maaf karna saya kurang teliti.. terima kasih buat kak dheaniyuu yang sudah mengoreksi. selanjutnya saya akan lebih teliti lagi dalam mengoreksi hasil tulisan saya.. terima kasih :)

Be Man Jaejoongie!

.

.

.

.

.

Chapter 11

.

.

.

Memasuki bulan agustus saat ini di Korea tentunya memasuki Musim Panas. Sebagian orang memilih untuk menghabiskan pergi ke pantai atau mungkin hanya berada didalam rumah dan menyalakan pendingin ruangan atau malah berendam air dingin sambil meminum minuman segar.

Tapi berbeda dengan Jaejoong dan Hyojoo mereka lebih memilih mengelilingi pusat perbelanjaan di Myeongdong, sebenarnya Jaejoong yang sangat ingin berjalan-jalan di Myeondong padahal Hyojoo sedari tadi mengajaknya untuk pergi ke pantai dan Jaejoong menolak karna dirinya tidak mau kulit putih mulusnya terbakar sinar matahari yang kejam (?) lagipula jarak pantai dari kota Seoul itu lumayan jauh dan yah itu salah satu yang menjadi alasan kuat Jaejoong menolak permintaan Hyojoo tersebut.

Dengan semangatnya Jaejoong membawa Hyojoo ketempat pernak-pernik wanita. Hati Hyojoo berbunga-bunga dibuatnya, dalam khayalannya mereka seperti sepasang kekasih yang tengah berkencan dan sang pria akan memberikannya sebuah bandana pink dan akan memujinya cantik, aigo pipinya bersemu saat ini. Hyojoo terlalu senang dengan khayalannya.

"Oppa, kenapa kau membawaku kemari? Apa Oppa ingin membelikan ku sebuah bandana?" Tanya Hyojoo penuh percaya diri. Jaejoong terdiam sebentar.

"Jadi kau mau bandana?" Tanya Jaejoong dan dibalas dengan anggukan antusias oleh Hyojoo.

"Kalau begitu kau cari saja bandana yang kau suka, aku ingin mencari jepit rambut!" lanjut Jaejoong, Hyojoo cemberut seketika sikap Jaejoong tidak sesuai dengan ekspetasinya!

Tapi….

Bukankah tadi Jaejoong bilang ia ingin mencari jepit rambut? Ah mungkin itu yang mau Jaejoong berikan kepadanya. Kepercayaan diri Hyojoo pun mulai bangkit kembali. dengan wajah bersinar Hyojoo mulai memilih bandana untuk dirinya. Hahh Hyojoo kau belum mengenal betul bagaimana Kim Jaejoong ( u.u)

.

.

.

Dilain tempat Changmin beserta temannya Choi Suho berada dalam misi 'Pengintaiannya' sepanjang melakukan 'Investigasi' Suho tak henti-hentinya menggerutu karna Changmin dengan nistanya dirinya menyeret paksa Suho dalam misi penyelidikan ini. Tidak masalah sebenarnya toh Suho memang menikmatinya juga bersama Changmin. Bisa dikatakan mereka berdua memang Partner in Crime, tapi untuk kali ini….

"Dasar setan sialan! Kenapa kau menyuruhku memakai pakaian wanita dan wig sialan ini?!" ucap Suho protes. Lihatlah apa yang tengah ia kenakan saat ini! Kaos wanita tanpa lengan dengan warna soft pink celana denim pendek sebatas paha yang memperlihatkan betapa jenjang dan mulus kakinya tersebut. Lalu tak ketinggalan pula wig panjang berwarna coklat. Kibum terlihat sangat manis sekali .

"Ssttt diamlah! Nanti kita ketahuan~" sahut Changmin. Suho berdiri dari tempat persembunyiannya dan membuat Changmin melotot kearahnya.

"Yah! Kau sudah gila?" ucap Changmin kesal.

"Kau lupa! Aku ini sedang menyamar, dengan penampilan seperti ini semua orang tidak akan tahu siapa aku, dasar bodoh!" sahut Suho diakhiri dengan ejekan untuk Changmin.

Changmin hanya bisa menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal menyadari sikap bodohnya tadi.

