Anggap ajah tema Author's Note kita kali ini itu : Permen, Cokelat dan sebangsanya yang sama-sama manis.

seCreT : Readers kita banyak yang doyan cokelat. Tapi mereka gak tauk ajah cokelat apa yang dimakan Yachiru. Apakah itu K*tKat? C*dbury? Silverking? Atau hanyakah cokelat koin? Kita tunggu chappie ini.

Rukia : Sekarang Author kita tercinta ini ngapain? *dengan suara manis*

Ichigo : Pura-pura jadi MC *dengan senyum yang tidak kalah manis, 'I Love You Rukia by seCreT aRs' bergema dibelakang*

Rukia : Penting gak sih? *senyum manis lagi*

Ichigo : Kagak. *senyum semanis Gul*ku*

seCreT : Eh, mentang-mentang nih chappie tentang cokelat, jangan senyam-senyum gak guna gitu dong! *pake senyum dari K*rang As*m*

Review Responses

chappythesmartrabbit : Gw mulai ragu sama si chappy ini (?). Perasaan setiap kali chapter gw apdet, dia selalu yang paling pertama ngerepiunya. Tapi, gak penting lah. Oke, pertanyaannya dijawab. Orang-orang Seireitei kena virus kejujuran gitu. Kedua, Matsumoto itu lagi mencurahkan isi hatinya (?) ke Toushiro Sedangkan Momo nangis gara-gara dia juga pengen digendong, Cuma si Toushironya kagak kuat. Salam buat Rukia itu udah disampaikan! (Kata Rukia HP Chappynya lebih mirip sama Chappy).

Riztichimaru : Gapapa kok. Emang, Yachiru emang ngegemesin sampek pengen dicekek hidup-hidup *dibankai Kenpachi*. Thanks buat repiunya~

Kokoro Yumeko : Yume-sama, Yachiru itu emang tong sampah untuk benda-benda manis. Dia juga pernah makan C*dbury sama Fe**ro Roch** punya Author sampek tinggal bungkusnya doang. Dia itu penggagas Dapu* Cokel** disini lho (?). Kenapa Seireitei gak pindah ke London? Katanya sih entar budget setaon mereka bisa abis buat beli coklat doang (Apalagi ada makhluk pink ini). Btw, itungannya benar!

jyasumin-sama : jya-sama, kalo kamu ikut Olimpiade Matematika dengan itungan dan jawaban seperti itu, bisa menang lho (?). Btw, jya-sama, itu jatah 1,5 bulan? Kalo buat Author, itu Cuma jatah sehari! (Mamp*s ajah). Maklum, dah expired semua.

ayano646cweety : *ngasih benda coklat coklat* Ini. Hot Delivery dari Pizza Cap. *ngasih Garlic Bread yang setengah gosong* *Author dipanggang*. Batal. Nih! *ngasih kupon C*dbury*. Beli di toko terdekat yah! *malah nyuruh beli* *ditendang Ayano*

Meshi-chan : Meshi-meshi, kamu makan apa sih? (Meshi, "Nasi..."). Terus tuh bajaj kabarnya gimana? Udah diasuransiin blom? Udah diisi bensin blom? *makin gak jelas*. Iya, masih lanjut, tenang ajah. Selama Yachiru masih idup, ini masih lanjut kok. Tidak ada komen buat nilai karena nilai Author di pelajaran matematika jeblok.

aRaRaNcHa : Cha, diitung dulu sebelum dimakan coklatnya. Beneran mau? Beneran? *Cha mulai ragu*. Baca chappie ini buat tauk nasib cokelat yang dimakan Yachiru! *promosi*.

Ruki Yagami : Hiatusnya gak saya ketik. Bener masih mau cokelatnya? Beneran? *sama seperti aRaRaNcHa, Ruki pun mulai ragu*. Baca dulu chappie ini, terus kalo masih mau entar Author minta dari Yachiru.

