Love is You, My Fat Girl
Cast : Always KyuMin, others
Disclaimer : FF ini resmi milik Mheishiee Taeminnie dan KyuMin milik Tuhan, orang tua mereka, Elf, JOYers dan tentunya KyuMin saling memiliki
Warning : GS! Typo's! Gaje! Abal-abal! Tidak sesuai EYD! Cerita pasaran!
.
.
DON'T BE SILENT READERS!
.
DON'T BASH! DON'T LIKE, DON'T READ!
.
~Happy Reading~
.
.
.
Minggu pagi yang cerah di Kota Seoul. Seorang gadis cantik dengan tubuh yang tidak begitu ramping namun terlihat kencang dan sedikit berotot pada kaki nya iitu kini tengah melakukan aktivitas lari paginya di sekitar kompleks perumahannya. Gadis itu kini tengah mengitari kompleks tersebut ditemani dengan mp3 beserta earphone merah muda yang terpasang di kedua sisi telinganya.
Gadis itu kini tengah asyik berlari sambil bersenandung. Tak ayal, tetangga-tetangganya atau bahkan orang luar yang tak tau darimana asalnya yang juga tengah lari pagi hampir semuanya memperhatikan dirinya.
Berbagai macam ekspresi seperti penasaran, kaget, terpesona, bahkan tak jarang siulan-siulan dari lelaki-lelaki muda tak luput ditujukan pada gadis yang tengah memakai hoodie merah muda beserta celana pendek di bawah lulut namun sukses membuat lekukan sexy pada bagian pinggulnya.
Lucunya gadis itu hanya bersikap cuek sambil melanjutkan aktivitasnya dan berhasil membuat lelaki-lelaki yang menggodanya hanya bisa melengos karena diabaikan gadis misterius tersebut.
Sungmin, gadis itu kini telah sampai di sebuah taman yang masih berada di dalam area kompleks perumahannya kemudian memilih untuk duduk di sebuah kursi panjang yang tersedia disana. Ia kini tengah menghirup oksigen sebanyak-banyaknya sambil menyeka peluh yang membasahi pelipis dan sisi wajahnya. Sampai saat ini pun masih terlihat jelas pipi chubby Sungmin yang tidak akan pernah hilang karena itu memang sudah menjadi ciri khas wajah cantik dan manis Sungmin.
Aktivitas tersebut kini malah menjadi tontonan orang-orang yang kebetulan atau memang sengaja lewat di depannya, sehingga tak jarang siulan-siulan penggoda kini selalu tertuju padanya. Sungmin yang mendengarnya juga merasa risih, ia tentu bingung ingin meresponnya seperti apa. Akhirnya gadis itu memutuskan untuk diam dan mengabaikan tatapan-tatapan aneh itu dengan bersenandung kecil.
Sungmin sempat merasa bingung juga. Dulu, disaat badannya memiliki bobot yang luar biasa memalukan, semua orang seolah-olah bertingkah acuh, tak peduli, bahkan tak jarang mengatainya hingga membuat gadis itu tersinggung. Tapi sekarang? Dunia serasa terbalik 180 derajat dimata Sungmin. Disaat bobot badannya berkurang dan bisa dikatakan dietnya berhasil ini membuat hampir semua orang mulai memperhatikannya bahkan secara terang-terangan.
Lantas, kemana orang-orang yang mengatainya dulu? Apa mereka tak sadar jika ia yang sekarang adalah Sungmin yang dulu mereka bully ataukah mereka baru menyadari jika Sungmin memang seorang gadis yang cantik?
Memikirkan hal itu hanya membuang-buang waktu menurut Sungmin. Biarkanlah orang-orang tersebut berpikiran apa, yang penting Sungmin merasa bahagia dengan dirinya sekarang, walaupun ia harus membiasakan diri dulu dengan keadaan sekarang ini. Lagi pula badan nya masih belum dikatakan sempurna. Ia harus lebih banyak melakukan jogging, yoga, Vertical Leg Crunch maupun Squat karena target Sungmin kali ini adalah mengencangkan perut kendurnya.
Merasa jika matahari mulai terasa terik, Sungmin pun bangkit dari duduknya dan berniat untuk pulang. Namun baru 2 langkah ia meninggalkan kursi taman tersebut, sepasang kaki bersepatu olahraga kini tengah berada di depannya dan terpaksa membuat langkah Sungmin terhenti.
Sungmin yang semula menunduk sontak saja mendongakkan wajahnya kemudian mengernyitkan alis ketika mendapati sesosok lelaki yang bisa dikatakan tampan kini tengah tersenyum sambil menyodorkan tangan kanannya, seperti berniat untuk mengajaknya berkenalan.
"Hai, aku Kim Jungmo. Bolehkan aku tau siapa namamu?" Ujar lelaki jangkung tersebut masih dengan memamerkan senyum memikatnya. Sungmin yang tentu saja bingung karena tiba-tiba saja diajak seseorang berkenalan bahkan secara terang-terangan seperti ini hanya bisa terdiam tak berniat merespon sama sekali.
Aksi diam itu juga dibalas dengan tatapan bingung oleh lelaki tersebut dan membuat lelaki itu harus menyapa Sungmin sekali lagi.
"Nona, kau melamun?" Jungmo terus saja menatap Sungmin namun gadis itu masih saja tidak bergeming di tempatnya. Terlihat Sungmin berpikir sebentar kemudian berujar pelan.
"Sungmin."
"Ne?"
"Namaku Lee Sungmin." Jawab Sungmin pada akhirnya dan menghasilkan senyuman sumringah oleh Jungmo. Lelaki tersebut merasa bahagia karena dirinya telah direspon oleh Sungmin walaupun nyatanya tangan nya sendiri hanya terangkat dengan sia-sia karena gadis itu tidak membalas jabatan tangannya.
Baru saja Jungmo ingin bertanya lebih jauh, namun sosok Sungmin kini sudah tak ada di depannya. Lelaki tersebut sontak saja menolehkan kepalanya kesana kemari dan malah mendapati Sungmin yang sudah berlari-lari kecil 5 meter di depannya.
