Behind the Cool Beauty

.

.

Dhienhie Kyuminshipper Fujoshi

.

.

Genre: Romance, Drama.

.

.

Rate: T

.

Lenght: Chaptered

.

.

Disclaimer: KyuMin milik Tuhan. Kyuhyun milik Sungmin dan Sungmin milik Kyuhyun, mereka saling memilki walau sebenarnya saya ingin memonopoli Sungmin untuk diri sendiri *bletak* Tapi yang pasti FF abal ini milik saya seutuhnya. :D

.

.

Warning: YAOI, Typo(s), ColdMing! DON'T LIKE DON'T READ! NO BASH! NO PLAGIAT!

.

.

.

enJOY~

a/n: menanggapi beberapa review yang minta ada NC, aku minta maaf karena sampai endingpun aku gak berpikir ada NC di FF ini. Lagipula aku belum bisa bikin NC, kan aku masih polos *digatak rame-rame*

Soal yang minta Ryeowook masuk atau tambahan cast-cast lain, maaf juga ya chingudeul. Aku gak ada niat nambah cast terlalu banyak di FF ini. Di draft aslinyapun castnya gak sebanyak ini. Jadi yang minta Haehyuk ataupun Yewook, tunggu Ffku yang lain aja ne? *Readers: gak mau!*

Dan pertanyaan soal kenapa Kibum dan Donghae gak muncul di beberapa chapter kemarin. Jawabannya adalah karena aku gak bisa memunculkan semua karakter dalam satu chapter. Ceritanya nanti jadi lari kemana-mana. Konfliknya juga bakal panjang banget. Misalnya itu fokus sama masalah Kyumin, ya aku fokusnya ke cast utama kita. Seperti beberapa chapter ini, Yesung sama Eunhyuk lumayan nampang banget di banding kemarin.

Apapun itu, aku harap kalian suka ya chagideul~ Saranghae~

CHAPTER 11

.

~(*o*)~

.

This fict is dedicated..

To the world biggest shipper..

The JOYers..

"Sungmin-ah dengan anak kecil tadi, mereka mirip sekali dan aku pernah melihat foto Choi Siwon tengah menggendongnya."

"Huh?"

Eunhyuk membeliakkan mata sipitnya, mulutnya membentuk huruf O seolah menunjukkan keterkejutannya.

"Yang namanya Cannie ya hyung?" tanya Eunhyuk memastikan.

Yesung menatap wajah pucat Sungmin kemudian tersenyum konyol.

"Sungmin-ah kan memiliki wajah seperti kelinci, anak yang tadi juga begitu, jadi kupikir mereka mirip, haha!"

Eunhyuk mengernyit aneh, lalu ikut tertawa canggung saat melihat isyarat Yesung.

"Ahahaha, iya hyung. Kau benar, Sungmin-ah mirip dengan Cannie karena wajahnya sama-sama mirip kelinci," kata Eunhyuk.

Sungmin menghembuskan napas lega lalu tersenyum canggung sambil memegangi dua pipinya.

"Benarakah mirip denganku? Owh, kurasa dia imut sekali," ujar Sungmin berusaha biasa saja.

Eunhyuk dan Yesung mengangguk bersamaan.

"Mungkin dia juga menyukai kelinci," tambah Sungmin sambil membayangkan wajah ceria Sandeul saat bermain dengan kelinci peliharaan Sungmin di halaman rumah mereka.

Sungmin mengangguk-anggukkan kepalanya lalu kembali mengarahkan pandangannya ke arah buku-buku yang tertata rapi di rak yang ada di depannya.

Eunhyuk menaikkan satu alisnya ke arah Yesung seolah-olah bertanya apa yang sedang Yesung rencanakan.

"Ingin tahu saja," gumam Yesung sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Pelit sekali," gumam Eunhyuk pelan.

"Kau mengatakan padaku agar aku tak terlalu excited terhadap sesuatu, jadi jangan bersikap seolah-olah kau menasihatiku dengan omong kosong," dumel Yesung membuat Sungmin menolehkan kepalanya.

"Kenapa?" tanyanya dengan tampang polos.

Yesung mengerang dalam hatinya.

'Bagaimana bisa orang ini 6 tahun di atasku'

Eunhyuk langsung menggelengkan kepalanya.

"Biasa, dia mencari masalah denganku," fitnah Eunhyuk membuat Yesung melayangkan tatapan sinisnnya.

"Kalian tidak pernah punya masalah ya? Sepertinya selalu tertawa," komentar Sungmin.

Yesung langsung menggelengkan kepalanya.

"Tidak. Karena itu, kalau kau punya masalah kau bisa cerita pada kami, Sungmin-ah," kata Yesung sambil menebar cengirannya.

