She is My Wife

.

.

Super Junior & Exo Ffn..

Warning!

GS, full typo, OOC, ajaib, dan sebagainya.

Mereka adalah milik diri mereka sendiri dan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Fic ini punya saya.

Silahkan dibaca dan jangan lupa review, READERS ^o^

"Pagi, Oppa."

"Hmm.."

Aish, responnya datar sekali..

Baiklah, sepagi ini aku sudah terbangun dari tidurku yang sangat lelap sekali dan kemudian bersiap pergi ke sekolah. Hari ini, aku akan pergi ke sekolah bersama Ryeowook saja dan melupakan Kyuhyun. Aku kan sedang marah dengan anak itu.

"Kau pergi ke sekolah bersama Kyuhyun?"

"Tidak."

Donghae Oppa mengalihkan pandangannya dari layar datar ponselnya sambil menautkan alisnya. Sepertinya dia bingung dengan jawabanku barusan. Ya, aku tidak akan pergi ke sekolah bersama Kyuhyun. Biarkan saja anak itu pergi ke sekolah naik sepeda sendirian. Aku tidak peduli!

"Kau sedang ada masalah dengannya?"

"Tidak."

"Lalu, kenapa sikapmu seperti itu?"

"Pagi!"

Kyuhyun datang dan langsung duduk disebelahku. Wangi sandalwood seketika memenuhi indera penciumanku. Aku sama sekali tidak menolehkan kepalaku untuk menatapnya. Aku pun melanjutkan olesan selai strawberry di atas rotiku.

"Pagi, Kyu."

Itu suara Donghae Oppa, bukan aku. Aku kan sedang marah dengan anak itu!

"Oppa, aku duluan. Sepertinya Ryeowook sudah menungguku diluar."

"Tapi, Kau.."

"Bye!"

Aku segera berlari keluar rumah setelah mengambil tas ranselku dan memakainya asal tanpa memerdulikan ocehan Donghae Oppa yang sedang memanggilku untuk kembali. Benar saja, Ryeowook sudah berdiri disamping tiang listrik sambil memasukan kedua tangannya kedalam saku celana.

"Kenapa kau memintaku untuk menjemputmu? Kau tidak pergi ke sekolah bersama Kyuhyun?"

"Tidak."

"Wae?"

"Sudahku bilang tidak. Ayo, jalan!"

"Ah, baiklah."

Sebenarnya, aku juga tidak tega melakukan hal seperti ini pada Kyuhyun. Karna yang sepantasnya marah saat ini adalah Kyuhyun, tapi aku malah membaliknya sehingga akulah yang marah dengan anak itu.

Aku dan Ryeowook pun berjalan bersama menuju halte bus. Sampai kami memasuki bus dan duduk dibelakang bersama, aku masih saja tidak melihat kemunculan Kyuhyun. Kemana anak itu? Akh, bukan urusanku!

Setelah sepuluh menit terombang ambing didalam bus yang penuh, akhirnya aku dan Ryeowook pun sampai juga disekolah. Tiba-tiba saja, aku melihat Kyuhyun yang baru saja memarkirkan sepedanya ditempat biasa dia memarkirkan sepedanya dengan puluhan sepeda murid yang lain.

Anak itu sekarang sedang berjalan sambil memainkan ponselnya. Sepertinya ada yang berubah dari anak itu. Dia terlihat semakin tampan dengan gaya rambutnya yang baru itu. Tanpa sadar, aku memberhentikan langkahku ditengah lapangan dan malah sibuk memerhatikannya yang sedang berjalan menuju kelasnya sendiri.

Yang menjadi pertanyaanku saat ini adalah sejak kapan anak itu memotong rambutnya? Sepertinya semalam rambutnya masih sama seperti yang kemarin-kemarin.

"Kau kenapa Min?"

"Ah? Tidak apa-apa."

Aku pun meninggalkan lapangan tempat berdiriku tadi dan masuk kedalam kelasku bersama Ryeowook. Tapi, benar. Kyuhyun semakin tampan. Apalagi gaya rambutnya yang seperti itu. (Kyuhyun at Mv Break Down)

….

Akh, sial! Sampai sekarang pikiranku hanya tertuju pada Kyuhyun. Saat mendengarkan pengumuman saja, aku tidak mendengarkannya dengan baik. Yang aku tahu hanya lusa ini kami akan mendapatkan hasil ujian kami.

Itu artinya, lusa nanti aku akan menangis karna melihat nilai semesterku yang pastinya sangat berantakan sekali. Huweee…

Aku menolehkan kepalaku kekanan dan mendapati Ryeowook yang sedang tertidur diatas meja, wajah anak itu menghadap kearahku. Sepertinya dia tidak tidur semalam.

Aku kembali bosan, karna kami baru boleh pulang kerumah nanti siang. Sedangkan ini masih jam Sembilan. Benar-benar deh membuat bosan saja.

"Wook.. Wook.. Kim Ryeowook!"

Aku menggoyang-goyang bahunya. Tapi anak ini masih saja tidak bergeming.

"Ommo! Yesung Eonnie berpelukan dengan seorang namja. Siapa namja itu?"

"Ah? Apa kau bilang Min?"

"Akhirnya kau bangun juga."

"Akh, sialan kau! Tadi aku sedang mimpi indah tahu."

"Kau tidak tidur semalam? Oh iya, bagaimana dengan proyek besar kita? Apa berhasil?"

