Mousouwari Gomenasai ! Chapter Extra ini telat Update dikarenakan kesibukan Author serta kemalasan Author (#di gampar) tetapi bukan hanya itu masalahnya. Chapter kali ini bisa dibilang lebih panjang dari Chapter-Chapter sebelumnya. sekali lagi saya minta maaf karena telatnya Update Chapter ini.

Enjoy Reading !


Chapter 11 [ Extra ] : Vocation For GoM And Seirin

.

.

Semuanya tidak berakhir sampai disini.

.

.

Kuroko No Basuke ( The Basketball Which kuroko's Play)

Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi

Story Writer : Me ( Jessy Jasmine 7 )

Genre : Friends, Tragedy, Angst, Drama, Hurt/Comfort

WARN : DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

Pada Musim panas bulan Agustus, tepatnya Pukul 10.00 di taman kota. Terlihat GoM serta Seirin sudah berkumpul disana, menunggu seorang lagi teman mereka…

"PANAS-!" Ucap mereka yang sudah terkapar kepanasan.

Benar, mereka tengah menunggu Kuroko Tetsuya di sebuah taman di dekat toko makan langganan mereka lebih dari beberapa menit yang lalu.

"Dimana Kuroko sekarang ? Sudah 10 menit kita menunggu sampai kepanasan begini…" ucap Kagami.

"Baru kali ini aku menyadari bahwa Tetsu bisa begini…" ucap Aomine.

"sebenarnya Kuroko pernah sekali terlambat… dengan mengatakan "Aku sudah berada disini sedari tadi." Tetapi ia ternyata berbohong." Jelas Kagami. Mengingat itu, Seirin kemudian mati-matian menahan tawa. Tetapi itu tidak berlangsung lama.

"Aku tidak akan senang kau berbicara di belakangku, Kagami-kun." Ucap sang bluenette yang sudah berada di samping Kagami. Hening, kemudian…

"UWAAAH !" mereka (kecuali Akashi) berteriak.

"K-Kuroko ! Sejak kapan kau berada disini ?" tanya Kagami yang sebelumnya sempat melompat mundur.

"K-Kuroko… kau akan membuat kami terkena serangan jantung, kau tahu itu…" ucap Midorima yang dengan tangan gemetar membetulkan kacamatanya yang sempat merosot.

"Kurokocchi… kau membuatku takut-ssu !" Seru Kise.

"Tetsu ! Kenapa kau harus melakukan hal seperti itu ?" tanya Aomine yangs udah bersembunyi di belakang pohon.

"Kuroko, aku mengerti bahwa keberadaanmu sangatlah lemah, tetapi entah kenapa kami seakan menangkapnya dirimu yang menyalah gunakan kekuatanmu." Ucap Hyuuga. Kuroko pun menunduk.

"Ah, maafkan aku kalau begitu…" ucap Kuroko. Kemudian Akashi yang tengah bersandar mulai mendekati gerombolan GoM serta Seirin itu.

"Kalau begitu kita sudah lengkap. Ayo kita berangkat." Ucap Akashi yang kemudian memimpin perjalanan mereka.

"Yeii !" Seru mereka senang. Seketika Kuroko menyadari sesuatu.

"Tunggu, semuanya masih ada seorang lagi—" belum sempat kuroko menjelaskan secara lengkap, orang yang Kuroko maksud sudah angkat bicara menghentikan gerombolan itu.

"Wah, sepertinya aku sudah sangat telat…" kemudian Kuroko, GoM dan Seirin menoleh. Orang yang berbahaya seketika muncul dihadapan mereka. "Yo, Lama menungguku ?" tanya Kuroki Shirogane yang terlihat menggunakan jaket putih serta dilehernya terdapat Headphone Biru-Silver dan ia tengah menenteng tas selempang putih yang tidak terlalu besar itu. ia juga menggunakan celana pendek (diatas lutut) berwarna hitam.

Dengan cepat Kagami, Kise, Midorima, Murasakibara, serta Aomine membuat Defense di depan Kuroko. Menjaga sang Bluenette yang sepertinya mengetahui situasi.

"sedang apa kau disini ?" tanya Akashi kemudian.

"Kupikir kau sudah lenyap beserta niat licik-mu. Ternyata, kau masih punya niat terselubung lainnya." Ujar Aomine.

"kali ini aku akan memberikan pukulan yang dua kali lipat lebih kuat dari sebelumnya." Ujar Kagami. Kuroki hanya tersenyum.

"Apa yang lucu ?" tanya Midorima seraya memegang Lucky Item-nya hari ini (Lucky Item : Pisau).

Kemudian Kuroki tanpa menghilangkan senyumannya melangkah maju. Merasa bahwa itu adalah isyarat, Kuroko pun ikut maju.

"Tetsu ! Apa yang—"

"Kuroki-kun…" Kuroko mengulurkan tangannya.

"Tetsuya…" Kuroki pun menjabat tangannya. Seketika hening. Kuroki pun mulai ber-sweatdrop. Air wajahnya juga sudah mulai berubah.

"SAKIT ! SAKIT ! TETSUYA !" Ringis Kuroki karena Kuroko tengah meremas tangannya.

"Kau terlambat Kuroki-kun." Ucap Kuroko dengan raut wajah jengkel.

GoM dan seirin hanya menatap kedua orang itu. entah kenapa, keadaan yang mencekat seketika mencair menjadi normal. Mereka dapat melihat Kuroko yang tengah memarahi Kuroki.

"Kurokocchi, apa maksudnya semua ini ?" tanya Kise yang meminta penjelasan.

"Oi, Kuroko ! Sebenarnya apa yang kau rencanakan ?" tanya Kagami. Seketika Akashi angkat bicara.

"Tetsuya, jangan-jangan… kau berencana untuk…" Akashi menatap Kuroko. Kuroko dan Kuroki menatap gerombolan itu.

"Kuroki-kun akan ikut bersama kita." Jelas Kuroko. Semua mata membelalak (kecuali Akashi).

"A-Apa maksudmu dengan 'Kuroki akan ikut bersama kita' ?" tanya Kagami.

"Benar kata Kagamicchi, apa maksud Kurokocchi kalau Kurokicchi akan ikut bersama kita ?" tanya Kise.

"Tetsu, dia pasti punya niat licik lainnya !" seru Aomine.

"Kuroko, aku yakin kau adalah yang paling tahu." Ucap Kiyoshi yang masih tersenyum. Seketika semua menatap aneh Kiyoshi.

"Maaf, tapi aku memang mengundang Kuroki-kun untuk ikut bersama kita. Kuharap itu tidak mengganggu, Akashi-kun." Ucap Kuroko. Semua orang seketika terdiam.

"Bagaimana Akashi ?" tanya Midorima. Akashi masih terlihat berpikir. Kuroko, Kuroki, GoM, mau pun Seirin hanya menatap sang Kapten asal Rakuzan itu.

"Baiklah, aku menerima hal itu." ucap Akashi. GoM serta Seirin pun terkejut.

"A-Akashi, apakah kau tidak khawatir jika terjadi sesuatu terhadap Kuroko ?!" Tanya Hyuuga.

"Oleh karena itulah, aku akan membuat satu janji denganmu, Kuroki Shirogane." Ujar Akashi seraya menatap Kuroki.

"dan apakah itu ?" tanya Kuroki.

"jika hal yang buruk terjadi, kami tidak akan segan-segan untuk melumatkanmu." Ujar Akashi. GoM serta Seirin tersenyum. Kuroki hanya tersenyum dan kemudian merangkul Kuroko dengan keras.

"Kuroki-kun…" Kuroko menggerutu jengkel seraya menatap Kuroki.

"Kalau begitu, bagaimana kalau kita segera pergi ?" tanya Kuroki. Akashi keudian kembali berjalan kearah yang di tujunya, diikuti oleh GoM Serta Seirin.

"Oi, Kuroko ! Ayo kesini !" Seru Kagami.

"Kuro-Chin~" panggil Murasakibara. Sepertinya kedua orang itu masih belum mempercayai betul Kuroki.

"Maaf Kuroki-kun, sepertinya ini akan sangat panjang. Dan aku yakin mereka masih belum percaya betul terhadap dirimu." Jelas Kuroko. Kuroki hanya tersenyum dan melepas rangkulannya.

"Tidak masalah. Lagi pula kita bisa berbicara lain waktu." Ujar Kuroki yang kemudian berjalan duluan dan kemudian diikuti oleh Kuroko yang berlari kearah GoM serta Seirin. Kuroki hanya berjalan sendirian di belakang, memandangi sang bluenette yang tengah berbicara dengan temannya itu.

"Kuroko, apakah ini akan baik-baik saja ?" tanya Kagami.

"Kuro-chin~ kau harus duduk denganku nanti~" ujar Murasakibara.

Kemudian dengan cepat seseorang memeluk paksa Kuroko.

"tidak ! Kurokocchi akan duduk bersamaku !" Seru Kise.

"Tetsu akan bersamaku !" seru Aomine juga.

"lebih baik ia bersamaku. Karena aku tidak dapat mempercayai kalian." Ujar Midorima.

"justru kami lebih khawatir terhadap dirimu." Batin Aomine, Kagami, dan Kise.

Dan mereka pun berjalan menuju bandara (tentu saja dengan menggunakan bus), setelahnya mereka akan berangkat dengan pesawat pribadi milik perusahaan Akashi menuju pulau pribadi Akashi.


"Kenapa jadi seperti ini ?" tanya Kagami yang menatap miris tempat yang di tempati Akashi.

"apakah ada masalah ?" tanya Akashi.

"hum… tidak, tetapi apakah kau akan baik saja ?" tanya Midorima. Kini mereka sudah tidak bisa berkutik lagi. Pembagian tempat duduk ada 3. Di bagian pertama : Akashi-Kuroki, Hyuuga-Aida, Mitobe-Koganei. Dibagian Kedua : Midorima-Kuroko (akhirnya Midorima yang duduk sama kuroko deh #berkat Akashi), Kiyoshi-Murasakibara, Kawahara-Fukuda. Dibagian Ketiga : Kagami-Aomine, Kise-Izuki, Furihata-Tsuchida. Dan itulah urutan duduk mereka.