Jungmo tentu saja berniat untuk mengejar langkah Sungmin namun ia hentikan langkah tersebut ketika mendapati Sungmin kini tengah berdiri tepat di depan seorang lelaki yang ia kenal bahkan amat sangat dikenalnya. Tanpa sadar Jungmo hanya bisa mengepalkan tangannya kuat sambil memandang tajam sosok yang kini tengah memeluk gadis yang baru bisa ia dekati hari ini.
'Sial!'
.
.
.
Sungmin yang merasa aneh jika berdekatan dengan lelaki yang baru ia kenal tadi bernama Jungmo langsung saja meninggalkan lelaki tersebut kemudian melanjutkan acara lari paginya.
Namun baru sekitar 5 meter melangkah, langkah Sungmin kembali terhenti kala ia kembali dicegat oleh seseorang di depannya. Dengan malas Sungmin berniat untuk memberikan tatapan cuek untuk lelaki tersebut, namun baru saja Sungmin mendongakkan wajahnya, mata gadis itu tiba-tiba saja berbinar karena senang.
Apa ia tengah bermimpi sekarang? Sesosok lelaki yang sangat ingin ia temui hampir 2 bulan ini kini tengah berdiri tepat di depannya tak lupa dengan senyuman memikat tentunya setelah masker hitam yang ia pakai ia lepas dan dibiarkan menggantung di lehernya.
Tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu, Kyuhyun, lelaki tersebut langsung saja memeluk Sungmin possessive tak lupa dengan mata yang terpejam sekaligus menghirup dalam-dalam aroma gadisnya yang sangat ia rindukan.
"Bogoshippeo…." Lirih Kyuhyun namun bisa di dengar oleh Sungmin. Gadis itu padahal ingin sekali menangis, namun ia segera menahannya sambil mengelus punggung Kyuhyun pelan.
"Nado, Kyu. Keundae, kita masih di depan umum. Kau tak takut jika paparazzi bisa saja mengintaimu dimana saja?" Bisik Sungmin sehingga membuat pelukan itu terlepas. Cepat-cepat Kyuhyun memasang kembali masker yang sejak tadi menggantung di lehernya kemudian memandang Sungminya penuh cinta.
"Kau benar. Hahhh~ salahkan diriku sudah tak tahan ingin memelukmu sehingga aku lupa jika kita masih berada di depan umum seperti ini." Ujar Kyuhyun dibalik maskernya dan di balas dengan kekehan oleh Sungmin.
"Ara..ara.. Ja, lebih baik kita kerumahku sekarang." Ajak Sungmin pada akhirnya dan dibalas anggukan oleh Kyuhyun. Mereka berdua pun kini berjalan beriringan, namun tanpa bergandengan tangan karena untuk artis seperti Kyuhyun harus senantiasa waspada terhadap paparazzi setiap saat.
10 menit mereka habiskan untuk sampai kekediaman Sungmin. Setelah memasuki rumah, Sungmin pun mengajak Kyuhyun untuk menunggu di ruang tamu karena gadis tersebut berniat untuk mandi. Siapapun tentu ingin tampil cantik di depan kekasih mereka sendiri bukan? Kyuhyun pun menurut kemudian dengan santai menikmati cemilan yang Sungmin sediakan sebelum masuk ke kamar tadi sambil menikmati acara televisi di depannya.
Rumah tersebut juga nampak sepi karena pagi-pagi sekali kedua orang tua Sungmin kembali mengunjungi Halmeoni-nya, sedangkan mungkin Eunhyuk masih asyik menikmati tidur nya di hari libur yang cerah ini.
Walaupun mata Kyuhyun tengah menatap layar TV, namun pikirannya kini entah melayang kemana. Ini sudah terhitung hampir 2 bulan ia tidak menemui kekasihnya. Namun ketika mereka sudah bertemu, ia sontak saja terkejut karena melihat perubahan yang amat drastis dari Sungmin-nya. Sosok yang ia intai sedari pagi tadi yang ia masih ragu jika itu Sungmin ternyata memang benar kekasihnya.
Kyuhyun hanya bisa percaya tak percaya. Sebab terakhir kali mereka bertemu badan Sungmin masih sangat terlihat berisi namun lain halnya dengan yang ia lihat tadi. Sungmin-nya kini sudah berhasil menurunkan bobot badannya bahkan hingga terlihat sexy dan dengan kaki jenjangnya yang berotot. Mungkin karena aktivitas lari yang rutin Sungmin lakukan membuat badan gadis itu terlihat sehat juga terlihat sempurna.
Sampai Kyuhyun hanya bisa menelan ludah kala Sungmin tadinya berdiri di depannya bahkan berlari-lari dengan memakai celana pendek ketat sehingga lekukan menggoda pada bagian pinggul hingga sepanjang kaki tersebut. Memang belum terlihat jenjang, namun tetap saja hal itu terlihat sexy bahkan Kyuhyun saja melihatnya menjadi panas dingin apalagi orang lain?
Tidak..tidak! Setelah ini, Kyuhyun benar-benar akan melarang Sungmin memakai celana pendek ketat lagi ketika berolahraga karena Kyuhyun tak ingin lekukan indah Sungmin menjadi tontonan orang lain. Perlu ditekankan! Lekukan Sungmin atau bahkan semua yang ada pada diri gadis itu adalah MILIK CHO KYUHYUN! Tak akan ia biarkan orang lain melihatnya ke-sexy-an gadis itu karena yang boleh melihatnya hanyalah dirinya. Biarkanlah Kyuhyun bersikap egois karena jika tidak seperti itu bukanlah Cho Kyuhyun namanya.
1 jam telah berlalu, namun Sungmin belum juga keluar dari kamarnya. Kyuhyun pun sudah merasa bosan sedari tadi. Channel TV sudah ia ganti berkali-kali bahkan cemilan di atas meja pun sudah habis.
