Summary : kau adalah udara bagiku yang akan kuhirup hingga nafas terakhirku, namun kini dia ada didekatku menjadi tumpuhanku saat udara tentangmu mulai menipis, dan kau tahu ada dia yang menjadi hatiku kini yang memberiku kehidupan walau tampa udara dan tumpuan itu.

Disclaimer : FF ini punya saya loh *gak nanya* sungmin punya appa eomma adiknya dan fansnya , kalau kyuhyun baru suami sahnya author *diintai sparkyu* , author disini hanya minjam nama dari member super junior, selebihnya maaf kalau ada salah salah ya, happy reading chingudeul ^^

Warning! : Ganderswith, typo bertebaran, tidak sesuai dengan EYD, beberapa ada bahasa korea yang mian banget kalo salah arti , author newbie ^^

Cast : Lee sungmin, Cho kyuhyun, Lee donghae, Kibum.

.

.

.

Untuk kelinci kecilku yang aku cintai

Mianhae mungkin kata itu lagi yang harus kuucapkan kali ini, walaupun aku tak yakin kali ini kau akan memaafkanku Minnie. Sudah dua kali aku melakukan ini, kau boleh membenciku! Sangat boleh Minnie.

Maafkan aku Minnie-ah untuk kedua kalinya aku tidak bisa menepati janjiku, mungkin kau akan berpikir aku adalah seorang pembohong besar tapi tak apa aku rela menerima predikat itu darimu.

Minnie aku tau ketika kau menerima surat ini pasti kau akan langsung menangis dan berlari mencariku. Minnie kumohon jangan buang air matamu hanya untuk namja pengecut seperti aku, menangislah untuk namja yang mencintaimu, berhenti mengharapkanku agar terus bisa bersamamu karena aku tidak akan pernah bisa melakukan itu, jangan mencariku. Kumohon… karena aku tidak akan pernah menemuimu lagi.

Kau mungkin akan mengaggap aku egois karena datang dan pergi sesuka hatiku, tapi percayalah aku melakukan ini karena aku mempunyai suatu alasan yang tidak bisa aku beritahu padamu Minnie.

siang ini aku akan kembali ke Amerika , tugas kuliahku di korea pun sudah selesai. Aku mohon jangan mengejarku ke bandara karena itu hal yang percuma kau tidak akan menemukanku Minnie.

Satu yang ingin aku sampaikan kepadamu, cintailah seseorang yang mencintaimu… seseorang yang tidak bisa menjalani hidupnya tanpa dirimu, seseorang yang sangat membutuhkanmu sama seperti kau membutuhkannya, seseorang yang akan selalu membuatmu tersenyum. Seseorang itu yang aku tau bukan diriku. Mianhae

Berjanjilah untuk sembuh, dan hidup bahagia.

Kibum

.

.

.

Sungmin berlari cepat kedalam bandara masih sambil diiringi tangisnya dan air mata yang terus mengalir. Dia berharap masih bisa menemukan Kibum disana walaupun rasanya tidak Mungkin. Sungmin bahkan tidak tau jadwal keberangkatan Kibum pukul berapa. Sungmin terus mencari Kibum kesegala sudut bandara itu , namun nihil dia tidak menemukan sosok yang dicarinya.

Kini Sungmin terduduk di lantai bandara itu ketika dia mendengar bahwa pesawat tujuan Amerika segera lepas landas.

"Oppa, kau jahat! Jahat sekali!" Ucap Sungmin masih sambil terisak, Sungmin bahkan tidak memperdulikan orang-orang yang sedari tadi memperhatikannya. Sungmin masih saja terus duduk di lantai sambil menangis seperti seorang anak kecil yang tersesat, terpisah dari eommanya.

Sungmin menoleh kearah belakang ketika dia merasakan ada seseorang yang merangkul pundaknya.

"Ming, kenapa kau menangis disini"

Sungmin tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun, dia hanya menatap Kyuhyun dan mulai menangis lagi. Tentu saja itu membuat orang-orang yang lewat di dekat mereka menganggap bahwa Kyuhyun lah yang membuat Sungmin menangis. Setiap orang yang lewat pasti menatap Kyuhyun lekat. Kyuhyun kali ini sedang tidak memakai penyamaran pastilah lagi-lagi akan banyak orang yang menilainya negative jika melihat kejadian ini.

