Hehehe~~~ Akhirnya datang juga idenya! Chapter 11, coming up!

DISCLAIMER: I do not own of any HM charaaasss!!!

---- (Claire's POV) ----

--- Claire's Farm ---

Huh! Jack kok jadi jahat sih?! Padahal aku kan baru sembuh dari sakit gigiku! Tapi...

Flashback

"Kenapa kamu meluk dia?" tanya Jack.

"Apa?" tanyaku. "Maksudmu?"

"Kenapa kamu meluk dia?!" bentak Jack. "Padahal dia enggak sengaja menjatuhkan palunya hingga terpental ke mukamu!"

"J... Jack, aku kan meluk Gray untuk berterima ka..."

"Cara kamu berterima kasih itu," potong Jack kasar. "Menyebalkan, tau."

Aku terpaku. "Kan... Kan terserah aku mengungkapkan rasa terima kasihku ke seseorang! Kamu aja yang terlalu marah! Dasar Jack jahat!"

"Terserah! Pokoknya aku enggak suka cara kamu berterima kasih sama Gray tadi! Kamu jadi kayak cewek matré, mau ngasih harga diri seenaknya!"

"Aku enggak matré!! Aku cuma...." aku kehabisan kata-kata. Aku lalu masuk ke rumah sambil membanting pintu. Tak tahan ingin menangis.

Flashback end

Aku hanya bisa menghapus air mataku. Kenapa Jack jadi sekasar itu sih...? pikirku. Aku langsung mengganti bajuku ke piyama dan segera tidur ke tempat tidur.

---- (Jack's POV) ----

Aku hanya bisa makan malam di Inn sambil ngambek. Haah, kenapa sih Claire harus meluk Gray didepanku? Kan aku jéleeeeesssss........ (AA: Maksudnya jealous)

"Jack, ini Cheese Cake pesananmu," ucap Ann ramah sambil memberikan makanan penutupku. "Jangan disisain ya..."

"Makasih." jawabku sambil mengehela napas.

Ann lalu pergi lagi ke dapur.

Aku hanya bisa memakan Cheese cake milikku dengan lemas. Makanan apapun rasanya hambar kalau lagi jealous...

(SFX: Ari Lasso - Hampa (plesetan): Entah dimana dirimu berada... Hampa terasa hidupku tanpa dirimu... Tak pernahkah kau sadari arti cintaku untukmu ...)

-Anisha Asakura digetok Ari Lasso karena membajak lagunya-

Saat Cheese Cake habis, aku tetap merasa lapar. Hatiku menyesal, sudah membentak dan mengatai Claire sekasar itu... Dan aku baru sadar sekarang...

Aku lalu pulang ke pertanianku dan tidur.

Jack's Dream

"Huweeee..... Abang Jack jahaaaaattt....." Claire nangis di pelukan Gray. Gray hanya nepuk-nepuk kepala Claire.

Aku terpaku menatap mereka.

"Sudahlah, Claire-chan, percuma kamu menaruh hati padanya..." ucap Gray memancing amarahku. "Lebih baik sama uda Gray ajah.... Mau ya? Ya?"

"Uda...." bisik Claire bersemu. Mereka lalu berciuman dan bermesraan di depanku. "Aku cinta sama kamu, Gray..."

Jack's Dream End

--- Next Morning ---

"CLAIRE-CHAAAAANNNNN!!!!!!" aku berteriak setengah hidup. Ya ampun, tadi itu mimpi toh! Kalau aja itu beneran, aku udah nangis dibawah hujan...

Jo, anak anjingku, mendekatiku. "Arf! Arrrf!!"

"Tunggu sebentar Jo, aku ambilkan makanan untukmu..." aku masih agak schok melihat mimpi tadi malam. Aku mengambil makanan Jo dengan gemetaran. Aku takut mimpiku jadi kenyataan... Nanti cerita ini usai, Gray pacaran ama Claire, dan aku bakal jadi perjaka seumur hidup! Gak mauuuuuuu......

Jo menyalakku lagi karena aku meremas makanan Jo sampai remuk. "Kaik! Kaik!"

"Egh, sori, sori..." aku baru sadar kalau aku menghancurkan makanan Jo. Kuberikan lagi yang baru.

Aku lalu berganti baju ke overall-ku, mengerjakan tugas pertanianku, dan mengurus ternak-ternakku.

Setelah itu... Nganggur.

Enaknya ngapain? Main ke pertanian Claire? Kan lagi berantem... Enaknya minum teh botol Sosro...

(AA: -ngasih teh botol Sosro-

Jack: Ngapain?

AA: Ya diminum lah! Nih, makan ama lotek! -ngasih lotek-

Jack: -sweatdropped- Mau ngapain sih?

AA: Kan, apapun makanannya, minumnya the botol Sosro.... -digetok Jack, disuruh keluar cerita-)

Aku lalu menghabiskan waktuku di siang bolong ini dengan... Molor.

