FT Island Fan Fiction
Mr. Cassanova
©MikiHyo
.
Cast : FT Island, Kira Akegawa, Kazu Uzumi, Miki Amakura, & Other Cast
Genre : Romance, Friendship
Rated : PG-15
Length : Part (On Going)
.
Part 11
.
***
Seunghyun POV
.
"Kazu?"aku terkejut saat melihatnya keluar dari hotel bersama dengan Jonghun hyung.
"Kenapa ia keluar? Ja..jangan-jangan, Jonghun hyung mau melakukan sesuatu..!"aku-pun langsung bersiap mengejar mereka yang sudah berjalan menjauhiku. Namun langkahku langsung terhenti saat seseorang memanggil namaku.
"Seunghyun!"aku-pun menoleh kearah sumber suara. Kulihat Hyunjung berlari mendekatiku.
"Kau sedang apa disini? Guru-guru sudah menyuruh berkumpul.."jelas Hyunjung dengan nafas terengah-engah karena berlari. Sepertinya ia mengejarku sampai sini.
"Kumpul sekarang? Tidak bisakah menunggu sebentar?"tanyaku terkejut.
"Kau bicara apa? Kita memang harus pulang sekarang, memangnya ada apa? Kau ada urusan?"Hyunjung lebih bingung mendengar ucapanku. Aku menoleh kembali kearah jalan yang dilalui Kazu dan Jonghun hyung.
Tidak ada…
Mereka sudah pergi..
Aku-pun hanya bisa menghela nafas panjang untuk mengungkapkan rasa kecewaku karena tidak bisa menyusul mereka.
"Seunghyun-ah, ada apa?"tanya Hyunjung lagi yang masih menatapku bingung.
"Ah…tidak apa-apa. Ayo kita kembali"ucapku dengan senyum tipis. Kami-pun kembali kehotel kami.
.
Kazu POV
.
Aku terdiam didepan meja bulat ini. Tempat yang kami kunjungi sekarang adalah sebuah restoran kecil yang terletak didekat pantai. Tempat yang bagus untuk menghabiskan waktu, terlebih lagi Jonghun memilih tempat VIP yan tidak akan bisa diganggu oleh siapapun.
"Kau tidak apa-apa-kan? Apa merasa tidak enak badan lagi?"pertanyaannya membuatku terkejut dan membuyarkan lamunanku. Aku-pun menoleh kearahnya dan tersenyum.
"Tidak. Aku tidak apa-apa"ucapku singkat.
"Oh…begitu…ng…kita tunggu sebentar lagi. Makanannya akan segera diantar, kau belum sarapan-kan?"tanyanya lagi. Aku-pun mengangguk sekali. Masih terpikir dibenakku, kenapa dia lakukan ini? Rasanya baru kemarin ia selalu terlihat kesal untuk menatapku, bernada malas untuk meladeni ucapanku, kenapa sekarang ia begitu manis?
Aku mencuri lirik kearahnya. Kupandangi wajah tampan bak pangeran-nya itu. Aku tidak percaya salah satu pujaan sekolah ini berada dihadapanku sekarang. Berada sangat dekat.
Pujaan yang namanya selalu diteriakan oleh murid-murid perempuan disekolah layaknya seorang Idol. Mereka yang selalu memujanya mungkin tidak pernah berada sedekat ini dengan pujaannya. Kenapa aku yang tidak pernah menunjukkan perasaanku justru bisa berkesempatan berada didepannya saat ini?
"Jonghun…ah, maaf aku terus memanggilmu tanpa sebutan sunbae…"ucapku pelan sambil menundukkan kepalaku tak berani menatap wajahnya lagi.
"Tidak apa-apa. Kau boleh memanggilku sesukamu"ucapnya santai.
"Benarkah? Oh…baik…"aku bingung harus berkata apa lagi. Bahkan sekarang ia membiarkanku memanggilnya Jonghun, padahal sebelumnya ia menuntutku harus sopan kepadanya. Ini terlalu aneh.
"Sebenarnya ada apa? Apa maksud ucapanmu tadi pagi?"tanyaku lagi.
"Hm?"ia menoleh kearahku dengan wajah bingung.
"Apa…maksudnya kau bicara soal perasaanmu?"Jonghun langsung terdiam begitu kutanyakan hal itu. Ia mengalihkan pandangannya kebeberapa tempat seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Itu…bisakah kau tunggu sampai hari ini selesai?"sekarang giliranku yang terkejut mendengar ucapannya barusan.
