TITLE : DRAGONSWAN

AUTHOR : LEE EUN SAN

GENRE : SUPRANATURAL, ROMANCE, DRAMA

LENGTH : CHANYEOLAPTERED

MAIN CAST :

*WU YI FAN aka Draco Kris

*HUANG ZI TAO aka Huang Zi Tao

* And the others...

DISLCAIMERS

This story based on Sherlyn Kenyon but this ff is mine

Saat kedua yeoja cantik itu sedang memekik kegirangan justru pemandangan lain terjadi antara kris dan pemuda yang bernama chanyeolanyeol itu. Kedua pemuda dengan tinggi dan wajah diatas rata-rata itu tampak beradu mata sengit.

"apa yang dia lakukan disini!"/ "kenapa ada mahluk terkutuk itu disini!" Desis keduanya.

.

.

.

Part eleven begin….

Tanpa di duga chanyeolanyeol dan kris langsung beradu pukul. Hal ini kontan saja membuat tao dan baekhyun kaget bukan kepalang.

"gege….! / "yeollie…!" teriak baekhyun dan tao bersamaan.

Keduanya langsung berlari untuk memisahkan kedua kekasih mereka itu sebelum semuanya semakin parah.

Baekhyun dan tao memeluk kedua mahluk tampan itu dari belakang.

"lepaskan aku baby…" desis kris marah

"lepaskan aku baekkie,, aku harus menghajar mahluk sialan ini!" teriak chanyeolanyeol tak kalah bengis

"gege… ada masalah apa dengan chanyeolanyeol oppa,eoh?" tao masih berusaha menahan tubuh kris dengan menarik pria itu mundur kebelakang.

"akan aku beri pelajaran mahluk menjijikan satu itu!" kris berteriak marah

Chanyeolanyeol memandang kris remeh "apa maksudmu, hah! Kau fikir kau lebih baik dariku?" balas chanyeolanyeol.

"yeollie..yeollie…..dengarkan aku…. "baekhyun membalikkan tubuh chanyeolanyeol sehingga kini tubuh tinggi chanyeolanyeol berhadapan dengannya. Baekhyun meraih wajah chanyeolanyeol walaupun dia harus sedikit berjinjit untuk melakukannya.

"hei…lihat aku… lihat aku…" kata baekhyun mencoba mengarahkan mata chanyeolanyeol pada manik hitammnya.

Chanyeolanyeol memandang mata indah itu dalam. Berangsur-angsur kemarahannya mendadak menurun dengan ajaibnya. Dia mulai mengatur nafasnya pelan-pelan.

"sudah merasa lebih baik….?" Tanya baekhyun

Chanyeolanyeol mengangguk pelan.

"sekarang katakan padaku ada masalah apa kau dengan namja itu?"

Saat baekhyun sedang berusaha mengatasi kemarahan chanyeolanyeol hal yang sama juga sedang coba dilakukan tao saat ini.

Tao mendekap kuat tubuh kris dengan harapan tindakannya ini bisa sedikit meredam kemarahan kris yang menguar hebat.

"gege,, tenaglah.." bisik tao pelan sambil menciumi punggung kris lembut.

Kris menghembuskan nafasnya keras. Dia meraih tangan tao yang memeluk perutnya lalu mengelusnya lembut.

Sekian detik kemudian kris membalik tubuhnya dan langsung memeluk tubuh ramping tao. Kris memeluk tubuh itu kian erat sehingga membuat tubuh tao seolah menghilang kedalam karena tubuh kris yang sangat kekar.

Meski sedikit merasa sesak, tao mencoba bertahan karena dia tahu ada masalah besar yang pasti kris simpan. Dia mengelus lembut punggung kris untuk menenangkan naga tercintanya itu.

"gege,,tenaglah…." Kata tao lembut.

Beruntung perkelahian kedua pria tampan itu tak sampai mengundang banyak perhatian kerena suasana taman sedang lumayan sepi. Setelah keduanya sudah terlihat lebih tenang, masing-masing kekasih mereka melepas pelukan mereka.

