Disclaimer : Digimon © Akiyoshi Hongo
Siang hari yang cerah, Kouji yang sedang cekikikan diruang TV melihat Hikari memakai rok mini yang lucu, kaos putih polos, tas kecil yang dipakai kesamping dan memakai topi berjalan menuju pintu keluar.
"Ah, hei Sachi, mau kemana kamu?" tanya Kouji sambil tersenyum.
"Aku mau ke toko temanku sebentar kak, tidak lama kok." Kata Hikari tersenyum.
"Hmm..mau kuantar?" kata Kouji yang menawarkan diri sambil beranjak dari duduknya.
"Aahh..tidak usaaah, kakak istirahat saja untuk nanti malam." Kata Hikari sambil sedikit tertawa.
"Yasudahlah kalau begitu, ah mana Kouichi?" tanya Kouji yang sadar biasanya Kouichi menemani kemanapun Hikari pergi.
"Tadi sekitar jam 10 dia sudah pergi, katanya ada urusan mau mengambil sesuatu," kata Hikari "aku pergi ya kak."
"Yasudah, hati-hati yah." Kata Kouji sambil mengelus kepalanya.
Hikari pun pergi keluar, dia berjalan sendirian sambil melihat-lihat pemandangan
"nggghhhh…enak sekali udaranya" kata Hikari sambil merenggangkan kedua tangannya keatas. Akhirnya sampai pada tujuan, dia masuk ke dalam toko.
"Hai Miyako." Sapa Hikari.
"Oh haii Sachiii…mau belanja apa?" tanya Miyako dengan ramah.
"Ah..tidak, sebenarnya aku kesini ingin menanyakanmu tentang nanti malam." Kata Hikari yang sambil melihat barang di sekelilingnya.
"Ooohh…ada apa?" tanya Miyako yang heran.
"Hhmm..begini, aku kan belum ada teman yang benar-benar aku kenal..jadi…nanti malam..kamu mau kan perginya bareng denganku.." pinta Hikari yang malu-malu.
Miyako melihat Hikari yang malu-malu seperti itu langsung teriak dan mencubit pipi Hikari.
"Kyaa..astagaaaa..Sachiiiii…kamu lucuuu sekalii..ahahahaha… tentu saja boleehh…kenapa harus malu-malu begitu." Kata Miyako sambil tersenyum.
"Benarkah? Hehehee..aku malu saja, baiklah nanti malam kamu aku jemput disini yah." Tawar Hikari.
"Baiklah, hehehee…ini seperti janjian untuk kencan yah." Kata Miyako tertawa lebar.
Selagi mereka melanjutkan percakapan mereka tentang hal-hal seperti baju yang akan dipakai, sepatu, perhiasan, dan segala macam, ada seorang cowok memasuki toko memakai kaos putih dan celana jeans.
"Ah, selamat siang…Takeru?" kata Miyako yang tadinya mengucapkan salam tiba-tiba bingung, tumben sekali Takeru datang.
Begitu Takeru menoleh kearah Miyako, dia melihat ada Hikari disana, dan Takeru mengambil langkah menujuh ke arah mereka.
"sedang apa kamu disini?" tanya Takeru dengan nada datar.
"memangnya aku tidak boleh menemui temanku sendiri?" tanya Hikari dengan wajah yang memerah.
'uuhhh..kenapa setiap bersama dengannya wajahku panas begini yaah' teriak Hikari di dalam hati.
Hikari melanjutkan percakapannya dengan Miyako dan berusaha mengabaikan keberadaan Takeru, Takeru yang sedari tadi memandangi Hikari dengan tatapan rindu, dia tidak percaya, gadis yang dia cintai selama ini ada tepat berdiri dihadapannya, tapi seolah mereka tidak kenal satu sama lain, ini membuatnya sangat sakit. Takeru tetap memandangi Hikari sampai akhirnya dia tidak tahan untuk memeluknya. Takeru pun tiba-tiba memeluknya, tindakannya benar-benar di luar dugaan membuat Miyako kaget melihatnya dan tidak dapat berkata apa-apa.
"ngh..T..Takeru..apa yang kamu lakukan!" Kata Hikari dengan wajah yang kini sangat merah berusaha melepaskan pelukan Takeru.
"Toloong…aku mohon biarkan aku begini sebentar" pinta Takeru dengan nada yang sangat lembut.
