Disclaimer : I own nothing. Super Junior belongs to their self and GOD. And 'Goodbye Days' belong to YUI. Hanya fic ini yang murni punya saya, Jung Hyun Hyo ^^ Don't copy without permission, please!

Cast : - Choi Siwon

- Kim Kibum

- Choi Kyuhyun

- Lee Sungmin

Pair : SiBum ; KyuMin ; HanChul ; KangTeuk (pair lain mungkin menyusul ^^)

Warning : Genderswitch for uke, typo(s), OOC, OC, AU. So, if you DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

.

Chapter 10 : They Meet Again.

01.17 AM, Columbia.

"Kau belum tidur?" tanya Siwon seraya masuk ke kamar Kyuhyun. Ia lumayan heran menemukan pintu kamar adiknya sedikit terbuka dan menampilkan ruangan gelap yang sedikit terang karena sinar dari layar TV. Segera ia masuk dan duduk di samping Kyuhyun –yang sedang melamun di atas tempat tidur.

"Ah, hyung. Aku tidak bisa tidur." jawab Kyuhyun singkat. Siwon diam-diam meliriknya. Wajah Kyuhyun rileks dan tampak tenang. Walau bibir Kyuhyun tidak menyunggingkan senyum apapun, namun dari matanya yang berbinar senang walau tampak sedikit sayu karena mengantuk, Siwon tahu bahwa Kyuhyun sedang bahagia.

Sang kakak terkekeh, lalu menyeruput kopi hangat di cangkir yang sedari tadi dibawanya. "Lalu, apa kata appa?" tanya Siwon. Dan perkiraannya tentang Kyuhyun tidak meleset. Kyuhyun menyeringai salah tingkah, lalu ia menunduk dan mengelus lehernya. "Well.. Kata appa sih, boleh, hehehe.." sahut Kyuhyun.

Siwon menyeringai lebar mendengar jawaban adiknya. Melihat ekspresi yang terpatri di wajah Kyuhyun, entah kenapa Siwon juga ikut merasa senang. Haha, mereka memang kakak-adik yang cukup akrab. Meski sering bertengkar, nyatanya setiap dari mereka pasti lebih mengutamakan kebahagiaan sang saudara daripada kebahagiaan sendiri.

Kyuhyun meninju lengan Siwon pelan setelah menoleh dan melihat Siwon yang tersenyum mencurigakan. "Ini pasti ulah hyung, kan? Mengaku saja!" kekeh Kyuhyun. Siwon menyeringai semakin lebar. "Ya, aku memang sedikit ikut campur. Tapi, kalau aku tidak turun tangan, kau pasti tidak akan mendapatkan 'ini', kan?"

Kyuhyun melotot. "'Kalau aku tidak turun tangan'? Ya ampun, hyung, itu terdengar lumayan menyakitkan di telingaku. Memangnya aku pecandu narkotika fatal, apa?"

Siwon tertawa. "Well, memang begitu kenyataannya. Paling tidak, kau tidak menjadi pecandu minuman keras sepertiku."

Tawa kedua kakak beradik itu pecah menjadi tawa yang lebih kencang. Namun, mereka segera mengeremnya karena tidak ingin Minho dan kedua orangtua mereka terbangun.

"Terima kasih banyak, hyung. Kalau hyung tidak membantu, mungkin aku selamanya seperti ini. Benar-benar tidak berguna." sahut Kyuhyun tulus –sangat tulus. Matanya berbinar penuh terima kasih pada Siwon, membuat kakak satu-satunya tersebut merangkul pundaknya erat. Sinar bahagia di wajah Kyuhyun benar-benar membuat kebahagiaan yang dirasakan Kyuhyun sedikit terciprat ke arah Siwon. Entah kenapa, namun sang hyung merasa hatinya juga dilingkupi perasaan senang yang tidak berujung melihat adiknya tersenyum.

"Sama-sama. Hei, lalu bagaimana dengan Minnie?" tanya Siwon heran.

Kyuhyun cemberut. "Ya! Hanya aku yang boleh memanggilnya 'Minnie', hyung!" Siwon tertawa melihat adiknya yang sangat posesif. Well, wajar sih, mengingat hanya Sungmin yang selama ini berada di samping Kyuhyun. Otomatis hal itu membuat Sungmin sangat istimewa di hati Kyuhyun.

"Sungmin akan aku nikahi setelah aku lulus." Siwon tersedak dan hampir saja menyemburkan kopi yang sedang diteguknya saat mendengar jawaban Kyuhyun. Sang adik hanya menyeringai melihat sang kakak yang setengah mati berusaha bernafas normal.

"Uhuk! Uhuk! M-memangnya.. Uhuk! Appa mengizinkan?" tanya Siwon terbatuk-batuk. Dengan kencang, ia memukul dadanya agar batuknya berhenti. Berhasil. Namun jawaban Kyuhyun yang selanjutnya membuat setetes kopi yang masih ada di pangkal tenggorokan Siwon jatuh dan hampir salah masuk.

"Tentu. Umma-appa sudah bertemu Sungmin, dan mereka menyukainya. Sekarang tinggal aku yang berusaha merebut hati kedua orangtua Minnie, dan melamarnya. Setelah satu tahun menikah, aku akan mulai memberikan banyak anak untuk Sungmin."