Kuroko melirik kearah Kuroki duduk. Akashi terlihat duduk di pinggir dan Kuroki disamping jendela. Sang bluenette hanya bisa menghela napas panjang. Kemudian ia mendengar suara dari dalam pikirannya.

Ada apa Tetsuya ? Mood-mu sedang jelek hari ini ?

Kuroko menoleh kearah Kuroki yang berseringai dan kemudian menatapnya dengan mengejek. Kuroko mengembungkan pipinya. Ia menatap sang surai Vanilla dengan jengkel.

Kupikir aku sudah memutuskan komunikasi [ Telepati ] kita, tetapi ternyata masih tetap sambung juga ?

Kuroki kembali ke posisi semula seraya menutup matanya. Begitu juga dengan kuroko. Dengan posisi mereka yang seperti itu, mereka bisa berkomunikasi dengan stabil.

Hahaha ! kau pikir aku tidak bisa memperbaiki hal itu ? tentu saja bisa ! layaknya tali yang terputus, kau bisa dengan mudah menyabungkannya dengan mengikatnya.

Kuroko mengerutkan keningnya dengan jengkel.

Hentikan itu Kuroki-kun. Kau mebuatku jengkel.

Kuroki tertawa kecil tanpa membuka matanya. Perutnya terasa geli mendengar protes dari sang bluenette. Mendengar tawa kecil itu, Akashi menoleh kearah sang surai albino itu. ia tampak berseringai dengan tenangnya. Matanya juga terlihat tertutup.

Wah, wah… ternyata Kuroko Tetsuya juga bersikap seperti ini rupanya. Kupikir kau selalu mengandalkan ekspresi Emotionless milikmu agar semua orang tidak bisa menebak pikiranmu, hihi…

"Errgh…" Kuroko membuat raut jengkel diwajahnya. Mendengar suara kuroko, Midorima dan Akashi segera menoleh ke sang six phantom player itu.

Jangan tertawa, Kuroki-kun. Aku yakin aku bisa mengalahkanmu.

Kuroki menaikkan sebelah alisnya.

Ngh ? apa maksudmu ?

Akashi membuat suatu acara untuk liburan musim panas kita.

Seketika Kuroki tersenyum senang sekali.

Benarkah ? Keren ! aku ingin ikut ! dan dengar, kalau aku menang, kau harus berhenti minum Vanilla Milkshake selama seminggu.

Kuroko menelan ludah.

B-Baiklah, dan kalau aku yang menang, kau harus membantu kami !

Baiklah aku berjanji. Tetapi sebelumnya, kau harus mengalahkanku… lagi pula kekuatanmu harus bisa mengalahkanku lho…

Kuroko menaikkan sebelah alisnya.

Tentu saja aku bisa ! memangnya apa yang membuatmu berpikir aku tidak dapat mengalahkanu ?

Karena kau sangat lemah, Tetsuya. Dan kau juga mengetahui bahwa aku lebih kuat dari kekuatan sang Emperor bukan ?

Kuroko berekspresi jengkel.

Aku tahu itu. tapi jangan gunakan kekuatan spiritualmu ! itu akan menjadi janji !

Baiklah Tetsuya, aku berjanji.

Ayo ucapkan dengan jelas.

Baiklah, jika itu maumu…

Seketika Kuroko dan Kuroki membuka matanya. Mengetahui itu, Midorima dan Akashi (yang sedari tadi memperhatikan tingkah laku kedua "K" itu) cukup terkejut dan bingung. Seketika Kuroko dan Kuroki berdiri, manik mereka saling bertemu. Mengetahui hal itu, semua orang lekas menatap mereka bingung.

"Kuroki-kun…" Kuroko menatap serius dan jengkel Kuroki.

"Tetsuya…" Kuroki hanya tersenyum jahil.

"Aku pasti menang !" ucap kedua orang itu serentak.

"Akan kubuat kau tidak bisa meminum Vanilla Milkshake itu selama seminggu." Ucap Kuroki yang masih tak melepaskan seringainya.

"akulah yang akan menang, Kuroki-kun. Tidak akan kubiarkan kau membuatku berhenti meminum Vanilla Milkshake. Dan pada saat itu juga, kau harus membantu kami." Ujar Kuroko.

"Tentu saja. Itu adalah janji. Dan aku tidak akan berbuat curang." Ujar Kuroki kemudian.

"kalau kau melanggarnya, aku akan menghukummu dengan kedua tanganku sendiri." Ucap Kuroko. Seraya mengeluarkan sebuah pisau lipat dari kantung celananya. Semua orang terpana. Bagaimana sang six phantom player membawa benda tajam ? sementara itu, sang surai putih hanya tersenyum.

"jika seperti itu, maka aku akan menghentikanmu." Ucapnya seraya mengeluarkan cutter.

Entah kenapa suasana menjadi mencekam. Udara terasa sempit melihat perbincangan yang terjadi diantara Kuroko dan Kuroki. Tak lama setelah Kuroko dan Kuroki saling pandang, mereka lekas duduk dengan normal di tempat mereka.

Midorima menatap Akashi, begitu juga sebaliknya. GoM serta Seirin bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi diantara Kuroko dan Kuroki.

"Oi, Midorima, apa yang terjadi diantara Kuroko dan Kuroki ?" tanya Kagami. Aomine yang berada di sebelahnya juga menatap ke sang surai hijau itu.

"Mana ku tahu, nanodayo. Seketika mereka sudah seperti itu." jawab Midorima. Semua pun terdiam. Masih dilanda kebingungan.

Sementara itu di kursi Akashi dan Kuroki.

"Sebenarnya apa yang terjadi barusan ?" tanya Akashi dengan curiga. Kuroki yang sedari tadi menutup matanya seketika berdiri begitu juga dengan Kuroko. Akashi, GoM serta Seirin kembali menatap mereka.

"Tetsuya, beraninya kau mengataiku sebagai Vanilla Milkshake. Dasar Lemah." Ucap Kuroki dengan senyum kesalnya menatap Kuroko.

"Kuroki-kun yang duluan mengatai diriku. Sekarang adalah giliranku. Vanilla Milkshake." Ucap Kuroko.

Biarkan Author yang menjelaskan.


Flashback

Kuroko dan Kuroki kembali duduk dengan tenang. Mereka memejamkan kembali mata mereka. mencoba kembali berkomunikasi.

Pfft… benar, benar deh… kenapa kita harus membuat semua orang menjadi terlihat begitu bingung menatap kita ?

Ini salahmu, Kuroki-kun. Kau sebenarnya tahu hal ini akan terjadi, tetapi tetap tidak memberitahukanku.

Hee.. bukankah kau yang mengucapkannya duluan ? lagi pula aku akan memenangkan permainan yang Akashi Seijuurou buat.

Apa maksudmu ? kau merendahkanku ? kurasa hal itu tidak akan semudah yang kau perkirakan.

Dan biar aku beri kau satu penjelasan lagi, Tetsuya.

Dan Apa itu ?

Aku tahu bahwa sebenarnya kau memiliki kekuatan yang sama dengan GoM mau pun orang kuat lainnya di dunia ini.

Kuroko tersentak.

Apa yang kau maksud Kuroki-kun ?

Kau mungkin saja mempunyai "Zone" yang sama seperti Taiga, Aomine Daiki, dan Murasakibara Atsushi. Hanya saja kau belum dapat memunculkannya. "Zone" hanya muncul ketika tekadmu sudahlah sangat kuat atau kalau kau terpaksa "melanggar dirimu sendiri".

Melanggar diri sendiri ? apa maksudmu, Kuroki-kun ?

Sifatnya sama seperti "Emperor Eye". Kau akan menjadi sombong dan egois. Kau akan kehilangan kepercayaanmu terhadap teman-temanmu. Sifatmu yang lainnya akan mengambil alih tubuhmu. Kau akan sama seperti GoM sebelum kau mengalahkannya. Hanya kemenangan yang dipercaya. Selainnya hanyalah sampah.

Kuroko menelan ludah. Memasuki "Zone" dengan melanggar diri sendiri sepertinya cukup berbahaya. Tetapi mau bagaimana pun, ia tidak akan menjadi GoM sebelum ia mengalahkan mereka.

Akan ku yakinkan aku tidak menjadi seperti "mereka". Oleh karena itu aku akan terus percaya.

Kuroki tersenyum. Itulah yang membuat Kuroko menjadi unik. Ia tidak dengan gampangnya menyerah.

Kalau begitu, Buktikan hal itu ! kau bilang kita akan mengalahkan "dua orang" itu bukan ? tetapi dengan kekuatan kalian sekarang, kuyakinkan itu adalah 0%.

Jangan Remehkan kami, Kuroki-kun. Mungkin kekuatan Emperor Eye tidaklah berpengaruh kepadamu, tetapi jika kami menyatukan kekuatan, kekuatan itulah yang akan menjatuhkanmu.

Kuroki seketika berseringai.

Baiklah, Tetsuya ! Aku menerima pendapatmu itu ! terlebih, aku juga percaya dengan keyakinanku : kalian pasti akan kalah !

Jangan terlalu berharap dulu, Vanilla Milkshake.

Hening. Kuroki kehilangan senyumannya. Apa ia salah dengar ? Vanilla Milkshake ? kenapa kata-kata itu meluncur dari mulut sang surai biru itu ?

Tunggu ! Tetsuya, kau mengataiku ?

Itu adalah balasan, Kuroki-kun.

Tapi Tetsuya, itu…

Bersikaplah adil lah, Kuroki-kun. Aku tidak akan membuat semua ini mudah.

Seketika perempatan muncul di sisi kiri kepala Kuroki. Ia segera bangun begitu juga dengan Kuroko. Sepertinya mereka akan memulai perdebatan yang baru.

Flashback End


"Jangan remehkan aku, Tetsuya. Kau tahu bahwa akulah yang akan membuat semua ini menjadi mudah." Seru Kuroki.

"Tidak akan kubiarkan. Kami akan menang di pertandingan ini meski pun lawan kami adalah kau sekali pun, Kuroki-kun." Tukas Kuroko.

