Present

Crash Into You (Kaisoo Version)

Main Cast : KAISOO

KIM JONGIN (NAMJA)

DO KYUNGSOO (YEOJA)

And Other

Rated : T-M

Warn : Genderswitch! Typo(s)! Re-make!

No plagiat! Ini ff re-make dari novel karangan AliaZalea, dengan sedikit-banyak perombakan disana sini menjadi Versinya Kaisoo, jadi bagi Reader yang tidak menyukai re-make bisa meninggalkan ff ini.

Alur dan ide cerita milik AliaZalea. Cast milik Tuhan, Keluarga, dan saya! (ngga ada protes) /plak.

.

.

.

Chapter 10

25 November

Aku tidak bisa marah padanya. Terserah apa yang sudah dia lakukan yang membuatku kesal padanya sebelumnya. Aku tidak bisa mengingat satupun. Aneh. –Do Kyungsoo.

.

.

Author Pov

Dan dengan sesi pertama dari proses permintaan maaf Jongin yang tiada ujung telah berakhir. Setelah menunggu selama hampir dua puluh tahun untuk mendengar kata maaf dari Jongin yang tidak juga kunjung datang, Kyungsoo memang merelakan itu semua dan mencoba melupakannya. Bahkan terkadang kalau mood-nya sedang baik, ia bisa melihat humor dari pengalaman itu dan memaafkannya. Tetapi ternyata ia salah, karena seperti usahanya yang sia-sia untuk melupakan kejadian itu, ia juga masih belum bisa memaafkan Jongin. Kata maaf itu seperti membuka kembali luka yang sudah hampir sembuh. Rasa kesal dan marah yang tidak terlampiaskan dan rasa malu yang harus ia tanggung pada masa-masa sebelum ujian sekolah dasar itu kembali membanjiri pikirannya. Kini ia menyadari bahwa kemarahannya kepada Jongin karena ia mendapati Jongin dengan yeoja lain, tidak ada bandingannya dengan kemarahan yang ia rasakan sekarang. Ini jauh lebih parah.

"Bagaimana mungkin dia tidak tau alasannya?" teriak Kyungsoo dengan frustasi.

Dan ia masih tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaannya ketika Jongin mengirimkan pesan lainnya enam jam kemudian.

From : Jongin

Sudah selesai marahnya?

To : Jongin

Belum.

From : Jongin

Ayolah, Soo. Kau kan tidak bisa selamanya marah soal itu. Aku kan sudah meminta maaf. Lagipula itu sudah lama sekali. Just let it go.

To : Jongin

Itu mungkin sudah lama untukmu, tapi tidak untukku dan aku tidak bisa 'let it go'. Okay?!

From : Jongin

Kenapa kau begitu sulit tentang hal ini?

To : Jongin

Kau masih bertanya?

From : Jongin

Ooops. Mian. Aku harus melakukan apa agar kau bisa memaafkanku?

To : Jongin

Tinggalkan aku sendiri.

.

.

.

Ketika Kyungsoo merasa yakin bahwa Jongin untuk pertama kalinya benar-benar mendengarkan permintaannya, ia menerima pesan permintaan maaf ketiga dari Jongin tepat 24 jam kemudian.

From : Jongin

Aku tau kau mengatakan padaku untuk meninggalkanmu sendirian, tapi aku benar-benar meminta maaf untuk semuanya, Soo.

Pesan itu Kyungsoo diamkan tidak terjawab selama dua hari dan ia baru saja bisa menghembuskan napas lega ketika tiba-tiba ponsel-nya mulai sering berdering dengan nama Jongin pada layarnya. Lagi-lagi ia membiarkan telepon-telepon itu tidak terangkat. Tapi ketika mailbox-nya mulai penuh dengan pesan-pesan permohonan maaf dari Jongin dengan berbagai variasi, mulai dari penuh canda dan humor, penuh kelembutan yang disambung dengan kemarahan dan ancaman akan mendatangi rumahnya ketika ia masih juga menolak untuk menjawab telepon Jongin, hingga beberapa permohonan maaf paling tulus yang pernah ia dengar sehingga membuatnya berkaca-kaca.

.

.

.