Uh. Kepala Siwon seketika pening mendengarnya. Kalau begitu sih, enak di Kyuhyun, tidak enak di Sungmin kan? Memangnya mudah membawa sesuatu yang berat selama 9 bulan dan setengah mati melahirkannya?

Namun sebenarnya bukan itu yang membuat Siwon tersedak.

Siwon iri.

Terutama karena Siwon tidak bisa seperti Kyuhyun.

Tidak bisa melanjutkan ke hubungan yang lebih serius bersama Kibum –lebih terutama karena hubungan mereka yang memang baru mencapai dua minggu. Akankah Siwon dan Kibum ditertawai karena menikah? Apalagi dengan keadaan Kibum yang.. Berbeda.. Sanggupkah mereka berdua?

Tapi.. Hei, cinta tidak mengenal waktu kan? Kalau kau mengenal seseorang dan percaya bahwa dialah cinta sejatimu, maka sama sekali tidak ada alasan untuk tidak terus bersama dengannya.

Siwon hampir tersedak lagi. Namun bukan karena sedih ataupun iri maupun kesal. Ia tersedak karena mendapat ide yang sangat brilian.

Namja sulung itu menyeringai seraya menjilat bibirnya. Well, ia juga bisa seperti Kyuhyun.

.

.

.

3 days later.

"Kibummie, kau tidak tidur?" tanya sang umma heran saat mendapati anaknya masih berbaring telungkup di atas tempat tidur dengan layar laptop yang menyala di depannya. Kibum tidak menyahut maupun menoleh saat Leeteuk masuk dan berdiri di sisi tempat tidurnya. Kim Jungsoo menghela nafas mendapati Kibum yang sedang melamun. Dagu kecilnya ditopang oleh kedua telapak tangan halusnya, sementara matanya menerawang jauh ke layar laptop yang ditaruh di atas sebuah bantal.

"Kibummie.." panggil Leeteuk lembut. Tangannya yang kecil nan ramping ia ulurkan untuk mengelus surai hitam lembut anak perempuannya. Kibum menoleh saat ia merasakan sesuatu menyentuh rambut hitamnya dan tergagap menemukan ibunya yang sudah duduk persis disampingnya. "W-wae, umma?"

"Kau sedang apa? Kenapa belum tidur?" tanya Leeteuk seraya melirik layar laptop Kibum yang perlahan meredup.

"Ah, a-aku sedang kuliah, umma.." sahut Kibum gugup. Well, ia memang menjalani kuliah di internet, karena keadaan tubuhnya tidak memungkinkannya untuk berjalan di dunia dengan bebas. Dan ia sama sekali tidak mendengar saat Leeteuk masuk dan duduk di sampingnya. 'Bodoh!' rutuk Kibum. Bukan, Leeteuk bukannya tidak tahu kalau Kibum kuliah lewat dunia maya, hanya saja, Leeteuk pasti mempertanyakan alasan kenapa Kibum mau-maunya terlalu rajin kuliah, padahal pagi ini sama sekali tidak ada jadwal.

Huf. Tahu begitu, lebih baik Kibum pura-pura melihat-lihat foto di laptopnya tadi.

"Kenapa kau kuliah? Kurasa tidak ada jadwal hari Senin, Kibummie.." sahut Leeteuk heran.

Tuh kan.

"Ah, aku hanya iseng membuka mata kuliah kok, umma. Aku akan tidur sekarang." jawab Kibum seraya mematikan laptop. Leeteuk tersenyum dan buru-buru meraih laptop tipis Kibum dan menaruhnya di nakas kecil di samping tempat tidur anaknya.

Sejujurnya, Leeteuk sedikit miris setiap melihat kesehariaan Kibum. Yeoja paruh baya itu melirik sinar matahari yang berhasil menerobos masuk melalui celah tirai jendela kamar Kibum. Kemudian matanya melirik keseluruhan kamar anaknya yang bernuansa remang-remang. Ya ampun, Kibum benar-benar seperti vampire –hampir tidak ada bedanya. Saat orang lain bangun untuk memulai harinya, Kibum justru 'mengakhiri' harinya saat matahari terbit. Berbeda seratus delapan puluh derajat dengan orang normal. Sungguh mengenaskan.

"Umma?" tanya Kibum bingung saat Leeteuk memandang semu jejeran buku di rak bukunya yang besar. Gadis cantik itu sudah menyamankan dirinya di tempat tidur. Dengan kelopak mata yang sayu, ia siap menyambut alam mimpi.

Leeteuk tergagap. "A-ah, nee. Tidurlah, Kibummie. Have a nice dream." sahut Leeteuk seraya menebar senyuman malaikatnya. Setelah mencium kening Kibum, Leeteuk keluar kamar dan menutup pintu perlahan –tidak ingin mengganggu ketenangan Kibum. Ia membekap mulutnya saat menuruni tangga. Air mata –entah bagaimana– sudah terkumpul di kelopak mata. Genangannya mengaburkan pandangan Leeteuk. Sungguh, ia tidak sanggup untuk tidak menangis saat melihat Kibum.

Ia ternyata tidak bisa membesarkan anaknya secara normal, sehat, dan bahagia. Hati Leeteuk sakit mengingatnya. Tidak becus. Ibu macam apa dia?

'Tukar kehidupanku dengan kehidupannya, Tuhan..' mohon Leeteuk dalam hati saat air matanya meluncur turun ke pipinya. Ia tidak tahan lagi.

. . .

TOK TOK.