"Ani, ini bukan salahku" ucap kyuhyun ke beberapa orang yang lewat di dekat mereka.

"Ming, jebbal uljima…. Minnie" Kyuhyun meletakkan tangannya di depan dadanya sambil memohon kepada Sungmin, namun Sungmin tetap saja menangis.

"Ming , ayolah jangan seperti ini apa kau tidak risih di lihat banyak orang"

Sunmin masih tetap saja menangis, Kyuhyun yang melihatnya pun sangat tidak tega. Wajah pucat Sungmin kini telah sempurna tertutupi oleh air mata, matanya pun terlihat sembab. Kyuhyun memberanikan diri untuk memeluk Sungmin , dan ternyata Sungmin tidak menolak. Kini kyuhyun tidak memperdulikan lagi orang-orang yang memandanginya dan Sungmin. Yang terpenting adalah membuat Sungmin agar tenang.

"Dia… hiks… dia… pergi Kyu…" ucap Sungmin sambil terisak

"Dia? Dia siapa?"

"Ki…Kibum oppa…" Sungmin mulai menangis lagi , dia menyembunyikan wajahnya di dalam pelukan Kyuhyun itu.

"Uljima, dia pasti kembali percayalah"

Sungmin masih tetap menangis dan tidak memperdulikan ucapan Kyuhyun

"Minnie, kau harus yakin bahwa Kibum hyung akan kembali dan menemuimu lagi percayalah" Kyuhyun tersenyum kearah Sungmin yang mulai memperlihatkan wajahnya dari dalam pelukan Kyu.

"Aku antar kau pulang ne"

Sungmin hanya mengangguk pelan, dia dan Kyuhyun pun bangkit dari duduknya lalu berjalan kearah parkiran.

Di saat yang sama, ada dua pasang mata menyaksikan kejadian yang baru saja berakhir itu.

*Donghae Pov*

Aku baerjalan terus mencarimu, aku yakin Sungmin ada di bandara ini karena aku melihat taxi yang di taiki Sungmin berhenti disini. Entahlah siapa sebenarnya yang sedang Sungmin kejar, tapi sepertinya itu sangat penting. Dilihat dari ekspresinya tadi ketika Sungmin langsung menangis dan berlari setelah membaca surat itu.

Langkahku terhenti ketika aku melihat Sungmin tengah duduk di lantai dan ada seorang namja yang sedang memeluknya, tunggu bukankah itu Kyuhyun? Kenapa Kyuhyun bisa ada disini? Dan kenapa bisa Kyuhyun memeluk Sungmin di tempat umum seperti ini?

Ketika aku hendak melangkah mendekati mereka, mereka terlebih dulu beranjak dari tempat itu. Aku menghentikan langkahku dan menatap mereka dari kejauhan hingga tak terlihat lagi.

Aku terlambat lagi , ya mungkin ini takdirku selalu tidak bisa berarti bagimu ming.

*Donghae Pov End*

*Kibum Pov*

Lihatlah aku saat ini Ming, aku seperti orang bodoh. Aku melihatmu berlari sambil menangis dan kini kau terduduk dilantai tapi aku tidak bisa menghapus air matamu dan memelukmu, aku hanya dapat melihatmu dari kejauhan. Masih pantaskah aku untuk mencintaimu Ming? Bahkan aku seharusnya tidakpernah lagi menunjukkan diriku di hadapannmu, aku terlalu banyak mempermainkanmu Ming.

Aku bodoh sangat bodoh, meninggalkan gadis yang telah bertahun-tahun mencintaiku dan aku mencintainya. Saranghae Lee Sungmin jeongmal saranghae, mianhae.

*Kibum Pov End*

~didalam mobil Kyuhyun~

*Kyuhyun Pov*

Sudah sejak beberapa menit yang lalu mobilku meninggalkan area parkir bandara, saat ini pasti Shindong hyung sedang mencariku lihat saja sudah beberapa panggilan yang masuk dan aku yakin pasti itu semua darinya. Hari ini memang seharusnya aku berangkat ke Singapore untuk melakukan fanmet tapi sepertinya aku membatalkannya sepihak, ah biarlah Shindong hyung akan marah besar yang terpenting aku bisa menemani Sungmin sekarang.