Sungmin menganggukkan kepalanya singkat, hanya untuk menanggapi kebaikan hati Yesung.

'Aku tak yakin kalian masih ingin berteman denganku setelah tahu siapa aku,' batin Sungmin.

.

.

.

"Omo! Kyuhyun seonsaengnim."

Eunhyuk dan Yesung menoleh ke arah pintu perpustakaan saat mendengar grasak-grusuk suara beberapa yeoja, sedangkan Sungmin terlihat diam membatu di tempatnya.

'Mati aku!' jerit batin Sungmin.

"Sungmin-ah, ada Cho seonsaengnim, mungkin beliau mau menemanimu mencari buku," kata Eunhyuk.

"Aniya!" jawab Sungmin kesal.

Eunhyuk langsung mengatupkan bibirnya rapat-rapat saat Sungmin sedikit kesal dengan tindakannya.

"Jangan membuatnya marah, bodoh!" omel Yesung pelan.

Eunhyuk langsung menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil mengangguk minta maaf.

"Temani aku mencari literatur Bahasa Inggris," kata Sungmin setengah memaksa.

Eunhyuk langsung mengangguk dan menebar cengiran konyolnya kemudian mengikuti langkah Sungmin.

Yesung mengamati tingkah Sungmin, putra Choi Siwon itu biasanya memiliki pengendalian diri yang sangat baik, namun akhir-akhir ini Sungmin kerap kali salah tingkah ataupun canggung terhadap situasi.

'Sungmin hyung?'

Yesung menaikkan sebelah alisnya saat batinnya memanggil nama Sungmin.

"Oh, demi apa aku harus memanggilnya begitu, bahkan aku merasa wajahku jauh lebih tua di banding dia," erang Yesung lalu menutup buku anehnya.

"Daddy!"

Yesung berniat ikut menemani Sungmin, namun saat mendengar teriakkan bocah yang mengaku bernama Cannie itu tubuhnya seolah memerintah Yesung untuk tetap diam dan menolehkan kepalanya ke arah sosok yang baru saja berteriak memanggil ayahnya itu.

"Sssttt, tidak boleh berisik disini baby."

'MWO?' batin Yesung berseru heboh saat melihat Kyuhyun-lah yang tengah berbicara dengan bocah mirip kelinci itu.

"Daddy lama cekali cih, Cannie nungguin dali tadi tahu!" omel Sandeul sambil mengulurkan dua lengan kecilnya ke arah Kyuhyun mengisyaratkan agar ayah tampannya segera menggendongnya.

"Maaf, tadi daddy sedang ada urusan. Sekarang ucapkan terimakasih pada Hong ajushi karena sudah mau menjemputmu," perintah Kyuhyun.

"Gomawo ajuchi," ucap Sandeul pada asisten Heechul.

"Ne, Tuan Muda. Kalau begitu saya permisi dulu," pamit asisten Hong.

"Ne, gamsahamnida," ujar Kyuhyun sambil membungkuk kecil.

Yesung melihat itu dengan wajah shock.

Cho? Kyuhyun? Cho Kyuhyun? Cho Kyuhyun seonsaengnim sudah menikah?

'Maldwae andwae,' batin Yesung sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

BRUK!

"KYAAAAAAA!"

Yesung berjengit kaget lalu memutar bola matanya saat melihat beberapa yeoja pingsan di dekatnya.

"Tidak mungkin, hiks~"

"Kyuhyun seonsaengnim, huwaaaaaaaa!"

"Omo! Omo! Bantu aku berdiri, aku lemas sekali!"

"YA! KELUAR KALIAN SEMUA!" teriak petugas perpuustakaan membuat yeoja-yeoja yang masih memiliki kesadarannya segera terbirit-birit meninggalkan perpustakaan.

Sungmin hanya bisa mengumpat-ngumpat dalam hatinya dengan tindakan Kyuhyun. Oke! Mungkin ini bukan pertama kalinya Kyuhyun membawa Sandeul ke depan publik, tapi inilah pertama kalinya mereka menyadari keberadaan Sandeul tanpa embel-embel terpesona dengan ketampanan ayahnya. Dan oke lagi, Sungmin sangat senang jika dengan ini artinya yeoja-yeoja itu tahu bahwa Kyuhyun tidak single lagi. Tapi cara Kyuhyun kurang tepat.

'Awas saja orang bodoh itu!' umpat Sungmin.

Kembali pada Yesung, namja itu tampak serius mengamati pasangan ayah-anak itu, Sandeul terlihat berbisik ke arah Kyuhyun dan didetik selanjutnya Kyuhyun tampak menolehkan kepalanya dan tersenyum kecil saat mendapati Sungmin tengah berada di sekitarnya.

'Huh? Apa itu?' batin Yesung kembali bertanya dengan cerewetnya.

