Teenage Dream

By D2L

Rate T+

Genre: Crime/Suspense

Summary: Kami hanya anak remaja yang bahkan masih menduduki jenjang SMA, tetapi kenapa kehidupan kami bahkan lebih rumit dari kehidupan semua orang dewasa yang ada? Bahkan kami sudah terjun di dunia underground sampai-sampai akan keselamatan suatu negara dimana mereka orang dewasa hanya beberapa yang berani terjun di dalamnya.

Chapter 11:

.

.

.

Happy Reading!

.

.

.

.

"Sudah kubilangkan? Tidak salah kita memang menutupi semua ini darinya," ucap Ahra sambil memamerkan sebuah senyuman. Eunhyuk yang melihat Ahra yang terlalu membanggakan dirinya hanya mendegus kesal.

"Ya, dan ketika Sungmin tahu bahwa kita semua bermain di belakangnya. Aku tidak tahu a[a yang akan diperbuatnya. Mungkin kita akan dibunuh satu-satu dengan perlahan," ucap Eunhyuk sibuk meminum kopi miliknya, tapi tiba-tiba saja dia meletakkannya kembali ketika Donghae yang tiba-tiba datang dan memeluknya dari belakang.

"Ya! Dilarang bermesraan di sini!" seru seseorang dengan sangat galak dan memukul kepala Donghae dengan koran yang dipegangnya tadi.

"Bilang saja kau iri karena tidak bisa bermesraan dengan pacarmu yang kini ada di rumah sakit khusus penjara gara-gara ulah Sungmin," ucap Donghae memeletkan lidahnya pada orang yang tadi berseru padanya yang ternyata adalah Kibum.

"Haha… leluconmu lucu sekali, ikan!" hina Kibum kemudian dia berjalan menuju salah satu kursi di samping Ahra.

"Ahra, bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Kibum pada Ahra yang sibuk mengutak-atik web untuk mencari data-data ilegal lagi.

Ahra menghentikan jarinya untuk mengetik di atas keyboard. Dia menggeserkan kurisnya agar langsung bisa berhadapan dengan Kibum. "Hangeng dan Sooman sudah mulai memperluas koneksinya. Aku cukup khawatir apa yang direncanakan umma tidak akan berjalan lancar atau kita tidak akan bisa menghentikannya menyebarkan virus itu," ucap Ahra dengan wajah serius.

"Kupikir memang lebih awal kita memberitahukan Sungmin kalau kita hanya berpura-pura bermusuhan saja dan bekerja sama dibelakang," ucap Kyuhyun yang ternyata ada juga di ruangan itu. Hanya saja sedari tadi dia diam memikirkan apa yang baru saja diucapkannya. Ucapannya sontak saja membuat Ahra, Kibum, Eunhyuk, dan juga Donghae yang ada di wajah itu langsung saja berwajah horor.

"Kau gila? Sungmin itu terlalu ekstrim dalam mewujudkan apa yang diinginkannya. Kau ingat apa yang dilakukannya ketika dia tahu salah satu sandiwara kita dimana Leeteuk berpura-pura tertangkap karena ulah pemboman Out Cast? Dia mulai menghancurkan kita satu persatu seperti monster dengan tidak terkendali. Gara-gara itu semua rencana kita dari awal hampir saja hancur lebur!" seru Donghae marah.

"Sungmin memang mungkin yang paling berbakat dari kita semua. Tapi sifatnya yang terlalu suka terbawa emosi, dia adalah anak labil yang malah akan menjadi busur untuk kita. Kita tidak akan menang melawan Hangeng dan Sooman dengan orang yang tidak berotak dingin seperti Sungmin. Yang ada malah kedua orang itu berhasil melakukan penyebaran virus itu," ucap Kibum menyetujui apa yang baru saja dikatakan Donghae.

Kyuhyun beridiri dari sofanya dan berteriak, "Tapi dia pasti akan segera tahu. Tidak ada gunanya kita terus menyembunyikan hal ini padanya!"

"Setidaknya Sungmin baru boleh tahu ketika kita benar-benar sudah hampir menuntaskan semuanya dan membuat Hangeng dan juga Sooman terpojok akan program penyebaran virus miliknya. Setelah itu, baru kita biarkan Sungmin yang menghabisi mereka sebagai klimaksnya," ucap Ahra menengahi pertengkaran perbedaan pendapat ini.

