ctDisclaimer: BLEACH punya tite kubo tuh.
Warning :OC, OOC, AU, Typo, ICHIRUKI. Don't Like, Don't Read !
SUMMARY : "Sekarang, semuanya Happy Ending," – Hikari.
Chapter 11
- Happy Ending -
"Rukia, kau baik-baik saja?"
Rukia yang setengah melamun segera menoleh memandang Ichigo. "Eh? Apa maksudmu?"
"Kau melamun dan kelihatan,.. sedih?"
Rukia pura-pura kesal. "Mana mungkin aku sedih kalau aku sudah mendapatkan ingatanku kembali?"
Ichigo memandang Rukia ragu, tapi kemudian pandangan ragu itu lenyap dan digantikan pandangan sayang. "Ya, mana mungkin sedih ya, terutama aku."
Giliran Rukia yang memandang Ichigo bingung.
Ichigo tersenyum. "Mana mungkin aku sedih jika akhirnya aku ingat bahwa kau adalah orang yang berharga bagiku, dan orang yang,… kucintai," kata Ichigo. "Dan lagi, aku senang sekali karena kita memiliki kesempatan hidup bersama sekali lagi."
Kata-kata Ichigo bagaikan menusuk Rukia, membuat gadis itu ingin menangis. Gadis itu tahu, bahwa pada akhirnya rohnya akan hancur, 3 hari lagi. Dan itu, akan membuat Ichigo sedih. Dan Rukia, tak ingin membuat Ichigo sedih.
"Eh, kenapa kau menangis Rukia?"
"Aku hanya senang," kata Rukia. "Karena aku,… juga mencintaimu Ichigo." Rukia menyentuh pipi Ichigo dengan kedua tangannya. "Mencintaimu di masa laluku, masa depanku, dan sekarang, selalu mencintaimu dengan seluruh hidupku, hanya kamu."
Ichigo langsung merengkuh Rukia dalam pelukannya begitu dia selesai berkata-kata. "Aku juga Rukia, aku juga."
Tapi, kita tak akan memiliki masa depan, Ichigo, batin Rukia.
Dan Rukia pun membalas pelukan Ichigo dengan erat.
. .
Dok,… Dok,… Dok,….
"Ishida-kun, Ishida-kun," pangil Inoue sambil menggedor pintu rumah Ishida.
Tak lama kemudian, seseorang membukakan pintu, Ishida.
"Ya, Inoue-san?"
Inoue memasang ekspresi seperti ingin menangis. "Bagaimana ini, Ishida-kun?"
Ishida menghela nafas kemudian memeluk Inoue. "Tenanglah, Inoue-san," kata Ishida. "Kuchiki tak mungkin ingin melukai perasaan Kurosaki, dia tak akan tega membuat Kurosaki menangis."
Inoue mengangguk dalam pelukan Ishida. "Tapi, Kuchiki-san akan mati lagi, dan mungkin saja gara-gara itu Kurosaki-kun jadi terpuruk dan kemudian jiwanya mati."
"Itu tidak mungkin," bantah Ishida. "Kuchiki pasti mengusahakan sesuatu untuk si-bodoh-tukang-bikin-nangis-cewek itu."
Inoue tertawa. "Terima kasih sudah menghiburku, Ishida-kun."
"Tak masalah, asalkan kau tidak terus-terusan membicarakan Kurosaki, aku kan jadi cemburu," kata Ishida.
Inoue blushing.
"Bercanda," kata Ishida setelah keheningan.
Inoue makin merah wajahnya. "Ishida-kun kejaaaammm,…" kata Inoue sambil berlari pergi.
"Hati-hati di jalan Inoue-san."
Dan kemudian, setelah Inoue menghilang dari pandangan, Ishida masuk kembali ke dalam rumah, meninggalkan suara debam pintu di belakangnya.
. .
"Selamat malam, Sou-taichou," kata Hikari yang tiba-tiba muncul dari balik pusaran api di Divisi 1.