Entah bagaimana atau kapan hal itu terjadi, tetapi kini hatinya tidak lagi penuh dengan kemarahan pada Jongin, yang tersisa hanyalah setitik kejengkelan. "Iya, aku mungkin sudah memaafkannya, tapi bukan berarti bahwa Jongin harus tau tentang itu. Aku berniat untuk betul-betul membuatnya menyesal tentang apa yang telah dilakukannya padaku dan aku baru akan berhenti setelah merasa puas dengan aksi mogok untuk berhubungan dengannya." Kyungsoo bermonolog dan ia mungkin masih akan tetap bersikeras dengan rencananya itu kalau saja tidak ada pesan Jongin selanjutnya yang datang sekitar tiga hari kemudian.

From : Jongin

Kyungsoo, kalau kau masih tidak ingin berbicara juga denganku, aku akan menelepon orangtuamu dan mengatakan kepada mereka apa yang telah kau lakukan di Jeju.

To : Jongin

Katakan saja, mungkin mereka hanya tertawa.

From : Jongin

Tapi mereka tidak akan tertawa kan kalau aku mengatakan soal yang di rumah sakit?

To : Jongin

Kau mengancamku? Dasar teroris!

From : Jongin

Kkkk...

To : Jongin

Kenapa kau malah tertawa? Aku sedang tidak memujimu.

From : Jongin

Aku tertawa karena akhirnya kau mau berbicara juga denganku.

To : Jongin

Terpaksa.

From : Jongin

Ayolah. SUMPAH MATI AKU MINTA MAAF!

To : Jongin

:(

From : Jongin

Aku berjanji aku tidak akan melakukan itu lagi.

To : Jongin

:|

From : Jongin

Sweetheart. Please.

To : Jongin

Tidak perlu sweetheart2 segala.

From : Jongin

Baby?

To : Jongin

Andwae!

From : Jongin

Chagi?

To : Jongin

Jongin, stop it.

From : Jongin

I love it when you 'say my name'.

To : Jongin

Ini pesan. Aku hanya mengetikkan namamu, bukan menyebutkan namamu.

From : Jongin

Aku bisa meneleponmu agar kau bisa berbicara langsung. Bagaimana?

To : Jongin

Aiisshhh.. Okay, fine.

From : Jongin

Fine, what?

To : Jongin

Fine. Aku memaafkanmu asal kau berhenti memenuhi mailboxku dengan pesan2mu.

From : Jongin

Yakin?

To : Jongin

Yakin.

From : Jongin

Jadi kau sudah tidak marah lagi denganku?

To : Jongin

Masih sedikit, tapi nanti juga pergi.

From : Jongin

Perlu aku sodorin kelingking sebagai tanda kalau kita sudah baikan?

To : Jongin

Don't push it.

.

.

.

Bagaimana Kyungsoo bisa jengkel apalagi marah dengan orang seperti Jongin? Hanya dalam waktu kurang dari empat bulan, Jongin sudah bisa meruntuhkan dinding kebencian yang telah ia bangun selama hampir dua puluh tahun ini khusus untuk menjaga dirinya agar tidak lagi disakiti oleh Jongin. Selama ini di dalam setiap hubungan jangka panjangnya, ia tidak pernah merasa lebih terhibur daripada tiga minggu belakangan ini dengan kehadiran Jongin. Jadi kenapa kalau Jongin misalnya memang tidur dengan yeoja atau mungkin beberapa yeoja lain, toh Jongin selalu menyempatkan diri untuk mengirimkan pesan padanya. Dan kenapa juga kalau Jongin adalah sumber kejengkelannya sewaktu ia SD, toh Jongin sudah meminta maaf dengan berbagai kosakata yang bisa diucapkan oleh manusia untuk meminta maaf. Itu menunjukan bahwa Jongin setidak-tidaknya memedulikannya, bukan?

Pada dasarnya, hari itu Kyungsoo akhirnya bisa menidurkan isu masa kecilnya. Dan meskipun ia masih belum mendapatkan jawaban yang pasti, ia menolak untuk merasa terganggu dengan kenyataan bahwa walaupun Jongin sudah bertingkah-laku supersweet, tapi Jongin tidak pernah mengutarakan niatnya untuk membawa hubungan mereka ke level yang lebih serius. "Gwenchana, kami selalu bisa menjadi teman dulu, bukan?" monolog Kyungsoo.

.

.

.

"Tahun Baru kau ke mana, Kyungie? Tanya Yifan pada Kyungsoo ketika mereka sepakat untuk mengunjungi orangtua mereka pada weekend saat mereka semua dapat libur. Ketiga kakak beradik itu mengobrol di halaman belakang sambil menunggu Tuan Do bangun dari tidur siangnya dan Nyonya Do selesai membuat brownies.

