Knock knock

"Anna, kau sudah siap? Semuanya sudah berkumpul di party deck ," Pepper memanggil Anna dari luar kamarnya.

"Uuuh, iya, sebentar, Ms. Potts... "

"Kau tidak apa-apa, kan? Aku masuk, ya?"

"Ah, tidak us.. " too late, Pepper sudah berada di kamarnya ketika Anna menengok dari ruang riasnya.

"Oh my, kau butuh bantuan," ujar Pepper ketika melihat make-up Anna yang berantakan. Anna memang bukan tipe wanita yang suka merias wajah. Buat apa repot-repot kalau nanti juga berantakan lagi ketika ia asik menghajar orang-orang HYDRA?

Pepper lalu menarik tempat duduk lain ke dekat Anna untuk membantunya merapikan riasannya.

"I never put my own make-up, my friend always helps me. Her name is Daisy. She's the one who give me this make-up set."

"Ah, I've heard of her. Quake, right?"

"Yes. But she never like that name," Anna tersenyum lebar membayangkan ekspresi Daisy kalau ada yang memanggilnya "Quake".

"Daisy adalah nama yang cantik, sudah pasti dia tidak mau dipanggil dengan nama lain," kata Pepper.

"Iya, Anda benar."

"You have to learn to do this by yourself, Anna. You're working on a different environment now."

"Iya. Saya sadar akan hal itu," balas Anna.

"Don't worry, you'll get use to it, practice makes perfect," kata Pepper tersenyum.

Anna ikut tersenyum dan mengangguk.

"Okay, you're done," kata Pepper tersenyum puas.

Anna melihat ke cermin dan tercengang dengan hasil karya Pepper.

Bagus sekali hasilnya. Aku mana bisa se-rapi ini?!

"Thank you so much, Ms. Potts," kata Anna masih melihat-lihat bayangannya di cermin.

"I can teach you some tricks if you want,"

"I would love that," Anna tersenyum lebar.

"Okay then. Kau ganti baju, ya, aku tunggu di luar," balas Pepper.

"Okay, Miss."

.

.

.

Lift membawa Anna dan Pepper ke satu lantai di bawah kamar Anna. Lift terbuka dan benar saja kata Pepper, semua orang sudah berkumpul. Bukan hanya Avengers, tapi ada juga James Rhodes, Maria Hill dan Fury, dan orang lain yang Anna tidak kenal.

Semuanya bertepuk tangan ketika Anna keluar dari lift. Anna merasa gugup, tapi tetap tersenyum.

Kenapa Stark harus mengadakan pesta semacam ini, sih?

Anna berjalan bersama Pepper menghampiri Tony.

"Here she is, the new girl in town!" Tony menyambut Anna dan semuanya mendengarkan. Kemudian ada pelayan yang menyuguhkan minuman ke Anna dan Pepper.

"Anna, welcome to New York. May you have the best time of your life, cheers!" Tony mengangkat gelasnya.

"Cheers!"

"Enjoy the party, dear," Tony berbisik ke Anna, kemudian menggandeng Pepper dan menyapa tamu lain.

Anna yang merasa tidak nyaman berdiri sendiri, lalu melangkahkan kaki menuju ke bar. Ada Fury sedang duduk bersama Maria Hill.

"Evans," sapa Fury.

"I never thought you like this kind of party, boss. Hi, Hill," balas Anna lalu menyapa Hill yang berada di samping Fury.

"Stark insisted, and I need some of this," balas Fury sambil menatap minuman di tangannya.

"You like it here, Evans?" sapa Hill.

"Well, it's different than the playground," balas Anna tersenyum.

Tak lama ada seseorang yang duduk di samping Anna dan ia berkata "I haven't got the chance to meet this new girl they talked about".

Anna menoleh, "Dr. Banner, akhirnya kita bertemu," balasnya sambil menjabat tangan Bruce.

"Welcome, Anna, and don't worry, I won't give you a hard time here," balas Bruce ramah.

"Hahaha. Let's see about that later."

"Have you met Wanda and Vision?" tanya Bruce.

"No, I haven't met them yet,"

"Ah, there they are," kata Bruce sambil menunjuk dua orang yang sedang asik mengobrol dekat pintu balkon. Vision terlihat mencolok dengan warna ungu di seluruh tubuhnya. Meskipun ia mengenakan pakaian lagi, tetap saja terlihat berbeda di tengah-tengah para tamu yang hadir.

"Oh, okay, I'll talk to them later," balas Anna.

"Evans, I gotta go, enjoy your new job here. If Stark doesn't treat you right, give me a call, I'll pick you up myself," kata Fury beranjak dari tempat duduknya, Hill mengikutinya.

"I can take care of myself, boss," balas Anna tersenyum.

"I believe you can," kata Fury menganggukkan kepala.

"Dr. Banner" Fury pamit ke Bruce.

"Fury"

"So, how come a girl from SHIELD end up being a personal assistant?" Banner berpaling kembali ke Anna.

"Fury said that Mr. Stark chose me himself, I still wonder why," jawab Anna.

"He won't do it without a proper reason, Anna. Sometimes it's hard to see it, but trust me, it is a good thing."

"Really? What about Ultron?"

"His first intentions are good, believe me I know. It was the implementation that… Well, you can say total messed-up,"

Anna tertawa mendengarnya.

"Ah, Wanda, Vision, come, meet the new assistant," Bruce memanggil mereka yang berada tidak jauh dari bar. Wanda berkenalan dengan Anna, diikuti Vision. Anna agak gugup bersalaman dengan Vision yang bisa dikatakan -bukan manusia-. Wanda yang bisa membaca pikiran Anna mengatakan wajar kalau Anna merasa demikian, bahkan setiap orang yang bertemu Vision merasakan hal yang sama (Bruce pamit karena ingin menyapa ilmuwan kenalannya). Wanda juga berkata kalau ia bisa membantu Anna untuk tugas sehari-hari karena ia sudah biasa membantu Christine sebelumnya. Wanda meyakinkan Anna kalau sebenarnya tidak ada yang lebih membutuhkan asisten selain Tony Stark. Anna tertawa karena Cap pun berkata demikian kemarin malam.

Akhirnya Wanda dan Vision pun pamit untuk naik karena Wanda belum terlalu nyaman berada di kerumunan. Vision ikut menemaninya. Tinggalah Anna sendiri, duduk di bar. Ia lalu memesan satu botol beer ke bartender dan langsung meneguknya.

Now what?