Sorry I Love You

Jarum jam menunjukkan pukul sembilan saat Donghae terbangun dari tidurnya, ia beranjak duduk dan meringis menyentuh kepalanya, "Kenapa kepalaku sakit sekali.." ucapnya mengingat semalam ia banyak minum, pandangannya lalu tertuju pada selimut yang menutupi tubuhnya, Donghae begitu terkejut mendapati tubuhnya yang tidak mengenakan pakaian, "Kenapa aku seperti ini? Apa yang sudah kulakukan?" ucapnya panik, ia mencari Hyukjae tapi tak mendapatinya didalam kamar, Donghae segera mengenakan pakaiannya dan mencari Hyukjae.

"Kau disini.." Donghae menghampiri Hyukjae yang tengah duduk dibalkon

Hyukjae menoleh melihat Donghae, "Kau sudah bangun"

"Ne"

Donghae memperhatikan mata Hyukjae yang tampak sembap, "Kau baik-baik saja?"

"Ne, aku baik-baik saja"

"Hyuk..aku.." Donghae ingin bertanya tapi ia bingung harus bagaimana caranya

"Ne?"

"Ayo kita sarapan dulu".

.

.

Donghae dan Hyukjae memasuki restoran dan duduk disalah satu meja. Seorang pelayan restoran segera melayani dan menjamu mereka dengan makanan yang Donghae pesan

"Ayo makanlah Hyuk"

"Ne.."

Hyukjae yang sejak tadi hanya diam meraih sendok makannya, ia memaksa untuk makan meski ia sama sekali tak berselera

Donghae menyadari Hyukjae yang terlihat sedih, hal itu membuatnya menjadi semakin yakin kalau ia sudah berbuat hal yang tidak seharusnya pada Hyukjae

"Hyuk, ada yang ingin kutanyakan padamu" ujar Donghae canggung

"Ne?"

"Semalam...apa aku melakukan sesuatu padamu?"

Hyukjae hanya diam mendengar pertanyaan Donghae, air matanya tak terbendung dan menetes membasahi wajahnya, melihat reaksi Hyukjae sudah cukup menjawab pertanyaan Donghae,

"Maafkan aku Hyuk..aku benar-benar tidak sadar melakukannya" sesal Donghae merasa begitu bersalah

"Kau tidak perlu meminta maaf Hae" Hyukjae sadar diri dengan statusnya, ia tak berhak untuk marah atas apa yang telah Donghae lakukan padanya

"Aku sudah melakukan kesalahan besar padamu, aku benar-benar minta maaf"

"Jika kau menganggapnya sebagai sebuah kesalahan, anggap saja kau tidak pernah melakukannya"

Ucapan Hyukjae membuat Donghae terdiam, Hyukjae menyeka air mata diwajahnya dan berusaha menghentikan tangisnya, "Akulah yang seharusnya meminta maaf padamu, kehadiranku sudah membuatmu merasa sakit, aku benar-benar minta maaf Hae"

"Tidak Hyuk, akulah yang bersalah"

"Seharusnya aku juga memikirkan perasaanmu saat memutuskan untuk melakukan apa yang Leeteuk minta, aku pikir dengan melakukannya akan membuat Leeteuk merasa lebih baik, tapi aku tidak sadar apa yang kulakukan justru melukaimu, aku benar-benar minta maaf Hae...aku tidak ingin kau terbebani dengan pernikahan kita, kau tidak perlu menganggapku sebagai istrimu, anggap saja kita tidak pernah melakukannya jika itu bisa mmebuatmu merasa lebih baik.."

Apa yang Hyukjae katakan membuat Donghae tersadar bahwa selama ini dia sudah bersikap begitu egois dan mementingkan perasaannya sendiri tanpa memikirkan bagaimana rasanya berada diposisi Hyukjae.