"Semalam, aku memang sedikit kesusahan tidur dan proyek besar kita berhasil membuat Minjae cemburu dengan Jungmo Hyung walaupun memakan korban."

"Korban, apa maksudmu?"

"Hmm.. saat mereka berbincang-bincang, ada satu Hokbae yang tidak secara langsung mengatakan bahwa Minjae itu adalah wanita ular. Tiba-tiba saja, Minjae berdiri dari duduknya lalu menghampiri Hokbae itu kemudian menjatuhkan juice kekepala Hokbae yeoja itu. Dan mereka pun adu mulut."

"Lalu, bagaimana dengan Jungmo?"

"Semula dia hanya diam saja karna sama terkejutnya dengan anak yang lainnya. Kemudian, Jungmo melerai mereka dan pada akhirnya Jungmo mengajak Minjae untuk pulang bersama. Dan yaaa seperti itu, mereka pulang bersama."

"Begitu?"

"Hmm, sisanya aku tidak tahu. Sebaiknya nanti kita bicarakan saja bersama Jungmo Hyung."

"Akh.. baiklah."

Jadi begitu? Minjae cemburu dengan Jungmo karna salah satu Hokbae yeoja ada yang mengatainya wanita ular walaupun secara tidak langsung? Wahh.. bagus sekali!

Itu artinya, sebenarnya Minjae juga menyukai Jungmo tapi karna obsesinya akan Kyuhyun terlalu besar, makanya anak itu tidak menyadarinya.

Tiga jam kemudian..

Akhirnya, kami diperbolehkan untuk pulang juga. Saat aku dan Ryeowook sedang berjalan menuju gerbang sekolah, tiba-tiba saja sebuah mobil berwarna hitam berhenti disisi kami. Ternyata pemilik mobil itu adalah Jungmo, didalam mobil ini juga sudah ada Yesung Eonnie yang tersenyum dari arah jok belakang.

"Masuklah, ada yang ingin aku bicarakan!"

Tanpa berkata apapun, aku segera duduk disebelahnya sedangkan Ryeowook duduk di jok belakang bersama Yesung Eonnie. Setelah itu, ia pun mulai menjalankan mobilnya untuk menjauh dari kawasan sekolah. Aku masih belum tahu tempat seperti apa yang akan kami kunjungi nanti.

Oh. Ternyata Namsan tower. Ada apa anak ini mengajak kami bertiga kemari?

Setelah mobil hitam ini berhenti, kami pun segera turun dari mobil dan kemudian berjalan ketempat dimana menara gembok cinta berdiri. Hmm, semakin lama gembok-gembok ini semakin bertumpuk saja. sudah tidak terhitung lagi banyaknya dan berapa banyak pasangan yang menaruh gembok mereka disana.

Kami berhenti sejenak memandangi pohon gembok itu tanpa melakukan hal yang menarik. Kemudian, dengan tampang childishnya Ryeowook mengajak Yesung Eonnie untuk membeli gembok dan menggantungkannya disana, tapi sayangnya permintaan anak itu ditolak mentah-mentah oleh Yesung Eonnie.

"Jangan kekanakan. Itu kan cuman tahayul!"

"Tapi, honey.. kita hanya menggantungkan gembok disana. Gembok itu sebagai lambang bahwa kita pernah datang kemari. Ayolah~"

"Aku tidak mau."

"Honey~"

"Tid.."

"Ikuti saja apa mau anak ini. Lagian tidak ada salahnya."

"Tapi, Jungmo.."

"Sudah sana. Daripada anak ini merengek terus."

"Ish! Baiklah. Sana pasang sendiri."

"Ish, sama-sama kali!"

"Kau ini banyak maunya!"

Akhirnya mereka berdua pun memasangkan gembok cinta mereka bersama-sama dan Ryeowook membuang begitu saja kuncinya kesembarang arah. Aku jadi ingin mengajak Kyuhyun kemari dan melakukan apa yang telah dilakukan Ryeowook bersama Yesung Eonnie. Tapi kapan yaa? Aku kan sedang marahan dengan anak itu.

"Kau pasti akan mengajak Kyuhyun kemarikan?"

"Hehehe, mungkin nanti."

Aku hanya sanggup mengatakan hal itu sambil memasang cengiran. Ternyata tidak enak juga yaa bermusuhan dengan suami sendiri. Aku jadi kesepian padahal baru satu hari kami bermusuhan. Huwee..

"Baiklah, karna aku lapar sebaiknya kita makan saja dulu."

"Kau mengajak kami kemari memangnya untuk apa sih?"

Jujur. Aku masih bingung sendiri dengan tujuan Jungmo yang mengajak kami bertiga ketempat yang banyak dikunjungi oleh pasangan muda maupun tua yang ingin memasangkan gembok mereka dipohon gembok itu. Tapi, dia hanya menggeleng dan tersenyum.

"Hanya ingin saja."

"Ya sudahlah kalau begitu."

….

"Jajangmeon empat dan air mineralnya juga empat."

"Baik tuan. Silahkan tunggu dimeja nomer 4."

Kami pun bersama-sama berjalan menuju meja bernomer empat seperti apa yang diarahkan oleh Si penjaga kasir pada jungmo. Hanya limabelas menit waktu yang kami butuhkan untuk menunggu pesanan kami sampai diatas meja makan.

"Selamat makan!"

