Sungmin sudah tidak tahan dengan semua ini. Dia ingin segera lepas dari hal abnormal ini dan melanjutkan hidupnya dengan damai lagi, tapi Yesung yang sedari tadi memegang jarum suntik yang berisikan antibodi itu tidak kunjung ditusukkan kepadanya.

"Kau ini memang dokter atau bukan, hah? Menyuntikku saja tidak becus. Cepat lakukan. Aku sudah tidak mau menahan rasa sakitnya menjadi malaikat percobaan lagi. Aku ingin bebas," ucap Sungmin.

Yesung menatap Sungmin. "Apa kau yakin?"

Sungmin menggertakkan giginya. "Tentu saja! Hal inilah yang sudah kutunggu-tunggu dari dulu."

"Tapi dengan kekuatan itu kau bisa melakukan hal istimewa yang tidak bisa dilakukan oleh manusia pada umumnya."

"Terus? Kalau kau menginginkannya kenapa kau tidak melakukan percobaan itu pada dirimu sendiri. Aku lebih memilih menjadi manusia biasa daripada menjadi manusia percobaan seperti ini."

"Bukan itu maksudku. Kalau seandainya ada masalah lain seperti Toxic Human yang melanda negara ini, apa jadinya jika tidak ada sosok seperti kalian lagi? Kami manusia biasa tidak akan bisa melawannya."

Lama-lama Sungmin dibuat jengkel karena ulah Yesung.

"Kenapa kau bersikeras sekali? Mana aku peduli jika ada hal seperti itu lagi? Lebih baik kalian para ilmuan menguras otak kalian untuk membuat senjata lainnya," bentak Sungmin. "Nah, sekarang cepat suntikan antibodi itu. Aku sudah tidak sabar menjadi manusia lagi."

"Aku berharap kau dan yang lainnya tidak akan menyesali pilihan kalian," ucap Yesung.

Sungmin tersenyum mencemohkan. "Tentu saja. Untuk apa menyesalinya?"

Intention Screw

By D2L

.

Abnormal thing is something special but also hate by the ordinary one

.

Sungmin terbangun di kediamannya, disebuah Palace indah yang dibuat Kyuhyun khusus untuknya. Palace yang sangat besar untuk dirinya seorang. Terbentang dari ujung ke ujung dasar jurang yang curam itu. Tidak akan ada yang menyangka di bawah jurang yang gelap dan tidak tampak ujungnya, terdapat sebuah kerajaan kecil yang hanya ditinggali oleh Sungmin dan Kyuhyun seorang bersama dengan pelayan-pelayan robot mereka.

Sungmin mencoba mengecek sesuatu. Dia memejamkan kedua matanya dan berkonsentrasi untuk mengeluarkan kedua sayap malaikat hitam kelamnya. Cukup lama dia berusaha, tapi tidak satupun helai bulu hitam itu yang keluar. Sungmin malah dibuat tersenyum olehnya. Ya, inilah yang ditunggu-tunggunya. Serum yang disuntikan Yesung memang ampuh. Sungmin bukan lagi salah satu dari malaikat percobaan yang menggenaskan itu, dia sekarang hanyalah manusia biasa.

Tampak normal memang adalah impiannya dari dulu.

Sungmin sedikit terkaget saat salah satu robot pelayan miliknya mendekat dan menampilkan sebuah hologram. Ada pesan masuk rupanya. Sungmin menerimanya dan muncullah wajah Kyuhyun di layar hologram itu.

"Kau tampak baik-baik saja untuk ukuran yang baru bangun tiga hari kemudian setelah Yesung menyuntikmu. Aku khawatir sekali, tapi Yesung mengatakan itu memang efek sampingnya. Jadi aku tidak perlu terlalu khawatir apalagi ketika aku sudah melihatmu baik-baik saja," ucap Kyuhyun.

Sungmin mendengus."Kau. Jangan katakan kau tidak ada di sini selama tiga hari itu."

"Kau benar sayang. Oleh sebab itu rasa khawtirku meningkat. Hanya robot-robot yang menjagamu di sana, bagaimana bisa aku tenang di sini?"

"Kalau begitu kenapa kau tidak pulang saja? Memangnya sekarang kau kerja apa sih di atas sampai-sampai sibuk begitu? Kau bukan lagi presiden negara ini,kan? Tidak mungkin kau bisa kembali lagi ke posisi itu setelah kau yang terang-terangan mengundurkan diri," omel Sungmin panjang lebar.

Kyuhyuntersenyum aneh.

"Apa? Ada yang salah dengan perkataanku?" Oh, Sungmin membenci senyuman itu.