Hikari mengendurkan rontaannya, entah kenapa disamping malu, dia sangat senang dipeluk Takeru seperti itu, akhirnya seolah-olah Hikari tenggelam dalam pelukan Takeru, dia menikmati posisi itu dan tanpa dia sadari, Hikari melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Takeru. Dan sekali lagi, Miyako hanya bsia melihat tanpa berkata apa-apa.
'ya tuhan…kenapa adegan-adegan seperti ini selalu tepat dihadapanku? Kemarin bukannya aku baru dengan bahwa Sachi menyukai kak Kouichi? Tapi sekarang? Topic yang sangat bagus untuk kujadikan bahan di klub, dan topic yang sangat berbahaya juga' pikir Miyako.
Mereka tetap pada posisi seperti itu, seolah tidak ada yang mau melepaskan pelukan itu, sampai suara Miyako memecahkan suasana mereka.
"Eheem…masih ada satu orang disini" kata Miyako dengan wajah meledek.
Mendengar suara Miyako, Hikari tersadar dan segera melepaskan pelukannya dari Takeru.
"Ah..m…maaf..Miyako, aku pulang dulu, sampai jumpa nanti malam." Kata Hikari yang buru-buru langsung meninggalkan toko.
'Ya tuhaaan..apa yang kulakukaaan' kata Hikari sambil berlari.
Sementara itu, di dalam toko.
Miyako memandangi Takeru dengan wajah penasaran.
"Kenapa? Ada apa dengan tampangmu?" tanya Takeru malas.
"Tidak, apa kamu tahu, kalau Sachi sudah menyukai seseorang?" tanya Miyako.
"Sudah." Jawab Takeru tenang sambil memberi Miyako barang yang dia beli, itu adalah cat rambut berwarna pirang.
"Lalu, kenapa kamu masih melakukan hal yang tadi, kamu hanya akan membuat hatinya bingung!" teriak Miyako sewot sambil menerima uang dari Takeru.
"Memang itu tujuanku" kata Takeru senyum licik lalu mengambil barangnya dan pergi.
Miyako bingung dengan semua apa yang tejadi.
"Ya Tuhan…sebenarnya apa yang sedang terjadi." Kata Miyako lesu.
Di rumah Takeru.
"Dari mana kamu?" tanya Yamato.
"dari toko dan beli cat rambut, aku ingin mengembalikan warna rambutku seperti semula" kata Takeru." Dan tadi aku bertemu Hikari.
"Lalu?" tanya Yamato dan Ken bersamaan.
Keadaan diam sejenak.
"Aku memeluknya" jawab Takeru singkat.
"apa? Nekat sekali kamu, terus apa reaksi dia?" tanya Yamato penasaran.
"itu…." Kata Takeru yang berjalan mengambil handuk untuk siap-siap ke kamar mandi "rahasia.' Lanjutnya dan masuk kamar mandi.
"Heeeiii! Sial!" teriak Yamato yang kesal karena penasaran.
Di kediaman Minamoto.
Hikari yang pulang sambil berlari tadi sedang minum di dapur karena kehausan.
"Hei…" panggil Kouichi tiba-tiba dari belakang.
'kyaaa…kakaaaak..aku kageeet" kata Hikari sambil memegang dadanya.
"hahahaha…kenapa kamu ini, ayo ikut aku ke kamar sebentar." Ajak Kouichi sambil menggandeng tangannya.
Sesampainya di kamar, Kouichi mendudukan Hikari dikasurnya dan Kouichi berbaring di samping Hikari.
"ada apa kak?" tanya Hikari.
"tidak apa-apa..aku hanya ingin tidur sebentar lagi, tapi aku ingin kamu berada disampingku." Kata Kouichi yang menggenggam tangan Hikari.
Hikari tersenyum lembut dan membalas genggamannya.
"hihihihihi..ternyata kak Kouichi bisa manja juga" kata Hikari tertawa kecil.
"hanya denganmu" jawab Kouichi singkat dan sudah tertidur.
"sebenarnya tadi kak Kouichi kemana?" tanya Hikari yang tidak dijawab oleh Kouichi yang sudah tertidur.
Melihat Kouichi yang tertidur, Hikari merasa nyaman dan tanpa sadar dia mengelus rambut Kouichi.