"Eh?"
"Aku…belum bisa memastikannya sekarang…"
"Ini pesanannya, maaf menunggu lama"kedatangan pelayan restoran langsung memutus pembicaraan kami. Pelayan itu langsung menyiapkan semuanya diatas meja, tak lama kemudian ia-pun kembali ketempatnya.
"Kenapa bengong? Ayo dimakan"ujar Jonghun kepadaku.
"Eh? Ah..iya"aku-pun menyentuh alat makanku menuruti perkataan Jonghun.
Sebenarnya apa yang mau ia katakan?
Ash…sudahlah Kazu…dia bilang kau harus menunggu…
Ditanya berapa kali-pun, sepertinya aku memang harus menunggu…
.
***
Author POV
.
Kira bersama Shinhye dan Mario sedang melihat-lihat toko yang berjejer disekeliling mereka. Begitu banyak tempat menarik ditempat ini.
"Ah! Aku mau lihat toko itu!"seru Shinhye yang langsung berlari kearah toko yang dimaksud.
"Shinhye-ah Tunggu!"Mario ikut mengejar temannya itu. Kira-pun sudah bersiap untuk melangkahkan kakinya mengikuti kemana kedua temannya itu pergi. Namun seseorang menarik tangannya saat ia baru melangkah satu kali. Reflek, badannya-pun berputar kearah orang yang menariknya itu.
"Wo..Wonbin?"kaget Kira saat melihat Wonbin berdiri dihadapannya sambil tersenyum manis.
"Ayo pergi bersamaku"ajak Wonbin.
"Eh? Tapi aku sedang bersama Shinhye dan Mario…"
"Ayolah…aku sudah tidak sabar ingin jalan-jalan denganmu…"ucapan Wonbin sukses membuat Kira terkejut.
"Kau…ingin pergi bersamaku?"tanya Kira.
"Tentu saja. Sudahlah, nanti biar aku yang menjelaskan pada mereka, mereka pasti mendengarkanku"senyum Wonbin lagi.
"Hah..kau jadi besar kepala karena mereka menyukaimu.."ledek Kira sambil tersenyum nakal.
"Haha..mereka pasti mendengarkanku. Ayo.."Wonbin-pun langsung menggandeng lembut tangan Kira.
"Ehm…iya…"Kira yang tersipu malu-pun hanya bisa mengikuti kemana Wonbin membawanya.
"Ayo kita makan dulu, aku belum sarapan. Ah…aku lapar"keluh Wonbin sambil menunjuk salah satu restoran di daerah perbelanjaan itu. Mereka-pun langsung masuk dan memesan beberapa makanan.
"Ah…aku senang sekali…ini seperti kencan"senyum Wonbin yang sejak tadi menatap manis kewajah Kira.
"Kencan? Ash..pikiranmu berlebihan"elak Kira sambil meminum jusnya.
"Memang benar-kan, makan bersama, jalan bersama, hahaha…orang-orang yang melihat pasti mengira kita pacaran"
"Uhuk!"Kira langsung tersedak mendengar ucapan Wonbin barusan.
"Ka..kau tidak apa-apa?"panic Wonbin. Kira-pun memukul-mukul dadanya sambil berusaha mengatur nafasnya.
"Tidak apa-apa. Aku hanya kaget, ucapanmu barusan…"
"Kenapa? Soal pacaran?"tanya Wonbin. Kira tidak menjawab apa-apa, ia hanya tertunduk malu. Melihat ekspresi Kira, Wonbin-pun langsung tersenyum nakal.
"Hmm…memangnya kenapa soal itu? Kau mau pacaran denganku?"
"Hah?"Kira membelalakan matanya.
"Hahaha..hanya bertanya kok, kau lucu sekali sih"tawa Wonbin sambil mengacak-ngacak rambut Kira. Kira yang masih terkejut dengan ucapannya tadi masih terdiam kaku, namun tak lama ia-pun menyeka tangan Wonbin yang masih bermain dirambutnya.
"Jangan menggodaku lagi! Kau itu memang sunbae iseng!"kesal Kira yang kembali meminum jusnya. Wonbin semakin tersenyum geli melihat tingkah manis hoobaenya. Mereka-pun menghabiskan pagi mereka bersama direstoran itu.
.
***
Kira POV
.
"Berapa harga makananku?"tanyaku sambil merogoh beberapa lembar uang dari dompetku.