Semua hanya terdiam menatap kejadian itu. suasananya sungguh tidak bersahabat. Andai mereka mengerti apa yang sebenarnya terjadi, mungkin mereka akan segera melerainya, tetapi jika mereka tidak tahu, mereka tidak bisa membayangkan nyawa mereka yang terancam bahaya karena dua orang itu.

"Cukup Kalian berdua." Kuroko dan Kuroki menatap Akashi. Seketika GoM dan Seirin mulai tegang. Sepertinya sang Emperor akan memulai pembantaian massal di pesawat itu. "bisakah kalian tenang dan jelaskan apa yang terjadi ?" ucap Akashi yang sudah mengeluarkan Dark-Side-nya itu. tetapi…

"Maaf Akashi-kun. Aku tidak bisa melakukan hal itu untuk sekarang." Ucap Kuroko yang masih memegang pisaunya dan seakan mengeluarkan aura yang sama dengan Akashi.

"Diamlah, Akashi Seijuurou. Kau sungguh mengganggu." Ucap Kuroki yang juga mengeluarkan aura yang sama.

Semua orang yang berada di sekeliling mereka seketika berdoa dan mencari tempat mengungsi demi keselamatan mereka.

"Diamlah kalian semua. Aku mengerti bahwa Mood kalian sedang jelek sekarang. Tetapi kalian harus bersabar hingga kita sampai." Ucap Hyuuga dengan sekuat tenaga. Ia tahu bahwa melerai ketiga orang yang membawa Ultimate Weapon mereka yang dapat membunuhnya sekarang adalah hal buruk, tetapi ia tetap berharap mereka mengerti.

"Baiklah, Kapten. Aku mengerti." Seketika Kuroko kembali ke Mood-nya semula dan duduk dengan tenang. Begitu juga dengan Akashi dan Kuroki. Seketika hening. Tidak ada yang berani membuka percakapan di pesawat itu. hingga akhirnya mereka sampai di tempat tujuan mereka.


"Waah ! Indah-ssu !" Seru Kise.

Akhirnya setelah terjebak di suasana yang mencekam, mereka pun sampai di pulau milik perusahaan Akashi. GoM Serta Seirin pun dapat menghirup udara kebebasan mereka. Tubuh mereka terasa pegal Karena terus-terusan berdiam di dalam pesawat pribadi yang diselimuti aura yang tak kira-kira.

"Ne~ Tetsuya ! bukankah ini indah ?" tanya Kuroki seraya merangkul kuroko. Tidak ada jawaban dari Kuroko. Merasa ada yang aneh, Kuroki segera menatap Kuroko. " Tetsu—TETSUYA !" pekik Kuroki yang membuat GoM maupun Seirin menatap Kuroki serta Kuroko.

"berhentilah menggangguku, Kuroki-Kun…" ucap Kuroko yang mengeluarkan aura Dark Side-nya. Semua tercengang. Apa yang sebenarnya terjadi kepada sang Six Phantom Player itu ?

"T-Tetsuya… J-Jangan bilang kalau kau masih memikirkan masalah sebelumnya ?! Kumohon ! Aku hanya menggodamu !" seru Kuroki.

Ia mencoba meyakinkan Kuroko. Kuroki memegang kedua lengan Kuroko.

"menjauhlah…" ucap Kuroko. Kuroki seketika melepaskan pegangannya.

"Apa yang kau lakukan kepada Kuroko, Kuroki ?" tanya Kagami. Seketika Kagami menyadari sesuatu. Ekspresi Kuroki tidak terlihat seperti biasanya. "Oi, eh ?" Kagami yang menepuk pundak Kuroki kini bisa melihat dengan jelas apa yang dirasakannya. Tubuhnya bergetar.

"T-Tetsuya…" hanya kata itu yang diucapkan dan maniknya hanya menatap ke satu arah. Sang surai bluenette itu berdiri tak jauh darinya, ia bisa merasakan dengan jelas aura yang berbeda dan itu bukanlah miliknya.

"Ada apa ?" tanya Aomine.

Seketika Kuroko kehilangan keseimbangan dan ia pun ambruk seketika. Beruntung ada Midorima yang berdiri tak jauh darinya, sehingga Kuroko berhasil ditangkap.

"kau tidak apa-apa, Kuroko ?" tanya Midorima. Kuroko mengangguk.

"Ya. Aku baik-baik saja. Hanya sedikit pusing." Jawab kuroko. Kemudian Kuroki tersadar. Ia sudah tidak dapat merasakan aura mengerikan yang baru saja ia rasakan. Dengan cepat, Kuroki berlari kearah Kuroko.

"Biar ku bantu." Ucap Kuroki seraya memberikan bantuan untuk Kuroko.

"terima kasih, Kuroki-kun…" ucap kuroko kemudian.

"Apakah Kuroko-kun baik-baik saja ?" tanya Aida yang seketika mendekati Kuroko dan Kuroki.

"ia hanya sedikit pusing, Coach." Jelas Kuroki.

"begitukah ? kalau begitu kita harus membawanya ketempat peristirahatan duluan. Akashi-kun, kumohon !" ujar Aida.

"baiklah, dan sebaiknya kita cepat." Ujar Akashi. Kemudian GoM dan Seirin pun berjalan menuju mansion Akashi di pulau itu.


Kuroko membuka matanya. Sungguh gelap. Ia bagaikan buta. Ia tidak dapat melihat apapun. Tetapi seketika cahaya muncul dari depan. Dengan terpaksa Kuroko harus menyembunyikan matanya di balik telapak tangannya. Cahaya yang menyilaukan dan membutakan mata itu seketika semakin terang seiring berjalannya waktu.

"…suya…Tetsuya !" seru Kuroki begitu Kuroko mulai memfokus-kan pandangannya.

"K-Kuroki-kun… Semuanya…" ucap Kuroko yang menatap sekitar. Disana ada GoM, Kuroki dan Kagami. Kemungkinan Seirin sedang melakukan hal lain lagi.

"Tiba-tiba saja kau pingsan, apa yang sebenarnya terjadi, Tetsuya ?" tanya Akashi. Kuroko hanya menunduk.

"Maaf, Akashi-kun. Tetapi aku juga tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Karena seketika, aku kehilangan kontrol tubuhku." Mendengar penjelasan Kuroko, Kuroki mendelik kearahnya. Maniknya menatap tajam Kuroko dengan insting pembunuh. Kini sang surai albino sudah meyakinkan dirinya. Target-nya ternyata sudah mulai bergerak.

"Tetsuya, kita akan berbicara lain waktu. Aku permisi." Ucap Kuroki yang kemudian pergi dari tempat itu. semua orang terdiam.

"Jadi, Kuroko. Sudah bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi diantara dirimu dan Kuroki di pesawat ?" tanya Kagami. Kuroko mengangguk.

"sepertinya Kami sudah bisa berhubungan seperti sebelumnya." Ujar Kuroko. GoM hanya terdiam bingung, sementara itu Kagami terlihat kaget.

"Y-Yang benar saja ! Kau harus cepat memutuskannya seperti sebelumnya ! kau tahu kan kalau Kuroki mungkin punya niat tersembunyi !" Seru Kagami. Tidak dapat menahan kesabarannya, Aomine pun mulai angkat bicara.

"Oi, Bakagami ! Sebenarnya apa yang kau bicarakan ? lagi pula, Tetsu, kau harus menjelaskannya kepada kami secara lengkap !" Seru Aomine. Kuroko dan kagami saling bertatap sebelum akhirnya mereka mengangguk.

"sepertinya kalian sudah pernah ku beritahu bahwa Kuroki dan Kuroko bisa melakukan Telepati. Seperti yang kalian ketahui, sebelumnya hubungan komunikasi singkat itu di putuskan secara sepihak oleh Kuroko dan sepertinya Kuroki sudah memperbaikinya sehingga mereka dapat berkomunikasi lagi." Jelas Kagami. Akashi kemudian menatap Kuroko.

"hanya itu, Tetsuya ? setelah segala aura yang kau keluarkan, hanya itu alasannya ?" tanya Akashi.

"sebenarnya Akashi-kun, kami memiliki sesuatu yang penting. Dan itu menjadikan alasanku mengundang Kuroki di liburan kita kali ini." Jelas Kuroko. Seketika semua orang menatap kuroko.

.

.

Apa katanya ?

.

.

"A-Alasan Kurokocchi mengajak Kurokicchi ?! J-Jadi, Kurokocchi tidak melakukannya secara sembarang ?!" seru Kise.

"Aku tidak mengajak Kuroki hanya karena aku menginginkannya, tetapi karena ada suatu masalah yang ingin dibicarakan olehnya." Jelas kuroko.

"masalah ? bahkan sesuatu yang bukan manusia seperti Kuroki Shirogane dapat memiliki masalah ?" tanya Akashi. Kuroko mengangguk

"ia bilang, ada dua orang yang sama dengannya. Tujuannya adalah demi mengalahkan mereka."ujar Kuroko.

"Tunggu ! bukankah tujuan Kuroki adalah untuk mendapatkanmu ?! mengendalikanmu dan membuat suatu kejahatan ?" tanya Midorima.

"itu hanyalah taktik awalan saja. Ia bertujuan mengelabui kalian. Sebenarnya, jika pada saat itu kalian tidak menyelamatkanku, ia bertujuan akan membawaku kepada tujuan aslinya." Jelas Kuroko. Seketika aura tidak mengenakkan mulai muncul di sekitar sang Emperor.

"sungguh membuat Muak." Ucap Akashi yang terlihat kesal. " dan lagi Tetsuya, siapa "dua Orang" yang dimaksudnya itu ?" tanya Akashi.

"maaf Akashi-kun, aku juga belum mengetahui hal itu dengan jelas." Ujar Kuroko.

"begitukah ?" ucap Akashi.

Sementara itu, di depan ruangan Kuroko, Kuroki tengah bersandar di pintu ruangan itu seraya menutup matanya. Ia melipat kedua tangannya dan terlihat tenang. Tak lama kemudian ia membuka matanya. Dan mulai berdiri dengan tegak. Pancaran kekecewaan terlihat dari maniknya. Ia menunduk, membuat mukanya tidak terlihat.

"sepertinya… Tetsuya telah memulai periode ke-2 dari Game ini." Ucap Kuroki.