"Semua itu bukan kesalahanmu Hyuk, kau tidak harus meminta maaf, kita melakukannya untuk Leeteuk, seharusnya aku tidak bersikap seperti ini" sesal Donghae

"Leeteuk sangat mencintaimu Hae, dia sama sekali tidak ingin membuatmu merasa sakit, dia hanya menginginkan kehahagiaanmu, hanya saja tidak seharusnya dia mengambil keputusan seperti ini"

Donghae diam, pandangannya memburam oleh air matanya yang tertahan

"Sebagai sahabat Leeteuk, aku ingin kau melakukan sesuatu"

"Kau ingin aku melakukan apa?"

"Berjanjilah kau akan selalu mencintai Leeteuk dan tidak akan menyakitinya.."

"Ne..aku berjanji.." sahut Donghae haru

Hyukjae tersenyum tenang mendengarnya, "Terimakasih Hae".

.

.

"Kau melamun" Jungyeon menghampiri Leeteuk yang tengah duduk disofa

"Aku hanya sedang merasa bosan bu" sahut Leeteuk tampak tak bersemangat

"Jelas saja kau merasa bosan, itu karena kau membiarkan suamimu pergi bersama wanita lain"

Leeteuk menghela nafasnya, "Aku sedang tidak ingin berdebat bu, tidak usah membahas itu lagi" ucapnya lalu beranjak dari sofa

"Kau mau kemana Teuk?"

"Aku keluar sebentar, ada janji bertemu dengan teman" pamit Leeteuk

"Anak itu selalu saja tidak mau mendengarkanku ckck" komentar Jungyeon melihat putrinya yang melangkah pergi.

.

.

Selesai sarapan, Donghae dan Hyukjae kembali kehotel,

"Kau mandi dan bersiap-siaplah Hyuk, kita akan keluar" ujar Donghae

"Kita akan kemana Hae?" tanya Hyukjae

"Mengunjungi tempat-tempat menarik disini, kau tidak ingin kita hanya berdiam dihotel saja kan?"

"Ah..ne.."

Donghae tersenyum, "Aku akan mandi dan bersiap-siap juga"

"Ne.."

.

.

Sungmin mengernyit melihat Leeteuk yang sejak tadi hanya diam melamun, "Yaa, apa kau mengajakku keluar hanya untuk dicueki seperti ini?" protesnya

Leeteuk menoleh melihat Sungmin dengan wajah tak bersemangat, "Tidak begitu.." jawabnya

"Kenapa wajahmu murung begitu, seperti tidak memiliki semangat hidup saja, ckck"

"Aku hanya sedang bosan"

"Dimana Hyukjae? Tumben kau tidak bersamanya"

"Nyukjae sedang berbulan madu bersama Donghae ke Bali"

"Bulan madu?" Sungmin terkejut mendengarnya

"Ne.."

"Kenapa kau biarkan mereka pergi?"

"Aku yang meminta mereka untuk berbulan madu"

"Omo.." Sungmin spontan membekap mulutnya dengan tangannya, menatap tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, "Kau serius?"

"Ne..wae?" Leeteuk mengerutkan dahi melihat reaksi Sungmin yang berlebihan

"Kenapa kau meminta mereka berbulan madu?"

"Aku pikir Donghae dan Hyukjae butuh waktu untuk berdua, lagipila bulan madu hal yang biasa pengantin baru lakukan bukan?"

"Ya, tapi seharusnya kau ikut bersama mereka"

"Jika aku ikut, bulan madu mereka akan terganggu"

"Tapi kau adalah istri pertama Donghae, kau harus mengawasi mereka"

"Kenapa aku harus mengawasi mereka?"

"Ckck, apa kau tidak mengerti? jika aku jadi kau, aku tidak akan tenang jika membiarkan suamiku pergi berdua saja dengan wanita lain meski mereka sudah menikah"

"Aku tidak seperti itu, lagi pula aku melakukannya agar Hyukjae bisa segera hamil"

"Lalu setelah Hyukjae hamil, kau akan bagaimana?"

