.
.
Assalamu 'Alaikum dan Hola!
Ini hanya pemberitahuan. So, yang tidak ingin membaca silahkan lewati saja.
.
Terimakasih untuk semua pembaca. Kalian dengan sangat baiknya membaca chapter terburuk! Mengapa saya katakan demikian karena chapter ini memiliki gaya tulisan yang berbeda-beda di setiap paragraf bahkan kalimatnya. Ini benar-benar chapter yang menggambarkan bagaimana ciri khas saya yang sebenarnya. Mungkin kalian bisa menebak bagaimana sikap dan karakter saya.
Saya tidak ingin terlalu lama tapi saya ingin menyampaikan banyak hal yang menghabiskan beberapa menit waktu kalian –pembaca-
.
Saya akan membahas tentang countdown terlebih dahulu.
Em, cerita ini adalah cerita yang.. saya juga tidak tahu yang keberapa. Saya berharap cerita ini tidak termasuk dalam daftar cerita yang tidak akan saya selesaikan.
Meskipun kebenarannya saya tidak ingin menyelesaikan cerita ini.
Sun pernah berpikir untuk hiatus. Alasannya banyak. Banyak hal yang terjadi. Banyak hal yang memberikan 'sesuatu' dalam hidup sun.
Lebih baik tidak usah ditulis alasannya apa. Sun malas menuliskannya. Pasti pembaca juga malas membacanya. Karena sebegitu tidak pentingnya untuk dibaca.
Baiklah Sun akan bercerita.
-warning, lebih baik lewati chap ini saja. ini sekedar curhatan yang tidak berarti kok :3-
Sun tidak suka menulis cerita yang bertele-tele dan punya banyak chapter. Sun suka bosan setiap kali menulis. Dan rasa bosan itu datang pada awal-awal menulis. Sun tahu apa alasannya. Seperti semua author..
Sun juga malas karena setelah baca sun sadar kalau cerita ini jadi bertele-tele dan alurnya jadi lambat. Sun tidak suka alur yang lambat –kalau sun yang buat- karena alurnya membuat sun ingin tidur atau pergi ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perut Sun. kenapa muntah? Karena sun baru sadar kalau gaya bahasa sun itu alay. Sun baru sadar saat membaca cerita yang sun buat. Maklum sun malas baca cerita kalau sudah jadi. Jadi yaa.. kalau ada typo mungkin akan lama remake nya :v
Lagi sun malas nulis karena sun kehilangan mood. Banyak masalah hidup yang sun alami dan sun sampai nangis dalam pelukan Ibu. haha.. reader banyangin aja kalau orang yang malas nangis tbtb langsung meluk ibu dan nangis gtu saja. itu artinya masalah yang dihadapi berat kan? Haha. Mungkin bagi kalian ngga berat. Cenderung sepele dan tidak perlu dirisaukan. Tapi ini yang Sun rasakan. Yang Sun alami. Ini bukan cerita yang hanya dibaca lalu dihayati. Ini nyata dan efeknya terasa amat sangat :''
Lebih baik ngga usah ditau. Cukup Tuhan, Ibu dan orang-orang yang Sun beritahu saja.
Lalu Sun malas nulis karena saat lagi banyangin cerita yang akan ditulis malah ada cerita baru yang muncul dan Sun ingin menuliskan cerita baru itu ketimbang cerita yang Sun kerjakan. Sun biasanya kehilangan semangat di cerita yang baru dikerjakan dan malah kebanjiran semangat di cerita yang masih tersimpan bersih dalam khayalan sun.
Sun tidak tahu makan apa dan buat apa sampai pecicilan begini kalau sudah bersangkut-paut dengan tulis-menulis. Tapi sun ingin khilaf deh :v
Oya sun penggemar rate M :v
-please.. jangan muntah atau menatap datar ponsel. Kan sudah dibilang jangan baca. Please jangan kaget juga kalau sun blak-blakan kan sudah diperingatin-
Oyaa... sun sangat berterimakasih untuk pembaca yang dengan sangat baik menghabiskan nafas, kuota, tenaga, keringat kalo memang keringat sih, waktu dan lain sebagainya karena membaca cerita ngga jelas ini.
Sun bahagiaa.. ouououou.. rasanya kayak mau terbang dan menatap kalian dari patung liberti terus bilang "makasiih"
Kalian yang membaca ceritaku mungkin sekitar ngga sampai seribu perchapter lah. Tapi itu sudah senengin kok. Meskipun di awal saja. hehehe.
Wah tak terasa cuap-cuap ini sudah banyak sekali. Sun tidak tahu harus berkata apa lagi. Sun senang tapi bingung juga. Ntahlah Sun juga tidak mengerti.
Mungkin Sun terlalu bahagia. tidak terjadi apapun tapi rasanya Sun bahagia. banyak hal di antara duka yang menyadarkan Sun. sesuatu yang tidak berbentuk itu membuat Sun tersentak untuk bangkit. Sesuatu yang menekan sun untuk melaju. Untuk tersadar bahwa diam dan melepaskan tanggungjawab adalah kesalahan besar,
"Lakukan yang terbaik dan jadi dirimu sendiri. tunjukkan bahwa kau bahagia dengan kebenaranmu. Jangan tutupi apapun. Tampilkan dan tersenyumlah. Meski yang membuka tangan hanya satu orang saja. meski yang mengakuimu tak bisa melihatmu karena kebutaannya. Meski yang tersenyum padamu tak bisa mengungkapkan apa yang kau inginkan karena kebisuannya."
Mungkin itu yang Sun pelajari. Sebagian yang terpenuhi dan Sun tidak yakin bisa memenuhi yang lain. Namun sun punya semangat yang.. qwertyuiop untuk bisa memenuhinya. Pokoknya semangaat! Hahaha.. kadang dunia selucu ini. iya terkadang dunia memang lucu untuk orang-orang seperti Sun. untuk orang-orang seperti Sun memang lucu. Dan lebih lucu untuk pembaca. Terimakasih.
-telah saya ucapkan bahwa penyesalan kan datang jika kau membacanya-