"Aigo~ kau pintar Chagiya~" ucap Changmin gemas sambil mencubit kedua pipi putih Suho, tapi tidak lama karna Suho sudah menepis tangan Changmin dan langsung mengelap pipinya sepeti habis terkena lumpur (?)

"Aish, menjijikan!" sahut Suho kesal, Changmin hanya dapat tertawa melihat Suho yang tengah kesal karna dia telah menggodanya.

Plak~

Dengan penuh kasih sayangnya Suho memukul kepala Changmin karna dirinya yang memang tidak mau berhenti mentertawakannya. Changmin memegangi kepalanya lalu menatap Suho dengan sengit.

"Itu balasan karna kau mentertawakanku!" sahut Suho menyeringai.

Sret~ (?)

Suho melemparkan sebuah masker kearah Changmin, dan Changmin hanya dapat menatap tak mengerti kearah Suho. Buat apa pikirnya.

"Pakailah~ seberapa keras kau menyamar pasti akan ketahuan juga bila seseorang melihat bibirmu itu!"

"Maksudmu?" sahut Changmin tidak mengerti, Hey apa yang salah dengan bibirnya?

"Kau ini kenapa jadi bodoh seperti ini eoh? Sudah pakai saja masker itu supaya penyamaran kita tidak terbongkar karna bibir lebamu itu!" dengan cuek Suho segera bejalan menuju toko pernak-pernik yang didalamnya terdapat (?) Jaejoong dan Hyojoo.

"Dasar yeoja menyebalkan!" ejek Changmin, Suho hanya bisa mendelikkan matanya menatap Changmin. Kalau saja dia tidak ingat dirinya tengah menyamar sudah dipastikan saat ini sepatu ketsnya melayang ke kepala jenius Changmin.

.

.

.

"Ya~ Hyojoo-ya~ kemari lah!" ucap Jaejoong, Hyojoopun langsung memhampiri Jaejoong.

"Ne, Oppa ada apa?" Tanya Hyojoo. Jaejoong menunjukkan dua jepit rambut bergambar gajah kepada Hyojoo, niat nya adalah untuk bertanya kepada Hyojoo warna apa yang seharusnya ia pilih Pink atau Merah? Sedari tadi dirinya tidak bisa memilih mana yang harus ia beli. Dirinya menyukai warna keduanya itu.

Oh ya lain halnya tanggapan yang ada didalam kepala cantiknya, Hyojoo saat ini tengah memikirkan hal-hal romantis didalam kepalanya, pikirnya adalah Jaejoong Oppanya akan memberikan dirinya jepit rambut itu tapi karna Jaejoong ragu dengan warna apa yang Hyojoo suka jadi Jaejoong memutuskan untuk menanyakan saja warna apa yang menurut Hyojoo bagus, ugh manisnya~

Tapi maaf Hyojoo-ssi untuk saat ini Jaejoong tidak diperuntukkan olehmu. ( u,u)

"Menurutmu mana yang lebih bagus? Merah atau Pink?" Tanya Jaejoong sambil menunjukkan kedua buah jepit rambut itu. Hyojoo yang mendengarnya pun semakin measa terbang tinggi, benar dugaannya pikirnya senang.

"Eum~ Pink!" sahut Hyojoo mantap.

"Benakah?!" Jaejoong menatap kedua jepit rambut tersebut, seperti sedang menimbang (?) mana jepit rambut yang harus ia pilih. "Tapi aku juga ingin yang warna merah~" sahut Jaejoong selanjutnya.

Hyojoo menatap karah Jaejoong bingung. "Ne..?" tanggap Hyojoo bingung.

"Hmm~ apa aku beli keduanya saja supaya nanti aku bisa gantian memakainya!" cerocos Jaejoong, tak sadar jika wanita disebelahnya tengah meratapi nasib nya yang begitu kejam (?)

DOENG~

Angan-angan indah yang Hyojoo buat didalam pikirannya kini musnah sudah, apa yang sedari tadi ia khayalkan, hal romantic dan entah apapun itu leyap seketika. Susahnya mencintai laki-laki seperti Kim Jaejoong.

Dilain sisi kedua cecunguk (?) eh maksud saya adalah kedua mata-mata yang sedari tadi mengintai (?) Hyojoo dan Jaejoong kini tengah terkikik geli ketika mereka menyaksikan adegan tersebut.