Disclaimer : Bleach punya gw! Gw masih pake Bleach buat pemutih gw di rumah! *digeplak*. Semua cokelat yang gw ketik disni bukan punya gw *nyerah gara-gara ngetik kebanyakan cokelat*. Coca cola, Sprite, Cimory, F1, CSI, Gulaku juga bukan punya gw, tapi milik pihak yang berwenang (?).

-Disaster 10 : Say Goodbye to Division 10-
(A / N : Chappie 10 dipersembahkan buat Divisi 10)

Normal POV

Toushiro cengo sedangkan Matsumoto minum sake dengan gembira. Sedangkan Rukia sama Ichigo lagi ngebersihin bungkusan-bungkusan cokelat. Rupanya Rukia sama Ichigo udah ganti pekerjaan dari Shinigami ke Cleaning Serpis. Service dibaca dengan logat Sunda sehingga menjadi serpis.

Akhirnya, Toushiro nutup mulutnya, menelan Enzim Amilase (Ludah, dalam bahasa sehari-hari) membukanya lagi dan mulai berbicara, "Itu… Kusajishi-san, dihabiskan semua?"

Yachiru nengok kearah Toushiro. Mulutnya yang belepotan dengan cokelat yang bisa bikin para Readers meneteskan Enzim Ptialin (Masih ludah) mereka pun berkata "Kenapa? Shiro-chan mau?" Dia bertanya dengan polosnya.

"Jangan panggil gw Shiro-chan! Dan gw gak mau tuh cokelat! Tapi, kamu (Karena Yachiru masih kecil, jadinya gak pake low gw) makan smua tuh cokelat?"Tanya Toushiro. Yachiru mengangguk.

"…gak baca tanggal kadarluasanya?"

"Enggak~! Emangnya itu apa Whitey-chi?" Yachiru mulai berpikir keras apa itu tanggal kadarluasa atau expired.

Ichigo, Rukia dan Matsumoto kaget dan mereka langsung mengorek tong sampah yang isinya bungkus-bungkus cokelat baik cokelat buatan Indo, Malay, maupun buatan Author (Silverking). Adengan berbahaya! Jangan dicoba di rumah!

"Yay! Game mencari bungkus cokelat!" Teriak Yachiru kesenengan dan ikut-ikutan ngorek tuh tong sampah. Sekali lagi, adengan berbahaya! Jangan dicoba di rumah maupun di depan komputer!

Setelah perjuangan mati-matian antara taichou Divisi 10 dan wakilnya, taichou Divisi 3 (Ichigo) dan salah satu anggota Divisi 13 dan salah satu pengacau berambut pink (No offense buat yang punya rambut warna pink), mereka menemukan fakta yang setajam pisau dapur (kalo S*let, harus buat discaimer) bahwa...

Yachiru hanya memakan cokelat yang kadarluasa, sebab yang gak kadarluasa sudah dijadikan Rangiku bumbu gado-gado yang lagi dimakan Author sambil ngetik nih fic. Pantes ajah gado-gadonya lebih manis dari yang biasanya.

Apakah ini sabotase? Ataukah perbuatan pihak ketiga? Mari, kita lihat CSI (Crime Scene Investigation) versi Author seCreT aRs.

Tapi, sebelum itu...

"Ran-chan! Aku haus! Minta yah!" Teriak Yachiru dan langsung menenggak habis minuman dari botol milik Rangiku. Apakah ini, readers?

"Matsumoto, gw tauk nih pertanyaan gak guna, tapi isi botol itu apa?" Tanya Toushiro dengan wajah mengkerut.

"...sake, taichou".

Bagi yang menjawab sake, itu benar banget. Bagi yang jawab air mineral, Coca Co**, Sprit* maupun Cimor*, itu salah banget. Silahkan coba lagi (?).

Ichigo berkata dengan blak-blakan dan dengan nada memerintah, "Yachiru, muntahkan itu sekarang".