"JAN-KEN-PON (gunting-batu-kertas) !" kemudian seluruh tangan mulai di ayunkan dan membentuk bentuk masing-masing. kali ini GoM dan Seirin akan memulai Mini Match bersama-sama di gymnasium yang terletak tidak jauh dari mansion Akashi. Kuroko menatap telapak tangannya yang dilebarkan (kertas). Kini, pembagian tim :

.

.

Tim 1 :

- Kuroko Tetsuya

- Hyuuga Junpei

- Shun Izuki

- Kiyoshi Teppei

- Rinnosuke Mitobe

- Kise Ryouta

.

.

Tim 2 :

- Kuroki Shirogane

- Akashi Seijuurou

- Murasakibara Atsushi

- Kagami Taiga

- Aomine Daiki

- Midorima Shintarou

.

.

Tim 3 :

- Satoshi Tsuchida

- Koganei Shinji

- Hiroshi Fukuda

- Kouki Furihata

- Kouichi Kawahara

.

.

"Yeii ! Aku satu kelompok dengan Kurokocchi-ssu !" Seru Kise seraya memeluk sang bluenette yang menggunakan kain (sebagai tanda setiap regu) berwarna Biru dan mengikatnya di lengannya.

"tolong hentikan, kise-kun." Ucap Kuroko.

"huh… sepertinya akan banyak yang terjadi." Ucap Hyuuga yang menatap Kuroko serta Kise.

"Kise, kau harus berada di Bench untuk Quarter pertama. Mini match melawan GoM tidaklah mudah, tetapi ada sesuatu yang ingin aku coba." Jelas Kiyoshi.

"K-Kiyoshi ! Apa maksudmu dengan menyimpan Kise di Bench ?" protes Hyuuga.

"Jahat-ssu ! kenapa di Quarter pertama aku disimpan ?" rengek Kise.

"Kiyoshi-san benar, aku juga ingin mencoba sesuatu. Aku harap kau mengerti, Kise-kun." Ujar Kuroko. Kise kemudian terdiam, ia menatap apa yang di tatap Kuroko saat sang bluenette mengucapkan kata-kata itu. Kuroki Shirogane.


Sementara itu di Tim Akashi.

"baiklah, kalian tahu apa yang harus kalian lakukan. Taiga, Daiki, aku ingin kalian kompak di dalam mini match ini." Ujar Akashi. Aomine dan Kagami saling bertatapan dengan jijik kemudian berpalingan muka.

"Baik !" jawab mereka.

"Atsushi, upayakan Defense-mu tidak di bobol oleh Tetsuya." Ujar Akashi.

"Baik, Aka-chin~" jawab Murasakibara.

"Shintarou, kali ini aku harus menempatkanmu di Bench." Ujar Akashi.

Seketika hening. Apa maksud dari kata-kata Akashi barusan ? Midorima di simpan di Bench ? jangan bilang kalau…

"shirogane, Kuharap kau siap." Ucap Akashi. Tanpa berpaling, Kuroki menjawab.

"Tentu saja. Kita pasti menang." Jawab Kuroki. Kelompok Akashi pun menatap apa yang di tatap Kuroki. Ia menatap… Kuroko Tetsuya dengan serius.


Kali ini First Mini Match, Kelompok Biru ( Kelompok Kuroko ) melawan Kelompok Merah ( Kelompok Akashi ).

" Semuanya, beri salam." Ucap Aida.

"Mari punya permainan yang menyenangkan !" ucap kedua tim itu seraya membungkuk.

[ A/N : sebenarnya jika saya lihat di Translate Eng di Manga/Anime-nya, mereka biasa membungkuk dan mengucapkan "Let's Have A Good Match" saya harap itu tidak membuat para Readers bingung karena saya menggunakan arti Indonesia-nya : "Mari Punya permainan yang menyenangkan." ]

PRIIT !

Permainan pun dimulai, Kagami dan Kiyoshi memperebutkan Tip Off yang akhirnya gagal diambil, tetapi kembali di tangkap oleh Izuki. Kini Tim Kuroko lah yang melakukan Offense (penyerangan) sedangkan Tim Akashi melakukan Defense (pertahanan).

Akashi mempunyai murasakibara yang ahli dalam Defense, dan kini ia menandai Kuroko. Me-Mark Kuroko Tetsuya bisa dibilang mudah dan tidak. Sebelumnya Kuroko pernah melakukan Marking (penandaan) kepada Murasakibara sehingga ia susah untuk bergerak. Tetapi semua orang pasti berubah, kita tidak akan mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan.

Bola masih berada di tim Kuroko, Izuki masih menggiring bola hingga ke Zone Defense (daerah pertahanan). Dengan bantuan Hawk Eye ia melakukan Pass/Passing kepada Hyuuga, dan Hyuuga melakukan Three Pointer, sayangnya Kagami berhasil melakukan Blocking terhadap Shoting Hyuuga.

Kini Kagami yang memegang bola, ia tengah menggiringnya menuju Zone Defense milik Tim biru. Sepertinya Kagami akan melakukan Meteor Jump dan ia berhasil. Poin pertama untuk tim merah.

Seperti yang mereka ketahui, melawan GoM sekaligus tidaklah mudah. Tetapi tim biru memiliki Kuroko dan Kise. Meski pun Hyuuga sengaja menyimpan Kise di Bench, ia tetap ingin mecoba akan sesuatu. Sesuatu yang sekiranya akan terjadi di masa depan.

Hyuuga seketika melirik kearah Kuroko. Sepertinya Mood Kuroko tengah jelek. Ia terlihat tidak terlalu bersemangat atau malah sebaliknya ?


Kini tim Akashi akan melakukan Offense sementara Tim Kuroko akan melakukan Defense. Kini bola di pegang oleh Aomine. Kiyoshi akan melakukan marking kepada Aomine. Sementara itu, Hyuuga melakukan Marking kepada Kuroki. Mitobe dengan Kagami. Kuroko dengan Murasakibara. Dan Izuki dengan Akashi yang sama-sama memiliki Eagle Eye.

Kiyoshi terlihat serius menatap Aomine yang masih melakukan dribble. Kemudian Aomine memulai aksinya sebelum waktu pelanggaran dimulai [ A/N : Pelanggaran yang dimaksud adalah jika kalian terlalu lama memegang bola ].

Aomie mulai bergerak dengan bantuan Basketball Street Style yang ia kuasai, ia berhasil melewati Defense Kiyoshi. Aomine mulai melakukan CounterAttack ke bagian Tim Biru, kemudian Aomine terus berhasil melewati Defense milik Tim biru, dan ia akan mulai melakukan Dunk. Tetapi seketika Kiyoshi menghadangnya. Dan bola pun terlempar ke tempat lain.

Kini bola berada di tempat terbuka, Kagami segera berlari menuju bola itu tetapi tanpa disadarinya disana bola itu lekas menghilang. Ternyata Kuroko berada disana. Kuroko melakukan pass dan memberinya kepada Mitobe. Mitobe dengan cepat menggiringnya ke sisi Tim Merah.

Mitobe segera berhenti begitu Murasakibara berada di depannya, ia lekas melakukan pass kepada Izuki. Izuki menggiringnya dan kemudian dihadang oleh Akashi. Kemudian Izuki menggunakan Eagle Eye-nya. Ia memperhatikan sekitar dan itu dia ! Kuroko yang sedari tadi Free a.k.a tidak dijaga oleh siapapun berdiri tak jauh darinya. Ia lalu melakukan pass kepada Kuroko dan Kuroko memberinya kepada Hyuuga. Beruntung Kagami memiliki jarak yang cukup jauh darinya sehingga ia bisa melakukan Three Pointer dengan cepat dan mulus.

BANG!

Bola itu pun masuk. Kini Tim Biru unggul 3-2 dari Tim Merah. Tim biru tersenyum dengan puas begitu juga dengan Tim Merah. Meski pun GoM telah berkumpul, tetap tidak mudah bagi mereka melawan Seirin yang dibantu Kuroko yang memiliki Low Presence itu. tetapi Akashi tahu bahwa Kuroko mempunyai Limit-nya tersendiri. Tetapi tidak bagi Kuroki. Kuroki terus menatap waspada Kuroko. Karena cepat atau lambat Kuroko yang tidak di kenalnya akan segera bangun.


"Tetsuya." Panggil Kuroki yang tengah melakukan Dribble dan di Marking oleh Kuroko.

"Ya, Kuroki-kun ?" tanya Kuroko.

"Kau… pasti mengetahui langkahmu selanjutnya bukan ?" tanya Kuroki, Kuroko pun mengangguk.

"Ya, memangnya ada apa ?" tanya Kuroko.

"Dengar Tetsuya, aku menanyakan langkahmu selanjutnya setelah Misdirect-mu menghilang." Ujar Kuroki. Kuroko terperanjat.

"Apa maksudmu, Kuroki-kun ?" tanya Kuroko.

"Kekuatanmu mempunyai batas setelah Winter Cup melawan Rakuzan sebelumnya. Setelah kau melakukan Vanishing Drive, Misdirection Overlow, dan Phantom Shot kekuatanmu dalam Misdirect akan menghilang. Oleh karena itu kau hanya di perbolehkan melakukan Cyclone Pass, Ignite Pass, dan Ignite Pass Kai serta Passing yang biasa kau lakukan. Dan jika kau bersikeras melakukan kekuatan selain Passing, maka aku akan membuat permainan ini mudah. Aku tidak akan membiarkan kau terpaksa menarik dirimu untuk melanggar dirimu sendiri. Menarik paksa "Zone" sangatlah fatal." Jelas Kuroki.

"Aku mengerti Kuroki-kun, tetapi aku akan baik-baik saja. Ini hanya mini match biasa. Aku tidak memperlukan kekuatan lebih selain yang kumiliki sekarang." Ujar Kuroko. Kuroki menatap Kuroko dan kemudian ia menghela napas dan berseringai.

"Kalau jawabanmu seperti itu aku puas. Jadi… sudah saatnya kita konsentrasi kepada permainan ini." Ujar Kuroki yang kemudian melangkah mundur dan melakukan Shot Three Pointer dan tembakannya masuk.