"Dan Kita akan perlu pengalih perhatian sampai hal itu terjadi," ucap Kibum.

Mereka diam beberapa detik. Larut dalam pikiran mereka sendiri. Sampai Eunhyuk angkat bicara.

"Kita bisa mengirimkan salah satu anggota Out Cast ke festival sekolah kami besok. Dengan begitu Sungmin akan fokus untuk menangkap mereka kembali setelah dipikirknya anggota Out Cast itu baru saha melarikan diri dan hendak membalas dendam padanya," ucap Eunhyuk.

"Kau tahu kalau Kangin memang berpihak juga pada kita, tapi dia tidak akan membiarkan gedung sekolahnya hancur lagi seperti ulah kita beberapa hari yang lalu untuk menarik perhatian Sungmin juga agar dia tidak curiga tentang ummanya yang sudah bebas dari penjara dan mulai melakukan aksinya di sekitar museum Lourve," balas Kibum.

"Bagaimana jika Henry dan Changmin yang akan menarik perhatiannya? Setidaknya kondisi merekalah yang paling baik dari Siwon dan juga Shindong yang ditangkap Sungmin," ucap Eunhyuk.

"Boleh juga. Tapi bagaimana caranya membuat mereka menyusup tanpa diketahui Kangin?" tanya Ahra.

"Kalian masih ingat klub bawah tanah yang Yesung kelola dulu? Jalan dari luar menuju sana masih ada dan belum tertutup. Henry dan juga Changmin bisa menggunakannya untuk menyusup ke dalam sana." Tampaknya Kyuhyun sudah mulai ikut masuk berpihak pada apa yang direncanakan sisa orang yang ada di ruangan ini. Dia bahkan memberikan saran.

"Yosh! Kita harus semangat! Tiga hari lagi kita akan bebas dari semua hal underground ini yang mengheancurkan masa muda kita dari dulu!" seru Donghae dengan wajah yang sangat bersemangat yang membuat orang yang ada di sana tidak bisa tidak tersenyum geli melihat sifat kekanakan Donghae.

"Victory for our teenage dream!" seru mereka bersamaan dengan penuh semangat.

.

.

.

Sungmin mengerutkan keningnya. Rasanya hari ini terasa ganjal tanpa ada penyerangan-penyerangan yang dilakukan terhadapnya. Padahal kemarin baru saja dia bertatapan jarak jauh dengan Kibum dan juga Yesung. Setidaknya kedua orang itu harusnya membuat masalah dengannya sekarang karena dia melihat apa yang terjadi antara dua orang itu. Sungmin semakin mengerutkan keningnya ketika Kyuhyun tidak tahu ada di mana dan lagi sedari tadi para gadis yang terus berteriak histeris padanya.

'Ck, kalau tahu begini aku tidak akan menunjukkan diriku yang sebenarnya. Mereka selalu saja melihat apa yang diluarnya saja,' batin Sungmin kesal.

"Hati-hati. Kalau kau terlalu teralihkan perhatian dengan keributan ini, pertahanan akan dirimu sendiri akan menurun," ucap seseorang yang tiba-tiba ada di belakangnya. Orang itu mengarahkan sebuah pistol ke arahnya, tapi herannya hal itu tidak disadari oleh murid-murid yang berlalu-lalang di sana. Hanya Sungmin dan juga orang asing itu yang tahu.

Sungmin membelakkan matanya ketika dia tahu dia pernah mendengar suara ini. "Changmin," desis Sungmin.

"Wah, aku tidak menyangka kau akan mengenali hanya dengan suara," ucap Changmin lagi masih seperti suara bisikan.

Sungmin mendecak kesal. Dengan gerakkan perhitungan dan cepat, Sungmin menginjak kaki kanan Changmin dengan keras, membuat Changmin sibuk untuk memegang kakinya dan berteriak kesakitan dan di saat itu juga Sungmin mengambil kesempatan untuk melarikan diri. Dengan cepat dia memasukkan dirinya di antara kerumunan banyak orang sehingga Changmin tidak bisa melacaknya dengan mudah, tapi sialnya karena kepopuler singkatnya suara gadis-gadis histeris membuat satu orang tak terduga lainnya berhasil melacak keberadaan Sungmin.