"Mungkin kau tidak tahu, tapi aku kembali menduduki kedudukan itu karena penggantiku yang sebelumnya terjerat kasus korupsi yang membuat kekosongan kedudukan. Tidak ada yang bisa menggantikannya dengan cepat apalagi harus seorang yang benar-benar berkualitas, tebak aku diundang kembali untuk menjadi presiden," jelas Kyuhyun.

"Konyol. Benar-benar konyol. Hal itu tidak mungkin semudah itu terjadi," cemoh Sungmin.

"Tapi kau tidak ingin semuanya selalu menjadi gampang untukku. Apapun yang aku mau akan menjadi kenyataan."

Sungmin mengerutkan keningnya. "Kau tidak akan mungkin bisa melakukannya jika bukan karena pengaruh dari dirimu yang seorang malaikat percobaan juga. Pheromon itu yang membuatmu bisa melakukan apapun. Kutebak, kau pasti belum juga menggunakan serum itu. Kenapa? Kau takut kau akan segera jatuh dari kejayaanmu."

"Kau benar. Aku tidak akan mungkin memilih menjadi orang biasa ketika aku bisa menjadi penguasa dunia." Kyuhyun menatapnya dengan seringai licik. Sikap buruk dari orang yang satu ini tentu saja tidak akan pernah hilang walaupun itu untuk Sungmin orang yang dicintainya.

"Tamak akan kekuasaan seperti biasa," hina Sungmin.

"Jika tidak, kau tidak akan pernah mencicipi semua barang dan tempat tinggal mewah yang kuberikan padamu," kalah Kyuhyun tidak kalah tajamnya.

"Apa aku pernah meminta semua ini? Tidak. Kau sendiri yang memberikannya padaku."

"Kupikir aku menghubungimu bukan untuk marahan seperti ini," ucap Kyuhyun kesal.

"Siapa yang mulai, hah?" balas Sungmin tidak kalah kesalnya.

"Well, kita sama-sama keras kepala." Kyuhyun menghelah napas. "Sebenarnya aku tidak menghubungimu untuk itu."

"Lalu?"

"Sebuah kasus tidak lazim lagi-lagi terjadi." Sungmin mengerutkan keningnya mendengarkan perkataan Kyuhyun.

Wajah Kyuhyun menghilang dari hologram itu dan tergantikan dengan pemandangan sebuah hutan rimba yang gelap.

"Kau kenal tempat ini, kan?" Itu suara Kyuhyun.

"Ya," jawab Sungmin. "Hutan tempat tinggal Eunhyuk dan tidak jauh dari tempat laboratorium tempat dimana aku disekap dan diuji coba."

"Kau benar dan lagi-lagi datang berita tidak sedap dari sana. Ada percobaan lainnya yang dilakukan di sana. Di dalam hutan itu ada sebuah gua milik pemerintah. Di dalam gua itu terdapat gas ILX. Semacam gas yang digunakan pada kita untuk bernafas saat kita masih di dalam tabung percobaan. Tapi gas itu menjadi tidak berbahaya jika dicampurkan dengan cairan HZX."

"Lalu masalahnya?"

"Masalahnya adalah ada percobaan terdahulu yang lebih lama dari kita yang menggunakan gas itu tepat sebelum ditemukan cairan HZX untuk menetralkannya. Percobaan itu adalah percobaan gagal yang membuat para ilmuan belajar memperbaiki diri untuk membuat diri kita. Percobaan malaikat generasi pertama yang tidak berhasil. Menurutmu kemana semua manusia yang dijadikan percobaan itu? Kenapa tidak ada kabar dari mereka?"

"Mereka disembunyikan dan dijadikan percobaan untuk hal lainnya?"

"Benar. Selama ini mereka tidak diketahui oleh pemerintah saat ini, hanya ilmuan terdahulu yang dipercayakan untuk menutup keberadaan mereka, tapi salah satu ilmuan itu melaporkannya pada pemerintah saat ini karena percobaan malaikat generasi pertama itu melarikan diri dan mereka menuju gua tersebut."

"Untuk apa?"

"Untuk mengisi energi mereka kembali. Gas ILX itu sumber energi mereka. Napas mereka dan mereka ke sana untuk kembali menjadi kuat. Menurutmu kenapa mereka menginginkan kekuatan? Tentu saja karena mereka menyusun sebuah rencana balas dendam. Sama seperti yang diinginkan Toxic Human. Masalahnya mereka mirip dengan kita. Kekuatannyapun hampir sama. Akan sulit untuk mengalahkan mereka karena itu artinya mereka mengetahui kekurangan kita dan sebaliknya. Dan jumlah mereka banyak. Lebih banyak dari kita," jelas Kyuhyun.

Sungmin mulai mengerti jalan pembicaraan ini. "Jadi kau menghubungiku karena kau ingin meminta bantuan? Apa kau sudah lupa? Saat ini aku hanyalah manusia biasa. Kau tidak akan bisa mendapat bantuan apapun dariku."