Setengah jam berlalu begitu cepat. Dihari yang semakin sore ini, kami makan jajangmeon bersama dikawasan Namsan Tower. Setelah selesai makan, kami pun kembali berbincang-bincang mengenai proyek besar kami.

"Apa kau sudah berhasil mendapatkan hati Minjae?"

"Itulah yang ingin aku katakan pada kalian, Min. Sebenarnya, tadi malam aku mengantarkannya pulang kerumah dan kemudian anak itu malah menangis dipelukanku sambil memanggil nama Kyuhyun."

"Jadi dia belum bisa merelakan Kyuhyun? Begitu?"

"Aku hanya melihat raut sedih diwajahnya, Wook. Dia hanya mengatakan kepadaku bahwa ia menyesal karna sudah mencintai Kyuhyun terlalu dalam. Mungkin saja, dia akan menyerah untuk terus mencintai Kyuhyun. Well, sekarang aku harus bagaimana?"

"Begini saja, kau terus saja mendekatinya. Perlahan-lahan, kau harus bisa mengambil perhatiannya. Buatlah hal kecil menjadi sesuatu yang menyenangkan dan berbekas dihatinya, sehingga dia dapat melupakan Kyuhyun sedikit demi sedikit."

"Apa yang dikatakan Yesung Eonnie benar. Seseorang tidak akan semudah itu melupakan rasa cintanya yang teramat dalam pada seseorang. Maka dari itu, kau harus mendekatinya lagi secara perlahan-lahan."

"Baiklah. Kalian harus doakan aku."

"Itu pasti Hyung!"

….

"Aku pulang!"

"Dari mana saja kau?"

Saat baru saja memasuki rumah, kedatanganku langsung disambut wajah datar Kyuhyun. Namja ini masih memakai baju seragamnya. Sepertinya dia marah padaku.

"Aku.."

"Kau melupakan posisiku begitu saja yaa?"

"Kyu, aku sedang tidak ingin beradu mulut denganmu!"

"Kau selalu saja bisa berkata ini itu kepadaku, tapi kau sendiri tidak pernah menepatinya."

Aku tahu, kemana arah pembicaraan anak ini. Dia pasti mengungkit perkataanku tempo hari yang memintanya agar tidak menutupi apapun dariku itu. Ish, aku harus bagaimana sekarang?!

"Kyu, aku.."

"Yayaya. Sekarang, terserah mu saja lah maunya apa.."

'Brak..

Anak itu menutup pintu kamarnya menggunakan kaki kanannya sehingga menimbulkan suara debuman yang cukup keras. Ini memang salahku juga sih yang pulang kerumah saat jarum jam sudah menunjukan pukul tujuh malam dan aku juga tidak ada sama sekali memberitahu kemana perginya aku pada anak itu. Jadinya begini deh..

Hufftt..

"Kyu, kau marah padaku yaa?"

Hening..

Tidak ada jawaban dari balik pintu kamarnya yang tertutup rapat itu. Dia pasti sedang marah besar denganku. Hufftt, sungmin. Kau sudah menggali kuburanmu sendiri!

"Kyu.."

Tetap saja hening. Anak ini mendengarkan aku atau tertidur sih?

"Ssssthhh… akkkhhh… Kyuuuhhh… kau tiduuurr.. akkkhh… yaaahhh?"

Hahaha, aku sengaja melakukannya agar anak ini mau keluar dari kamarnya. Bukannya dia yang tergoda, malah aku sekarang yang jadi ingin sekali melakukannya dengan anak itu. Dia masih saja tidak keluar dari kamarnya itu.

"Baiklah! Aku akan mencari namja lain yang mau memuaskan aku sekarang juga!"

Lama menunggu..

"Issshhh, CHO KYUHYUN! Kau ini benar-benar keras kepala yaa.."

'Brak..

Aku berpura-pura menutup pintu depan rumah dengan kencang dan aku pun segera bersembunyi dibalik tembok. Benar! Kyuhyun keluar dari kamarnya. YEY!

"SUNGMIN!"

Hahaha, anak ini berteriak dengan kencang sambil membuka pintu depan rumah. Aku yang melihatnya sedang marah besar itu langsung saja berlari keluar dari persembunyianku lalu memeluknya dari belakang.

"Akh.."

Sepertinya anak ini terkejut dengan pelukanku yang datangnya tiba-tiba ini. Kemudian, dia kembali so cool lagi. Aish, anak ini memang dasarnya keras kepala!

"Lepas!"

"Kyu, kau marah denganku yaa?"

"Aku bilang lepas!"

"Tidak mau!"

"Kau tuli ya?!"

"Iya. Aku tuli. Terserah apa katamu. Tapi, aku mohon padamu. Jangan marah lagi padaku."

"Kau ini bicara apa sih?"

"Aku tahu semua ini salahku. Aku memang istri yang buruk untukmu. Maka dari itu, jangan marah lagi denganku."

"Kau sudah banyak berbuat salah."

"Maafkan aku, Kyu."

"Tidak mau!"

Aku melonggarkan sedikit pelukanku dipinggangnya. Kemudian dia berbalik menatapku yang hanya tertunduk sambil menangis. Kali ini, aku benar-benar sedih. Kyuhyun yang berkata seperti itu benar-benar membuatku sedih. Aku sedih! Huwaaaa…

"Untuk apa kau menangis? Air matamu itu sungguh terlambat!"

"Lalu, aku harus bagaimana apa?"