Ketukan pelan dari pintu rumah pasangan Kangin-Leeteuk terdengar.

Leeteuk terlonjak kecil dan melepaskan rangkulan tangan Kangin dari pundaknya. Pasti selalu seperti ini. Leeteuk yang akan menangis meraung-raung karena tidak tahan dengan keadaan Kibum –tentunya tanpa sepengetahuan Kibum– di lengan suaminya; kalau kebetulan sang suami ada di rumah. Dan Kangin akan memeluk Leeteuk dalam diam. Ia sendiri takut air matanya juga akan jatuh saat saling melontarkan perasaan mereka berdua tentang anak tunggal mereka.

"Biar kubuka.." sahut Leeteuk dalam isakan kecilnya. Kangin hanya menghela nafas seraya mengekor sang istri.

Dan ketika Leeteuk membuka pintu, terpampang sesosok namja-yeoja paruh baya yang berdiri di hadapannya. Ia mengerjap bingung saat menyadari bahwa sepasang suami istri di depannya –sepertinya– sama-sama orang Asia. Terlihat dari kedua bola mata mereka berdua yang hitam dan bentuk mata yang tidak terlalu besar –cenderung bulat dan kecil.

"Emm, can I help you?" tanya Kangin –mengambil alih. Sejujurnya ia juga merasa sedikit keheranan menemukan laki-laki dan perempuan paruh baya berdiri dengan pakaian setengah resmi di depan pintunya. Apa mereka penagih hutang? Memangnya Kangin pernah berhutang? Seingatnya tidak..

"Kim Youngwoon ahjussi dan Park Jungsoo ahjumma?"

Leeteuk terperanjat saat sesosok namja muda yang tinggi dan tampan menyeruak dari balik ahjussi dan ahjumma di hadapannya. Ya ampun, alis tebal itu.. Rahang tegas itu.. Bibir tipis itu..

"Choi Siwon?" sahut Leeteuk lirih. Dan ia tidak salah.

Siwon tersenyum lebar dan sedikit menundukkan kepala. "Ternyata ahjumma masih mengenal saya. Glad to hear that." kekeh Siwon sopan. Tak lama, ia sedikit mundur dan berkata. "Ah, kenalkan ahjumma, ahjussi, ini kedua orangtuaku, Choi Hangeng dan Choi Heechul. Easy, they also speak Korea." canda Siwon.

Setelah perkenalan singkat, Kangin yang merasa tidak enak membiarkan tamunya mengobrol di depan pintu rumah, buru-buru membuka pintu di belakangnya lebih lebar. "Ayo, lebih baik kita masuk. Saya sungguh tidak sopan." sahut Kangin –meski sebetulnya ia tidak mau mempersilahkan orang yang tidak ia kenal masuk ke dalam rumahnya. Namun ia lebih tidak mau dicap sebagai orang yang tidak tahu tata krama.

"Ada apa sebenarnya Siwonnie?"

Pertanyaan itu terlontar dari bibir ranum Leeteuk setelah para ahjumma dan ahjussi di ruang tamu rumah KangTeuk saling mengobrol banyak. Perbincangan mereka yang membosankan membuat Siwon memutar bola matanya berkali-kali dan menahan kuapnya. Orangtua sungguh senang membicarakan hal yang tidak penting.

Dan namja tampan itu sedikit berdecak kesal ketika Leeteuk melemparkan pertanyaan serupa pada Heechul yang langsung dijawab dengan 'Tanyakan saja pada Siwon'.

Sial.

Siwon menelan ludah gugup dan meremas kedua tangannya. Jantungnya berdebar riuh. Ini dia. Oh, ayolah, kau tidak boleh gugup dan mengucapkannya dengan suara yang bergetar, Siwon! Ayo, kau pasti bisa!

Siwon berdeham, menarik nafas lamat-lamat dan membuangnya perlahan. Lalu ia menatap calon mertuanya lekat-lekat dan berucap mantap. "Saya ingin.. Melamar Kibum."

"Hah?"

"Mwo?"

.

.

.

Florida, 01.21 AM

Kibum menghela nafas saat melangkah ke teras. Langkahnya serasa berat. Ia sebenarnya tidak mau meninggalkan kamarnya. Terlebih, entah bagaimana, ia tahu bahwa Siwon pasti tidak hadir lagi di pantai –seperti kemarin. Pikiran itu membuat hati Kibum diselimuti rasa kecewa.

Namun, Kibum sadar kalau ia tidak bisa meninggalkan sahabat terbaiknya –sang matahari malam yang selalu bertengger di hamparan hitam luas. Bulan. Benda bulat yang selalu memendarkan warna putih seputih kulit pucat Kibum nun jauh di atas sana. Sudah tiga hari berlalu, dan rasanya ada sesuatu yang kurang kala Kibum tidak melihatnya.

Dan rasa kecewa yeoja itu semakin bertambah besar saat ia menyadari bahwa Ichiro –sang anjing kesayangan sedang tidur meringkuk di kandangnya yang berbentuk rumah kecil. Pucuk moncongnya yang sedikit identik dengan moncong serigala terjulur keluar. Kibum cemberut dan mendengus.

Kalau begini, malam ini Ichiro tidak bisa menemaninya. Jika dibangunkan, sudah tentu anjing itu akan mengamuk karena merasa terganggu. Huh.