Mata Kyuhyun sedari tadi terus melirik kearah tangga, berharap Sungmin akan segera turun dari sana, namun yang ditunggu-tunggu tak kunjung menampakkan batang hidungnya.
'Ayolah Kyu, jangankan bisa melihat batang hidung Sungmin sedangkan badan gadis itu saja tak juga nampak sedari tadi!' Pikir Kyuhyun miris sambil memencet-mencet remot TV secara beringas.
Namun aktivitas beringas Kyuhyun terhenti ketika melihat salah satu acara di TV. Bukan karena acara tersebut menarik, namun melihat sosok yang ada dilayar TV tersebut bersama dengan seorang gadis lain yang ia kenal membuat Kyuhyun terdiam, terlebih ketika melihat pemberitaan disana.
"Salah seorang pengusaha terkaya di Korea sekaligus penyanyi terkenal, Kim Youngmin, bekerja sama dengan sebuah agensi ternama 'YG Entertainment'. Kim Youngmin berniat mendebutkan salah seorang anak bungsunya Kim Haneul yang bakat menyanyinya tidak bisa diragukan lagi untuk bernaung didalam agensi yang telah menjadi miliknya bersama dengan Young Gun yang merupakan pemilik agensi YG sekaligus saudara sepupunya. Mereka kabarnya kini telah memiliki satu orang trainer lagi yang kebetulan adalah teman dari Haneul, Seo Jo Hyun…."
"Seo…Jo Hyun?" Gumam Kyuhyun masih terus memperhatikan layar TV terlebih disana telah nampak foto Jo Hyun bersama dengan Haneul tengah berada disebuah studio tari.
"…Dengan kemunculan calon-calon artis baru ini diharapkan dapat menambah ramai ranah music korea hingga go Internasional…"
Kyuhyun hanya bisa terdiam melihat pemberitaan tersebut. Jika diingat-ingat, bukankah Seo Johyun itu adalah bekas trainer SM Entertainment yang bahkan telah mengatai Sungmin dulu? Dan apa yang ia lihat tadi? Ia kini sudah menjadi trainer bersama dengan Kim Haneul? Entah mengapa perasaan Kyuhyun kini mendadak menjadi risau. Kemunculan berita ini Kyuhyun rasa akan menjadi ancaman yang sangat fatal untuknya, terlebih kedua gadis tersebut yang ia tau sama-sama tidak menyukai kekasihnya. Ia takut akan terjadi sesuatu yang menimpa Sungmin nantinya. Tapi… Tidak..tidak! Sebelum itu terjadi, Kyuhyun akan lebih dulu menjaga Sungmin dari gangguan apapun.
Tanpa Kyuhyun sadari, Sungmin sudah sedari tadi turun dari kamarnya dan kini sudah berdiri tepat disamping lelaki tersebut. Sungmin yang sedari tadi bingung karena Kyuhyun sedari tadi melamun sontak saja melambai-lambaikan tangannya di depan wajah tampan itu sambil menunduk heran.
"Kyu..." Panggil Sungmin dan berhasil membuat Kyuhyun sadar. Lelaki itu sontak saja menoleh kearah samping namun rasa terkejut itu kembali menyapa dirinya.
GLUP!
Mata Kyuhyun sontak saja membulat dan pipinnya mendadak memerah kala mendapati kejadian langka di depan matanya. Sungmin yang tengah menunduk di depannya bahkan memperlihatkan 'sesuatu' dibalik kaos kebesaran miliknya membuat Kyuhyun harus menelan air liurnya susah. Lelaki tersebut hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya cepat dan membuang pandangannya kemanapun asal tidak melihat 'milik kekasihnya.'
"Bi―bisakah kau berdiri dengan benar? Aku takut jika ke—kelepasan jika kau menggodaku dengan tak sengaja seperti ini.." Ujar Kyuhyun gugup masih dengan wajah malunya.
Sungmin yang mendengar ucapan gugup tersebut sontak saja berpikir dan berusaha mencerna apa yang dimaksud oleh Kyuhyun. Gadis itu pun menunduk sebentar dan terkejut kala melihat dadanya sudah terekspos di depan kekasihnya.
Sungmin sontak saja gelagapan sambil menutupi dadanya sendiri. Gadis itu pun cepat-cepat menegakkan badannya tak lupa dengan wajahnya yang mendadak ikut memerah.
"Mi—mian…" Cicit Sungmin malu namun masih bisa di dengar oleh Kyuhyun. Lelaki tersebut hanya bisa mengangguk gugup namun masih membuang pandangannya kearah lain.
Sungmin hanya bisa merutuki hal bodoh yang ia lakukan tadi kemudian memilih untuk duduk di sofa yang sama dengan Kyuhyun, namun dengan jarak yang cukup jauh. Kyuhyun yang sadar jika Sungmin sudah agak menjauh darinya akhirnya bisa membuang nafasnya lega dan bernafas dengan normal.
Kyuhyun pikir berada dijarak yang dekat dengan Sungmin-nya yang sekarang harus menuntut Kyuhyun untuk bersikap waspada dan banyak-banyak mengingat Tuhan karena ia takut jika nanti bisa saja kelepasan.
Lama mereka berada didalam kecanggungan dan akhirnya Kyuhyun memilih untuk angkat bicara duluan.
"Min, kau sudah latihan hari ini? Bukankah malam nanti penentuan siapa yang akan berhasil menjadi pasangan duetku nantinya?" Tanya Kyuhyun sambil memandang Sungmin yang sedari tadi tengah menunduk. Mendegar jika Kyuhyun mengajaknya bicara membuat gadis itu menoleh kearahnya tak lupa sambil mengulum senyumnya.
"Untuk hari ini belum karena pagi tapi aku sedang berolahraga. Tapi, aku berniat menghabiskan waktuku hari ini untuk latihan." Jawab Sungmin pasti dan dibalas anggukan mengerti oleh Kyuhyun.