Seperti Kyungsoo, kedua oppanya sudah tidak tinggal dengan orangtua mereka ketika mereka mulai bekerja. Setelah lama menyewa, tahun lalu akhirnya Yifan mampu membeli rumah sendiri, sedangkan Joonmyeon, meskipun dia juga masih tinggal di apartemen, Kyungsoo yakin Joonmyeon akan mencontoh Yifan sebentar lagi. Kalau saja gaji Kyungsoo sebesar kedua oppanya, mungkin ia akan memilih untuk membeli rumah juga daripada harus tinggal di apartemen. Tuan Do selalu bilang bahwa rumah itu terhitung sebagai investasi jangka panjang, uang yang sudah dikeluarkan tidak akan terbuang percuma tanpa hasil seperti halnya kalau tinggal di apartemen.

"Molla. Kantorku mendapat undangan dari Empire. Mungkin aku akan pergi kesana." Jelas Kyungsoo.

Beberapa hari yang lalu Kyungsoo menerima undangan dari Minseok, kliennya yang berumur 23 tahun, untuk merayakan Tahun Baru bersama-sama di klubnya. Bos Kyungsoo mengatakan bahwa Kyungsoo harus pergi sekalian untuk networking dengan teman-teman Minseok yang pasti juga anak orang kaya dan mungkin membutuhkan jasa web design. Kyungsoo rasanya sudah akan memukul kepala bosnya ketika bosnya mengatakan itu. Meskipun ia tidak berkeberatan merayakan Tahun Baru di klub yang paling 'IN' di Seoul itu, tapi ia sama sekali tidak tertarik bertemu dengan Minseok di luar konteks kerja. Ia tidak yakin bahwa ia bisa tahan dengan gaya Minseok, tanpa ingin mencekiknya. Kyungsoo sudah cukup merasa tidak percaya diri dengan hanya berhadapan dengan satu Minseok, maka ia yakin bahwa kepercayaan dirinya akan rontok menjadi abu kalau dihadapkan dengan sepuluh Minseok.

"Jinjja? Apa aku boleh ikut, Kyungie?" pinta Joonmyeon.

Kyungsoo sebetulnya ingin langsung menolak permintaan itu karena sejujurnya ia tidak ingin berada dekat-dekat dengan oppanya kalau sedang ingin hangout dengan teman-temannya. Bisa dijamin bahwa Tahun Barunya akan runyam kalau Joonmyeon ikut. Kyungsoo bisa membayakangkan beberapa peraturan yang akan keluar dari mulut oppanya kalau oppanya ikut ke Empire: Jangan memakai baju yang terlalu minim, jangan minum alkohol, jangan nge-dance terlalu heboh, jangan dekat-dekat dengan namja tak dikenal, dan jangan pergi ke toilet sendiri takutnya nanti diculik orang.

"Nanti ku tanyakan dulu apa masih ada ekstra undangan." Ucap Kyungsoo akhirnya karena tidak tega melihat wajah Joonmyeon yang sudah seperti anjing kecil yang tidak tau jalan pulang. Ketika Kyungsoo mengatakan hal tersebut, tiba-tiba ada pesan masuk. Kyungsoo tidak perlu melirik layar untuk tau bahwa itu dari Jongin. Ia memutuskan membiarkannya.

"Pesannya tidak kau baca?" tanya Yifan sambil menatap Kyungsoo dengan sedikit curiga.

"Tidak. Nanti saja. Kalau penting pasti mereka menelepon." Balas Kyungsoo.

"Dari Dokter K, ya?" Pertanyaan Joonmyeon itu membuat mata Kyungsoo langsung terbelalak. Dari mana oppanya tau? Kyungsoo jelas-jelas tidak pernah bercerita apa-apa kepada mereka.

"Pertama, itu bukan urusan siapa-siapa kecuali aku. Kedua, kenapa juga semua mengikuti eomma memanggil Jongin 'Dokter K'?"