Semua orang seketika tercengang. Gaya yang dibuat Kuroki saat melakukan Three Pointer mirip seperti Midorima. Tidak ada yang dapat terkejut terkecuali Akashi dan Kuroko. Mereka tahu bahwa Kuroki dapat meniru GoM.

"B-Bukankah itu…" ucap Koganei tergagap.

"Benar. Gaya Shot Three Pointer Midorima." Ujar sang Coach asal Seirin itu.


Kembali kepada permainan. Bola kini dipegang oleh Hyuuga. Dengan bantuan Defense dari anggotanya, ia dapat dengan mudah melewati Zone Defense milik lawan. Tetapi asal kalian tahu, Kagami adalah orang yang ahli dalam menerobos Defense karena Izuki yang menjaganya, ia dapat dengan mudah melewati Defense Izuki dan berlari mengejar Hyuuga.

Aomine juga mulai bergerak. Ia mulai menuju ke Zone Defense milik Tim Biru. Ia berpendapat untuk me-Rebound jika Kagami gagal dalam memasukkan bola kedalam Ring.

Masih dengan Hyuuga yang bersiap-siap melakukan Shot tetapi seketika dihadang oleh Murasakibara. Beruntung karena Kiyoshi berada tak jauh darinya, ia lekas memberi bola itu kepada sang Center.

"Yosh !" setelah Kiyoshi mendapatkan bolanya, ia langsung melakukan Dunk tetapi dihadang oleh Kagami. Kalian pasti mengetahui taktik licik sang Center yang susah ditebak ini, bukan ?

Ya. Dengan senyuman yang terukir di wajahnya, ia dengan cepat memberikan bola itu kepada Izuki, dengan begitu ia dapat melakukan Rebound. Tetapi Murasakibara lekas menghadang sehingga bola itu tak masuk dan malah tarlempar ke pemain lainnya.

Kuroko disana dan ia lekas melakukan pass kepada Mitobe. Mitobe menggiring bola itu dan melakukan Pass kepada Hyuuga, tetapi Akashi memotongnya dan menggiringnya ke Zone Defense Tim biru.

"A-Apa ! Stealing !" Seru Hyuuga.

Seperti yang dikatakan Hyuuga, Akashi melakukan Steal/Stealing (pencurian bola). Kini Zone Defense Tim biru hanya memiliki Kuroko untuk melakukan Stealing bola yang Akashi giring. Tetapi apakah itu akan berhasil ? melakukan Steal kepada sang Emperor tidaklah mudah.

Yah, tapi kalian tahulah posisi Kuroko sebagai Ahli dalam Passing yang artinya Stealing adalah termasuk kedalam kemampuannya. Kuroko dengan segera bergerak untuk melakukan Steal tetapi sayangnya Akashi melewatinya dengan sangat mudah. Kini ia tinggal melakukan Shot dan bola itu seketika masuk. Tetapi bukan Kuroko jika ia hanya berdiam dan tertegun. Kuroko lekas berlari kearah Bawah Ring, melewati Akashi yang berjalan menuju Zone Defense-nya. Seketika Akashi menyadari ada sesuatu yang salah. Dengan cepat ia menoleh. Kuroko berdiri disana dengan memegang bola dengan kedua tangannya kemudian ia mulai berputar 390 derajat dan melempar bola itu cepat melewati sebelah kepala sang Emperor yang sedikit terkejut. Kiyoshi yang menyadari datangnya bola seketika menangkapnya dan melakukan Dunk sebelum Kagami menyadarinya. Seketika Aomine, Akashi, Kagami, dan Murasakibara menyadari bahwa Kuroko baru saja melakukan Cyclone Pass.

Kuroki masih dengan terdiam. Ia tetap memperhatikan setiap gerak-gerik Kuroko yang mulai melambat. Mungkin hanya Kuroki yang menyadari itu, tetapi ia juga tahu bahwa cepat atau lambat, sesuatu yang tidak diinginkan akan segera muncul. Dengan segera Kuroki kembali keposisi-nya yang kini menjadi Offense. Tetapi sepertinya bersamaan dengan Tim biru yang seri 5-5 dengan Tim Merah, Quarter pertama pun berakhir. Kini Quarter kedua siap untuk dimulai.


"Yosh, aku sudah sangat siap-ssu !" Seru Kise yang kini menggantikan Mitobe. Kemudian Kise pun masuk kedalam Court yang menunggu dirinya.

"Yo, Kise." Sapa Hyuuga seraya menepuk pundaknya. "siap untuk bertarung ?" tanyanya lagi.

Kise yang tertegun kemudian tersenyum dengan percaya diri.

"Tentu saja." Jawabnya. Kise kemudian berjalan menuju posisi-nya.

Tim Merah kini melakukan Offense, bola dipegang oleh Akashi yang dijaga oleh Hyuuga. Kise melakukan Marking kepada Kuroki. Kise mungkin belum terlalu mengetahui kekuatan Kuroki tetapi ia sangat yakin bahwa ia tetap harus berhati-hati dengan sang surai putih itu.

Akashi kemudian membobol pertahanan Hyuuga dan berlari menuju kearah ring. Sama Seperti Akashi, Kuroko juga berhasil lolos dari Murasakibara yang menjaganya. Ia segera merebut bola itu dan memberikannya kepada Hyuuga. Hyuuga berhasil menerima bola itu dan langsung melakukan Three Pointer tetapi Tim Merah sekarang masih memiliki Kagami yang dapat mem-Blocking Shot dari Hyuuga. Tapi Tim biru juga mempunyai seorang yang hebat. Kiyoshi Teppei. Walau pun ia adalah orang yang terlihat bertele-tele tetapi ia sangat hebat dalam menyembunyikan taktik liciknya. Begitu bola yang di block oleh Kagami terpental kearah lain, Kiyoshi segera mengambilnya dan membawanya ke daerah lawan, tetapi Murasakibara kembali menghentikannya. Kiyoshi kemudian memperhatikan sekitarnya. Ia dapat melihat Kise yang tengah berlari disampingnya. Seketika sesuatu terasa mengganjal. Sebelumnya Kise menjaga Kuroki tetapi kenapa tiba-tiba ia sudah berlari tepat disampingnya ?

BAM!

Celaka! Kiyoshi yang lambat menyadari bahwa Kuroki sudah berada di sampingnya dan mulai memukul bola di tangannya mulai kehilangan bola itu. Kuroki mengambilnya dan membawanya. Entah kenapa Kiyoshi merasakan hawa tipis disekitar Kuroki. Bagaikan Kuroko lah yang melakukannya.

Seketika Kuroko mulai menghentikan Kuroki. Tak mau kalah, Kuroki segera melakukan Basketball Street Style yang digunakan Aomine sebelumnya. Kuroko tidak dapat menghentikan hal itu tetapi seketika ia menyadari sesuatu. Sesuatu yang sama seperti sebelumnya. Perasaan dimana Kuroki mengacaukan pikirannya.

Merasakan ada yang aneh, Kuroki mulai memperhatikan Kuroko.

Biarkan aku membantumu…

Kuroko terhenti. Kepalanya terasa sangat pening. Seakan ribuan jarum menusuk kepalanya. Dengungan itu terus terdengar.

Tetsuya, Ada apa ?!

Kuroki kemudian terkejut melihat kedua manik Kuroko yang menatap Maniknya dengan dingin. Maniknya tampak asing dimata Kuroki, dengan cepat Kuroki mem-Passing bola itu kepada Aomine yang tidak jauh darinya. Ia lekas berdiri dihadapan Kuroko yang tengah berdiri terdiam sementara permainan masih dengan sengitnya berjalan.

"Tetsuya ! Ada apa denganmu ?" tanya Kuroki dengan kesal. Ia tidak akan benar-benar mempercayai bahwa Kuroko melakukan "Zone".

"Ah !" Seketika Kuroko tersadar. "M-Maafkan aku… Aku—" belum sempat Kuroko menyahut dari kejauhan mereka bisa mendengar sorak sorakan meriah. Tim Kuroko berhasil memasukkan kembali bola itu dan mencetak skor.

"Apa ?" tanya Kuroki lagi. Kuroko hanya menggeleng.

"Maaf, tidak ada apa-apa." Ucapnya seraya berjalan melewati Kuroki. Kini Kuroki hanya sendiri, ia menatap Kuroko dengan tajam. Sebagaimana pun, ia tetap tidak akan membiarkan rencananya runtuh begitu saja.


"Woah !" Seru Izuki begitu ia terduduk di bench bersama timnya.

Quarter kedua berakhir dengan Tim merah yang unggul tujuh poin dari mereka. Tidak ada protes atau apapun, mungkin jika Kagami dapat membantu mereka itu akan lebih mudah.

"Kuroko-kun, apakah ada yang kau pikirkan ?" tanya Aida begitu menatap Kuroko yang sudah terduduk lemas.

"Tidak, tidak terlalu…" jawab Kuroko.

"Hm ? begitukah ? sebelumnya aku memperhatikanmu terdiam saat berlawanan dengan Kuroki-kun, apakah ada suatu masalah ?" tanya Aida. Seketika seluruh pandangan menatap sang bluenette.

"Tidak, Coach. Aku baik-baik saja." Ucap Kuroko.

"Kurokocchi, tidak baik menyimpan sesuatu sendiri-ssu !" seru Kise.

"Kuroko-kun, sepertinya stamina-mu cukup terkuras di Quarter pertama dan kedua. Mungkin aku harus menyimpanmu di bench untuk sementara waktu." Ujar Aida.

"Tidak, Coach. Aku serius baik-baik saja." Ujar Kuroko memastikan Aida agar mempercayainya. Aida hanya menghela napas.

"Baiklah. Aku akan membiarkanmu tetap bermain, tetapi jika hal buruk terjadi kepadamu aku tidak akan segan-segan menyeretmu keluar dari lapangan dengan paksa." Jelas Aida. Kuroko pun mengangguk.

"Kurokocchi tenang saja-ssu, aku akan membantumu untuk menang di mini match ini-ssu !" Seru Kise. Kuroko kembali mengangguk.

"terima kasih, Kise-kun." Ucap Kuroko.

"Yosh, kalau begitu kita pasti sudah siap untuk menang di Quarter terakhir." Seru Hyuuga.