Henry segera berlari ke arah Sungmin dan dia menslide kaki kiri Sungmin membuat tubuh Sungmin limbung dan segera terjatuh ke tanah. Murid-murid yang ada di sekitarnya menghindari dari tempat jatuh Sungmin dan mereka berteriak histeris, melarikan diri ketika mendengar suara tembakan yang dilontarkan ke langit.

Tanpa membuang waktu dan takut lagi Sungmin mengambil kedua pistol dari sakunya. Sungmin mensaltokan dirinya ke belakang sehingga dia berhasil melewati kepala Henry, dan saat bertepatan dia berada di langit-langit yang ada Henry, dia melepaskan peluru dengan cepat dan peluru itu hampir saja menebus tepat di puncak kepala Henry jika saja Changmin tidak bergerak cepat untuk meleparkan sebilah pisau ke arah datangnya peluru itu sehingga pisau itu membuat peluru itu berubah arah dan nyasar entah kemana. Untungnya tidak mengenai menusia yang lainnya.

"Ini akan lebih menarik lagi," ucap Changmin dengan seringai.

Sungmin mengerutkan keningnya tidak mengerti akan maksud Changmin, tapi kemudian dia mengerti ketika disekelilingnya tiba-tiba saja muncul asap tebal. Salah satu dari dua anggota Out Cast itu melemparkan bom asap.

"AKHHHH!" Sungmin menjerit kesakitan ketika satu timah panas tertanam di kaki kirinya. Sontak saja tubuh Sungmin limbung dan dia terjatuh berlutut.

Sungmin kembali meringis ketika tubuhnya tiba-tiba saja terus menerus mendapat sayatan yang entah berasal dari mana, membuat luka yang cukup dalam di beberapa tubuhnya dan darah keluar dari sana. Sungmin semakin membulatkan matanya ketika sebuah jarum suntik tertancam di lehernya. Sungmin merasa kesadaraannya semakin lama semakin berkurang kemudian tak beberapa lama dia kehilangan kesadarannya. Kepalanya hampir saja menghantam tanah dengan keras, jika saja tidak ada tangan yang tiba-tiba menahannya. Tangan itu perlahan memeluk tubuh Sungmin kemudian mengangkatnya dan mengendongnya dengan ala bridal style. Ketika asap itu sudah mulai menghilang, wajah dari orang yang mengendong Sungmin kelihatan, laki-laki dengan rambut coklat ikalnya, Kyuhyun.

"Sediakan mobilnya sekarang!" perintah Kyuhyun pada Henry dan juga Changmin yang ada di depannya. Kedua anggota Out Cast itu menganggukkan kepala dan segera berlari menuju lapangan parkir.

Heh, tunggu dulu, kenapa Kyuhyun kelihatan seperti kawan kedua anggota Out Cast itu?

Tak menunggu lama mobil hitam masuk secara paksa ke dalam lapangan dalam festival ini. Kyuhyun segera mengendong Sungmin. Henry keluar dari salah satu sisi pintu dan membukakan pintu untuk Kyuhyun. Kyuhyun segera mengendong Sungmin dan membaringkannya ke kursi bagian mobil belakang. Kemudian Kyuhyun masuk menutup pintunya dan kemudian dengan cepat Changmin menginjak gas melarikan diri dari kawasan sekolah itu dengan cepat sebelum beberapa kawalan polisi menemukan mereka.

.

.

.

"Seharusnya kita membuat murid-murid yang ada di sana benar-benar keluar dari sekolah itu sebelum kalian melakukan aksi kalian menarik perhatian Sungmin. Lihat sekarang, Sungmin ada di berita manapun. Gara-gara murid-murid itu melihat dan salah satu melaporkannya pada polisi, rencana kita bisa gagal jika begini!" seru Kibum seraya mengebrak meja yang ada di depannya dengan keras. Henry dan Changamin yang duduk berhadapan dengan Kibum hanya bisa menundukkan kepala mereka.

"Tenangkan sedikit pikiranmu. Biasanya kau yang paling dingin dalam mengatasi masalah," ucap Ahra.

"Bagaimana caranya aku bisa tenang ketika Presiden of Shadder yang asli ternyata berpihak pada Hangeng dan juga Sooman? Kim Ryeowook berpihak pada mereka, Ahra!" seru Kibum.