"Aku yang bayar"jawaban Wonbin langsung membuatku terkejut.
"Hah? Semuanya kau yang bayar? Ti..tidak-tidak..kita bayar sendiri-sendiri saja"protesku pada Wonbin.
"Tidak boleh. Pokoknya aku yang bayar, aku kekasir dulu"senyumnya yang langsung beranjak meninggalkanku yang masih ternganga heran.
"Hah…dia itu…"aku hanya bisa menghela nafas, mataku melirik kearah luar. Aku-pun beranjak dari kursi dan berniat menunggu Wonbin diluar.
GREP.
"Eh?"kagetku saat seseorang menarik tanganku dan membawaku pergi menjauhi restoran.
"He…Hei! Lepaskan aku!"aku berusaha melepaskan tanganku, namun usahaku berhenti saat menyadari siapa orang yang membawaku pergi ini.
"Hongki…"aku tercekat saat ia menolehkan wajahnya.
"Hai!"Hongki hanya tersenyum lebar seperti biasanya. Mataku langsung tertuju kearah perban yang terlilit rapi dilehernya.
"Ng…lehermu…"gumamku pelan.
"Ah…ini sakit sekali tahu…"Hongki memajukan bibirnya dengan wajah cemberut. Ia mengelus-elus lehernya seolah itu memang terasa sakit. Aku-pun terdiam karena rasa bersalah, luka itu memang aku yang membuatnya.
"Ya! Jangan berwajah seperti itu…aku tidak suka!"seru Hongki yang langsung menangkat wajahku.
"Ma…Maaf…"ucapku pelan.
"Kalau kau mau minta maaf, temani aku jalan-jalan"aku langsung tersentak mendengar jawabannya. Jalan-jalan dengannya? Tapi aku sedang bersama Wonbin.
"Kenapa? Kau tidak mau? Kau sedang bersama seseorang ya?"raut wajah Hongki terlihat tidak mengenakan dengan nada bicaranya yang seperti menyindir itu.
"Ng..baik, aku akan menemanimu hari ini"bagaimana-pun juga aku harus menebus kesalahanku, ini hanya kesalahan untuk luka itu, aku bahkan tidak tahu bagaimana soal kalung emasnya. (T_T)
"Serius? Haha baik, ayo jalan!"seru Hongki dengan wajah riangnya, ia-pun segera menarik tanganku pergi bersamanya.
.
***
Author POV
.
Tak terasa 1 jam setengah sudah Kira lewatkan bersama Hongki. Hongki benar-benar membawa Kira kemanapun kakinya melangkah. Seakan tidak mau melepaskan hoobae yang disukainya itu.
"Ah! Keren sekali!"seru Kira saat melihat beberapa kalung yang dipajang ditoko yang ada didepannya. Hongki-pun ikut melihat apa yang Kira lihat.
"Skull! Keren sekali!"Hongki ikut berseru saat melihat salah satu bandul kalung yang berbentuk sesuatu yang sangat ia suka.
"Iya, kau lihat yang itu-kan! Keren sekali! Aku ingin membeli-…ah!"Kira berusaha menghentikan ucapannya saat ia ingat sesuatu yang berhubungan dengan kalung. Tentu saja, kalung Hongki yang ia rusakkan.
"Ng…soal kalung…maaf…punyamu pasti sangat mahal, aku akan berusaha menggantinya, tapi beri aku waktu! Aku akan mengumpulkan uang untuk menggantinya!"ucap Kira sambil menatap Hongki takut-takut. Hongki diam sejenak melihat sikap Kira.
"Kau mau kalung itu?"Hongki malah menunjuk kalung Skull yang mereka lihat bersama tadi.
"Eh?"Kira-pun hanya bisa terdiam heran.
"Itu syaratnya. Aku juga mau kalung itu"ucap Hongki.
"Tapi…mungkin harganya tidak setara dengan punyamu.."
"Pokoknya aku mau kalung itu, ayo masuk"tanpa bicara banyak, Hongki langsung menarik tangan Kira memasuki toko aksesoris itu.
"Maaf…aku mau beli kalung ini"ucap Hongki dengan bahasa Jepang yang masih terbata-bata. Pegawai toko-pun langsung memenuhi permintaan Hongki.
"Eh? Ke..kenapa kau yang bayar? Bukankah aku yang harus menggantinya?"kaget Kira saat melihat Hongki sudah mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya.