"Ada apa dengan Tetsuya, Shirogane ?" tanya Akashi yang seketika mendekati Kuroki yang tengah terduduk lemas. Sang surai albino itu menatap kedua manik heterokom itu.

"Tidak, tidak ada apa-apa." Jawab Kuroki.

"Jangan pernah berbohong kepadaku." Ucap Akashi.

"Aku tidak pernah berbohong, Akashi Seijuurou." Jelas Kuroki. Akashi terlihat sedikit kesal tetapi ia hanya mengaibaikan perasaan itu.

"Baiklah. Aku akan percaya kepadamu, tetapi jika sesuatu terjadi, Kami tidak akan segan-segan memberimu suatu hukuman." Ujar Akashi. Kuroki tidak tersenyum seperti biasanya. Ia tahu ada sesuatu yang salah kepada Kuroko. Ia tidak akan mencampur adukkan masalahnya kepada orang lain meski ia sangat membutuhkannya.

PRIIT!

Akhirnya Quarter terakhir dimulai. Mulai dari Tim biru yang melakukan Offense dan kini bola dipegang oleh Kiyoshi sang Center itu. bagi Tim Merah, jika bola di pegang Kiyoshi mereka bagaikan mengisi soal pilihan yang haruslah dipilih dengan benar. Jika salah memilih maka mereka akan kehilangan kesempatan mereka untuk menang. Oleh karena itulah, Kuroki –yang kekuatannya belum diketahui itu- akan menjaga Kiyoshi.

Tim Merah dan Biru terkejut mengetahuinya tetapi itu adalah perintah Akashi. Sebagaimana pun mereka membenci laki-laki albino itu, tetap saja di suatu Game pasti akan ada yang akan berubah menjadi sekutu dan memperkuat Tim itu tersendiri.

Kiyoshi mulai memperhatikan sekitar. Ia mungkin tidak mengetahui kekuatan laki-laki Albino dihadapannya itu tetapi mau seperti apapun ia harus tetap berhasil melewatinya.

Kiyoshi mulai bergerak tetapi Kuroki berhasil mengunci pergerakannya. Tidak ada pilihan lain, Kiyoshi segera memberikan bola itu kepada Izuki tetapi sebelum hal itu terjadi, Kuroki berhasil merebutnya dan memberikannya kepada Akashi.

"S-Stealing ! sejak kapan ?" tanya Kiyoshi entah kepada siapa. Seketika Kuroki menatap Kiyoshi—Bukan! tetapi kepada Kuroko yang berada di belakang Kiyoshi dan berdiri tidak jauh darinya.

Kuroko sedang di Marking oleh Murasakibara seperti sebelumnya. Tetapi hawa yang di keluarkan sang bluenette terasa agak kelam. Bahkan Murasakibara mulai merasa ganjal berada di dekat Kuroko, seakan Kuroko adalah orang asing baginya.

"Ah !" Murasakibara lengah, seketika ia kehilangan Kuroko.

Kagami yang tengah menggiring bola itu seketika kehilangan apa yang tengah dibawanya. Kuroko mengambilnya dan segera membawanya.

"Se-Sejak kapan ?!" seru Kagami. Seketika Kuroko dihadang oleh Aomine tetapi jangan salah paham, Kuroko dengan cepat menggunakan Vanishing Drive-nya dan melakukan Phantom Shot sebelum Akashi dapat menggunakan Emperor Eye-nya.

Akashi seketika memperhatikan tingkah laku Kuroko yang aneh. Ia tahu gerakan Kuroko tidaklah se-Fleksibel itu. kemudian mata Akashi menangkap Kuroki yang terus menatap Kuroko dengan ekspresi kesal. Ia tahu sesuatu yang tidak diinginkan akan terjadi. Seketika Akashi mengingat tatapan Kuroki di Bench sebelumnya. Manik ungu menyala itu sekaan berkata : Tunggu dan lihat saja.

Kini Aomine yang memegang bola dan ia segera melewati penjagaan Hyuuga dan lekas melakukan Dunk tetapi gerakannya di hadang oleh Kiyoshi dan seketika bola yang diperebutkan keluar lapangan.

"Penggantian pemain, Tim Merah !" ucap Aida. Midorima yang sudah siap seketika berjalan menuju lapangan menggantikan Murasakibara. Hal pertama yang menyapa Midorima adalah tatapan Kuroki.

"Jadi kau sudah keluar rupanya, Midorima Shintarou ?" tanya Kuroki seraya menatap Midorima. Midorima seketika membetulkan letak kacamata-nya.

"Jangan salah paham dulu, nanodayo. Kekuatanku lebih kuat dibandingkan dengan dirimu." Ujar Midorima.

"kalau begitu aku minta bantuanmu sedikit." Ujar Kuroki.

"Apa ? memangnya apa yang menjadi masalahmu di pertandingan ini ?" tanya Midorima.

"berikan aku waktu 1 menit, Kau teruslah menjaga Tetsuya. Aku yakin sesuatu sedang tidak beres." Ujarnya. Midorima hanya mengangkat sebelah alisnya.

"aku tidak mengerti apa yang kau katakan, tetapi aku akan memberikanmu waktu." Ujar Midorima.

"Terima Kasih, Shintarou." Ucap Kuroki. Seketika Midorima terpaku. Apakah ia tidak salah dengar ? Kuroki memanggilnya dengan nama kecilnya sama seperti Akashi ?

"Tunggu-A-Apa ?!" belum sempat bertanya, Kuroki sudah berlari menuju posisinya. " Hmph… sungguh merepotkan."

Permainan kembali dilanjutkan. Izuki kini yang memegang bola. Ia tengah dijaga oleh Akashi. Kemudian Izuki menggunakan Eagle Eye-nya untuk melihat posisi setiap pemain. Ia melihat Hyuuga yang terjaga ketat oleh Kagami, sementara itu Kiyoshi dijaga Kuroki. Aomine menjaga Kise.

Izuki tengah mencari keberadaan sang Phantom Player itu dan Yak! Ia menemukannya sedang dijaga oleh Midorima. Izuki merasa aneh. Kenapa Midorima menjaga Kuroko ?


-Sementara itu di sisi Kuroko dan Midorima-

"Midorima-kun, kenapa kau menjagaku ?" tanya Kuroko. Midorima yang awalnya menatap sisi Akashi dan Izuki berpaling menatap Kuroko.

"Hmph, tidak ada alasan khusus. Siapapun boleh menjagamu. Lagi pula kau adalah orang yang berbeda. Kau dapat dengan bebas menerobos penjagaan lawanmu dengan Misdirect-mu." Ujar Midorima.

"Benarkah begitu ?"

"Hm ?"

"padahal sepertinya sebelum pertandingan ini dilanjutkan, aku melihatmu berbincang sebentar dengan Kuroko. Midorima membelalak. Apakah Kuroko memperhatikan dirinya dan Kuroki sebelumnya ?

"bukankah seharusnya kita fokus kedalam permainan, nanodayo ?" tanya Midorima. Kuroko seketika kembali memperhatikan perebutan bola dari Tim nya dan Tim Akashi yang terletak tak jauh dari posisi mereka sekarang.

"Y-Ya…" Jawab Kuroko tergagap seraya menundukkan kepalanya. Seketika Midorima menatap sang Bluenette yang bertingkah laku aneh itu.

"Kuroki Shirogane, apapun yang kau rencanakan, kumohon percepatlah." Batin Midorima.


Kuroki kemudian memperebutkan bola yang di pegang Kiyoshi. Berkali-kali bola itu terlepas dan tertangkap di tangannya. Disaat Kuroki kehilangan bola, ia menyempatkan menatap Midorima dan Kuroko. Kuroko terlihat aneh, ia menunduk dan wajahnya terlihat sangat pucat. Kuroki kemudian mendecak kesal.

"bertahanlah, tinggal 30 detik lagi." Serunya.


Kuroko seketika terdiam. Kepalanya terasa benar-benar pening, ia merasa seluruh tubuhnya melemas. Ia sudah tidak akan bisa bermain lagi. Tapi apakah ia harus keluar dari lapangan ? Ya, dia harus. Ia yakin stamina-nya sebentar lagi akan terkuras habis, tetapi jika ia keluar sekarang maka—

Kalau begitu biarlah aku membantu dirimu…

Seketika Kuroko kembali mengangkat kepalanya. Manik sapphire blue-nya memancarkan kilatan cahaya kuning yang bagaikan emas. Kuroko dapat merasakan Tubuhnya seakan memiliki pikiran sendiri, ia seperti do control oleh seseorang, ia kehilangan kendali atas dirinya.

Tidak! Siapapun, tolong aku !

Kuroki yang tengah memegang bola kembali menyempatkan diri melihat ke sisi Kuroko dan Midorima, maniknya seketika membelalak. Kuroko tidak berada disana, disana hanya ada Midorima sendirian dan sepertinya ia tidak menyadari bahwa Kuroko telah menghilang dari penjagaannya.

"Jangan pernah mengalihkan perhatianmu kepada yang lain." Seketika Kuroki terkejut. Bola yang dibawanya menghilang.

"A-Apa ?!" Semua orang dilapangan tercengang. Tenggorokan mereka seakan tercekat dengan ludah mereka sehingga susah untuk berbicara. Midorima yang baru menyadari itu seketika menatap kesampingnya yang kosong dan seketika lekas menuju ke gerombolan yang terdiam itu.

" Gawat ! Kagami, itu Stealing !" Seru Midorima dari kejauhan.

Kagami yang tersadar seketika mencari-cari bola itu. Kuroko memegangnya dan menggiringnya ke Zone Defense Tim Merah. Hyuuga, Kiyoshi, Kise, dan Izuki segera melakukan Defense kepada Tim lawan, ia memberikan jalan kepada Kuroko untuk mencetak satu lagi point.

"TIDAK AKAN KUBIARKAN !" Seru Kagami yang berhasil mebobol penjagaan Kiyoshi. Ia segera melesat untuk menghadang Kuroko menggunakan Phantom shot-nya dan ia datang tepat waktu !