"Dan lagi dengan berita menghilangnya Sungmin, kita akan semakin sulit bergerak melakukan rencana kita untuk menghentikan rencana virus yang akan disebarkan itu di Eropa dan juga Amerika," lanjut laki-laki yang seharusnya adalah 'Presiden of Shadder, Snow The Hunt' itu.

"Tenang saja. Aku yakin Kangin akan berusaha untuk mencabut perintah pencarian itu dan memberikan alasan agar polisi itu berhenti mencari Sungmin," ucap Kyuhyun,"tapi aku sama sekali belum mendapat solusi bagaimana kita membentuk plan B untuk menghadapi Kim Ryeowook. Dia itu benar-benar pihak yang tidak terduga dan saat muncul tahu-tahunya dia menjadi musuh kita. Padahal dia adalah orang yang paling tidak kujadikan musuh di dunia ini," lanjutnya.

Kelima orang yang ada di dalam ruang itu terkaget ketika pintu dalam ruangan itu tiba-tiba saja terbuka. Untungnya yang membukanya adalah salah satu dari mereka. "Aku harap akan seperti itu. Tapi dengan pencarian Sungmin yang lumayan besar, apa kau yakin kedua petinggi Kingler itu tidak akan mencium gelagak aneh dari kita? Terutama kita yang menyusup ke kelompok mafianya?" tanya Yesung masuk ke dalam ruangan itu bersama dengan Eunhyuk.

"Kau benar. Dengan ini pasti mereka sudah tahu kalau kita bersiap untuk menggagalkan rencana mereka. Mereka pasti melakukan rencana mereka lebih cepat dari yang mereka rencanakan," ucap Kibum.

"Apa Leeteuk sudah berhasil menjatuhkan Lourve lagi?

"Tidak. Kim Ryeowook berhasil menghentikannya dengan mudah. Untuk saja Leeteuk tidak tertangkap oleh President of Snow itu," jawab Eunhyuk, "orang yang kau taksir itu terlalu sesuatu Yesung," lanjut Eunhyuk dengan nada menghina. Sedangkan Yesung hanya diam saja tidak menjawab.

"Bagaimana dengan Devisi B dan C yang disebar di Amerika?" tanya Ahra.

"Masih belum ada kabar," jawab Eunhyuk dengan menggelengkan kepala.

"Walaupun jumlah kita sangat banyak, tapi aku tidak yakin bisa menang melawan tiga orang itu. Duanya petinggi Kingler dan yang paling parahnya lagi yang satunya bos besar mafia Los Angeles Shadder," ucap Ahra.

"Sungmin satu-satunya jalan keluar kita dan bisa bersanding dengan President of Shadder itu. Apa lebih baik kita memberitahukan motif kita yang sebenarnya?" ucap Yesung.

"Tapi kau tahu, Sungmin itu terlalu ekstrim dalam mewujudkan apa yang diinginkannya. Bukannya kita sudah membahas hal ini dirapat sebelumnya?" ucap Eunhyuk khawatir.

"Ini situasi yang menyebalkan," gerutu Kibum.

"Tapi sayangnya kita sudah tidak ada waktu lagi,"ucap Kyuhyun tiba-tiba. "Kumpulkan semua anggota kita, dan kita akan sedikit memberi kejutan pada Sungmin,"lanjutnya.

"Jangan bilang kau benar-benar berniat untuk memberitahunya?" tanya Kibum tidak percaya.

"Kita tidak punya pilihan lain,"

.

.

.

Di dalam sebuah laboratorium canggih yang seharusnya terang benderang, tetapi laboratorium ini bahkan sama sekali tidak ada penerangan kecuali dari cahaya terang yang dikeluarkan sebuah tabung yang berukuran sangat besar. Seseorang sedari tadi terus saja mengamati pergerakan makhluk-makhluk hidup kecil yang ada di dalam tabung kaca berisi air itu. Sambil melihat, dia juga mencatat apa saja yang terjadi.

"Bagaimana keadaan virusnya?" tanya seorang laki-laki yang lebih tua yang tiba-tiba saja masuk ke dalam laboratorium itu,Lee Sooman.

"Sudah mulai stabil. Kita bisa mempercepat menyebarannya," jawab laki-laki yang sebelumnya, Tan Hangeng. "Tapi kau yakin mereka tidak akan menggagalkannya? Jumlah mereka sangat banyak jika dibandingkan dengan kita. Ditambah lagi mereka mempunyai Sungmin dan juga Kyuhyun di sana," lanjut Hangeng.