Kau masih terdiam tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirmu, aku dapat melihat tatapanmu yang kosong kearah luar jendela. Aku juga bisa melihat sesekali butiran bening itu mengalir di pipimu. Sehancur itukah hatimu ketika kehilangan Kibum hyung. Aku berharap aku bisa membuatmu tersenyum kali ini Ming. Aku ingin menghapus air matamu lagi, memelukmu dan mengatakan jangan menangis ada aku disini yang menyayangimu walau aku tak sebaik Kibum Hyung. Uljima ming jebbal.

*Kyuhyun Pov End*

*Author Pov*

Mobil audi hitam milik Kyuhyun kini sudah berhenti tepat di depan rumah Sungmin, tapi tidak ada tanda pintu mobil itu akan terbuka. Sungmin masih saja diam padahal mobil itu sudah berhenti sejak beberapa menit yang lalu, mungkin Sungmin tidak sadar kalau dia sudah sampai di rumahnya karena sepanjang perjalanan dia hanya diam melamun –memikirkan semua tentang Kibum- saja.

"Ming, kita sudah sampai. Kau ingin aku temani masuk?" ucap Kyuhyun sambil memegang bahu Sungmin.

Suara bass Kyuhyun itu berhasil membuat Sungmin sadar dari lamunannya.

"Ah.. ne, gomawo Kyu" Sungmin membungkukkan badannya dia terlihat seperti orang yang bingung, Sungmin pun membuka pintu mobil Kyuhyun, tapi sebelum Sungmin keluar Kyuhyun menarik tangang Sungmin.

"Apa aku perlu menemanimu kedalam? Gwencana? Kau Nampak tidak baik Ming"

"Ani Kyu, gwencana… aku baik-baik saja. Mianhae telah merepotkanmu"

Sungmin melepaskan pegangan tangan Kyuhyun, dia pun lalu berjalan memasuki rumahnya,. Kyuhyun hanya menatap miris kearah Sungmin, sepertinya saat ini Sungmin benar-benar dalam kondisi yang sangat rapuh dan entah kenapa sepertinya Kyuhyun merasa perlu bearada di sisi Sungmin untuk menghiburnya, entahlah ini semua terlalu membingungkan untuk Kyuhyun.

~Di dalam rumah Sungmin~

Sesampainya Sungmin ke dalam rumahnya dia langsung masuk kedalam kamarnya, bahkan dia tidak menghiraukan sapaan dari Kwang-ssi saat membukakan pintu untuknya. Sungmin kini hanya duduk di depan jendela kamarnya menatap kosong kedepan, sebenarnya tidak kosong karena yang ada di bayangan Sungmin hanya wajah Kibum, wajah namja yang sangat dia cintai , wajah namja yang sangat berarti dalam hidupnya, wajah namja yang untuk kedua kalinya meninggalkan dirinya tanpa alasan yang jelas.

"Oppa bahkan aku tidak tau alasan apa yang membuatmu meninggalkanku empat tahun yang lalu, dan sekarang lagi-lagi aku pun tidak tau alasanmu pergi kali ini. Oppa apakah kau tidak mencintaiku? Apakah aku tidak berarti bagimu? Mengapa kau membohongiku lagi oppa… mengapa kau selalu berjanji akan bersamaku tapi pada akhirnya kau meninggalkanku. Apa kau sedang mempermainkanku? Apa kau meragukan cintaku oppa? Ku mohon oppa kembali, kumohon" batin sungmin

Lagi bulir bening itu membasahi pipi Sungmin, Kali ini Sungmin benar-benar hancur. Kibum telah datang kembali padanya membawanya terbang ke langit , tapi tiba-tiba dia pergi begitu saja dan itu seperti Kibum menjatuhkan Sungmin lagi ke bumi. Entahlah mungkin takdir ingin sedikit bermain-main dengan mereka.

Sudah beberapa kali Kwang-ssi mengetuk pintu kamar Sungmin, namun tak ada jawaban. Sudah lewat dari jam makan malam, bahkan sepertinya Sungmin juga tidak makan siang dan makan pagi hari ini dan tentunya Sungmin belum meminum sebutir pun obatnya, ini masalah. Tentu saja.