Kagami berhasil melompat dan mencoba menghadang Kuroko melakukan Phantom shot. Tetapi sepertinya jalan pikiran Kuroko lebih licik. Ia segera merubah gerakannya dan lekas menggiringnya dari zona Three Pointer dan berencana melakukan Dunk.

"Sial ! Kuroko menggunakan Fake !" seru Kagami.

"Apa ! Ia tidak mungkin dapat melakukannya !" Seru Aomine terkejut. Tetapi kenyataan berkata lain. Kuroko berhasil melakukan Dunk dan mencetak poin.

Kagami yang baru saja menyentuh tanah seketika terjatuh dan menatap partner-nya dengan tidak percaya. Bahkan Seorang Kuroko Tetsuya bisa melakukan hal yang diluar akal pikiran mereka ? tetapi sejak kapan ?

"Guk Guk !" seketika suara berisik muncul dari pinggir lapangan. Seketika semua mata menatap asal dari suara itu.

"A-Apa ! Nigou !" Seru Koganei yang baru menyadari seekor anjing Siberian Husky yang kepalanya menyembul keluar dari tas Kuroko. Seketika Nigou keluar dari tas Kuroko dan mengaum tepat disamping lapangan, berdiri bersorak tak jauh dari Kuroko.

[ A/N : sebenarnya nama asli anjing yang dipungut Kuroko adalah No. 2 atau #2 tetapi dalam bahasa jepang di sebut Nigou karena "Ni" artinya dua]

Semua orang terbingung-bingung. Seruan yang dibuat Nigou bukanlah seruan ramah tetapi seruan yang terdengar seperti marah. Nigou seakan berseru kesal kepada orang asing yang tidak di kenalnya.

"Guk, Grrr…" Nigou menggeram kesal tepat dibawah Ring Tim Merah dimana Kuroko juga berdiri tak jauh dari tempat itu. Kuroko hanya menatap Nigou dalam diam. Ia menatapnya tajam sehingga membuat Nigou terdiam. " Kaing, Kaing !" Nigou seketika segera berlari kearah Aida dan bersembunyi.

"Ada apa Nigou ?" tanya Aida yang kemudian menatap Kuroko. Aida cukup bergidik begitu Kuroko menatap dingin dirinya.

"..3.." Midorima yang mendengar kata-kata Kuroki seketika menoleh kearahnya. "…2…" seketika Aomine, dan Kagami menoleh kearah Kuroki. Menatap laki-laki Albino yang seketika mengambil bola basket yang berada tepat dibawah kakinya. "..1." kini semua orang menatap Kuroki.

Kuroki seketika berposisi siap melakukan passing. Ia berputar 390 derajat dan seketika melempar bola itu kuat kearah Kuroko. Kuroko yang menatap bola itu sudah memposisikan dirinya untuk menangkap bola itu dan yak, dia menangkapnya tetapi sesuatu terlihat berbeda. Sepertinya bola itu masih terdorong, sehingga akhirnya Kuroko tidak dapat menahannya dan ikut terdorong keluar lapangan dan terbentur tiang Ring Tim Merah dengan cukup keras.

"Cyclone Pass ! bahkan Kuroki bisa melakukan hal itu !" Seru Furihata tidak percaya.

"KUROKO-KUN !" seru Aida yang seketika berdiri dan lekas berlari kearah sang bluenette yang tidak sadarkan diri itu. Aomine yang melihat itu segera mencengkram kerah Kuroki dan membentaknya.

"KUROKI-TEME ! APA YANG KAU LAKUKAN !" Seru Aomine.

"K-Kurokocchi !" Kise bergerak cepat menuju Kuroko.

"Kuro-chin !" Murasakibara juga mulai menuju ke tempat Kuroko berada.

"KUROKI ! SEBENARNYA KAU ITU BERPIKIR APA SIH ?!" seru Kagami juga.

Masih dengan tampang datar serta tatapan yang dingin dan menusuk, kedua manik Kuroki menatap manik biru malam Aomine. Kuroki segera menepis tangan Aomine.

"aku melakukan hal yang terbaik untuknya." Jelas Kuroki.

"APA ?! MEMBUAT TETSU TERBENTUR KUAT DENGAN CYCLONE PASS KAU BILANG YANG TERBAIK UNTUKNYA ?!" seru Aomine marah. Kuroki hanya mengabaikan Aomine dan segera menatap Midorima.

"Shintarou, terima kasih. Yang sebelumnya sangat membantu." Ucap Kuroki. Seketika lidah Midorima terasa kelu.

"Midorima, kau berkomplot dengan Kuroki !?" tanya Hyuuga kesal.

"Tidak ! Ia hanya menyuruhku memberikannya waktu selama satu menit !" jelas Midorima.

"Kuroki Shirogane, kau berhutang penjelasan kepada kami." Ujar Akashi yang seketika mendekati Kuroki.

"Terserah kau saja. Aku akan segera menuju ketempat Tetsuya." Ujar Kuroki yang berjalan pergi dari lapangan tetapi seketika Kagami menghentikannya.

"Kuroki ! Kau harus menjelaskan semuanya !" Seru kagami. Kuroki melirik gerombolan itu sekilas.

"Aku akan menjelaskannya, kepada kalian semua, saat makan malam." Ujar Kuroki yang kemudian berjalan pergi.

GoM serta Seirin hanya menatap Kuroki dengan waspada. Mereka masih yakin bahwa Kuroki mempunyai niat jahat. Apa lagi setelah kejadian sebelumnya.

"Akashi, apakah kau mengetahui sesuatu ?" tanya Midorima. Seketika semua orang yang berada disana menatap Akashi.

"Mungkin kita harus mempercayai Shirogane." Ujar Akashi. Semua orang seketika kembali terkejut.

"A-Apa-apaan itu Akashi !" Seru Aomine.

"Apakah ada sesuatu yang membuatmu berpikir begitu Akashi ?" tanya Hyuuga. Akashi kemudian mengangguk.

"entah ini hanya perasaanku saja atau tidak, tetapi aku merasakan bahwa Tindakan Shirogane ini ada benarnya." Ujar Akashi.

"Dengan membuat Kuroko terbentur keras seperti itu ?" tanya Kagami tidak percaya.

"Apakah kalian tidak menyadari adanya sesuatu yang aneh dengan Tetsuya selama pertengahan pertandingan ?" tanya Akashi. Semua saling melirik satu sama lain.

"Apa yang kau maksudkan Akashi ?" tanya Kiyoshi.

"Aku merasakan aura asing dari Tetsuya selama pertengahan pertandingan. Dan sepertinya Shirogane membutuhkan waktu untuk membuat aura itu menghilang." Jelas Akashi.

Yang lain masih bingung. Mereka masih belum mengerti betul keadaan yang sebenarnya sedang terjadi.

"sebenarnya semua kejadian ini sudah membuat kami cukup bingung. Mungkin kita harus menunggu informasi selengkapnya dari Kuroki nanti malam." Ujar Kagami dan semua setuju dengan usul Kagami. Kemudian pertandingan itu terpaksa di berhentikan karena keadaan Kuroko.


Kuroko seketika membuka matanya. Cahaya terang telah menyambut duluan manik sapphire blue-nya. Ia bertanya-tanya kenapa ia bisa terbangun disana ? bukankah teakhir kali ia tengah bermain basket ?

"Kau sudah sadar, Tetsuya." Suara itu… dengan cepat Kuroko memposisikan duduk tubuhnya tetapi seketika kepalanya terasa sangatlah sangat sakit. "jangan paksakan dirimu. Kau baru saja terbentur." Jelas Kuroki yang kemudian berdiri disamping tempat tidur Kuroko.

"Aku… terbentur ?" tanya Kuroko. Kuroki membantunya untuk membetulkan posisinya dan mengangguk.

"Ya. Itu… semua salahku. Sebelum aku menjelaskan semuanya, aku meminta penjelasanmu." Ujar Kuroki.

"penjelasanku ?" tanya Kuroko. Kuroki kembali mengangguk.

"Apa yang sebenarnya terjadi di pertengahan pertandingan ?" tanya Kuroki. Kini kedua manik itu saling bertatapan serius. Kuroko pun menghela napas.

"sepertinya aku memang tidak dapat berbohong kepadamu. Aku mendengar suara." Jelas Kuroko. Kuroki seketika bertatapan tajam. Ternyata yang di nanti-nantikannya telah muncul.

"Lalu… apa yang dikatakannya ?" tanya Kuroki.

"ia menyarankan sebuah bantuan. Dibeberapa saat aku kehilangan kendali tubuhku, dan… semua terasa sangat ringan dan dingin. Membuatku... bingung harus tersenyum atau malah bersedih." Jelas Kuroko. Kuroki kemudian angkat bicara.

"dengarkan aku Kuroko, kami sebagai bagian dari dirimu menginginkan hal yang terbaik bagimu. Tetapi ada kalanya kami menggunakan cara yang salah. Dengan mengendalikan tubuh inti, kami dapat dengan bebas melakukan sesuatu semau kami. Tetapi kami bisa merubah semua hal yang salah, tentu saja jika kaulah yang memintanya. Kami melakukan hal yang salah karena kami selain bersikap keras kepala, kami juga tidak mengetahui apa-apa sehingga bersikap merendahkan. Satu-satunya yang dapat menyelesaikan semua ini hanyalah kau, Kuroko. Hanyalah kau yang bisa menyelamatkan semuanya." Jelas Kuroki.

"Kuroki-kun… entah kenapa kau terlihat seperti baru menyadari bahwa dirimu keras kepala." Ujar Kuroko. Seketika perempatan muncul di sisi dahi Kuroki.

"A-Apa-apaan itu ! A-Aku memang mengakui bahwa aku keras kepala, TETAPI TINDAKANKU INI BENAR !" seru Kuroki. " Lagi pula, mungkin kita tidak perlu memenangkan Game selama musim panas ini. Karena aku akan membantu kalian."

"Eh ?"

"demi menuntaskan misiku, aku memerlukan kekuatan kalian. Aku akui bahwa mereka itu hebat dan diluar dugaan kami." Ujar Kuroki.

"Lalu apa rencanamu selanjutnya ?" tanya Kuroko.

"Aku akan memberitahu mereka semuanya dan kita akan bersama-sama mengehentikan semua hal buruk yang mungkin akan terjadi." Ujar Kuroki.