"Aigo~ Jaejoong Hyung, dia benar-benar uke!" ucap Suho takjub, entah apa yang membuat wajahnya sampai bisa begitu tercengang. Changmin yang melihat ekspresi Suho yang memalukan itupun segera menyenggol lengan Suho pelan.

"Bersikaplah biasa! Wajahmu membuatku malu!" ucap Changmin pelan. Suho hanya menanggapinya dengan cengiran Innocentnya yang membuat siapa saja yang melihat silau dengan senyumannya itu. Changmin mendecak pelan melihat tingkah Suho yang sangat membuatnya mual, dia pikir dirinya bisa membuat Changmin terpaku akan silaunya senyumnya itu? Ckckck Changmin sudah kebal akan hal itu.

"Oppa~ apa kau tidak mau memberikan satu saja jepitan itu untukku?" Tanya Hyojoo dan membuat Suho yang mendengarnya pun berkomentar.

"Aigo~ gadis itu benar-benar pantang menyerah!" sahut Suho geleng-geleng kepala. Changmin memanggutkan kepala tanda ia setuju.

"Aku justru merasa kasihan padanya, mencintai orang seperti Jaejoong Noona!" ucap Changmin dengan wajah yang serius. Suho mengangguk-anggukkan kepalanya. Dan kembalilah ChangHo mengalihkan pandangannya kearah Jaejoong dan Hyojoo. Dilihatnya Jaejoong menatap lama jepitan yang berada ditangannya sampai akhirnya Jaejoong pun mengiyakan permintaan Hyojoo.

"Baiklah, aku berikan satu ini untukmu." Sahut Jaejoong. Oh yah dan saat itu juga Hyojoo merasa kesenangan yang luar biasa.

"Yatta~ Oppa kalau begitu kita harus memakai jepitan ini sepanjang hari, biar terlihat serasi!" ucap Hyojoo, dalam matanya seperti ada taburan bunga yang mengelilinginya. Suho dan Changmin yang melihat tingkah norak Hyojoo hanya memutar bola matanya bosan.

"Benarkah?" ujar Jaejoong.

"Kalau begitu Oppa akan memakaikannya untukmu!" lanjut Jaejoong dan saat itu juga perasaan Hyojoo kembali berbunga-bunga dan melambung tinggi. Jaejoong memakaikannya jepit rambut itu, Oh my tidak ada dalam bayangannya sebelumnya. Ini sungguh kemajuan pesat pikir Hyojoo senang.

"Changmin-ah, lihat! Jaejoong Hyung memakaikan jepitan itu untuk Hyojoo!" sahut Suho heboh. Changmin hanya diam saja, tidak menyahut atau apapun itu. Entahlah apa yang saat ini dia pikirkan.

"Aigo yeopoda~ Uri Dongsaeng!" ucap Jaejoong setelah memakaikan jepitan gajah berwarna Pink itu di rambut Hyojoo, Hyojoo hanya bisa tersenyum malu dengan wajah merah nya.

Eh… tunggu dulu

Apa tadi Jaejoong Oppanya baru saja menyebutkan Dongsaeng? Jadi dirinya hanya dianggap sebatas dongsaeng? Ah tidak tidak! Dia pasti salah dengar!

"Dongsaeng?" sahut Hyojoo bingung. Jaejoong menatapnya dan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

"Kau tau, selama ini aku sangat ingin sekali mempunyai adik perempuan! Dan sejak ada kau akuseperti mempunyai adik perempuan, kau itu manis sekali!" jawab Jaejoong sambil mengacak rambutnya pelan.

Hyojoo menarik nafas pelan, dan kembali memasang senyumnya walau sedikit dipaksakan. Aigo sulit sekali mengambil hati Jaejoong Oppa, ratap Hyojoo dalam hati. Tapi tenang Hyojoo-ya~ walau saat ini Jaejoong Oppa masih menganggapmu adik mungkin suatu saat nanti persaan itu akan berubah, siapa yang tau kan!

Dan Hyojoo mencoba menyemangati dirinya yang tengah mengalami keterpurukan untuk yang kedua kalinya.

"Suho-ya sepertinya pengintaian kita cukup sampai disini saja!" Kibum menatap Changmin bingung, ah kenapa selesai? Padahal Suho mulai menikmatinya.