Kwang-ssi hanya mematung di depan kamar Sungmin, mungkin jika ada appa Sungmin dia bisa meminta anak gadisnya itu untuk keluar kamar dan makan , tapi sayangnya appa Sungmin sedang berada di Jepang saat ini karena masalah pekerjaan jadilah hanya Donghae yang berada dirumah.

"Kwang-ssi apa yang anda lakukan di depan kamar Sungmin" ucap Donghae yang baru saja sampai di rumah, dan melihat Kwang-ssi yang tengah berdiri di depan kamar Sungmin dan terlihat bingung.

"Tuan muda, nona Sungmin sejak tadi siang mengurung diri dikamar. Bahkan dia tidak menyentuh makanan sedikitpun,"

Donghae membulatkan matanya,

"Mwo? Berarti dia tidak minum obat seharian ini"

"Sepertinya begitu tuan, maafkan saya tidak bisa membujuk nona Sungmin"

Donghae pun berjalan ke depan pintu kamar Sungmin, dia mengetuk pintu itu.

"Minnie, bolehkah aku masuk?"

Donghae mendekatkan telinganya ke pintu itu, tapi sayang tetap tidak terdengar suara dari dalam kamar Sungmin.

"Ming, ku mohon jangan menyiksa dirimu sendiri. Buka pintunya Ming kau harus makan"

Donghae tetap tidak mendengar jawaban, Donghae dan Kwang-ssi pun mulai Khawatir. Mereka takut apa yang mereka pikirkan benar-benar terjadi, Donghae menatap Kwang-ssi mengisaratkan meminta izin untuk membuka kamar Sungmin, kwang-ssi pung mengagguk dan memberikan kunci master untuk membuka kamar Sungming.

Betapa terkejutnya Donghae ketika melihat Sungmin sudah tergeletak di lantai dengan wajah yang sangat Pucat dan tubuh yang dingin.

"Ya! Minnie, kau kenapa Ming?"Donghae mengguncang-guncangkan tubuh Sungmin, berharap dia bangun, tapi hasilnya sia-sia. Donghae pun berlari menuju mobilnya diikuti Kwang-ssi di belakangnya. Donghae pun secepat Kilat mengemudikan mobilnya kerumah sakit.

~Di sebuah Klab di kota Seoul~

Namja berwajah tampan itu sudah sejak berjam-jam yang lalu duduk di klab itu meminum berbotol-botol soju hingga kini dia benar-benar mabuk sepenunya. Dia sudah mengirimi seseorang pesan Singkat untuk datang menemuinya.

"Hyung" Kyuhyun mengungcang bahu Kibum yang kini tengah tertunduk diatas kedua tangannya yang dia letakkan di meja.

"Kyu, kau datang? Mengapa lama?"

"Hyung, bukankah kau pergi ke Amerika? Kenapa kau masih disini? Sungmin mencarimu Hyung"

"Aku tau Kyu, aku tidak ingin menemuinya aku bosan dengannya Kyu"

Kyuhyun yang mendengar ucapan Kibum itu refleks membullatkan kedua matanya.

"Ya Kibum kau bicara apa? Jangan seperti itu! Sekarang temui Sungmin kau tidak tau betapa hancurnya dia ketika dia tau kau meninggalkannya!" Ucap Kyuhyun dengan intonasi tinggi sambil mencengkram kerah baju Kibum

"Kau harus memanggilku Hyung, kau dengar? Hyung!" Kibum terkekeh dia sama sekali tidak menanggapi perkataan Kyuhyun, Kibum memang sedang mabuk berat.

"Kau gila hyung! Kau brengsek mempermainkan hati seorang yeoja yang mencintaimu dengan tulus"

Kibum lagi-lagi hanya terkekeh sambil menenggak sebotol soju lagi.

"Aku memang brengsek, karena itu aku tak pantas untuk Sungmin. Pergilah Kyu bahagiakan Sungmin untukku, aku yakin dia akan sangat bahagia bersamamu"

"Kau kira cinta bisa di berikan begitu saja, apa kau tidak punya hati Hyung? Apa kau benar-benar ingin melepaskan Sungmin? Aku tak yakin kau juga membutuhkannya hyung!"