"Terserah apa mau mu. Aku tidak peduli lagi."

"Kyuhyun!"

Aku segera mengejar anak itu yang berjalan masuk kedalam kamarnya. Aku juga ikut masuk kedalam selimutnya. Aku sudah tidak menghiraukan mulutnya yang berkomat kamit menyuruhku untuk pergi dari kamarnya ini. Tidak mau! Aku kapok bermusuhan dengan anak ini. Rasanya sangat menyiksa!

"Ish, pergi sana. Aku mau tidur tahu!"

"Tidak akan. Aku tidak akan pergi darimu!"

"Kau kan sedang punya proyek besar, jadi urusi saja masalahmu yang itu. Lupakan saja aku, anggap saja aku tidak ada. Iya kan?"

"Kyu.."

Mataku sudah sembab dan membengkak sekali. Dengan air mata yang memenuhi pelupuk mataku, aku memandangi wajah angkuhnya yang masih saja tidak mau menatap mataku. Aku naik keatas dadanya, menindihnya begitu saja sambil terus menatapi wajahnya. Anak ini tidak bergerak sama sekali dibawahku.

"Aku melakukan itu semua untuk kita termasuk teman dekatmu itu. Aku sudah bilang sejak awal denganmu kalau aku tidak ingin kau tahu tentang masalah ini karna aku tahu kau pasti akan menghabisi Minjae kalau sampai kau tahu masalah ini. Aku hanya ingin menyelesaikan masalah ini sendirian. Jadi aku mohon padamu, tolong mengerti aku."

"Kau baru bilang seperti ini setelah aku marah padamu kan? Selama ini kau kemana saja, hah?"

"Baik-baik. Aku mengaku salah padamu. Tapi aku mohon satu hal padamu. Jangan marah lagi padaku,"

"Akan aku pikirkan nanti. Sekarang, aku mau tidur."

"Kau tidak mau mandi? Ini kan sudah sore."

"Nanti saja. Perasaanku masih tidak enak."

"Aku akan memandikanmu."

"Apa kau bilang?"

"Hmm, kau hanya duduk diam saja. Aku yang akan memuaskanmu."

"Benarkah?"

"Ini semua sebagai perminta maafanku padamu."

"Kau yakin?"

"Yess, honey!"

"Baiklah. Kajja!"

Kyuhyun dengan segera menyibakan selimutnya yang seketika jatuh kelantai lalu menarik tanganku menuju kamar mandi yang berada didalam kamarnya itu. Anak ini berubah manja sekali, sampai-sampai seragam dan dalamannya aku juga yang harus membukakan untuknya.

Aku menyenderkan tubuh neked Kyuhyun didinding, tepat dibawah guyuran air shower. Anak ini hanya diam saja sambil memandangi aksiku. Aku pun membiarkan tubuhku basah bersama pakaian seragamku dibawah guyuran air shower bersama suami mesumku ini.

Yeaahh…

Rasanya aku liar sekali melakukan hal seperti ini. Untung saja, aku pernah menonton film panas itu dari kaset koleksi Donghae Oppa secara diam-diam. Jadi, aku tahu harus melakukan apa agar Kyuhyun sedikit teransang akan sentuhanku.

Dari ujung rambut sampai ujung kaki Kyuhyun sudah basar karna air shower, aku pun segera mendekat kearahnya dan menarik tengkuknya agar aku bisa meraih bibirnya. Air shower ini juga sudah kubuat turun perlahan sehingga tidak terlalu banyak air yang membasahi kami.

"Akh.."

Aku melenguh saat aku memberanikan diri menjelajah didalam mulut Kyuhyun yang secara terang-terangan baru kali ini aku lakukan. Dia hanya diam saja dan membiarkan kedua tangannya bertautan dibelakang tubuhnya.

Cumbuanku turun keceruk lehernya yang jenjang dan putih pucat itu. Aku menjilatinya naik turun, mengurutnya dengan lidahku dan sebisa mungkin menghisapnya dengan kuat agar aku dapat meninggalkan jejakku disana. Sepertinya anak ini sedang mendesah tertahan.

Aku akan kembali menggodanya! Tunggu saja Cho Kyuhyun!

Tanganku tidak diam saja saat mulutku bekerja diceruk lehernya. Kedua tanganku sibuk membelai nipple dan dada bidangnya dengan jari-jari tanganku yang mulai mengelus-ngelusnya secara perlahan.

"Akhh.."

Yess! Kyuhyun mendesah. Horeeee..

"Euuummhh.. akkhh… Kyuhhh.."

Aku menciumi dadanya sampai ke nipplenya. Lidahku bermain disana, mengurutnya dengan perlahan lalu kemudian menghisapnya dari hisapan yang pelan sampai hisapan yang paling kuat sehingga meninggalkan bekas memerah disana.

Kedua tangan Kyuhyun mencengkram erat bokongku yang masih tertutupi dalaman serta rok sekolahku. Aku tahu, miliknya semakin menegang sekarang karna aku dapat merasakan miliknya itu yang mulai menusuk-nusuk perutku.

Ciumanku berpindah ke nipplenya yang satunya sedangkan tanganku mulai meraih juniornya dan menaik turunkan tanganku disana. Kyuhyun semakin keras meremas bokongku dengan tangannya sehingga jemarinya yang panjang itu sempat menusuk hole ku. Akkhh..

"Uuuhh.. Minn.. ssshh… akkhh.."