Kyuhyun yang tak menyadari keberadaan Yesung malah memperjelas situasi dengan menunjuk ke arah Sungmin dan bocah kecil bernama Cannie itu mengangguk-angguk lalu terkikik pelan.

Yesung mengangguk pada batinnya.

'Seharusnya informasi soal Cho seonsaengnim juga harus diperjelas.'

.

.

.

Heechul meraih ponselnya saat ringtone khususnya berbunyi.

"Mau apa meneleponku?" kata Heechul.

Dari ringtone-nya saja Heechul sudah tahu kalau Hankyunglah yang tengah menelponenya.

KLIK!

'Yeoboseyo.'

"Hm?"

'Kenapa kau tak menyuruhku pulang?'

Heechul menautkan alisnya.

"Untuk apa? Kau pergi sendiri, pulang saja sendiri," balas Heechul kejam.

Hankyung mengerang frustasi di seberang.

'Seharusnya aku yang marah!'

"Kau sudah memarahiku habis-habisan kemarin, apa kau jadi amnesia setelah habis-habisan menggosipkanku dengan hoobaemu yang bernama Choi Siwon itu."

'Ya hyung! Apa-apaan membawa-bawa namaku!'

Heechul mencibir saat menyadari Siwon berada di sekitar 'suami'nya.

"Lalu? Apa maksudmu menelepon? Berharap aku membujukmu pulang?"

'Aish! Kau ini kejam sekali sih!'

"Dan bodohnya kau mau menikahiku!"

'Hyung, aku dengar dari Minnie katanya dia sudah baikan dengan Kyuhyun. Kau menyerah ya?'

Heechul langsung berdecak.

"Anak kecil sepertimu-"

'Kita hanya berbeda satu tahun Cho Heechul,' ralat Siwon.

"Lalu?"

'Bawa 'suami'mu pulang!'

"Enak saja memerintahku! Kalian berdua selalu seenaknya padaku. Tidak pernah mau mendengarkan penjelasanku lalu tiba-tiba menelepon meminta ini itu padaku! Tidak mau!"

'Ya~ kami tahu kami salah hyung. Jangan marah seperti ibu-ibu hamil~'

"KAU!"

'Tidak, tidak! Maksudku jangan marah-marah.'

Hechul hanya diam tak menjawab apapun.

'Aku minta maaf sudah menyalahkanmu, aku akan pulang hari ini. Oke?'

Heechul tersenyum lebar mendengar suara Hankyung.

"Terserah kau saja," jawabnya sok jual mahal lalu memutus line telepon.

Namja berperwakan cantik itu terkikik pelan lalu menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Biar tahu rasa dua orang menyebalkan itu."

.

~(*o*)~

.

Dua orang namja bermata sipit itu terlihat menatap lekat-lekat layar 14 inchi di depan mereka.

"Sulit dimengerti hyung," komentar salah satunya.

"Aku bersyukur aku pernah tinggal kelas. Otakku jadi lebih peka pada hal-hal yang masih abu-abu."

"Alasan! Kau tahu kalau abu-abu itu artinya tidak jelas, sama dengan otakmu tidak jelas."

"Otak tidak jelas ini bisa kapan saja membuat mulut sok tahumu itu menganga lebar kalau kau mengerti maksudku."

Yesung dan Eunhyuk masih setia berdebat didepan laptop Yesung.

"Aku sudah mengerti maksudmu hyung, hanya saja menurutku ini terlalu sulit dimengerti," kata Eunhyuk sambil mengacak-acak rambutnya.

Cho Kyuhyun

Tempat & Tanggal Lahir: Seoul, 03 Februari 1986

Pekerjaan: Dokter

Pendidikan sebelumnya: Mahasiswa Harvard University, United State –jurusan Kedokteran

Ayah: Cho Hankyung

Ibu: Cho Heechul

Orientasi seks: Tidak diketahui

Status: Menikah

Cho Hankyung

Tempat & Tanggal Lahir: China, 09 Februari 1953

Pekerjaan: Presiden Direktur di Cho Cooporation

Pendidikan sebelumnya: Mahasiswa Inha University, Seoul –jurusan Manajemen Bisnis