"Aku tidak mencintainya, tidak pernah dan tidak akan pernah" Kibum terenyum kearah Kyuhyun.

"Baiklah, aku akan menjaga Sungmin dan mencintainya tapi setelah aku mulai mencintainya jangan harap aku akan melepakannya lagi Hyung, jangan pernah memintaku untuk memberikan cinta Sungmin lagi padamu" Kyuhun berjalan pergi meninggalkan Kibum yang kini masih terduduk sendiri di klab itu dengan segala pemikirannya.

'Aku sangat mencintaimu Ming, mianhae. Bahagiakan Sungmin Kyu,aku bahagia jika dia bisa tersenyum walaupun senyum itu bukan untukku. Maafkan aku yang sangat bodoh ini yang rela melepaskan cinta tulus dari seorang yeoja yang sangat aku cintai juga. Ya inilah aku seorang namja pengecut yang berusaha membahagiakan adiknya walaupun cintanya sendiri yang harus di korbankan."

.

.

.

"Makan lah satu suap saja Minnie, kumohon" Bujuk Donghae sambil mendekatkan sendok berisi makanan itu ke depan bibir Sungmin, tapi tetap saja tak seinci pun Sungmin membuka bibirnya walaupun sudah sejak tadi Donghae membujuknya.

"Aku ingin pulang" ucap Sungmin tanpa melirik Donghae sedikitpun.

"Bagaimana dokter akan mengizinkanmu pulang, kalau kondisimu seperti ini, maka itu makanlah sedikit saja. Aku janji setelah itu akan meminta Dokter untuk mengizinkanmu pulang" Donghae tersenyum Sambil mendekatkan sendok itu kearah bibir Sungmin lagi.

"Ani!" Sungmin mendorong tangan Donghae hingga sendok itu terjatuh ke lantai.

Donghae tak berkata apa-apa , dia hanya menatap Sungmi sambil tersenyum sendu. 'sehancur itu kah hatimu ming? Bahkan kehadiranku tidak berarti apa-apa bagimu'

"Mi..mianhae aku tak bermaksud" Sungmin menundukan kepalanya,tanpa terasa butiran bening itu mengalir di pipi Sungmin yang kini terlihat tirus dan pucat.

Donghae mendekati Sungmin, dia duduk di pinggir tempat ranjang sungmin berbaring sambil memeluknya, berusaha menenangkannya dan menguatkannya walau hanya lewat pelukan.

"Gwencana, aku mengerti. Tapi kau harus memperhatikan kesehatanmu Ming, aku mengerti kau sakit kali ini. Lebih sakit dari pada dulu, tapi kumohon jangan terus bersedih dan menyakiti dirimu sendiri. Lihatlah disini ada aku yang akan selalu menemanimu dan menjagamu memastikan semua akan baik-baik saja. Walaupun aku tau aku tak sebaik dia"

"Mianhae Donghae-ah, mianhae"

"Makanlah sedikit, setelah itu kita pulang" Donghae mengusap pelan rambut Sungmin.

"Ani, aku ingin tidur saja Hae. Mian" Sungmi membaringkan tubuhnya lalu merapatkan selimutnya, dan berbalik membelakangi Donghae.

"Baiklah, kalu itu maumu"Donghae mengusap lagi pucuk rambut Sungmin lalu mengecup pucuk kepala Sungmin.

"Saranghae Ming" Donghae beraanjak keluar dari rungan itu, dia mengerti bahwa Sungmin kali ini ingin sendiri.

'Aku sangat jahat Donghae-ah, mengapa kau terlalu baik kepadaku? Aku bahkan telah mempermainkan hatimu tapi kau tetap tulus mencintaiku, aku tidak pantas mendapatkan Cintamu. Mianhae donghae'

.

.

.

TBC..

Yep update, sangat kilat :p mian bgt ya kalau chapnya kali ini pendek dan ceritanya gaje -_- hhheee. Enath kenapa author lagi semnagat nulis jadi updatenya cepet, mumpung belum ujian uts juga nih jadi masih ada waktu buat nulis hhee.