Baru kali ini rasanya aku mendengar Kyuhyun yang mendesah panjang seperti itu sambil menyebutkan namaku disela desahannya itu. Aku merasa bahagia sekali karena berhasil membuat suamiku sendiri mendesah karna belaianku. Kyaaa.. tidak ada buruknya aku belajar dari film terlarang itu walaupun sebenarnya tidak dianjurkan seperti itu.

Tempo pergerakan tanganku dibawah sana semakin cepat dan hal itu membuat jemari Kyuhyun semakin menusuk hole ku lebih dalam lagi. Menit berikutnya, aku memutuskan untuk berjongkok dihadapannya. Sekarang, padangan mataku hanya terfokus pada satu benda berharga milik Cho junior itu.

Adiknya begitu menegang dan membuatku geli sendiri saat melihat Kyuhyun yang hanya memejamkan matanya sambil memasang wajah takut-takut. Hahaha, sepertinya dia tahu aku akan melakukan apa pada adik asuhannya itu.

Kyaahahaha..

'Plop..

Aku memaju mundurkan kepalaku sambil terus mengisap junior miliknya membuat Kyuhyun mengacak-acak rambutku yang basah karna guyuran air shower. Aku menjulurkan lidahku untuk menjilati batang adiknya itu.

Naik turun.. naik turun.. aku melakukannya secara berulang dan membuat Kyuhyun semakin mendesah.

"Akkhh… akkhh.. Min.. ssshhh… yeaahhh.."

Aku menciumi kepala adiknya lalu menggerak-gerakan lidahku disana. Kyuhyun pun semakin mengerang dan tiba-tiba saja anak ini menangkat tubuhku agar aku berdiri sehingga membuatku meninggalkan adik miliknya.

Dengan ganasnya, Kyuhyun membuka seluruh pakaian yang melekat ditubuh basahku. Untungnya pakaian seragam sekolahku itu tidak robek karna tingkahnya yang brutal itu. Aku pun menyerahkan seluruh bagian tubuhku padanya.

Kyuhyun memeluk tubuhku yang kini sama nakednya dengan tubuh namja yang lebih tinggi limabelas centi dariku ini. Kyuhyun menciumi bahuku lalu menghisapnya dengan kuat tanpa melepaskan tubuh kami yang saling menempel rapat. Dan miliknya itu kembali menusuk-nusuk perutku.

Kyuhyun segera mengarahkan tubuhku menghadap dinding sedangkan dirinya berdiri dibelakangku. Tubuhku sengaja aku condongkan kebelakang dan kedua kakiku juga sengaja aku rentangkan agar miliknya itu bisa masuk kedalam milikku.

'Jleb..

"Akkkhh.. Kyuuhhhyyuunnn… sssttthhh.."

"Ssstthh.. isshh… seeemmppitthh.. aahhh Minn.."

Kyuhyun semakin ganas menggenjot tubuh kami sehingga tubuhku menjadi naik turun. Nafas kami saling beradu. Sementara dibawah sana miliknya sedang menggenjot lubangku, kedua tangannya juga tidak akan dia suruh diam begitu saja.

Kedua tangannya itu sibuk meremas kuat benda kembar milikku sehingga membuatku semakin mendesah tidak karuan. Dinginnya air shower sudah tidak kami rasakan lagi. Tubuh kami saling teransang dan menimbulkan rasa hangat.

"Akkhh.. agghh… Kyuhh.. ssstthhh.. iissshh.. yeaaahh.. aaakkhh.. Kyaaaaa.."

Untuk pertama kalinya aku mengeluarkan cairan hangat itu untuk hari ini. Kyuhyun segera menarikku dan mendudukan ku di dinding bathtub.

"Buka kakimu."

"Hmm.."

Aku pun menganggukan kepalaku lalu membuka lebar kakiku sehingga membuat Kyuhyun dapat dengan jelas sekali melihat lubangku yang sudah memerah dan basah karna cairanku sendiri. Kedua tangan Kyuhyun kembali terarah kebenda kembar milikku. Anak itu mulai meremasnya dengan tempo yang lambat dan juga lembut.

Seketika tubuhku melengkung saat menerima belaiannya itu. Lalu Kyuhyun pun menundukan kepalanya dan mulai menghirup lubangku dengan hidungnya yang kemudian bergesekan dengan milikku itu. Kyuhyun mulai menjilatinya dengan lidahnya. Rasanya lembut sekali dan pastinya berbeda sensasinya dengan milik Kyuhyun yang masuk kedalamnya.

Lidahnya mulai memainkan klitorisku lalu membelai kedua dinding lubangku dengan lidahnya itu.

'Srroott..

"Aaaaaakkkhhh.. Kyuuuhhh.."

Kyuhyun menghisap lubangku tanpa ampun. Aku pun kembali berteriak karna rasanya seperti lubangku tersedot kedalam mulutnya itu. setelah lama melakukannya, akhirnya kami pun menyudahi kegiatan kami hari ini karna makan malam sudah tiba dan sepertinya Donghae Oppa juga sudah pulang ke rumah.

Sial! Kali ini, aku harus kembali berjalan susah payah karna serangan bertubi-tubi dari Kyuhyun. Suamiku itu pun membantuku memakai bajunya yang kebesaran padaku. Kaos yang dipakaikannya untukku berwarna hitam sedangkan celananya berwarna putih. Aku tidak memakai underwaer sama sekali.