"Wae? Padahal lagi seru!" sahut Suho, err merajuk? ( '-')?

Changmin mendecak pelan, lalu tanpa aba-aba langsung menarik lengan Suho keluar toko pernak-pernik tersebut.

"Yak~ Appo~" ucap Suho merajuk.

"Aigo, kau ini kenapa? Apa karna pengaruh baju ini? Sikap mu menyebalkan sekali seperti Yeoja saja!" sahut Changmin sebal. Suho mengerjapkan matanya, apa benar dirinya seperti itu.

"Benarkah? aku rasa sikapku wajar-wajar saja!" ucap Suho polos.

"Lihatlah wajahmu saat ini! Kau bahkan bersikap sok imut seperti itu! Aigo~" sahut Changmin kesal.

Buk.. Buk.. Buk

Tiba-tiba setelah Changmin memarahi Suho dirinya entah dari mana mendapat serangan pukulan betubi-tubi di kepala dan tubuhnya.

"Aigo, dasar anak kurang ajar! Begitu caranya kau memperlakukan kekasihmu seperti itu!" ucap seang nenek tua yang rupanya sedari tadi memperhatikan petengkaran Changmin dan Suho.

"Ya~ Halmonie apa yang kau lakukan eoh? Kami bukan sepasang kekasih!" sahut Changmin kesal.

"Aigo~ sekarang kau malah tidak mau mengakui kekasihmu ini! Benar-benar! Aigo~" dan nenek tesebutpun makin membabi buat (?) memukuli Changmin. Suho yang melihat hal tersebut pun hanya bisa tetawa dan tidak ada niat untuk membantu sama sekali, sepertinya dirinya sangat menikmati Changmin yang tengah di nistai (?) oleh nenek tua tersebut.

"Suho-ya, tolong aku~" ujar Changmin memohon kepada Suho. Karna melihat wajah Changmin yang memelas akhirnya Suho mencoba menghentikan aksi anarkis (?) nenek tersebut.

"Halmonie sudah~ kasihan kekasihku, dia sudah kesakitan!" sahut Suho sambil mencegah tangan si nenek yang akan memukul Changmin lagi.

"Aigo~ kau manis sekali, padahal kau tadi sudah diomelinya habis-habisan, tapi kau tetap membelanya!" Suho hanya dapat tersenyum menanggapi perkataan Halmonie tersebut.

"Hey kau bocah nakal! Jaga kekasihmu baik-baik! Kalau dia diambil orang kau akan menyesal!" ujar nenek tersebut mengebu-gebu. Lalu pergi meninggalkan Changmin dan Suho berdua.

"Aigo~ kepalaku." Keluh Changmin.

"Manja sekali!" ejek Suho kejam. Aigo tidak taukah kalau diinya begini karna siapa hah?! Changmin hanya dapat menatap kesal kepada sahabatnya tersebut.

"Kau mau memarahiku lagi? Apa kau mau lebih dari satu nenek yang memukuli kepalamu biar tambah bodoh sekalian!"

"Kejam sekali kau ini~" sahut Changmin lesu.

"Hahaha… Mianhae~ mungkin acting kita terlalu bagus sampai-sampai seorang Nenek menghampirimu dan memukulmu karna membelaku!" sahut Suho sambil cekikikan. Changmin menghela nafas lagi. Entah sudah berapa kali hari ini dia menghela nafas.

"Lain kali aku tidak akan menggunakan penyamaran ini!" ucap Changmin dengan sangat tegas.

"Waeyo?" sahut Suho merajuk, errrrr ini yang membuat Changmin tidak akan mengulangi kesalahan yang sama! Tidak akan.

"Karena kau sangat menyebalkan dengan penampilan seperti ini!"

"Jeongmal? Bukankah aku terlihat imut?" sahut Suho sambil memasang pose yang sangat imut, Suho sebenarnya adalah orang yang paling menentang ide ini dari awal! Tapi karna paksaan dari Changmin akhirnya dia pun menurutinya. Dan entah ini adalah misi balas dendamnya kepada Changmin atau entahlah, yang jelas Suho ingin sekali menggoda Changmin.

"Hentikan Suho!" sahut Changmin mulai frustasi.