"Tentu saja aku akan bahagia"

"Bagaimana kau bisa bahagia? apa kau tidak pernah berpikir bagaimana jika Donghae lebih mencintai Hyukjae nantinya?"

"Kau ini bicara apa.." Leeteuk mengernyit bingung

"Coba kau pikirkan, bagaimana jika setelah Hyukjae hamil dan melahirkan anak, Donghae jadi lebih mencintainya?" tanya Sungmin lagi

Leeteuk terdiam memikirkannya,

"Apa kau tidak takut jika sampai seperti itu?"

"Donghae tidak mungkin seperti itu, sudahlah tidak usah membahasnya lagi" protes Leeteuk

"Aissh dasar kau ini.."

.

.

"Kau sudah siap?" Donghae yang baru saja selesai bersiap-siap menghampiri Hyukjae

"Ne, sudah Hae" jawab Hyukjae

"Tunggu sebentar" Donghae mengambil kamera digitalnya dan mengenakan topi, "Ayo kita pergi sekarang" ajaknya kemudian

"Ne"

Donghae dan Hyukjae melangkah keluar dari hotel dan memesan taksi.

Di perjalanan, Hyukjae menatap keluar kaca jendela taksi yang mereka tumpangi, memperhatikan jalanan dan bangunan di Bali yang tampak berbeda dengan di Seoul.

"Aku pernah kemari bersama teman-temanku saat masih kuliah dulu" ujar Donghae yang duduk disamping Hyukjae

"Benarkah?" Hyukjae menoleh pada Donghae

"Ne, saat itu Leeteuk juga ikut, ada banyak tempat bagus disini, aku akan mengajakmu berkeliling, kau pasti akan suka" ucap Donghae tersenyum

"Ne.." sahut Hyukjae balas tersenyum.

.

.

Pantai Nusa Dua menjadi tempat pertama yang Donghae dan Hyukjae kunjungi. Hyukjae terpesona melihat keindahan pantai itu, laut biru dengan hamparan pasir putih yang membentang luas, suara ombak laut melengkapi keindahan pantai, "Tempat ini indah sekali Hae"

"Kau suka?" tanya Donghae

"Aku sangat suka"

Donghae tersenyum, "Kalau begitu kau harus menikmatinya"

"Ne" Hyukjae balas tersenyum

Donghae mulai menggunakan kameranya, mengambil foto dari objek-objek yang menurutnya bagus, ia membidik kameranya ke arah laut dan orang-orang yang tampak bahagia bermain disekitar pantai.

Hyukjae melangkah mendekati bibir pantai, angin laut berhembus menyentuh kulitnya, Hyukjae memejamkan mata, "Teuk-ah, tempat ini sangat indah" ucapnya tersenyum

Donghae terus membidik kameranya, ia terhenti saat kameranya membidik tepat kearah Hyukjae, Donghae tersenyum memperhatikan Hyukjae yang tengah menyentuh air dan tampak begitu bahagia, ia lalu mengambil beberapa foto Hyukjae,

"Ini bagus" Donghae tersenyum memperhatikan hasil foto Hyukjae yang ia ambil, ia lalu menghampiri Hyukjae, "Ahh..tempat ini sangat indah" serunya

Hyukjae menoleh kearah Donghae dan tersenyum,

"Hyuk-ah, kau tidak ingin mencobanya?" tanya Donghae

"Mencoba apa?"

"Mencoba ini" Donghae menyentuh air dan mencipratkannya ke arah Hyukjae

"Yaa..Hae.." Hyukjae mengelakkan wajahnya tak ingin terkena air

Donghae tertawa dan terus mencipratkan air ke arah Hyukjae, "Ini menyenangkan Hyuk.."

