkataan Sandaime yang tengah sedang sedang menggodannya, sedangkan disisi lain Sandaime Hokage yang melihat ekspresi Naruto tidak bisa untuk menahan tawanya. Sejak perang ini dimulai dirinya sudah jarang berinteraksi dengan Naruto kecuali hal itu berhubungan dengan perang atau misi, jadi karena sekarang perang sudah usai ia bisa agak tenang dan mulai kembali berinteraksi dengan Naruto seperti biasanya lagi.
"K-Kau mematai kami lagi?!" Ini memang bukan pertama kalinya Hiruzen memata-matai kencan dirinya dan Kushina, dia berkedok melakukan hal itu untuk memastikan bahwa dirinya dan Kushina baik-baik saja. Tapi Naruto tau alasan sebenarnya kenapa Hiruzen memata-matai mereka. Dan dulu dia sempat heran dari mana Jiraiya mendapatkan sifat mesumnya, sekarang dia tau Jiraiya pasti mendapatkannya dari Hiruzen. "Aku akan memberi tau baa-chan soal ini."
Hiruzen yang mendengar ancaman dari Naruto barusan terang saja langsung pucat. Dia boleh saja seorang Hokage Konoha yang dikatakan mengetahui semua teknik shinobi dan mendapatkan julukan Kami no Shinobi, tapi meski begitu dia tetaplah seorang laki-laki. Dan seorang wanita sepertinya memang sudah menjadi titik lemah bagi setiap lelaki, tidak peduli sekuat apapun laki-laki itu dia pasti takluk jika berurusan dengan wanita yang dicintainya. Dan sudah banyak contoh untuk hal itu, salah satunya adalah dirinya sendiri.
"Jika kau melakukan hal itu maka aku akan melarang setiap toko di Konoha untuk menjual ramen selama sebulan ini." Dan Hiruzen harus mencari cara agar Naruto tidak melaporkan hal ini pada istrinya, dan mungkin saja ancaman ini akan berhasil mengingat bagaimana cintanya Naruto terhadap ramen. Dan dirinya agaknya benar melihat bagaimana ekspresi yang muncul dari wajah Naruto, dia hampir saja tersenyum penuh kemenangan sebelum dia mendengar balasan dari Naruto.
"Jika kau melakukan itu maka Kushina-chan pasti akan mengamuk."
Dan Naruto tersenyum puas saat melihat kembali perubahan ekspresi dari Hiruzen, dengan ini dia sudah memenangkan ronde kali ini. Dia segera saja melakukan Hiraishin untuk pergi dari kantor Hokage menuju ke kediaman Sarutobi, dia masih harus memberi tau Biwako bahwa Hiruzen masih tetap memata-matainya.
"Tu-Tunggu Naruto."
Dan Hiruzen hanya bisa mengutuk saat melihat Naruto sudah pergi, sepertinya nanti malam dia akan mendapatkan ceramah panjang lagi oleh istrinya. Dan sekarang dia benar-benar berharap agar ada lebih banyak dokumen atau laporan sehingga ia harus lembur, dengan begitu dia tidak perlu pulang dan mendapatkan ceramah panjang dari istrinya. Berbicara soal dokumen sepertiya dokumen-dokumen ini tidak akan pernah ada habisnya, satu-satunya cara agar dirinya bisa bebas dari kutukan ini adalah dengan menunjuk penggantinya menjadi Yondaime Hokage.
Tapi siapa?
Ada banyak kandidat shinobi yang menjanjikan untuk ditunjuk sebagai penggantinya. Orochimaru, Namikaze Minato, dan Uzumaki Naruto. Tiga shinobi ini memiliki kriteria yang cocok untuk menjadi kandidat Yondaime Hokage.
Orochimaru sangat dihormati oleh para shinobi lainnya dan dia juga dihormati oleh para rakyat biasa meski terkadang rasa hormat itu menjerumus kerasa takut, tapi soal kekuatan Orochimaru memang sudah berada pada level Kage da jangan lupa bahwa dia merupakan salah satu shinobi jenius yang dilahirkan Konoha.
Namikaze Minato, putra dari pemimpin klan Namikaze sekaligus calon pemimpin klan Namikaze. Dia memiliki talenta yang sangat hebat dalam Fuinjutsu dan dikatakan sebagai seorang jenius, berkat kemampuannya dia menjadi sangat ditakuti oleh shinobi lawan dan mendapat julukan Kiiroi Senkō berkat kemampuannya dalam Hiraishin. Dia juga dihormati oleh semua orang Konoha.
Dan terakhir Uzumaki Naruto. Jonin terkuat yang dimiliki oleh Konoha. Sebagai seorang shinobi sudah banyak hal yang Naruto capai sehingga dia dihormati oleh rekan-rekannya, dia juga sepertinya sangat dihormati oleh para rakyat biasa. Untuk soal kekuatan Naruto tidak bisa lagi diragukan, Hiruzen menyebutnya sebagai Jonin terkuat bukan tanpa alasan.
Heh. Mereka bertiga memang sangat cocok untuk menjadi kandidat Yondaime Hokage, Hiruzen sekarang benar-benar harus mempertimbangkan siapa yang pantas untuk menjadi Yondaime Hokage. Dan setelah itu dia bisa lepas dari dokumen-dokumen terkutuk itu dan melihat bagaimana anak-anaknya tumbuh dewasa, dan mungkin saja dia juga akan menambah seorang anak lagi. Itu jika istrinya Biwako mau tentunya.
.
.
.
.
And saya balik lagi dengan chap baru. Untuk sekarang saya akan berfokus untuk cerita ini saja sepertinya, tapi sebenarnya saya itu semua tergantung mood saya. Dan maaf kalo sebelumnya saya menghilang tanpa kabar, tapi itu karena tombol laptop saya gak berfungsi jadi harus berhenti nulis dulu. Untuk beberapa pertanyaan akan saya jawab dulu.
Siapa yang bakalan jadi Hokage ke 4? Kalo yang ini harus terus baca kelanjutan fic ini agar tau siapa yang jadi Yondaime.
Apa Kushina belum bisa ngendaliin Kyuubi? Di anime atau manga Kushina gak pernah bisa ngendalikan Kyuubi, jadi disini dia juga belum bisa ngendalikannya.
Segitu aja dulu dari saya selaku author dari fic abal-abal ini.. see you next time.
Wildan Out