Dengan berat hati, Kibum menaruh tali kekang Ichiro di atas meja di terasnya dan melangkahkan kakinya keluar dari pagar.

. . .

Pasir masih setia menggelitiki telapak kaki mulusnya kala Kibum melepas flat shoes. Angin malam masih bertiup sama dingin dan kencangnya dengan saat terakhir Kibum pergi ke pantai. Dan bulan, masih setia bertengger dengan perkasanya di mega malam. Dengan cahaya yang terang, berdiri kokoh, bulat sempurna dengan iringan awan hitam yang bergerak di sekelilingnya.

Indah. Tapi, entah kenapa, Kibum tidak menikmatinya sendirian. Akan jauh lebih baik kalau Kibum menikmati semua ini dengan seseorang yang berarti –tidak seperti malam-malam sebelumnya. Dengan Siwon, misalnya.

"Hhh.." hela Kibum kecewa saat tidak menemukan namjachingunya. Sesungguhnya, ia sama sekali tidak mengerti kenapa ia harus merasa kecewa. Padahal, ia biasa melewati seluruh harinya dengan kesendirian kan? Lalu, kenapa harus ada yang berbeda?

Oh, entahlah. Sepertinya Siwon –namja tinggi dan tampan itu berhasil mencuri sepotong hati Kibum. Kalau mau jujur, sebenarnya Siwon adalah cinta pertama Kibum. Laki-laki pertama yang membuat jantungnya berhasil berdegup kencang kala mereka saling bertatap-tatapan. Namja yang selalu berhasil membuat semburat merah malu menjalari pipinya. Namja yang membuat hidup Kibum lengkap.

Setelah menelan gumpalan besar kekecewaan jauh ke dalam tenggorokannya, Kibum mendongak dan melihat ke arah rembulan. Rasanya Kibum sudah gila karena terlalu lama tidak melihat wajah tampan Siwon.

Apa yang harus ia lakukan sekarang?

Menarik nafas dalam-dalam, Kibum memejamkan matanya. Sedetik kemudian, sebaris melodi indah keluar dari bibir merah Kibum dan memesona siapapun yang mendengarnya.

I Swear This Time I Mean It. Lagu yang pernah dinyanyikan Siwon untuk Kibum. Sebait lagu indah yang sangat manis. Menunjukkan rasa sayangnya pada sang kekasih.

Membuat Siwon yang mendengarnya dari balik balkon rumah pantai KyuMin terperangah.

.

.

.

Kalau mau dibilang, sebenarnya Siwon tidak ingin menemui Kibum. Yah, ia memang tidak bertemu Kibum selama 3 hari lebih. Dan banyak yang bisa terjadi pada saat itu. Bisa saja Kibum menganggap Siwon sebagai seorang playboy yang senang membuat hati wanita melayang, lalu meninggalkannya begitu saja. Bisa saja Kibum malah sudah melupakan Siwon.

Siapa yang tahu kalau Kibum justru merindukan kehadiran sosok namja tinggi tersebut?

Well, sampai malam ini. Ketika Kibum sampai di pantai, sendirian, dengan raut menahan sedih, lalu memutar kepalanya untuk mencari sesuatu. Siwon cukup yakin kalau Kibum mencarinya. Terlihat dari mata Kibum yang menatap rumah pantai KyuMin lekat-lekat. Untung tubuh Siwon tersembunyi oleh gelapnya suasana bar yang tutup selama seminggu ini.

Jantung Siwon berdegup kencang saat Kibum menghela nafas dan memutar tubuhnya ke arah laut, lalu mendongak menatap bulan. Gadis itu, malaikatnya, selalu.. Selalu tampil cantik, walau tidak ada seorang pun yang dapat melihatnya.

Kibum memakai dress berwarna cream lembut. Pakaian manis itu menutupi tubuh mulusnya hingga sebatas lutut, sementara dari lutut hingga ke mata kakinya Kibum balut dengan celana pipa putih. Memamerkan tubuhnya yang ramping dan sempurna. Di lingkar pundak Kibum tersampir syal putih tipis lembut yang menyapa lengan atas yeoja tersebut. Kaki Kibum memang tidak terbalut apapun, namun Siwon tahu kalau Kibum selalu memakai flat shoes kesayangannya –tidak pernah berubah.

Dan Kibum.. Astaga, Siwon rasanya benar-benar merasa berada di surga melihat kecantikan Kibum. Gadis itu tetap terlihat cantik meski raut kesedihan terpancar jelas di wajahnya. Rambut hitam panjangnya yang tergerai bebas melambai tertiup angin. Beberapa helainya menyapu halus permukaan pipi Kibum yang chubby dan lembut.

Malaikat.

Malaikat.

Angel from heaven.

Kata-kata itu bergaung di otak Siwon. Sungguh, kapan sih, ia tidak pernah tidak terpana melihat pesona Kibum yang terpancar begitu kuat? Di mata Siwon, ada sinar yang seolah berpendar terang di sekeliling tubuh Kibum. Malah, ada sepasang sayap semu di belakang punggung Kibum. Berlebihan memang, namun tetap saja itu yang terlintas di benak Siwon saat melihat kekasihnya yang begitu anggun.

Siwon mematung selama sedetik saat mendengar Kibum bernyanyi. Siapa yang tahu –sekali lagi– kalau Kibum mempunyai suara yang begitu maut? Seperti nyanyian dari surga. Menyusup dari kedua daun telinganya dan masuk ke relung hatinya. Begitu lembut dan hangat.