Pertama kali Kyungsoo mendengar Jongin dipanggil 'Dokter K' (diucapkan 'Key' seperti pengucapan huruf 'K' dalam bahasa Inggris) adalah oleh Nyonya Do seminggu setelah kepulangan Tuan Do dari rumah sakit. Awalnya Kyungsoo sempat bingung siapakah orang yang dimaksud eommanya, tetapi setelah agak lama, nama panggilan itu menempel juga di kepalanya. Dan ternyata ada untungnya juga untuk menyebut Jongin sebagai 'Dokter K', karena dengan cara ini kepalanya bisa membedakan Jongin sebagai namja yang ia kenal sewaktu SD dengan Jongin sebagai dokter Tuan Do. Meskipun Nyonya Do sudah menggunakan nama panggilan ini salama hampir tiga bulan, tetapi Kyugsoo tidak pernah mendengar kedua oppanya menggunakannya, sehingga mendengarkannya diucapkan oleh Joonmyeon untuk pertama kali membuat Kyungsoo sedikit terkejut.

Bukannya menghiraukan protes Kyungsoo, kedua oppanya malah justru mulai berspekulasi sendiri. Namja itu sama biang gosipnya seperti yeoja, terkadang bahkan lebih parah. Mungkin inilah sebabnya kenapa kedua oppanya masih belum menikah di umur mereka yang sudah melewati tiga puluh, atau mungkin mereka jadi suka menggosip karena mereka belum menikah? Kyungsoo berpikir dia harus menanyakan fenemona ini kepada Yixing, mungkin sahabatnya itu akan tau jawabannya.

"Benar kan apa kataku, Kyungie punya hubungan dengan 'Dokter K'."

"Jangan-jangan omongan eomma benar. Kau ingat apa yang dikatakan eomma?"

"Yang masalah 'Dokter K' ingin berbicara dengan Kyungie diluar?"

"Dan mereka berdua pergi lama sekali..."

"Tau-tau waktu Kyungie kembali bajunya kusut, rambutnya berantakan, dan mukanya merah?"

Kyungsoo menarik napas terkejut. Apa ia memang terlihat seperti itu sewaktu kembali ke kamar Tuan Do? Seingatnya Nyonya Do hanya menatap Kyungsoo dengan eskpresi ingin tau tapi tidak mengatakan apa-apa. Pada saat itu Kyungsoo sangat mensyukuri bahwa untuk pertama kalinya eommanya tidak langsung menginterogasinya, tapi kalau ia tau bahwa eommanya akan menceritakan semua ini ke kedua oppanya, ia jauh lebih memilih eommanya membicarakan hal ini dengannya terlebih dahulu sebelum mulai berspekulasi.

"Bisa tidak kalian tidak membicarakanku seperti aku sedang tidak ada disini dan bisa mendengar semua yang kalian bicarakan?" omel Kyungsoo tanpa berusaha menutupi kesalahannya.

"Memangnya apa yang kalian lakukan samp-

"Kamu tidak melakukan apa-apa!" teriak Kyungsoo memotong.

Tiba-tiba terdengar suara Nyonya Do dari dalam rumah berteriak, "Yak! Jangan berisik! Appa kalian sedang tidur."

Kyungsoo dan kedua oppanya langsung terdiam dan saling tatap. Tidak ada seorang pun yang berani mengatakan bahwa Nyonya Do juga sedang berteriak, kalau tidak ingin habis diceramahi oleh Nyonya Do karena melawan orangtua.

"Kyungie, tapi kalau kau memang melakukan sesuatu dengannya, kau katakan saja pada kami?" bisik Joonmyeon.

"Kenapa oppa bicara seperti itu?!" teriak Kyungsoo sambil mengerutkan dahi.

"Sssttt..." ucap Yifan dan Joonmyeon berbarengan. Setelah yakin bahwa Kyungsoo tidak akan berteriak lagi dan beresiko untuk diomeli oleh Nyonya Do, Yifan menawarkan penjelasan.

"Joonmyeon tidak suka dengan caranya memandangmu." Kata Yifan sambil memutar bola matanya seakan-akan Yifan menganggap reaksi Joonmyeon itu berlebihan.

"Cara dia.." Kyungsoo menelan ludah sebelum melanjutkan kata-katanya, "memangnya dia memandangku seperti apa?" tanya Kyungsoo sambil menatap kedua oppanya yang sedang memperhatikannya dengan wajah serius.

"Seperti kau ini es krim di musim panas." Jawab Joonmyeon yang disambut tawa menggelegar Yifan disusul Kyungsoo yang mengatakan, "Husss." Sambil menajamkan telinga untuk mendengar teguran Nyonya Do. Tapi sepertinya Nyonya Do sudah kembali sibuk dengan brownies-nya.

"Kenapa kau tertawa hyung? Aku serius." Joonmyeon menegaskan.

"Arra... arra... mian. Bukan maksudku untuk mentertawakanmu."

