Beware enemies of the heirs

Madam Pomfrey mengeluh dan mengatakan betapa sakitnya menumbuhkan tulang, saat ia memberikan Skele-Grow pada Harrieta. Tentu saja ia mengetahui betapa sakitnya ramuan penumbuh tulang. Sebagai Merlin,yang menciptakan ramuan tersebut.

Team Quindditchnya berkumpul, termasuk Lucius dan kedua orang tuanya yang sedang menyamar. Tom merapalkan mantra peredam. "Bagaimana kabarmu?"tanya Tom dalam bahasa Parseltounge.

"Aku baik - baik saja, sedikit akan melakukan sesuatu'kan"tebak Harrieta dalam bahasa yang sama,membuat orang - orang disekitar mereka terperangah. Yang membuat mereka lebih kaget adalah gelang perak di pergelangan tangan Harrieta berubah menjadi ular jenis Runespoor berkepala tiga. "Professormu terlalu idiot"kata Hikari nama yang di berikan Harrieta untuk ular peliharaanya itu. Baik ayahnya dan Harrieta menyeringai.

"Serahkan ini padaku"jawab ayahnya dalam bahasa ular. Harrieta memperhatikan wajah - wajah orang di sekitarnya. Marcus Flint melihatnya seolah - olah ia adalah seorang dewi. "Kau seorang Parselmouth, kenapa tidak bilang padaku"kata Draco.

"Karena aku tahu diskriminasi orang kebanyakan pada seorang parselmouth. Aku melindungi diriku"jawab Harrieta.

"Biarkan istrimu beristirahat Draco"kata Lucius yang mengiring mereka keluar dari Hospital wings.

Timeskip,

Keesokan harinya, Harrieta bangun dengan perasaan tak mengapa banyak yang melihat dengan sinis berbanding terbalik dengan anak - anak Slytherin yang melihatnya dengan penuh hormat. "Kenapa tidak menungguku?"tanya Draco.

"Berusaha menjadi suami yang baik, Suamiku tersayang"Goda Harrieta membuat wajah Draco memerah. Mereka berdua pun berjalan menuju aula besar bersamaan. "Bisa kau jelaskan padaku, kenapa selain asrama Slytherin banyak yang melihatku sinis atau ketakutan?"tanya Harrieta.

Draco mempersilahkan ia duduk terlebih dulu. Harrieta mengisi piringnya dengan dua buah pancake. "Professor Lockhart ditemukan meninggal pagi ini, lengkap dengan pesan Musuh sang pewaris berhati - hatilah ditulis dengan darah. "Cerita Draco. Harrieta mengangguk. Ia tidak percaya ayahnya bertindak secepat itu. Ia tahu legenda kamar rahasia, ia bahkan bisa menebak monster apa yang ada di kamar rahasia.

"Satu lagi, Flint dari kemarin menganggukku. Ia bertanya apa kau berniat membangun inner circlemu sendiri mengingat Lord Slytherin yang terdahulu memiliki Innerc Circlenya sendiri"kata Draco. Kata - kata Draco itu membuat dirinya mempertimbangkan untuk membentuk Inner Circlenya sendiri. Ia masih dua belas tahun walaupun jiwanya sudah ribuan tahun. Umur dua belas tahun di belahan negara manapun masih dianggap anak - anak. Sedang ia butuh akses ke bahan - bahan tingkat tinggi dan yang bisa mendapatkannya adalah senior mereka.

"Kalian tahu, kursi pengajar DADA di berikan pada siapa sekarang ini."Kata Pansy. Banyak yang menggelengkan kepala mereka. "Kau tahu pasangan dari Russia yang di bawa ayahmu Draco, Mr Alexander dan Cecil Leraxay. Mereka menjadi pengajar DADA, teknisnya Mr Alexander"kata Pansy membuat Harrieta tersedak karena kaget. Draco berbaik hati memberikan istrinya minum. "Ada apa ?"tanya Draco.

"Mereka ayah dan ibuku yang sedang menyamar"jawab Harrieta. Kini ganti Draco yang tersedak, Harrieta pun memberikan minum pada suaminya.