Oh Tuhan.

Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Siwon segera menyambar handycam yang sebelumnya ia taruh di atas meja dan menyalakannya. Well, niat awal Siwon memang ingin merekam segala tindakan Kibum dan apa yang yeoja itu perbuat. Supaya Siwon bisa terus melihat pesona keindahan Tuhan yang tidak pernah habis maupun surut dari dalam hati yeojachingunya, kapanpun ia mau.

Your lullaby for all the time..

Hoping that my voice could get it right ~

Siwon menghembuskan nafasnya yang entah bagaimana bisa terasa begitu ringan setelah mendengar Kibum bernyanyi. Di dalam layar handycam, Kibum terlihat sangat sempurna. Wajahnya yang cantik dan bulat berekspresi banyak, meskipun tatapannya terpaku pada bulan. Dan meski Siwon merekam semua gerak Kibum dari samping –untung saja Kibum tidak terlalu sering melihat ke arah bar pantai yang berpotensi memergoki kegiatan Siwon–, wajah Kibum menampilkan mimik tegas. Kadang tersenyum geli saat lirik sampai pada bagian yang manis, kadang tersenyum getir saat lagu yang ia nyanyikan tiba pada bagian yang sedikit sendu. Sementara suaranya yang kuat dan jernih memantul di atas laut dan diteruskan oleh gemerisik pohon kelapa.

Sungguh, Siwon seperti sedang merekam sebuah video untuk klip musik. Dan hebatnya, tanpa alat canggih apapun di sekelilingnya.

Siwon menahan nafas dan memandang Kibum tanpa berkedip saat yeoja itu memandang bulan lekat-lekat dan berkata. "Where's Siwonnie..? I miss him a lot.."

Jantung Siwon hampir saja meledak saking bahagianya mendengar ucapan Kibum. Dengan super hati-hati, Siwon mematikan handycam dan kembali menaruhnya di atas meja, lalu ia menjauh dari balkon dan menuruni tangga. Semua ia lakukan dengan menahan nafas dan berusaha tidak menimbulkan suara sekecil apapun.

Pasir sedikit menimbulkan suara gemerisik saat Siwon menyuruknya. Ups. Siwon langsung berhenti melangkah. Jantungnya berdebar keras seperti detik-detik menuju ledakan bom. Untung saja, suara deburan ombak yang menyapa tepi pantai meredam suaranya. Dan untungnya lagi, Kibum seolah terpaku pada sang rembulan dan sedang berada di alamnya sendiri. Maka, Siwon melanjutkan berjalan mengendap dengan langkah kucingnya.

Selangkah lagi, dan..

Grep.

"Kibummie.. Miss you too.." bisik Siwon di telinga Kibum. Kedua tangan kekarnya melingkar di pinggang ramping Kibum dan mengunci tubuhnya dari belakang. Bisa ia rasakan tubuh kekasihnya yang menegang kaget.

"S-Siwon?" sahut Kibum heran seraya menoleh dan –

CHU ~~

Ciuman kecil itu terjadi. Bibir merah Kibum dan bibir tipis Siwon bersatu lembut. Detik kehidupan serasa berhenti saat itu juga. Kibum meremas tangan Siwon yang terletak di perutnya lalu memiringkan kepalanya –mencari kenyamanan saat berciuman dengan Siwon.

Ya Tuhan.

Sungguh, Siwon dan Kibum benar-benar saling merindukan satu sama lain. Dan mereka saling mencurahkan kerinduan mereka lewat ciuman ringan-namun-lama. Benar-benar menikmati sensasi saat bibir mereka bersatu. Tidak puas, Siwon akhirnya memutar tubuh kekasihnya dan melumat bibir bawah Kibum. Lidahnya menyusup masuk dan bermain di dalam rongga mulut Kibum, membuat sang kekasih mengerang tertahan dan melingkarkan kedua lengannya di leher Siwon untuk membuat ciuman itu semakin dalam dan panas.

Sesungguhnya, untuk Siwon dan Kibum, 3 hari 3 malam terasa seperti 3 tahun.

. . .

"Lepaskan aku, Siwonnie!" pekik Kibum ketika Siwon justru semakin mengeratkan pelukannya setelah melepas tautan bibir mereka. Siwon terkekeh seraya memeluk pinggang ramping Kibum kuat-kuat.

"Aniya. Begini kan hangat ~ "

"Iiiih, Siwooon –Kyaaa!" jerit Kibum ketika Siwon justru mengangkat badannya dan memutar-mutarnya di udara. Siwon terkekeh saat rambut Kibum berkibar dan menyapu wajahnya.

Tak lama, ia menurunkan badan Kibum ketika mendapat ide yang lebih bagus. Siwon mencium bibir Kibum sekilas, lalu berkata. "Sebentar ya, Bummie." sahutnya singkat seraya berlari ke arah bar KyuMin.

Kibum mengerjap bingung ketika Siwon kembali dengan membawa kamera SLR yang berukuran lumayan besar. "Untuk apa itu, Siwonnie?"

Siwon menyeringai. "Aku mau mengabadikanmu."

"Hah?"

"Kau tidak perlu berpose apapun. Cukup lakukan apapun yang ingin kau lakukan, Bummie ~ "

Kibum kembali mengerjap bingung. Namun melihat Siwon yang siap membidiknya lewat lensa kamera –terlebih Kibum tidak ingin terlihat jelek ketika difoto– cepat-cepat membalikkan tubuhnya dan berlari.