"Ya, aku tahu. Tapi aku ingin kau meminta temanmu itu untuk membantu dalam kasus kali ini. Setidaknya melakukan penyelidikan kecil tentang apa yang terjadi di sekitar hutan itu. Jika dia beruntung dia pasti bisa melihat salah satu dari percobaan malaikat pertama itu. Apapun yang dia lihat aku harap dia segera melaporkannya padaku. Biar nanti aku dan sisa malaikat percobaan lainnya yang mengurus hal ini. Aku juga tidak ingin kau terlibat. Kau hampir mati dalam pertempuran yang sebelumnya."

Sungmin tahu, Kyuhyun benar-benar mengkhawatirkannya dari nada suaranya yang terakhir.

"Baiklah. Aku mengerti. Aku akan segera menghubungi Eunhyuk. Jika dia setuju aku akan menghubungimu nanti," balas Sungmin.

"Kau bisa melakukannya besok. Kau masih harus istirahat. Kau baru saja terbangun." Kali ini wajah Kyuhyun kembali lagi tampil di hologram itu.

"Baik-baik. Aku mengerti. Bye,"ucap Sungmin.

"Bye, jaga kondisimu, Min." Hologram itu langsung hilang sekejap. Robot itu sudah pergi entah kemana, meninggalkan Sungmin sendirian di kamar luas miliknya.

Sungmin kembali merebahkan dirinya di atas tempat tidur mliknya. Sesekali memejamkan mata dan menarik napas panjang. Mungkin hal tersebutlah yang ingin disampaikan Yesung padanya tiga hari yang lalu bahwa jika kau menjadi manusia biasa, hal-hal seperti kasus di atas tidak akan bisa dia sentuh lagi. Sungmin tidak akan bisa membantu menyelesaikan kasus itu.

Memang benar, tapi Sungmin sudah lelah mengalami hal seperti itu. Diburu dan memburu. Semua itu tidak akan pernah ada habisnya. Lebih baik bersantai seperti ini. Mata Sungmin yang terpejam terbuka. tatapan tajam itu mengelilingi setiap sudut dari kamar miliknya. Sungmin tahu dirinya tidak salah ketika merasakan ada seorang yang tidak diundang ada di sini. Sungmin menggerakkan tangannya untuk mengambil sebuah remot di bawah bantalnya. DI tekannya tombol itu. Setiap sudut dari kamar itu langsung tertutupi oleh baja yang kuat yang membuat tidak seorangpun bisa keluar dari sana dan juga robot-robot penjaga yang mulai bermunculan dari segala arah. Robot-robot itu berhasil menemukan seorang yang asing di sana, tapi mereka sedang mengepung dua orang yang sosoknya saat ini transparan.

"Aku tidak suka bermain-main di sini jadi sebaiknya kalian tunjukkan diri kalian sekarang," ucap Sungmin ketus.

Tak lama kemudian penyusup itu menampakan diri mereka dan betapa kagetnya Sungmin dibuatnya."Tidak mungkin. Kalian berdua harusnya sudah mati. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri dan memastikannya bahwa kalian sudah mati menjadi pecahan daging yang sudah tidak berbentuk."

"Wah, ucapan yang detail sekali dan benar-benar membuatku kesal," salah seorang penyusup itu berbicara.

"Kau lupa tentang kami, ya? Kami adalah mayat hidup. Tidak akan pernah mati. Walaupun kalian mengebom kami terdahulu sampai jadi gumpalan daging, tapi kami masih bisa menyatu kembali dan hidup. Walaupun memakan waktu hampir satu tahun, sih."

Ya. Yang sekarang berada di depan Sungmin saat ini adalah Henry dan juga Zhoumi. Mereka adalah mayat hidup yang sudah dibunuh oleh Sungmin dan juga Kyuhyun. Mereka dibunuh dengan diledakkan menjadi pecahan-pecahan daging yang sangat kecil. Mustahil mereka bisa menyatu kembali walaupun mereka memiliki tingkat perbaikan tubuh yang sangat cepat.

"Kupikir aku juga sudah mati saat itu, tapi pihak dari Kyuhyun mengumpulkan pecahan daging kami. Itu sedikit membantuk kami kembali untuk bisa hidup. Dia tahu bahwa suatu saat dia pasti akan membutuhkan kami," ucap Henry dengan sombong.

"Lalu kenapa kalian bisa berada di sini, hah?" seru Sungmin.

"Kau pikir siapa lagi yang tahu mengenai tempat ini? Tentu saja kekasihmu itu, kan? Dia mengirim kami untuk menjagamu. Lihat sekarang kau itu hanyalah manusia lemah yang harus dilindungi. Kyuhyun itu punya banyak musuh dan itu artinya dirimu juga akan terlibat," ucap Zhoumi.