Jack's Dream

"Halo, Jack!" sapa Claire. Dia sedang berduaan dengan Gray.

"Lho, Gray ngapain disini?!"

"Haah? Gray kan suamiku!" sahut Claire polos.

Apa?!

"Halo, paman Jack!!!" sahut seorang anak kecil cowok berambut pirang.

"Hei, Mark!" sapa Claire. "Ini Mark, anak kami. Masih ingat?"

"Paman Jack main sama aku yuk!" Anak yang dipanggil Mark itu segera mendorongku bermain.

Lho... Claire punya anak, dan suaminya... Gray?!!

Jack's Dream End

"CLAIRE-CHAAAAANNNN!!!!!!" teriakku saking kencangnya membuat Jo loncat dari tempat tidurnya. Teriakanku kayaknya nyampe hampir ke semua penduduk Mineral Town.

Popuri yang lagi ngasih makan ayamnya numpahin makanannya sampai jatuh ke tempat air.

Rick yang lagi asik-asiknya berdendang lagu Project Pop (??) kepleset lap pel, terus jatoh dari tangga. Lillia kelindes Rick.

Duke yang lagi naruh wine ke bawah tempat tidurnya, pecah dan ketahuan sama Manna. "DUKE, KAMU BELI WINE LAGI DARI INN, YA?!!"

Chelsea yang lagi sibuk manen jamur di Flower Bud Village tersentak dan jamur-jamurnya jatuh ke sungai.

Raguna yang lagi nyerang monster di gua di Kardia Village kaget, sampe-sampe monster yang lagi ngelawannya juga ikut bengong ngeliat Betapa oon-nya tampang Raguna kalau lagi 'melong'.

Udahlah, enggak usah sampe jauh-jauh lagi. Kita balik lagi ke Jack di Mineral Town, oke?

Jack ngos-ngosan. Ketakutan mulai menjalar lagi. JANGAN SAMPAI MIMPI ITU JADI NYATAAA!!!!!

"Guuuk! Guuuk! Kaik! Kaik! Kaiiiiik!! Guuuk! Kaiiik!" terdengar suara anjing dari tetangga sebelah. Tunggu. Tetangga... Berarti Claire?!

Aku segera berlari ke pertanian Claire.

--- Claire's Farm ---

Claire lagi meringkuk di dinding rumahnya, dan didepannya ada serigala besar yang kelihatannya marah. Sedangkan Dablim, anjing Claire, udah jalan terseok-seok mendekati tuannya.

"CLAIRE!!!" teriakku sambil melindungi Claire. Rival heart event kedua memang boleh Claire dilindungin Cliff, tapi sekarang aku yang ngelindungin Claire!

Aku lalu memanggil Jo. "Jo!!!!"

Jo, anjingku yang masih kecil tapi jago berantem, langsung menggigit serigala itu. Serigala itu menyalak, tapi karena Jo menggigit nadi lehernya, serigala itu langsung kabur.

Saat serigala itu pergi, Claire memeluk anak anjingnya yang sekarat. "Dablim, tolong jangan mati...."

"Claire, diam disini. Aku mau ambil obat buat Dablim dan kamu." sahutku sambil kembali ke rumahku.

Saat aku kembali membawa P3K, aku lalu mengobati luka Dablim. Hem, karena badan Dablim kecil, dia bisa digigit serigala dengan mudah. Kupakaikan perban di sekitar badan Dablim.

"Nah, Claire, diem." ucapku sambil mengoleskan antiseptik ke lutut Claire yang berdarah. Claire meringis, tapi berusaha untuk tetap diam.

Saat aku selesai mengobati Claire dan Dablim, aku lalu pergi.

"Tunggu!" teriak Claire.

Aku mempercepat langkahku, grogi karena lagi berantem.

"Tunggu, Jack!" Claire memelukku dari belakang. "Terima kasih sudah menolongku..." Claire menangis. "Aku lega... Akhirnya aku bisa bilang terima kasih sama kamu... Dan aku minta maaf, kalau sudah membuat Jack marah kayak kemarin lusa..."

Seketika air mataku juga menetes. "Bodoh... Padahal aku yang lebih dulu bikin kamu nangis... Justru aku duluan yang harus minta maaf..."

"Jack..." ucap Claire. Claire mencium pipiku. "Ini ungkapkan terima kasih dan maafku. Maafin aku, ya?"

"Iya. Maafin aku juga udah ngebentak kamu, ya." ucapku menyesal.

"Ah, enggak apa-apa. Aku udah enggak marah lagi. Kita teman lagi, kan?" ucap Claire tersenyum.

"Iya, kita teman."

Gray yang datang terlambat, hanya bisa terpaku melihat kami berdua.

###***###

Oke, chapter 11 selesai... Rasa-rasanya, agak serasa déjà vu ngedengar Jo dan Dablim... Kenapa yah?? (?.?) Ah, sudahlah... -digetok Deddy Corbusier- RnR yaaa~