"Kyu, apa tak masalah jika kau mengunjungiku hari ini? Apa eommamu tak akan marah?" Pertanyaan itu tiba-tiba muncul didalam pemikiran Sungmin dan mau tak mau membuat Kyuhyun menoleh kearahnya. Terlihat Kyuhyun berpikir sebentar namun tak lama memamerkan senyum memikatnya.
"Jangan khawatir. Eomma tak akan tau jika aku ada disini. Lagipula, aku ingin menemani kekasihku seharian penuh hari ini dan memberikan semangat tentunya karena kau harus berjuang malam ini. Aku akan membantumu melatih vocal bahkan mungkin mengajarimu menari. Aku ingin memastikan bahwa kualitas vocal dan fisikmu baik hari ini." Kyuhyun berucap jujur sambil memandang sayang Sungmin-nya. Sungmin yang mendengar hanya bisa mengangguk haru sambil tersenyum tentunya.
"Ja, baiklah. Kita latihan sekarang!" Ujar Kyuhyun semangat dan dibalas anggukan semangat juga oleh Sungmin.
Dan seharian menjelang malam nanti benar-benar mereka habiskan berdua, bahkan Sungmin mengerahkan segala kemampuan yang ia punya, mulai dari menyanyi, memainkan musik, hingga menari pun ia persiapkan dengan matang. Bahkan Sungmin sudah menyiapkan sebuah lagu special untuk malam nanti dan tentu lagu tersebut adalah lagu favorit Kyuhyun juga. Persiapan hari ini adalah menjadi penentuan untuk keberhasilan Sungmin nanti. Gadis itu hanya bisa berharap, semoga ia bisa melewatinya dengan baik hari ini.
'Semangat Min!'
.
.
.
Malam ini suasana terlihat ramai di studio 1 di SM Building. Kursi penonton sudah terisi penuh mulai dari penonton biasa, keluarga-keluarga pendukung para trainer, bahkan ada sebagian penikmat music yang ikut mengisi kursi-kursi disana.
Hari ini memang hari yang sangat mendebarkan bagi para trainer karena hari ini adalah penentuan dimana perjuangan mereka akan segera terbalaskan.
Mereka kini sudah dirias masing-masing karena setelah ini akan menampilkan seluruh kemampuan terbaik mereka, begitupun Sungmin. Setelah dirias, ia pun kembali menyendiri di pojok ruangan untuk kembali melatih kemampuannya. Tak lupa suplemen sudah ia minum agar daya tahan tubuhnya tetap terjaga hingga acara ini selesai. Dan untuk urutan tampil, Sungmin lagi-lagi mendapati urutan yang terakhir. Entah itu di sengaja atau memang takdirnya seperi itu, namun Sungmin tentu tak masalah karena baginya persiapannya untuk tampil akan lama jika begitu.
Acara sudah lama dimulai dan satu persatu trainer sudah mulai menunjukkan kemampuan mereka. Untuk sistemnya, dalam penampilan pertama, para trainer dipersilahkan untuk menunjukkan bakat memainkan music mereka masing-masing. Dan untuk penampilan kedua, para trainer dipersilahkan untuk menyanyi terlebih dahulu, setelahnya dilanjutkan untuk menunjukkan tarian mereka.
Tiba saatnya bagi Sungmin naik keatas panggung untuk penampilan pertama. Setelah menghela nafasnya berat, Sungmin pun bangkit dari duduknya sambil membawa gitar merah muda yang biasa ia mainkan.
Dengan gerakan pelan, Sungmin pun naik keatas panggung. Namun tak lama teriakan-teriakan dukungan kini tertuju padanya dan membuat Sungmin terdiam. Dilihatnya kearah penonton dan betapa terkejutnya Sungmin saat ayah, ibu, Eunhyuk, Donghae bahkan teman-teman satu kelasnya datang mendukungnya. Sungmin sendiri sempat bingung. Sejak kapan teman-teman sekelasnya itu peduli padanya bahkan mereka terlihat paling heboh sekarang?
Namun Sungmin tak mau ambil pusing, bahkan ia merasa sangat terharu saat teman-temannya datang mendukungnya seperti ini. Tanpa Sungmin sadari pun para juri yang selama 2 bulan tidak bertemu dengan Sungmin sontak saja terkejut kala melihat perubahan drastis dari gadis tersebut. Mereka bahkan sempat menduga jika gadis yang memakai gaun selutut berwarna putih gading di atas panggung ini bukanlah Lee Sungmin, namun setelah melihat senyum khas gadis tersebut membuat mereka yakin jika gadis ini benar-benar dirinya.
Setelah menarik nafas dalam, Sungmin pun memulai permainan gitarnya yang sangat khas ditelinga para juri. Alunan gitar Sungmin walaupun hanya permainan klasik namun Sungmin berhasil memainkan dengan cara yang berbeda sehingga terdengar unik, merdu, dan tak lupa terdengar menarik ditelinga para juri.
Para penonton masing-masing terdiam menikmati alunan gitar yang Sungmin mainkan bahkan seperti ikut larut dalam permainan gitar Sungmin.
JRENGG~
Penampilan tersebut pun ditutup dengan petikan terakhir dan dihadiahi tepuk tangan oleh para juri dan penonton-penonton disana. Sungmin pun merasa senang karena sudah berhasil melewati tantangan pertama.
Setelah membungkuk di depan para juri, gadis cantik itu pun turun dari atas panggung kemudian kembali ke ruangan istirahat yang terlihat sepi karena trainer lain berada di ruangan yang terpisah dengannya. Dikeluarkannya sebotol minuman dari dalam tasnya kemudian meminum air tersebut pelan. Setelah merasa lega, Sungmin pun menyeka peluh yang membasahi pelipisnya menggunakan punggung tangannya.
"Jangan diseka pakai tangan. Pakai ini saja." Ujar seseorang dan berhasil membuat pergerakan Sungmin terhenti. Ditolehkannya wajahnya dan matanya memicing kala melihat siapa yang telah berdiri sambil menyodorkan sapu tangan kepadanya.
