Chapter 11: "Old Dragon Mountain Invasion"
Orang yang diharapkan bisa membuat perbedaan pun telah muncul. Kedatanganya memenuhi ekspektasi semua orang untuk menyelamatkan kota dari ambang kehancuran.
"Itu dia…" ucap salah satu milisi sipil melihat orang yang diharapkan telah datang.
"…,Akhirnya, Shinjie telah datang" ucap salah satu Hunter.
Rupanya, orang yang diharapkan kedatanganya untuk menghentikan Lao Shan adalah Shinjie, ayah dari Rin. Memang benar, bahwa dimasa ini Shinjie sebagai salah satu Hunter yang paling disegani khususnya di kota Akabane sendiri.
"Untung kau cepat datang , Shinjie". Ujar salah satu Koleganya.
"Maaf, aku terlambat…" sesal Shinjie.
"Baiklah, apa yang harus kita lakukan?" tanya seorang koleganya. "Kita dalam posisi terdesak…".
"Perintahkan milisi sipilo untuk mundur…" kata Shinjie. "Dan membantu warga sipil mempersiapkan senjata pertahanan berat(Alchemy) disekitar benteng".
"Dimengerti…, lalu bagaimana dengan kita…?" ucap koleganya.
"Kita beri sedikit waktu lebih untuk mempersiapkanya" tukas Shinjie.
Serangan senjata pertahanan berat(Alchemy) memang lebih efektif dibanding serangan biasa-biasa saja terhadap Lao Shan, itulah yang disadari Shinjie. Sebelumnya Ia sudah meminta bantuan kepada sang Chief Akabane, untuk menambah tenaga dibagian Alchemy. Sementara Shinjie dan Hunter lain mencobe menyediakan waktu selama mungkin untuk mereka…
Mendengar perkataan Shinjie, Hunter tersebut langsung menginstruksikan milisi sipil untuk mundur dan segera membantu pertahanan di sekitar benteng…
"Semua Milisi… Mundur…!" seru Hunter tersebut dengan lantang.
Seluruh milisi sedikit tercengang dan kebingungan. Bagaimana tidak, keinginan mereka adalah mempertahankan kota dari invasi Lao Shan walau apapun yang terjadi, tapi entah kenapa ditarik mundur. Mungkin pada awalnya mereka kesal, kecewa dan marah karena mereka seperti tidak diperhitungkan.
"Apa-apaan ini…" tutur salah seorang milisi. "Kami memang bukan Hunter, tapi kami ingin terus berjuang untuk menyelamatkan keluarga dan anak-anak kami…" keluhnya.
"Kau salah…" tegas Shinjie. "Kami hanya alat…, Kalianlah senjata utama dalam mempertahankan kota".
"Apa maksudmu…?" tanya milisi tersebut.
Tentu saja, Shinjie menjelaskan maksudnya. Dan mereka pun mengerti, bahwa tempat yang membutuhkan kehadiran mereka bukan disini.
"Baiklah… Kami mengerti…" terang milisi tersebut setelah diyakinkan shinjie.
Milisi sipil pun akhirnya mundur. Tanpa sedikit jeda shinjie dan Hunter yang tersisa langsung menyerang Lao Shan…
"Penembak, serang bagian kaki atau lengannya…" seru shinjie. "itu pasti akan membuat Lao Shan melambat…".
Terang saja, penembak(Range User/Gunslinger) melakukan sesuai yang diperintahkan shinjie. Untuk menyerang kaki atau lenganya, dan dengan itu diharapkan Lao Shan akan berjalan semakin melambat…
"TTAARRRTTAARRRTTAARRR...! KKAABBOMM..! BBANKKS..!..." suara dari variasi serangan penembak menembaki Kaki atau lengan Lao Shan.
Dan benar saja seperti yang diharapkan, Lao Shan sedikit melambat karena intensitas serangan yang terus menerus mengenai kakinya. Serangan tersebut membuat kakinya sakit dan berat untuk melangkah.
Kesempatan ini sama sekali tidak disiasiakan pengguna senjata jarak dekat(Mele User/Blademaster) untuk menyerang. Tentu karena semakin lambat laju monster semakin mudah untuk diserang oleh mereka…
"Serang…!" seru shinjie. "Semua serabgab harus kuat dan terfokus…"
Mereka pun menyerang Lao Shan dengan serangan yang terfokus tergantung jenis dan tipe senjatanya. Karena memang ada area kelemahan dibagian tubuh monster tertentu tergantung dengan jenis senjatanya.