Jpret.

Foto pertama yang Siwon ambil dari Kibum. Dimana yeoja itu sedang berlari kecil dengan lirikan mata dari balik bahu putihnya yang terekspos jelas. Cantik sekali. Siwon tersenyum puas.

Jpret.

Satu foto lagi. Sekarang syal Kibum lepas dari bahunya dan diterbangkan oleh angin ke atas. Kibum mati-matian menangkapnya sementara dressnya juga ikut ditiup angin. Dengan latar gelap khas malam dan cahaya cerah dari sang rembulan, foto Kibum yang diabadikan lensa kamera Siwon lebih terlihat seperti seorang malaikat yang berusaha menangkap sampiran bajunya yang lepas.

Jpret.

Tangan jenius Siwon kembali mengabadikan sebuah peristiwa lewat benda kesayangannya. Kali ini ketika Kibum sedang tertawa dan melambaikan tangannya dari jauh. Rambut hitamnya ditiup angin dan memperlihatkan bahu dan lehernya yang putih tidak ternoda. Astaga, sungguh, malaikat Siwon sangaaaaat cantik! Dan Siwon menyukainya. Mencintainya. Dialah yang paling sempurna di mata Siwon. Kibum yang paling indah di seluruh dunia.

Dan malam itu mereka berdua habiskan hanya dengan mengabadikan momen-momen mereka, tanpa banyak bicara.

. . .

"Oh, astaga.."

Siwon menoleh saat mendengar helaan nafas kecewa dari Kibum. Yeoja itu tengah menunduk kecewa sambil mendengus. Mengerti kalau waktunya untuk bermain sudah tidak banyak, Siwon seraya mencium pipi bulat Kibum, membuat yeoja itu bersemu malu. Siwon tertawa.

"Kau harus pulang, eh?"

Kibum menghela nafas kecewa seraya mengangguk. Siwon tersenyum. "Siap-siap ya –"

"He?"

" – aku akan menggendongmu sampai dirumah."

Hup ~

"Kyaaaa!" pekik Kibum kaget ketika Siwon menggendongnya dengan gaya pengantin. Reflek, yeoja itu melingkarkan tangan mulusnya di sekeliling leher Siwon –membuat sang namja tertawa senang dan segera berlari cepat.

Rambut mereka berdua berantakan karena menerjang angin. Pakaian mereka berdua kusut karena terlalu hiperaktif. Keringat mulai muncul di pelipis mereka berdua karena capek. Tapi mereka tidak peduli akan itu semua. Mereka hanya mendengar satu melodi indah di telinga mereka berdua –suara tawa bahagia Siwon dan Kibum yang saling bersahutan.

.

.

.

04.56 AM.

"Selamat malam, ahjussi, ahjumma!" sahut Siwon riang saat ia masuk ke rumah KangTeuk. Kangin yang memakai kemeja biru muda –siap pergi ke kantor dan Leeteuk yang sedang duduk bersandar pada suaminya ikut menoleh dan melongo hebat. Cangkir berisi teh hangat yang dipegang KangTeuk diabaikan oleh sang pemilik.

Bagaimana tidak? Pasangan suami istri itu lumayan heran mendapati Siwon yang sedang menggendong anak tunggal mereka dengan begitu perkasanya. Sedangkan Kibum sendiri menunduk dan menyembunyikan wajahnya di balik bahu tegap Siwon. Ia tidak sanggup menatap wajah orangtuanya. Kedua lengan putihnya ia lingkarkan ke sekeliling leher namjachingunya. Muka putih nan chubby-nya memerah –malu.

Siwon tertawa dan berlari menaiki tangga –tidak mempedulikan KangTeuk yang terperangah melihat ada seorang namja gila yang menerobos rumah mereka pagi hari ini dan langsung masuk tanpa salam apapun. Terlebih dengan menggendong Kibum –anak mereka satu-satunya.

Kibum memekik ketika tubuhnya sedikit tergoncang dan goyang ketika Siwon dengan sembrononya menaiki tangga sambil tertawa-tawa –membuat Kangin salah sangka dan langsung berteriak. "HEI! JANGAN MACAM-MACAM TERHADAP ANAKKUUU! SIWOOON!"

Leeteuk terkekeh melihat kemurkaan suaminya. Ia percaya kalau Siwon tidak akan melakukan tindak asusila pada Kibum, maka itu, ia langsung memeluk pinggang suaminya dan menenangkan Kangin.

. . .

Siwon menghela nafas melihat betapa tidak menyenangkannya kamar Kibum. Well, kamar itu dingin dan sejuk berkat pendingin ruangan, sekilas terlihat nyaman, apalagi dengan karpet bulu putih yang terbentang diseluruh penjuru kamar dan bantal-bantal besar dan empuk yang ada di depan tempat tidur Kibum.

Siwon hanya tidak suka dengan betapa gelapnya kamar Kibum. Ia sungguh tidak bisa membayangkan tidur dengan suasana remang-remang seperti ini. Bayangan abu-abu itu sungguh membuat perasaannya tidak enak.