"Ichigo! Menjijikan sekali cara berbicaramu!" Protes Rukia.

"Seharusnya low ngomong kayak gini," Rukia pun pura-pura menirukan suara Ichigo yang berat dan penuh dengan nada menggerutu itu (Silahkan dibayangkan voice dubber Rukia niru suara voice dubber Ichigo) , "Yachiru, keluarkan isi perutmu sekarang (?)".

Toushiro yang mendengarnya hampir muntah dan Rangiku hanya berusaha menahan ketawa.

Tapi, nasi di rice cooker sudah matang sehingga tidak bisa menjadi bubur, Yachiru yang baru makan (banyak) cokelat kadarluasa ini sudah terkena penyakit yang disebut 'Mabuk' dan 'Sugar High'.

"Buat sekedar referensi ajah, memangnya orang yang kebanyakan makan gula bakal ngapain?" Tanya Rukia pada Ichigo karena kita semua tauk kalo ayah Ichigo itu punya klinik (Walaupun keselamatan mental pasien dipertanyakan jika diobati oleh ayahnya Ichigo).

"Yah, mereka paling bakal kena Sugar High," jawab Ichigo dengan santai.

"Sugar High?(=Kadar gula tinggi, mungkin)".

"Iya, pasiennya kebanyakan makan gula. Biasanya pasien menjadi lebih hiperaktif-," Ichigo bisa merasakan ada hembusan angin kencang yang baru saja melewatinya, "-dan lebih suka tidur. Tadi apaan? Toushiro! Tutup jendelanya! Anginnya ken...cang".

"Yachiru?" Teriak Ichigo dengan kaget ketika melihat anak kecil ini berlari dengan kecepatan 250 km/jam

Rukia pun mulai mengomando, "Ichigo! Cepat tangkap dia!" Rukia pun juga berusaha menangkap Yachiru dengan shunpou. Tapi sayangnya, kecepatan shunpou Rukia hanya 200 km/jam sehingga kalau mereka diikutkan F1 (?), Yachiru masih tetap menang.

"Cepat...", hanya itu komen Ichigo.

Sementara itu Toushiro mulai menunjuk ke langit-langit kantornya dan Rangiku berusaha menahan Toushiro agar tidak jatuh pingsan.

"Pe-pe-pekerjaanku... TIDAKKKKKK!" Toushiro pun mulai berteriak histeris sementara serpihan-serpihan kertas mulai berjatuhan. Kertas-kertas yang telah dikerjakannya sampai lembur berjam-jam, tanpa uang lembur, itu hancur berkeping-keping (?) akibat angin yang dihasilkan oleh 3 makhluk yang saling kejar-kejaran itu. Toushiro pun berlutut karena lututnya lemas.

"Ta-taichou, low gapapa?" Rangiku panik juga, takut taichou *ecil ini pingsan.

"...Matsumoto, TANGKAP MAKHLUK ITU SEKARANG JUGA SEBELUM DIA MENGHANCURKAN DIVISIKU!" Teriak Toushiro.

DUUAAARRRR! PRAKKKKK! SSSSHHHH! (Bunyi martabak matang)

Mereka berdua hening sejenak menikmati suara dan pemandangan kantor mereka yang hancur. "Matsumoto?" Tanya Toushiro, nada jengkel dapat terdengar dari suaranya.

"Ba-baik taichou!" Lalu Rangiku pun ikut dalam permainan kejar-kejaran ini. Toushiro memijat-mijat kepalanya sambil stress memikirkan apakah dia akan dipecat dari jabatan taichounya karena sebentar lagi Divisinya rata dengan tanah bila tidak segera dihentikan oleh Ichigo, Rukia dan Rangiku. Dia pun mulai menyelamatkan benda-benda pribadinya bak orang kena bencana tsunami.