Ayah: Cho Seunghwa

Ibu: Cho Li an

Orientasi seks: Gay

Status: Menikah

Cho Heechul

Tempat & Tanggal Lahir: Seoul, 10 Juli 1953

Pekerjaan: Kepala Sekolah di Elpheu International High School

Pendidikan sebelumnya: Mahasiswa Inha University, Seoul –jurusan Tata Busana

Ayah: Kim Yunho

Ibu: Kim Jaejoong

Orientasi seks: Gay

Status: Menikah

Cho Sandeul

Tempat & Tanggal Lahir: Seoul, 09 Sepetember 2009

Pendidikan: Sarang Kindergarten

Ayah: Cho Kyuhyun

Ibu: -

Orientasi seks: Tidak diketahui

Status: Tidak diketahui

Choi Sungmin

Tempat & Tanggal Lahir: Seoul, 1 Januari 1992

Pekerjaan: Tidak diketahui

Pendidikan: Elpheu International High School –tingkat 1

Pendidikan sebelumnya: Shinwa Junior High School

Ayah: Choi Siwon

Ibu: Choi Ji Fan

Orientasi seks: Tidak diketahui

Status: Tidak diketahui

Choi Siwon

Tempat & Tanggal Lahir: Seoul, 10 Februari 1954

Pekerjaan: Presiden Direktur di Choi Company

Pendidikan sebelumnya: Mahasiswa Inha University, Seoul –jurusan Manajemen Bisnis

Ayah: Choi Sangho

Ibu: Choi Jinri

Orientasi seks: Tidak diketahui

Status: Duda

"Ada yang ingin kau tanyakan?"

Eunhyuk menggelengkan kepalanya bingung.

"Kesimpulan kecil misalnya?" kejar Yesung.

"Hyung, itu Cho seonsaengnim benar-benar putra Kepala Sekolah Kim ya? Oh Tuhan, bagaimana bisa!" kesal Eunhyuk sambil menunjuk biodata Heechul.

"Kau yang mengatakan padaku kalau tidak ada yang tidak mungkin di dunia. Kepala Sekolah Kim –ah maksudku Kepala Sekolah Cho memang namja, tapi berdasarkan info yang terakhir kali kuterima Cho seonsaengnim itu putra kandung Cho Hankyung dan Cho Heechul."

"Bukan Cho seonsaengnim lagi hyung, Cho uisanim lebih tepat," ujar Eunhyuk sambil menunjuk biodata Kyuhyun di bagian pekerjaan.

Yesung tersenyum kecil.

"Biodata eomma Sungmin hyung mana?"

"Ibunya meninggal satu jam setelah melahirkan Sungmin," ucap Yesung dengan nada sedih.

Eunhyuk ikut mengangguk prihatin

"Soal Cho Sandeul?" tanya Eunhyuk.

"Menurutku, Sandeul ini anak kecil imut tadi siang yang mengaku bernama Cannie itu, lagipula disitu tertulis jelas kalau Cho seonsaengnim itu ayahnya. Lagipula tadi siang kau dengar sendiri anak itu memanggil Cho seonsaengnim dengan sebutan daddy."

Eunhyuk mengangguk-anggukkan kepalanya. Yesung mengarahkan kursornya untuk memperjelas biodata Heechul, Hankyung, dan Siwon.

"Kau lihat, disini tertulis kalau Kepala Sekolah Kim, Tuan Cho, dan Tuan Choi menyelesaikan kuliah mereka universitas yang sama dan dari info lain yang kuterima mereka juga satu sekolah saat Senior High School."

Eunhyuk meletakkan jari-jarinya di dagu, dengan perlahan jemarinya bergerak mengusap-ngusap dagunya dengan tampan seratus persen berpikir serius.

"Sepertinya hubungan mereka sangat dekat, hyung."

"Aku pikir juga begitu."

"Ah, satu lagi! Kenapa nama eomma Sandeul tidak tertulis disitu? Biodata istri Cho seonsaengnim juga tidak ada."

"Aku hanya dapat itu Hyuk, mungkin mereka sengaja menyembunyikan pernikahan Cho seonsaengnim dari pemberitaan publik."

"Kenapa harus disembunyikan ya? Disitu juga tidak diketahui dengan jelas orientasi seks Cho seonsaengnim. Melihat orientasi seks Kepala Sekolah Kim dan Tuan Cho, aku jadi berpikir ada kemungkin Cho seonsaengnim memiliki orientasi seks serupa, dia juga menikahi namja, tapi tolong jangan katakan padaku kalau si Cannie itu lahir dari namja juga!" pekik Eunhyuk sambil menggigit kesal jari-jarinya.

Yesung tiba-tiba mengalihkan pandangan anehnya ke arah Eunhyuk.

"A-apa? Kejutan apalagi yang mau kau tunjukkan padaku?"

Tanpa menjawab apapun Yesung membuka salah satu folder di laptopnya. Disana terlihat foto-foto keluarga Choi dan Cho.

"Waw, kau berbakat menjadi detektif bertampang bodoh hyung," kagum Eunhyuk sambil menepuk pelan bahu Yesung.

"Inikah foto Tuan Choi yang katamu tengah menggendong Cannie?" tanya Eunhyuk.

Yesung hanya menganggukkan kepalanya.

"Aku sudah mengedit satu foto penting tadi," katanya sambil menelusuri deretan foto-foto yang entah didapatnya dari mana.