"sudahkah kau bisa bercerita?" Tanya bekhyun pada chanyeolanyeol yang diberi anggukkan olehnya.

"apa gege sudah mau bercerita?" Tanya tao juga pada kris. Kris mengangguk.

Tao dan baekhyun saling berpandangan. Mereka merasa kedua pemuda itu memang harus bicara untuk meluruskan segala masalah yang mungkin mereka hadapi.

"gege lihat aku…" perintah tao.

Kris menatap tao "ne…" jawabnya.

"maukah kau menjelaskan pada tao ada apa sebenarnya?" kata tao sangat lembut.

Kris sempat diam sebentar namun dia mengangguk. Ternyata baekhyun juga melakukan hal yang sama pada chanyeolanyeol, dan untungnya namja itu juga setuju.

"baiklah, karena ini masalah kalian berdua, sebaiknya kalian bicara. Kami akan menjadi pihak yang netral mulai sekarang." Baekhyun berbicara sambil menatap tao untuk meminta persetujuan. Tao menganguk setuju.

"baekkie eonnie benar, aku rasa kalian memang perlu bicara." Imbuh tao.

"lebih baik kita cari tempat yang lebih baik, bagaimana kalau di tempatmu, tao-er?" saran baekhyun.

Tao mengangguk "kurasa itu ide yang baik." Jawabnya.

Kedua pasangan itu langsung menuju tempat parkir untuk mengambil mobil mereka masing-masing yang selanjutnya langsung menuju apartemen tao yang berjarak tak jauh dari sana.

Sekitar lima belas menit kemudia kedua mobil mahal itu memasuki area apartement tao. Mereka bergegas turun untuk segera masuk ke tempat tao. Meskipun saling diam, baekhyun dan tao tahu kedua namja itu masih saling memancarkan aura hitam dari dalam diri mereka. Entahlah rasanya mereka merasa ada dua sisi kekuatan berbeda yang muncul dari keduanya. Untuk menenangkan kekasih mereka, kedua yeoja berparas cantik itu tak pernah melepaskan genggaman tangannya.

Kamar bernomor 0206 itu langsung dibuka tao, dan kemudian mempersilahkan baekhyun dan chanyeolanyeol masuk. Selagi kedua tamunya duduk kris dan tao beranjak masuk kedalam.

"gege…" panggil tao pada kris yang sedang meminum air.

Kris menengok "ya." Jawabnya setelah meneguk airnya.

"tao mohon gege bisa lebih mengntol amarah,ne? tao tak mau ada keributan." Pesan tao

Meski berat kris mengangguk.

Tao tersenyum "baiklah, sekarang ayo kita temui mereka." Kata tao sambil meraih nampan yang telah ia isi dengan dua gelas minuman dingin untuk baekhyun dan chanyeolanyeol.

"minum dulu eonnie.." kata tao sambil meletakkan dua gelas minuman dingin itu di meja.

Tao mendudukan dirinya disamping kris yang sudah lebih dulu duduk.

Melihat kedua namja itu masih betah berdiam diri sambil saling membuang muka, baekhyun akhirnya buka suara.

"aku bukan berniat mencampuri masalah kalian, tapi aku mohon bisakah kalian membicarakan masalah kalian itu sekarang, jujur aku tak tahu sekecil atau sebesar apa masalah kalian tapi jika masalah kalian itu sampai mempengaruhi hubunganku dengan saudaraku tao. Aku berhak tahu masalah kalian." Kata baekhyun panjang.

Tao mengangguk sepaham. Memang tao mencintai kris sampai mati tapi jika dengan adanya masalah ini sampai membuat hubungannya dengan baekhyun renggang, oh, demi tuhan tao tak mau.

"apa yang dikatakan baekkie eonnie benar. Maka dari itu bisakah kalian bicara. Semua pasti ada jalannya.. kumohon kalian cobalah untuk saling terbuka.." imbuh tao.