'ah..apa yang kulakukan, baru tadi aku berdebar-debar karena Takeru, sekarang kerana kak Kouichi, sebenarnya bagaimana perasaanku ini' kata Hikari yang bingung dalam hati.'tapi…' Hikari melihat wajah Kouichi 'ah sudahlah'
Dikediaman Orimoto.
"sayaang, kata keluarga Kanbara kita tidak harus menjemputnya ke bandara" kata sang ayah.
"oh begitu, waah mereka baik sekali" jawab sang mama
"sebentar lagi katanya mereka sampai" kata sang ayah yang membetulkan pakaiannya.
"maaa…kita seperti mau bertemu pejabat saja harus berpakaian rapi seperti ini" gerutu Izumi yang berpakaian dress ungu yang panjangnya selutut.
"Izumi, jaga mulutmu, Kanbara itu keluarga terhormat sama seperti keluarga kita dan keluarga pacarmu itu" kata sang ayah.
"Namanya Kouji! Bukan 'pacarmu' aku pikir ayah sudah menyetujui kami! Kenapa masih sinis begitu sih" kata Izumi sewot.
"memang ayah sudah mengijinkan, tapi kamu juga harus jaga attitude mu" kata sang ayah.
Dan bel pintu pun berbunyi,keluarga Kanbara sudah datang dan sang ayah menyuruh salah satu pelayan untuk membukakan pintu dan mengantar keluarga Kanbara masuk.
"selamat dataang di rumah kamii" sambut sang ayah dengan semangat.
"heii..sudah lama kita tak bertemu" kata ayah dari keluarga Kanbara.
"oh ya? Sejak kapan yah?" tanya ayah Izumi.
"sejak kau yang tiba-tiba membatalkan pertunangan anak kita" jawabnya sambil tertawa.
"oh iyaa..hahahahahaa" akhirnya mereka berdua tertawa tidak jelas seperti orang tua bodoh.
'hhh…ternyata sama bodohnya dengan ayah' keluh Izumi dalam hati.
"hai Izumi" sapa anak cowok berambut coklat.
Begitu izumi menoleh.
"ah..haii…Takuya..loh? kemana gogglemu? Biasanya kau pakai?" tanya Izumi yang langsung aneh kenapa Takuya tidak memakai goggle yang selalu dia pakai itu.
"ah..ayah melarangku memakainya untuk hari ini, karena hari ini acara yang special, jadi aku harus rapih" jelas Takuya.
"oh.." jawab Izumi singkat dan handphonenya berbunyi.
"ah..maaf yah sebentar" kata Izumi kepada Takuya dan menjawab teleponnya. "hallo..ah Kouji..iya..aku tidak jadi ke bandara, mereka yang datang kesini….kamu kesini jam berapa? Oohh..okee..aku tunggu yaah..love you" Izumi menutup teleponnya.
"pacarmu?" tanya Takuya.
"ah..iya..bagaimana denganmu? Kenapa tidak mengajak pacarmu?" tanya Izumi dengan polosnya.
"Aku tidak punya" jawab Takuya.
"aahh? Masa siih? Pasti banyak yang mau denganmu, kudengar kamu populer disekolahmu" ejek Izumi.
"Yaah…meeka yang menganggapku seperti itu, lagi pula aku sudah ada cewek yang kusuka" kata Takuya tersenyum lembut menatap Izumi.
"oh yah? Waah selamat yaah..semoga kau mendapatkannya" kata Izumi yang benar-benar polos, tidak mengerti arti dari tatapan Takuya.
"waah..kalian cepat sekali akrabnya setelah lama tidak bertemu" kata mamanya Izumi dan ibunya Takuya. "ayo Izumi, kamu antar Takuya ke kamarnya"
"Baiklah, ayo Takuya" ajak Izumi.
Begitu sampai di depan pintu kamar Takuya, Izumi membukakan pintu itu, terlihat kamar yang luas, dengan tempat tidur yang cukup besar, TV, kulkas, dvd, dan satu kamar mandi. Izumi juga membukakan kamar mandi agar takuya bisa melihat kedalamnya, terlihat ada satu bathtub dan shower disitu.
"waaw… seperti kamar hotel, lebih besar dari kamarku, bagus sekali." Puji Takuya.