Namja itu menggeleng dalam hati. Ia tidak sanggup memikirkan semenderita apa dirinya kalau ia ada di posisi Kibum. Terkena penyakit anti vampire, tidak bisa berjalan di bawah sinar matahari, belum lagi resiko terkena kanker kulit. Sesuatu yang semu benar-benar mengukung dirinya. Lebih baik ia dikurung oleh teralis daripada harus terjerat takdir yang begitu menyakitkan.

"Hup ~ " sahut Siwon saat ia menurunkan tubuh putrinya di atas tempat tidur. Kibum tertawa kecil saat kepalanya menyentuh bantal. Siwon tersenyum seraya menatap mata yeojachingunya lekat-lekat. Kibum balas tersenyum saat menyadari tangan Siwon belum beranjak dari bagian belakang lehernya. Nafas hangat Siwon sampai ke wajahnya.

Kibum memejamkan mata pasrah saat Siwon melumat bibir bawahnya pelan. Menjilat bibir semerah apelnya dengan penuh perasaan. Hangat, lembut, dan tidak menuntut. Just a short-kiss.

"Yeojachinguku ini cantik sekali ~ " gombal Siwon seraya mengelus rambut sehitam arang Kibum lembut. Dan, oh. Meskipun kamar remang-remang agak gelap, Siwon bersumpah ia melihat semburat merah muda menjalari pipi Kibum. Kekasihnya itu tertawa gugup dan mendengus kecil.

"Yeah, dan namjachinguku ini tampan sekali ~ " balas Kibum menggoda. Jemari lentiknya ia ulurkan untuk mengelus rahang Siwon yang begitu tampan dan tegas. Siwon benar-benar tampan, seperti Dewa Apollo –terlepas dari kenyataan bahwa apakah Dewa Yunani itu benar-benar ada. Dadanya disusupi perasaan hangat yang luar biasa saat Siwon memandangnya penuh cinta.

"Sweet dream, my princess ~ " sahut Siwon seraya menyingkirkan helaian rambut yang menutupi mata Kibum lembut. Membuat Kibum merasa melayang ke langit ke tujuh karena diperlakukan sedemikian halus oleh sang kekasih. Yeoja itu lantas tersenyum.

Siwon mencium bibir Kibum untuk yang terakhir kali dan mengelus pipi bulat kekasihnya. Uh, lembut, sangat lembut. Seperti kapas. "Good –"

"Good morning, hahaha!" potong Kibum geli. Ia tahu Siwon ingin mengucapkan selamat malam, namun ini sudah pagi. Yeoja cantik itu lalu menutup mata dan menyamankan punggungnya, bersiap terjun ke dunia fantasi.

Siwon tersenyum lembut.

. . .

"Kibum sudah tidur?"

Siwon menoleh dan tersenyum sopan saat Kangin bertanya. Kedua kakinya yang panjang melangkah turun dari tangga perlahan –tidak ingin membuat keributan. "Sudah. Ia cepat sekali terlelap." kekeh Siwon.

"Dan apa yang kau lakukan tadi?" tanya Kangin tajam. Sejujurnya, ia lihat ketika Siwon 'mengantar' Kibum tidur. Ahjussi itu hampir terkena serangan jantung ketika melihat Siwon memerangkap tubuh Kibum di bawahnya. Pikirannya melayang ke sesuatu yang mengerikan –anaknya tengah diperkosa.

Oh, astaga.

Siwon tersenyum lebar. "Aku hanya memberinya ciuman selamat tidur, ahjussi."

Kangin mendengus kencang. Siapa ayah yang tidak khawatir kalau anak perempuan satu-satunya sedang berduaan dengan laki-laki?

Leeteuk terkekeh dan merapikan dasi Kangin. "Semua sudah siap besok, Siwonnie?"

Siwon menyeringai dan mengacungkan jempolnya. "Nee, si-eomeoni, si-abeoji."

KangTeuk terkekeh.

.

.

.

Review Reply :

dindaR : Itu lagunya Mayday Parade ^^ Ini udah lanjut ya ~ Gomawo. Mind to review again? :D

Riani-Chan000 : Annyeong ^^ Ini udah lanjut ~ Gomawo. Mind to review again? :D

Seo Shin Young : Hahaha, betul itu ^^b Gomawo. Mind to review again? :D

kikihanni : Tau tuh, Siwon pabbo! #plak! Gomawo. Mind to review again? :D

Jeng Kyura : Hai ~ ^^v Lho, itu mau nemenin Kibum atau mau kamping? :o #plak! Gomawo. Mind to review again? :D

Suci : Oh ya? ^^ Wah, terimakasih banyak ~ Gomawo. Mind to review again? :D

Kiri Devil : Ya ampun, Hyo fans berat Orange Range =A=' hiks ~ Hmm, punya anak gak ya? #plak! Gomawo. Mind to review again? :D

PrincesOnew1412 : Hai ^^v Males komen? Waaah, jangan gitu dong ~ Gomawo. Mind to review again? :D

Cha : Hahaha, semua akan terjawab ya ~ ^^ Gomawo. Mind to review again? :D

RistaMbum : Gemes? XD Gomawo. Mind to review again? :D

ChoiNia17407 : Hahahaha, biar diboyong ke NY ya? ^^b Gomawo. Mind to review again? :D

Sung Hye Ah : Oh ya? Wahaha, terimakasih banyak ~ ^^ Gomawo. Mind to review again? :D

Love Sibumppa : Hahaha, Hyo udah ikut ya, beberapa udah dipublish ^^ Gomawo. Mind to review again? :D