"Jungmo-sshi? Bagaimana kau bisa ada disini?" Tanya Sungmin kaget karena tau-tau lelaki yang baru ia kenal pagi tadi sudah berdiri di depannya. Bahkan, mengapa ia bisa masuk kesini? bukankah disini hanya bisa dimasuki oleh trainer atau staff yang berhubungan dengan agensi ini?
"Syukurlah kau masih mengingatku. Tentu saja bisa. Karena aku mengatakan jika ingin menemui salah seorang trainer disini." Jawab Jungmo seadanya namun malah membuat Sungmin mengernyitkan alisnya.
"Siapa yang ingin kau temui?"
"Kau."
"Aku?" Jawaban lelaki itu sontak saja membuat Sungmin tambah mengenyitkan alisnya. Datang kesini hanya untuk menemuinya? Apa ia tak salah dengar? Jika hanya dengan alasan seperti itu tak mungkin ia bisa masuk kesini dengan mudah.
"Untuk apa kau menemuiku? Apa ada hal penting yang ingin kau katakan?" Tanya Sungmin ingin tau namun malah dibalas kekehan oleh Jungmo.
Terlihat lelaki itu berpikir sebentar kemudian malah menatap Sungmin dalam diammnya. Sungmin yang ditatap dalam seperti itu sontak saja merasa gugup dan sontak saja memutus pandangan mereka.
"Kau cantik. Apa kau sudah ada yang memiliki?"
Pertanyaan itu tanpa di duga keluar dari bibir Jungmo dan berhasil membuat Sungmin terkejut. Sungmin sontak memandang wajah itu yang kini juga tengah menatapnya. Lama mereka terdiam hingga tanpa sadar tangan kekar Jungmo terangkat untuk menyentuh pipi Sungmin, namun sebelum aksi itu terjadi sebuah suara lelaki lebih dulu menghentikan aksi tersebut.
"Jungmo-Hyung, kenapa kau bisa ada disini?" Kyuhyun tiba-tiba muncul dari balik pintu dan berhasil membuat Jungmo menyembunyikan tangannya dan merutuki kedatangan lelaki tersebut dalam hati. Dengan memasang topengnya yang kasat mata, Jungmo pun tersenyum di depan Kyuhyun sambil mendekati lelaki tersebut berpura-pura senang.
"Eoh, kau Kyu? Aku hanya sedang menemui seseorang yang special disini. Geureom, aku kembali dulu ne?" Setelah menepuk bahu Kyuhyun, Jungmo benar-benar pergi dan meninggalkan Sungmin dan Kyuhyun yang masih terdiam disana.
Kyuhyun pun berbalik untuk memandang punggung lelaki itu yang mulai menjauh. Menemui seseorang yang special disini? Bukankah di ruangan ini hanya ada Sungmin? Entah mengapa perasaan Kyuhyun mendadak tak enak dan tanpa sadar lelaki itu mengepalkan tangannya kuat.
Setelah menutup pintu dan menguncinya untuk memastikan tak ada yang melihatnya masuk kedalam ruangan ini, didekatinya Sungmin yang kini tengah memandang dirinya penuh tanya.
"Kau kenal dia?" Tanya Sungmin saat Kyuhyun sudah berdiri di depannya.
"Harusnya pertanyaan itu kau tujukan pada dirimu sendiri. Sejak kapan kau mengenal Jungmo Hyung?" Tanya Kyuhyun balik namun lebih terdengar seperti sebuah bentakan. Sungmin yang mendengar pertanyaan itu sontak saja terdiam karena terkejut mendapat bentakan secara tiba-tiba dari Kyuhyun.
"Aku baru mengenalnya tadi pagi dan harusnya kau tak membentakku karena masalah ini." Lirih Sungmin hampir menangis dan sontak membuat Kyuhyun tersadar dengan apa yang telah ia lakukan. Dengan cepat lelaki tersebut memeluk Sungmin dan mengusap surai itu sayang.
"Maafkan aku. Aku tak bermaksud untuk membentakmu. Aku tak hanya kau dekat dengan lelaki lain selain aku."
'Terutama Jungmo-Hyung..' Batin Kyuhyun masih mengusap surai Sungmin karena gadis itu hampir menangis namun gadis itu tahan karena takut riasannya akan rusak nantinya.
Dengan perlahan Kyuhyun melepas pelukan mereka kemudian menangkup pipi chubby tersebut dan mengusapnya pelan.
"Ku mohon jauhi dia. Jangan biarkan dia mendekatimu, arachi?" Pinta Kyuhyun dengan sangat namun Sungmin tentu mengangguk pasti. Kyuhyun pun bisa bernafas lega kemudian mengecup kening itu cepat.
"Baiklah. Sekarang persiapkan dirimu untuk penampilan kedua. Aku akan kembali sekarang. Selamat berjuang sayang!" Semangat Kyuhyun dan berhasil membuat Sungmin tersenyum. Gadis itu pun mengangguk pasti kemudian mengepalkan tangannya kuat diudara.
"Semangat!"
Setelah itu, Kyuhyun pun pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan gaya mengendap-ngendap takut ketahuan dan berhasil membuat Sungmin terkikik geli dibelakangnya. Setelah lelaki itu benar-benar pergi, Sungmin pun kembali mengunci ruangan tersebut bersiap untuk mengganti outfit-nya.
Namun pikirannya masih tertuju kepada kejadian tadi, terlebih melihat ekspresi tak sukanya Kyuhyun terhadap Jungmo. Sungmin rasa ada sesuatu yang terjadi di antara mereka berdua. Gadis itu berpikir akan meminta penjelasan Kyuhyun nanti, namun yang ada dipikirannya sekarang bagaimana mempersiapkan diri untuk penampilan keduanya nanti.
"Fokus untuk penampilan keduamu Min. Figthting!"
.
.
.
Saatnya penampilan kedua. Sungmin sudah siap dengan kostumnya yang berbentuk 2 lapis. Lapisan pertama untuk menari nanti dan lapisan kedua untuk menyanyi.