Chanyeolanyeol menghembuskan nafasnya pelan "jika kau bertanya apa masalah kami, jujur aku mengatakan bukan aku yang punya masalah. Tapi namja sombong itu yang punya." Kata chanyeolanyeol

Kris mengeram tertahan "apa maksudmu, hah!" katanya sedikit terpancing emosi.

"aku berkata sejujurnya. Aku memang bukan pihak yang merasa punya masalah denganmu. Kaulah yang justru memulai adanya masalah denganku." Balas chanyeolanyeol tak kalah sengit.

Kris sudah berniat berdiri dari kursinya dan menghajar chanyeolanyeol tapi niatnya itu keburu di hentikan tao.

"cukup, ge! Bisakah kau menggunakan kepala dingin!" bentak tao.

Melihat kekasihnya yang terbiasa bertutur kala lembut itu berteriak membuat kris sedikit kaget. Dia kembali duduk tenang dan mencoba menata hati dan otaknya lagi

Tao memandang chanyeolanyeol "jadi, bisakah oppa katakan apa yang tadi oppa katakan?" kata tao.

Chanyeolanyeol menatap baekhyun sebentar sebelum mulai bicara. "ini bermula jauh sebelum kalian ada, " mulainya.

Tao mengangguk paham. Tao tentu menyadari bahwa masalah ini pastilah menyangkut tentang hal-hal ajaib lainnya mengingat kris tak mungkin memiliki masalah dengan manusia-manusia pada umumnya.

"baik, kau mendapat perhatianku, oppa."

"kau sudah tahu dia itu apa bukan?" Tanya chanyeol pada tao.

Tao mengangguk "tentu.." jawabnya

"baiklah, jadi aku tak perlu sungkan lagi mengatakannya kalau begitu." Kata chanyeol

"aku dan kris pernah menjalin hubungan baik dulu, tapi sebuah masalah terjadi sehingga membuat kami berselisih." Katanya lagi.

"kalian pernah berteman?" Tanya baekhyun.

Chanyeol mengangguk "ya. Aku sudah mengatakan semua tentang diriku padamu bukan?" chanyeol balik menegaskan.

Baekhyun mengangguk "ya, dan aku yakin ini pasti menyangkut tempat asalmu dan bangsamu bukan?"

"ya, kau benar." Jawab chanyeol

"baiklah, baiklah.. jika memang benar kau dan kris ge berteman berarti kau ini juga seorang draco?"

Chanyeol terlihat tersenyum kecut "kalau masalah itu aku tak yakin." Jawab namja itu pelan.

Kening tao mengkerut bingung. Jika bukan dari klan draco lalu dari manakan dia? Apakah mungkin…?

"apa kau dari klan Archito?" Tanya tao ragu.

Chanyeol menganguk pelan. "ayahku adalah seorang panglima Archito tapi ibuku adalah seorang Draco." Jawab chanyeol

"benarkah?" tao terlihat tak percaya.

Chanyeol mengangguk lagi "namun sayangnya mereka tak bisa hidup lama mengingat hubungan mereka yang sangat terlarang. Setelah aku lahir, kedua orang tuaku dibunuh oleh kaum ayahku. Aku masih sangat kecil saat itu tapi aku sudah bisa mengingat semua kejadian mengerikan itu." Ceritanya sedih.

Melihat kekasihnya mulai merasa tak baik baekhyun mengengam tangan chanyeol untuk menenangkannya.

Chanyeol tersenyum lembut sebagai balasannya.

"tapi bagaimana ceritanya kau bisa lolos? Bukankah kau masih kecil saat itu?"tanya tao antusias

"aku rasa aku beruntung karena ada seseorang yang menolongku saat itu. Dia adalah seorang putra mahkota Draco saat itu." jawab chanyeol

"apa yang menolongmu itu ayahnya kris ge?"

Chanyeol menggeleng "ani, tapi kakaknya. Tuan Draco Wealthyunico." Jawab chanyeol

"ah, jadi begitu. Lalu?"