"Ini dia!"

"Huh?"

Eunhyuk memajukan wajahnya, mengamati dengan jelas foto dengan wajah dua orang yang hampir tak bisa dibedakan.

"Foto Cannie?" tebak Eunhyuk.

"Yang satu memang Cho Sandeul~"

"Ha? Satunya?" tunjuk Eunhyuk pada satu wajah yang menyerupai wajah Sandeul.

"Itu foto Choi Sungmin saat berusia 5 tahun."

"Mwo? Jeongmalyo? Kenapa mereka mirip sekali hyung? Tidak ada perbedaan malah," kata Eunhyuk sambil menelusuri foto di layar monitor Yesung dengan jemarinya.

"Tapi~ kenapa di foto ini cara menatapnya sama dengan Cho seonsaengnim ya?"

Yesung tak menjawab apapun, pikirannya melayang ke peristiwa dimana Kyuhyun dan Sandeul tengah berbisik ria sambil menunjuk-nunjuk ke arah Sungmin.

Eunhyuk menolehkan kepalanya saat Yesung menepuk bahunya.

"Kau kenal Cho Sungmin?"

"Huh?"

.

~(*o*)~

.

Malam ini Sungmin menginap di rumah mereka –rumah Kyuhyun dengan Sungmin. Perdebatan manis ala Cho Kyuhyun dan Cho Sungmin berlangsung saat mereka tengah menikmati santai malam di ruang keluarga.

"Kyu, kalau kau memang berniat membuka status di depan meraka tidak perlu terlalu terbuka seperti itu, cukup tunjukkan kalau bukan namja single."

"Cara menujukkanku seperti itu, chagi. Itu sudah sangat halus dari pada aku berteriak di depan mereka kalau aku sudah menikah dan memiliki anak –dan menikah denganmu," ujar Kyuhyun lalu terkikik kecil.

Sungmin langsung melayangkan cubitannya di pinggang 'suami' tampannya.

"Ish! Aku serius Kyunnie."

"Aku juga serius sayang," jawab Kyuhyun sambil merangkulkan tangannya di bahu Sungmin menarik kepala 'istri' imutnya agar bersandar di bahunya.

"Kyu, aku juga tidak suka kau menunjuk-nunjukku seperti tadi-"

"Kupikir kau tidak lihat," sela Kyuhyun.

"Tanpa melihat aku sadar-"

"Ya ikatan batin kita sangat kuat," sela Kyuhyun lagi.

"Bukan itu yang ingin kubicarakan. Bagaimana kalau ada yang melihat itu?"

Kyuhyun menyamankan sandarannya di sofa. Sambil menatap Sandeul yang tengah fokus bermain dengan PSP nya di karpet, Kyuhyun menjawab dengan tenang.

"Tidak akan, lagi pula kalau ada yang melihat, apa yang bisa mereka artikan? Bisa saja kan mereka mengartikan lain, aku menunjuk ke arahmu karena Sandeul menyukai namja cantik sepertimu," gombal Kyuhyun sambil menggigit pelan hidung Sungmin.

Sungmin yang sedang malas menanggapi Kyuhyun hanya bisa mengerang kesakitan membuat Kyuhyun terkikik pelan.

"Mommy, mommy tadi kaget gak waktu Cannie main ke tempat buku?" tanya Sandeul sambil melempar sembarangan PSP nya, tubuh kecilnya melangkah cepat ke arah Sungmin lalu mendudukkan diri di pangkuan 'ibu'nya.

"Tentu saja, kenapa tadi bermain disana baby?"

"Cengaja kok, mau ketemu mommy. Kata Hong ajuchi, mommy lagi main di pel- pelcup- pelpuc- ukh! Apa ya namanya tadi? Oh, pelcuptaakan, yang tempat buku itu loh mommy."

Kyuhyun dan Sungmin tertawa bersamaan, namun bedanya Kyuhyun evil itu tertawa lebih keras dan lebih lama dari pada Sungmin membuat Sandeul mempoutkan bibirnya.

"Perpustakaan baby-ya~ bukan persuptaakan," koreksi Sungmin sambil memeluk gemas Sandeul agar tak memasang kesal yang terlihat imut itu.

"Oh, ne. Tadi Cannie juga mau bilang gitu kok, cengaja calah aja bial di benelin cama mommy," ujar Sandeul tak mau kalah, matanya langsung melirik tajam ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun kembali tertawa sambil menepuk-nepuk perutnya. Putranya yang imut itu memang tak mau terlihat salah di depannya.

"Anak baik, tidak akan menggoda mommy seperti tadi," kali ini Sungmin yang mempoutkan bibirnya.

Sandeul terkikik kecil lalu mencubit-cubit pipi mommynya.