Sou-taichou, yang hanya sendirian disana, berbalik dari memandangi Soul Society menjadi memandang garang Hikari.
"Aduh, seram sekali lho, aku jadi takut," canda Hikari.
"Apa maumu?"
Hikari tersenyum. "3 hari lagi, Kuchiki Rukia akan kubawa kembali ke dunia sana," jawab Hikari.
Hening sejenak sampai Sou-taichou berucap, "Lalu apa rencanamu selanjutnya?"
"Itu rahasia," jawab Hikari.
"Kau memang suka bermain rahasia," gumam Sou-taichou, membuat Hikari tertawa. "Lalu, boleh kutanya apa tujuanmu menghancurkan menara putih?"
Hikari langsung tampak seperti membatu. "Ahahaha,… itu sih hanya karena untuk bersenang-senang kok," jawabnya.
Sou-taichou langsung mendelik memandang Hikari. "Dasar kurang ajar!" kata Sou-taichou sambil menyabetkan Ryujin jakka-nya ke arah Hikari.
"Kyaa,…" jerit Hikari sambil menghindari serangan Ryujin jakka.
"Jangan menjerit seperti perempuan!"
"Aku memang perempuan, Yama-jii!"
"Jangan membantahku!"
Dan seterusnya selama semalaman teriakan terus bergema di ruangan itu, membuat siapapun yang ingin masuk jadi mengurungkan niatnya.
Three Days Later
"Rukia!" Ichigo memanggil Rukia yang sedang berdiri dipantai.
Rukia, yang berpakaian terusan kesukaannya, dan rambutnya pun sudah dipotong sebahu seperti dulu, menoleh. "Ichigo," sapa Rukia.
"Ada apa kau ingin kita kemari?"
Rukia tersenyum sedih. "Aku ingin mengucapkan selamat tinggal."
"Untuk apa? Kau mau kemana?"
Rukia berbalik memandang laut. "Aku akan kembali ke dunia sana, mati untuk kedua kalinya."
Ichigo bingung. "Apa maksudmu?"
"Ichigo, sebenarnya aku tidak akan bereinkarnasi dan harus hancur, makanya aku meminta Hikari menghidupkanku lagi untuk sementara, hanya untuk menyampaikan padamu bahwa aku mencintaimu," kata Rukia. "Dan sekarang sudah saatnya bagiku untuk menerima takdirku."
"Kau pasti bercanda."
Rukia menggeleng. "Tidak, sayangnya aku tidak bercanda," kata Rukia. "Tapi aku sendiri pun masih menyimpan harapan untuk bertemu lagi."
"Jangan pergi!" seru Ichigo sambil memeluk Rukia. "Aku mohon, Rukia. Kalau kau pergi, hujan akan kembali turun di hatiku."
Rukia melepaskan pelukan Ichigo. "Mulai sekarang, kau tak akan sendirian lagi. Ada aku atau tidak, kau harus tetap hidup, janji?"
"Aku tidak bisa berjanji," kata Ichigo.
Rukia berkacak pinggang. "Kemarikan kelingkingmu!" katanya kemudian menautkan kelingkingnya di kelingking Ichigo. "Berjanjilah, untuk kebahagiaanku juga!"
"Tanpa kau, hidup tak ada artinya," kata Ichigo.
Rukia menghela nafas. Tak tahukah Ichigo bahwa dia sudah hampir diambang batas, dia ingin menangis. "Aku mohon Ichigo," kata Rukia. "Adik-adikmu membutuhkanmu," tambahnya.
Ichigo memandang Rukia tepat di mata, dan disana, dimata Ichigo terpeta jelas kesedihan. "Kau akan meninggalkanku, Rukia, aku tidak akan sanggup hidup tanpamu," katanya.
"Selama setahun ini kau bisa bertahan kok, jadi kau pasti bisa bertahan untuk yang kali ini," kata Rukia.
Angin pantai pun berhembus mengisi keheningan mereka.
"Aku berjanji," kata Ichigo akhirnya. "Jika itu dapat membuatmu bahagia, aku akan berjanji."