"SSSLLAAATTTCCCHHH..! TTRRAAANNNKKK..! CCRRAAATTT..!..." suara variasi serangan Blademaster menyerang bagian tubuh Lao Shan.
Kordinasi serangan efektif seperti ini terus menerus dipertahankan. Tentu saja, itu cukup berhasil memberi serangan yang kuat terhadapnya dan yang terpenting adalah untuk memberi beberapa jeda waktu yang cukup lama untuk Alchemy.
Lao Shan pun sudah semakin mendekati benteng. Namun tiba-tiba, batu besar terlempar terus menerus dan seolah-olah telah terjadi hujan bongkahan batu besar menghujani Lao Shan…
"PPPRRRRRRAAAAAKKKKHHHHHH..! PPPRRRRRRAAAAAKKKKHHHHHH..!..." suara akibat lemparan batu besar mengenai tubuh Lao Shan.
Ternyata itu adalah salah satu bagian dari Alchemy untuk menghentikan Lao Shan yang dioperasikan penduduk dan milisi sipil dari atas lembah.
"Sukurlah…, semua sudah siap…" ucap shinjie.
Shinjie mulai menyadari suatu ide untuk melumpuhkan Lao Shan…
Oh iya…" sadar shinjie. "Itu…, Semua, ikuti saya…" serunya.
Pada awalnya, mereka sempat kebingungan karena mereka diserukan untuk mengikuti shinjie masuk ke gudang bom dan mesiu.
"…, Apa yang kita lakukan, shinjie?" tanya seorang hunter kebingungan.
"Kita bawa bom sebanyak mungkin yang kita bisa…" ucap shinjie. "Kita ledakan 'Dia'…".
Mereka kebanyakan masih belum mengerti maksud dari semua itu. Tapi kepercayaan mereka terhadap shinjie membuat mereka mau melakukanya.
Dengan tangan yang penuh bom mereka mengikuti shinjie menaiki puncak menara pertahanan disamping Lao Shan. Lalu tiba-tiba shinjie meloncat dan mendarat tepat diatas Lao Shan. Tentu saja, mereka menyadari dan langsung mengikuti shinjie memasang ratusan kilo bom dipunggung Lao Shan…
"Baiklah sudah semua…"Ucap shinjie. "Kita pergi…, Lao Shan sudah hampir mencapai benteng, ini menjadi tanggung jawab Alchemy".
Lao Shan sudah mencapai benteng pertahanan terakhir menuju kota Akabane. Kendati demikian, Alchemy sudah menunggunya disekitar Benteng dan siap menyerang.
"GGGOOOOAAAARRRHHHHH…!" suara auman dari Lao Shan.
Dengan Alcheny yang sudah sangat cukup membuat Lao Shan tidak berdaya…
"SSLLLUUUUTTHHH..! KKAABBOOOMM..!..." suara variase serangan Alchemy,
Salah satu meriam Alchemy mengetahui apa yang ada di punggung Lao Shan adalah Anti Dragon Bomb dan langsung menembak dan meledakanya…
"…!"
TO BE CONTINUED,.,.,.,.,.
Penokohan :
Shinjie(Saruwatari Sinji)
Cerita ini terinspirasi dari game buatan Capcom, Monster Hunter(Monster Hunter, Monster Hunter G, Monster Hunter Freedom, Monster Hunter 2 dos, Monster Hunter Freedom 2, Monster Hunter Freedom Unite, Monster Hunter Tri, Monster Hunter TriG,Monster Hunter 3rd, Monster Hunter 3rdG, Monster Hunter Frontier, Monster Hunter Diary: Poka Poka Airu Village, Monster Hunter Diary: Poka Poka Airu Village G, Monster Hunter Dynamic Hunting) dan Serial MANGA, Monster Hunter Orage.
Copyright 23 Des 2011
Hak Cipta:NoerNTobi
Cerita ini hanya fiktif belaka. Kesamaan Cerita serta nama-nama tak lebih hanya kebetulan semata atau sudah mendapat persetujuan dari orang yang bersangkutan.
Kritik dan saran sekira dapat anda berikan untuk menjadikan karya saya lebih baik lagi.
terima kasih