"Singkat cerita setelah dia berhasil menyelamatkan aku, dia membawaku kepergi dari sana. Dia menitipkan aku kepada seorang pelayan kepercayaanya, Tuan jonathan."

"setelah saat itu aku mulai dibesarkan olehnya, dan suatu hari aku bertemu dengannya." Kata chanyeol sambil mengarahkan matanya kepada kris.

"saat itu aku ingat sedang musim panas. Dia dan adiknya sedang berlibur untuk menghabiskan musim panas mereka. Seiring dengan berjalanya waktu aku makin mengenal mereka berdua. Dan aku juga mengetaui bahwa nona teo menjalin hubungan yang terlarang dengan seorang archito."

Kris masih betah berdiam diri tak berniat menangapi atau membantah semua kata-kata chanyeol.

"karena aku tahu akan jadi apa jika hubungan itu jika sampai ketahuan, maka aku memberanikan diri untuk mengatakan kecemasanku pada kris."

"hhh,, masih berani kau menyebutkan namaku." Kata kris sinis.

"gege.. bisakah kau diam sebentar. Aku masih ingin mendengar apa yang chanyeol oppa ceritakan."

Kris memalingkan wajahnya tak peduli.

"bisa kau lanjutka oppa?"

Chanyeol mengangguk. "aku sudah mengatakan semuanya padanya bahkan aku juga mengatakan dari mana asalku. Awalnya dia tak menghiraukanku dan terus saja mendukung nona teo bahkan dia bersedia keluar dari istana untuk menemani nona teo dan yun. Memang sampai beberapa saat kehidupan mereka memang baik-baik saja, tapi akhirnya petaka itu datang juga. Karena kami tinggal jauh dari istana jadi keadaan itu dimanfaatkan dengan baik oleh kaum archito untuk menghancurkan kami. Aku masih ingat bagaimana kami melarikan diri kehutan saat itu. nona teo yang sedang hamil otomatis kekuatannya jauh lebih menurun sehingga membuat kami sering istirahat. Kami sudah berusaha lari sejauh yang kami bisa. Akhirnya kami menemukann sebuah gua yang cukup tersembunyi letaknya. Setelah itu yun dan dia mulai memasang pelindung di area gua untuk melindungi kami. Kami fikir kami aman saat itu sehingga fikir kami bisa sesekal keluar untuk mencari makannan. Aku masih ingat saat itu adalah giliran kris dan jonathan yang turun untuk mencari makanan. Otomatis aku dan yun yang bertugas berjaga dan akhirnya petaka itu datang."

"aku melihat satu pasukan besar kaum Archito menyerang kami. Aku dan yun sudah melawan semampu kami namun karena jumlah kami yang tak sebanding dengan mereka kami kalah."

"hhh, kami? Bukankah kau tidak ikut bertarung saat itu, hah! Kau kabur meninggalkan mereka yang sekarat bukan!" teriak kris.

"tidak! Aku tidak lari! Demi tuhan aku tidak lari! Aku berjuang semampuku untuk melindungi mereka! Tapi aku gagal! aku tak tahu apa yang membuat kau berfikir aku melakukannya!" sangah chanyeol.

"orang-orang itu yang mengatakannya padaku! Mereka mengatakan kau meminta ampun dan beralih untuk membela kaummu!" jawab kris sengit

Chanyeol mendengus "apa kau fikir aku mau kembali pada mahluk yang sudah membunuh kedua orang tuaku, hah!" jawab chanyeol tak kalah marah.

"…." Kris diam

"kau fikir aku rela menyembah mereka yang telah menghancurkan keluargaku demi sebuah pengampunan? Hhh… aku tak tahu kau sepicik itu!" kata chanyeol tak percaya.

"aku lebih memilih mati daripada harus memohon seperti tikus pada mereka. Meskipun darah seorang panglima Archito mengalir dalam darahku, aku tak akan melakukan semua yang kau tuduhkan!" sengit chanyeol.

"tapi kemana kau saat itu? aku tak melihatmu disana?" Tanya kris.