"Maaf, apa masih ada satu stock lagi?"tanpa menjawab pertanyaan Kira, Hongki langsung meminta kepada pegawai toko untuk membawakan 1 kalung lagi. Pegawai itu-pun segera membawakan pesanan Hongki.
"Eh? kenapa dua?"Kira masih terdiam heran dengan apa yang dilakukan Hongki.
"Kebetulan sekali. Ini adalah Couple Necklace, kami baru saja memajang salah satunya"senyum pegawai toko itu sambil memberikan kedua kalung itu.
"Cou..Couple?"kaget Kira.
"Benarkah? Ah..jadi aku tidak salah pilih"Hongki terlihat sangat senang dengan kedua kalung itu.
"Hongki…apa maksudnya?"tanya Kira kepada Hongki. Hongki-pun langsung memasangkan salah satu kalung itu dileher Kira.
DEG. DEG. DEG.
Jantung Kira berdegup kencang menanggapi sikap Hongki.
"Pakai ini. Mulai sekarang…kalungmu dan kalungku adalah Couple"senyum Hongki.
"Ta..tapi aku-..!"
"Kau bilang kau mau menggantinya-kan? Kalau begitu pakai ini, asalkan kau pakai kalung ini, aku sudah anggap kau menggantinya"jelas Hongki sambil tersenyum lebar.
"Hongki…"gumam Kira pelan. Pikirannya berkecamuk sekarang, ia tidak menyangka Hongki sebaik ini padanya. Hongki-pun membayar kedua kalung itu, kemudian ia juga memakai kalung Couple miliknya.
.
***
Wonbin POV
.
Sudah kuduga, dia tidak akan tinggal diam
Akhirnya ia mengaku, ia juga menyukainya
Hongki…aku sudah tahu sifatmu
Kulangkahkan kakiku mengikuti kedua orang itu. Hongki dan Kira. Aku tahu, Hongki-lah yang membawanya pergi tadi pagi setelah ia keluar restoran. Sejak tadi-pun aku mengikuti mereka iam-diam untuk memastikan maksud Hongki. Sudah kuduga, dia juga menyukai Kira.
"Aku haus!"seru Hongki sambil menolehkan kepalanya kesegala arah, mungkin sedang mencari toko yang menjual minuman.
"Sepertinya aku lihat toko minuman disebelah sana tadi"ucap Kira sambil menunjuk kesalah satu tempat. Hongki-pun ikut melirik.
"Ah, ada! Baiklah, kau mau titip apa? Aku belikan"senyum Hongki kepada Kira.
"Eh? Ti..tidak usah"jawab Kira dengan nada sedikit terkejut. Hongki-pun menunjukkan raut wajah cemberutnya.
"Pokoknya kau harus beli, akan kubelikan. Kau tunggu disini ya!"seru Hongki yang langsung berlari meninggalkan Kira. Kulihat Kira hanya bisa diam tanpa mengalihkan pandangan matanya dari Hongki.
Ada apa?
Kenapa tatapannya seperti itu? Apa dia juga menyukainya? Bukankah mereka tidak ada hubungan apa-apa?
Kuperpendek jarakku dengan gadis Jepang itu. Sengaja menampakan diriku sekarang.
"Lebih baik aku menyusul-…"
TAP.
Kuraih tangannya sebelum ia beranjak dari tempat itu dan menyusul Hongki. Terkejut, ia-pun membalikkan tubuhnya kearahku.
"Wo…Wonbin?"aku menatapnya sejenak. Menatap tanpa arti, entah dingin, sedih, kecewa, ataupun marah.
"Apa yang kau lakukan disini? Darimana saja kau?"tanyaku datar. Wajahnya semakin terkejut. Ia pasti tidak menyangka aku bisa menemukannya.
"A..aku…itu…ma..maaf, aku…"jelas sekali ia berpikir keras mencari alasan yang tepat. Kenapa tidak ia bilang saja Hongki yang membawanya? Apa itu sebuah rahasia?
"Kau…bersama siapa?"tanyaku lagi yang semakin membuatnya terdiam kaku.
"Aku….aku sendiri…"ucapnya pelan sambil menundukkan wajahnya. Aku rasa ia memang merahasiakan keberadaan Hongki. Kualihkan pandanganku kearah lain, dan benar, Hongki sudah kembali. Langkahnya semakin dekat dengan kami.
Sebelum ia menyadari aku sudah bersama dengan Kira, lebih baik kami pergi sekarang.