Oia author kan janji di chap ini bakal balasain review dari reader , nah sekarang di tepatin ^^

*review chap 8*

#yolyol : rencananya ini FF mmg mau di sad ending kan hhee, tapi sad ending yang luar biaa sadnya dan mudah-mudahan tak terkira ^^, terimakaih Chingu reviewnya

#KimMinJi : Heechul? Eommanya Kyu ^^

#Hyeri : Kyumin belum begitu terekspose hhhee :p

#margareth pumpkins: Kyumin saudara atau enggak masih misteri hhhee, Hae nyosor2 gpp lah sedikit nakal :p

#tika: sip di bikin panjang sepanjang sungai han :0

#kanaya : Kibum emg pas pergi belum tau kalau ming sakit

#EllyzasparKELF: Nexttt hhheee

#Han RJ: ye…. Akhirnya di komentarin lagi typonya ^^ gomawo… sip udah di terapkan penulisan namanya ^^ makasih sarannya. Rahasia kanghul belum bisa di bongkar di 3 chap ini, mungkin di chap depan hhhee,

#pikapika:aku pun tak mau Kyumin kakak adik hhheee

*review chap 9*

#yolyol : wah bisa nebak Kyu adik kibum hhhee, sssttttttt. Sungmin sam appanya hubungannya jelas ayah ama anak dong Chingu _ , silsilah keluarga next chapter bakal di jelasin. ^^

# : hubungan heechul ama kangin nanti akan terbongkar kok tenang aja, nanti juga ada alasan knp kangin menjadikan dirinya appanya kyu.

#chocho : kemungkinan gak meninggal kayanya hhee, belum tau nih mungkin 15 chap maksimal ^^

#Hyeri : Nanti di kasih tau rahasianya Kibum hheee :D

#margareth pumpkins : wah kasian kibum bgt, kalau harus lepasin ming , Maksimal 15 chap ya, sudah snagat kilat *hug back ^^*

#aegyoautis : kayanya di ff ini emang semua cast author bikin tragis, hheee *ketawa setan*…Kemungkinan sih ming meninggal hhhee tapi ga janji masih rahasia deh pokoknya, dan ff ini kayanya maksimal 15 chap hhhee makasih reviewnya

#pikapika : mereka sebenarnya udah saling tau, Sungmin udah ngakuin kibum juga udah tapi ya begitulah kibum terpaksa ninggalin umin lagi

#tika: lumayan panjang sepertinya, wah kyumin? Kita liat aja ya di chap brapa nanti hhhee

*review chap 10*

#yolyol : iyap dia pergi lagi, sungmin menderita lagi ToT… entahlah mungkin kibum yang bakalan donorin hati buat mingy a, klo iya siap-siap tisyu hhhee ^^

#guest : ff ini kemungkinan 15 chap, hhee umin sepertinya…. Hhhee rahasia ya

#lala : hhee silsilah keluarga ini emag belibet bgt ya, tapi percaya deh ini gak seribet yg kamu bayangin tunggu aja pasti bakal kebongkar kok tentang org tuanya sungmin kibum sama kyuhyun ^^, donghae masih ngira kalau dia diterima kok.. nah si upil hhee emg wataknya emg gitu klo deket yeoja dia jadi evil tapi sebenernya dia rapuh kalau udah ngomongin ttg keluarga gitu. Masalah kibum ngelerainnya sungmin ama kyu soalnya kibum ngeliat kyu saying bgt ama umin terus umin kayanya juga ada rasa nah terus ada sesuatu lagi –yg masih dirahasiakan- yang nyebapin kibum relain sungmin ama kyu. Dan buat chap ff ini, mudah-mudahan 15 chap bisaselesai hhhe ^^

#hyeri : kibum terpaksa ngingkarin janjinya , sebenernya dia juga ga tega… oke segera di bongkar hhee

#margareth pumpkins : kibum bukan anak heechul kok hhhee :p

#tika : yap semua menderita dan mudah-mudahan semua bisa bahagia

#Fika : kibum galau hhhheee :P

Uwaaa selesai… sekali lagi author ucapkan sangat banyak terimakasih untuk yang sudah review ^^ author elalu semangat kalau bacain review dari reader sekalian serasa dapat tenaga baru buat lanjutin ff ini, sampai ketemu di chap selanjutnya ya paipai ^^

.

.

.

REVIEW PLEASE ^^