"setelah aku bertarung sengit dengan salah satu dari mereka aku terlempar jatuh kedalam jurang. Aku fikir aku sudah mati saat itu, tapi ternyata tuhan masih baik padaku. Dia menyelamatkan nyawaku namun saat aku sudah lebih baik dan berniat menemuimu kau malah menuduhku sebagai penghiannat dan menghinaku didepan banyak orang." Jawab chanyeol.

"….." kris lagi-lagi diam tak bisa membantah.

"hhh… baiklah dari cerita yang baru saja aku dengar dari kalian intinya masalah ini adalah sebuah kesalah pahaman bukan?"

Kedua namja itu diam. "aku rasa semuanya suhha jelas sekarang. Kris ge, sudah mendengar semua yang chanyeol oppa katakan bukan? Aku tahu mungkin saat itu gege sedang sedih dan kecewa jadi gege tak bisa berfikir jernih. Begitu pula dengan chanyeol oppa. Aku tahu kau pasti kecewa pada kris ge yang lebih percaya pada mereka daripada padamu."

"jadi kumohon sekarang biskah kalian berbaikan saja. Toh dalam masalah ini tak ada pihak yang bersalah sebenarnya. Kalian berdua hanya masuk dalam hasutan mereka saja." Imbuh baekhyun.

"eonnie benar ge,," kata tao sambil menggoyangkan lengan kris.

"maafkan saya pangeran. Mungkin anda masih meragukan saya karena dalam darah saya mengalir darah kaum Archito. Tapi saya berani bersumpah demi nama kedua orang tua saya, saya berkata jujur. Saya tidak pernah sekalipun menghianati anda dan nona teo." Jawab chanyeol. Jujur dia sebenarnya tak pernah membenci kris sebab dia sudah mengangap kris sebagai saudaranya.

Kris menghembuskan nafasnya pelan kemudian beralih menata chanyeol. "hhhh…. Entahlah. Perasaanku maish sangat campur aduk sekarang. Yah.. aku akui aku terlalu marah dan kecewa saat itu sehingga aku langsung saja percaya semua kata-kata mereka padaku." Kata kris

"saya berani bersumpah pangeran… saya tidak bohong." Kata chanyeol mencoba meyakinkan.

Kris menatap chanyeol intens. Ia mencoba mencari kebohongan dari sorot mata chanyeol. Di dalam mata jernih itu tak sedikitpun kris temui kebohogan di dalamnya. Sorot mata itu masih sama seperti dulu, konyol dan apa adanya.

Kris mengusap pelan wajah kusutnya. Dia berdiri dan menarik chanyeol kedalam pelukannya "hhh…maafkan aku." Katanya pelan

Chanyeol tak bisa mengungkapkan kebahagiannya saat itu. inilah yang selama ini ia inginkan. Dia ingin mengakhiri segala kesalah pahaman ini sejak dulu namun kris tak pernah mau menerimanya. Hal itu jugalah yang membuat chanyeol akhirnya memilih menyerah dan meninggalkan dunianya untuk hijrah kedunia lain, dunia dimana tak ada kris dan segala tentangnya.

"saya minta maaf pangeran,, saya minta maaf.." kata chanyeol terus.

"sudahlah… aku yang seharusnya minta maaf padamu, lex." Jawab kris

Mendengar nama itu lagi mau tak mau membuat chanyeol tersenyum senang. "kau tahu pangeran, sudah lama aku ingin seseorang memanggil nama itu lagi." Katanya sambil melepas pelukan mereka.

"sudah lama tak berjumpa, Alexandrius…" kata kris sambil tersenyum tulus.

"senang anda masih mengingat nama itu pangeran." Jawab chanyeol.

Melihat kedua kekasih mereka berbaikkan membaut tao dan baekhyun bisa bernafas lega.

"hhh.. syukurlah semuanya sudah jelas." Kata bekhyun

Tao menganggu "kalian membautku takut tadi." Imbuhnya.

"maaf." Jawab keduanya bersamaan.