"Kalau dia bukan dokter appa dan mengenalkan kita dengan Jongdae ahjussi yang sudah membantu kita, mungkin dari kemarin-kemarin aku sudah menghajarnya." Komentar Joonmyeon.

"Andwae, oppa!" tanpa Kyungsoo sadari ia sudah membongkar rahasianya sendiri. Ia baru menyadari ketika kedua oppanya menatapnya dengan mata terbelalak.

"Kau bilang kau dengannya tidak melakukan apa-apa, tapi kenapa..." Joonmyeon memulai serangannya. Mulut Kyungsoo hanya megap-megap mencoba mengeluarkan kata-kata yang bisa menyelamatkan dari situasi ini, tapi tidak ada satu patah kata pun yang terlintas.

"Siapa mau brownies?" Seumur hidupnya Kyungsoo tidak pernah selega itu melihat eommanya. Ia langsung melompat berdiri untuk mengambil nampan yang penuh dengan brownies, es krim vanila, beberapa mangkuk serta sendok kecil dari tangan eommanya.

Yifan menatap Kyungsoo tajam, dan ia tau berarti bahwa Yifan akan mencari kesempatan untuk berbicara dengannya lagi sebelum ia pulang, sementara Joonmyeon sudah siap mencekiknya dalam usaha mendapatkan fakta hubungannya dengan Jongin. Sedangkan Kyungsoo? Ia hanya pura-pura sibuk dengan brownies eommanya sambil memikirkan cara untuk melarikan diri secepat mungkin dari rumah orangtuanya tanpa sepengetahuan kedua oppanya.

.

.

.

Akhirnya malam Tahun Baru tiba dan Kyungsoo berada di Empire bersama teman-teman kerjanya. Ia berhasil menghindari Joonmyeon dan permohonannya untuk ikut dengan mengatakan bahwa undangannya terbatas. Ia, Luna dan dua rekan kerjanya sesama web designer yang lain tiba di Empire beberapa menit sebelum jam sepuluh malam. Terdengar Ludacris sedang meminta semua orang untuk Stand Up dari seluruh penjuru ruangan. Klub itu sudah penuh sesak sebagaimana klub seharusnya pada malam Tahun Baru. Lantai klub sudah penuh orang yang mencoba mengikuti ketukan lagu.

Kyungsoo melihat Minseok, si pemilik klub/anak orang kaya/sumber networking itu menghampirinya. Minseok mengenakan pakaian yang hanya bisa digambarkan sebagai norak, tapi kombinasi warna yang dikenakannya itu terlihat cocok menempel pada tubuhnya. Kyungsoo benci orang seperti itu.

"Kyungsoo eonni." Teriak Minseok dengan antusias dan langsung memeluknya. Kyungsoo paling benci dengan orang yang sok akrab dengannya.

Kyungsoo mencoba mengingatkan dirinya akan tugasnya dan berpura-pura antusias juga. "Minseok." Teriak Kyungsoo sambil membalas pelukan Minseok itu. Kyungsoo tau bahwa Luna dan rekan kerjanya yang lain sedang menatapnya dengan mulut ternganga. Bukan rahasia di kantornya bahwa ia tidak menyukai Minseok. Di luar uang dengan jumlah yang cukup besar yang masuk setiap bulannya ke rekening bank perusahaan tempatnya bekerja, tidak ada satu hal pun yang ia inginkan dari Minseok.

"Kau menyukai musiknya?" teriak Minseok pada Kyungsoo sambil menunjuk keatas. Kyungsoo kurang pasti musik apa yang dimaksud oleh Minseok. Tapi akhirnya ia memberikan jawaban yang paling aman.

"Boleh juga." Jawab Kyungsoo dan pura-pura mengentakkan kepalanya bersama dengan musik rap yang sedang terlantun. Kyungsoo tau bahwa ia sudah melacurkan dirinya dengan berpura-pura ramah dan menyukai Minseok, tapi Empire adalah salah satu klien premium perusahaannya dan tidak bisa kehilangan account ini.

"Bagus. DJ-nya baru. Aku mengimpornya dari Aussie, hanya untuk malam ini. Kalau dia memang bagus, aku akan mengambilnya permanen." Jelas Minseok.

Kyungsoo menganggukan kepalanya seakan-akan ia mengerti apa yang dibicarakan oleh kliennya ini. Kemudian Minseok melambaikan tangan kepada seseorang dan berkata bahwa dirinya harus pergi, tapi sebelumnya Minseok berpesan agar Kyungsoo dan rekan-rekan kerjanya bersenang-senang.

