Disclaimer : Naruto belong to Masashi Kishimoto
Rate : T-M
Warning :SasuSaku, Slight ItaIno, OOC.
Normal POV
Sejak awal desember pemerintah Jepang telah menyiapkan segala hal untuk menyambut natal.
Kota-kota jepang akan dihiasi oleh pohon natal yang sangat indah. Lampu kerlap-kerlip akan mengelilingi pohon tersebut. Kios-kios yang berkaitan dengan natal sudah didirikan, patung santa yang besar telah di tempatkan di tengah taman untuk hari yang spesial ini.
Para pasangan biasa nya menganggap hari natal juga seperti hari valentine. Mereka biasanya akan bertukar kado, namun bagi yang single ini adalah hari yang tepat untuk mencari pasangan, bukankah begitu?
Mari kita menuju taman kota.
Di taman kota telah banyak pasangan muda-mudi yang tengah bercengkrama. Begitupun kedua tokoh utama kita yang tengah duduk di salah satu bangku taman di samping pohon natal yang tengah bersinar terang.
"Sakura..." panggil sang pria.
"Ada apa?" sang gadis itu pun menoleh.
Dari pada menjawab pertanyaan si gadis pria itu lebih memilih menyodorkan kotak merah kecil berbentuk hati pada gadis tersebut.
"Apa ini?" tanya nya.
"Buka saja!" perintah si pria.
Gadis itu pun membuka kotak di depan nya dan melihat sebuah kalung liontin di depan nya. Gadis itu mengangkat liontin tersebut, dan bergumam memuji liontin tersebut sangking indah nya. Sang pria mengambil alih liontin tersebut dari si gadis dan memasangkan liontin tersebut kepada nya. Bau maskulin menyeruak masuk memenuhi paru-paru si gadis, membuat nya merona.
"Cantik sekali... Terimakasih. Aku juga punya sesuatu untuk mu Sasuke!"
Gadis itu mengambil kotak yang telah ia siapkan dari tas yang dibawanya. Gadis itu menyerahkan kotak itu pada sang pria, dan sang pria menerima nya dengan tersenyum.
Saat kotak itu dibuka, terlihatlah sebuah jam tangan. Pria itu mengambil nya dan menggunakan nya di pergelangan tangan nya. Namun ia merasa ada yang salah. Ternyata waktu jam tersebut belum di atur. Pria itu memutar kepala jam tangan itu, namun aneh nya kepala jam tangan itu terbuka ketika ia memutar nya. Menampakkan gambar sepasang kekasih yang tengah tersenyum bahagia.
"Kau bahkan lebih cantik dari pada yang ada di photo, terimakasih!"
Pria itu meraih tengkuk sang gadis dan mencium nya tepat di bibir, gadis itu pun membalas ciuman nya. Kembang api meledak-ledak indah di atas langit kedua nya yang tengah berciuman.
Sang gadis melepaskan ciuman mereka dan menatap langit diatas nya. 'Cantik' itulah yang digumamkan nya. Si pria juga menatap langit diatas nya dan melihat kembali gadis yang ada di samping nya.
"Kau jauh lebih cantik..." bisik nya pada gadis itu.
Sang gadis menoleh pada pria yang tengah menatap nya. Si pria meraih tengkuk gadis itu kembali. Tahu apa yang akan terjadi, sang gadis pun menutup mata nya. Namun karena tidak merasakan apa-apa, gadis itu membuka mata nya perlahan.
"Kau kenapa? Apa kau berharap aku akan mencium mu?" pria itu tertawa geli.
"E-E-Eh? T-T-Tidak kok!"
Selagi sang gadis merona, pria itu kembali mencium si gadis. Sedangkan, orang yang dicium hanya menundukkan kepala nya ketika ciuman itu berakhir.
"Sakura? Apa kau mau berjalan mengelilingi taman?"
Gadis itu mengangguk sebagai jawaban iya.
Sang pria meraih tangan si gadis dan menggenggam nya. Pria itu menggoyang-goyangkan genggaman tangan mereka selagi mereka mengelilingi taman. Banyak pasangan yang melakukan hal yang sama. Mereka berjalan-jalan mengelilingi taman bersama pasangan mereka sambil bercanda gurau bersama. Tak terkecuali dua sejoli kita ini.
"Apa kau memiliki permohonan Sakura?"
Pria itu bertanya pada si gadis tanpa menoleh sedikitpun.
"Eh? Aku rasa semua orang memiliki, bukan sedikit tapi banyak sekali permohonan. Aku juga termasuk, aku memilik banyak sekali permohonan."
"Boleh aku mengetahui nya?"
"Apa? Permohonanku?" tanya gadis itu.
"Iya tentu saja!"
"Tapi kau akan mendengarnya sampai pagi jika aku melakukan nya!"
Mereka tertawa bersama membayangkan si gadis mengoceh sampai pagi tentang permohonan nya.
"Bagaimana dengan mu Sasuke? Apa kau memiliki permohonan?" gadis itu bertanya balik.
"Iya tentu saja, apa kau ingin tahu?"
"Aku mau, asalkan aku tidak harus mendengarnya sampai pagi..."
Mereka tertawa kembali.
"Memang nya permohonan mu apa?" tanya gadis itu lagi.
"Permohonan ku adalah ini..."
Pria tersebut menarik gadis itu dan menciumnya dalam ciuman yang pajang. Namun akhirnya ia melepasnya, karena mereka membutuhkan oksigen.
"Dan itu sudah terkabul..."
Pria itu terkekeh geli melihat wajah gadis nya yang sudah seperti kepiting rebus. Gadis itu mencoba memukul nya, namun pria itu berlari dan di kejar oleh si gadis. Sang gadis berlari dengan cepat dan berhasil memukul bahu si pria. Gadis itu balik berlari ke arah yang berbeda.
"Awas saja jika aku menangkap mu Sakura!"
"Cobalah kalau bisa!"
Gadis itu menjulurkan lidah nya mengejek.
Kejar-kejaran pun terjadi kembali diantara mereka. Sang gadis berlari dengan ceria nya, sementara si pria mengejar dengan semangat nya.
"Dapat!"
Pria itu menangkap gadis yang dikejarnya dan memeluk nya dari belakang. Gadis itu berbalik dan mengalungkan lengan nya di bahu pria tersebut.
"Boleh aku ucapkan salah satu permohonan ku pada mu?"
"Ya tentu saja..."
Sang gadis menarik napas nya dalam.
"Sasuke Uchiha... Maukah kau menggendongku? Kaki ku lemas sekali.."
"Kau ini..."
Pria tersebut lalu menggendong gadis tersebut ala putri salju, sambil mengecup nya sesekali. Membuat gadis dalam gendongan nya memerah malu.
"Aku mencintai mu Sakura!"
Lalu sang pria mencium gadis itu kembali.
Mari kita berharap mereka tidak melakukan hal yang lebih dari ini!^~^
.
.
.
END
A/N : Maaf jika fanfic ini begitu mengecewakan_T, aku telah berusaha keras agar fanfic ini menyenangkan dibaca. Namun jika kalian berpikiran lain, kritik dan saran nya sangat aku harapkan.
Terimakasih pada yang telah mereview, follow, dan memfav kan fanfic ini.
Special THANKS to:
Image28
sofi asats
lufisa.2502
Onii-chan18
qwertyhawkeye
boaflower5454
sqchn
sasakuchiha3
SleepyAsh2328
Franklin
Guest
Jaa~ Mind to Review? ^~^