Setelah metralkan rasa gugupnya, Sungmin pun naik keatas panggung dengan gaun panjang berwarna cream yang ia kenakan. Sorak sorai tak luput ditujukan untuk dirinya dan membuat Sungmin merasa sangat senang.
Tak lama alunun music ballad pun mulai terdengar dan membuat Sungmin menutup matanya pelan.
keopihanjanhae hongdaeap-eseo
gadishonjaseobamneuj-eunsigan-e
keopihanjanhae
keopihanjanhae eonjenga dul-iseo
deulleossdeon igos-e
ijen nahonjaseo keopihanjanhae
geu hanjansog-eneun sseudisseun
neowaui chueog-i iss-eossgo
geu hanjanman-eulon
ajig neol ij-eul su eobs-eulgeosgat-a
sul-ina hanjanhae
ni ma-eumcheoleom doghaeppajin
sul-ina hanjanhae
ni mam-eulnaege doedollyeojul sul-ina hanjanhae
geuleoda niga chwihaebeolimyeon
nal an-ajulkka naegelo dol-aolkka
bam-isaedolog sul-ina hanjanhae
Suara Sungmin yang terdengar memukau membuat semua orang disana terdiam seolah terlarut terbawa suasana hati yang Sungmin rasakan. Kyuhyun yang berada di kursi penonton paling depan hanya bisa menatap Sungmin terpesona. Bukan hanya karena kecantikan gadis tersebut, namun juga karena suara Sungmin yang terdengar sangat indah ditelinganya.
oneuldo saeng-gagna geuttae geu jalie
cheongseungtteolmyeonseo
yeojeonhi honjaseo oneuldo hanjanhae
geu hanjansog-eneun sseudisseun
uliui chueog-i iss-eossgo
geu hanjanman-eulo
ajig neol ij-eul su eobs-eulgeosgat-a
sul-ina hanjanhae
ni ma-eumcheoleom doghaeppajin
sul-ina hanjanhae
ni mam-eulnaege doedollyeojul sul-ina hanjanhae
geuleoda niga chwihaebeolimyeon
nal an-ajulkka naegelo dol-aolkka
bam-isaedolog sul-ina hanjanhae
geu ibyeolboda sseujianh-eun sulhanjan-euloneun
neoleul bonaelsuga eobs-eulgeosgat-a
oneulman wajullae
butjabji anh-eulge
sul-ina hanjanhae
dol-aolago haji anh-eulge
sul-ina hanjanhae
an-adallago haji anh-eulge
sul-ina hanjanhae
oneul-eul gieoghaji moshage
chwihaebeolimyeon neoleul biwobeolimyeon
geuttaen bonael su iss-eulgeosgat-a
majimag-eulo dul-iseo hanjanhae
Ketika lagu tersebut habis, music tersebut tersebut tiba-tiba terganti dengan sebuah music hip hop dan sesuatu yang mencengangkan terjadi. Dengan gerakan sexy, Sungmin melepas rok panjangnya di atas panggung dan hanya menyisakan sebuah celana hot pants ketat yang memperlihatkan paha mulusnya sehingga menunjukkan kesan sexy dari gadis tersebut.
Semua orang disana tercengang kala Sungmin menggerakkan tubuhnya lincah namun sexy di atas panggung, tak terkecuali Kyuhyun. Lelaki tersebut hanya bisa menelan ludahnya susah payah kala Sungmin yang ia tau terlihat kaku jika menari, namun malam ini malah terlihat sangat erotis.
Kyuhyun bahkan tak rela saat terdengar teriakan-teriakan lelaki di kursi penonton sana. Ingin sekali Kyuhyun menarik Sungmin agar berhenti menari kemudian menyumpal mulut-mulut lelaki ganjen yang berani menyoraki Sungmin-nya. Namun ia urungkan niat tersebut dan lebih memilih untuk diam menatap Sungmin yang masih terlihat sexy di atas sana.
3 menit berlalu dan akhirnya tarian itu berhenti. Teriakan-teriakan dukungan senantiasa tertuju untuk Sungmin dan menghasilkan senyum dari bibir tipis gadis tersebut. Sungmin pun memberikan penghormatannya kepada seluruh orang yang ada disana kemudian turun menuju backstage. Sungmin kini hanya perlu menunggu keputusan para juri. Ia hanya berdoa kepada Tuhan dan berharap akan mendapat kejutan setelah ini.
15 menit berlalu. Semua trainer satu persatu naik ke atas panggung kemudian para juri memberikan komentar-komentar mereka masing-masing untuk para trainer. Sungmin dan Sooyoung sama-sama mendapat pujian atas penampilan mereka hari ini sehingga membuat Sungmin merasa was-was karena Sooyoung sama hebatnya dengan dirinya malam ini.
"Semua penampilan para trainer sangat menakjubkan malam ini, namun hanya ada 1 nama yang akan menjadi pasangan duet Cho Kyuhyun…" Ujar Shindong sambil menunjukka sebuah amplop ditangannya. Lelaki tambun itu pun menghela nafasnya pelan kemudian mulai mengeluarkan kertas putih dari sana. Shindong tersenyum sebentar membaca nama trainer terpilih disana kemudian menatap para trainer satu persatu.
"…Dan, yang berhasil menjadi pasangan duet Cho Kyuhyun..adalah…" Ujarnya sambil memberikan jeda untuk kalimatnya dan berhasil membuat semua orang disana tambah penasaran. Shindong pun menarik nafasnya kemudian mengangkat kertas tersebut diudara.
"SELAMAT UNTUK LEE SUNGMIN! KAU BERHASIL MENJADI PASANGAN DUET CHO KYUHYUN! CHUKKAHAE!" Teriak Shindong dan berhasil membuat orang-orang disana tercengang sekaligus ikut senang, tak terkecuali Sungmin dan Kyuhyun.
Gadis itu hanya bisa menutup mulutnya tak percaya dan air mata bahagia tak bisa ia bendung lagi. Semua trainer pun kompak memeluk Sungmin dan memberikan selamat kepada gadis itu. Mereka seperti sudah ikhlas jika Sungmin lah yang menjadi pasangan duet Kyuhyun.