"Aishh.." Hyukjae tak ingin tinggal diam dan balas mencipratkan air ke arah Donghae

Donghae segera menghindar,

"Yaa, kau jangan lari Hae" Hyukjae mengejar Donghae, mereka tertawa dan saling mengejar, bermain air bersama.

.

.

"Lihat Hyuk, ini bagus" Donghae memakai sebuah topeng tradisional bali di pasar seni yang tengah mereka kunjungi

Hyukjae tertawa melihatnya, "Itu sangat cocok untukmu Hae"

"Haruskah aku membeli ini?"

"Itu ide yang bagus" sahut Hyukjae tersenyum, ia melihat-lihat berbagai souvenir dan kerajinan tangan disana

Donghae mencoba mengobrol dengan beberapa penjual dipasar itu, memperlajari beberapa kalimat bahasa indonesia.

"Ini cocok untukmu" Donghae memilih topi pantai dan kacamata lalu memakaikannya pada Hyukjae

Hyukjae tertawa, "Benarkah?"

"Ne""

Hyukjae juga memilih sebuah kacamata lalu memakaikannya pada Donghae, "Wah sangat cocok untukmu Hae" ucapnya mengacungkan jempol, Donghae segera berpose dan membuat Hyukjae tertawa.

Usai melihat-lihat souvenir, mereka mencicipi berbagai jajanan khas Bali disana,

"Ahh ini pedas" Donghae kepedasan saat mencoba satu tusuk sate ditangannya

"Benarkah?" Hyukjae ikut mencoba dan juga kepedasan, Donghae tertawa dan segera memberi air kelapa muda yang ia pesan pada Hyukjae.

.

.

"Ibu sedang apa?" tanya Leeteuk yang baru saja kembali kerumah dan melihat Jungyeon keluar dari kamarnya, pandangannya beralih pada bingkai foto ditangan ibunya itu, "Itu fotoku dan Hyukjae, kenapa ibu mengambilnya?"

"Ibu ingin membuangnya"

Leeteuk mengernyit, "Kenapa ibu ingin membuangnya?"

"Karena ibu tidak suka kau menyimpan foto wanita ini, lebih baik dibuang saja!"

"Jangan bu" Leeteuk mengambil bingkai foto itu dari tangan ibunya, "Ibu tidak boleh membuangnya, ini milikku!" protesnya, Leeteuk membawa kembali bingkai foto itu kedalam kamarnya dan menutup pintu.

Jungyeon mengehela nafasnya kesal, "Sampai kapanpun ibu akan membenci wanita itu, kau ingat itu Teuk" ujarnya lalu melangkah pergi.

Perkataan ibunya membuat Leeteuk sedih, ia menaruh bingkai foto itu kembali diatas meja, Leeteuk menatapnya sendu, "Hyukjae sahabat terbaikku, tidak seharusnya ibu membencinya"

.

.

"Wah patungnya besar sekali Hae" Hyukjae menatap takjub patung berukuran raksasa dihadapannya, patung Garuda Wisnu Kencana yang populer di Bali.

"Ne, sangat indah" sahut Donghae tersenyum dan membidik kameranya ke arah patung itu. "Hyuk-ah, aku akan ambil fotomu ne..?"

"Ne?"

"Ayo senyum Hyuk" Donghae membidik kameranya ke arah Hyukjae

Hyukjae tersenyum meski merasa canggung, Donghae mulai mengambil beberapa fotonya,

"Hasilnya bagus" ujar Donghae lalu berdiri didekat Hyukjae, "Sekarang aku akan mengambil foto kita" ucapnya lagi dan mengarahkan kameranya pada mereka, Donghae mulai mengambil foto dan memasang pose lucu, Hyukjae tertawa melihatnya

"Lihat Hyuk, ini lucu" Donghae menunjukkan hasil bidikannya pada Hyukjae

"Ne"

"Cha, kita berfoto lagi" Donghae kembali mengarahkan kameranya pada mereka, Hyukjae melihat ke arah kamera dan tersenyum.

TBC