'Ah..tidak, ayah mengubahnya untukmu" kata Izumi "kalau begitu, aku siap-siap dulu yah, sudah mulai sore, acaranya kan malam jam 7, jadi aku harus siap-siap sekarang." Kata Izumi
"oke" jawab Takuya singkat.
Dikediaman Minamoto.
"kak..kak Kouichi..banguun.." panggil Hikari dengan lembut yang membangunkan kakak tersayangnya itu.
Kouichi perlahan membuka matanya, dan melihat wjah Hikari dan langsung memeluknya.
"nngghh…Sachi aku menyayangimu" kata Kouichi sambil memeluk Hikari.
"aahh..kakaaak…apa yang kau lakukan, cepat banguun..sadar kak Kouichi" kata Hikari yang meronta dalam pelukan Kouichi.
"kaak..aku sudah dandan..aku tidak mau dandananku acak-acakan lagiii" rengek Hikari yang rambutnya sedikit berantakan.
Kouichi membuka matanya dan tersadar melihat ke arah Hikari yang sudah siap memakai mini dress yang dibelinya saat belanja bareng Izumi, dan sudah memakai make up.
"astaga, kau cantik sekali" kata Kouichi yang bengong melihat Hikari "aarrgghhhhh…aku jadi tidak rela kau pergi ke acara itu, nanti orang-orang pada melihatmu yang cantik begini."
"hhihihihi..kaak, mereka punya mata, itu hak mereka untuk melihat." Kata Hikari yang menyiapkan baju Kouichi.
"aku tunggu dibawah yah." Kata Hikari.
"Ah..tunggu" tahan kouichi yang mengambil sesuatu dari lacinya "bisakah kamu menutup matamu sebentar?"
"ada apa?" tanya Hikari heran.
"sudah tutup saja." Kata Kouichi, dan Hikari melaksanakan perintahnya.
Kouichi mengambil sebuah benda dari lacinya, sebuah kotak kecil berwarna merah, dibuka dan diperlihatkan di depan wajah Hikari.
"nah, sekarang buka matamu." Kata Kouichi.
Ketika Hikari membuka matanya, ada sebuah kalung berlian berbentuk hati yang sangat indah dikotak itu. Hikari sangat kaget dan sangat mengagumi keindahan kalung itu.
"Bagus sekalii kaak..enaknya jadi kak Izumi, dapat kado seperti ini" kata Hikari yang sama polos bodohnya dengan Izumi.
"ahahaha..ini bukan untuk Izumi.." kata Kouichi yang mengambil kalung itu "ini untukmu" lanjutnya sambil memakaikan kalung itu di leher Hikari.
"Haah! kakak bercandaa…ini pasti mahal sekalii" kata Hikari kaget.
"memang, ahahahaa…tapi ini aku pesan khusus special buat adikku tercinta." Kata Kouichi dengan senyum.
"kakaaak…terima kasih" kata Hikari yang memeluk Kouichi.
"hahaa..iyaa..sekarang aku mau ganti baju dulu, atau…kamu mau membantuku?" kata Kouichi iseng.
"ganti saja sendiri" kata Hikari yang mendorong Kouichi dan meninggalkan kamarnya.
Begitu semuanya selesai dengan keperluannya masing-masing.
"Sachiiii….lama sekalii..sedang apa kamuu, kita harus segera berangkaaat!" teriak Kouichi dari bawah.
"iyaa sebantaar" jawab Hikari dari atas.
"bukannya tadi Sachi sudah siap yah?" tanya Kouji.
"ehm..hehehe..make upnya sedikit berantakan tadi karena aku peluk" kata Kouichi.
"ouw..sudah berani nakal rupanya" kata Kouji pelan.
"heii! Bukan peluk yang kau artikan" kata Kouichi dengan panic
"ahahahahaaa" tawa Kouji.
Hikari yang sudah selesai segera keluar dan menghampiri mereka.
"ayo kita berangkat" kata Hikari dengan senang.
Sesampainya di rumah Izumi, Kouji melihat sekeliling dan melihat ayah Izumi sedang berdiri ditempat minuman sendirian.
"ah..itu kan ayahnya Izumi, aku mau menyapanya dulu" kata Kouji.
"selamat malam Tuan Orimoto." Sapa Kouji dengan sopan.
"oohh…koujiii…apa kabaar…" kata ayah Izumi dengan menjulurkan tangannya pada Kouji.