Kyuhyun pun kini sudah berdiri di atas panggung. Lelaki tersebut pun membawakan sebuket bunga dan memberikannya special untuk Sungmin.
"Chukkahae.." Ujar lelaki itu disertai senyum dan tentu dibalas senyuman oleh Sungmin juga tentunya.
Sorak-sorai tak luput diberikan untuk keberhasilan Sungmin. Perjuangan selama hampir setengah tahun ini sekarang telah terbayarkan. Ia kini sudah resmi mencapai impiannya untuk bisa menjadi seoarang artis bersama kekasihnya, sesuai dengan apa yang telah mereka impikan sejak kecil.
Tinggal beberapa langkah lagi agar impian tersebut sempurna dan ia akan mempersiapkan diri untuk menemui Heechul lagi bulan depan. Semoga keberhasilan akan terus menyertai Sungmin setelah ini.
.
.
.
"Ayo kita rayakan keberhasilanmu.."
Ajak Kyuhyun ketika dirinya sedang berjalan berdampingan bersama Sungmin menuju mobil audi biru miliknya di parkiran basement. Sungmin pun sudah meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk menghabiskan malam ini bersama Kyuhyun, dan baiknya kedua orang tuanya dengan senang hati memberi mereka izin.
Sungmin pun tentu mengangguk setuju mendengar ajakan itu dan dengan senang hati akan menuruti kemanapun Kyuhyun akan mengajaknya pergi malam ini.
Ketika mereka baru akan menuju mobil, langkah mereka berdua sama-sama berhenti saat mendapati seorang lelaki jangkung kini tengah bersandar di depan mobil Kyuhyun.
Menyadari jika ada dua orang yang mendekatinya, lelaki tersebut pun menoleh tak lupa sambil memamerkan senyum memikatnya. Dengan gerakan pelan, lelaki tersebut pun berjalan kearah mereka berdua dan berdiri tepat di depan Sungmin.
"Chukkae atas keberhasilanmu Sungmin-sshi.." Ujar Jungmo, lelaki itu sambil memberikan sebuket bunga untuk Sungmin. Terlihat Sungmin merasa terkejut karena diberi bunga secara tiba-tiba seperti ini, namun tak lama Sungmin tetap menyambutnya sambil balas memberikan senyum manisnya.
"Gomawo Jungmo-sshi.." Ujar Sungmin pelan dan berhasil membuat Jungmo tersenyum sumringah.
Tapi, tak sadarkah mereka jika Kyuhyun sedari tadi sudah menahan kesal ditempatnya dengan kepala yang sudah seperti mengeluarkan tanduk merahnya? Kyuhyun tanpa sadar mengepalkan tangannya kuat saat Sungmin malah menyambut hadiah pemberian dari lelaki tersebut, bahkan dengan gampangnya memberikan senyum manisnya yang harusnya hanya dimiliki olehnya, MILIK CHO KYUHYUN!
Dengan kesal, Kyuhyun merebut buket tersebut dari tangan Sungmin kemudian menghirupnya dalam. Hal itu membuat Sungmin sontak terkejut terlebih Jungmo yang melihatnya.
'Apa-apaan dia?!' Batin Jungmo sambil memandang Kyuhyun tak suka.
"Wuahhh… bunganya harum sekali. Terima kasih bunganya Hyung. Kau tau? Aku saaangaaatt menyukainya." Ujar Kyuhyun dengan wajah dibuat-buat bahagia dan berhasil membuat Jungmo membulatkan matanya.
"Ta—tapi bunga itu untuk―…."
"Lain kali bisakah kau membelikan lagi yang lebih besar? Jika perlu disertai dengan coklat. Geurom, kami pergi dulu, Hyung? Annyeong.." Setelah melambaikan tangannya, Kyuhyun benar-benar menarik Sungmin untuk cepat masuk kedalam mobilnya. Setelah memastikan Sungmin sudah masuk, Kyuhyun pun berlari untuk menuju pintu kemudi, kemudian dengan cepat pula menancapkan gasnya, meninggalkan Jungmo yang hanya bisa terdiam ditempatnya. Terlihat lelaki tersebut mengepalkan tangannya kuat kemudian menendangkan kakinya diudara.
"Sialan kau Cho Kyuhyun! Akan ku balas kau nanti!"
.
.
.
"Kyu?"
"Hm…"
"Sebenarnya siapa Jungmo itu? Kau terlihat akrab dengannya?"
Mereka berdua kini tengah berada di restoran ternama dengan ruangan VVIP demi menjaga privasi mereka. Kyuhyun yang sedari tadi tengah mengunyah steak-nya, sontak saja menghentikan acara makannya kemudian memilih untuk meneguk jus miliknya. Terlihat lelaki tersebut terdiam sebentar kemudian memandang Sungmin dalam.
"Itu hanya perasaanmu saja, Min. Aku tidak akrab dengannya. Dan aku tak pernah sama sekali pun untuk bisa akrab dengannya." Jawab Kyuhyun serius dan berhasil membuat kerutan didahi Sungmin.
"Kenapa seperti itu? Apa kau punya masalah dengannya? Jika dilihat-lihat, sepertinya dia orang yang baik…"
"Baik diluar belum tentu terlihat baik didalam Min. Dan ku mohon, jangan bahas dia sekarang. Aku tidak suka jika kebahagiaan kita malam ini malah dirusak hanya karena orang seperti dia. Tapi aku janji, suatu saat nanti aku akan menceritakan siapa dia sebenarnya." Bujuk Kyuhyun pada akhirnya dan berhasil membuat Sungmin terdiam.
Padahal Sungmin ingin mendapat penjelasan dari Kyuhyun sekarang, namun melihat jika Kyuhyun terlihat sedang tidak memiliki mood yang baik membuat Sungmin harus mengangguk walaupun masih dengan raut ragu diwajahnya.
"Ne.."