"Ayo pergi"senyumku ramah. Kukembalikan senyumku yang biasanya agar raut cemas itu hilang dari wajahnya. Aku-pun langsung menggandengnya.
"Ta..tapi Wonbin.."ia terlihat enggan mengikutiku.
"Ada apa? Kau tidak ada urusan disini-kan? Ayo kita pergi ketempat lain"ucapku dengan senyum lagi. Kali ini raut bingung yang terpampang diwajahnya, tentu saja. Kalau memang ini rahasia, ia tidak akan memberitahuku soal Hongki.
Namun berdiam diri seperti ini-pun tak ada gunanya, bagaimanapun aku juga menyukainya. Tidak akan kubiarkan Hongki mengambilnya.
"Ayo…"aku-pun kembali menarik tangannya.
Hongki POV
"Kira?"aku langsung terdiam begitu sadar orang yang kucari tidak ada. Aku menolehkan kepalaku kesegala arah, mencarinya di kerumunan orang.
"Dimana dia? Apa dia pergi?"aku masih mencari-cari keberadaan gadis Jepang itu.
"Tidak mungkin, dia tidak akan pergi tanpa bilang apa-apa. Untuk apa dia melakukannya? Jangan-jangan…"
.
***
Author POV
.
Siang-pun berganti malam. Ini adalah malam terakhir bagi murid-murid MyeoungDam untuk menikmati Osaka, karena besok mereka sudah harus kembali ke Korea. Namun murid-murid kelas 1 MyeoungDam tidak bisa langsung beristirahat sekarang, karena tanpa diketahui para Sunbaenya sudah menyiapkan acara penutup setelah hari bebas ini.
Tradisi Penutup Study Tour MyeoungDam "Night Tour"
Spanduk berukuran sedang terpampang lebar dihadapan murid-murid kelas satu.
"Acara ini wajib diikuti oleh semua murid kelas 1. 1 kelompok terdiri atas 2 orang dari kelas masing-masing. Giliran pertama adalah kelas 1-F, dan berlanjut sesuai undian. Harap kalian semua sudah siap saat gilirannya nanti!"jelas wakil ketua OSIS didepan para Hoobaenya.
"Ini…uji nyali-kan?"ucap Kira cemas saat ia melihat design spanduk dan tempat diadakannya Night Tour ini.
"Ini adalah tradisi MyeoungDam! Para sunbae sengaja merahasiakannya agar kita tidak ada yang kabur"ucap Shinhye sambil melirik-lirik kearah para sunbae yang terlihat sedang berjaga.
"Kenapa harus ada acara seperti ini…"gumam Kira kesal.
"Kira, kau takut?"tanya Shinhye penasaran. Kira hanya diam tanpa melihat kearah Shinhye.
"Kira, kau pergi bersamaku"tiba-tiba saja salah satu sunbae mendekati kedua gadis itu dan mengulurkan tangannya kepada Kira.
"Wonbin sunbae?"kaget Shinhye saat melihat Wonbin sudah menarik tangan Kira kedalam genggamannya.
"Ke..kenapa kau? Bukankah hanya kelas 1 dan dari masing-masing kelas?"bingung Kira yang masih menatap Wonbin.
"Tidak apa. Aku sudah bilang pada panitia. Lagipula mentor dari kelas 3 memang tidak ada kerjaan, ini adalah acara yang dibuat oleh kelas 2"jelas Wonbin dengan senyum entengnya.
"Ng, kalau begitu aku akan pergi bersama Mario"ucap Shinhye yang langsung meninggalkan kedua pasangan itu. Berbarengan dengan kepergian Shinhye, salah seorang murid kelas 2 memanggil Wonbin.
"Hyung maaf, bisakah kau bantu sebentar disini?"ucap orang itu.
"He? Kenapa? Apa ada masalah?"bingung Wonbin dan langsung dianggukan oleh hoobae kelas 2-nya itu.
"Ash…baiklah, sebentar saja ya. Maaf Kira, kau tunggu aku sebentar, aku akan segera kembali"ucap Wonbin sambil menundukkan kepalanya didepan Kira kemudian pergi bersama dengan murid kelas 2 itu. Kira-pun hanya bisa terdiam mematung.
"Kenapa…uji nyali?"gumam Miki yang matanya masih terkunci dengan spanduk Night Tour.
"Yoona, pokoknya aku bersamamu! Aku takut!"seru Soyeon yang langsung memeluk Yoona.