"sangat baik, bagaimana dengan anda?" tanya Kouji kembali.
"sangat baik..hahhaaa…Izumi sedang berada di kamarnya, kalau mau kamu pergi saja ke kamarnya." kata ayah Izumi dengan tersenyum.
"iya, terima kasih." Kata Kouji dan langsung berjalan menuju Kouichi.
"Kouichi, aku mau menemui Izumi dulu di kamarnya, kau disini saja bersama Sachi yah." Kata Kouji.
"okay" jawab Kouichi.
Begitu Kouji pergi meninggalkan mereka berdua, Koichi melihat dipintu luar ada Taichi, Sora, Yamato, Takeru dan Ken. Kouichi yang melihat mereka mau masuk kedalam ruangan jadi sangat panic dan mengajak Hikari untuk pergi ketempat lain supaya mereka tidak melihat hikari.
"gawat! Sachi, ikut aku" tarik Kouichi.
"ada apa kak?' tanya Hikari.
Pertanyaan Hikari tidak dijawab oleh Kouichi, dia membuka handphonenya dan menelepon Kouji.
"hallo?" kata Kouji
"kak! Ada mereka!" kata Kouichi.
"mereka? mereka siapa?" tanya Kouji.
"merekaa…orang-orang dari masa lalu Sachi" kata Kouichi yang berbisik.
Hikari tidak menyadari percakapan Kouichi karena suara Kouichi sangat kecil dan Hikari sendiri sedang mencari Miyako dan menemukan sosok Miyako sedang bersama Nami.
Tanpa Kouichi sadari, Hikari telah pergi menemui Miyako.
"Miyakoo" panggil Hikari.
" Sachi" sapa Miyako kembali.
"maaf yah tadi tiba-tiba aku sms bilang tidak jadi bareng, kak Kouji sedang buru-buru katanya." Kata Hikari sambil meminta maaf.
"aaahh..tidak apa-apa, aku juga datengnya bersama Nami." Jawab Miyako.
"hai Sachii..kau cantik sekali mala mini." Kata Nami.
"terima kasih, kalian juga sangat cantik." Jawab Hikari.
"Sachiii" panggil Kouichi yang berlari dari ujung. "kenapa kamu meninggalkanku!" sewot Kouichi.
"ah..maaf kak, aku melihat sosok mereka, jadi aku menyapanya." Kata Hikari.
"hai..kak Kouichii!" kata Nami yang menahan teriaknya.
"hai.." jawab Kouichi pelan.
"kak Kouichi?" tanya cewek-cewek yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.
"aah..ya?" jawab Kouichi bingung.
"kami dari SMP Odaiba…bolehkah kami berfoto bareng denganmu? Kami sangat menyukaimu" pinta cewel-cewek itu.
"ah..baiklah" kata Kouichi yang sedikit malu dan menghampiri mereka dengan jarak yang agak jauh dari Hikari.
"wah..sepertinya kamu akan banyak dibenci cewek-cewek Sachi" kata Miyako pelan.
"ahahahaha..menurutmu begitu?" kata Hikari yang tertawa takut.
"permisi, Kouichi, bisa bicara sebentar?" tanya sosok cowok berambut coklat.
"Taichi…..?" kata Kouichi panic.
Di kamar Izumi.
"ada apa tadi koichi telepon?" tanya Izumi yang sedang di tata rambutnya oleh penata rambut.
"ada Taichi dan yang lainnya dibawah" jawab kouji.
"yaah..sudah kuduga akan begini" kata Izumi.
Dan tiba-tiba bunyi pintu diketuk. Kouji berinisiatif membukanya, dan..
"ah..siapa?" tanya Kouji.
"um..aku Takuya, Izumi ada?" tanya Takuya.
"dia sedang dandan di dalam" jawab Kouji singkat yang memasang pose didepan pintu seolah Takuya tidak diizinkan masuk.
"oohh…hhmmm" kata Takuya ragu.
"ada apa? Nanti kusampaikan" kata kouji.
"kamu pacarnya?" tanya Takuya.
"iya" jawab Kouji singkat.
"aku Takuya Kanbara, senang bertemu dengamu" kata Takuya memberikan jabat tangan.
"yah, senang bertemu denganmu juga" jawab Kouji yang menggenggam tangannya Takuya, entah kenapa Kouji merasa tangannya digenggam sangat erat.