"Kau bisa berjalan kan?"

"Sedikit sakit, Kyu."

"Sini aku bantu."

"Tapi, kau tidak marah padaku lagi kan?"

"Walaupun sekarang sudah tidak lagi, tapi jangan harap aku akan memaafkanmu lagi jika kau berbuat hal yang sama, walaupun kau melakukan hal ini padaku lagi."

"Iya.. iyaa.. aku sudah kapok kok, Kyu. Mulai sekarang, aku akan mengatakannya semua padamu."

"Bagus! Kalau begitu, kajja kita makan."

Wahh.. Kyuhyun manis sekali!

Suamiku ini menautkan jemarinya dengan jemariku sambil berjalan menuju ruang makan.

"Kyu, kau baru saja memotong rambutmu yaa?"

"Memangnya kenapa?"

"Kau terlihat sangat tampan sekali!"

"Benarkah? Aku memotongnya sendiri lho~"

"Bagaimana bisa Kyu, kau memotong rambutmu itu sendirian?"

"Aku memang terbiasa memotong sendiri rambutku didepan cermin jika sedang bosan atau pusing sendiri."

"Hehehe, kau berbakat rupanya."

"Hah, sudahlah. Sekarang aku mau panggil Donghae Hyung dulu. Kau tunggu saja disini. Kita akan makan malam bersama."

"Oke, sayang."

"Aish, aku jadi ingin menidurimu lagi kan!"

"Ish, dasar mesum!"

"Hahaha, tapi kau suka kan?"

"Sudah sana, panggil Donghae Oppa."

"Iya, cerewet!"

Kyuhyun pun berlalu dari hadapanku dengan menaiki tangga menuju kamar Donghae Oppa. Perkataan Kyuhyun barusan mengingatkanku pada seseorang. Tapi, siapa yaa?

….

Seminggu kemudian..

Selama liburan satu minggu yang lalu, aku dan Kyuhyun hanya berada dirumah dan hanya keluar rumah untuk sekedar menemui Ryeowook dan Yesung Eonnie ataupun para pengikut Kyuhyun. Dan untuk pagi ini, kami berdua kembali sibuk menyiapkan diri menuju sekolah.

"Sini tanganmu. Pelan-pelan naiknya."

"Ne, Kyu."

Seperti biasa, kami pergi kesekolah menggunakan sepeda dengan Kyuhyun yang memboncengiku. Rasanya tidak ada yang lebih indah dari pada bersepeda dengan suami sendiri, dunia serasa milik berdua, kekeke.

"Pegangan yang erat!"

"Oke."

Kyuhyun pun mulai mengayuh sepedanya menuju sekolah. Hari ini, aku memutuskan untuk pergi ke sekolah bersamanya karna kami sudah berbaikan seminggu yang lalu.

Hari ini adalah hari pertamaku sebagai siswa kelas dua SMA dan Kyuhyun sendiri kelas tiga SMA. Huwaaa.. itu artinya sebentar lagi Kyuhyun akan lulus SMA, aku pasti kesepian sekali disekolah. Hahaha, tentu saja aku bohong! Kan disekolahku masih ada Ryeowook. Kekeke~

Beberapa menit kemudian, kami pun sampai disekolah. Setelah memarkirkan sepedanya, Kyuhyun segera berjalan kearahku lalu menggandeng tanganku melewati koridor sekolah yang sedang dipenuhi para siswa. Kyaaa… rasanya malu sekali. Haish, Kyu!

"Hey, untuk apa seperti ini?! Banyak orang memerhatikan kita tahu!"

"Memangnya kenapa? Kau kan istrikku!"

"Kyu, kecilkan suaramu!"

"Bodo, ah!"

Yaaahh.. dia malahan semakin erat menggenggam tanganku sampai kedepan pintu kelasku. Semua anak kelas memandangiku secara intens. Aduhh.. sepertinya akan ada masalah baru lagi.

"Masuk lah.."

"Hmm, baiklah."

"Pulangan nanti, tunggu aku digerbang sekolah!"

"Oke."

"Sungmin.."

"Apa?"

'Chup…

"Mwwwwooo!"

Teriakan histeris itu berasal dari dalam kelas. Aku juga sempat melihat Ryeowook yang juga ikutan berteriak sambil membulatkan kedua matanya saat Kyuhyun tiba-tiba saja menarik tengkukku lalu mencium bibirku begitu saja.

"Kyuuuhhh?"

"Hehe, kau lupa memberikanku morning kiss pagi ini, sayang."

Setelah melakukan hal yang sanggup membuat kedua pipiku merona hebat itu, suami ajaibku itu langsung saja pergi kekelasnya dengan berlari ditengah koridor kelas yang lumayan ramai.

"Aku mencintaimu, istriku!"

"Kyyyyyaaaaa!"

Good! Kyuhyun memang pintar membuat masalah. Setelah menciumku tepat didepan teman-teman sekelasku, sekarang anak ini malah berkata seperti itu ditengah koridor kelas yang cukup ramai. Semua mata langsung memandang kearahku yang seketika jadi salah tingkah. Aku pun buru-buru masuk kedalam kelas dan duduk disamping Ryeowook.

"Suamimu itu penuh kejutan sekali."

"Aku juga tidak tahu Wook. Rasanya, kakiku sangat lemas sekali."

"Lain kali, aku akan mempraktekannya pada Yesung!"