"Kami sudah memberitahukan tujuan kami kembali. Tidak berminat untuk membuat robot-robot penjagamu itu melepaskan kami? Cengkramannya mulai terasa sakit tahu!" seru Henry.

Sungmin masih tampak tidak percaya. "Darimana aku bisa benar-benar yakin jika Kyuhyun yang mengirim kalian ke sini dan bukannya diri kalianlah yang menemukan tempat ini untuk membunuhku? Seperti yang kalian bilang. Kyuhyun dan aku punya banyak musuh dan itu artinya tidak luput dari kalian juga yang adalah musuh kami."

Kedua laki-laki itu tampak menghelah napas melihat kekeraskepalaan dari Sungmin.

"Kau bisa menghubunginya lagi atau melakukan apapun untuk mendapatkan kepastian mengenai kami," ucap Zhoumi.

Sungmin masih terus menjaga pandangannya ke arah kedua orang itu di saat tangannya mulai menekan alat komunikasi yang menghubungkannya langsung dengan Kyuhyun lagi.

"Kupikir kau sudah menemui penjaga yang kukirim untukmu." Suara Kyuhun terdengar setelah sambungan itu tersambung.

"Jadi tadi kau berniat untuk memberitahuku tentang hal ini?" tanya Sungmin sedikit kasar.

"Ya, tapi ujungnya tadi kita bertengkar dan kau tahu, kan kalau kita tidak akan ada yang mengalah sebelum salah satu dari kita sudah mendinginkan kepalanya," jawab Kyuhyun.

Sungmin menghelah napas. "Jadi mereka lepas dari tempat penangkaran mereka yang tersembunyi."

"Benar dan mereka memburu kita dikarenakan kita sudah menemukan vaksin untuk diri kita sedangkan mereka masih terjebak dalam wujud hasil percobaan para ilmuan. Tentu saja mereka membutuhkan kita dalam keadaan mati ataupun hidup untuk membantu mereka menemukan vaksin. Jelas tubuh kita hampir tersusun dari komponen yang sama, tapi ada juga yang berbeda jadi mereka masih harus melakukan penelitian lagi dengan menggunakan kita sebagai percobaan mereka," jelas Kyuhyun.

"Apalagi aku takut pasti kau yang akan paling diincar oleh mereka lantaran hanya kau yang sudah mencoba vaksin itu dan berhasil. Para malaikat yang lainnya termasuk diriku masih belum mencoba vaksin itu. Kau saat ini berada dalam posisi yang paling genting Sungmin. Tolong maklumi ketakutanku dan jangan berbuat hal-hal yang berbahaya. Jangan membuatku bertambah kalut karena dirimu," ucap Kyuhyun. Jelas di sana penuh dengan rasa kekhawatiran yang mendalam.

"Baiklah. Aku mengerti."

"Jadi kau sudah percaya pada kami?"

"Tidak sepenuhnya. Lagipula aku tidak percaya 100% pada perkataan Kyuhyun. Dia mengatakan bahwa makhluk-makhluk itu bisa saja menginginkanku dalam keadaan hidup. Mereka bisa saja meminta dengan cara baik-baik agar aku bersukarela memberikan beberapa darahku untuk mereka teliti agar bisa merombak vaksin yang ada, tapi kenyataannya mereka meminta dengan cara kasar, kupikir mereka sudah bukan hanya sekedar malaikat percobaan pertama saja. Mereka sudah menjadi monster lain yang lebih berbahaya dan berniat untuk menyebarkan ketakutan dan kesengsaaraan mereka pada orang lain."

Sungmin kembali membaringkan tubuhnya di atas kasur. "Dasar. Mereka makhluk egois yang mau mengkontaminasi manusia tidak bersalah agar sama-sama merasakan penderitaan mereka. Mirip sekali dengan Toxic Human. Padahal aku berharap skenario yang sedikit sulit untuk kutebak."

.

.

.

"Kau tidak memberitahukan semuanya Kyuhyun. Kau tidak bisa menyembunyikan hal ini darinya."

"Jadi aku harus jujur bahwa seluruh kota sudah menjadi gila karena para makhluk gagal itu menampakkan tubuh menjijikan mereka yang sudah meleleh, membusuk dan kini sedang mengkontaminasi yang lain? Dan kini aku yang dituduh melakukan semua ini. Dituduh melepaskan virus yang membuat makhluk gagal itu bertranformasi menjadi monster berbahaya yang tidak akan pernah mati?" teriak Kyuhyun marah.

"Aku tidak akan membiarkan Sungmin menderita lagi. Dia sudah cukup senang menjadi manusia dengan kehidupan normal sekarang dan aku tidak akan pernah mengijinkannya menginjakkan kaki di sini dan melihat semua ini."

.

.

.

TBC

.

.