"Oppa-ya Eodigayo~?" ucap Suho lagi dengan sangat imut.

"Oke oke… aku tidak akan pernah lagi menyuruhmu berpenampilan seperti ini! Kau puas?" ucap Changmin menyerah, dirinya sungguh mengeti bahwa saat ini Suho hanya ingin balas dendam kepada dirinya. Aigo

.

.

.

.

.

"Oppa~ setelah ini kita akan kemana?" Jaejoong tampak berfikir dirinya sama sekali tidak punya gambaran akan pergi kemana! Ah apa mungkin dirinya harus mengajak Hyojoo ke Café ayahnya, sekalian bisa melihat Yun… ups Tidak! Tidak!

"Bagaimana kalau kita ke Café Appa saja!" Jaejoong memberi usul, dan Hyojoo langsung mengangguk antusias dibuatnya. Dirinya menyeringai tipis. Hoho ini bisa menjadi kesempatan untuk dirinya menunjukkan kepada Jung Yunho kalau dirinya sudah maju dua langkah.

Dan disini lah mereka berada disebuah Café yang betuliskan JHolic. Masuklah Jaejoong dan Hyojoo sembari Jaejoong menyapa teman-temannya yang berada disana dan juga menjawab petanyaan teman-temannya yang menanyakan mengapa Jaejoong tidak masuk hari ini, dan dengan sabar Jaejoong menjawab pertanyaan temannya satu per satu dan tidak lupa pula Jaejoong memperkenalkan Hyojoo kepada teman-temannya.

Jaejoong adalah pribadi yang hangat wajar walau belum lama ia bekerja disana tapi sudah banyak dirinya mempunyai teman.

"Dimana Yunnie~?" Tanya Jaejoong tiba-tiba.

"Yunho Hyung berada di dapur!" sahut Sunggyu cepat. Jaejoong pun segera berjalan menuju arah dapur. Semua orang disini paham betul dengan apa yang terjadi diantara Yunho dan Jaejoong walau keduanya sangat sering sekali bertengkar bila bertatap muka tapi ada sesuatu yang berbeda saat mereka berdua tengah saling menatap. Tapi bodohnya keduanya tidak pernah menyadari akan hal itu! Heuh.

"Yunnie-ya~ eodiga~" sahut Jaejoong cempreng (?) dan setelah keliling dapur ia mencari Yunho dan melupakan Hyojoo yang dating bersamanya dan membuat Hyojoo tertahan oleh teman-temannya yang dengan semangat mengajak Hyojoo berbicara. Sekedar info saja bahwa karyawan Café disini sudah sangat menyukai Yunho dan Jaejoong sebagai sepasang kekasih, sebut saja mereka sebagai YunJae Shipper.

"Ya! Yunnie~ kenapa kau berada disini?" sahut Jaejoong setelah menemukan Yunho dipintu belakang Cafenya tersebut. Yunho memandang Jaejoong dengan pandangan terkejut, jelas saja! Bukankah hari ini Jaejoong tidak masuk bekerja karna sedang pergi dengan Hyojoo?

"Sedang apa kau disini?" sahut Yunho dingin. Jaejoong mengernyit, kenapa Yunho berubah menjadi dingin lagi? Bukankah hubungan meeka beberapa minggu terakhir sudah tidak apa-apa ? kenapa sekarang Yunho beubah sikap menjadi menyebalkan seperti dulu?

"Joongie ingin menemui Yunnie~" sahut Jaejoong dengan puppy eyesnya. Yunho menghela nafasnya berat, bagaimana dirinya bisa dengan mudah merelakan pria cantik dihadapannya ini? Bahkan dengan melihat tatapan anak anjing itu pun hatinya luluh dengan seketika.

Sungguh Jung Yunho tidak bisa melakukan semua ini, tidak bisa menyanggupi apa yang Ajhussi Kim perintahkan kepadanya.

Keputusan akhirnya adalah Yunho tidak akan pernah menyerah untuk memperjuangkan cinta kepada Kim Jaejoong.

.

.

.

.

.

Taman

Bermain

yooChun

akhirnya selesai juga.. very late update sorry :'(

Thanks for your respons this fic.. I Love U

Jakarta, 09 Oktober 2015 20:57