"Cannie kan cuma mau main cama mommy, hyung yang tadi tu capa cih mom?"

"Yang tadi? Yang mana? Yesung hyung? Eunhyuk hyung?"

"Yang bilang tempat buku buat namja tampan."

Sungmin langsung menganggukkan kepalanya.

"Owh, yang itu namanya Eunhyuk hyung."

"Bialin, tadi Cannie melet-melet cama hyung yang itu, Cannie kan juga namja tampan, tadi Cannie juga bilang daddy paling tampan ceduniaaaaaaa!"

Kyuhyun tertawa tanpa suara lalu mengacak pelan rambut putranya.

"Ya, daddy memang tampan-"

"Tapi lebih tampan Cannie," sela Sandeul membuat Kyuhyun sweatdrop.

"Ya baiklah, lebih tampan daddy~"

"Lebih tampan Cannie!" teriak Sadeul tak terima.

"Daddy~" balas Kyuhyun mulai jahil.

"Cannie! Ukh daddy nakal!"

"Kyunnie, ish!"

Kyuhyun mengaduh pelan sambil terkikik kecil saat Sungmin kembali melayangkan cubitan sayangnya ke pinggang Kyuhyun.

"Ya, ya, ya. Lebih tampan Cho Sandeul," kata Kyuhyun membuat Sandeul tersenyum puas.

"Tentu caja. Oiya! Mommy, di kelac cebelah ada hyung tampan. Cannie mau pacalan~" ucap Sandeul dengan polosnya.

"Hah? Pacaran? Pacaran apa? Dengan siapa?" tanya Kyuhyun kaget.

"Cama hyung tampan yang ada di kelac cebelah," kata Sandeul.

"Kelas sebelah? Maksudnya di sekolah?" tanya Sungmin memperjelas.

Sandeul mengangguk.

"Ne, namanya Balo (read: Baro) hyung. Balo hyung bilang Cannie haluc ijin mommy dulu kalo mau pacalan cama Balo hyung. Balo hyung udah ijin cama eommanya teluc eommanya bilang gak papa, Cannie gak papa juga kan?"

Kyuhyun melongo shock. Apa yang sedang putranya bicarakan?

"Ya~ memangnya pacaran itu apa?" tanya Kyuhyun pelan.

"Eung, main beldua teluc gitu dad, Cannie kan cuka pacalan cama Balo hyung," lagi-lagi Sandeul berucap dengan polosnya.

"Siapa yang bilang itu pacaran?" tanya Sungmin sambil mengelus pelan rambut Sandeul.

"Molla, Balo hyung bilangnya gitu."

Kyuhyun tergelak melihat tampang polos putranya.

"Baiklah, daddy setuju, kalau daddy setuju mommy juga pasti setuju? Iya kan mommy?" ujar Kyuhyun sambil mencium pelipis Sungmin.

Sungmin hanya bisa memutar bola matanya.

"Ne, mommy juga setuju."

Sandeul langsung memeluk Sungmin.

"Ah, nanti Cannie mau pakai cincin dali Balo hyung," kata Sandeul membuat Sungmin dan Kyuhyun kembali melongo.

"Cincin?"

"Ne, kata Balo hyung kalo cama mommy cama daddy udah di bolehin Cannie haluc pakai cincin pacalan sama Balo hyung."

OH MY!

"Geurae, selesai dengan Balo hyungmu, sekarang kita tidur baby. Tidak ada protes atau mommy tidak setuju."

"Tenang caja, Cannie juga udah mau tidul kok cebenelnya," sahut Sandeul tak mau kalah.

Sungmin hanya bisa menghela napas melihat tingkah anaknya yang tak mau kalah itu.

'Benar-benar putra Cho Kyuhyun.'

"Tidur di kamar kita saja," interupsi Kyuhyun lalu berdiri dari duduknya. Meraih Sandeul kedalam gendongannya lalu menggandeng tangan Sungmin..

Sungmin mentap bingung pada Kyuhyun, namun namja manis itu tetap mengikuti langkah Kyuhyun.

"Apa?" tanya Kyuhyun tanpa menolehkan kepalanya.

Sungmin menggeleng kecil, wajahnya tiba-tiba merona.

"Kau berpikir kenapa aku tidak mengambil kesempatan untuk berdua denganmu di kamar kita," tebak Kyuhyun membuat wajah Sungmin makin memerah hingga ke telinga.

"Bukan begitu Kyunnie~ aneh saja~" jawab Sungmin malu-malu.

"Aku rindu padamu juga rindu pada Sandeul, jadi aku ingin kita tidur bersama malam ini. Lagipula~ aku tidak mau kejadian-kejadian aneh seperti kemarin terulang lagi, aku sedang tegang-tegangnya eomma malah datang mengganggu, siapa yang tahu kalau misalnya kita berdua di kamar, eomma tiba-tiba datang dan mendobrak pintu."