Dikerumunan pesta.
"Sachi?" panggil seorang cowok.
Hikari menoleh dan melihat ke arah cowok itu.
"ah..aku Yamato, kakaknya Takeru." Kata Yamato
"oh..hai" jawab Hikari yang tiba-tiba teringat sesuatu tapi tidak jelas. 'perasaan apa ini?'
"Takeru…" panggil Yamato "sini, kita kumpul disini saja"
Begitu Takeru datang, Hikari langusng kaget melihat takeru yang rambutnya berubah menjadi pirang, Hikari seperti mengingat sesuatu yang dia tidak bisa ingat.
'apa ini? Perasaan ini…'
"haii.." sapa Takeru dan melihat ke arah Hikari. "kamu cantik sekali, Hikari" kata Takeru yang tanpa sadar memanggil Sachi dengan nama Hikari.
'Hikari?'
Tiba-tiba Hikari teringat dan sedikit mulai bisa melihat bayangan-bayangan yang dari tadi samar-samar. Hikari berusaha terus untuk mengingatnya, dikerumunan orang-orang yang sedang berbicara, Hikari hanya diam untuk focus berusaha mengingat sesuatu.
Yamato yang sedang berbicara dengan Miyako, Nami, Ken dan Takeru tidak menyadari ekspresi Hikari yang raut wajahnya untuk mencoba mengingat sesuatu.
'tunggu..apa ini…Hikari? Sepertinya aku mengenal nama itu…'
"Sachi?" panggil Kouichi.
Hikari langsung kaget dengan wajah pucat menoleh kearah Kouichi.
"astaga, Sachi kamu kenapa? Wajahmu pucat sekali" kata kouichi panic.
"ah..kak Kouichi..aku…t..tidak…aku tidak apa-apa..aku hanya terlalu lama berdiri" jawab Hikari yang berbohong.
"yasudah kamu duduk saja yah, ayo aku temani" ajak Kouichi ketempat duduk. "aku ambilkan minum yah, kamu tunggu disini"
Hikari tersenyum dan Kouichi berlari untuk mengambilkan Hikari minum, ditempat minum, ada Takeru yang menghampiri Kouichi.
"ternyata kamu belum benar-benar mengenalnya yah" kata Takeru tenang.
"apa maksudmu?" jawab Kouichi dengan nada kesal.
"aku sudah tahu semuanya, Sachi itu Hikari kan?" kata Takeru dengan menatap Kouichi.
Kouichi memandang Takeru lurus mengampirinya.
"kalau iya…lalu kenapa?" kata Kouichi.
Takeru langsung mencengkram kerah Kouichi.
"kuperingatkan padamu! Aku tidak memberi tahu pada Hikari yang sebenarnya, karena tahu kebenarannya, kau! Jangan sombong dulu! Kita lihat apa reaksi Hikari pada kalian yang telah membohonginya sampai sejauh ini" kata Takeru.
"lepaskan tanganmu, aku bisa saja menghajarmu disini, tapi ini pesta pacar kakakku, dan apabila aku memukulmu, aku takut Sachi akan khawatir" kata Kouichi dengan nada emosi.
"kau tidak tahu kan kalau Hikari tadi sedang berbohong." Kata Takeru melepaskan cengkramannya.
"hah? apa maksdunmu?" kata Kouichi.
"seorang Hikari tidak akan menjadi sepucat itu wajahnya hanya dengan berdiri lama, dia orang yang sangat kuat berdiri, bahkan bermain seharianpun dia tidak akan lelah" jelas Takeru yang seolah-olah menang dari Kouichi tentang mengetahui Hikari.
Kouichi menoleh kearah Hikari dan memandangi Hikari, ternyata dia benar-benar tidak tahu apa-apa tentang Hikari. Takeru meninggalkan Kouichi sendirian yang termenung sambil memegang gelas yang berisi air.
yeaay..akhirnya mereka bertemuu...Hikari ngeliat Takeru berambut pirang dan sosok yamato aja udah hampir bisa inget siapa dia, gimana dia ketemu Taichi yaaah...
terus gimana dengan Kouji-Izumi-Takuya?
belum terpikirkan olehkuuu...ahahahahahahahaaa...thanks for review yaaah..
luv u all..mmuuaahhh