Setelah semua kesalah pahaman diantara kris dan chanyeol terselesaikan kedua sahabat lama itu seolah ingin menuntaskan kerinduan mereka dengan terus mengobrol kesana kemari seperti orang gila. Kedua kekasih mereka yang rupanya menyadair bahwa selain mendendam ternyata keduanya juga saling merindukan memilih untuk menghindar. Mereka ingin kris dan chanyeol menghabiskan waktu lebih lama untuk mengobrol.

"jadi kau dan kris pacaran?" Tanya baekhyun pada tao. Kedua yeoja cantik itu memilih duduk santai di balkon dekat ruang santai.

Tao menganggu. "ya, begitulah. Tapi yang aku tak paham, kenapa chanyeol oppa ternyata juga memiliki rahasia sebesar itu."

Baekhyun mengendikan bahunnya "entahlah.. tao-er. Saat chanyeol mengatakannya padaku aku juga sempat tak percaya. Tapi dia membuktikannya padaku. Dia membawaku kerumahnya dan menunjukan padaku semua topi kelulusannya yang begitu banyak. Aku juga melihat semua piagam dan tanda kelulusannya. Kau tahu dia bahkan sudah berhasil meraih gelar kedokterannya berkali-kali." Cerita baekhyun.

"yah, aku tak heran dengan itu, mengingat chanyeol oppa sudah hidup sangat lama." Kata tao.

Baekhyun mengangguk "kau benar. Hhh… aku kadang tak mengerti, kenapa di dunia yang super modern seperti ini kita justru di hadapkan dengan hal-hal aneh itu, ya?" keluhnya.

Tao menggeleng "mollla. Eumm,, eonnie bagaimana reaksimu waktu kau tahu chanyeol oppa bukan manusia?" Tanya tao sambil menyeruput minumannya.

"well, bohong kalau aku mengatakan aku tak terkejut. Jujur aku sempat tak percaya, tapi toh dia bisa membuktikannya. Dia menunjukkkan bukti-bukti yang tak bisa lagi aku sangkal."

"apa?"

"dia membawaku kenegerinya.."

"mwo…?"

"ya, dia membawaku kesana. Memang tak lama tapi itulah yang dia lakukan."

Tao mengangguk "ah, jadi kau juga pernah kesana."

Baekhyun mengerutkan keningnya " maksudmu? Kau juga pernah kesana?"

Tao mengangguk "ya. Dan selama aku menghilang aku menghabiskan waktuku disana."

Mata sipit baekhyun membulat "benarkah?"

Tao mengangguk lagi. "disana sangat mengagumkan, yah meskipun kadang juga menyebalkan mengingat kita tak bisa berbelanja atau berendam di air hangat di kamar mandi kita. Tapi sejauh ini semuanya masih menyenangkan." Cerita tao.

Baekhyun terlihat sangat tertarik dengan cerita tao. "dari ceritamu kurasa negeri itu menyenagkan." Kata baekhyun.

"tentu saja, kau harus mencoba kesana. Aku tinggal di sebuah rumah klasik yang sangat cantik. Ah.. aku juga punya dua sahabat baru." Imbuh tao.

"ah,, kau makin membuatku ingin kesana." Rengeknya.

"ya sudah kita kesana saja. Toh ini sedang weekend bukan. Anggap saja kita liburan disana, eothe?" sarang tao.

Baekhyun mengangguk antusias. "kurasa itu bagus." Jawabnya.

"baiklah, mari kita minta dia namja itu mengantarkan kita kesana." Kata tao yang langsung diberi anggukan setuju baekhyun.

TBC

Acara bikin konflik beratnya aku tunda dulu, ne. part depan aja mungkin aku bikin rada ada perang-perang gitu. Aku sengaja kumpulin dulu pasukan kris sebelum dia maju peang. #ups keceplosan.

Baiklah, jika anda sekalian masih berminat dengan cerita ini di mohon repiunya ne..

See ya

Sign

Lee Eun San

EunhyukLegalWife