Sementara itu, usaha Ichigo dan Rukia dalam menangkap Yachiru gagal dan mereka hanya ternganga ketika melihat Yachiru melubangi kantor Toushiro. Iya, bunyi DUAR itu suara Yachiru nabrak tembok dan secara teknis, tembok yang berubah bentuk menjadi gundukan tanah itu pensiun. Yachiru kan larinya agak oleng gitu gara-gara mabuk.

"Hahahahaha!" Begitulah suara Yachiru saat lari dari kantor Divisi 10.

Ichigo, Rukia dan Rangiku pun segera melakukan pemanasan dan mulai lari maraton mengelilingi Divisi 10 untuk menangkap benda ini.

Sementara itu, kantor Divisi 10 kedatangan tamu.

"Shiro-chan~. Gw beli coklat di Seireitei Mart~. Lagi diskon loh~!" Seru Momo saat memasuki kantor Divisi 10 melalui lubang berbentuk badan anak kecil.

"Eh, ada pintu baru yah?" tanya Momo dengan bingung. Baru nyadar dia masuk dari mana. Yap, dari bolongan yang dibuat Yachiru.

"Kyaaaaaa! Pembunuhan! Toushiro! Kenapa kau melempar anak kecil! Liat tuh, kan jadinya ada lubang di kantormu!" Rupanya Momo lebih peduli sama lubang daripada keselamatan orang yang nabrak tembok itu. Tapi kalo dipikir-pikir benar juga (Apanya?). Kantor Divisi 10 kan gak diasuransiin. Kalau Yachiru kan (mungkin) diasuransiin di bagian satwa langka.

Momo pun canggung juga. Dari tadi dia ngomong tapi si Toushiro gak dengerin.

"Shiro-chan?" Panggil Momo sambil noel-noel makhluk putih itu. Tapi yang disentuh tidak bergeming sedikit pun.

"Shiro-chan? Shiro-chan!" panggil Momo sambil menggoyangkan badan Toushiro. Tapi, Toushiro tetap tidak bergerak.

"Shiro-chan! Masa sih low bunuh diri Cuma gara-gara Divisi low hancur? Shiro-chan! Jangan tinggalkan aku!" Momo mulai berteriak histeris.

Sedangkan, Ichigo dan Rukia mulai memasang perangkap untuk menangkap Yachiru, Rangiku pun sudah punya rencana sendiri untuk menangkap Yachiru.

Apakah itu? Tunggu chapter, lebih tepatnya disaster selanjutnya.

seCreT : Yosh! Selesai.

Toushiro : Gw mati? Sumpe low?

seCreT : *ketawa* Gak lah… Mana mungkin? Ini kan genrenya bukan dark bukan angst bukan tragedy (Bukan apa-apa ding?).

Toushiro : Tapi itu tulisannya gw mati.

seCreT : Mang ada? Baca ulang deh. (Gak berani ngatain Toushiro c*bol karena Author sendiri pun gak tinggi-tinggi amat, akhirnya kata k*cil sama c*bol disensor)

Rangiku : Gw ngapain?

seCreT : Mana tauk. Mang gw itu low?

Ichigo : Kalo gw? *semangat berkobar*

seCreT : *mulai ada black aura* Tunggu chapter selanjutnya deh!

Rukia : Ketahuan tuh. Pasti belom kepikir!

seCreT : (Muka low gw belom mikir?) Seenak jidat! Orang gw dah rencanain baik-baik chapter selanjutnya!

Ichigo : *dengan dialek Sunda* …whateper.

Okay readers!

Mau tauk Toushiro idup ato mati? (Sebab hidupnya ada di tangan Author! Mwahahahah! *ditendang*)

Atom au tauk rencana Ichigo sama Rukia?

Atau rencana Rangiku?

Silahkan repiu, repiu and repiu~

Author senang sekali baca repiu kalian, apalagi yang isinya itu lebih OON (Out of Normal) dari apa yang pernah ditulis Author!