Satu detik kemudian Minseok sudah menghilang dari hadapannya. Luna dan yang lain memutuskan untuk langsung turun ke lantai dansa, sedangkan ia memilih untuk pergi ke powder room dulu (di Empire, orang tidak akan menemukan kata sekasar 'toilet' di mana pun). Ia pernah menanyakan hal ini kepada Minseok ketika melakukan survei pertama kali. Minseok dengan antusias menjelaskan bahwa kata 'TOILET' hanya akan digunakan oleh kaum borjunis, dan karena semua orang yang datang ke Empire adalah para royalty Seoul, maka mereka wajib diperlakukan sesuai dengan kedudukan sosial mereka. Yang mau Kyungsoo lakukan pada saat itu sebetulnya adalah meninggalkan Minseok dengan otak dangkalnya, tapi mengingat bahwa Minseok adalah klien, ia hanya bisa tertawa garing ketika mendengar penjelasan ini.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

Ngga banyak ngomong kali ini gaiss, Kuki lagi sariawan *lha?* :v Gimana chap ini gaisss? Yaa masih gitu2 aja, masih SMS2 cantik yang bikin gemes sama si Jongin, Kuki juga mau kali di SMS2in kayak gitu Jong /plak/ ampun Soo~ :'v Yang minta mereka diketemuin sabar yaa ^^ semua adegan/? penting dan terhubung kok, kayak pas Tuan Do sakit jantung yg kalian anggep ngga penting, tapi itu yg mempertemukan Kaisoo kan gaiisss (ini Kuki ngasih clue terselubung) jadi apa kalian bisa nebak pertemuan selanjutnya Kaisoo? :v

Yang minta kontak, selasa-jumat slow respon/? yaa (dikira olshop) soalnya Kukinya disibukan kuliah sama tugas jadi kalo balesnya lama atau agak2 cuek jangan pada mikir Kuki sombong yaa. Yang udah ngeinvite juga jangan malu2 buat chat. Dan buat yang mau ngasih sogokan lagi close order/? yaa (beneran cem olshop) :v

Pin : 5266E094

Line : kikyaw

Terima kasih buat kalian readers kesayangan Kuki yang selalu nyempetin buat baca ff ini, favs, follows, juga terutama yang nyempetin ngasih reviewnya. Ketjub basah atuatu :******

Sampai ketemu di chat depan. Bhay…

SARANGHAE

GOMAWO

KISS HUG

CHU

KIM KUKI

BIG THANKS TO :

Zheyzhey23 | sehunpou | Insooie baby | Hyomilulu | Changgi | pyongjie12 | Lida | Jikooki | humaira9394 | cho hyena | mcdon al | choi seul bee | anaknya cabe | artiosh | digrain | beng beng max | DyOnly One | pastelblossom | rizky alila 1 | KaisooLovers | Kaisoo32 | Kim YeHyun | MbemXiumin | nutnutnut | younlaycious88 | sushimakipark | sehunsdeer | Thewi Choi | Oh Lana | AmeChan95 | fykaixoo | she3nn0 | Re-Panda68 | Linkz account | Baby Cho Brannick | dyodomyeon | jung hajaejewels | steffifebri | Byul Hun K | Luluhanbyun | exindira | ruixi1 | JonginDO | 9394loves | Oh kyuhae | non penelope | Adamas Azalea | Lee Muti | Sofia Magdalena | Wuziper | siscaMinstalove | Estrella Choi | Nyanmu | Kim YeHyun | oliveyk9 | dearpanda | yixingcom | yoyoye | AmeChan95 | kkamjjong30 | 12154kaisoo | yully crown | baconslight | Rucini Semen | Lovesoo | MaudiRein | mamik | NopwillineKaiSoo | Rly C JaeKyu | pcydelight27 | ceicoung | dokai | kaisssss | luwinaa | erika widya 568 | reru95 | BlackXX | PengunjungKaisoo | Ms Do12 | Guest | xxoohsehunxx | leon | Jung Eunhee | springboynyet | Kimmyocha12 | Nunjang | ryaauliao | overdokai | mocca | Magnae Autumn | pyongjie12 | dekaeskajei | RiKyingie | meosshi | yyaswda | Choi Moonkyung | Irren Kim | syallala | dee | saersaale | luckygirl91