"Baiklah! Aku orang pertama yang harus melihatnya."

"Tapi sayangnya, aku tidak semesum suami mu itu, Min."

"Dia bukan mesum Wook, tapi romantis!"

"Yayaya, terserahmu sajalah."

….

Lagi-lagi hari ini diisi dengan perbincangan aneh para guru. Mereka hanya menyuruh kami bersantai dan menikmati hari yang cerah ini dan tentunya baru boleh pulang saat jam makan siang berlangsung seperti sekarang ini.

Setelah keluar dari kelas, aku segera menuju pintu gerbang sekolah setelah sebelumnya berpisah dengan Ryeowook yang langsung berlari menuju kelas Yesung Eonnie.

"Eung.. Kau sudah menunggu lama?"

"Aku baru saja sampai disini, Kyu. Kemana tas sekolahmu?"

"Aku tinggal diaula. Hari ini, aku harus mengadakan rapat bersama anggota kedisiplinan karna minggu depan aku harus melepaskan jabatanku sebagai ketua kedisiplinan."

"Begitu?"

"Iya, sebaiknya kau pulang saja duluan. Tidak apa kan kalau kau pulang menggunakan bus untuk hari ini saja?"

"Tidak apa. Aku akan pulang sendiri. Kau selesaikan saja urusanmu dengan para anggota kedisiplinan."

"Oke, sayang. Hati-hati yaa. Kalau sudah sampai dirumah segera hubungi aku!"

"Ne."

Tanpa merasa canggung, Kyuhyun melayangkan tangannya kearah rambutku. Dengan cengirannya yang khas, anak ini menepuk-nepuk kepalaku dengan lembut sebelum pergi meninggalkanku.

"Kyu.."

"Mwoya?"

Dia berbalik kearahku. Sekarang, jarak Kyuhyun denganku kurang lebih dua meter. Kyuhyun membalikan tubuhnya menghadapku sambil memasukan kedua tangannya kedalam saku celana. Untuk kali ini, aku kembali terkesima dengan suamiku sendiri. Pantas saja dia punya banyak sekali fans, ternyata begini kelakuannya. Keren!

"Jangan lupa makan siang!"

"Oh. Aku akan makan siang bersama pengikutku nanti, Kau jangan khawatir."

"Baiklah. Kalau begitu, aku pulang dulu."

"Ne. Sampai bertemu dirumah istriku."

"Hahaha, Bye."

Suamiku itu hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya. Uhmm, manisnya!

Kami pun berpisah dan berjalan kearah tujuan masing-masing. Kakiku mulai meninggalkan sekolah dan kemudian berhenti disebuah halte bus. Sambil menunggu bus, aku asik memainkan sepatuku sambil menendang-nendang jalanan untuk menghilangkan rasa bosan karna menunggu datangnya bus.

"Sepertinya aku pernah melihatmu. Tapi, dimana yaa?"

Hal yang pertama aku lihat adalah sepasang sepatu putih mengilap milik seorang namja lalu kemudian naik ke skin jeansnya, terus naik hingga ke kemeja putihnya lalu..

"Kau?"

"Aku ingat sekarang! Kau Sungmin kan yang waktu itu menangis didalam bus."

Aish, kenapa namja ini malah mengingat hal semenyedihkan itu sih?

Yayaya, aku tahu, Dia temannya Suho yang waktu itu berteriak 'cerewet' pada namja yang sebenarnya dia panggil Hyung itu. Sepertinya dia juga baru pulang sekolah. Walaupun hari sudah sangat siang sekali, tapi kenapa wajahnya itu bisa terlihat masih fresh sekali seperti tidak mempunyai beban.

"Kau ingat aku tidak?"

"Kau temannya Suho kan?"

"Iya. Aku Oh Sehun."

"Se-hun?"

"Iya, benar. Kau mau pulang?"

"Iya."

"Kau tidak punya teman yaa, makanya selalu pulang sendirian."

"Enak saja. Hari ini, teman-temanku sudah mempunyai jadwalnya masing-masing. Makanya aku pulang sendiri."

"Tapi, waktu itu juga. Kau bahkan menangis."

"Saat itu, aku sedang ada masalah. Makanya aku menangis didalam bus. Kau tidak pulang dengan gerombolanmu itu?"

"Mereka juga sedang ada keperluan masing-masing."

"Oh."

Seketika, keadaan pun berubah menjadi hening. Diantara kami tidak ada yang memulai obrolan terlebih dahulu hingga sebuah bus berhenti tepat dihadapan kami.

Pemuda bernama Sehun ini pun mempersilahkanku untuk masuk terlebih dahulu kedalam bus. Ternyata dibalik wajahnya yang terkesan dingin dan angkuh itu, dia adalah namja yang cukup baik.

Karna tidak ada tempat lagi, aku dan Sehun terpaksa berdiri sambil berpegangan pada tiang bus. Setelah memerhatikan logo sekolah yang ada disaku kemejanya, aku yakin sekali kalau Sehun bersekolah disekolah kejuruan Inha. Setahuku, sekolah itu adalah sekolah terelit dan termahal untuk sistem kejuruan.

"Kau bersekolah di Inha yaa?"

"Iya."

"Kejuruan apa?"

"Art modern."

"Itu, jurusan yang seperti apa?"

"Jenis music dan dance modern."

"Begitu?"

"Hmm.."