"aku setuju denganmu Kuroki-kun." Ujar Kuroko.

"tetapi aku memperingatkanmu akan suatu hal, Tetsuya." Ucap Kuroki serya membalikkan badannya, memunggungi Kuroko.

"Dan apa itu, Kuroki-kun ?" tanya Kuroko.

"tetaplah fokus pada dirimu. Jangan dengarkan kata-kata yang menghatuimu seperti yang kulakukan dulu. Mengerti ?" tanya Kuroki. Kuroko pun mengangguk. " jika seperti itu, maka aku akan permisi. Beristirahatlah dulu. Aku akan membangunkanmu saat makan malam tiba." Ujar Kuroki.

"Baiklah, Kuroki-kun." Ucap Kuroko. Kemudian Kuroki pun pergi dari kamar Kuroko.


Kemudian disaat makan malam tiba.

"Jadi kau siap menjelaskan semuanya, Kuroki Shirogane ?" tanya Akashi. Kuroki pun mengangguk. Sementara itu Kuroko yang terduduk di seberang meja Kuroki menatapnya dengan Khawatir.

"Ya." Ujar Kuroki. Seketika semua hening,menunggu penjelasan dari Kuroki. " Tujuan asliku adalah demi mengalahkan Dua bagian lain dari Tetsuya." Seketika semua orang terkejut. Tidak ada yang berani bertanya. "Mereka memiliki kekuatan yang lebih kuat dariku, satu dari mereka adalah yang paling kuat. Saat ini satu dari mereka tengah bertindak. Kekuatannya bukanlah yang paling hebat, tetapi taktik liciknya sangatlah akurat."

"Jadi siapakah kedua orang ini ?" tanya Kagami.

"Yang pertama adalah Kuromi Kisaragi dan Kuroe Akagi. Kuromi Kisaragi memiliki sikap kekanak-kanakkan. Ciri-ciri : berambut hitam, dan memiliki mata berwarna kuning. Tingginya menyamaiku dan Tetsuya. Lalu, Kuroe Akagi memiliki sikap yang dewasa dan serius. Ia satu-satunya yang lebih tua dari kami. Ciri-ciri : rambutnya berwarna silang, biru dan kuning, dan memiliki mata berwarna merah." Jelas Kuroki.

"Hm… kemungkinan kita bisa menemukan mereka dengan mudah. Terutama Kuroe Akagi. Kemungkinan jika ia memasuki Seirin, Touou, Yosen, Kaijou, Shutoku dan Rakuzan ia bisa menjadi murid kelas 2." Jelas Hyuuga.

"Sepertinya tipe seperti Kuromi Kisaragi ini memiliki tingkat yang sama dengan kita." Ujar Kawahara.

"Tapi kuharap kalian lebih berhati-hati." Ujar Kuroki.

"Apa yang kau maksud ?" tanya Midorima.

"Kuromi memiliki jalannya sendiri. Taktik awalannya biasanya adalah mengandalkan situasi. Ia bisa saja muncul disaat teman dekat kalian berada di suatu tempat. Atau membuat teman dekat kalian saling bertemu satu sama lain dan kemudian berkenalan dengan mereka." Jelas Kuroki.

"Berarti yang kau maksud adalah…" Aida mulai angkat bicara.

"Ya. Kasamatsu Yukio, Momoi Satsuki, Takao Kazunari, dan Himuro Tatsuya memungkinkan menjadi target pertamanya dalam memulai rencananya." Ujar Akashi.

"Tidak mungkin ! Tatsuya bahkan akan dijadikan targetnya ?" tanya Kagami.

"Muro-chin dijadikan target ?" tanya Murasakibara yang seketika berhenti memakan snack-nya.

"lalu apa rencanamu ?" tanya Akashi.

"Pertama, kita ikuti rencananya dalam berkenalan. Ini bertujuan agar ia tidak curiga. Kedua, kalian tetap lakukanlah tugas kalian dalam menjaga Tetsuya. Ketiga, aku sebisa mungkin akan tetap terhubung dengan Tetsuya. Keempat, aku kan mencoba menyakinkan Kuromi bahwa tindakannya salah." Ujar Kuroki.

"Hanya itu saja ?" tanya Kiyoshi.

"Sebenarnya tidak, tetapi jika aku menjelaskannya sekarang bisa saja bertentangan dengan apa yang akan terjadi nantinya." Jelas Kuroki.

"Lalu bagaimana dengan Kuroe Akagi itu ?" tanya Koganei.

"Dia tidak suka terburu-buru seperti Kuromi, ia adalah orang yang susah di tebak kemunculannya. Ia bisa muncul cepat atau pun lambat. Aku tidak dapat memastikan." Jelas Kuroki.

"kalau begitu kita tetap harus mewaspadai Kuroe Akagi itu." ujar Akashi.

"Yah, mungkin hanya itu yang sekarang dapat kujelaskan. Kalian tahu bahwa kami mempunyai kekuatan yang dapat memantau dimana pun kami berada asal sang inti berada, oleh karena itu aku tidak dapat menjelaskannya panjang lebar. Sebisa mungkin disaat kalian membicarakan sesuatu yang penting, berbicaralah di luar jangkauannya." Jelas Kuroki.

"Bagaimana caranya ?" tanya Aomine.

"Aku tidak dapat mengatakannya. Kalian cari tahulah sendiri." Ujar Kuroki.

"APA !" seketika Aomine bangkit dari duduknya.

"Daiki, diamlah." Ucap Akashi.

"Tch…" Aomine pun kembali duduk dengan kesal.

"Kau pasti tahu kenapa aku tidak dapat memberitahukan hal itu, bukan ? Akashi Seijuurou?" ucap Kuroki menatap Akashi.

"Ya. Tentu saja." Jawab Akashi.

"Kalau begitu bagaimana kalau kita memulai makan malam sebelum semua makanan ini menjadi dingin ?" tanya Kagami.

"Dasar Monster tukang makan !" Gerutu Hyuuga.

"Tapi aku memang lapar ! Terlebih sekarang adalah waktunya makan malam." Jelas Kagami.

"Taiga benar. Kita semua lapar, sudah saatnya kita memulai makan malam." Ujar Akashi. Dan semua orang pun setuju.


Kuroko berjalan menuju balkon, tempat dimana Kuroki berada. Memandangi bulan purnama indah yang terpampang dilangit biru malam serta hembusan angin malam dan pemandangan di atas gunung serta suara deburan ombak pantai.

"Kuroki-kun." Panggil Kuroko. Kuroki yang tengah menatap pemandangan seketika menoleh kearah sang bluenette.

"Ada apa, Tetsuya ? kau sudah menghabiskan makan malammu ?" tanya Kuroki.

"Aku sudah cukup penuh." Jawab Kuroko.

"Hmmh.. jadi kau tidak menghabiskan makananmu ?" tanya Kuroki. Kuroko tidak menjawab pertanyaan itu karena hal itu memang benar. "tidak bisakah kau makan makanan yang bergizi selain Vanilla Milkshake ? kau terlalu kurus, kau tahu ?" Ujar Kuroki.

"Kenapa kau jadi perhatian padaku seperti itu ?" tanya Kuroko.

"Tentu saja karena aku adalah bagian lain dari dirimu. Begitu kau mati, maka aku juga akan menghilang. Kita berbagi rasa sakit dan bahagia bersama-sama." Jelas Kuroki.

"Baiklah, sekarang aku mengerti kenapa kau keras kepala." Ujar Kuroko. Kuroko pun berjalan mendekati Kuroki.

"Hmm ? kau baru menyadari hal itu ?" ujar Kuroki seraya berseringai.

"Maaf, jika aku tidak peka akan perasaanmu." Ujar Kuroko.

"Hmm~ tidak apa-apa. dengan kau menyadari hal itu saja, aku sudah sangat senang." Jawab Kuroki seraya tersenyum.

"Lalu Kuroki-kun, apakah kau sudah puas dengan semua ini ?" tanya Kuroko.

"tentu saja. Banyak bantuan akan lebih baik. Ini berkat bantuanmu, Tetsuya. Terima kasih." Ujar Kuroki. Kuroko pun mengangguk.

"Malam ini sangatlah indah… dan dingin, bagaimana kalau kita segera masuk ? semuanya sedang bersenang-senang di dalam." Ujar Kuroko.

"Ya. Aku ikut." Ucap Kuroki seraya berjalan mengikuti Kuroko masuk kedalam ruang makan yang tengah ramai itu.

Sementara itu, mereka tidak menyadari bahwa seseorang tengah mengawasi mereka dari ketinggian dan jarak yang cukup jauh. Manik emasnya menatap dengan tajam dan cermat. Wajahnya tidak dapat terlihat akibat bayangan dari sinar rembulan itu. rembulan yang menjadi background indah di sebuah bukit itu memunculkan sesosok dengan manik emas itu dengan sangat jelas. Seketika sosok itu menghilang dari sana.

Dan Game Periode Kedua pun dimulai…

EXTRA Chapter - End : Next Will Be The New Arc [ Kuromi Kisaragi Arc : BEGIN ]


Myaa ! Maafkan saya ! Di Extra Chapter kali ini saya tidak bisa berbuat apa-apa karena buntu ide ! jadinya, saya terpaksa embuat pertandingan mini match antara seirin dan GoM kuharap kalian suka ! awalnya aku ingin membuat GoM dan Seirin bertanding bola Voli di pantai, tetapi karena Deadline yang sangat dekat, saya terpaksa harus membatalkannya. Gomen karena sedikit mengecewakan Readers sekalian

Kuroko : Hidoi desu, 7-san.

Me : Eh ? kenapa ?

Kuroko : kenapa kau membuatku dan Kuroki-kun bertengkar di pesawat ?

Kuroki : sungguh memalukan...

Akashi : Sungguh memuakkan.

Me : U-Uwah ! kenapa saya dijadikan orang yang disalahkan TT^TT

BTW, See You In The Next Chapter ! Keep Reading-Keep Waiting For The Next Chapter !

NEXT CHAPTER :: Chapter 12 : The New Enemy - Kuromi Kisaragi Arc [ BEGIN ]

Mind To RxR ? X3