"Aku juga takut Soyeon!"Yoona membalas pelukan Soyeon.
"Eh? Lalu aku?"seru Miki yang langsung menoleh kearah kedua temannya.
"Maaf Miki…kau sih tidak apa-apa, kau-kan tidak takut"jelas Soyeon saat melihat raut wajah biasa di wajah Miki.
"Hah? Aku tidak takut? Kenapa kalian berpikir seperti itu?"Miki kelihatan terkejut dan tidak terima dengan anggapan kedua temannya itu.
"Habis…wajahmu datar-datar saja sejak tadi, matamu saja yang tidak beralih dari spanduk itu. Kau tidak takut-kan?"Soyeon malah terlihat bingung dengan ekspresi Miki sekarang.
"A..aku takut tahu…"gumam Miki pelan. Namun Soyeon & Yoona terlalu sibuk mengatasi ketakutan mereka saat mendengar teriakan-teriakan murid yang sudah masuk terlebih dahulu, karena itu mereka tidak mendengar ucapan Miki barusan. Miki-pun ikut merinding mendengar teriakan-teriakan itu.
"Miki~ kau siap-kan? Ini lilinnya!"tiba-tiba saja salah satu sunbae mereka berteriak dan menepuk pundak Miki sambil memberikan satu buah lilin.
"Jae..Jaejin niisan? Apa maksudmu?"kaget Miki juga Yoona & Soyeon.
"Aku? Tentu saja aku mau ikut acara ini! Aku ikut bersamamu~"senyum lebar Jaejin dihadapan Miki.
"Bukankah ini hanya untuk kelas 1? Lagipula sunbae-kan ketua OSIS! Sunbae panitia acara ini-kan?"heran Soyeon yang diikuti anggukan mantap dari Yoona & Miki.
"Ssst! Pokoknya aku mau ikut acara ini bersama Miki, aku akan ikut diam-diam, kalian jangan beritahu yang lain ya~"pinta Jaejin dengan wajah imutnya. Soyeon & Yoona-pun hanya bisa menghela nafas panjang.
"Nii…Niisan ikut bersamaku? Jadi pasanganku?"gumam Miki sambil melirik kearah Jaejin. Jaejin-pun langsung tersenyum dan merangkul hoobae mungilnya itu.
"Ini akan seru!"senyum lebar Jaejin. Miki-pun hanya bisa diam menelan ludah tanpa bisa mengatakan hal sebenarnya bahwa ia memang takut dengan hal seperti itu.
Di Hotel, Kazu yang masih tidak diperbolehkan ikut kegiatan hanya bisa berdecak kesal dibalkon. Yah, walaupun hari ini dia bisa keluar berkat Jonghun, namun tetap saja ada yang kurang apalagi dia tidak bisa bersama dengan kedua sahabatnya, Kira & Miki.
Drrrrttt…Drrrttttt…
Handphonenya berbunyi. Kazu-pun melihat nama yang terpampang dilayar Handphonenya, bola matanya membelalak lebar saat membaca nama yang tertera.
"Jonghun?"bukan hal yang aneh sekarang kalau ia memiliki nomor Handphone Jonghun, karena Jonghunlah yang memberikannya tadi siang.
"Ha…Halo? Iya, ada apa?"jawab Kazu terbata-bata. Jonghun-pun berbicara selama beberapa menit ditelepon.
"Taman belakang? Ah..baik, aku segera kesana"Kazu-pun menutup Handphonenya setelah Jonghun menyuruh untuk menemuinya ditaman belakang hotel.
"Ada apa? Mau apa lagi dia sekarang? Apa…dia sudah tahu soal…perasaannya?"
.
To Be Continued (^_^)
.
Notes : Benar-benar minta maaf, aku belum bisa memperbaiki kesalahan pada alur yang lambat ini. Tapi Insya Allah chapter selanjutnya, alurnya bisa kupercepat. Ada rencana mengurangi halaman juga, mudah-mudahan bisa lebih baik. Maaf untuk update yang terlambat, maaf juga kalau cerita di part ini gak seru, terima kasih sudah membaca Mr. Cassanova (^_^)
.
HongRhii : Jeongmal Gomawo udh RnR (^_^) Saran diterima, aku emg kbiasaan pke kata 'hah' (=_=)
Ada masalah gitu-lah ceritanya, hhe (^_^)
Tp mian, belum bisa aku ungkapkan itu masalahnya. Belum waktunya (^_^) *plak*