Sepertinya dia bagus menjadi artis seperti Ryeowook yang selalu saja melakukan perawatan ini itu termasuk untuk rambut berjambulnya itu. Sehun adalah namja berponi rapi. Rambutnya yang berwarna hitam kecoklatan seperti rambut Kyuhyun itu terlihat sangat halus sekali. Dia pasti perawatan juga seperti Ryeowook.

Tidak lama kemudian, bus ini pun berhenti di halte berikutnya, yaitu halte yang berada dipinggir jalan masuk perumahanku. Aku pun segera mundur dari kerumunan orang dan melangkah turun dari bus ini.

"Aku duluan!"

"Ne. Lain kali, kita jalan bersama yaa dengan gerombolanku!"

"Hahaha, baiklah. Sampai nanti!"

"Ne. Hati-hati!"

"Oke!"

'Brummm…

Pintu bus itu pun tertutup dan mulai menjauh dariku. Hanya lambaian tangan Sehun yang terlihat saat bus ini mulai menjauhiku. Tanpa ingin membuang waktu, aku segera melangkah menuju rumah.

"Kau tidak pulang dengan Kyuhyun?"

"Donghae Oppa!"

"Ayo naik!"

"Oke."

Ternyata orang yang menegurku saat berjalan menuju rumah tadi adalah Donghae Oppa, kakak kandungku sendiri. Langsung saja, aku masuk kedalam mobilnya dan duduk dijok depan.

"Kau tidak pulang dengan Kyuhyun?"

Donghae Oppa kembali bertanya pertanyaannya yang semula ia tanyakan padaku. Aku hanya menganggukan kepalaku tanpa menatapnya yang sedang mengemudikan mobil hitam miliknya ini.

"Kau marahan lagi dengan anak itu?"

"Tidak. Tadi, Kyuhyun sedang rapat anggota kedisiplinan karna mulai minggu depan Kyuhyun sudah bukan lagi ketua kedisiplinan."

"Oh. Jadi tadi kau naik bus?"

"Begitulah~"

"Kau sudah makan siang?"

"Belum. Sepulang sekolah tadi, aku langsung pulang dan tidak mampir kemana-kemana dulu karna Ryeowook pulang bersama Yesung Eonnie."

"Kalau begitu, kita makan siang saja dulu. Kau mau makan apa?"

"Sup odeng panas, kedai Han!"

"Kau selalu saja memakan makanan itu. Apa kau tidak bosan?"

"Oppa merasa bosan tidak saat bersama Hyukkie Eonnie?"

"Kenapa kau jadi membahas itu?"

"Jawab saja!"

"Tidak. Karna aku mencintainya!"

"Ya begitu pulalah aku. Aku mencintai sup odeng panas makanya aku suka memakannya."

"Yayaya, simpan saja curhatanmu itu."

"Ish…"

Namja yang ku panggil Oppa ini, lantas memutar stirnya kembali keluar dari kawasan perumahan kami untuk menuju sebuah kedai yang berada dipusat kota. Untung saja Donghae Oppa pulang kuliahnya bertepatan dengan kepulanganku dari sekolah. Coba saja tidak, aku pasti hanya akan memakan ramen lagi deh.

Sebuah kedai klasik yang memiliki pencahayaan yang sangat baik sekali ini sudah berada didepan mata. Wangi aroma masakan begitu tercium saat aku baru saja membuka pintu mobil. Wahh.. aku jadi semakin lapar!

"Sup odeng panas dua, satu porsi chicken dorintang dan minumannya dua lemon tea!"

"Baik tuan."

Donghae Oppa pun segera membayar pesanan kami, kemudian kami berjalan menuju sudut kedai yang memiliki jendela transparan agar kami bisa melihat situasi yang ada diluar sana.

Teriknya matahari masih saja menyinari Seoul yang juga masih menyimpan kesibukan dari para penghuninya. Situasi kedai yang masih cukup sepi, membuat aku dan Donghae Oppa lebih leluasa untuk mengobrol sambil memerhatikan jalanan yang tidak pernah sepi dilalui kendaraan maupun para pejalan kaki.

"Hey, katakan dengan jujur! Apa kau pernah melakukan 'itu' bersama Kyuhyun?"

"Itu yang bagaimana?"

"Aish, pura-pura tidak tahu. Apa aku harus menjelaskannya agar kau tahu apa yang aku maksud hah?"

"Ish, kalau iya kenapa, kalau tidak kenapa?"

"Aku yakin, kau sudah melakukannya dengan anak itu!"

'Gluk..

Aku rasa memang sepantasnya aku melakukan hal berbau dewasa itu bersama Kyuhyun, karna dia adalah suami sahku. Tapi, kalau untuk yang satu ini, Donghae Oppa juga tidak harus mengetahuinya kan? Aku benar kan?

"Sudahlah. Itu pesanannya sudah datang."

"Wajahmu memerah, itu tandanya omonganku benar kan?"

"Ish, urusi saja chicken dorintangmu itu, Oppa."

"Hahaha, aku benar rupanya!"

Haruskah anak ini tahu tentang segalanya? Haruskah aku mengatakan bahwa aku sudah melakukannya dengan Kyuhun? Haruskah? Haruskah?

Aku lebih baik makan saja dan tidak menghiraukan mulut cerewetnya itu yang ada nanti aku jadi kehilangan nafsu makanku karna membahas hal seperti itu!

….

Kasih komentar dulu yaa, buat chapter ini..

Kekeke..