"Baiklah, habiskan makanmu. Setelah ini aku akan mengajakmu ke Lotte World. Aku sudah menyewa seluruh wahana disana untuk hanya kita pakai berdua semalam penuh tanpa gangguan apapun." Ajakan yang Kyuhyun tawarkan membuat Sungmin yang semula memasang wajah sendu, sontak saja memandang Kyuhyun dengan mata berbinar.
"Jeongmal?" Tanya Sungmin dengan wajah antusias dan dibalas anggukan pasti oleh Kyuhyun.
Gadis itu pun tersenyum senang dan dengan semangat menghabiskan makannya. Kyuhyun yang melihat antusiasnya Sungmin tentu saja mengulumkan senyumnya ikut senang. Namun didalam hati dan pikirannya kini entah melayang kemana-mana. Semoga perasaannya yang tengah risau ini tidak menandakan sesuatu hal yang buruk akan terjadi.
.
.
.
"Oppa, kenapa baru pulang? Ini sudah tengah malam. Kau tau aku sudah lama menunggumu sedari tadi."
Seorang gadis yang semula tengah menonton TV sontak saja menoleh kearah pintu saat seorang lelaki tampan sudah memasuki rumah dengan wajah yang terlihat kusut. Haneul, gadis itu yang melihat keadaan kakaknya sontak saja mendekati lelaki tersebut dan mengusap pipi tirus itu pelan.
"Oppa, gwaenchana?" Tanya Haneul khawatir namun lelaki itu hanya menggeleng pelan.
"Gwanchana. Oppa hanya kelelahan karena urusan kantor. Ja, cepatlah tidur. Oppa juga setelah ini akan beristirahat." Ujar lelaki itu sambil mengusap surai sang adik pelan. Terlihat Haneul mengangguk patuh kemudian mencium pipi kiri kakaknya.
"Ne, kalau begitu aku akan tidur. Jungmo oppa juga cepatlah tidur. Jangan lembur lagi ne?" Saran Haneul kepada Jungmo, kakaknya dan berhasil membuat lelaki tampan tersebut terkekeh. Lelaki itu hanya mencubit gemas pipi Haneul sambil terkekeh pelan.
"Ara..ara.."
Setelah ini mereka sama-sama berpisah untuk menuju kamar mereka masing-masing. Jungmo pun tengah berjalan gontai untuk masuk ke kamarnya.
Dengan suasana kamar yang masih temaram, lelaki tersebut pun berjalan mendekati lemari putih besar didalam kamarnya. Dibukanya pintu lemari tersebut kemudian ia pun membuka lagi kunci satu buah pintu rahasia didalam sana. Dimasukinya pintu tersebut dan ia kini telah berada disebuah kamar rahasia yang terlihat sangat temaram dengan lampu berwarna merah.
Didekatinya sebuah meja kemudian matanya tertuju pada foto-foto yang tertempel penuh didinding ruangan tersebut. Foto seorang gadis namun dengan berbagai macam kegiatan, mulai dari gadis tersebut berangkat sekolah, memakan ice cream, duduk sendirian di taman, bersepeda, olahraga malam, hingga ia mengeluarkan sebuah foto lagi yang baru ia dapatkan tadi. Sebuah foto gadis cantik yang tengah tersenyum haru sambil melambai-lambaikan tangannya kearah penonton.
Lee Sungmin, adalah sosok gadis yang foto-fotonya memenuhi dinding ruangan tersebut. Mulai dari gadis itu masih bertubuh gendut hingga bisa dikatakan langsing dan cantik seperti sekarang.
Jungmo terus memandangi foto yang baru ia dapatkan tadi. Ditatapnya dalam diam foto tersebut dan tak lama mencium tepat di bagian wajah Sungmin lama. Setelah itu, Jungmo pun menempelkan foto tersebut dibagian yang masih kosong kemudian berjalan mundur menikmati karyanya. Foto-foto Polaroid Sungmin yang tertempel dimana-mana dan menjadi kesenangan dan kepuasan tersendiri untuk Jungmo.
"Tak lama lagi bukan hanya foto-fotomu saja yang kumiliki, namun semua yang ada pada dirimu akan menjadi milikku Lee Sungmin. Tunggulah saatnya nanti…"
.
.
.
to be continued…
.
.
.
ohnisa : Ini udah fast kan chingu? :D
Park RinHyun – Uchiha : hihihihi… niatin kurus buat Daddy chingu. Biar kayak Ming Mom juga, cepet kurusnya :D
Kyumin Town : wkwkwk.. saya yang bikin aja bingung sendiri. Kayaknya terlalu kurus kalo 45 ya? Tapi gpp deng. Namanya juga fiksi, yang impossible juga semua bisa jadi possible /PLAK!
ovallea : nah iya disini Ming mom nya bahenol ya? Walopun gak kurus2 amat yang penting mah bohay :v wkwk
snmayy88 : aamiin.. amiin. kalo udah jadi mantu kan pas resepsi kita bisa makan gratis :v
orange girls : hihihi.. ne ne… kita beri selamat buat 2 couple kita yang sedang berbahagia /Tebarbunga~
asih joyers : ne. Perjuangan Ming mom gk sia-sia kan? /TOS!
Guest : berarti Ming Mom bisa memotivasi semua orang dong ya? Syukurlah kalau begitu :D
mitch : iya iya bener… gk nyangka kan? Sama.. author juga :D /TosBareng~~
Michiko Haruna : makasih banget chingu buat semangat nya /HUG! FF ini bakalan saya tametin kok. Jadi pantengin terus ya? ;)
.
.
.
Annyeong haseyo.. Chapter 11 is update! XD
Saya ucapkan terima kasih banyak untuk readers yang saya balas review nya diatas. Insha Allah saya akan rutin update, paling lama 1 minggu sekali biar sebelum lebaran ff ini udah kelar.
Sedikit bocoran, ff ini bentar lagi tamat jadi jangan lupa pantengin ff ini terus ya? Sekali lagi makasih semuanya /Flykiss~