Sungmin tersenyum kecil lalu menyandarkan kepalanya di bahu Kyuhyun.

"Suamiku memang namja yang hebat."

"Dan namja hebat ini beruntung sekali bisa memiliki 'istri' sehebat kau~"

Sandeul yang sejak tadi pura-pura tenang dengan menyandarkan kepalanya ke leher Kyuhyun diam-diam tengah menguping pembicaraan orang tuanya sambil menyimpan baik-baik kalimat itu di dalam otak cerdasnya. Siapa tahu, besok atau suatu saat dia butuh itu untuk pacaran dengan Baro hyung-nya.

'Hehehehehe,' kekeh Sandeul dalam hatinya.

.

~(*o*)~

.

Pagi-pagi Siwon sudah heboh menelepon Sungmin. Merengek seperti anak kecil, memaksa agar Sungmin mau pergi bersamanya ke sekolah.

"Memangnya appa mau apa ke sekolah? Aku sudah bersikap baik, nanti aku akan mengecat rambutku. Jadi, tidak akan ada panggilan lagi!" kesal Sungmin kerena sedari tadi Siwon teru melontarkan kalimat 'Ayolah chagi~'

"Kenapa?" tanya Kyuhyun sambil mengusap sudut bibir Sungmin yang menyisakan remah-remah roti.

Sungmin hanya mengedikkan bahunya setengah gusar.

"Beoji kenapa cuka libut pagi-pagi cih!" teriak Sandeul ke speaker ponsel Sungmin.

Sungmin menahan tawanya mendengar Siwon memekik kuat mendengar teriakan Sandeul.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya mengisyaratkan agar Sandeul tak melakukan itu lagi.

'Appa harus bertemu dengan eommamu, kau tahu kan dia marah pada appa. Appa ingin minta maaf, tapi appa tidak berani datang ke rumahnya. Tadi malam saja, Hankyung hyung mengatakan pada appa kalau eommamu mendiaminya habis-habisan. Jalan satu-satunya, appa harus datang ke sekolahmu.'

Sungmin mengangguk paham.

"Tapi appa-"

'Ayolah chagi, tidak lucu kan kalu appa tiba-tiba muncul disana.'

Sungmin memutar bola matanya kemudian mengangguk walau sebenarnya Siwon tak akan bisa melihat itu.

'Setuju?' tanya Siwon.

"Ne appa, cepatlah nanti aku telat."

'Appa sudah di depan pintu.'

Sungmin langsung menatap sengit ponselnya.

"LALU KENAPA MENELEPON!"

Kyuhyun dan Sandeul berjengit keget.

"Hehehehehehe," kekehan Siwon terdengar dari pintu dapur.

"Appa," sapa Kyuhyun hangat.

"Loh! Tadi kan beoji macih di telepon," kata Sandeul sambil menunjuk bingung ke arah ponsel Sungmin.

"Beoji hebatkan?" tanya Siwon sambil menampakkan cengiran kudanya.

"Sama sekali tidak!" jawab Sungmin cepat.

Siwon hanya tersenyum-senyum tak berdosa lalu mendudukkan diri berhadapan dengan Sandeul.

"Itu tidak enak," kata Siwon mulai menggoda Sandeul dengan menunjuk segelas vanila milk milik Sandeul.

Sandeul yang berusaha memotong rotinya langsung menunjukkan tatapan penuh permusuhan ke arah Siwon.

"Enak kok! Mommy juga cuka minum itu!" jawab Sandeul ngotot.

"Enak darimana? Tidak enak~"

"Enak beoji! Bilang caja beoji mau minta cucu punya Cannie," kata Sandeul lalu menarik gelasnya dengan posesif agar tak terlalu dekat dengan Siwon.

"Beoji kan sudah punya cucu," kejar Siwon.

Sandeul mengernyit sejenak lalu menggeleng.

"Bukan cucu yang itu, cucu beoji kan Cannie. Makcud Cannie cucu yang ini beoji!" ujar Sandeul sambil menunjuk-nunjuk segelas susunya.

"Itu bukan cucu, itu susu," kata Siwon sambil memeletkan lidahnya.

"Ne, Cannie tau kok. Beojinya caja yang gak ngelti makcud Cannie," jawab Sandeul masa bodoh.

Siwon langsung terbahak sementara Kyuhyun dan Sungmin tersenyum kecil menanggapi tingkah putra mereka.

"Mau pergi sekarang?" tanya Kyuhyun saat melihat Sungmin selesai dengan sarapannya.

"Ne, baby bersamamu kan?"

Kyuhyun mengangguk.

Sandeul mendongakkan wajahnya saat Sungmin mencium keningnya.