Key's Girlfriend : Jangan dimatiin? ^^' Gomawo. Mind to review again? :D

shin ah gi : Cantik? Benarkah? ^^b Gomawo. Mind to review again? :D

Ticia : Mwo? Siwonnie disitu sama chingu? Pantes aja, ckckck.. Gomawo. Mind to review again? :D

Shippo Baby YunJae : Hehehe ^^v Gomawo. Mind to review again? :D

Choikyuhae : Chap kemarin banyak typo? ^^' Kibum mati kalo udah tua? XDD Kayak di pasar? Muehehehe XD Gomawo. Mind to review again? :D

Lee Shurri : Nee, tapi di chapter ini udah ketemu kok ^^v Gomawo. Mind to review again? :D

Shofiy Nurlatief Siti Afifah : End begitu saja? Wah, tidak akan selesai 'begitu saja' tentunya ^^ Btw, Hyo mau ngucapin terima kasih banyak sama chingu ^^ Setiap chingu baca fanfic Hyo, pasti dari awal hingga chap. yang terakhir update selalu di-review. Hyo jadi semangat! Gamsahamnidaaa ~ *bow* Gomawo. Mind to review again? :D

winda1004 : Oke ^^

farchanie01 : Iya, dia sarjana Matematika ^^ Hyungnya mahasiswa abadi, keke ~ Gomawo. Mind to review again? :D

Ichigobumchan : Hahaha, tau tuh Siwon XD Gomawo. Mind to review again? :D

yolyol : Iya, berdompet tebal. Wah, chingu sama kaya aku, mata duitan $_$ Mengendus sesuatu yang menyedihkan? XDDD Gomawo. Mind to review again? :D

SiwonKibummie : Iya, istrimu kesepian, muehehe ~ XDDD Gomawo. Mind to review again? :D

Wonniebummie : Pendek? Masa sih? :D Gomawo. Mind to review again? :D

AngelFishy : Hyo aja, jangan Hyo-ssi ^^ Wah, enggak nyambung ya XDD Nikahin mereka? Okeeee :D Gomawo. Mind to review again? :D

Lee HyoJoon : Hahaha, dasar dongsaeng gila XDD Om kudaaaaa, cepet pulang #plak! Gomawo. Mind to review again? :D

Sibumxoxo : Kibum kan punyanya Hyo, jadi gak mungkin kesepian ~ #plak! Gomawo. Mind to review again? :D

Lil'cute Bear : Mwo? Err, emang iya sih ^^' Gomawo. Mind to review again? :D

Myblackfairy : Hehehehe ^^b Gomawo. Mind to review again? :D

Nina Snow : Hehehehe, gomawo ~ Gomawo. Mind to review again? :D

Desysaranghaesuju : Iya nih ^-^ Gomawo. Mind to review again? :D

Princess kyumin : Mwo? Jangan nangis chingu ~ ^-^ Sedih? Emang lagu yang dinyanyiin Kibum sedih ya? Enggak ah o.o #plak! Hahaha, semoga ini udah panjang ya ^^'b Gomawo. Mind to review again? :D

rikha-chan : Panjangin lagi? Waduh, entar saking panjangnya gak ada yang mau baca dong ^^' Gomawo. Mind to review again? :D

iruma-chan : Hihihi, gak ada yang bilang cerita ini angst ya ^^ Gomawo. Mind to review again? :D

UthyDianRyeosomnia : Nyaaa? ^^' Saya juga sweatdrop =='v Gomawo. Mind to review again? :D

bluesky : Kibum kayaknya gak bisa sembuh, chingu ^^' Gomawo. Mind to review again? :D

zakurafrezee : Hueee, jangan nangis chingu ^^' Gomawo. Mind to review again? :D

Zae-Hime : Harus happy end? ^^' Gomawo. Mind to review again? :D

bumhanyuk : Iya, nanti tamatnya, hehe ^^ Gomawo. Mind to review again? :D

sweet haehyuk : Akur? XDDDD Gomawo. Mind to review again? :D

Naminara : Tenang, Siwon tetap milik Kibum ^^b Gomawo. Mind to review again? :D

cucunyaHaeHyuk : Oh ya? XDD Wah, nama anaknya Choi Hyun Hyo? Bagus juga tuh ^^v #plak! Gomawo. Mind to review again? :D

Myeolchi's wife : Siwonnya sama aku, hehehe ^^v #plak! Gomawo. Mind to review again? :D

Caxiebum : Hahaha, aku maulah dicium Kuda, kalo Kudanya Siwon, muehehehe ~ ^^v Gomawo. Mind to review again? :D

Dianay : Muehehehe ~ :D Gomawo. Mind to review again? :D

A/N : Annyeong ~ ^^

Astaga, fanfic ini udah lumutan saking lamanya ditinggal. Semoga aja kotak review yang selalu terbuka itu masih selalu berisi masukan yang berguna untuk fanfic ini ^^

Jeongmal mianhae m(_ _)m

Oke.

Chap depan, Kibum ketemu sama calon mertuanya ^^ Dan juga, ada percakapan antara Siwon-Hangeng-Heechul dan KangTeuk. Ada yang mau tahu? ^^

Beberapa chap lagi, fanfic ini selesai.

Dan Hyo mau menegaskan sedikit. Semakin banyak Silent Reader, semakin lama fanfic ini update.

Jadi, budayakan review, nee? ^^

*Hyo*