"Tenang saja. Lee Sungmin tidak akan bisa menggagalkan rencana kita. Apalagi sampah-sampah lain yang ada di sekitarnya," ucap seorang yang tiba-tiba saja masuk lagi ke dalam laboratorium itu dengan seringai yang mengembang di bibirnya. Kim Ryeowook.

.

.

.

Sungmin mengerutkan keningnya melihat banyaknya orang yang berkumpul di tempatnya di tahan ini, dimana dia sendiri terduduk paksa di sebuah kursi kayu dengan tangan dan kaki yang terikat pada kursi kayu itu. Dia tidak akan heran jika saja yang melakukan penyekapan ini adalah Kingler dan juga Out Cast, tapi nyatanya yang dilihatnya sekarang di sini adalah semua anggota kelompoknya S.U dan juga gabungan dari Kingler dan juga Out Cast yang seharusnya ketiga kelompok itu saling bermusuhan. Sungmin merasa hanya dia saja yang menjadi musuh bagi semua kumpulan orang yang ada di depannya sekarang ini.

"Apa-apaan ini? Kenapa anggotaku ada bersama kalian anggota bangsat lainnya?" hina Sungmin.

Seorang dari mereka yang menjadi ketua sementara hanya menyeringai mendengar hinaan Sungmin. "Karena kami semua adalah anggota Out Cast. Tidak ada yang sebenarnya kelompok mafia dengan nama Spider Unit. Mereka semua sudah hancur dan bergabung dengan kami. Kami hanya berusaha untuk memanipulasimu sehingga kau berpikir teman-temanmu masih berpihak padamu dan Spider Unit masih ada," ucap Kim Kibum yang sontak membuat Sungmin mengerutkan keningnya.

"Oh, ada berita bagus juga. Kingler sebentar lagi akan hancur sama seperti S.U. Hampir semua anggota Kingler juga sudah berhasil kami hasut. Yang tersisa di sana hanyalah Lee Sooman dan Tan Hageng yang sudah berhasil kami kelabui," lanjut Kibum masih dengan sebuah seringai yang tidak menghilang.

Sungmin menggertakkan giginya marah. Pasti ada dalang dari semua ini sehingga bahkan anggotanya dan yang lainnya bisa dengan mudah di atur dan diperalat, tapi siapa yang mampu melakukan hal itu? Siapan yang paling kuat dan licik, berpengaruh yang bisa melakukan hal ini?

"Siapa yang melakukannya?" tanya Sungmin dengan nada sinis.

Seringai Kibum semakin lebar mendengar pertanyaan Sungmin."Hmm… maksudmu apa?" tanyanya kembali pura-pura tidak mengerti akan pertanyaan Sungmin.

"Siapa ketua Out cast ini yang sebenarnya," ucap Sungmin dengan penuh penekanan.

"Aku yang melakukannya,"ucap suara yang sangat dikenal Sungmin, Kyuhyun.

Sungmin terbelak melihat Kyuhyun maju melewati kerumunan orang yang sedari tadi menutupnya. Apalagi mendengar apa yang dikatakan Kyuhyun benar-benar membuatnya tidak percaya. Orang yang paling dia percaya dalam hidupnya ternyata ketua Out Cast yang memasukkan ummanya ke dalam penjara? Di saat di sini terjadi kejutan oleh semua anggota Out Cast pada Sungmin, kira-kira apa yang akan dilakukan anggota Kingler yang tersisa, Lee Sooman dan juga Tan Hangeng dalam menyebarkan virus yang sudah mereka buat ke seluruh dunia?

Apakah ada yang mencegahnya?

Atau inikah akhir dan dua orang itu menjadi pengendalian utama dunia ini?

Dan kenapa kelompok mafia itu yang tadinya hanya berisi kurang dari 10 orang ternyata anggotanya adalah seluruh S.U dan Kingler? Sebenarnya apa motif mereka?

.

.

.

TBC

.

.

.

A/N: Terima kasih sudah meluangkan waktu Anda untuk membaca fanfic ini, mereview, memberi saran dan bahkan menfavenya. Terima kasih banyak untuk semua itu. Maaf tidak bisa membalas review kalian atas fic ini dan atas segala kekurangan yang ada di sini serta keterlambatannya. Saya terkena WB hiks TTwTT