Rukia pun memeluk Ichigo.
"Aku akan merindukanmu," kata Ichigo, memperat pelukan.
Dan selama beberapa menit mereka terus berpelukan tanpa bergerak, sampai tiba-tiba saja tubuh Rukia seperti dimakan api.
"Apa ini?" seru Ichigo dan Rukia.
Dan disana, Hikari, memakai kimono berwarna ungu dengan motif kupu-kupu, berdiri di tepi pantai, menjawab, "Kau akan dikirim ke dunia sana, Kuchiki Rukia."
"Hikari!" seru Rukia dan Ichigo tak percaya.
Dan tanpa berkata apa-apa lagi, Rukia dan Hikari menghilang ditelan kobaran api.
"Tunggu! Rukia!" Ichigo hendak meraih Rukia tapi yang dapat dia genggam hanya udara kosong.
Ten Years Later
Sepuluh tahun berlalu, Ichigo tetap menjalani hidup, hanya saja dia kehilangan semangat utamanya. Dan sekarang, dia sedang berada di sebuah pintu kelas, dia menjadi seorang guru SD sekarang.
"Selamat pagi," kata Ichigo ketika memasuki kelas berisi anak-anak berusia sekitar 9-10 tahun.
"Selamat pagi, Sensei," kata anak-anak dalam kelas itu.
"Perkenalkan, nama saya Kurosaki Ichigo, mulai hari ini sampai kenaikan kelas, saya akan menjadi wali kelas kalian," kata Ichigo. "Dan sekarang, saya akan mengabsen kalian."
Dan satu persatu Ichigo menyebutkan nama para murid kelas itu.
"Tsutsumi Rukia?"
"Ada pak," seorang anak perempuan mengangkat tangan.
Ichigo merasa matanya akan keluar dari rongganya. "Rukia?" bisik Ichigo tak percaya ketika melihat anak perempuan bernama Tsutsumi Rukia itu.
Tsutsumi Rukia, berumur 9 tahun, matanya yang besar berwarna violet, dan rambutnya hitam sebahu, identik dengan seorang wanita dari masa lalu Ichigo bernama Kuchiki Rukia.
"Ehh? Pak guru kenapa nangis?" tanya anak-anak kelas serempak.
Ichigo kemudian tersenyum. "Mata Pak guru hanya kemasukan debu kok."
Dan di lain tempat tak jauh dari situ, seorang wanita berambut pirang madu, bermata coklat cerah, dan tinggi tubuhnya sekitar 150 cm sedang mengawasi.
"Berterima kasihlah pada Hisana ya, anak-anak," kata orang tersebut, Hikari, sang penyampai pesan takdir. "Bersyukurlah dia mau menukarkan haknya bereinkarnasi padamu, Kuchiki Rukia."
Hikari tersenyum kemudian pergi dari tempatnya berdiri. "Sekarang, semuanya Happy Ending," katanya sambil menatap langit biru tanpa awan.
! THE END !
Akhirnya saya bisa menyajikan Chapter terakhir ini pada anda semua.
Saya ngga tahu akan jadi seperti apa cerita ini tanpa kalian semua, teman-teman dan para readers yang sudah mendukung saya dan terus mengikuti jalan cerita ini.
Saya ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya pada anda semua, terutama :
aRaRaNcHa
Ruki Yagami
avia chibi-chan
minami kyokai
Yuki-ssme
Q-Ren
Aizawa Ayumu
Sora Ninomia
sarsaraway20
So-Chand 'Luph pLend'
Ichikawa Ami
Mika de Zaoldyeck
Zheone Quin
Ciel L- RokujoBaskerville
Rukia Kuchiki Kurosaki
aya-na rifa'i
Kaka-Kiri-Nya
Rui Uchikaze
Riztichimaru
Nyit-Nyit
ichirukiluna gituloh
Dwilan cutegt
RukiaRizkaMala
Arlheaa
choCo purple
Yanz Namiyukimi-chan
rukiahinata-ika
LunaTsuki KitaMura