"Mommy pergi sekolah dulu chagi."

"Ne, belajal yang lajin ya mommy~"

Sungmin tersenyum kecil mendengar pesan putra kecilnya.

"Tentu sayang. Kyunnie aku pergi dulu," pamit Sungmin lalu mencium pipi Kyuhyun.

"Ne, hati-hati di jalan."

Sungmin melambaikan tangannya saat Siwon mulai menggandeng lengannya keluar.

.

.

.

"Kau ikut appa dulu, arra? Siapa yang tahu kalau nanti eommamu melempar appa dengan sepatunya," ucap Siwon parno.

Sungmin hanya bisa berdecak.

"Tidak bisa appa, sebentar lagi bel. Lagipula kenapa aku harus ikut kesana? Appa sendiri kan yang mencari masalah dengan eomma?" kata Sungmin mengejek.

Siwon mulai melancarkan wajah melasnya membuat Sungmin buru-buru mengalihkan pandanagnnya.

"Tidak appa, aku benar-benar tidak bisa. Kalau aku datang telat ke kelas, mereka bisa menganggapku seenaknya," kata Sungmin sambil membimbingg langkah Siwon menuju kelasnya.

"Ah. Benar juga~"

"Eomma tidak akan melakukan itu, appa tenang saja."

"Omo! Choi Siwon!"

"Oh, Sungmin-sshi dengan appanya?"

Sungmin memutar matanya, wajahnya mendadak dingin mendengar grasak-grusuk yeoja-yeoja penggosip di sekitarnya.

"Tidak-tidak! Kita harus fokus pada Kyuhyun seonsaengnim, bagaimana bisa dia sudah menikah!"

"Memiliki putra pula!"

Sungmin mengulum senyumnya sementara Siwon mengeratkan rangkulannya di bahu Sungmin.

"Mereka baru sadar," bisik Siwon yang mendapat anggukan kecil dari Sungmin.

Mereka terus berjalan dan berpisah di kelas depan kelas Sungmin.

Siwon terus berjalan dengan perasaan harap-harap cemas menuju ruangan Heechul. Bayangan Heechul tengah melotot ke arahnya dengan sebelah sepatu di tangannya membuat Siwon bergidik ngeri.

"Tenang Choi Siwon~ sogok dengan ajakan pergi ke salon atau belanja masalah pasti selesai," gumam Siwon pelan. Tangannys bergerak mengetuk pintu ruangan Heechul menunggu kata 'masuk' terlontari mulut 'ibu' Kyuhyun itu.

"Masuk!"

'Oh, show time!' seru Siwon dalam hatinya lalu membuka pintu di depannya.

"Annyeong~"

"An-" suara Heechul mendadak hilang melihat siapa yang berdiri dengan wajah pucat pasi di pintu ruangannya.

"Ji Fan-ah~" gumam Siwon saat melihat sosok lain yang berdiri di sebelah Heechul.

"A- Kibum sepertinya kita harus bicara nanti," kata Heechul.

Kibum mengangguk paham lalu melangkah menuju pintu.

"Ji Fan-ah~" panggil Siwon sekali lagi.

Heechul langsung menghampiri Siwon, menarik namja tinggi itu agar memberi jalan pada Kibum yang tengah menatap bingung ke arah Siwon.

"Hyung!"

"Bukan! Itu bukan Ji Fan! Itu Kim Kibum!"

"Tidak, itu Ji Fan!" bentak Siwon.

"Bukan Siwonnie, itu bukan Ji Fan. Ji Fan sudah pergi dongsaeng-ah~"

Siwon mendadak lemas. Kepalanya mendadak pening melihat sosok yang baru saja meninggalkan ruangan Heechul.

.

.

.

Sungmin terlihat duduk tenang di bangkunya. Setelah sedikit bercanda dengan Yesung dan Eunhyuk, Sungmin fokus membaca salah satu text book yang sudah di pilihnya kemarin.

"Hyung, kau saja~" kata Eunhyuk sambil menyenggol pelan kaki Yesung.

Yesung mengangguk kecil, menyiapkan mentalnya sebelum menemukan jawbaan untuk penelitiannya.

Sungmin masih fokus pada bukunya saat Yesung dan Eunhyuk menolehkan kepalanya ke arah Sungmin.

"Cho Sungmin."

"Ne?" sahut Sungmin refleks.

"Cho Sungmin?"

"Ne, aku disini."

"Kau benar-benar Cho Sungmin? Eomma dari Cho Sandeul?"

"Ah?"

TBC

Annyeong chingu~

Ini chapter 11 nya, semoga suka ya~

Cuap-cuapnya lain kali aja ya~

Ngantuk saya *plak*

NEXT!

RCL please~

Gomawo udah baca \(*o*)/